cover
Contact Name
Saepul Anwar
Contact Email
saefull@upi.edu
Phone
+6281320462835
Journal Mail Official
taklim@upi.edu
Editorial Address
Kantor Jurnal TAKLIM, Gedung Nu'man Somantri (FPIPS), Lantai 2 R. 205-206, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 23374276     EISSN : 2776026X     DOI : http://dx.doi.org/10.13039/501100005115
Core Subject : Religion, Education,
Articles to be received and published in the Journal of TAKLIM are included in the scope of Islamic Education. The areas listed below are indicative only. The editorial board also welcomes innovative articles in the scope of Islamic Education.
Articles 83 Documents
Studi Model Pembelajaran Targhib-Tarhib dalam Perkuliahan PAI untuk Pembinaan Karakter Anti Korupsi Pada Mahasiswa Munawar Rahmat; Momod Abdul Somad
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFenomena korupsi di negeri ini sudah sedemikian parah. Korupsi dengan kuantitas dan kualitas yang lebih tinggi melanda hampir seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya dilakukan oleh para birokrat, para pejabat, anggota DPR-DPRD, dan pengusaha saja tapi dilakukan juga oleh para PNS muda sekalipun, Beberapa pengamat politik, ekonomi, dan hukum di televisi dan di harian-harian ibu kota  mengungkapkan bahwa para koruptor muda dewasa ini lebih berani dan lebih rakus dalam melakukan korupsinya. Untuk memperkuat anti korupsi di kalangan mahasiswa perlu diimplementasikan model pembelajaran karakter yang lebih menekankan pentingnya berbuat anti korupsi. Studi terdahulu membuktikan bahwa model pembelajaran targhib-tarhib dalam kuliah PAI cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menjalankan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-laranganNya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran targhib-tarhib dalam perkuliahan PAI untuk pembinaan anti korupsi di kalangan mahasiswa UPI. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Classroom Action Research (penelitian tindakan kelas). Langkah-langkah yang dilakukan, pertama, mengembangkan desain model pembelajaran (model targhib-tarhib); dan kedua, menguji efektivitas model melalui PTK. Penelitian menemukan bahwa model pembelajaran targhib-tarhib dalam perkuliahan PAI terbukti berhasil meningkatkan anti korupsi di kalangan mahasiswa. Kata kunci:        Model pembelajaran PAI, targhib, tarhib, pembinaan karakter, perkuliahan anti korupsi
Konseptual Model Internalisasi Budaya Islami pada Anak di Lingkungan Keluarga Khambali Khambali
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tasawuf sebagai Upaya Bembersihkan Hati Guna Mencapai Kedekatan dengan Allah Fahrudin Fahrudin
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapat Ibnu Taymiyyah tentang Keuangan Publik Wahyu Wibisana
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu sebagai Substansi Esensial dalam Epistemologi Pendidikan Islam Ahmad Syamsu Rizal
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan tidak identik dengan sekedar proses mentransfer ilmu pengetahuan, karena target didik tidak sekedar kepandaian akali, tetapi juga menargetkan dimensi yang lebih luas pada diri manusia seperti sikap, watak, perilaku dan keterampilan. Meskipun  demikian, ilmu pengetahuan menjadi sarana bagi seseorang untuk mencapai kapasitas ke arah pembentukan aspek-aspek tersebut. Oleh karena itu,  kajian serius tentang ilmu pengetahuan, baik secara konseptual, fungsi, nilai, ragam serta jenis, juga sumber yang dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan merupakan aspek mendasar dalam merumuskan muatan pendidikan Islam. Dalam hal ini, Islam menawarkan konsepsi khasnya sendiri berkenaan dengan ilmu pengetahuan selaras dengan teleologis kependidikannya dan anggapan dasarnya tentang aspek-aspek potensial kemanusiaan, sebagai objek didik yang harus dikembangkan. Yang paling mendasar dari itu semua adalah bahwa dalam Islam ilmu itu dipandang sebagai milik Allah. Sebagian di antaranya diberikan kepada manusia secara langsung melalui para Nabi dan sebagian lagi diberikan bahannya untuk dikaji dan dikembangkan oleh manusia sendiri berbasis pada akal dan pengalamannya. Dalam pendidikan Islami, kedua jenis ilmu ini harus diberikan secara  seimbang dalam rangka mencapai pembentukan dan pengembangan diri Islami yang utuh secara lahir dan batin.Kata kunci: ilmu pengetahuan, pengembangan diri Islami, pendidikan Islam
Qurban: Wujud Kedekatan Seorang Hamba dengan Tuhannya Mulyana Abdullah
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI KRITIS TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Farida Nur Rahma; Tatang Hidayat; Akhmad Alim
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v20i2.50643

