Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles
561 Documents
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Peserta Didik dengan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar
Maryanti, Indra
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1636
Minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif kurang dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis web. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Hopkins, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 30 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: (1) data hasil tes akhir siklus I dan siklus II; (2) data hasil observasi terhadap kegiatan pembelajaran pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah (KPM) siswa yang dilihat dari nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada siklus I < nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa pada siklus II. Selain itu, rata-rata nilai tes kemampuan pemecahan masalah mencapai KKM ketuntasan individual. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar matematika peserta didik dengan media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi bangun ruang sisi datar
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning
Masitha, Cica;
Sinulingga, Hizkia M.T;
Ammy , Putri Maisyarah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1638
Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran matematika yang seharusnya dikuasai oleh siswa di era saat ini. Namun beberapa siswa menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi masalah dan mengaplikasikan konsep matematika dalam situasi dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 SMP Negeri 16 Medan yang berjumlah 32 siswa dan objek pada penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning pada materi penyajian data. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dan diberikan tes pada setiap akhir siklus. Intrumen penelitian dalam pengumpulan data adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Tes digunakan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi penyajian data saat diterapkan model problem based learning. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi penyajian data, yaitu pada siklus I memperoleh rerata kelas sebesar 69,2 dan pada siklus II meningkat menjadi 85,3. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, penerapan model pembelajaran problem based learning mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Hubungan antara Kemampuan Computational Thinking dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa pada Materi Pola Bilangan
Pajow, Michella Angelie;
Regar, Vivian Eleonora;
Maukar, Marvel Grace
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1661
Computational Thinking penting karena menjadi landasan bagi pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dalam merumuskan masalah, menguraikan masalah menjadi langkah-langkah logis, merancang algoritma, dan memahami konsep abstrak secara lebih mendalam. Kaitan antara computational thinking dan matematika sangat erat karena matematika itu sendiri melibatkan pemikiran logis, pemecahan masalah, dan pengenalan pola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan Computational Thinking dengan Pemahaman Konsep matematika pada materi pola bilangan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan tes uraian. Dengan sampel penelitian berjumlah 79 siswa kelas VIII dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Teknik analisis data yang dilakukan dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan computational thinking dengan pemahaman konsep matematika pada materi pola bilangan. Implikasi dari hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan metode pembelajaran dengan menggunakan computational thinking agar dapat meningkatkan pemahaman konsep dari siswa.
Analisis Tingkat Mathematics Anxiety dan Tingkat Self-Efficacy terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP
Wuisan, Samuel;
Tuerah, Philoteus E. A.;
Tilaar, Anetha L. F.
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1662
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat mathematics anxiety terhadap prestasi belajar matematika siswa dan untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat self-efficacy terhadap prestasi belajar matematika siswa serta untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat mathematics anxiety dan tingkat self-efficacy secara simultan terhadap prestasi belajar matematika siswa di SMP Negeri 2 Tondano. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner untuk variabel bebas yaitu mathematics anxiety dan self-efficacy dan data nilai rapor siswa untuk prestasi belajar matematika siswa. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas reguler di SMP Negeri 2 Tondano. Teknik penarikan sampel menggunakan stratified random sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 137 siswa. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) tingkat mathematics anxiety berpengaruh signifikan secara negatif terhadap prestasi belajar matematika siswa; (2) tingkat self-efficacy berpengaruh signifikan secara positif terhadap prestasi belajar matematika; (3) secara simultan tingkat mathematics anxiety dan tingkat self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil tersebut perlu untuk menekan tingkat mathematics anxiety dan meningkatkan self-efficacy untuk dapat memperoleh prestasi belajar matematika siswa yang lebih maksimal.
Hambatan Didaktis Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Rahaju, Rahaju;
Murniasih, Tatik Retno;
Sumaji, Sumaji;
Muchtadi, Muchtadi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1672
Berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam penyelesaian berbagai masalah. Akan tetapi, banyak siswa atau mahasiswa yang kurang terampil berpikir kritis. Salah satu hambatan berpikir kritis disebabkan oleh proses pembelajaran (hambatan didaktis). Penelitian ini bertujuan untuk menggali hambatan didaktis berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi segitiga. Subjek penelitian sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Instrumen pendukung penelitian ini berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Pengecekan validitas data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga pola penyelesaian masalah, yaitu pola translasi gambar, pola relasi luas, dan pola kesetaraan luas. Hambatan berpikir kritis pada ketiga pola tersebut disebabkan pembelajaran yang mengandalkan penanaman konsep melalui contoh-contoh yang tidak bervariasi dan terbatas, pemberian rumus siap pakai untuk dihafal, serta penyajian masalah rutin dan prosedur penyelesaiannya. Pembelajaran tersebut membiasakan mahasiswa menyelesaikan masalah secara mekanis, sekedar meniru tindakan guru, tidak memahami makna rumus, dan menimbulkan miskonsepsi. Hal tersebut mengakibatkan kesalahan dalam memahami masalah, mengidentifikasi data, memberi alasan, dan melakukan refleksi. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penyusunan materi dan masalah/soal matematika serta rencana pembelajaran untuk mereduksi hambatan berpikir kritis.
