cover
Contact Name
Saepul Anwar
Contact Email
saefull@upi.edu
Phone
+6281320462835
Journal Mail Official
taklim@upi.edu
Editorial Address
Kantor Jurnal TAKLIM, Gedung Nu'man Somantri (FPIPS), Lantai 2 R. 205-206, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 23374276     EISSN : 2776026X     DOI : http://dx.doi.org/10.13039/501100005115
Core Subject : Religion, Education,
Articles to be received and published in the Journal of TAKLIM are included in the scope of Islamic Education. The areas listed below are indicative only. The editorial board also welcomes innovative articles in the scope of Islamic Education.
Articles 83 Documents
PENGUATAN AKIDAH MENGGUNAKAN MODEL AMTSAL AL-QURAN Syafe'i Makhmud; Syahidin Syahidin; Mokh Iman Firmansyah; Kokom Siti Komariah; Ega Nasrudin
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v20i2.53177

Abstract

MODEL PENGEMBANGAN POTENSI DAN PEMBANGUNAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA PESANTREN INTEGRASI Asnawi Asnawi; Mahmutarom Mahmutarom; Ifada Retno Ekaningrum; Nanang Nurcholis
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v21i1.53033

Abstract

AbstractThis study aims to describe how Islamic boarding schools are integrated into developing students' potential and character building. The research method used is a qualitative research method with the type of library research (Library research. The primary sources are the Qur'an and al-Hadith, and are supported by the work of scholars and Islamic education experts.The results of this study explain the need for developing a pesantren education system, namely the integrated boarding school. Pesantren integration is a new pesantren model which in its implementation level, integrates religious and general knowledge with its central vision is to encourage the realization of the ulil albab millennial generation. The implications of this integration learning process can make students who are professional in their fields and have a balanced character between thinking (intellectual) or intellectual intelligence (Intellectual Question), emotion (taste) or emotional intelligence (Emotional Question and intelligence of heart (Spiritual Question).Keywords: Pesantren Integration, Ulil Albab, Professional Students, Character, Intellectual Question (IQ), Emotional Question (EQ), and Spiritual Question (SQ) AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh manakah pesantren integrasi dalam mengembangkan potensi peserta didik dan pembangunan karakter secara seimbang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian perpustakaan (Library research. Sumber primernya Al-Qur’an dan al-Hadits, dan didukung karya para ulama dan pakar pendidikan Islam. Hasil penelitian ini menjelaskan perlunya pengembangan sistem pendidikan pesantren yaitu pesantren integrasi. Pesantren integrasi adalah model pesantren baru yang dalam tataran implementasi pembelajarannya menggabungkan kurikulum pendidikan agama dan kurikulum pendidikan umun secara integral, dengan visi utamanya adalah mendorong terwujudnya generasi millenial ulil albab.  Implikasi dari proses pembelajaran integrasi ini dapat menjadikan santri yang profesional di bidangnya dan memiliki karakter yang seimbang antara daya pikir atau kecerdasan intelektual (Intelektual Question), daya Emosional (rasa) atau kecerdasan emosional ( Emosional Question) dan kecerdasan hati (Spiritual Question).Kata Kunci: Integrasi Pesantren, Ulil Albab, Santri Profesi, Karakter, Intelektual Question (IQ), Emosional Question (EQ), dan Spiritual Question (SQ)
KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMP KOTA SEMARANG Dimas Khijri Saputra; Ahmad Maghfurin; Nasirudin Nasirudin
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v21i1.55751

