cover
Contact Name
Aning Subiyatin
Contact Email
aningsubiyatin@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
myjmfkk@umj.ac.id
Editorial Address
Kantor UPT Jurnal Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan 15419 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Muhammadiyah Journal of Midwifery (MyJM)
ISSN : -     EISSN : 27228088     DOI : 10.24853
Core Subject : Health, Science,
MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MyJM) adalah jurnal ilmiah resmi yang diterbitkan secara rutin oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. MyJM terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi perempuan. Jurnal ini menerima artikel hasil penelitian, review article, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. MyJM mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS).
Articles 64 Documents
Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi Zahra Syahidah; Inne Indraaryani Suryaalamsah
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.1-10

Abstract

Latar belakang: Keluhan yang sering dialami oleh para wanita terdapat rasa nyeri yang sering dirasakan di bagian bawah perut dan juga rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, otot paha, hingga betis. Beberapa remaja perempuan juga sering mengalami nyeri ini yang disebut Dismenore. Ada beberapa risiko yang memengaruhi dismenore yaitu, Usia saat menarche, lamanya menstruasi, riwayat keluarga, kondisi gizi, tingkat stres, dan kebiasaan berolahraga, kualitas tidur, dan paparan asap rokok. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat stres dan asupan gizi terhadap kejadian dismenore pada remaja putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian observasional analitik dan dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 150 siswi kelas VIII SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi, sampel sebesar 84 responden teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan variabel tingkat stres, status gizi, dan dismenore. Uji hubungan dianalisis menggunakan Chi Square dengan IBM SPSS. Hasil: Sebanyak 94,0% responden yang mengalami stres dengan kategori tingkat stres ringan. Terdapat 81,0% responden memiliki status gizi dengan kategori gizi kurang dan gizi lebih, 69,0% responden mengalami kejadian dismenore. Diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p = 0,147) dengan kejadian dismenore. Sedangkan hasil dari status gizi bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan antar status gizi (p = 0,002) dengan kejadian dismenore. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi gizi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya nyeri haid pada remaja putri di SMPN 4 Babelan, Kabupaten Bekasi.
Hubungan Dukungan Tempat Bekerja dan Efikasi Diri Menyusui Tiya Setiawati; Dita Rahmaika Arumsari; Rike Syahniar; Febi Sukma
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.48-57

Abstract

Latar Belakang: Menyusui merupakan tolak ukur terbaik dalam pemberian nutrisi bagi bayi karena terbukti memberikan manfaat optimal bagi kesehatan ibu dan anak. Namun, angka keberlanjutan menyusui menurun secara bermakna ketika ibu kembali bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang bekerja lebih jarang memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Menyusui dapat dipertahankan dengan dukungan di tempat bekerja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri menyusui di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Metode: Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu menyusui yang bekerja sebanyak 125 orang. Jumlah sampel sebanyak 95 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Uji statistik koefisien kontingensi. Hasil: Dari 64 responden yang mendapatkan dukungan di tempat bekerjanya, sebagian besar memiliki tingkat efikasi diri menyusui yang tinggi yaitu sebanyak 50 responden (78,1%). Hasil uji statistik p-value = 0,000 menunjukkan terdapat hubungan dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri menyusui pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Tempat bekerja perlu memberikan dukungan kepada ibu menyusui agar menyusui dapat dipertahankan dan berlangsung lebih lama.
Pengaruh Pemberian Layanan Home care terhadap Kejadian Bendungan ASI pada Ibu Nifas Lili Purnama Sari; Uliarta Marbun; Dahniar Dahniar; Irnawati Irnawati
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.18-27

Abstract

Latar Belakang: Bendungan ASI merupakan salah satu masalah laktasi yang sering dialami ibu nifas dan dapat mengganggu keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Upaya pencegahan bendungan ASI dapat dilakukan melalui layanan home care yang memberikan edukasi, pemantauan, dan tindakan langsung oleh tenaga kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan home care terhadap kejadian bendungan ASI pada ibu nifas di Puskesmas Pattingalloang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok intervensi (mendapat layanan home care) dan kelompok kontrol (tidak mendapat layanan home care). Instrumen penelitian berupa kuesioner kejadian bendungan ASI dan lembar observasi jumlah produksi ASI (mL). Analisis data menggunakan uji Chi-square, paired t-test, dan regresi logistik dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara layanan home care dengan kejadian bendungan ASI (χ² = 26,25; p = 0,000). Rata-rata produksi ASI meningkat signifikan dari 211,0 mL sebelum intervensi menjadi 270,2 mL sesudah intervensi (p < 0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan layanan home care bersifat protektif terhadap kejadian bendungan ASI meskipun model regresi tidak stabil karena distribusi data. Simpulan: Layanan home care berpengaruh signifikan dalam mencegah kejadian bendungan ASI serta meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Disarankan agar layanan home care menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan ibu nifas untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Efektifitas Edukasi Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil di Wilayah Pesisir Kota Kendari Nadila Meisya Fitri; Rahmawati Rahmawati; Saida Saida
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.28-36

