cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnal.diksi01@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
ISSN : 28093585     EISSN : 28093593     DOI : https://doi.org/10.53299/diksi.v2i1
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial dengan e-ISSN: 2809-3593 dan p-ISSN: 2809-3585 merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan pemikiran pada bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Kajian dibidang pendidikan antara lain, kebijakan-kebijakan pendidikan, implementasi pendidikan di satuan pendidikan, proses pembelajaran, dan kajian lainnya keterkaitannya dengan pendidikan. Kemudian kajian dibidang sosial kemasyarakatan diantaranya, kehidupan masayarakat lokal suatu daerah, perkembangan jaman terhadap perubahan tingkah laku masayarakat, dan kajian-kajian lainnya terkait kehidupan sosial masyarakat. Jurnal Diksi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu dan terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Pengembangan Keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration) dalam Pembelajaran Abad Ke-21 Nuryati, Nuryati; Nurrahmah, Nurrahmah; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Syarifudin, Syarifudin; Nurhayati, Sri
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4164

Abstract

Keterampilan abad ke-21 yang dikenal dengan istilah 4C, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration, merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar. Guru memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan keterampilan tersebut ke dalam proses pembelajaran, sehingga persepsi guru menjadi faktor penting yang memengaruhi implementasinya di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai persepsi guru sekolah dasar terhadap pengembangan keterampilan 4C pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain explanatory sequential, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif dan dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif untuk memperdalam dan menjelaskan temuan kuantitatif. Subjek penelitian pada tahap kuantitatif terdiri atas 30 guru sekolah dasar dari beberapa sekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mencakup empat aspek keterampilan 4C dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap sejumlah guru terpilih dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap pengembangan keterampilan 4C berada pada kategori baik, dengan aspek kolaborasi dan komunikasi memperoleh skor lebih tinggi dibandingkan aspek berpikir kritis dan kreativitas. Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu, tuntutan penyelesaian materi, serta orientasi penilaian pada jawaban benar menjadi faktor yang menghambat pengembangan berpikir kritis dan kreativitas siswa. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada pembelajaran dan asesmen yang mendorong pengembangan keterampilan 4C secara seimbang di sekolah dasar.
Analisis Pengaruh Pengalaman Mengajar dan Pengembangan Kompetensi terhadap Pr ofesionalisme Guru MI/SD Rosyidah, Mu’alifah Diana Nur; Aisy, Maulidya Rohadatul; Fairuzzaman, Nabila Dizza; Munawir, Munawir
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4166

Abstract

Profesionalisme guru adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar. Namun masih terdapat berbagai permasalahan terkait rendahnya profesionalisme guru yang dipengaruhi oleh pengalaman mengajar dan pengembangan kompetensi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman mengajar dan pengembangan kompetensi terhadap profesionalisme guru MI/SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berskala Likert menggunakan Google Form kepada responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi pengalaman mengajar (X1), pengembangan kompetensi (X2), dan profesionalisme guru (Y). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik berupa uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman mengajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru, terutama dalam aspek pemahaman karakter siswa dan pengelolaan kelas. Guru dengan pengalaman mengajar lebih dari sepuluh tahun cenderung memiliki kematangan praktik yang lebih tinggi. Selain itu, pengembangan kompetensi juga berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru, terutama melalui pembelajaran mandiri dan pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, kedua variabel tersebut memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru MI/SD. 
Sistem Among Ki Hadjar Dewantara Sebagai Upaya Memanusiakan Siswa dalam Pendidikan Karakter Chiaralazzo, Monica Innanda; Dewi, Ellen Sintya
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4174

