Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles
561 Documents
Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Kemandirian Belajar dan Kemampuan Pemahaman Matematis: Studi Kasus di Homeschooling
Fitria, Alfi Maulida Nurul;
Hidayat, Edi;
Muslim, Siska Ryane
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1814
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi rendahnya kemandirian belajar dan kemampuan pemahaman matematis. Kami menggunakan metode studi kasus dengan mengumpulkan data dari penyebaran angket kemandirian belajar, tes kemampuan pemahaman matematis, wawancara dan triangulasi. Subjek dipilih dari peserta didik kelas IX, XI, dan XII Pride Homeschooling Kota Tasikmalaya. Subjek dalam menggali kemandirian belajar terdiri dari 4 orang peserta didik dengan kategori kemandirian belajar rendah. Subjek dalam menggali kemampuan pemahaman matematis terdiri dari 2 orang peserta didik dengan kategori kemampuan pemahaman matematis yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat lima faktor internal dan satu faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya kemandirian belajar pada peserta didik di Pride Homeschooling kota tasikmalaya. Faktor internal tersebut diantaranya; kurangnya inisiatif belajar peserta didik; preferensi terhadap aktivitas hiburan; kurangnya kemampuan peserta didik untuk menjalin kerjasama dalam pembelajaran; kurangnya kemampuan peserta didik dalam melaksanakan strategi belajar yang efektif; serta kurangnya kemampuan peserta didik untuk melaksanakan evaluasi belajar secara mandiri. faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya kemandirian belajar yaitu pendampingan yang minimal dari orang tua dalam pembelajaran.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Literasi Numerasi Ditinjau dari Gaya Kognitif
Widodo, Arista Maharani;
Mulyani, Eva;
Muslim, Siska Ryane
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1819
Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik khususnya dalam menyelesaikan soal literasi numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal literasi numerasi ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya kognitif yaitu tes MFFT (Matching Familiar Figure Test) yang dikembangkan oleh Warli, tes kemampuan koneksi matematis, dan wawancara. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini diambil dari peserta didik kelas VIII D SMPN 6 Tasikmalaya yang terdiri dari 1 peserta didik dengan gaya kognitif reflektif, 1 peserta didik dengan gaya kognitif impulsif, 1 peserta didik dengan gaya kognitif slow-inaccurate, dan 1 peserta didik dengan gaya kognitif fast-accurate. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) subjek dengan gaya kognitif reflektif dan fast-accurate mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika, koneksi antara materi matematika dengan ilmu lain, dan koneksi antara matematika dengan kehidupan sehari-hari b) subjek dengan gaya kognitif impulsif mampu memenuhi satu indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika c) subjek dengan gaya kognitif slow-inaccurate mampu memenuhi dua indikator kemampuan koneksi matematis yaitu koneksi antar topik matematika dan koneksi antara materi matematika dengan ilmu lain
Pengaruh Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika pada Siswa Sekolah Dasar
Fazila, Yessi;
Khatimah, Husnul
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1825
Salah satu upaya yang dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menarik adalah melalui penggunaan media video pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap motivasi belajar matematika pada siswa sekolah dasar. Kami menggunakan metode kualitatif, subjek penelitian terdiri dari 8 siswa kelas 5 sekolah dasar. Instrumen penelitian ini terdiri dari post-tes untuk mengukur pemahaman siswa setelah pembelajaran, angket untuk mengumpulkan persepsi dan pengalaman terhadap penggunaan video pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dari hasil pengolahan data soal post test diperoleh hasil sangat baik dilihat dari frekuensi tertinggi yaitu 75%. 2) Respon siswa terhadap motivasi belajar matematika, memberikan kontribusi yang baik, sekitar 4% siswa memilih setuju. 3) Pemanfaatan video dalam pembelajaran memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa, dilihat dari frekuensi sangat setuju 3,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan video pembelajaran menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar matematika terutama pada siswa sekolah dasar
Bingbaret : Inovasi Permainan dalam Meningkatkan Pemahaman Matematika Siswa Tingkat SMA
Liyana, Khaila Egi;
Nun, Lulu Ilmaq;
Faradilla, Sarah;
Safira, Sarah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.1834
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran aktif dengan metode permainan bingo untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi barisan dan deret aritmatika. Sebagai inovasi dalam pembelajaran matematika tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat, penelitian ini membahas tentang permainan bingbaret (bingo barisan deret), seperti gambaran umum tentang penggunaan media pembelajaran berbasis game board. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah literature review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencari seperti google scholar, publish orn phiris dan open read. Kriteria artikel yang digunakan adalah yang diterbitkan tahun 2013-2024. Berdasarkan artikel yang dikumpulkan sebanyak 34 artikel dan didapatkan hasil bahwa menerapkan metode game based learning dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran. Bingbaret adalah suatu inovasi game pada materi barisan dan deret aritmatika untuk mengasah kemampuan peserta didik dengan tujuan agar dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memotivasi diri dalam proses pembelajaran, meningkatkan keaktifan dan minat belajar.
