cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
KAJIAN EKOKRTITIK SERTA UPAYA PENDOKUMENTASIAN MITOS DAN CERITA RAKYAT DI RANGKASBITUNG Zaky Mubarok; Adam Muhammad Nur; Taat Budiono
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.8021

Abstract

Mitos dalam perjalanannya menyertai perkembangan hidup Manusia. Manusia yang berkembang akan menentukan dan menciptakan perangkat budanya sendiri, salah satunya adalah dengan mencipakan cerita-cerita yang menjadi  nilai estetik pada perangkat budaya. Mitos dalam perangkat budaya masuk kedalam berbagai perangkat, namun secara khusus ia berada pada kelompok Seni dan Bahasa sebagai alat komunikasi. Pada era informasi yang cepat ini dan desakan kebutuhan sandang pangan yang juga cepat, maka, penting rasanya untuk melakukan penelitian mengenai kaitan mitos, khususnya mitos yang menyertai perkembangan masyarakat agraria dan kaitanya dengan lingkungan hidup. Oleh karena itu, Peneletian ini bertujuan untuk, 1) Mendeskripsikan nilai-nilai lingkungan hidup pada Mitos dan Cerita Rakyat yang tersebar di Rangkasbitung, 2) Upaya pendokumentasian Mitos dan Cerita Rakyat yang tersebar di Rangkasbitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan dokumentasi dengan model pendekatan deskriftif qualitatif dan ekokritik. Pendekatan ekokritik digunakan untuk mengetahui sejauh mana Mitos dan Cerita Rakyat di Rangkasbitung terkait dengan lingkungan hidup. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mitos dan Cerita Rakyat yang tersebar di Rangkasbitung. Hasil penelitian ini adalah berupa deskripsi nilai ekologi pada Mitos dan Cerita Rakyat di Rangkasbitung.
CITRA PEREMPUAN TOKOH UTAMA CERPEN WANITA KERTAS KARYA LUAY ZAHIRUL GINTING Sugiyo Sugiyo
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7877

Abstract

Wujud citra wanita dapat dikaitkan dengan aspek fisik, psikis, dan sosial budaya dalam kehidupannya di masyarakat. Dalam menjaga citranya, wanita sebagai individu harus memerankan perannya dengan baik sebagai individu, keluarga dan di sosial masyarakatnya. Citra wanita dalam aspek sosial disederhanakan dalam dua peran, yaitu sebagai wanita dalam keluarga dan peran wanita masyarakat. Interaksi tokoh dalam novel dapat diartikan sebagai proses komunikasi yang terjadi baik antar individu tokoh, antara individu dan kelompok, maupun antar kelompok. Setiap bentuk interaksi yang terjadi, akan melahirkan pandangan sehingga tujuan tokoh melakukan interaksi akan terungkap. Ketika pandangan itu terungkap, maka akan dapat terungkap peran tokoh wanita dalam interaksi tersebut, misalnya peran sebagai mediator (perantara) antara tokoh laki-laki dan pekerjaan. Dalam hal ini citra perempuan yang dimiliki Raisa adalah seorang perempuan yang bekerja kerasa untuk menjalani kehidupannya, tak malu belajar untuk merubah kehidupannya. Wakau ia hanya sebatang kara dan sangat merindukan akan kehadiran sosok kedua orang tuanya. Namun kegigihan terwujudkan dengan pertemuan mereka hingga pada akhirnya mereka dapat berkumpul dan hidup bahagia
DISKRIMINSI GENDER DAN KEKERASAN PADA PEREMPUAN DALAM NOVEL BASIRAH KARYA YETTI. A.KA Isnatun Khasanah
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7868

