cover
Contact Name
Heryyanoor
Contact Email
heryyanoor-2011@stikesintanmartapura.ac.id
Phone
+6285248198872
Journal Mail Official
lppm@stikesintanmartapura.ac.id
Editorial Address
Jl. Samadi No.1 Rt.1 Rw.1 Kel. Jawa Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan Telp./Fax : 0511-4721812
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
ISSN : 23383534     EISSN : 28072693     DOI : 10.54004
Core Subject : Health, Education,
The scope of this journal is to publish research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MEURAXA Nazri Fajrianda; Azwar, Eddy; Fahdhienie, Farrah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.318

Abstract

Pendahuluan: ISPA merupakan peradangan pada saluran pernapasan dan masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Berdasarkan data Puskesmas Meureubo tahun 2022, Puskesmas Meureubo memiliki kasus diare pada balita sebanyak 137 balita. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Alue Pisang Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2023. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Dilaksanakan 20 November-10 Desember 2023. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita di Puskesmas Alue Pisang sebanyak 894 balita. Sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 90 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu (p-value: 0,001), status imunisasi balita (p-value: 0,034), sikap ibu (p-value: 0,015), kebiasaan merokok keluarga (p-value:0,034) dengan kejadian ISPA pada balita. Tidak ada hubungan pendidikan ibu (p-value: 0,630) dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu, status imunisasi, sikap ibu, dan kebiasaan merokok keluarga dengan kejadian ISPA pada balita. Saran: Tenaga kesehatan masyarakat khususnya bagian promosi kesehatan dapat meningkatkan program edukasi kesehatan ibu balita, terutama terkait ISPA, melibatkan tenaga kesehatan dan penyuluh kesehatan di tingkat desa.
HUBUNGAN DIGITAL PARENTING DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN SOSIAL ANAK PRASEKOLAH DI PAUD TERPADU AISYIYAH 43 AL IHSAN Norkhalisa, Norkhalisa; Noorhasanah, Evy; Syafwani, M.; Anggeriyane, Esme
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.320

Abstract

Pendahuluan: Anak prasekolah berusia antara tiga sampai enam tahun atau dikenal dengan masa periode emas. Kecanduan perangkat elektronik pada usia prasekolah dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan dan masalah komunikasi pribadi dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan digital parenting dengan perkembangan bahasa dan sosial anak presekolah di PAUD Terpadu Aisyiyah 43 Al Ihsan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menghubungkan variabel digital parenting dengan variabel perkembangan bahasa dan sosial anak prasekolah dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan DDST II. Analisis data menggunakan uji spearman-rank. Sampel penelitian ini adalah murid kelas A beserta orang tuanya yang berjumlah 44 sampel, dengan teknik sampling total sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan nilai p = 0,001 < a (0,05) dan r = -0,499 dengan makna adanya hubungan yang cukup antara digital parenting dengan perkembangan bahasa anak prasekolah, dan nilai p = 0,000 < a (0,05) dan r = -0,671 dengan makna adanya hubungan yang kuat antara digital parenting dengan perkembangan sosial anak prasekolah di PAUD Terpadu Aisyiyah 43 Al Ihsan. Kesimpulan: Digital parenting berhubungan dengan perkembangan bahasa dan sosial pada anak. Saran: Orang tua bisa menerapkan digital parenting yang baik agar perkembangan bahasa dan sosial anak berkembang sesuai dengan umurnya.
EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI MADU (Apis dorsata) DAN SARI BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) Rerung, Lola’ Tulak; Marhamah, Marhamah; Fajri, Muh Danial
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.324