Penerapan Metode Rolling Question pada Permainan Determination Bottle
Rahayu, Dewi;
Zanah, Miftaul;
Purwaningsih, Ari;
Destiana, Fadya;
Napis, Napis
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1839
Pembelajaran materi limit sering kali menemui tantangan dalam menjaga minat dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan metode pembelajaran yang inovatif, yaitu metode Rolling Question, ke dalam permainan Determination Bottle sebagai pendekatan alternatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam mempelajari materi limit. Kami menggunakaan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendokumentasikan dan mereview artikel yang terkait Rolling Question, Permainan botol, dan limit fungsi yang diterbitkan dalam kurun waktu 2014-2024. Sebanyak 25 artikel yang digunakan dalam penelitian ini, dimana artikel tersebut diterbitkan pada jurnal nasional yang dapat diakses dan diunduh dalam database online Google Scholar yang kemudian dikelompokkan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Rolling Question dalam permainan Determination Bottle efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi limit. Selain itu, interaksi antara siswa dan guru meningkat, dan minat siswa terhadap pembelajaran matematika juga meningkat. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penggunaan pendekatan inovatif dan bermain dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini memberikan implikasi terhadap literatur mengenai penggunaan permainan dan metode pembelajaran yang kreatif dalam konteks pembelajaran matematika.
Analisis Kemampuan Penalaran Siswa Menyelesaikan Soal pada Materi Segitiga
Ko’a, YuliusRonal Datu;
Lede, Yulius Keremata;
Making, Samuel Rex Mulyadi;
Moza, Florida
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1840
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa dalam menyelesaikan soal setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi segitiga. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan melibatkan 35 siswa kelas VII C SMPK St Paulus Karuni. 3 dari 35 siswa dipilih untuk mewakili kategori kemampuan penalaran matematis (Tinggi, sedang, rendah) dan diwawancarai secara mendalam terkait tugas penalaran yang diberikan. Analisis data dilakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran peserta didik mengalami peningkatan disebabkan adanya efek dari penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dalam hal ini model pembelajaran Problem Based Learning sangat efektif pada kemampuan penalaran siswa.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP Pada Materi Teorema Phytagoras
Novita, Elsa;
Hamimi, Lia
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1849
Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep dasar geometri, yang merupakan prasayarat penting untuk menguasai Teorema phytagoras. Sehingga siswa belum sepenuhnya memiliki kemampuan literasi terutama pada tahap meyajikan permasalahan kebentuk matematika seperti membuat kembali permasalahan dan penyelesaian dengan kalimat, atau gambar dan Memilih menggunakan strategi untuk menyelesaikan permasalahan seperti menuliskan langkah-langkah dan cara dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa SMP dalam memahami materi Teorema Pythagoras. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan 12 orang siswa kelas VIII-A SMP 1 Susoh. Instrumen yang digunakan berupa lembar tes dan wawancara. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan literasi matematis dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh permasalahan yang berkaitan dengan rendahnya kemampuan literasi matematis siswa pada materi Teorema Phytagoras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi yang signifikan dalam kemampuan literasi matematika siswa. Siswa dengan kemampuan tinggi. Siswa kemampuan tinggi menonjol dalam semua aspek literasi matematika seperti dapat mengkomuniasikan masalah, menyajikan permasalahan ke dalam bentuk matematika, menggubah permasalahan ke bentuk matematika, memilih dan menggunakan strategi untuk menyelesaikan permasalahan dan memberi argumentasi logis. Sementara siswa dengan kemampuan rendah memerlukan dukungan tambahan dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep matematika tersebut. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar fokus ditingkatkan pada pengembangan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa dan peningkatan pelatihan bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi matematis pada siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMA pada Dimensi Tiga Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Alat Peraga
