cover
Contact Name
Aning Subiyatin
Contact Email
aningsubiyatin@umj.ac.id
Phone
+6281113803109
Journal Mail Official
myjmfkk@umj.ac.id
Editorial Address
Kantor UPT Jurnal Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan 15419 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Muhammadiyah Journal of Midwifery (MyJM)
ISSN : -     EISSN : 27228088     DOI : 10.24853
Core Subject : Health, Science,
MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MyJM) adalah jurnal ilmiah resmi yang diterbitkan secara rutin oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. MyJM terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi perempuan. Jurnal ini menerima artikel hasil penelitian, review article, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. MyJM mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS).
Articles 64 Documents
Pengaruh Edukasi Fatherhood terhadap Peningkatan Pengetahuan Suami dan Kesejahteraan Maternal dalam Mendukung Father-Ready Antenatal care di Desa Blimbingsari Mojokerto Pipit Sri Estuning Rahayu; Lukmi Wulandari; Fredlina Rossa Balindra
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 7 No. 1 (2026): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.7.1.21-30

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu masih menjadi tantangan kesehatan global, khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah rendahnya keterlibatan suami dalam perawatan kehamilan. Keterlibatan suami melalui pendekatan fatherhood diketahui dapat meningkatkan dukungan terhadap ibu hamil dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan maternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi fatherhood terhadap peningkatan pengetahuan suami dan kesejahteraan maternal dalam mendukung implementasi Father-Ready Antenatal care (F-ANC). Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Desa Blimbingsari, Kabupaten Mojokerto, dengan melibatkan 20 suami dan 20 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui penyuluhan, booklet edukatif, dan diskusi kelompok mengenai peran ayah dalam kehamilan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Edukasi fatherhood secara signifikan meningkatkan pengetahuan suami dari 28,40 ± 1,50 menjadi 38,95 ± 1,82 dengan nilai p=0,000. Kesejahteraan maternal juga meningkat secara signifikan dari 22,90 ± 1,16 menjadi 33,40 ± 1,43 dengan nilai p=0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi fatherhood efektif dalam meningkatkan pemahaman suami mengenai peran mereka selama kehamilan sekaligus memperkuat dukungan yang diterima ibu hamil. Simpulan: Edukasi fatherhood meningkatkan pengetahuan suami dan kesejahteraan maternal. Integrasi edukasi fatherhood dalam pelayanan antenatal berbasis keluarga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan keterlibatan suami selama kehamilan. Hasil penelitian ini memperkuat konsep Father-Ready Antenatal care sebagai pendekatan pelayanan maternal yang berorientasi pada keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu.
Hubungan Stres terhadap Kejadian Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri: Literature Review Hayyi’ Bintana Barkah; Noveri Aisyaroh
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.86-99

Abstract

Latar Belakang: Stres dapat diartikan sebagai respons fisik dan psikologis seseorang terhadap berbagai bentuk tekanan yang dihadapi, termasuk stres akademik yang sering dialami remaja. Keadaan ini diduga berkaitan dengan berbagai masalah menstruasi, termasuk ketidakteraturan siklus menstruasi, polimenore, oligomenore, serta amenore. Tujuan: Menganalisis keterkaitan stres terhadap masalah menstruasi yang dialami oleh remaja putri berdasarkan hasil telaah literatur. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur yang bersumber dari berbagai publikasi ilmiah terkait. Pencarian sumber ilmiah dilakukan pada database Google Scholar menggunakan istilah pencarian (“stres akademik” OR “stres”) AND (“gangguan menstruasi” OR “menstrual disorders”), sedangkan pada PubMed menggunakan istilah (“Academic Stress” OR Stress) AND (“Menstrual Disorders” OR “Menstrual Disorder”) dengan periode publikasi tahun 2020–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, dan diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria penelitian untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil: Seluruh artikel yang dianalisis mengindikasikan bahwa terdapat hubungan antara stres dengan gangguan menstruasi pada remaja putri. Tiga artikel secara khusus mengidentifikasi stres akademik dan stres akibat perang sebagai faktor yang berhubungan dengan gangguan menstruasi, sedangkan artikel lainnya melaporkan hubungan stres secara umum tanpa mengelompokkan jenis stres. Simpulan: Hasil telaah literatur menegaskan bahwa stres berhubungan dengan meningkatnya kejadian gangguan menstruasi pada remaja putri. Stres akademik merupakan jenis stres yang paling konsisten dilaporkan berkontribusi terhadap terjadinya gangguan menstruasi, meskipun beberapa penelitian belum mengidentifikasi jenis stres secara spesifik.
Hubungan Pengetahuan, Usia Kehamilan, Kunjungan Antenatal, dan Kondisi Kesehatan Ibu dengan Penggunaan Obat Swamedikasi pada Ibu Hamil Rizka Novia Atmadani; Anisa Kurniasari; Dinar Famora Arum; Mutiara Titani; Muhammad Hasan Wattiheluw
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 7 No. 1 (2026): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.7.1.31-42