Abstract

AbstactThis study shows that: 1). The readiness of PAI teachers in implementing the independent learning curriculum in Islamic Religious Education and Moral Education subjects at SMP Negeri 1 Semarang City has cognitively understood the concept of independent learning curriculum and is affectively very optimistic because the Merdeka Learning platform provides opportunities for teachers to continue learning and developing their competencies and provide opportunities for teachers and education staff to be able to obtain quality training materials by accessing them independently. Meanwhile, institutionally, teachers are supported by schools from the aspect of facilities and infrastructure. Meanwhile, the readiness of PAI teachers at Nasima Middle School, Semarang City, cognitively understands the concept of the Free Learning curriculum and is affectively very enthusiastic because the independent learning curriculum has many advantages. However, in terms of skills, teachers experience problems due to minimal experience, limited references and difficult time management. 2). Implementation of the Freedom to Learn curriculum in the subject of Islamic Religious Education and Characteristics by Islamic Religious Education teachers at SMP Negeri 1 Semarang City applying Problem based learning, Experiments, Peer Teaching (peer tutors), and Design in the Merdeka Learning curriculum. The assessment applied is an assessment at the end of each discussion material by using a written test (daily tests), practice, presentation of a material, and performance. There is a remedial program for students who do not reach the KKM and an enrichment program for students who have reached the KKM as reinforcement. Meanwhile, the implementation of the Independent Curriculum for learning in Islamic Religious Education and Moral Education subjects at Nasima Middle School in Semarang City applies the Problem Based Learning, Project-Based and Discussion methods. While the assessment focuses on strengthening formative assessments and using the results of the assessment to design learning according to student achievement stages.Keyword: PAI Teacher Readiness, Independent Learning Curriculum AbstrakKajian ini menunjukkan bahwa: 1). Kesiapan guru PAI dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Kota Semarang secara kognitif telah memahami konsep kurikulum merdeka belajar dan secara afektif sangat optimis karena platform Merdeka Belajar memberikan kesempatan guru untuk terus belajar serta mengembangkan kompetensinya dan memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk dapat memperoleh materi pelatihan yang berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Sedangkan secara kelembagaan, guru  disupport oleh sekolah dari aspek sarana dan prasarana. Sedangkan, kesiapan guru PAI di SMP Nasima Kota Semarang secara kognitif telah memahami konsep kurikulum Merdeka Belajar dan secara afektif sangat antusias karena kurikulum merdeka belajar banyak memiliki kelebihan. Namun dari sisi skill, guru mengalami kendala karena pengalaman yang masih minim, referensi yang terbatas dan manajemen waktu yang tidak mudah. 2).Implementasi kurikulum Merdeka Belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Kota Semarang menerapkan Problem based learning, Percobaan, Peer Teaching (tutor sebaya), dan Perancangan dalam kurikulum Merdeka Belajar. Adapun penilaian yang diterapkan adalah penilaian setiap akhir materi pembahasan dengan menggunakan tes tertulis (ulangan harian), praktek, persentasi suatu materi, dan unjuk kerja. Terdapat program remedial bagi peserta didik yang tidak mencapai KKM dan program pengayaan bagi siswa yang sudah mencapai KKM sebagai menguatan. Sedangkan, implementasi Kurikulum Merdeka belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Nasima Kota Semarang menerapkan metode Problem Based Learning, Berbasis Project dan Diskusi. Sedangkan penilaiannya berfokus pada penguatan asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian siswa.Kata Kunci: Kesiapan Guru PAI, Kurikulum Merdeka Belajar
PENANAMAN NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN PERWARI TRISULA VI Dianatul Kamilah; Halimatus Sa'diyah
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v21i1.59418

Abstract

AbstractThis research was conducted to find out how the implementation of planting Islamic values in KB Perwari Trisula VI was like.  By looking at the era that is growing rapidly, the association is getting freer and the development of increasingly sophisticated technology and information, of course, it is very important that Islamic values are instilled in children from an early age.  Early childhood or childhood, which includes children aged 0-5 years, this age is the golden age.  The age of the first five years is the period when the basic personality of the individual is formed, during this period the child is experiencing extraordinary growth and development.  In KB Perwari Trisula VI, the inculcation of Islamic values is carried out using methods that are appropriate to the abilities and development of students and by integrating six aspects of developmental achievement in early childhood.  One of the methods used in KB Perwari Trisula VI include: the singing method, the playing method, the habituation method, the field trip method and the exemplary method.  There are six aspects of development that need to be optimized in early childhood.  Aspects of these developments include: religious and moral values, physical-motor, cognitive, language, social and artistic.  This study used a qualitative research method with observation data collection methods, interviews and document studies.Keyword: Islamic Values, Islam, Early Childhood, Early Childhood Education Programs, Islamic Education. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa pelaksanaan penanaman nilai-nilai keislaman di KB Perwari Trisula VI. Dengan melihat zaman yang semakin berkembang pesat, pergaulan yang semakin bebas serta perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih tentunya sangat penting nilai-nilai keislaman ditanamkan pada anak sejak usia dini. Anak usia dini atau masa kanak-kanak yakni mencakup anak usia 0-5 tahun, usia ini merupakan usia emas (golden age). Usia lima tahun pertama merupakan masa dimana kepribadian dasar individu terbentuk, pada masa tersebut anak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat luar biasa. Di KB Perwari Trisula VI penanaman nilai-nilai keislaman dilakukan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan kemampuan dan perkembangan anak didik serta dengan memadukan enam aspek pencapaian perkembangan pada anak usia dini. Salah satu metode yang digunakan di KB Perwari Trisula VI antara lain: metode bernyanyi, metode bermain, metode pembiasaan, metode Karyawisata dan metode keteladanan. Ada enam aspek perkembangan yang perlu dioptimalkan pada anak usia dini. Aspek perkembangan tersebut antara lain:  nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial mosional dan seni. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kulitatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen.Kata Kunci: Nilai-Nilai Keislaman, Islam, Anak Usia Dini, Pendidikan Anak Usia Dini,  Pendidikan Agama Islam
FUNGSI KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PRESTASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Devi Yusnila Sinaga; Eni Miftahul Jannah; Muhammad Ikhsanul Khoir
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v21i1.60637