Nasution, Nazla Khairani;
Rahman , Arief Aulia;
Sianipar, Bistok
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1851
Sejumlah permasalahan dalam Dimensi Tiga mendorong para peneliti melakukan kajian yang beragam. Namun, masih sedikit peneliti yang mengintegrasikan anatara model pembelajaran dengan materi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan hasil belajar siswa melalui model PBL. Kami melakukan penelitian tindakan kelas bersama dengan guru di kelas atau dilokasi penelitian dengan melibatkan siswa di tingkat menengah atas. Data yang dikumpulkan berupa observasi, tes, angket dan dokumentasi. Kami menggunakan analisa kuantitatif dan kualitatif untuk mendeskripsikan temuan. Dari hasil tersebut, kami menemukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa tentang Dimensi Tiga melalui model pembelajaran PBL. Lebih lanjut, peningkatan ini berdampak pada peningkatan aktivitas siswa dalam kelas serta meminimalkan kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah Dimensi Tiga.
Implementasi Model Problem Based Learning Berbantuan Media MAGE terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa
Nurcahyandi, Zulfikar Rafi;
Ulya, Himmatul;
Wanabuliandari, Savitri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1868
Kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih dikategorikan rendah berdasarkan hasil studi pendahuluan, sehingga salah satu solusinya adalah penerapan model Problem Based Learning berbantuan media MAGE. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media MAGE dibandingkan model pembelajaran langsung dan (2) terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model Problem Based Learning berbantuan media MAGE. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMAN 1 Demak dengan sampel yang diambil yakni dua kelas dengan teknik Simple Random Sampling. Kami menggunakan metode Quasi Experimental Design dengan rancangan yang dipilih yaitu Nonequivalent Pretest-Posttest Control Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis. Instrumen penelitian yang digunakan yakni instrument tes yang berbentuk pretest dan posttest dengan masing-masing 5 soal sesuai dengan indikator kemampuan berpikir kritis matematis. Adapun teknik analisis data yang digunakan antara lain: uji normalitas, uji homogenitas, uji perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis, dan uji peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis yang akan diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media MAGE dibandingkan model pembelajaran langsung. Selain itu, terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sesudah penerapan model Problem Based Learning berbantuan media MAGE, dengan kriteria peningkatan sedang.
Penerapan Model Problem Based Learning Terintegrasi Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Putri, Zahrah Fathinnisa;
Rahman, Arief Aulia;
Tanjung, Andini Fitri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1869
Rendahnya minat belajar matematika siswa memerlukan pendekatan pembelajaran yang menarik. Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) membantu siswa merasa bahwa matematika tidak sulit karena mereka belajar sesuai tingkat capaian, yang membuat pembelajaran matematika lebih menyenangkan dan menarik, sehingga dapat meningkatkan minat belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa melalui penerapan model PBL yang terintegrasi dengan pendekatan TaRL. Kami menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart dengan melibatkan 36 siswa dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan persentase untuk menentukan tingkat minat belajar. Pada siklus pertama, hasil angket menunjukkan minat belajar siswa berada pada kategori cukup, namun belum mencapai indikator keberhasilan. Setelah melakukan perbaikan pada desain LKPD dan penambahan media pembelajaran pada siklus kedua, terjadi peningkatan signifikan dalam minat belajar siswa. Persentase minat belajar mengalami peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dan pendekatan TaRL efektif dalam meningkatkan keterlibatan, perhatian, rasa senang, dan rasa tertarik siswa terhadap pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran PBL yang terintegrasi dengan pendekatan TaRL dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa.