cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG NOVEL SI ANAK BADAI KARYA TERE LIYE Imron Rosadi; Tri Pujiati
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7876

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif novel yang terdapat dalam dialog novel berjudul Si Anak Badai karya Tere Liye. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif berbentuk deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh temuan sebagai berikut: (1) terdapat enam fungsi tindak tutur direktif dalam dialog novel berjudul Si Anak Badai karya Tere Liye, diantaranya fungsi requestives sebanyak 56 data (meminta 23 data, memohon 9 data, mendoa 3 data, menekan 8 data, mengajak 10 data, dan mendorong 3 data), fungsi questions sebanyak 142 data (bertanya 63 data, dan menginterogasi 79 data), fungsi requirements sebanyak 70 data (memerintah 23 data, menghendaki 13 data, mengomando 6 data, menuntut 5 data, menginstruksikan 17 data, mengatur 2 data, mendikte 2 data, mengarahkan 2 data, dan mensyaratkan 1 data), fungsi prohibitives sebanyak 27 data (melarang 20 data, dan membatasi 7 data), fungsi permissives sebanyak 18 data (mengizinkan 3 data, membolehkan 8 data, menyetujui 4 data, memaafkan 1 data, dan menganugerahi 2 data), dan fungsi advisories sebanyak 44 data (menasihati 16 data, menyarankan 11 data, memperingatkan 11 data, mengusulkan 6 data).
PERAN PEREMPUAN SEBAGAI IBU DAN ANAK DALAM KUMPULAN PUISI RISALAH MAINAN KARYA WIDA WARIDAH Dian Hartati; Alya Aghata Dewi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7867

Abstract

Lahir menjadi anak perempuan adalah kenyataan yang harus diterima. Keniscayaan yang tak dapat ditawar-tawar, walau begitu anak perempuan dapat memilih hidup yang diinginkan. Tumbuh, menjalankan aktivitas, bahkan mengambil keputusan menjadi seorang ibu sepenuhnya ada di tangan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perempuan sebagai anak dan ibu dalam kumpulan puisi Risalah Mainan karya Wida Waridah. Hasil analisis didapatkan peran perempuan ketika menyerukan hal-hal domestik. Melalui dua sudut pandang yang berbeda, sebagai ibu dan anak, aku lirik membentangkan pilihan-pilihan konsisten dalam ruang lingkup keluarga. Nilai-nilai feminis dapat diterapkan dalam kehidupan dengan porsi tepat. Perempuan dapat melakukan perjalanan dan berhasil sampai tujuan, perempuan tidak harus sesuai dengan stigma masyarakat dalam kontruksi sosial masyarakat, dan perempuan dapat sukses merancang kehidupannya.
WUJUD PILIHAN KODE TUTUR PENDATANG DI LEMBAGA RUMAH QURAN, TANGERANG SELATAN Ratna Dewi Kartikasari; Avifa Choirunisa
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10820

Abstract

Pendatang di Lembaga Rumah Quran yang menggunakan keberagaman bahasa menggambarkan kecenderungan pemilihan bahasa pada bilingual juga multilingual. Terkait hal tersebut menyebabkan adanya pilihan kode yang digunakan oleh pendatang di Lembaga Rumah Quran. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan wujud pilihan kode tutur yang digunakan pendatang pada pergaulan di kota Tangerang Selatan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding membedakan (HBB). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik dasar sadap, teknik menyimak bebas, rekam, dan teknik pencatatan. Diketahui bahwa terdapat (1) tunggal bahasa yang meliputi: bahasa Indonesia nonformal, bahasa Jawa ngoko, bahasa Betawi, dan bahasa Palembang atau bahasa musi; (2) alih kode; dan (3) campur kode. Kata kunci: alih kode, campur kode, sosiolinguistik. 
PEREMPUAN DALAM KESUSASTRAAN INDONESIA Wiyatmi Wiyatmi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7856