Abstract

Pendahuluan: Lip balm merupakan produk kosmetik yang berfungsi melembabkan dan melindungi bibir dari polusi serta paparan sinar UV. Madu (Apis dorsata) mengandung flavonoid seperti flavanon, flavon, dan khalkon yang berperan sebagai antioksidan. Buah naga merah (Hylocereus costaricensis) mengandung antosianin, vitamin C, flavonoid, betasianin, dan karotenoid yang memberi warna sekaligus bersifat antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui mutu fisik lip balm dari kombinasi madu dan sari buah naga merah dengan variasi konsentrasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Sampel adalah 3 formula lip balm yang diuji dalam 3 replika. Sampel diperoleh melalui purposive sampling dari pasar tradisional di Ternate. Variabel bebas adalah kombinasi konsentrasi (3%:2%, 3%:3%, dan 3%:4%), sedangkan variabel terikat mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, dan daya sebar. Instrumen adalah pH meter, gelas objek, beban standar dan stopwatch. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat  dan daya sebar pada F1 (3%:2%)  dan F2 (3%:3%) telah memenuhi persyaratan sedangkan hasil pengujian daya lekat pada F3 (3%:4%) belum memenuhi persyaratan. Kesimpulan: Kombinasi F1 dan F2 layak dikembangkan lebih lanjut sebagai produk lip balm karena telah memenuhi seluruh parameter. Saran: Disarankan untuk dilakukan uji hedonik serta pengembangan bentuk sediaan lain seperti lip cream.
PENGARUH MILIEU THERAPY: PLANT THERAPY TERHADAP PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL PASIEN SKIZOFRENIA Lani, Tiara; Raziansyah, Raziansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.384

Abstract

Pendahuluan: Interaksi sosial pasien skizofrenia dapat diartikan individu mampu mengungkapkan perasaannya, baik perasaan positif maupun negatif, tanda dan gejala pasien skizofrenia dengan gangguan interaksi sosial diantaranya kesulitan melakukan hubungan dengan orang lain, hal ini dapat menyebabkan pasien akan mengisolasi diri, dan tidak mau berkomunikasi dengan orang lain. Penurunan interaksi sosial dapat di tangani salah satunya dengan diberikan terapi lingkungan, diantaranya plant therapy (terapi berkebun). Tujuan: penelitian ini menganalisis pengaruh Milieu Therapy: Plant Therapy Terhadap Peningkatan Interaksi Sosial Pasien Skizofrenia. Metode: Desain  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis  penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment , dengan jumlah 20 responden dengan teknik sampling purposive sampling, kuesioner yang digunakan adalah kuesioner yang mengukur interkasi sosial pasien skozofrenia. Hasil : Setelah dilakukan uji normalitas dan Homogenitas dengan hasil seluruh nilai lebih besar dari 0,05 maka dilanjutkan dengan uji Paired T-Test diadapatkan nilai signifikansi sebesar 0,006 yang mana hasil tersebut < 0,05 maka disimpulkan bahwa ada pengaruh Milieu Therapy: Plant Therapy terhadap peningkatan interaksi social pasien skizofrenia. Kesimpulan: Milieu Therapy: Plant Therapy dapat digunakan sebagai implementasi terapi aktivitas kelompok (TAK) dengan metode berkebun sebagai intervensi non-farmakologis untuk meningkatkan keterlibatan sosial dan komunikasi pasien.
PENGARUH SENI MERONCE MANIK-MANIK TERHADAP STIMULASI KOGNITIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR Angreani, Mery; Jariyah, Mufidatul; Sholiha, Siti Robi'atus
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.393