Pengaruh Locus of Control dan Konsep Diri terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Sari, Silvia Indah;
Setiani , Yani
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1683
Locus of control adalah cara seseorang melihat keberhasilan atau kegagalan dalam hidupnya, sedangkan konsep diri adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Kemampuan dalam menyelesaikan masalah matematika, disisi lain, adalah kemampuan untuk menemukan solusi dalam konteks matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana locus of control dan konsep diri mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif di SMP Negeri 18 Kota Serang selama Tahun Pelajaran 2023/2024. Sampel sebanyak 162 siswa dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur locus of control dan konsep diri, serta tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data meliputi regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan melakukan uji prasyarat seperti uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara locus of control dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Serang, dengan kontribusi sebesar 13,5%. 2) Konsep diri juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 10,7%. 3) Kedua faktor, locus of control dan konsep diri, secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 17,5%
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Desmos terhadap Kemampuan Matematis Siswa
Muqtafia, Khoirina;
Bintoro, Henry Suryo
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1684
Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang membutuhkan integrasi teknologi/media dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa. Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk melihat adanya pengaruh dari penggunaan model discovery learning berbantuan dengan media desmos pada materi luas layang-layang terhadap kemampuan matematis siswa. Kami menggunakan metode ekperimen dengan melibatkan 31 siswa kelas VII. Instrumen yang kami gunakan adalah tes. Penelitian ini menggunakan dua macam tes yakni pretest dan posttest yang kami analisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan menerapkan model discovery learning yang didukung dengan media desmos. Kami menemukan bahwa kolaborasi antara discovery learning dan desmos cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa pada materi luas layang-layang.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Myer Brigss Type Indicator (MBTI)
Faizah, Khansa;
Sudiana, Ria;
Fakhrudin, Fakhrudin
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1686
Tipe kepribadian siswa yang beragam cenderung memberikan dampak terhadap kemampuan berpikirnya, khususnya pada berpikir kritis. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian Myer Brigss Type Indicator (MBTI). Untuk menjawab permasalahan, kami menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kami melibatkan 2 subjek diambil berdasarkan dimensi sensing – intuition dari kelas MAN 1 Kota Cilegon pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Untuk memastikan keabsahan data, kami menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data meliputi, data deskripsi hasil tes tertulis dan hasil wawancara, dianalisis dari hasil tes tertulis dan hasil wawancara, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa intuition memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik daripada siswa sensing
Analisis Kemampuan Spasial Matematis Siswa SMK Ditinjau dari Tingkat Berpikir Van Hiele pada Materi Dimensi Tiga
Maulid, Ahmad Ihsanudin;
Nindiasari, Hepsi;
Hendrayana, Aan
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1690
Masalah geometri merupakan salah satu permasalahan yang sulit bagi siswa, sehingga diperlukan kemampuan spasial matematis untuk menyelesaikan permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan spasial matematis siswa SMK ditinjau dari tingkat berpikir Van Hiele. Subjek pada penelitian ini adalah 5 siswa kelas XI Akuntansi 1 yang mana sebelumnya dilakukan tes awal menggunakan Van Hiele Geometry test (VHGT) di semua siswa kelas tersebut lalu diambil perwakilan satu orang disetiap levelnya. Tidak hanya sebagai tes awal untuk pengambilan subjek, teori van hiele digunakan sebagai peninjau dalam penelitian ini. Temuan penelitian memiliki keberagaman jawaban siswa dalam menjawab soal. Siswa dengan level berpikir 0 (visualisasi) – 2 (pengurutan) cenderung melakukan kesalahan karena kemampuan spasial dan tingkat berpikir van hiele yang masih kurang, sedangkan siswa yang sudah mampu mencapai level berpikir 3 (dedukasi) dan 4 (akurasi) mampu mengerjakan tes kemampuan spasial dengan baik dan benar walau terkadang terdapat sedikit kesalahan dalam berhitung
Pengembangan Instrumen Literasi Matematis dengan Konteks Kue Tradisional Banten pada Tingkat SMP
Shaumi, Farras Nur;
Syamsuri, Syamsuri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1691
Rendahnya kemampuan literasi matematis yang dimiliki siswa di Indonesia disebabkan oleh ketidakfamiliaran siswa pada soal literasi matematis menggunakan aspek budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai dampak potensial instrumen soal literasi matematis konteks Kue Tradisional Banten yang valid dan realibel pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) Plomp yang terdiri dari lima tahapan yaitu self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test dengan melibatkan siswa SMPN 14 Kota Serang. Data dianalisis menggunakan indeks aiken dan korelasi pearson. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan instrumen literasi matematis PISA yang valid dan realibel serta dampak potensial dilihat dari kemampuan siswa dalam: (1) menerapkan konteks sederhana menggunakan operasi hitung campuran untuk mencari jumlah persentase; (2) mengidentifikasi masalah dalam bentuk gambar; (3) mengidentifikasi masalah dalam bentuk gambar kue pasung untuk mencari sisi miring menggunakan phytagoras; (4) memformulasikan situasi masalah dalam bentuk gambar pola segitiga; (5) menganalisis pernyataan terkait perbandingan kue yang dihasilkan; (6) menginterpretasikan data penjualan; (7) memformulasikan hasil rata-rata produksi harian yang dinyatakan dengan suatu pernyataan; dan (8) menganalisis instruksi soal dalam bentuk gambar pola segitiga