Abstract

Membaca Simone de Beauvoir Membaca Simone de Beauvoir adalah membaca sebuah dongeng kutukan yang melekat pada sebuah tubuh tempat rahim bersemanyam yang menyebabkan namanya berakhiran vocal i, Dewi, Lakmi, atau Putri. Membaca Simone de Beauvoir adalah membaca sebuah takdir yang diciptakan sejarah tentang oposisi biner kelas dan kasta, kiri dan kanan, emosi dan logika, inferior dan superior yang melekat pada payudara dan dada. Membaca Simone de Beauvoir adalah membaca sebuah perlawanan yang tetap terbelenggu dalam penjara asmara Sang Sartre hingga eksistensimu terbaca samar. Membaca Simone de Beauvoir adalah membaca sebuah mimpi yang terlambat karena betahun lalu telah ada Ratu Shima dan Ratu Kalinyamat yang tak lagi tinggal di kelas dua yang membuatmu selalu gelisah dan inferior tak berkesudahan. Wiyatmi, Yogyakarta, 20 Desember 2019Puisi tersebut adalah salah satu puisi yang saya tulis ketika sedang mengerjakan penelitian Hibah Penelitian Dasar Dikti tahun lalu yang berjudul “Konstruksi Gender Perempuan Super dalam Folkore Indonesia dan Transformasinya dalam Sastra Indonesia Mutakhir.” Dari penelitian ini, saya menemukan sejumlah tokoh perempuan dalam folklore dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar waktu berpuluh abad lampau yang telah menduduki tahta kerajaan atau pun kepala suku, dan panglima perang melawan kolonialisme asing. Saya mememukan lagi (karena sebelumnya pernah mendengar namanya, tetapi tidak begitu paham eksistensinya) adanya seorang gadis dari abad XVI, Renta Kencana, putri Sultan Trenggana, Sultan Demak salah satu kesultanan Islam di Jawa, yang diangkat sebagai seorang raja di Kerajaan Kalinyamat (sekarang wilayah Jepara). Selain itu, di pedalaman Kalimantan juga ada seorang perempuan bernama Asung Luwan yang diangkat sebagai Kepala Suku Dayak Kayan. Di Pulau Kupang, Kalimantan Tengah juga ada seorang perempuan, Nyai Undang yang menjadi raja dari sejak sebelum menikah. Selain mereka bertiga, masih bias ditemukan sejumlah raja dan pemimpin perempuan di beberapa kerajaan dan daerah di Nusantara (Indonesia), seperti pernah dikaji oleh salah seorang arkeolog di UI, Titi Sari Nastiti (2009).Setelah menemukan sejumlah hasil penelitian tersebut, saya pun menyimpulkan bahwa ternyata nenek moyang kita sudah lama memraktikkan kesetaraan gender atau yang sering dikenal dengan istilah feminisme, jauh sebelum konsep dn gerakan feminisme lahir di Eropa dan Amerika. Salah satu tokohnya adalah Simone de Baeboir di Perancis. Sebelum feminisme sebagai gerakan, cara pandang, dan ideologi kesetaraan gender lahir dan digaungkan di Eropa dan Amerika, kita sudah melaksanakan feminisme, yang dapat disebut feminisme nusantara. Selain artikel ilmiah yang dikirimkan ke jurnal internasional, dan menunggu publish, saya dan tim peneliti menulis temuan tersebut dalam buku berjudul Para Raja dan Pahlawan Perempuan, serta Bidadari dalam Folkolre Indonesia  (Wiyatmi, Sari, Liliani, 2020).Pertanyaan selanjutnya, kalau dalam sastra rakyat, sastra lama hasil kreasi nenek moyang sudah kental isu feminisme, bagaimana dengan sastra Indonesia modern? Penelitian lanjutan yang kami kerjakan tahun ini akan mengungkap hal tersebut. Sudah ada beberpa temuan yang bias dicatat.
SOSIOLEK DALAM NOVEL MEGAMENDUNG KEMBAR KARYA RETNI S.B (Kajian Sosiolinguistik) Muhammad Dwiki Saputra
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10811

Abstract

Dialek sosial atau sosiolek merupakan suatu perwujudan dari identitas yang dimiliki orang lain atau kelompok. Dialek sosial atau sosiolek juga memiliki sensitivitas yang tinggi karena, dialek sosial ini menyangkut dengan tingkat ekonomi seseorang, kebangsawanaan, profesi dan kelas sosial seseorang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk lingual dialek sosial atau sosiolek yang ada dalam novel Megamendung Kembar karya Retni S.B, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi sosiolek yang ada dalam novel Megamendung Kembar karya Retni S.B. Penelitian ini menggunakan metode simak, dengan teknik baca, deskripsi, kutip dan pengklasifikasian. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk-bentuk lingual dialek sosial atau sosiolek yang ada dalam novel Megamendung Kembar karya Retni S.B dengan jumlah 10 data dalam bentuk kata, 10 data dalam bentuk frasa dan 10 data dalam bentuk klausa, selanjutnya hasil lainnya berupa data fungsi informatif yang berjumlah 3 data, fungsi ekspresif yang berjumlah 3 data dan fungsi direktif yang berupa 3 data.Kata Kunci: Sosiolinguistik, Variasi Bahasa, Sosiolek
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA TERHADAP BAHASA JAWA DALAM ACARA BOCAH NGAPA(K) YA DI TRANS 7 Rahmat Salam; Ratna Juwitasari Emha
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7881