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan kognitif anak memainkan peran penting dalam kemampuan belajar, berpikir, dan menyelesaikan masalah. Meronce manik-manik adalah salah satu kegiatan yang mampu mengembangkan motorik halus anak. Seni meronce anak akan mengenal beberapa pola warna dan bentuk antara lain bentuk geometri, sehingga kegiatan meronce ini sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh seni meronce manik-manik terhadap stimulasi kognitif anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah anak usia 8 tahun dengan jumlah responden sebanyak 40 siswa. Uji hipotesis menggunakan Teknik Uji Wilcoxon Signed Rank. Data dianalis menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (72,5%) dan sisanya laki-laki (27,5%), dengan seluruh responden berusia 8 tahun. Terdapat peningkatan kemampuan kognitif anak setelah diberikan intervensi kegiatan meronce manik-manik dengan hasil p = 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Kegiatan seni meronce manik-manik yang diterapkan dalam pembelajaran kewirausahaan terbukti memberikan pengaruh terhadap stimulasi kognitif anak. Saran: Penting bagi anak usia sekolah untuk melakukan stimulasi kognitif guna untuk meningkatkan kemampuan belajar, berpikir, dan menyelesaikan masalah.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus epidermidis Pratiwi, Dian; Mutia, Liza; Panduwati, Digna Renny; Aghesiyah, Iftah Fitri
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.397

Abstract

Pendahuluan: Tanaman andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) adalah tanaman khas Sumatera Utara. Andaliman dapat memberikan banyak manfaat seperti dijadikan sebagai obat tradisonal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol buah andaliman dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental. Buah andaliman segar diperoleh dari Pasar MMTC Kota Medan menggunakan teknik random sampling dan diekstraksi menggunakan pelarut etanol. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus epidermidis menggunakan variasi konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat yang diukur dalam satuan milimeter dan diklasifikasikan ke dalam kategori lemah (<5 mm), sedang (5–10 mm), kuat (10–20 mm), dan sangat kuat (>20 mm). Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif untuk mengidentifikasi metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid.  Hasil: Hasil skrining fitokimia andaliman mengandung senyawa metabolik sekunder diantaranya adalah senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Kandungan yang terdapat dalam andaliman dapat berfungsi sebagai antibakteri. Pada hasil identifikasi morfologi bakteri Staphylococcus epidermidis bahwa bakteri berwarna ungu/violet, berbentuk coccus yang bergerombol seperti anggur dan berukuran kecil. Hasil uji antibakteri buah andaliman sebesar 6,5 mm termasuk dalam kategori sedang. Kesimpulan: Ekstrak andaliman dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. 
INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PINGGANG, DAN AKTIVITAS FISIK SEBAGAI DETERMINAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA USIA DEWASA Dewanti, Nisa; Diana, Meli
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.398

Abstract

Pendahuluan: Hiperurisemia adalah kondisi meningkatnya kadar asam urat akibat kelebihan produksi atau penurunan ekskresi, dan prevalensinya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup, pola makan tinggi purin, obesitas, serta rendahnya aktivitas fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, dan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada usia dewasa. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan mengukur hubungan IMT, lingkar pinggang, dan aktivitas fisik terhadap angka kejadian hiperurisemia pada usia dewasa, sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, sebanyak 49 responden. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner pengukuran aktivitas fisik, pemeriksaan fisik pengukuran IMT dan lingkar pinggang serta pemeriksaan asam urat. Data dianalisis dengan uji korelasi Chi-square. Hasil: Kejadian hiperurisemia ditemukan pada responden dengan status gizi overweight dan obesitas (24,5%), serta meningkat pada individu dengan lingkar pinggang besar (14,3%) dan aktivitas fisik rendah (18,4%). Uji statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara IMT, lingkar pinggang, dan aktivitas fisik dengan kejadian asam urat (p < 0,01). Kesimpulan: Obesitas dan aktivitas fisik rendah merupakan faktor determinan penting terhadap kejadian Hiperurisemia. Saran: Masyarakat diharapkan menjaga berat badan ideal, mengontrol lingkar pinggang, dan meningkatkan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan hiperurisemia
Hubungan Self Care Management Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Siswati; Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah; Desy Siswi Anjar Sari; Fitri Firranda Nurmalisyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.412