Abstract

Maraknya bias gender menjadi latar belakang penelitian ini untuk mengetahui bagaimana reaksi atau sikap yang diambil para perempuan sebagai korban. Penelitian ini akan berfokus pada bentuk diskriminasi yang diterima oleh para tokoh perempuan sebagai korban dalam novel Basirah karya Yetti A. KA  serta cara mereka mengatasi permasalahan tersebut. Ada empat tokoh yang akan dianalisis, masing-masing tokoh merupakan potret perempuan beda generasi yang berusaha melawan dari nasib yang mendera mereka dengan caranya masing-masing. Bentuk-bentuk strategi dari masing-masing tokoh akan dikaji menggunakan teori psikoanalisis Karen Horney, seorang psikolog dan pemikir neurosis perempuan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa para tokoh mengalami beberapa bentuk eksploitasi dan diskriminasi gender yang berasal dari patriarki yang telah membudaya, yang mana itu akan menurun ke generasi selanjutnya. Pelakunya tidak terbatas pada kontra gender saja, juga bentuknya tak melulu secara fisik. Mulai dari beban kerja ganda, pelecehan (verbal maupun tidak), streotype hingga penelantaran, bahkan sesuatu yang tidak terlihat sebagai ancaman sama sekali yaitu penciptaan ketergantungan, adalah contoh bentuk diskriminasi yang menimpa tokoh perempuan dalam novel tersebut. Sebagai korban bias gender, para tokoh akan melakukan perlawanan sesuai dengan akal budi masing-masing yang terbentuk sedari kecil. Ada pula pergantian strategi yang digunakan dalam melawan bentuk diskriminasi tersebut, disebabkan karena faktor umur sehingga korban lebih memilih untuk melakukan perlawanan yang tidak terlalu merepotkannya. Bentuk-bentuk strategi tersebut merupakan upaya para korban untuk memberontak dari kontrol yang merugikan mereka.
RENDAHNYA KESANTUNAN BAHASA DI WILAYAH TANGERANG RAYA AKIBAT FAKTOR LINGKUNGAN Ilhamudin Ilhamudin
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10821

Abstract

Rendahnya kesopanan bahasa diberbagai kalangan anak-anak, remaja, bahkan sampai orang dewasa. Anak-anak hanya bisa meniru cara berkomunikasi bahasa yang digunakan remaja dan orang dewasa kemudian diterapkan dalam kehidupan anak-anak dan temannya. Selaku orang tua merasa sedih melihat dan mendengarkan anak-anaknya berbahasa yang tidak sopan ketika berkomunikasi, akan tetapi orang tua tetap berusaha mendidik agar anaknya bisa berbahasa sopan dan santun dalam pergaulannya. Mengingat bangsa Indonesia memiliki bahasa yang penuh sopan dan santun maka dalam pergaulan dimana kita berada, kita harus tetap menjaga kualitas bahasa Indonesia agar eksistensi nilai bahasa yang berbudi pekerti tetap terjaga dengan baik. Karya tulis ini bertujuan untuk merumuskan beberapa konsep yang digunakan sebagai solusi atas menurunnya penggunaan kesopanan bahasa di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Tangerang Raya. Fokus pembahasan karya tulis ini adalah mewujudkan wilayah Tangerang Raya akan tingginya sopan santun dalam berbahasa dan masyarakat Tangerang Raya sebagai subjeknya. Gagasan ini ditulis dengan analisis dari beberapa permasalahan yang terjadi pada masyarakat Tangerang Raya di Indonesia, yang dikombinasi dengan solusi logis berdasarkan tinjauan pustaka atau studi literatur yang ada. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa rendahnya penggunaan kesopanan bahasa di kalangan masyarakat dikarenakan beberapa faktor yakni anggapan bahwa bahasa sopan santun itu sulit, tidak bergengsi, dan tidak praktis. Sehingga, muncullah sebuah gagasan untuk mengefektifkan penggunaan bahasa sopan santun melalui perwujudan rendahnya kesopanan bahasa diwilayah Tangerang Raya.   Dengan menerapkannya kesopanan bahasa dapat meningkatkan kualitas bahasa Indonesia didalam negeri maupun internasional dan eksistensi nilai bahasa yang berbudi pekerti dapat dijadikan sebagai contoh nyata bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar akan kesantunan berbahasa dan menjadi sebuah harta karun dan kekayaan bangsa. Menjunjung tinggi bahasa Indonesia sudah selayaknya dilakukan dengan cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Kata kunci: kesantunan bahasa, mendidik, menjaga eksistensi 
PEREMPUAN PADA PUISI CHAIRIL ANWAR (KAJIAN SEMIOTIKA) Rai Bagus Triadi; Reza Saeful Rachman
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7857

