cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 178 Documents
IMPLEMENTASI MODEL STUDENT-CENTERED LEARNING (SCL) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MATERI TEKS EKSPOSISI KELAS XI SMA NURCAHAYA Wira Manik; Liana Liana; Yosteven Michael Hutagaol
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13241

Abstract

ABSTRACT Indonesian language learning on exposition texts in Grade XI senior high school continues to face challenges, particularly students' low participation in expressing opinions, constructing arguments, and responding critically to issues. Research examining the implementation of Student-Centered Learning (SCL) specifically in teaching exposition texts at the senior high school level remains limited, highlighting the need for further investigation. This study aimed to describe the implementation of the Student-Centered Learning (SCL) model in teaching exposition texts to Grade XI students at SMA Nurcahaya. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation. Data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of SCL enhanced students' active participation in reading texts, engaging in discussions, expressing opinions, developing arguments, and presenting group work. Students also demonstrated greater confidence in expressing ideas and increased independence in understanding the structure and linguistic features of exposition texts. The main finding indicates that students' active engagement throughout the learning process served as the key factor in strengthening their critical thinking, argumentative, and collaborative skills in writing exposition texts. Therefore, the implementation of SCL had a positive impact on the quality of exposition text learning in senior high school. ABSTRAK Pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks eksposisi di kelas XI SMA masih menghadapi kendala berupa rendahnya keaktifan siswa dalam mengemukakan pendapat, menyusun argumen, dan menanggapi isu secara kritis. Kajian mengenai implementasi Student-Centered Learning (SCL) pada pembelajaran teks eksposisi di tingkat SMA masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran penerapannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Student-Centered Learning (SCL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks eksposisi di kelas XI SMA Nurcahaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCL meningkatkan keaktifan siswa dalam membaca, berdiskusi, menyampaikan pendapat, menyusun argumen, dan mempresentasikan hasil kerja. Siswa juga lebih berani mengemukakan gagasan dan lebih mandiri dalam memahami struktur serta kaidah kebahasaan teks eksposisi. Temuan utama menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa menjadi faktor yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, argumentatif, dan kolaboratif dalam menyusun teks eksposisi. Dengan demikian, implementasi SCL memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran teks eksposisi di SMA.
PENERAPAN METODE KOMUNIKATIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI WAWANCARA Barkudin Barkudin; Muhamad Nasir; Yuspar Uzer
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13486

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by students' low learning outcomes in Indonesian language learning, particularly in interview materials. The study aimed to examine the improvement of students' learning outcomes through the implementation of the communicative method. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 18 seventh-grade students at SMPN 16 Palembang. Data were collected through essay tests and analyzed using descriptive statistics as well as inferential statistical analysis appropriate to the research design. The findings revealed that the students' mean score increased from 54.83 on the pretest to 79.83 on the posttest. If inferential analysis yielded a significance value (p < 0.05) or an N-Gain score, these results should be reported in this section to strengthen the evidence for the effectiveness of the communicative method. The improvement indicates that the communicative method effectively enhanced students' understanding of interview materials while encouraging their active participation in the learning process. These findings contribute to the development of Indonesian language teaching strategies by demonstrating that the communicative method can serve as an effective alternative for improving students' learning outcomes and classroom engagement in interview learning at the junior secondary school (SMP) level. Therefore, the communicative method is recommended as one of the effective instructional strategies for Indonesian language learning at the junior secondary school (SMP) level.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode komunikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri dari 18 siswa kelas VII SMPN 16 Palembang. Data dikumpulkan melalui tes esai dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji statistik inferensial sesuai dengan rancangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 54,83 pada pretest menjadi 79,83 pada posttest. Apabila berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh nilai p < 0,05 atau nilai N-Gain, hasil tersebut perlu dicantumkan pada bagian ini untuk memperkuat bukti efektivitas metode komunikatif. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi wawancara sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menunjukkan bahwa metode komunikatif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi siswa pada materi wawancara di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Dengan demikian, metode komunikatif layak dipertimbangkan sebagai salah satu strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama (SMP).
CAMPUR KODE TOKOH MARLINA DALAM FILM AGAK LAEN KARYA MUHADKLY ACHO Iftahul Farihah; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13515