Abstract

Pendidikan nasional saat ini menghadapi krisis karakter yang diduga berkaitan dengan masih dominannya pola pendidikan otoriter yang berakar pada sistem kolonial. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem Among Ki Hadjar Dewantara sebagai upaya memanusiakan siswa dalam pendidikan karakter melalui pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Prosedur penelitian mengacu pada kerangka PRISMA yang meliputi tahap identifikasi, seleksi, dan sintesis terhadap 13 artikel terakreditasi (2016–2026), dengan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara tematik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Among merupakan antitesis pendidikan penindasan yang mengedepankan "tuntunan" sesuai kodrat alam dan kemerdekaan. Proses humanisasi dilakukan melalui sinergi Asah, Asih, dan Asuh serta mekanisme Ngerti, Ngrasa, dan Nglakoni untuk mengintegrasikan dimensi cipta, rasa, dan karsa. Reposisi guru sebagai "Pamong" melalui Trilogi Kepemimpinan terbukti menciptakan ekosistem belajar yang demokratis dan inklusif. Filosofi ini tetap relevan sebagai fondasi Kurikulum Merdeka dalam membentuk Profil Pelajar Pancasila guna menjawab tantangan era digital. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji implementasi empiris Sistem Among dalam konteks pembelajaran konkret guna memperkuat validitas praktis dan kontribusi aplikatifnya dalam pendidikan karakter.
Pengaruh Lingkungan Belajar Ramah Anak terhadap Rasa Aman Psikologis Siswa Sekolah Dasar Simanjuntak, Awan Catharina Letare; Ginting, Fitriani Meslin Br.; Situmorang, Cindy Fatika Sari; Ketaren, Maya Alemina
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan belajar yang ramah anak dengan rasa aman psikologis siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan pada rentang tahun 2023–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang menerapkan prinsip ramah anak meliputi keamanan fisik, kenyamanan emosional, interaksi sosial yang positif, kebijakan pencegahan perundungan, serta keterlibatan aktif siswa memberikan kontribusi positif terhadap terbentuknya rasa aman psikologis. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya kepercayaan diri, menurunnya kecemasan, keberanian siswa dalam berpartisipasi, serta bertambahnya motivasi belajar. Relasi guru dan siswa yang harmonis serta pembelajaran yang inklusif turut memperkuat kesejahteraan emosional peserta didik. Dengan demikian, penerapan lingkungan belajar ramah anak tidak hanya berperan sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga sebagai strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kesejahteraan psikologis siswa secara menyeluruh. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan studi dengan desain longitudinal guna mengetahui pengaruh jangka panjang dari penerapan lingkungan ramah anak terhadap perkembangan akademik dan psikologis siswa. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan memasukkan variabel lain seperti keterlibatan orang tua, dukungan teman sebaya, serta kepemimpinan sekolah agar hasil yang diperoleh lebih komprehensif. Penelitian berikutnya juga dianjurkan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) untuk menggali pengalaman siswa secara lebih mendalam. Di samping itu, perlu dilakukan pengembangan serta pengujian model intervensi berbasis Sekolah Ramah Anak di berbagai konteks wilayah agar implementasinya lebih adaptif dan berkelanjutan.
Kualitas Fasilitas Pembelajaran dalam Pendidikan Tata Boga: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Hubungannya dengan Pencapaian Kompetensi Iktarastiwi, Nasfati
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4208

Abstract

Pendidikan tata boga sebagai bagian dari pendidikan vokasi menekankan pentingnya penguasaan keterampilan praktis yang didukung oleh ketersediaan fasilitas pembelajaran yang memadai. Akan tetapi, masih terdapat kesenjangan antara kondisi fasilitas yang tersedia dengan standar industri, yang berpotensi memengaruhi pencapaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas fasilitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi dalam pendidikan tata boga. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 5 artikel ilmiah dari berbagai basis data dalam rentang sepuluh tahun terakhir melalui proses seleksi, ekstraksi data, dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas fasilitas pembelajaran, terutama fasilitas praktik seperti laboratorium dan peralatan yang sesuai dengan standar industri, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kompetensi teknis, ketepatan prosedur kerja, serta penerapan standar higiene dan sanitasi. Pemanfaatan fasilitas dalam pembelajaran berbasis praktik juga berkontribusi dalam meningkatkan soft skills serta kesiapan kerja lulusan. Karena itu, fasilitas pembelajaran dapat dipandang sebagai faktor strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di bidang tata boga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji hubungan tersebut secara lebih komprehensif melalui pendekatan kuantitatif dengan model struktural seperti Structural Equation Modeling (SEM) atau desain longitudinal, serta mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti desain pembelajaran, intensitas praktik, dan kompetensi instruktur, agar diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang fasilitas pembelajaran terhadap kompetensi dan kesiapan kerja lulusan.
Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Pradnya, Diantari; Marhaeni, Dwi; Artini, Sri; Rati, Wayan
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4293