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya interferensi bahasa yang terjadi pada tokoh-tokoh dalam sebuah acara hiburan yang disiarkan secara nasional oleh salah satu stasiun tv swasta di Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan interferensi bahasa pada subsistem fonologi; (2) Mendeskripsikan interferensi bahasa pada subsistem morfologi; (3) Mendeskripsikan interferensi bahasa pada subsistem leksikal.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber data yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan pada interferensi bahasa pada subsistem fonologi, morfologi, dan leksikal yang terdapat pada percakapan yang terjadi pada para tokoh acara Bocah Ngapa(k) Ya di Trans 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah teknik menyimak dan teknik catat terhadap tayangan video Bocah Ngapa(k) Ya Trans 7 yang telah diunduh dari situs youtube.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, interferensi bahasa subsistem fonologi yang terdapat pada percakapan para tokoh terbagi menjadi dua jenis, yaitu penghilangan bunyi dan penggantian bunyi. Kedua, interferensi bahasa subsistem morfologi yang terdapat pada percakapan para tokoh, yaitu perubahan konfiks, sufiks, dan penambahan prefiks yang dipengaruhi oleh bahasa Indonesia dan dicarikan padanannya dalam bahasa Jawa. Ketiga, bentuk interferensi subsistem leksikal yang dipengaruhi oleh adanya penggunaan bahasa Indonesia terhadap bahasa Jawa, yaitu berupa kata nomina.
FUNGSI TINDAK TUTUR EKSPRESIF PENJUAL DAN PEMBELI TAHU BACOK DI JALAN KRENDANG SELATAN, TAMBORA, JAKARTA BARAT Hadi Afyadi; Tri Pujiati
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7872

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi tindak tutur ekspresif penjual dan pembeli Tahu Bacok di Jalan Krendang Selatan, Tambora, Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsitf kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh temuan yaitu (1) fungsi ekspresif penjual dengan fungsi terima kasih 8 data, fungsi meminta maaf 4 data, fungsi memuji  2 data, fungsi menyalahkan  1 data, fungsi mengkritik  2 data fungsi menyindir  1 data, fungsi mengeluh  2 data. Adapun penggunaan tuturan ekspresif yang dituturkan oleh pembeli yaitu fungsi terima kasih  2 data, fungsi meminta maaf 4 data, fungsi menolak  2 data, dan fungsi mengeluh sebanyak 1 data
Menyajikan Data Bahasa dalam Penelitian Pragmatik Tri Pujiati
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.14139

Abstract

Penelitian bahasa mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan berkembangnya bahasa karena salah satu sifatnya yaitu dinamis yang mengikuti perkembangan zaman. Penelitian bahasa tidak sekedar pada tataran struktural saja yang hanya mengkaji linguistik pada tataran mikro saja, diantaranya: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, leksikologi. Namun, seiring berkembangnya zaman, kajian ilmu dengan menggunakan disiplin ilmu makro yang bisa mengkaji bahasa dengan faktor luar bahasa diantaranya: sosiolinguistik, psikolinguistik, pragmatik, dan lain-lain.            Artikel ini akan berbicara terkait salah satu kajian penelitian dengan objek kajian bahasa yang mengkaji bahasa dengan faktor luar bahasa yang berkaitan dengan konteks bahasa. Kajian tersebut dapat diselidiki melalui objek kajian bahasa yang disebut dengan pragmatik. Lahirnya pragmatik pada tahun 1938 dengan Charles Morris sebagai tokohnya mulai dikenal dalam studi linguistik. Penelitian pragmatik banyak diteliti oleh peneliti bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa dan konteks luar bahasa. Dalam upaya meneliti bahasa sesuai dengan konteksnya, maka diperlukan pendekatan dan prosedur penelitian yang tepat sehingga data bahasa yang dibutuhkan dalam penelitian pragmatik tersebut valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam perkembangannya, pragmatik banyak disukai oleh peneliti bahasa sehingga dalam menyajikan data bahasa tersebut haruslah dapat disajikan secara tepat. Hal ini sangat penting mengingat bahwa dalam menyajikan data bahasa pada penelitian pragmatik dengan berbagai alat pengumpul data yang digunakan haruslah bisa disajikan secara tepat dan cermat. Pentingnya menyajikan data bahasa pada penelitian pragmatik ini perlu dipahami secara seksama oleh peneliti bahasa khususnya peneliti pemula yang masih bingung dalam menyajikan data bahasa dalam penelitian pragmatik.Artikel ini akan mengupas tentang penggunaan data dan sumber data dalam penelitian pragmatik, prosedur dalam melakukan penelitian pragmatik, serta upaya dalam menyajikan data pada penelitian pragmatik. Artikel ini penting dilakukan sebagai upaya untuk membantu peneliti pemula untuk melakukan kajian pragmatik secara tepat dengan menggunakan data dan sumber data yang tepat melalui prosedur pengumpulan data dan penyajian data bahasa yang tepat dari data bahasa yang didapatkan selama penelitian.
SASTRA PEREMPUAN, OLEH PEREMPUAN, UNTUK SEMUA Ratih Kumala
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7863