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of code-mixing in Indonesian films has grown alongside the increasing representation of bilingual communities and digital culture. However, previous studies have primarily focused on identifying the forms of code-mixing, while limited attention has been given to its role in constructing film characters. This study enriches sociolinguistic research by examining code-mixing as a strategy for character development. It aims to identify the types of code-mixing used by the character Marlina in the film Agak Laen, directed by Muhadkly Acho, and to explain their contribution to character construction. A descriptive qualitative method was employed using Marlina’s utterances as the primary data source, collected through observation, dialogue transcription, and note-taking. Data were analyzed based on Suandi’s classification of inner and outer code-mixing. The findings reveal 11 instances of code-mixing, consisting of three cases of inner code-mixing and eight cases of outer code-mixing. The predominance of outer code-mixing portrays Marlina as a young character who adapts to digital culture while maintaining her local identity. These findings demonstrate that code-mixing functions as an effective narrative device for character construction in contemporary Indonesian cinema. ABSTRAK Fenomena campur kode dalam film Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya representasi masyarakat bilingual dan budaya digital. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada identifikasi bentuk campur kode secara umum, sementara kajian yang menghubungkan penggunaan campur kode dengan konstruksi karakter tokoh masih terbatas. Penelitian ini penting untuk memperkaya kajian sosiolinguistik film sekaligus menjelaskan fungsi campur kode sebagai strategi pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis campur kode yang digunakan tokoh Marlina dalam film Agak Laen karya Muhadkly Acho serta menjelaskan perannya dalam membangun karakter tokoh. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan tokoh Marlina yang diperoleh melalui teknik simak, transkripsi, dan pencatatan dialog. Analisis data mengacu pada klasifikasi campur kode Suandi yang meliputi campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 data campur kode, terdiri atas 3 campur kode ke dalam dan 8 campur kode ke luar. Dominasi campur kode ke luar memperlihatkan karakter Marlina sebagai representasi generasi muda yang adaptif terhadap budaya digital tanpa meninggalkan identitas lokal. Temuan ini menegaskan bahwa campur kode berfungsi sebagai perangkat naratif dalam pembentukan karakter film.
THE STUDENT PRONUNCIATION SKILLS IN ENGLISH VOWELS SOUND Didik Santoso; Nasywa Faira Syifa Indra; Sabrina Salsabila; Tiara Adelia; Maulana Budi Satria Siregar
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12530

Abstract

ABSTRACT This study aimed to examine EFL students' English vowel pronunciation skills and identify the factors influencing their pronunciation performance. Although pronunciation is a fundamental component of communicative competence, studies investigating the factors affecting English vowel pronunciation among EFL learners in Indonesian higher education remain limited. This research employed a quantitative correlational design involving 40 students from the English Education Study Program at the State Islamic University of North Sumatra. Data were collected through a pronunciation test to assess students' ability to produce English vowel sounds and a questionnaire measuring first language interference, English exposure, teaching methods, and learning motivation. The data were analyzed using descriptive statistics, correlation analysis, and regression analysis. The findings revealed that the students' pronunciation ability was classified as [insert category]. English exposure and learning motivation showed significant positive correlations with pronunciation skills, whereas first language interference was negatively associated with pronunciation accuracy. Regression analysis further indicated that these variables significantly predicted students' pronunciation performance (R² = [insert]; p < .05). In conclusion, increased English exposure and stronger learning motivation contribute positively to the improvement of English vowel pronunciation, while first language interference remains a major barrier to pronunciation accuracy. These findings highlight the importance of implementing instructional strategies that increase learners' exposure to English while reducing the influence of the first language in EFL pronunciation instruction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan pelafalan bunyi vokal bahasa Inggris serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa EFL. Meskipun pelafalan berperan penting dalam keterpahaman komunikasi, kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pelafalan bunyi vokal pada pembelajar EFL di perguruan tinggi Indonesia masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional yang melibatkan 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui tes pelafalan dan kuesioner yang mengukur interferensi bahasa pertama, paparan bahasa Inggris, metode pengajaran, dan motivasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pelafalan mahasiswa berada pada kategori [isi kategori]. Paparan bahasa Inggris dan motivasi belajar berkorelasi positif secara signifikan dengan keterampilan pelafalan, sedangkan interferensi bahasa pertama berkorelasi negatif. Analisis regresi menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap keterampilan pelafalan mahasiswa (R² = [isi]; p < 0,05). Disimpulkan bahwa peningkatan paparan bahasa Inggris dan motivasi belajar, disertai upaya mengurangi interferensi bahasa pertama, berkontribusi terhadap peningkatan akurasi pelafalan bunyi vokal pada pembelajar EFL.
STUDENTS’ PERCEPTIONS AND USE OF YOUTUBE FOR IMPROVING ENGLISH SPEAKING SKILLS AMONG ENGLISH EDUCATION STUDENTS AT UINSU Dhea Salsabila; Harshanda Rafika Putriana; Didik Santoso; Nadia Wulandari; Ajrul Khair
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13012

Abstract

ABSTRACT In the digital era, technology plays an important role in supporting English language learning, particularly in developing speaking skills in EFL (English as a Foreign Language) contexts, where students have limited exposure to authentic communication. This study aimed to investigate students' perceptions and their use of YouTube in improving English speaking skills among students of the English Education Study Program at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). The study employed a quantitative descriptive survey design involving 50 students from the 2023 cohort selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms and analyzed using descriptive statistics and the Pearson Product-Moment Correlation test. The findings revealed that students had positive perceptions of YouTube (M = 4.22), frequently used it for speaking practice (M = 4.08), and perceived improvements in their speaking skills (M = 3.96). Correlation analysis indicated significant positive relationships between students' perceptions and speaking skill improvement (r = 0.648; p < 0.001), as well as between YouTube use and speaking skill improvement (r = 0.732; p < 0.001). These findings provide additional empirical evidence on the relationship between students' perceptions, YouTube use, and speaking skill development in higher education EFL contexts. The study also highlights the potential of integrating YouTube as a complementary digital learning medium to enhance students' oral communication competence. ABSTRAK Pada era digital, teknologi memegang peranan penting dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris, khususnya pengembangan keterampilan berbicara pada konteks EFL (English as a Foreign Language), ketika mahasiswa memiliki keterbatasan paparan terhadap komunikasi autentik. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi persepsi mahasiswa dan penggunaan YouTube dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan sampel 50 mahasiswa angkatan 2023 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert melalui Google Forms dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta Korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap YouTube (M = 4,22), sering menggunakannya untuk latihan berbicara (M = 4,08), dan merasakan peningkatan keterampilan berbicara (M = 3,96). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara persepsi mahasiswa dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,648; p < 0,001), serta antara penggunaan YouTube dan peningkatan keterampilan berbicara (r = 0,732; p < 0,001). Temuan ini memperkaya bukti empiris mengenai keterkaitan persepsi mahasiswa, penggunaan YouTube, dan peningkatan keterampilan berbicara pada konteks EFL di perguruan tinggi. Implikasi penelitian menegaskan bahwa YouTube layak diintegrasikan sebagai media pendukung pembelajaran berbicara untuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan mahasiswa.
IMPLIKASI PERENCANAAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Saepul Rizal; Naswa Salsabila
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.14705