Abstract

Representasi gerakan feminisme dalam karya sastra selalu diperbincangkan baik dari segi interelasi gender maupun keseimbangan tokoh perempuan dalam karya sastra. Banyak hipotesis yang menyebut bahwa tokoh perempuan hanya menjadi objek yang statis, baik variabel perempuan sebagai objek atau sifat tokoh sentral dalam karya sastra yang masih didominasi oleh tokoh laki-laki.  Representasi gerakan feminisme dalam karya sastra selalu berkutat pada permasalahan emansipasi dan konflik gender yang berusaha menuntut persamaan hak dengan kaum laki-laki atau wacana pergulatan  tokoh perempuan sebagai korban marjinalisasi dan diskriminasi tokoh laki-laki secara sosial dan psikologis. Pada penelitian ini, peneliti mempunyai perspektif yang berbeda dalam melihat perempuan dalam suatu karya sastra. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, tidak sedikit karya sastra lahir dari kecintaan sastrawan terhadap sosok perempuan. Hal tersebut dapat kita temukan secara implisit maupun eksplisit bahwa perempuan dijadikan sebagai sosok, tokoh, atau gagasan utama dalam sebuah puisi, cerpen, maupun novel. Dengan kata lain sebetulnya sosok perempuan dalam karya sastra tidak selalu muncul sebagai ikon pertentangan gender namun dapat muncul juga hanya sebagai sosok atau gagasan utama dari karya sastra tersebut.  Chairil Anwar adalah salah satu dari banyak sastrawan fenomenal Indonesia yang seringkali memunculkan tokoh perempuan dalam puisinya. Hal tersebut dapat kita lihat dalam pusi-puisinya yang berjudul:  Buat tunanganku Suminat, Kepada Sri yang selalu sangsi, Puisi Untuk Ida, Untuk Karinah Moordjono, Puisi Untuk K, Cerita Buat Dien Tamaela, Puisi Untuk Tuti dan lain sebagainya.  Pembahasan pada penelitian ini menggunakan dua pendekatan yang saling mengisi, yakni teori semiotika Peirce untuk menganalisis simbol-simbol yang muncul dalam penggambaran perempuan dalam puisi-puisi Chairil, selanjutnya adalah Teori Semiologi Bartes untuk memperlihatkan relevansi bentuk penghargaan Chairil terhadap perempuan berdasarkan sudut padang hegemoni pria di masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pemaparan berbentuk deskriptif, artinya peneliti benar-benar berpatokan kepada teori yang digunakan dalam proses analisis data tanpa melakukan interferensi berdasarkan subjektifitas peneliti. Sumber data pada penelitian ini adalah puisi-puisi Chairil Anwar. Hal ini dilakukan untuk memperlihatkan keterkaitan keseluruhan karya yang diciptakan Charil terhadap sosok-sosok perempuan yang hidup dalam karyanya. Hal tersebut dikarenakan karya sastra adalah refleksi sikap, latarbelakang, identitas, dan keyakinan penciptanya sebagai hasil imajinasi terhadap berbagai gejala di sekitarnya.
ILOKUSI KOMUNIKATIF DALAM NOVEL THE PERFECT WORLD OF MIWAKO SUMIDA KARYA CLARISSA GOENAWAN Marfiani Heryanto; Misbah Priagung Nursalim
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis Ilokusi Komunikatif dalam Novel The Perfect World of Miwako Sumida karya Clarissa Goenawan (2) mendeskripsikan fungsi Ilokusi komunikatif dalam Novel The Perfect World of Miwako Sumida karya Clarissa Goenawan. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, ditemukan sebanyak 47 data ilokusi komunikatif dan terdapat empat jenis ilokusi komunikatif. (1) jenis ilokusi komunikatif yang terdapat pada penelitian ini sebanyak 21 data ilokusi konstatif, ilokusi direktif sebanyak 11 data, ilokusi komisif sebanyak 7 data dan ilokusi acknowledgement sebanyak 8 data. (2) mendeskripsikan fungsi ilokusi komunikatif sebanyak 2 data ilokusi konstatif prediktif, konstatif retrodiktif sebanyak 1 data, konstatif deskriptif sebanyak 2 data, konstatif informatif sebanyak 2 data, konstatif konfirmatif sebanyak 2 data, konstatif konsesif terdapat 1 data, konstatif retraktif terdapat 1 data, konstatif dissentif sebanyak 2 data, konstatif disputatif sebanyak 2 data, konstatif sugestif sebanyak 5 data, dan konstatif suppositif terdapat 1 data. Fungsi ilokusi terdapat 1 data direktif  requestive, direktif  question sebanyak 5 data, direktif requirements terdapat 1 data, direktif prohibitives  terdapat 1 data, direktif permissive terdapat 1 data, direktif advisories sebanyak 2 data. Fungsi ilokusi komisif sebanyak 2 data promises contract, komisif offer volunteer sebanyak 4 data, dan terdapat 1 data komisif offer bid. Fungsi ilokusi acknowledgement sebanyak 3 data acknowledgement apologize, ilokusi acknowledgement codole terdapat 1 data ilokusi acknowledgement congratulate terdapat 1 data, ilokusi acknowledgement greet sebanyak 2 data dan terdapat 1 data ilokusi acknowledgement thank.Kata Kunci: Tindak tutur, ilokusi, ilokusi komunikatif. 
REPRESENTASI KEHIDUPAN EKSIL DALAM CERPEN “ASMARA DAN KEMATIAN DI PERBATASAN TIGA NEGARA” KARYA MARTIN ALEIDA Awla Akbar Ilma
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7882