Abstract

AbstractLearning is an activity carried out by someone intentionally and in a conscious state to be able to gain an understanding or new knowledge so that a person experiences relatively good behavior changes in thinking and acting in everyday life. The rise of teachers who only carry out their profession as teachers but forget the obligations and nature of a teacher. In addition, many teachers ignore creativity as Islamic religious education teachers, this is necessary so that student achievement and learning outcomes can improve the quality of their learning. The research in this article uses a qualitative research method developed (Library Research). The results of this study are that creativity in learning that is applied by Islamic religious education teachers can have many positive impacts during learning that affect increased results and achievement in learning. For example in increasing the interest of students in developing the skills or expertise they have. The creativity of Islamic religious education teachers can build everything that has a positive impact on students which makes them enthusiastic and active in learning.Keywords : Teacher creativity, PAI teacher creativity function, creativity function in improving student learning outcomes.AbstrakBelajar merupakan aktivitas yang dijalankan seseorang dengan sengaja dan dalam keadaan sadar untuk dapat memperoleh suatu pemahaman atau pengetahuan baru sehingga menjadikan seseorang mengalami perubahan perilaku yang relatif baik dalam berpikir, maupun dalam bertindak di kehidupan sehari-hari. Maraknya guru yang hanya menjalankan profesi sebagai guru tapi melupakan kewajiban dan hakikat dari seorang guru. Selain itu banyak guru mengabaikan kreativitas sebagai guru pendidikan agama Islam, hal ini diperlukan agar prestasi dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan kualitas belajarnya. Penelitian dalam artikel ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang dikembangkan (Library Research). Hasil dari penelitian ini adalah kreativitas dalam pembelajaran yang diaplikasikan oleh guru pendidikan agama Islam dapat memberikan banyak dampak positif pada saat pembelajaran yang berpengaruh pada peningkatan hasil dan prestasi dalam belajar. Contohnya dalam peningkatan minat peserta didik dalam mengembangkan skill atau keahlian yang dimilikinya. Kreativitas guru pendidikan agama Islam dapat membangun segala hal yang berdampak positif dalam diri peserta didik yang menjadikannya bersemangat serta aktif dalam pembelajaran.Kata Kunci : Kreativitas guru, fungsi kreativitas guru PAI, fungsi kreativitas dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
PENERAPAN METODE LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KALAM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Mahmudah, Rifatul; Taufik, Taufik
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v22i1.70828

Abstract

AbstractSpeaking skills are the main skills that students must master in applying direct methods in learning Arabic. One of the aims of this research is to determine the improvement of students' Arabic speaking skills by applying the direct method. The method of this article uses library research (library research), namely a method of collecting data by understanding and studying theories from various literature related to research. The research results concluded that the use of the Direct Method in Arabic language learning practice was proven to improve students' speaking abilities. Thus, this research recommends using the direct method as an alternative learning method in Arabic.Keywords: Arabic Language Learning, Kalam Skills, Direct Method..AbstrakKeterampilan berbicara merupakan keterampilan pokok yang harus dikuasai siswa dalam menerapkan metode langsung pada pembelajaran Bahasa Arab. Salah satu tujuaan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara Bahasa Arab Siswa dengan penerapan metode langsung. Metode artikel ini menggunakan studi pustaka ( penelitian perpustakaan ) yaitu metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan Metode Langsung dalam praktik pembelajaran Bahasa Arab terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa berbicara siswa. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan menggunakan metode langsung sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran dalam bahasa Arab. Kata kunci : Pembelajaran Bahasa Arab, Keterampilan Kalam, Metode Langsung.
KLASIFIKASI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Rudi Ahmad Suryadi; Saepul Anwar
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v21i2.56827