Abstract

AbstractBehavioristic learning theory is a theory that views learning as a stimulus-giving activity that produces a response. The purpose of this study is to analyze behavioristic learning theory in the perspective of Islamic education. This research uses a qualitative approach and literature study method. Based on the results of the study, the theory of behavioristic learning contains errors. Among them, this theory is part of the social sciences which should be taken from rational methods not scientific methods, learners are viewed biologically only so that they are equated with animals in learning, the learning process is ignored even though this is a decisive point in learning outcomes, but behaviorism focuses on the learning outcomes only materialistic so that in the long run it produces materialistic-opportunistic humans. In the perspective of Islamic education, the learning process in addition to using the five senses, humans also use their intellect. So that the learning process does not come to knowing but also understanding, applying, analyzing, and synthesizing.Keywords : Behavioristic, Learning, Islamic Education, Critical Studies, Learning Theory AbstrakTeori belajar behavioristik adalah teori yang memandang belajar sebagai aktifitas pemberian stimulus yang menghasilkan respon. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis teori belajar behavioristik dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, teori belajar behavioristik mengandung kekeliruan. Di antaranya teori ini bagian dari ilmu sosial yang harusnya diambil dari metode rasional bukan metode ilmiah, pembelajar dipandang secara biologis saja sehingga disamakan dengan hewan dalam belajar, proses belajar diabaikan padahal ini poin yang menentukan dalam hasil belajar, namun behaviorisme fokus pada hasil belajarnya saja materialistik sehingga dalam jangka panjang menghasilkan manusia materialistis-oportunis. Dalam perspektif pendidikan Islam, proses belajar selain menggunakan panca indera, manusia juga menggunakan akalnya. Sehingga proses belajar tidak sampai pada mengenal saja tetapi juga memahami, mengaplikasi, menganalisis, dan mensintesis.Kata Kunci : Behavioristik, Pembelajaran, Pendidikan Islam, Studi Kritis, Teori Belajar
AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN ISLAM Rudi Ahmad Suryadi
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v20i2.50336

Abstract

AbstractThe Qur'an is the main reference source for understanding life's problems, including educational issues. The Qur'an as hudan and bayyinat, provided a positive impetus for its readers to understand more deeply the signs of God's unlimited power, one of which is the thought of education. The Qur'an is a normative source for deriving the theory of Islamic education as well as being the basis. The process of deriving ideas requires the principles of philosophical thought, science, and educational interpretation. The source of revelation, namely the Qur'an and hadith, occupies the top position as the source and foundation of Islamic education theory. Research on the source of revelation will derive the theory as the basis for the development of educational theory at the level of educational philosophy. The theory at the philosophical level is derived from the theory of educational science. Finally, the theory at the level of educational science is revealed in the educational manual as educational practice. This kind of research is oriented towards exposing the concept of education in the Qur'anic cues through various thoughts and outlining the idea of educational goals derived from the development of educational theory.Keywords: Al-Qur’an, Source of Islamic Education, Islamic Education AbstrakAl-Qur'an merupakan sumber rujukan utama untuk memahami masalah kehidupan, termasuk masalah pendidikan. Al-Qur'an sebagai hudan dan bayyinat, memberikan dorongan positif bagi para pembacanya untuk memahami lebih dalam lagi tanda-tanda kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas, salah satunya pemikiran tentang pendidikan. Al-Qur'an merupakan sumber normatif untuk menurunkan teori Pendidikan Islam sekaligus menjadi landasannya. Proses pemunculan gagasan membutuhkan prinsip-prinsip pemikiran filosofis, ilmu pengetahuan, dan interpretasi pendidikan. Sumber wahyu, yaitu al-Qur’an dan hadits menempati posisi teratas sebagai sumber dan landasan teori Pendidikan Islam. Penelitian tentang sumber wahyu akan menurunkan teori sebagai landasan pengembangan teori pendidikan pada tataran filsafat pendidikan. Teori pada tataran filosofis diturunkan dari teori ilmu pendidikan. Terakhir, teori pada tataran ilmu pendidikan diungkap dalam buku pedoman pendidikan sebagai praktik pendidikan. Penelitian semacam ini diorientasikan untuk mengungkap konsep pendidikan dalam isyarat al-Qur'an melalui berbagai pemikiran dan menguraikan gagasan tujuan pendidikan yang diturunkan dari pengembangan teori pendidikan.Kata Kunci: Al-Qur’an, Sumber Pendidikan Islam, Pendidikan Islam
MEDIA E-LEARNING BERBASIS SIMPLE DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PAI DI IANI SYECH NURJATI CIREBON Siti Maryam Munjiat; Azka Aula Hafita Achdali; Zahrotus Saidah
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v20i2.51372

Abstract

AbstractE-learning is learning that utilizes information technology. The media in question is Simple, where simple is a feature developed specifically for managing online classes. Learning motivation is an individual condition that encourages and directs his behavior towards the goals he wants to achieve. This study aims to determine the use of simple-based e-learning media, student learning motivation, whether there is a correlation between the use of simple-based e-learning media and the learning motivation of sixth semester students of Islamic Religious Education Study Program IAIN Syekh Nurjati Cirebon. This study uses a quantitative approach with a correlational type. The population in this study is Semester VI students for the 2021/2022 academic year with a total population of 279 students. Sampling using random sampling technique with a sample of 42 students. Collecting data through observation, interviews, documentation, questionnaires. Test requirements analysis using normality and linearity tests. The analysis technique uses Product Moment correlation with the help of IBM SPSS 21. The results of this study indicate that: The use of simple-based e-learning media is in the low category with a percentage of 43%, student learning motivation is in the medium category with a percentage of 55%, there is a correlation There is sufficient difference between the use of simple-based e-learning media and the learning motivation of sixth semester students of Islamic Education Study Program IAIN Syekh Nurjati Cirebon.Keywords: E-learning, Media, Motivation to learn.AbstrakE-learning merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi. Media yang dimaksud ialah Simpel, dimana simpel merupakan fitur yang dikembangkan khusus untuk mengelola kelas online. Motivasi belajar merupakan suatu keadaan individu yang mendorong dan mengarahkan perilakunya pada tujuan yang ingin dicapainya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunan media e-learning berbasis simpel, motivasi belajar mahasiswa, apakah terdapat korelasi antara penggunaan media e-learning berbasis simpel dengan motivasi belajar mahasiswa semester VI Prodi Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini ialah Mahasiswa Semester VI tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah populasi 279 Mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random sampling dengan jumlah sampel 42 Mahasiswa. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan linearitas. Teknik analisis menggunakan korelasi Product Moment dengan bantuan IBM SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Penggunaan media e-learning berbasis simpel berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 43%, motivasi belajar Mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 55%, ada korelasi yang cukup antara penggunaan media e-learning berbasis simpel dengan motivasi belajar Mahasiswa semester VI Prodi Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.Kata Kunci: E-learning, Media, Motivasi belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAK UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT ANAK DALAM MENGENAL HURUF HIJAIYAH Bunga A; Nilam Lestari Pane; Abdul Fadhil
Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tk.v20i2.46664

Abstract

AbstrakDaya ingat setiap anak tentu memiliki perbedaan dikarenakan beberapa faktor. Hal tersebut menyebabkan seorang tenaga pendidik harus lebih diperhatikan lagi dalam memahami kondisi kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) terhadap peningkatan daya ingat anak sehingga dapat ditemukan bahwa pemilihan model pembelajaran juga berpengaruh dalam upaya peningkatan daya ingat anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan mengumpulkan data lewat observasi atau pengamatan langsung terhadap suatu objek dan studi literatur. Hasil yang didapatkan adalah pemilihan model pembelajaran pada anak berpengaruh dalam mengasah daya ingat anak terhadap suatu pembelajaran. Dan daya ingat anak bisa berbeda-beda dikarenakan beberapa faktor seperti lingkungan, latar belakang keluarga, atau bahkan dari individu itu sendiri.Kata Kunci  : Daya ingat, Model pembelajaran, Visualization, Auditory, Kinestetik.    AbstractThe memory of each child certainly has differences due to several factors. This causes an educator to pay more attention to understanding the cognitive condition of children. This study aims to determine the impact of the application of the Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) learning model on improving children's memory so that it can be found that the selection of learning models also has an effect on efforts to improve children's memory. The method used in this research is qualitative by collecting data through observation or direct observation of an object and literature study. The results obtained are the selection of learning models in children has an effect on sharpening children's memory of a lesson. And children's memory can vary due to several factors such as the environment, family background, or even from the individual himself.Keywords: Memory, learning model, Visualization, Auditory, Kinesthetic.