Abstract

Pendahuluan: Penatalaksanaan hipertensi pada lansia merupakan tantangan bagi dunia kesehatan mengingat jumlah lansia dengan hipertensi semakin meningkat. Keterlibatan secara langsung dan kemampuan pasien dalam mengelola perawatan diri diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan darah tetap stabil. Tujuan: mengetahui hubungan self care management dengan tekanan darah pada lansia hipertensi, Metode: penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan crossectional, populasi lansia dengan hipertensi sejumlah 98 dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 44, pengumpulan data variabel independent self care management menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, variabel dependen tekanan darah diambil dari hasil pengukuran saat posyandu. Analisa data menggunakan spearman rank. Hasil: pengolahan data didapatkan self care management 56,8% responden tergolong kategori baik dan tekanan darah 68,2% tergolong dalam kategori hipertensi ringan, uji spearman rank p=0,067 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan self care management dengan tekanand arah pada lansia hipertensi. Kesimpulan: self care management yang telah dilakukan lansia membutuhkan validasi terkait kondisi kesehatan lansia, yang artinya banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada lansia, dalam kondisi ketaatan yang ketat dapat membuat lansia stres yang tidak disadari.  Saran: Perlu mempertimbangkan variabel moderator yang dapat mempengaruhi hubungan antara self care management dengan tekanan darah.
ANALISIS PERILAKU PENGGUNAAN KARTU KEMBANG ANAK (KKA) TERHADAP PEMANTAUAN PERKEMBANGAN BALITA Pusparina, Iis; Ikasari, Filia Sofiani; Rahmi, Mutiara
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.414

Abstract

Pendahuluan:  Masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang tidak diatasi dengan baik akan berdampak pada siklus pertumbuhan dan perkembangan anak di usia selanjutnya. Pemantauan perkembangan balita masih merupakan tantangan utama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak. Tenaga kesehatan masih menghadapi kendala dalam melakukan edukasi kepada orangtua mengenai pentingnya pemantauan perkembangan anak secara rutin. Hal ini menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan cakupan pemantauan perkembangan anak yang lebih komprehensif. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis perilaku penggunaan Kartu Kembang Anak yang meliputi pengetahuan, sikap, tindakan ibu terhadap pemantauan  perkembangan balita di Desa Sungai Tuan Ulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dan sampel penelitian berjumlah 39 responden menggunakan teknik total sampling, analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemantauan perkembangan balita adalah pengetahuan, sikap dan tindakan dengan nilai p < 0,05 dengan uji Chi square, Kesimpulan: Seluruh ibu berpengetahuan baik tentang penggunaan Kartu Kembang Anak, sikap dan tindakan juga berhubungan pemantauan perkembangan balita. Saran: Ibu hendaknya terus menerus menggunakan Kartu Kembang Anak agar perkembangan anak terus dapat dipantau sesuai dengan umurnya.
PENGARUH ANSIETAS DAN GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN SINDROM DISPEPSIA FUNGSIONAL Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Widyarni , Ari; Noorhidayah, Noorhidayah; Irianty, Hilda; Mahmudah, Mahmudah; Norfai, Norfai
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.416

Abstract

Pendahuluan: Pengalaman menempuh pendidikan yang penuh dengan perjuangan, membuat siswa rentan mengalami gangguan cemas dan perubahan pada pola tidur. Salah satu masalah kesehatan fisik yang timbul dari efek kecemasan dan gangguan pola tidur yang dialami seseorang adalah masalah pada fungsi pencernaan yang menimbulkan sindrom dispepsia fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ansietas dan gangguan pola tidur terhadap sindrom dispepsia fungsional. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan besar sampel 55 responden. Instrumen yang digunakan  yaitu kuesioner ansietas dan pola tidur. Analisis data menggunakan uji t. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa secara parsial ansietas berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,193 > t tabel 2,007. Gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,168 > t tabel 2,007. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel ansietas dan gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dengan Fhitung 4,321 > Ftabel 3,17. Kesimpulan: Ansietas dan gangguan pola tidur yang dialami siswa berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan. Saran: Kepada siswa agar dapat menghindari terjadinya ansietas dan menjaga pola tidur agar tidak menimbulkan sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan.