cover
Contact Name
Heryyanoor
Contact Email
heryyanoor-2011@stikesintanmartapura.ac.id
Phone
+6285248198872
Journal Mail Official
lppm@stikesintanmartapura.ac.id
Editorial Address
Jl. Samadi No.1 Rt.1 Rw.1 Kel. Jawa Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan Telp./Fax : 0511-4721812
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
ISSN : 23383534     EISSN : 28072693     DOI : 10.54004
Core Subject : Health, Education,
The scope of this journal is to publish research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
PELAKSANAAN PELAYANAN PRIMA DALAM PENYELENGGARAAN DIKLAT DI BALAI PELATIHAN KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Raden Buyung Wijaya
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.6 KB) | DOI: 10.54004/jikis.v9i2.27

Abstract

Pendahuluan: Upaya memenuhi pelayanan kepada masyarakat, maka Bapelkes Provinsi Kalsel sebagai institusi publik telah menetapkan visi yaitu, menjadi penyelenggara diklat kesehatan terdepan dan terpercaya di Kalimantan. Hal ini diwujudkan bila penyelenggaraan diklat dilaksanakan secara professional serta berorientasi pada pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. Tujuan: untuk melakukan penelitian di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dengan judul penelitian “Pelaksanaan Pelayanan Prima Dalam Penyelenggaraan Diklat di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan”. Metode: Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan populasi. Informan penelitian pada penelitian ini terdiri atas 3 Staf Seksi Penyelenggaraan Pelatihan, 1 orang Widyaiswara, dan 3 orang mantan peserta latih pengguna layanan sebagai informan pendukung. Pemilihan informan kunci dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data secara observasi dan wawancara/interview. Hasil: Pelaksanaan pelayanan prima dalam penyelenggaraan diklat di Bapelkes Kalimantan Selatan ditinjau dari prosedur pelayanan telah memenuhi harapan. Kesimpulan: Pelayanan sesuai harapan pelanggan, waktu penyelesaian pelayanan belum jelas disampaikan, biaya pelayanan tidak membebani pelanggan, produk pelayanan sudah sesuai, kompetensi petugas memuaskan, sarana dan prasarana masih belum lengkap. Saran: tingkatkan pelayanan prima agar lebih optimal dan sesuai dengan harapan pelanggan
KAJIAN LITERATURE : PENGUNAAN TELEHEALTH PROGRAM DALAM PELAYANAN KESEHATAN REHABILITATIF Evanny Indah Manurung
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.419 KB) | DOI: 10.54004/jikis.v9i2.31

Abstract

Pendahuluan : Kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan menjadi salah satu faktor dalam memenuhi kesehatan yang optimal, terutama di tempat yang menyediakan pelayanan kesehatan, misalnya, rumah sakit, klinik, puskesmas, dan home care. Penggunaan teknologi dalam membantu pelayanan kesehatan yaitu, penggunaan teknologi untuk telehealth.. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan telehealth dalam pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan, yaitu metode kepustakaan atau literature review. Hasil yang didapatkan ada 10 artikel, yang menyebutkan penggunaan telehealth ini sangat efektif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama untuk klien dengan tempat tinggal yang jaraknya jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Kesimpulan : Penggunaan telehealth ini tidak hanya berguna untuk klien saja, tetapi juga untuk pemberi layanan kesehatan itu sendiri, yaitu, menambah tingkat pengetahuan para tenaga medis dan memperbaharui informasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang akan mereka berikan. Saran: Penggunaan telehealth dalam bidang keperawatan dapat meningkatkan asuhan keperawatan yang lebih optimal, terutama dikeperawatan Indonesia. Sebagai perawat komunitas misalnya, dalam memberikan asuhan keperawatan promosi kesehatan, metode telehealth sangat efektif.
TINGKAT KECEMASAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI BERDASARKAN PENGETAHUAN DI WILAYAH PUSKESMAS SIMPUR Tiara Lani
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.535 KB) | DOI: 10.54004/jikis.v9i2.32

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi lebih sering terjadi pada usia lanjut hal ini dikarenakan perubahan fisologis ataupun psikologisnya, penyakit ini juga menimbulkan rasa cemas pada penderitanya, hal ini dikarenakan kecemasan seseorang dipengaruhi oleh masalah kesehatan yang dialaminya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan lansia dengan hipertensi terhadap pengetahuan. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi responden dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Simpur Kalimantan Selatan, dengan sampel penelitian berjumlah 61 responden dengan metode simple random sampling. Hasil: pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa responden dengan pengetahuan baik memiliki tingkat kecemasan yang sedang, hal ini dapat dimaknai bahwa penderita hipertensi memiliki pengetahuan yang baik maka secara tidak langsung akan membatasi perilaku yang dapat memperberat kondisinya, tidak hanya itu penderita juga akan bersikap sesuai dengan pengetahuan yang di milikinya untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Kesimpulan: Penelitian ini dapat kesimpulan bahwa lansia dengan hipertensi di wilayah puskesmas simpur memiliki pengetahuan baik dengan tingkat kecemasan yang sedang. Saran: diharapkan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan wilayah simpur dapat lebih memperhatikan faktor psikis pada lansia yang dapat mempengaruhi atau memperburuk kesehatan fisik
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DENGAN PERTUMBUHAN PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU TAHUN 2021 Rusdiana Rusdiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.502 KB) | DOI: 10.54004/jikis.v9i2.34