Abstract

AbstactThis research examines the classification of objectives of Islamic education. For this purpose, researchers used a qualitative approach with the literature study method. The technique used is content analysis. The research results show that general educational goals can be classified into 3 parts, namely final goals, general goals, and specific goals. Of these three goals, there is a certain hierarchy, the final goal is reduced to the general goal, and the general goal is reduced to the specific goal. This research recommends that there is a need for a paradigm shift in reformulating the goals of education based on Godly values which lead to the achievement of eternal and transcendental happiness.Keywords: Goals of Islamic Education, Islamic Religious Education, Islamic Education, National Education Goals, Education Components.AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang klasifikasi tujuan pendidikan Islam. Untuk kepentingan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodestudi literatur. Teknik yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan secara umum dapat digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu tujuan akhir, tujuan umum, dan tujuan khusus. Dari ketiga tujuan tersebut terdapat hierarki tertentu, tujuan akhir diturunkan ke tujuan umum, dan tujuan umum diturunkan ke tujuan khusus. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya perubahan paradigma dalam merumuskan kembali tujuan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan yang bermuara pada pencapaian kebahagiaan abadi dan transendental.Kata Kunci: Tujuan Pendidikan Islam, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam, Tujuan Pendidikan Nasional, Komponen Pendidikan
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MI PUDJI HARDJO PRAMBON DAN PROBLEMATIKANYA Janah, Rina; Fitri, Agus Zaenal
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v22i1.71265

Abstract

AbstractThe independent curriculum is designed to create quality education in accordance with current developments, which provides freedom and peace for educational units in preparing the curriculum according to student needs. However, the implementation of the independent curriculum policy in madrasas is still relatively new, so further analysis is needed in its implementation. This research aims to determine the implementation of the PAI independent curriculum at MI Pudji Hardjo Prambon, teacher problems in implementing the independent curriculum, and teachers' efforts to overcome problems. This research uses qualitative methods with observation, interview and documentation techniques. The results of the research were that MI Pudji Hardjo Prambon implemented an independent curriculum in classes I and IV. Teacher problems in implementing the independent curriculum include difficulties in designing open modules, choosing learning methods and strategies, lack of learning media and lack of socialization and training about the independent curriculum from related parties. Strategies for overcoming problems include regular meetings with the Teacher Performance Group, utilizing learning media in the madrasa environment, attending training on implementing the independent curriculum, collaborating with madrasa stakeholders with parents and the community. Keywords: Independent Curriculum, Curriculum Implementation, Islamic Religious Education, Madrasas, Teacher ProblemsAbstrakKurikulum merdeka dirancang dalam mewujudkan pendidikan bermutu sesuai dengan perkembangan zaman, yang memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa. Namun, kebijakan implementasi kurikulum merdeka di madrasah masih terbilang baru, sehingga perlu analisis lebih lanjut dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka PAI di MI Pudji Hardjo Prambon, problematika guru dalam implementasi kurikulum merdeka, dan upaya guru dalam mengatasi problematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu MI Pudji Hardjo Prambon menerapkan kurikulum merdeka pada kelas I dan IV. Problematika guru dalam implementasi kurikulum merdeka seperti kesulitan merancang modul ajar, pemilihan metode dan strategi pembelajaran, kurangnya media pembelajaran serta kurangnya sosialisasi dan pelatihan tentang kurikulum merdeka dari pihak terkait. Strategi dalam mengatasi problematika melalui pertemuan rutin dengan Kelompok Kinerja Guru, memanfaatkan media pembelajaran di lingkungan madrasah, mengikuti pelatihan implementasi kurikulum merdeka, melakukan kerjasama stakeholder madrasah dengan orang tua siswa dan masyarakat. Kata kunci : Kurikulum Merdeka, Implementasi Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Madrasah, Problematika Guru
DIFERENSIASI KONSEPTUAL DAN PRAKTIS PENDIDIKAN ISLAM, PENDIDIKAN ISLAMI DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Achmad Faqihuddin; Fajar Romadhon
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v21i2.67838