Abstract

Latar Belakang: Pengobatan mandiri selama kehamilan tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat karena potensi risiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Meskipun praktik pengobatan mandiri di kalangan ibu hamil telah dilaporkan di berbagai tempat, bukti mengenai hubungan antara pengetahuan ibu, faktor-faktor terkait kehamilan, dan praktik pengobatan mandiri di layanan kesehatan primer Indonesia masih terbatas. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, faktor-faktor terkait kehamilan, dan praktik pengobatan mandiri di kalangan ibu hamil yang mengunjungi pusat layanan kesehatan primer di Kota Malang, Indonesia. Metode: Studi observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 96 ibu hamil yang mengunjungi tiga pusat layanan kesehatan primer di Kota Malang. Responden dipilih berdasarkan metode pengambilan sampel dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang menilai karakteristik ibu, faktor-faktor terkait kehamilan, pengetahuan tentang pengobatan mandiri, dan praktik pengobatan mandiri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Prevalensi pengobatan mandiri di kalangan ibu hamil adalah 24,0%. Pengetahuan ibu secara signifikan berhubungan dengan praktik pengobatan mandiri (p=0,034). Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan yang lebih rendah menunjukkan proporsi pengobatan mandiri yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki pengetahuan yang lebih baik. Pemanfaatan perawatan ANC juga secara signifikan berhubungan dengan praktik pengobatan mandiri (p=0,048). Sebaliknya, usia kehamilan dan kondisi kesehatan ibu tidak secara signifikan berhubungan dengan praktik pengobatan mandiri (p>0,05). Simpulan: Praktik pengobatan mandiri di kalangan ibu hamil secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan ibu dan pemanfaatan perawatan antenatal. Temuan ini menyoroti pentingnya memperkuat intervensi pendidikan dan mengintegrasikan konseling keamanan obat ke dalam layanan perawatan antenatal rutin untuk mendorong penggunaan obat yang rasional selama kehamilan.
Hubungan Status Gizi dan Dukungan Teman Sebaya dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Nadia Taqiyya; Winda Nur Musfiroh Agustin; Dewi Kartika Sari
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 7 No. 1 (2026): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.7.1.43-51

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi ketika pengetahuan mereka tidak memadai. Tingkat pengetahuan tersebut dapat berhubungan dengan status gizi sebagai faktor biologis dan dukungan teman sebaya sebagai sumber informasi dan bantuan sosial. Dengan demikian, hubungan antara kedua ciri ini dan pengetahuan kesehatan reproduksi membutuhkan penelitian lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat kesadaran kesehatan reproduksi remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan 44 siswi kelas sembilan dari SMP Islam Roudlotul Huda, Mojokerto, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Status gizi diperiksa menggunakan Indeks Massa Tubuh untuk Usia (BMI/A), sedangkan dukungan teman sebaya dan pengetahuan kesehatan reproduksi diukur dengan kuesioner. Korelasi antar variabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar responden menunjukkan status gizi yang memadai (88,6%), dukungan teman sebaya yang tidak memadai (47,7%), dan pemahaman kesehatan reproduksi yang tidak memadai (40,9%). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat kesadaran kesehatan reproduksi (p = 0,385). Ditemukan hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi (p < 0,001). Simpulan: Status gizi tidak berhubungan dengan tingkat kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri, namun dukungan teman sebaya menunjukkan hubungan yang signifikan. Meningkatkan pendidikan kesehatan reproduksi yang dipimpin oleh teman sebaya di sekolah dapat dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman remaja, yang didukung oleh pendidik dan ahli kesehatan.