cover
Contact Name
Aryanto Budiono
Contact Email
jurnalkadesibogor@gmail.com
Phone
+6281284671987
Journal Mail Official
cbm.budiono@gmail.com
Editorial Address
Jl. Transyogi – Cariu – Kab. Bogor - Jawa Barat Tromol Pos 01 – Cariu 16840
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kadesi : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 26554801     EISSN : 28077040     DOI : -
Core Subject : Religion,
The publication of the JURNAL KADESI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen aims to disseminate ideas and research results related to religious studies and Christian Religious Education.
Articles 82 Documents
Profil Pelajar Pancasila dalam Pendidikan Agama Kristen Esther Bessie; Djoys Anneke Rantung; Lamhot Naibaho
JURNAL KADESI Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4. No. 2. 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v4i2.41

Abstract

Pancasila adalah falsafah yang menjadi landasan hidup, berpikir dan berperilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Kelima sila dalam Pancasila mempunyai nilai-nilai luhur yang harus menjadi prinsip dan karakter bangsa; selaras dengan tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia Indonesia manusia Pancasila. Menjadi manusia yang terdidik bukan hanya karena memiliki kemampuan kognitif atau keahlian tertentu tetapi juga memiliki nilai-nilai luhur sebagai kecakapan hidup (life skills). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mencanangkan Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Ini menjadi tujuan pembentukan karakter melalui pembiasaan-pembiasaan di sekolah pada jenjang Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, maupun Perguruan Tinggi. Penanaman dan pembentukan karakter sesuai nilai-nilai luhur Pancasila ini selaras dengan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Pendidikan Agama Kristen adalah satu dari sejumlah mata pelajaran atau mata kuliah yang harus diterima oleh Pelajar di sekolah maupun Mahasiswa di kampus. Pendidikan Agama Kristen mengajarkan iman Kristen yang berlandaskan pada Wahyu Allah yaitu Alkitab, agar Pelajar maupun Mahasiswa tidak hanya menerima ilmu atau keilmuan keagamaan secara kognitif tetapi juga menjadikan ajaran Alkitab sebagai landasan hidup dan berperilaku secara pribadi. Sekilas terlihat seolah-olah ada dua landasan dengan dua tujuan yang berbeda. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah telah terjadi dikotomi dalam kubuh pendidikan di Indonesia? Apakah Pelajar atau Mahasiswa akan menerima dua landasan yang berbeda? Apakah orang Kristen dapat menjadi manusia Pancasila atau manusia Pancasila dapat menjadi Kristen? Lalu bagaimana seharusnya orang Kristen menyikapi hal ini khususnya dalam pendidikan agama Kristen di sekolah? Penulis melakukan penelitian untuk mendapatkan formula yang tepat tentang kedudukan dan korelasi antara Profil Pelajar Pancasila dengan Pendidikan Agama Kristen dalam pendidikan di era disrupsi saat ini. Ditemukan, bahwa sesungguhnya keduanya tidak saling bertentangan. Sebaliknya, seorang Kristen sejatinya akan hidup sebagai murid Kristus dan pada saat yang sama ia juga akan memiliki dan mengejawantahkan nilai-nilai luhur Pancasila di dalam kehidupannya sehari-hari.
Alkitab versus Kitab-Kitab Suci Lain Yunus Rahmadi; Timotius Sukarna
JURNAL KADESI Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4. No. 2. 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v4i2.43