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi utama yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi sejak lahir. Pemberian ASI memiliki berbagai manfaat, termasuk memberikan asupan gizi yang penting dan melindungi bayi dari infeksi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mendukung perkembangan otak dan organ-organ bayi. Pemerintah Indonesia mendukung rekomendasi WHO dan UNICEF terkait pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai upaya penyelamatan kehidupan bayi. Penerapan IMD diketahui mampu menurunkan angka kematian bayi hingga 22% pada satu jam pertama kelahiran serta sebesar 16% pada bayi usia kurang dari 28 hari apabila pemberian ASI dimulai dalam rentang waktu 2–24 jam setelah lahir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi IMD terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil di wilayah pesisir Kota Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, yaitu one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 44 responden yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang ditentukan dengan metode accidental sampling. Analisis data menggunakan uji McNemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi sebesar 38,6% berada dalam kategori baik, dan meningkat menjadi 88,6% setelah diberikan edukasi. Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value < 0.05 yang berarti ada pengaruh yang bermakna antara edukasi inisiasi menyusu dini terhadap pengetahuan ibu hamil. Simpulan: Edukasi IMD efektif terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Nambo.
Hubungan Pembukaan Serviks dengan Keberhasilan Perawatan Konservatif pada Partus Prematurus Imminens di RSUD Bangil Lilis Widayanti; Maya Devi Arifiandi; Afniari Maharani
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.37-47

Abstract

Latar Belakang: Partus Prematurus Imminens (PPI) merupakan kondisi ancaman persalinan prematur yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Kelahiran prematur berdampak signifikan pada morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama yang berkaitan dengan BBLR dan asfiksia. Salah satu strategi penatalaksanaan PPI adalah perawatan konservatif. Perawatan konservatif merupakan metode suportif non-invasif yang bertujuan untuk menunda persalinan serta memberikan induksi maturasi paru janin. Keberhasilan perawatan konservatif sangat bermanfaat untuk menstabilkan kondisi ibu dan janin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembukaan serviks dengan keberhasilan perawatan konservatif pada pasien PPI di RSUD Bangil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang didiagnosis PPI pada periode Januari 2024 hingga Juni 2025. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah 140 rekam medis sebagai responden. Hasil: Analisis univariat dan bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pembukaan serviks dengan keberhasilan perawatan konservatif pada kasus partus prematurus imminens di RSUD Bangil, dengan nilai p < 0.001. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pembukaan serviks dan keberhasilan perawatan konservatif pada kasus partus prematurus imminens. Pembukaan serviks yang lebih kecil saat pemeriksaan awal berhubungan dengan kemungkinan keberhasilan terapi yang lebih tinggi, yang mencerminkan bahwa kondisi tersebut masih berada pada tahap persalinan yang lebih dini dan masih reversible. Secara klinis, pembukaan serviks merupakan penanda prognosis yang praktis untuk mendukung stratifikasi risiko dini, memandu pengambilan keputusan terapeutik dan mengoptimalkan pemberian kortikosteroid antenatal untuk meningkatkan luaran perinatal.
Gambaran Karakteristik dan Jenis Histopatologi Tumor Fibroepitelial Payudara di RSUD Cengkareng Jakarta Tahun 2019-2022 Fita Ferdiana; Mieke Marindawati; Sugiarto Sugiarto; Octhanissa Prajna Paramita; Nur Wahyu Eka Saputri; Putri Indah Ayu Ningsih
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.69-75

Abstract

Latar belakang: Tumor fibroepitelial merupakan tumor jinak terbanyak pada payudara. Jenis terbanyak adalah fibroadenoma (FAM) dan tumor filodes. Keduanya mempunyai perbedaan perilaku biologis dan manajemen klinis. Tumor filodes terjadi terutama pada wanita yang lebih tua dibandingkan pada FAM dan umumnya memiliki ukuran lebih besar. Tujuan: mengetahui karakteristik usia dan ukuran tumor pada FAM dan tumor filodes serta jenis histopatologinya. Metode: penelitian deskriptif observasional dengan sampel pasien yang didiagnosis secara histopatologi menderita tumor fibroepitelial jenis FAM dan tumor filodes di RSUD Cengkareng tahun 2019-2022. Hasil: Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 140 kasus, terbagi atas 108 kasus FAM dan 32 kasus tumor filodes. Usia rata-rata penderita FAM adalah 26,6 tahun dan tumor filodes 46,3 tahun. Ukuran tumor FAM paling banyak antara 3-5 cm sedangkan tumor filodes lebih dari 5 cm. Jenis histopatologi terbanyak dari FAM adalah jenis NOS (94,4%). Tumor filodes jinak sebanyak 42,9%, pasien tumor filodes borderline sebanyak 17,1% dan pasien tumor filodes ganas 34,3%. Simpulan: Rata-rata usia pasien FAM lebih muda dibandingkan usia pasien Tumor filodes. Ukuran tumor FAM lebih kecil dibandingkan tumor filodes. Jenis histopatologi terbanyak dari FAM adalah NOS dan jenis tumor filodes terbanyak adalah jinak.
Hubungan Usia Ibu, Paritas, dan Usia Gestasi dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di RSIJ Cempaka Putih Cindy Ardiyanti Fadila; Achmad Zani Agusfar
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 7 No. 1 (2026): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.7.1.1-8

Abstract

Latar Belakang: Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan saat wanita hamil mengalami mual dan muntah berlebihan sehingga dapat mengganggu aktivitas. Etiologi masih belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor seperti hormon, H.pylori, usia ibu, paritas, gestasi, dan psikologi. Menurut WHO, hiperemesis gravidarum di Indonesia mencapai 1-3% dari seluruh kehamilan di dunia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara usia ibu, paritas, dan usia gestasi dengan kejadian hiperemesis gravidarum di RSIJ Cempaka Putih periode Januari 2023 – Juni 2024. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik serta menggunakan pendekatan retrospektif, menggunakan catatan rekam medis dengan total sampling. Populasinya adalah seluruh ibu hamil seluruh ibu hamil di RSIJ Cempaka Putih pada periode Januari 2023 – Juni 2024 dengan sampel sebanyak 279 ibu hamil. Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara usia ibu (p value 0,042) dan usia gestasi (p value <0,001) dengan kejadian hiperemesis gravidarum. Tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarum (p value 0,744). Usia ibu yang tidak berisiko memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hiperemesis gravidarum. Usia kehamilan ≤12 minggu meningkatkan risiko kemungkinan untuk mengalami hiperemesis gravidarum dibandingkan usia kehamilan yang lebih tua. Simpulan: Ditemukan adanya keterkaitan antara usia ibu dan usia kehamilan dengan kejadian hiperemesis gravidarum, sedangkan paritas tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian hiperemesis gravidarum.
Efektivitas Game-Repro Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di Kota Cilacap, Jawa Tengah Anjas Upi Rachmawati; Elsi Dwi Hapsari; Widyawati
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.76-85

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual berisiko pada remaja di Indonesia masih tinggi, sementara hanya 25% remaja yang pernah terpapar penyuluhan kesehatan reproduksi. Rendahnya literasi ini menuntut adanya inovasi media edukasi untuk menarik minat remaja salah satunya dengan permainan edukatif menggunakan aplikasi game-repro untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi game-repro sebagai alat edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Metode: penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2024 melibatkan 102 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 51 orang. Instrumen yang digunakan berupa aplikasi game-repro dan kuesioner pengetahuan serta sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Paired t-test, Mann Whitney, dan Independent t-test untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah intervensi selama dua minggu. Hasil: penelitian terdapat peningkatan signifikan pada kelompok intervensi; median pengetahuan meningkat dari 10 menjadi 15 (p<0,001) dan sikap meningkat dari mean 42,08 menjadi 46,00 (p<0,001). Kelompok kontrol menunjukan peningkatan yang jauh lebih kecil. Penggunaan game seluler terbukti unggul karena sifatnya yang interaktif, mandiri, dan mampu memvisualisasikan materi reproduksi yang kompleks menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi remaja. Simpulan: aplikasi game-repro efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja secara signifikan. Implikasi praktisnya, media ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum sekolah atau layanan kesehatan komunitas sebagai sarana promosi kesehatan digital yang efisien dan minim biaya dalam menjangkau generasi z.
Status Gizi dan Karakteristik Klinis Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Pirau Kiri ke Kanan: Studi Deskriptif-Eksploratif Pra-Intervensi Syifa Nurhakiki; Sabarinah Sabarinah; Suprohaita Rusdi Talib; Novitria Dwinanda; Syarif Rohimi; Winda Azwani; Syarifah Syarifah; Nanda Maretta Vitria; Margarana Deos Saputra
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.58-68