Abstract

“Perempuan adalah empu, seorang ahli, seorang yang memiliki kekuasaan. Sedangkan wanita adalah objek yang nyaris tak memiliki kehendak, hanya ingin dipuja dan dianggungkan yang berujung diekspolitasi.” Demikian pendapat Marianne Katoppo (1943-2007), sastrawan Indonesia, mengenai perbedaan antara kata ‘perempuan’ dan ‘wanita’. Sebab itulah, sejak tahun 1978 ia gigih menggunakan kata ‘perempuan’ dalam setiap tulisannya. Baginya menggunakan kata perempuan berarti jujur dalam berbahasa. Bertahun-tahun setelah era Marianne Katoppo, tepatnya pada tahun 1998, muncul Ayu Utami, dengan karyanya, Saman. Novel ini adalah pemenang Dewan Kesenian Jakarta tahun 1997 dengan judul awal Laila Tak Mampir di New York. Cerita ini diawali dengan karakter Laila yang sedang menunggu pacarnya, Sihar, untuk ia serahkan keperawannya. Konflik cerita ini menjadi semakin dalam ketika pembaca tahu bahwa Sihar sebenarnya adalah suami orang lain yang istrinya pun digambarkan lebih cantik dari Laila. Tak sekedar cerita cinta perselingkuhan, lebih dari itu Saman juga mengangkat politik, tabu, seksualitas serta agama. Kemunculan Saman menuai berdebatan di antara pembaca dan kritikus sastra. Sebagian menganggap gaya bahasa Ayu Utami dalam Saman vulgar, sedang sebagian lagi menganggapnya sebagai indah. Saya merasa itu tergantung bagaimana kita melihatnya, dan tergantung dari gender pembaca tersebut apa. Tetapi yang pasti, karya ini tak bisa dikategorikan sebagai novel stensilan
PENGAJARAN DIALEK DAERAH BAGI PEMELAJAR BIPA TINGKAT A1: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Annisa Septiani
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10816

Abstract

Kehidupan masyarakat yang semakin berkembang, bahasa digunakan untuk pelbagai kebutuhan dan kepentingan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan status sosial dalam masyarakat dan situasi berbahasa. Menurut KBBI V, dialek merupakan variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai (misalnya bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu). Dialek dapat artikan juga sebagai variasi bahasa yang dibedakan atas tata bahasa, pengucapan, dan kosa kata. Setiap daerah di Indonesia menggunakan bahasa Indonesia yang dialeknya berbeda-beda. Pemelajar BIPA dapat dinyatakan berhasil ketika mereka mampu berkomunikasi bahasa Indonesia dengan penutur aslinya. Sosiolinguistik merupakan cabang dari ilmu linguistik yang mempelajari hubungan dan pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengajarkan teknik-teknik pembelajaran dialek daerah oleh pemelajar BIPA tingkat A1. Metode penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian diperoleh melalui teknik studi pustaka. Dalam hal ini, pengajar memiliki peran yang besar untuk mengajarkan dialek-dialek daerah yang ada di Indonesia. Mengajarkan dialek bahasa daerah dalam pengajaran BIPA, akan mempermudah pemelajar BIPA dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar tempat tinggal di mana dia berada. Pemelajar BIPA selain memepelajari bahasa Indonesia standar juga mempelajari bahasa dialek di mana mereka tinggal atau di daerah di mana mereka akan tinggal, tentu akan jauh lebih mudah berkomunikasi dengan orang kebanyakan karena mereka mengerti dialek yang digunakan. Mengajarkan dialek bahasa, dimungkinkan dapat mengurangi kesalahpahaman dalam berkomunikasi dan dengan dibekali dialek bahasa tertentu, pemelajar BIPA akan lebih mudah menyesuaikan bahasa, sehingga kesalahpahaman akan bisa dikurangi.Kata kunci: Dialek, Sosiolinguistik, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)

Page 3 of 21 | Total Record : 208