Abstract

AbstactThis study aims to analyze the conceptual and practical distinctions among Islamic Education, Islamic Pedagogy, and Islamic Religious Education. Employing a qualitative approach and a comparative study design, data were gathered through in-depth interviews with education practitioners, literature review, and direct observation of the learning process in selected educational institutions in Indonesia. The research sample was purposively chosen to encompass a representative range of institutions implementing these three educational approaches. The findings highlight significant conceptual variances: Islamic Education encompasses a broad spectrum of education grounded in Islamic values; Islamic Pedagogy emphasizes the integration of character education and morality within the curriculum; while Islamic Religious Education focuses on imparting knowledge of Islamic religious beliefs. It is anticipated that this research will enrich the Islamic education literature by elucidating the distinctions among these three educational paradigms and their implications for the formulation of education policies, curricula, and pedagogical practices in Islamic educational institutions.Keywords: Islamic Education, Islamic Pedagogy, Islamic Religious Education, Concept of Islamic Education, Islamic Education Paradigm.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konseptual dan praktis antara Pendidikan Islam, Pendidikan Islami, dan Pendidikan Agama Islam. Melalui pendekatan kualitatif dan desain studi komparatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan praktisi pendidikan, studi pustaka, serta observasi langsung pada proses pembelajaran di lembaga pendidikan yang terpilih di Indonesia. Sampel penelitian dipilih secara purposive untuk mendapatkan variasi representatif dari lembaga yang menerapkan ketiga pendekatan pendidikan tersebut. Hasil penelitian mengidentifikasi perbedaan konseptual yang signifikan antara Pendidikan Islam, yang mencakup aspek luas pendidikan berdasarkan nilai-nilai Islam; Pendidikan Islami, yang lebih fokus pada integrasi pendidikan karakter dan moralitas dalam kurikulum; dan Pendidikan Agama Islam, yang terfokus pada pengajaran aspek keagamaan Islam. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada literatur pendidikan Islam dengan menyediakan pemahaman yang lebih jelas tentang diferensiasi antara ketiga pendekatan pendidikan ini dan implikasinya terhadap pengembangan kebijakan pendidikan, kurikulum, dan praktik pengajaran di lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Pendidikan Islami, Pendidikan Agama Islam, Konsep Pendidikan Islam, Paradigma Pendidikan Islam
NGAJI RASA SEBAGAI KULTUR PENDIDIKAN ISLAM KONVENSIONAL: STUDI FENOMENOLOGI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN SYIARUL HUDA Wisnuwardani, Vanesa Patricia; Budiyanti, Nurti; Batula, Abu Hafash; Maulana, Anton; Shidik, Fahmi; Fahriza, Firdha; Adilah, Nadiyah Nur
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v22i1.72992

Abstract

AbstractIslamic boarding schools are known to be divided into two categories, namely conventional pesantren and boarding schools. There is a conventional pesantren education system that is like a joint consensus, namely the provision of 'Ngaji Rasa' with different names of activities. The aim and objective of this research is to raise the form of informal education system of conventional pesantren that has not been widely studied in previous studies and how the form of motivation of the students in running 'Ngaji Rasa'. Qualitative is the approach used in this research and uses phenomenology as a method. Data collection techniques were conducted by conducting semi-structured interviews, focus group discussions and passive participant observation. The results of the data processed by performing triangulation techniques show that the students believe and are motivated to do 'Ngaji Rasa' to get convenience, especially in the academic field.Keywords: Ngaji Rasa, Islamic Boarding School, Santri, Islamic Education, Learning MotivationAbstrakPondok pesantren dikenal terbagi menjadi dua kategori yaitu pesantren konvensional dan pesantren boarding school. Terdapat sistem pendidikan pesantren konvensional yang sifatnya seperti konsensus bersama yaitu pengadaan ‘Ngaji Rasa’ dengan penyebutan nama kegiatan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengangkat bentuk sistem pendidikan informal pesantren konvensional yang belum banyak dikaji dalam penelitian terdahulu serta bagaimana bentuk motivasi para santri dalam menjalankan ‘Ngaji Rasa’. Kualitatif menjadi pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini serta menggunakan fenomenologi sebagai metode. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terarah dan observasi partisipan pasif. Hasil data yang diolah dengan melakukan teknik triangulasi menunjukan bahwa para santri meyakini dan termotivasi untuk melakukan ‘Ngaji Rasa’ untuk mendapatkan kemudahan terutama dalam bidang akademis. Kata kunci : Ngaji Rasa, Pesantren, Santri, Pendidikan Islam, Motivasi Belajar