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengungkap kehidupan eksil Indonesia di Eropa dalam cerpen “Asmara dan Kematian di Perbatasan Tiga Negara” karya Martin Aleida. Adapun teori yang digunakan ialah teori pengkajian fiksi menurut Robert Stanton melalui konsep alur, relasi antar tokoh dan penggambaran latar geografi dan suasana Eropa. Data penelitian bersumber dari kata, klausa, dan kalimat-kalimat dalam cerpen baik narasi maupun dialog. Berdasarkan proses analisis diketahui bahwa cerita menggunakan alur masa kini-masa lalu-masa kini. Urutan waktu dan peristiwa demikian merepresentasikan kehidupan tragis dari para tokoh eksil. Mereka kehilangan identitas kewarganegaraan dan tercerabut dari budaya asalnya. Para tokoh pun selalu diliputi rasa cemas dan takut terutama ketika berhadapan dengan polisi dan hukum yang berlaku. Strategi bertahan hidup yang dilakukan ialah dengan berkelompok, menikah atau berpacaran, dengan sesama eksil sehingga relasi antar tokoh didasarkan pada semangat senasib sepenanggungan, rasa cinta dan prinsip kerja sama. Selain itu, latar hidupnya cenderung menghindari tempat-tempat ramai dan memilih kota-kota kecil seperti kota Aachen di Jerman serta kawasan-kawasan perbatasan negara yang berupa hutan-hutan. Impian dari para eksil ialah kembali memperoleh identitas sebagai warga negara Indonesia.
KEPRIBADIAN MELANKOLIS TOKOH JOHANSYAH IBRAHIM DALAM NOVEL DILARANG BERCANDA DENGAN KENANGAN KARYA AKMAL NASERY BASRAL Yuga Andika Ramadhan
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7873