Abstract

The development of information and communication technology has created opportunities for innovation in Arabic language learning through the use of conventional and digital media. However, their effectiveness depends on planning that is aligned with the characteristics of the learning materials and students’ needs. This study aims to analyze the implications of instructional media planning in Arabic language learning, identify the contributions of conventional and digital media, and formulate a media integration model. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA 2020 guidelines. A total of 20 empirical articles that met the inclusion criteria were analyzed using thematic synthesis through data coding, category development, and theme generation. The findings indicate that media planning involves needs analysis, media selection, implementation, and effectiveness evaluation. Conventional media contribute to strengthening conceptual understanding, vocabulary acquisition, and reading and writing skills, whereas digital media support more interactive, flexible, and authentic learning experiences in developing Arabic language maharah. This study proposes a media integration model consisting of needs analysis, media selection, complementary implementation, and effectiveness evaluation. The findings emphasize that the success of Arabic language learning is determined by the quality of systematic media integration planning aligned with students’ needs. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuka peluang inovasi pembelajaran Bahasa Arab melalui pemanfaatan media konvensional dan digital. Namun, efektivitas penggunaannya bergantung pada perencanaan yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi perencanaan media pembelajaran Bahasa Arab, mengidentifikasi kontribusi media konvensional dan digital, serta merumuskan model integrasi media. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 20 artikel empiris yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan thematic synthesis melalui proses pengodean, pengelompokan kategori, dan penyusunan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan media mencakup analisis kebutuhan peserta didik, pemilihan media, implementasi, dan evaluasi efektivitas. Media konvensional berperan dalam memperkuat pemahaman konsep, penguasaan kosakata, serta keterampilan membaca dan menulis, sedangkan media digital mendukung pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan autentik dalam pengembangan maharah Bahasa Arab. Penelitian ini menghasilkan model integrasi media yang meliputi analisis kebutuhan, pemilihan media, implementasi komplementer, dan evaluasi efektivitas. Temuan menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab ditentukan oleh kualitas perencanaan integrasi media yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
TELAAH LITERATUR TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBAHASA DI SEKOLAH DASAR PADA KURIKULUM MERDEKA Liana Siburian; Margaretha Situmorang; Friskila Sihotang; Auguslina Sitinjak; Sesilia Ana Yunita Silaen
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.14848

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum requires student-centered language learning; however, a comprehensive synthesis of the most relevant instructional models for elementary schools remains limited. This study aims to describe language learning models, identify their strengths, and analyze the challenges of their implementation within the Merdeka Curriculum. The study employed a descriptive qualitative approach using the library research method. Data were collected from articles indexed in Google Scholar, Garuda, and university journal portals. Based on predetermined inclusion criteria, 30 articles were selected and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The novelty of this study lies in providing a comprehensive synthesis of the most relevant language learning models to support the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools. The findings reveal a consistent pattern indicating that Problem-Based Learning, Project-Based Learning, Discovery Learning, Cooperative Learning, and differentiated instruction effectively enhance students' listening, speaking, reading, and writing skills through active, collaborative, and contextual learning. The main challenges include limited teacher competence, inadequate learning resources, and suboptimal implementation of differentiated instruction. The study concludes that the successful implementation of the Merdeka Curriculum depends on selecting adaptive, student-centered instructional models; therefore, strengthening teachers' professional competence and developing innovative instructional resources are essential strategic efforts. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran keterampilan berbahasa yang berpusat pada peserta didik, namun belum tersedia sintesis komprehensif mengenai model pembelajaran yang paling relevan untuk diterapkan di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model pembelajaran keterampilan berbahasa, mengidentifikasi keunggulannya, serta menganalisis tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research. Data diperoleh melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, Garuda, dan portal jurnal perguruan tinggi. Berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 30 artikel yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis model pembelajaran keterampilan berbahasa yang paling relevan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan pola temuan bahwa Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Cooperative Learning, dan pembelajaran berdiferensiasi efektif meningkatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis melalui pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, sumber belajar, dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka bergantung pada pemilihan model pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada peserta didik, sehingga penguatan kompetensi guru serta pengembangan perangkat pembelajaran inovatif menjadi langkah strategis.
SCAFFOLDING EFL SPEAKING PRACTICE: UNIVERSITY STUDENTS' ENGAGEMENT WITH GEMINI AI FEEDBACK Arda Arda; Anne Ratna Suminar; Yustika Nur Fajriah
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.15004