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan permasalahan yang banyak ditemukan di negara berkembang, terutama di Indonesia. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, keterlambatan perkembangan motorik, dan terhambatnya pertumbuhan mental. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan pertumbuhan anak usia 0-5 tahun di wilayah Puskesmas Sungai besar Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak stunting usia 0 – 5 tahun. Sampel diperoleh menggunakan teknik total sampling, yaitu sebanyak 40 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Hasil: Analisis data menggunakan univariat dan bivariate menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan nilai p adalah 0,008 yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang stunting dengan pertumbuhan pada anak usia 0-5 tahun. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang stunting dan pertumbuhan pada anak usia 0-5 tahun. Saran: Pendidikan kesehatan sangat penting dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan pentingnya mengetahui pertumbuhan pada anak usia 0-5 tahun.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN MEKANISME KOPING PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MARTAPURA 2 KABUPATEN BANJAR Matini Nur Sukmawaty
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.45 KB) | DOI: 10.54004/jikis.v9i2.41

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menempati peringkat 10 besar dunia penyebab kematian yang mempunyai dampak negatif pada pskilogis penderitanya, salah satunya adalah kecemasan, sehingga  diperlukan mekanisme koping yang baik agar kecemasan yang dialami oleh penderita diabetes melitus dapat diatasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 242 orang dan didapatkan sampel sebanyak 71 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan data, responden dengan kecemasan berat 71,8%, kecemasan ringan 28,2%, koping adaptif 73,2%, responden dengan koping maladaptif 26,8%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh angka signifikan p = 0,034 < α 0.050. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada penderita Diabetes Melitus. Saran: Penderita diabetes melitus sebaiknya mengontrol hati dan pikiran sehingga memiliki mekanisme koping yang baik agar dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus.
HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PNEUMONIA PADA BALITA TAHUN 2020 Yohana Agustina Sitanggang; Shintya Shintya
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.595 KB) | DOI: 10.54004/jikis.v9i2.42

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyakit penyebab kematian pada anak- yang terlupakan, karena menyebabkan kematian lebih banyak dibandingkan penyakit lainnya seperti AIDs, malaria, dan campak namun mendapatkan perhatian yang semestinya (World Health Organization, 2016). Pentingnya orang tua mengetahui tentang pneumonia agar orang tua dapat mencegah dan segera melakukan pemeriksaan apabila terdapat tanda dan gejala pneumonia ataupun kekambuhan pneumonia pada balita. Tujuan: untuk mengetahui hubungan perilaku orang tua dengan tingkat kekambuhan pneumonia pada balita. Metode: Deskriptif dengan jenis penelitian korelasional digunakan dengan teknik sampling yaitu purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 58 dari populasi 140 balita. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Spearman’s Rho. Hasil: terdapat hubungan perilaku orang tua dengan tingkat kekambuhan pneumonia pada balita dengan tingkat kemaknaaan p = 0,004 < 0,05 dan angka koefisien korelasi bernilai negatif dan tingkat kekuatan korelasi lemah yaitu -0,370. Saran: perlu adanya peningkatkan perilaku orang tua pada balita dengan pneumonia agar terhindar dari terjadinya kekambuhan dan dapat dicegah sedini mungkin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA Diana Hardiyanti; Nanda Yuliana
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.15 KB) | DOI: 10.54004/jikis.v9i2.43