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Jantung Bawaan (PJB) masih menjadi penyumbang utama morbiditas pada populasi pediatrik secara global. Kelainan dengan pirau kiri ke kanan, terutama ventrikel septum defek, atrial septum defek, dan duktus arteriosus persisten, merupakan tipe yang paling sering ditemukan. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan energi dan menimbulkan gangguan hemodinamik yang berkelanjutan, sehingga anak dengan PJB berisiko tinggi mengalami malnutrisi sekunder. Gangguan status gizi tersebut berperan penting dalam memperburuk luaran klinis dan menurunkan kelangsungan hidup. Tujuan: Studi pendahuluan ini bertujuan untuk mendeskripsikan status gizi awal dan karakteristik klinis anak dengan PJB pirau kiri ke kanan sebelum menjalani intervensi penutupan defek di pusat rujukan nasional. Metode: Studi observasional deskriptif-eksploratif dilakukan di RSAB Harapan Kita pada 94 pasien anak terdiagnosis PJB pirau kiri ke kanan. Status gizi dinilai berdasarkan standar antropometri WHO (Z-score) menggunakan package anthroplus pada program R. Data dianalisis secara deskriptif dan eksplorasi bivariat. Hasil: Sebanyak 94 anak dilibatkan, mayoritas perempuan (55.3%) dengan median usia 35 bulan. PDA (42.6%) merupakan defek tersering, diikuti VSD (35.1%). Prevalensi malnutrisi ditemukan cukup tinggi: wasting/thinness (WHZ/BAZ) sebesar 33.0% (termasuk 14.9% severely wasted) dan stunting (HAZ) sebesar 35.1% (termasuk 13.8% severely stunted). Ukuran defek yang besar dan keberadaan hipertensi pulmonal berkaitan dengan status gizi yang lebih buruk. Sebesar 58.8% pasien yang menerima dukungan nutrisi berada pada kategori wasted/severely wasted, mencerminkan pola intervensi nutrisi yang bersifat reaktif terhadap kondisi gagal tumbuh. Simpulan: Status gizi awal anak dengan PJB pirau kiri ke kanan menunjukkan gangguan signifikan yang melampaui rata-rata nasional. Temuan ini menekankan pentingnya skrining gizi proaktif dan optimasi nutrisi agresif sebelum prosedur koreksi anatomis dilakukan.
Hubungan Pola Pemberian Makanan terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Jembrana, Bali Komang Srititin Agustina; Ni Rai Sintya Agustini; Ni Kadek Ayu Dwi Utami Ds
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 7 No. 1 (2026): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.7.1.9-20

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada balita akibat kekurangan gizi kronis. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah pola pemberian makan, termasuk frekuensi makan, jumlah makan, keberagaman makanan, dan pemberian makanan selingan (snack). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola pemberian makanan dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Jembrana, Bali. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain case-control ini melibatkan 64 balita usia 12–59 bulan yang terdiri dari 32 kasus dan 32 kontrol. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner pola pemberian makan dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Jenis kelamin (p=0,023), frekuensi makan (p=0,031), dan pemberian snack (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Balita dengan frekuensi makan tidak sesuai dan pemberian snack tidak terjadwal lebih banyak ditemukan pada kelompok stunting. Sementara itu, keberagaman makanan (p=0,594) dan jumlah makan (p=0,059) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Simpulan: Frekuensi makan dan keteraturan pemberian snack merupakan komponen pola pemberian makan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Edukasi mengenai pengaturan pola makan dan pemberian snack yang tepat perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan stunting.