Abstract

Indonesia adalah negara besar yang memiliki pluralisme yang tinggi, dengan adanya penduduk yang beraneka ragam suku, budaya, ras dan agamanya. Sebagai negara pluralis seperti itu, Indonesia dapat dipersatukan oleh dasar negara Pancasila. Sila pertama dari Pancasila menegaskan, bahwa Indonesia merupakan negara yang berketuhanan. Sebagai negara yang bertuhan, setiap warga negara berhak untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing; Ada enam agama yang diakui oleh pemerintah, yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu. Dengan mayoritas pemeluk adalah Islam, kemudian disusul dengan agama Kristen dan Katolik dan lainnya; Tentunya akan menjadi pengetahuan yang menarik kalau kita memiliki sedikit pemahaman mengenai kitab-kitab suci enam agama yang ada di Indonesia tersebut. Itulah yang menjadi alasan penulis mengambil topik penelitian ini.; Pada karya tulis ini, saya akan memaparkan tentang perbandingan antara Alkitab sebagai kitab suci agama Kristen dan Katolik, dengan kitab-kitab suci agama lainnya. Tentunya dengan lebih menekankan pendalaman tentang Alkitab, sebagai kitab suci agama yang penulis yakini. Di samping itu, pembahasan secara mendalam terhadap kitab suci agama lain tentunya akan mengandung sensitifitas yang tinggi bagi pemeluknya; Dari hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan, bahwa Alkitab lebih superior, karena Alkitab adalah wahyu Allah. Ditulis apa adanya, tanpa ada yang ditutup-tutupi, memiliki puluhan ribu salinan dari berbagai zaman, saling menguatkan, tidak ada perubahan dalam Alkitab, dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan Alkitab dibanding kitab suci lainnya.
Penerjemahan Alkitab Versi Indonesian Literal Translation Jahja Iskandar; Sukarna; Yonatan Purnomo
JURNAL KADESI Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4. No. 2. 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v4i2.46

Abstract

Maksud dari penulisan artikel ini adalah memberikan pemaparan atau memperkenalkan kepada masyarakat Kristiani di Indonesia mengapa mucul versi lain lagi dari Alkitab atau Kitab Suci Kristiani di Indonesia dalam hal ini Indonesian Literal Translation (ILT) yang diterbitkan oleh YayasanLentera Bangsa. Adapun yang membedakan penggunaan Alkitab Terjemahan Baru (TB) dan Indonesia Literal Translation adalah penyebutan nama Allah. Di dalam Alkitab Indonesia Literal Translation akan dijumpai penyebutan nama Allah sebagai YAHWEH. Penyebutan nama YAHWEH dalam Alkitab Indonesia Literal Translation bermaksud untuk mempertegas nama Tuhan dalam teks kitab suci. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk menggambarkan, mengungkapkan, menjelaskan, dan untuk menerangkan lebih rinci berkaitan dengan topik yang akan dikaji, yaitu: (1) Transmisi Firman Tuhan (2) Penerjemahan Alkitab (3) Pernerjemahan Alkitab ke Dalam Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, dalam penelitian ini proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa terjemahan Indonesia Literal Translation secara literal lebih mudah untuk mengklaim keberadaan Tuhan dalam sebuah teks jika menggunakan nama YAHWEH.
PERANAN GAYA MENGAJAR GURU BERDASARKAN MATIUS 6: 25-34 TERHADAP GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK UNTUK HASIL TERBAIK Herman Pratikno Madjan
JURNAL KADESI Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4. No. 2. 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v4i2.47

Abstract

Gaya mengajar seorang guru sangat penting untuk menumbuhkan minat belajar peserta didik, dengan minat belajar itu akan menumbuhkan kecintaan pada mata pelajaran yang diikutinya, selanjutnya akan menghasilkan nilai yang baik. Guru yang memahami gaya belajar peserta didik akan menumbuhkan sinergi untuk terciptanya suasana belajar dan mengajar, kondisi yang tercipta itu akan merangsang peserta didik. Hasil positif yang dapat dicapai dengan gaya mengajar itu adalah: Pertama, gaya mengajar guru merupakan suatu cara untuk mempermudah bagi peserta didik dalam rangka menerima materi pelajaran yang disampaikan, sekaligus sebagai alat untuk mengatasi kebosanan siswa dan meningkatkan minat belajar peserta didik dalam menerima pelajaran.Kedua, gaya mengajar guru akan menimbulkan kecerdasan psikomotorik yaitu: kemampuan general manusia untuk melakukan tindakan- tindakan yang mempunyai tujuan dan berpikir dengan cara rasional atau keterampilan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada. Gaya mengajar guru yang kreatif, inspiratif dan inovatif akan menghasilkan peserta didik yang mempunyai gaya belajar yang handal dan mampu menghadapi masa depannya. Gaya mengajar guru harus mengajar dengan gaya belajar perserta didiknya. Adapun Tujuan dari pemaparan ini adalah sejauh mana gaya mengajar guru terhadap gaya belajar peserta didik dan memberikan penjelasan kepada peserta didik bahwa pentingnya memiliki kecerdasan psikomotorik yang baik, karena dengan memiliki kecerdasan psikomotorik yang baik maka akan membentuk kehidupan pribadi seseorang yang membawa dampak positif.
Teologi - Taurat: Sikap Paulus Terhadap Hukum Taurat Gerrycut Siregar
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i1.25