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan tidak lepas dari peran pendidik dan tenaga kependidikan dalam menjalankan proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya masih terdapat perbedaan dalam pengimplementasian standar di setiap satuan pendidikan yang berdampak pada kualitas layanan pendidikan. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian yang lebih mendalam untuk melihat bagaimana standar tersebut diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan di jenjang Sekolah Dasar, dengan fokus studi kasus di SD Saraswati 1 Denpasar. Urgensi penelitian ini didasarkan pada perlunya pemahaman yang mendalam terhadap standar kualifikasi dan kompetensi sesuai Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Data dikumpulkan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Temuan penelitian menunjukkan bahwa SD Saraswati 1 Denpasar telah memenuhi sebagian besar kriteria Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, di mana 100% guru memiliki kualifikasi minimal S-1 dan 90% di antaranya telah memiliki literasi teknologi yang baik dalam pembelajaran. Selain itu, sekolah didukung oleh tenaga kependidikan yang lengkap, termasuk tenaga administrasi, perpustakaan, dan keamanan, guna menunjang operasional sekolah. Konmpetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional para pendidik telah diimplementasikan melalui pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guna menjamin profesionalisme dan daya adaptasi pendidik di tingkat Sekolah Dasar, diperlukan komitmen yang kuat dalam menerapkan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan secara konsisten. Sejalan dengan temuan tersebut, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji implementasi standar pada konteks yang lebih luas serta mengindentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketercapaiannya. 
Analisis Kebutuhan Multimedia Interaktif Berbantuan Qr-Code pada Materi Sistem Tata Surya Siswa Sekolah Dasar Jannah, Kirani Roudhatul; Putri, Kharisma Eka; Sulistiono, Sulistiono
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif berbantuan QR-Code pada materi sistem tata surya untuk siswa kelas VI sekolah dasar. Fokus utama kajian ini adalah untuk memetakan spesifikasi media yang paling relevan dalam mengatasi hambatan visualisasi materi yang bersifat abstrak. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sugihwaras I dengan melibatkan subjek penelitian sebanyak 39 siswa dan 2 guru kelas. Data dikumpulkan melalui teknik observasi proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan 2 guru kelas, serta penyebaran angket kebutuhan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam proses pembelajaran di lapangan, di mana 90% siswa merasa jenuh terhadap dominasi metode ceramah dan penggunaan media statis. Selain itu, 82% siswa mengalami kesulitan dalam memvisualisasikan konsep-konsep kompleks seperti urutan, serta karakteristik spesifik tiap planet. Temuan data mengungkap bahwa meskipun fasilitas teknologi seperti proyektor, laptop, dan smartphone di sekolah sudah memadai, pemanfaatannya sebagai media pembelajaran digital inovatif belum berjalan optimal. Analisis kebutuhan juga menunjukkan bahwa siswa sangat mendambakan media yang mengintegrasikan elemen audio, visual, dan soal online yang dapat diakses secara mandiri. Oleh karena itu, pengembangan multimedia interaktif berbantuan QR-Code dinilai sangat mendesak untuk diimplementasikan guna meningkatkan pemahaman konsep, retensi ingatan, serta motivasi belajar siswa pada materi sistem tata surya.
Pembelajaran Al-Kitābah Berbasis Cooperative Learning melalui Strategi Numbered Heads Together di Madrasah Aliyah Alkhairat Bobo Krisna, Krisna; Akhiryani, Atna; Idhan, Mohamad
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4371

Abstract

Penelitian ini di fokuskan pada upaya untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran al-kitābah menggunakan model Cooperative Learning melalui strategi Numbered Heads Together serta menganalisis dampaknya pada keterlibatan siswa dalam aktivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian tersebut terdiri atas 1 guru bahasa Arab dan 23 siswa kelas XI Madrasah Aliyah Alkhairat Bobo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian didapat melalui observasi, wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa implementasi strategi Numbered Heads Together bisa meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kelompok, memperkuat kerja sama antaranggota kelompok, serta membantu siswa memahami struktur kalimat bahasa Arab secara lebih sistematis. Melalui diskusi kelompok, siswa bisa saling bertukar ide, memperkaya kosakata, serta memperbaiki kesalahan tata bahasa sebelum menuliskannya dalam bentuk paragraf. Terkait dengan hal itu, model Cooperative Learning melalui strategi Numbered Heads Together bisa menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab di Madrasah Aliyah.
Manajemen Pesantren dalam Meningkatkan Perilaku Santri Berwawasan Lingkungan: A Systematic Literature Review Achmad Zailani; Oki Dermawan; Muhammad Anas Maarif
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4210

