cover
Contact Name
Aning Subiyatin
Contact Email
aningsubiyatin@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
myjmfkk@umj.ac.id
Editorial Address
Kantor UPT Jurnal Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan 15419 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Muhammadiyah Journal of Midwifery (MyJM)
ISSN : -     EISSN : 27228088     DOI : 10.24853
Core Subject : Health, Science,
MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MyJM) adalah jurnal ilmiah resmi yang diterbitkan secara rutin oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. MyJM terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi perempuan. Jurnal ini menerima artikel hasil penelitian, review article, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. MyJM mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS).
Articles 55 Documents
Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi Syahidah, Zahra; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.1-10

Abstract

Latar belakang: Keluhan yang sering dialami oleh para wanita terdapat rasa nyeri yang sering dirasakan di bagian bawah perut dan juga rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, otot paha, hingga betis. Beberapa remaja perempuan juga sering mengalami nyeri ini yang disebut Dismenore. Ada beberapa risiko yang memengaruhi dismenore yaitu, Usia saat menarche, lamanya menstruasi, riwayat keluarga, kondisi gizi, tingkat stres, dan kebiasaan berolahraga, kualitas tidur, dan paparan asap rokok. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat stres dan asupan gizi terhadap kejadian dismenore pada remaja putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian observasional analitik dan dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 150 siswi kelas VIII SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi, sampel sebesar 84 responden teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan variabel tingkat stres, status gizi, dan dismenore. Uji hubungan dianalisis menggunakan Chi Square dengan IBM SPSS. Hasil: Sebanyak 94,0% responden yang mengalami stres dengan kategori tingkat stres ringan. Terdapat 81,0% responden memiliki status gizi dengan kategori gizi kurang dan gizi lebih, 69,0% responden mengalami kejadian dismenore. Diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p = 0,147) dengan kejadian dismenore. Sedangkan hasil dari status gizi bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan antar status gizi (p = 0,002) dengan kejadian dismenore. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi gizi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya nyeri haid pada remaja putri di SMPN 4 Babelan, Kabupaten Bekasi.
Hubungan Dukungan Tempat Bekerja dan Efikasi Diri Menyusui Setiawati, Tiya; Arumsari, Dita Rahmaika; Syahniar, Rike; Sukma, Febi
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Menyusui merupakan tolak ukur terbaik dalam pemberian nutrisi bagi bayi karena terbukti memberikan manfaat optimal bagi kesehatan ibu dan anak. Namun, angka keberlanjutan menyusui menurun secara bermakna ketika ibu kembali bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang bekerja lebih jarang memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Menyusui dapat dipertahankan dengan dukungan di tempat bekerja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri menyusui di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Metode: Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu menyusui yang bekerja sebanyak 125 orang. Jumlah sampel sebanyak 95 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Uji statistik koefisien kontingensi. Hasil: Dari 64 responden yang mendapatkan dukungan di tempat bekerjanya, sebagian besar memiliki tingkat efikasi diri menyusui yang tinggi yaitu sebanyak 50 responden (78,1%). Hasil uji statistik p-value = 0,000 menunjukkan terdapat hubungan dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri menyusui pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Tempat bekerja perlu memberikan dukungan kepada ibu menyusui agar menyusui dapat dipertahankan dan berlangsung lebih lama.
Pengaruh Pemberian Layanan Home care terhadap Kejadian Bendungan ASI pada Ibu Nifas Lili Purnama Sari; Uliarta Marbun; Dahniar, Dahniar; Irnawati, Irnawati
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.18-27