Abstract

Pendahuluan: Pola konsumsi natrium dan tingkat pengetahuan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tejadinya peningkatan tekanan darah. Di Puskesmas Cempaka hipertensi menduduki peringkat pertama penyakit terbanyak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola konsumsi natrium dengan tekanan darah pada penderita hipertensidi wilayah kerja Puskesmas Cempaka tahun 2021. Penelitian ini menggunakan Metode: analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional, Jumlah populasi 764 orang dan sampel 88 orang. Teknik pengambilan purposive sampling. Variabel bebas (tingkat pengetahuan dan pola konsumsi natrium) dan variabel terikat (tekanan darah pada penderita hipertensi). Instrumen berupa angket. Uji yang digunakan Rank Spearman. Hasil: Mayoritas tekanan darah menunjukkan hipertensi stage 2 (TD 160-180 mmHg) sebanyak 65,9%, berpengetahuan kurang sebanyak 54,5% dan pola konsumsi natrium kurang baik sebanyak 67,0%. Kesimpulan: ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pola konsumsi natrium dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran: Direkomendasikan kepada tenaga kesehatan dan puskesmas dapat memberikan informasi sebagai pengetahuan bagi penderita hipertensi tentang hipertensi dan pola konsumsi natrium guna meminimalisir dan menghindari terjadinya komplikasi.
APLIKASI MONITORING ANTENATAL CARE IBU HAMIL DENGAN PERANGKAT MOBILE DI PELAYANAN KESEHATAN: LITERATUR REVIEW Widi Lestari
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v10i1.46

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan antenatal care (ANC) merupakan strategi yang baik untuk meningkatkan perawatan Kesehatan ibu hamil di pelayanan kesehatan. Munculnya aplikasi monitoring ANC Ibu Hamil dengan perangkat mobile membantu manajemen memantau dan meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan ANC sehingga mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi di pelayanan kesehatan. Tujuan: Mereview literatur terkait penggunaan aplikasi monitoring ANC ibu hamil dengan perangkat mobile di pelayanan kesehatan. Metode: Menganalisa data secara sistematis dengan meninjau hasil literatur tentang Aplikasi Monitoring ANC Ibu Hamil Dengan Perangkat Mobile. Hasil: Penggunaan aplikasi monitoring ANC ibu hamil dengan perangkat mobile di pelayanan kesehatan memiliki banyak kegunaan dalam pelayanan ANC pada ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat banyak manfaat dari penggunaan aplikasi monitoring ANC ibu hamil dengan perangkat mobile. Saran: Diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan antenatal care dapat menggunakan perangkat mobile untuk melakukan monitoring pada ibu hamil.
PENGARUH BLADDER TRAINING TERHADAP INKONTINENSIA URIN PADA PASIEN POST OPERASI : LITERATURE REVIEW Rosiana Waicang
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v10i1.62

Abstract

Pendahuluan: Retensi urin pasca operasi sering terjadi pada pasien, jumlahnya mencapai 30%. Bladder training merupakan  upaya untuk mengembalikan fungsi urin yang mengalami gangguan kedalam keadaan normal atau fungsi optimal neurogenik. Belum banyak literature review terbaru yang membahas terkait pengaruh bladder training terhadap inkontinensia urine pada pasien post operasi. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk meninjau literature terkait pengaruh bladder training terhadap inkontinensia urine pada pasien post operasi  Metode: Pencarian literature menggunakan 4 database; ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar yang diterbitkan pada tahun 2017- 2022. Bahasa artikel adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kata kunci yang dipakai dalam penelitian ini sesuai dengan Medical Subject Heading (MeSH) yaitu: “Bladder Training” AND “Urine Incontinence” AND “Post Operation Patient”. Hasil: Diperoleh sebanyak 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi literature review yang telah ditetapkan. Kesimpulan: Bladder training pada 4 penelitian terbukti berpengaruh positif pada kandung kemih pasien post operasi dan pada 3 penelitian terbukti bahwa bladder training tidak berpengaruh signifikan pada kandung kemih pasien post operasi. Saran: Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait pengaruh bladder training pada pasien post operasi dengan menggunakan sampel yang lebih banyak untuk menghasilkan penelitian yang lebih akurat.
MOTIVASI BELAJAR ANAK PADA PROGRAM BELAJAR DARI RUMAH Dewi Irianti; Saufi Saufi
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v10i1.75

Abstract

Pendahuluan: Pemerintah telah mewajibkan untuk melakukan kegiatan di rumah, termasuk belajar dari rumah. faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya adalah faktor dari dalam keluarga. Peranan orang tua dalam suatu keluarga cukup kompleks, yaitu membimbing, membina, mengawasi dan memberikan pendidikan kepada anak. Orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman dalam mendidik anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar anak dengan tingkat pengetahuan orang tua pada program Belajar Dari Rumah (BDR). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif, dengan total populasi 67 orang. Sampel berjumlah 53 orang dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan 20 pertanyaan. Analisis Uji Spearman Rho. Variabel independent yaitu tingkat pengetahuan orang tua dan variabel dependennya adalah motivasi belajar anak. Hasil dan Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan motivasi belajar anak pada program Belajar Dari Rumah (BDR) dengan nilai ρ = 0,512 dan nilai korelasi sebesar -0,092. Saran: Disarankan kepada orang tua untuk mengawasi anak saat belajar untuk meningkatkan motivasinya.