Abstract

Pesantren, atau sekolah berasrama Islam, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa, termasuk pengembangan perilaku pro-lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan disiplin komunal. Namun, studi-studi sebelumnya tentang pesantren ramah lingkungan, program pesantren hijau, pendidikan lingkungan, dan nilai-nilai ekologi Islam masih terfragmentasi dan belum cukup menjelaskan bagaimana pengelolaan pesantren berfungsi sebagai mekanisme kelembagaan untuk memperkuat perilaku ekologis siswa. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis meninjau dan mensintesis penelitian sebelumnya tentang pengelolaan pesantren dalam memperkuat perilaku pro-lingkungan siswa. Tinjauan Pustaka Sistematis dilakukan dengan mengikuti kerangka kerja PRISMA 2020. Artikel-artikel relevan yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2026 diidentifikasi melalui Scopus, Google Scholar, DOAJ, Garuda, jurnal terindeks SINTA, dan Crossref menggunakan kata kunci yang terkait dengan pesantren ramah lingkungan, pengelolaan pesantren, pendidikan lingkungan, dan perilaku pro-lingkungan. Setelah penyaringan dan penilaian kelayakan, 12 artikel dimasukkan dalam sintesis akhir dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Temuan mengungkapkan lima tema utama: strategi pengelolaan pesantren ramah lingkungan, kepemimpinan kyai dan budaya institusional, internalisasi nilai-nilai lingkungan Islam, literasi lingkungan dan pembiasaan perilaku, serta tantangan implementasi. Tinjauan ini menunjukkan bahwa perilaku pro-lingkungan siswa diperkuat ketika program lingkungan secara sistematis diintegrasikan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, implementasi, pengawasan, dan evaluasi. Studi ini menyiratkan bahwa pesantren perlu melembagakan pengelolaan pesantren ramah lingkungan melalui kebijakan yang jelas, komitmen kepemimpinan, fasilitas yang memadai, dan evaluasi berkelanjutan untuk mendukung pendidikan Islam yang berorientasi pada keberlanjutan.
Implementasi Sociopreneurship dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Nilai Sosial: Studi Kasus Smart Batik Indonesia Farida Nurul Azizah; Wening Nur Fadhillah; Anik Widiastuti
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4233

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui kewirausahaan sosial menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat nilai-nilai sosial. Praktik sociopreneurship dalam berwirausaha telah berkembang sebagai strategi penting untuk pengembangan bisnis. Seiring dengan perkembangan tersebut, banyak entrepreneur yang bertransformasi menjadi sociopreneur, salah satunya adalah Smart Batik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Smart Batik Indonesia mengimplementasikan konsep sociopreneurship dalam kegiatan usahanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa implementasi konsep sociopreneurship dalam kegiatan usaha Smart Batik Indonesia, sementara subjek penelitian yaitu pendiri atau owner Smart Batik Indonesia. Informan tersebut dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang didasarkan pada keterlibatan dan pengetahuan terhadap aktivitas sociopreneurship yang dijalankan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara sebagai sumber data primer serta berbagai sumber literatur yang relevan dengan sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Batik Indonesia mengalami transformasi dari entrepreneur menjadi sociopreneur yang diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat, terutama pada ibu rumah tangga dan lansia di wilayah Kulon Progo dan Gunungkidul. Dalam penguatan nilai sosial, Smart Batik Indonesia menjalin kerja sama dengan asosiasi guru, komunitas, serta mengembangkan motif batik yang berkaitan dengan isu-isu aktual di masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep sociopreneurship dapat menjadi model pengembangan usaha yang efektif dalam menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi dan dampak sosial, sehingga berpotensi menjadi alternatif solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan informan dengan melibatkan para pembatik dan berbagai pihak yang terlibat dalam praktik sociopreneurship guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak yang dihasilkan.