Abstract

Latar Belakang: Bendungan ASI merupakan salah satu masalah laktasi yang sering dialami ibu nifas dan dapat mengganggu keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Upaya pencegahan bendungan ASI dapat dilakukan melalui layanan home care yang memberikan edukasi, pemantauan, dan tindakan langsung oleh tenaga kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan home care terhadap kejadian bendungan ASI pada ibu nifas di Puskesmas Pattingalloang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok intervensi (mendapat layanan home care) dan kelompok kontrol (tidak mendapat layanan home care). Instrumen penelitian berupa kuesioner kejadian bendungan ASI dan lembar observasi jumlah produksi ASI (mL). Analisis data menggunakan uji Chi-square, paired t-test, dan regresi logistik dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara layanan home care dengan kejadian bendungan ASI (χ² = 26,25; p = 0,000). Rata-rata produksi ASI meningkat signifikan dari 211,0 mL sebelum intervensi menjadi 270,2 mL sesudah intervensi (p < 0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan layanan home care bersifat protektif terhadap kejadian bendungan ASI meskipun model regresi tidak stabil karena distribusi data. Simpulan: Layanan home care berpengaruh signifikan dalam mencegah kejadian bendungan ASI serta meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Disarankan agar layanan home care menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan ibu nifas untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Efektifitas Edukasi Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di Wilayah Pesisir Kota Kendari Fitri, Nadila Meisya; Rahmawati, Rahmawati; Saida, Saida
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.28-36

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi utama yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi sejak lahir. Pemberian ASI memiliki berbagai manfaat, termasuk memberikan asupan gizi yang penting dan melindungi bayi dari infeksi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mendukung perkembangan otak dan organ-organ bayi. Pemerintah Indonesia mendukung rekomendasi WHO dan UNICEF terkait pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai upaya penyelamatan kehidupan bayi. Penerapan IMD diketahui mampu menurunkan angka kematian bayi hingga 22% pada satu jam pertama kelahiran serta sebesar 16% pada bayi usia kurang dari 28 hari apabila pemberian ASI dimulai dalam rentang waktu 2–24 jam setelah lahir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi IMD terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah pesisir Kota Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, yaitu one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 responden yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang ditentukan dengan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi sebesar 38,6% berada dalam kategori baik, dan meningkat menjadi 88,6% setelah diberikan edukasi. Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value < 0.05 yang berarti ada pengaruh yang bermakna antara edukasi inisiasi menyusu dini terhadap pengetahuan ibu hamil. Simpulan: Edukasi IMD efektif terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Nambo.
Hubungan Pembukaan Serviks dengan Keberhasilan Perawatan Konservatif pada Partus Prematurus Imminens di RSUD Bangil Widayanti, Lilis; Arifiandi, Maya Devi; Maharani, Afniari
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.37-47

Abstract

Latar Belakang: Partus Prematurus Imminens (PPI) merupakan kondisi ancaman persalinan prematur yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Kelahiran prematur berdampak signifikan pada morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama yang berkaitan dengan BBLR dan asfiksia. Salah satu strategi penatalaksanaan PPI adalah perawatan konservatif. Perawatan konservatif merupakan metode suportif non-invasif yang bertujuan untuk menunda persalinan serta memberikan induksi maturasi paru janin. Keberhasilan perawatan konservatif sangat bermanfaat untuk menstabilkan kondisi ibu dan janin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembukaan serviks dengan keberhasilan perawatan konservatif pada pasien PPI di RSUD Bangil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang didiagnosis PPI pada periode Januari 2024 hingga Juni 2025. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah 140 rekam medis sebagai responden. Hasil: Analisis univariat dan bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pembukaan serviks dengan keberhasilan perawatan konservatif pada kasus partus prematurus imminens di RSUD Bangil, dengan nilai p < 0.001. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pembukaan serviks dan keberhasilan perawatan konservatif pada kasus partus prematurus imminens. Pembukaan serviks yang lebih kecil saat pemeriksaan awal berhubungan dengan kemungkinan keberhasilan terapi yang lebih tinggi, yang mencerminkan bahwa kondisi tersebut masih berada pada tahap persalinan yang lebih dini dan masih reversible. Secara klinis, pembukaan serviks merupakan penanda prognosis yang praktis untuk mendukung stratifikasi risiko dini, memandu pengambilan keputusan terapeutik dan mengoptimalkan pemberian kortikosteroid antenatal untuk meningkatkan luaran perinatal.