Abstract

Salah satu yang menarik dari sebuah novel adalah kepribadian yang melekat pada tokoh, seperti pada novel “Dilarang Bercanda dengan Kenangan” karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kepribadian melankolis tokoh Johansyah Ibrahim dalam novel “Dilarang Bercanda dengan Kenangan” karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Subjek pada penelitian ini adalah novel “Dilarang Bercanda dengan Kenangan” karya Akmal Nasery Basral. Hasil dari penelitian ini ialah, ditemukannya beberapa sifat dominan pada tokoh Johansyah Ibrahim, diantaranya: (1) analitis (2) penuh hormat (3) peka (4) pesimistis (5) bijaksana (6) tidak aman (7) mudah tersinggung (8) penuh perhatian (9) malu-malu (10) rela berkorban (11) idealistis (12) introver (13) penuh curiga. Sifat-sifat tersebut merupakan reaksinya yang khas terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar, sebagai hasil interaksi dari tipe kepribadiannya yang melankolis. Kekuatan kepribadian tokoh Johansyah Ibrahim, karena memberikan pengaruh positif terletak pada sifat-sifat seperti: analitis, penuh hormat, peka, bijaksana, penuh perhatian, rela berkorban, dan idealistis. Sementara, kelemahan dari kepribadiannya karena cenderung memberikan pengaruh negatif terletak pada sifat-sifat seperti: pesimistis, tidak aman, mudah tersinggung, malu-malu, introver, dan penuh curiga
RELASI ANTARA FILSAFAT DAN BAHASA Mohamad Ramdon Dasuki
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.14324

Abstract

Filsafat dan bahasa atau filsafat bahasa kini menjadi suatu kajian tersendiri, mirip seperti suatu kajian keilmuan baru yang belum lama ada di dunia kajian ilmu pengetahuan modern. Berbagai alasan dan argumentasi terus disampaikan oleh para ahli dan pakar dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi wajar adanya sama seperti dahulu seperti disiplin ilmu baru karena ternyata ia memiliki keistimewaan pembahasan tersendiri yang tidak sama dengan disiplin ilmu induknya yang lama. Seperti ilmu filsafat hukum yang memang berbeda dengan ilmu hukum, atau ilmu filsafat politik yang ternyata juga berbeda dengan ilmu politik, dan lain sebagainya. Setidaknya ada beberapa aspek berbeda yang mampu membuktikan bahwa filsafat bahasa merupakan kajian tersendiri dan layak menjadi suatu disiplin ilmu baru yang berbeda, baik dengan induknya yaitu filsafat dan bahasa, maupun dengan bukti-bukti lainnya. Namun demikian hal yang menjadi pokok bahasan di sini adalah sejauh mana relasi atau hubungan antara keduanya; filsafat dan bahasa. Oleh karena itu dapat disimpulkan bersama sedikitnya ada tiga aspek  yang menyebabkan hubungan atau relasi antara keduanya itu muncul; pertama; memiliki hubungan sebab akibat  yang tak terelakan. Kedua dalam kajian filsafat analitik, secara analisis telah jelas memberikan gambaran bahwa benar secara analisis diantara keduanya memiliki hubungan yang erat. Ketiga adalah strukturalisme, yang secara umum dapat dikatakan bahwa karena ternyata dalam kajian kebahasaan memiliki susunan atau bangunan atau struktur tersendiri. Sehingga ini menjadikan kajian bahasa ini memiliki filosofi tersendiri dalam struktur kebahasaan, terutama di zaman modern ini yang menurut Ferdinan de Sausure semakin kentara bahwa bahasa memuat kajian filosofi tersendiri yang kemudian disebut dengan filsafat bahasa.
ANALISIS CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL HAJAR KARYA SIBEL ERASLAN Velayati Khairiah Akbar
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7864

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mendalam terhadap citra perempuan dari tokoh utama yang ada dalam novel Hajar karya Sibel Eraslan serta diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan dalam bidang sastra pada umumnya, dan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan, menjelaskan, dan memberikan makna tentang citra perempuan dalam novel Hajar karya Sibel Eraslan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan sehingga tidak terikat oleh sebuah tempat. Penelitian menggunakan metode penelitian studi pustaka, yakni dengan membaca dan mempelajari buku-buku yang erat kaitannya dengan pembahasan masalah sehingga diperoleh teori dan referensi yang mendukung penganalisaan data. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, dapat diketahui bahwa terdapat citra perempuan dalam novel Hajar karya Sibel Eraslan diidentifikasikan menjadi dua yaitu citra perempuan sebagai seorang istri dan citra perempuan sebagai seorang ibu. Secara keseluruhan aspek-aspek tersebut tedapat dalam novel Hajar karya Sibel Eraslan.

Page 4 of 21 | Total Record : 208