Abstract

PL mencatat tata nilai dan perilaku etis setiap orang, khususnya bangsa Israel, telah diatur dan disesuaikan berdasarkan hukum taurat. Taurat memiliki tempat yang khusus atau istimewa, dan taurat merupakan suatu poin penting dalam menentukan perilaku yang seharusnya. Sehingga, segala sesuatu yang akan diperbuat oleh setiap orang Israel sangat berpatokan pada hukum taurat. Hal ini menunjukkan kalau bangsa Israel sangat menjunjung tinggi hukum taurat. Dalam PB sepertinya ada kelonggaran atau semacam dispensasi dalam penerapan hukum taurat. Hal ini tampak jelas dari beberapa uraian yang tercatat dalam kitab Injil Sinoptik, tulisan Yohanes, tulisan Paulus, Surat Ibrani, dan Surat Yakobus. Apakah di dalam PB ada indikasi kalau hukum taurat sudah tidak berlaku lagi dan telah dibatalkan? Ataukah hukum taurat itu masih berlaku, diakui, dan diterapkan dengan cara yang berbeda? Untuk mengetahui lebih lanjut jawaban atas pertanyaan tersebut, maka hal terbaik yang perlu untuk dilakukan ialah mempelajari dan meneliti secara komprehensif tulisan PB yang menyinggung tentang hukum taurat berdasarkan pandangan Paulus, selaku tokoh yang sangat berpengaruh dalam penulisan PB.
Tujuan Pendidikan Agama Kristen Sebagai Kontra Algoritma Sosial Media Pengamplifikasi Dosa Ong Grace Quarissa Hadinata; Timotius Sukarna
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i1.29

Abstract

Perkembangan menuju media sosial yang canggih tidak terhindarkan.Algoritma untuk mengurasi konten adalah fitur umum sebagian besarmedia sosial. Namun, algoritma tersebut menimbulkan problematikabaru seperti situasi filter bubble dan efek ruang gema (echo chamber).Dampaknya adalah amplifikasi dosa atau sisi kedagingan manusiadalam ranah dunia maya yang disebut dosa digital. Maka perlu ditinjautujuan Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang digunakan sebagai kontraterhadap permasalahan. Hasil penelitian yang menggunakan metodeanalisis deskriptif menunjukkan PAK yang dilaksanakan sesuai tujuansesungguhnya adalah solusi dari permasalahan sebab 1) PAK bersifatkontekstual dan akan terus relevan dengan pergumulan manusia segalamasa, 2) target PAK juga menggunakan media sosial, 3) Firman Tuhanadalah sumber belajar utama dalam PAK yang tidak lekang oleh waktu,dan 4) keluaran PAK ialah pengikut Kristus yang dewasa secarakeseluruhan.
PAK MENURUT KITAB KEJADIAN Jajang Sukarjo; Timotius Sukarna
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i1.36

Abstract

?Kitab Kejadian melaporkan Pendidikan Agama Kristen dengan sangatjelas. Pendidikan Agama Kristen dalam kitab Kejadian menjelaskanbahwa Tuhan bukan hanya sekedar pendidik, melainkan perencana danpelaksana proses Pendidikan Agama Kristen bagi umat-Nya. ProsesPendidikan Agama Kristen dalam kitab Kejadian dimulai dari penciptaan bumi dan isinya, termasuk menciptakan manusia dan mengajarkanproses pendidikan kepada manusia. Penelitian ini bertujuan untukmenggali dan meneliti serta mengungkap Pendidikan Agama Kristenberdasarkan kitab Kejadian. Metode penelitian yang digunakan metodekualitatif deskriptif melalui penelitian kepustakaan. Adapun hasilpenelitian ini yaitu kitab Kejadian melaporkan secara terbuka baikberkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen.
KONTEKS PERSEKOLAHAN DI INDONESIA MASA KINI Lasmauli Gurning
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i1.55