Abstract

The rapid development of generative artificial intelligence in language education offers new opportunities to provide immediate and personalized oral feedback; however, its use as digital scaffolding in interactive communication practice remains underexplored. This study aimed to explore how undergraduate English as a Foreign Language (EFL) students engage with generative AI-mediated feedback as a digital scaffolding mechanism during interactive oral communication practice. This qualitative case study involved three intermediate EFL university students at Institut Pendidikan Indonesia Garut, West Java. Data were collected through multi-session oral interactions and semi-structured retrospective interviews and analyzed using Braun and Clarke's six-phase thematic analysis. Vygotsky's Sociocultural Theory and Schmidt's Noticing Hypothesis served as theoretical foundations for understanding scaffolding processes, linguistic awareness, and students' oral interaction development. The findings revealed that Gemini AI functioned as both an affective and cognitive scaffold during speaking practice. Affectively, interaction with AI created a low-anxiety practice environment with minimal social pressure, thereby enhancing students' willingness to communicate. Cognitively, immediate, clear, and objective feedback helped students recognize both linguistic strengths and errors. Linguistically, real-time feedback promoted explicit awareness of tense inconsistencies and lexical misuse while encouraging students to monitor articulation and regulate speaking rate. Despite a technological constraint involving premature turn-taking caused by the AI misinterpreting cognitive pauses as the end of an utterance, students demonstrated digital agency by employing strategic conversational fillers to maintain interactional continuity. Thus, Gemini AI can serve as a low-pressure practice environment that bridges students' readiness toward real-world oral interaction. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan generatif dalam pembelajaran bahasa membuka peluang baru untuk menyediakan umpan balik lisan yang cepat dan personal, tetapi pemanfaatannya sebagai perancah digital dalam praktik komunikasi interaktif masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterlibatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan umpan balik berbasis Kecerdasan Buatan (AI) generatif sebagai mekanisme perancah digital (digital scaffolding) selama praktik komunikasi lisan interaktif. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif yang melibatkan tiga mahasiswa EFL tingkat menengah di Institut Pendidikan Indonesia Garut, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui interaksi lisan dalam beberapa sesi dan wawancara retrospektif semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik enam tahap Braun dan Clarke. Penelitian ini menggunakan Teori Sosiokultural Vygotsky dan Hipotesis Noticing Schmidt sebagai landasan teoretis untuk memahami proses perancahan, kesadaran linguistik, dan perkembangan interaksi lisan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemini AI berfungsi sebagai perancah afektif dan kognitif dalam praktik berbicara. Secara afektif, interaksi dengan AI menciptakan ruang praktik dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah dan minim tekanan sosial sehingga meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk berkomunikasi. Secara kognitif, umpan balik yang cepat, jelas, dan objektif membantu mahasiswa mengenali kekuatan serta kesalahan penggunaan bahasa. Secara linguistik, umpan balik waktu nyata mendorong kesadaran terhadap ketidaktepatan tense dan penggunaan leksikal, sekaligus membantu mahasiswa memantau artikulasi dan mengatur kecepatan berbicara. Meskipun terdapat kendala berupa pemotongan giliran bicara akibat AI salah menginterpretasikan jeda berpikir sebagai akhir tuturan, mahasiswa menunjukkan agensi digital melalui penggunaan penanda percakapan strategis. Dengan demikian, Gemini AI dapat berfungsi sebagai ruang latihan bertekanan rendah yang menjembatani kesiapan mahasiswa menuju interaksi lisan di dunia nyata.