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk menjabarkan tentangpendidikan dalam konteks sekolah Indonesia. Manusia yang merupakanmakhluk hidup dengan akal budi memiliki potensi untuk melakukanpengembangan. Salah satu pengembangan manusia yaitu melaluipendidikan. Tetapi dalam konteks pendidikan Indonesia justruditemukan sejumlah masalah yang sangat kompleks. Kualitas pendidikan di Indonesia pada dewasa ini sangat memprihatinkan. Padapenulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif denganstudi literatur. Dengan pendekatan ini, penulisan ini sampai padapenjelasan teori tentang pengertian pendidikan, Jenjang Pendidikan diIndonesia, serta Masalah Pendidikan secara Nasional. Adapun hasilpenemuan dari penulisan ini bahwa masalah yang sering ditemukanseputar pendididikan Indonesia adalah: Sulitnya mengikuti ataumenyesuaikan kurikulum yang berlaku; Pengembangan SDM yang tidakmerata; serta kurangnya fasilitas dan dana pendidikan.
GEREJA YANG BERPUSAT PADA HADIRAT TUHAN STUDI EKSPOSISI INJIL MARKUS 3:13-15 Elia Umbu Zasa Zasa
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i1.56

Abstract

Banyak tulisan dan model yang ditawarkan oleh para pakar mengenai membangungereja Tuhan dan orang percaya, namun tidak ada kebenaran yang akurat. Tidak satupun diantaranya yang memiliki seluruh kebenaran. Ibarat orang-orang buta yangsedang berusaha menjelaskan tentang seekor gajah dengan menyentuh bagian yangberbeda dari kegerakan bagian badan gajah. Gereja sebagai anggota tubuh Kristussibuk melayani, namun tidak banyak gereja yang anggota jemaatnya mengasihiTuhan Allahnya dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatannya; sertamengasihi sesamanya manusia seperti dirinya sendiri. Karya ini, akan berusahamenyajikan studi teologis dan penyelidikan secara induktif terhadap teks Markus3:13-15 untuk membantu pembaca mengetahui inspirasi kebenaran yang disajikanoleh Yohanes Markus. Penelitian ini masuk dalam studi kualitatif biblika yangdilandaskaan pada riset kajian pustaka (research library)
PEMBERDAYAAN LANSIA DALAM PELAYANAN GEREJA Merri Natalia Situmorang; Endang Pasaribu
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i1.58

Abstract

Semua orang akan menjadi tua, karena menua adalah sesuatuproses yang wajar, alamiah dan merupakan bagian dari kehidupan.Oleh karena itu sebaiknya setiap orang harus mempersiapkan dirimenghadapi usia lanjut dengan tujuan agar tidak kehilangan semangathidup. Walaupun pada kenyataannya ada banyak orang tua yanghidupnya menderita karena pergumulan keluarga ataupun karenapenyakit yang diderita. Di dalam Kekritenan, usia lanjut adalahmerupakan berkat karunia Allah dan kesempatan untuk meraihkebahagiaan dalam kasih damai sejahtera Allah yang tidak pernahberubah. Keterbatasan dankelemahan-kelemahan pada lansia jangandikhawatirkan karena Tuhan tetap menjaga dan memelihara lansia.Tujuan dari penelitian ini adalah agar lansia terus berkarya, melayaniTuhan dan sesama dalam kasih dan iman yang teguh sampai saatnyaTuhan memanggil dalam kerajaan Surga. Dengan Metode kualitatifyang dilakukan berdasarkan teori-teori tentang lansia dan pengamatanmaka dihasilkan bahwa gereja sangat perlu melakukanpemberdayaanterhadap lansia dalam pelayanan gereja.