cover
Contact Name
Saidah Rauf
Contact Email
saidahrauf@poltekkes-maluku.ac.id
Phone
+62911-362949
Journal Mail Official
j.keperawatanindonesiatimur@poltekkes-maluku.ac.id
Editorial Address
Jalan Laksdya Leo Wattimena, Negeri Lama, Ambon 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (JKIT) adalah jurnal dengan ruang lingkup keperawatan dan ilmu kesehatan lain yang terkait dengan keperawatan. JKIT diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu keperawatan dan ilmu kesehatan lain yang berhubungan, khususnya pengembangan ilmu keperawatan komunitas, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan medical bedah, keperawatan kritis, keperawatan jiwa, keperawatan keluarga dan keperawatan gerontik serta ilmu kesehatan lain terkait lingkup tersebut melalui publikasi hasil-hasil penelitian dan review literatur ilmiah dari dosen, peneliti serta praktisi keperawatan dan kesehatan professional.
Articles 40 Documents
UPAYA PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI INDONESIA : LITERATUR RIVIEW Ohorella, Usman Barus; Tantri, Kaliana; Imran, Andi Miftahul Khair; Achmad, Irhamdi; Metekohy, Feby Adolf
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i1.464

Abstract

Background: Disaster preparedness is something that all people in Indonesia should have. Because various kinds of disasters are threats that can claim lives, property, and public facilities. Purpose: This systematical review was created to be able to provide information regarding community preparedness and the methods used to improve it. Method: Systematical Review. Search data sources use Google Scholar and PubMed, articles on topics published in Indonesian and English from 2018-2023. Results: The results of the literature review obtained 10 articles that match the inclusion criteria which provide the results of various methods provided to increase disaster preparedness including disaster counseling, leaflets/booklets, simulations, etc. Conclusion: various methods can be given as an effort to increase community preparedness. Recommendation: Providing education must continue to be carried out to train community preparedness for earthquake and tsunami disasters.
STUDI PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-6 BULAN DI KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER Susanto, Tantut; Fajar, Aulana Ikhsan; Nur, Kholid Rosyidi Muhammad
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i1.515

Abstract

Latar Belakang: Ayah berperan sebagai kepala keluarga serta untuk mencari nafkah. Ayah bekerja secara tunggal dalam mencari uang supaya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dalam mengasuh anak, ayah seringkali tidak terlibat secara langsung. Peran ayah dalam pengasuhan menjadi hal yang tidak biasa dilakukan oleh ayah. Dalam pengasuhan anak, peran ayah terutama untuk membantu perkembangan anak pada usia 3-6 bulan sangat dibutuhkan. Tujuan: Peneliti ingin mengetahui secara spesifik tentang peran ayah dalam pengasuhan, perkembangan anak usia 3-6 bulan, serta mengetahui hubungan antara peran ayah dalam pengasuhan dengan perkembangan anak. Metode: Peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional yang digunakan kepada 143 ayah yang mempunyai anak usia 3-6 bulan di Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Peneliti menggunakan kuesioner karakteristik responden untuk menganalisis data responden; Paternal Involvement With Infant Scale digunakan untuk menganalisis peran ayah; dan Prescreening Developmental Questionnaire (PDQ) versi bahasa Indonesia (KPSP) digunakan untuk menganalisis perkembangan anak. Kendall tau b digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dengan perkembangan anak usia 3-6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam memberikan kehangatan dan daya tanggap berhubungan dengan gerak motorik kasar (τ = -0,307; p-value = 0,048) serta gerak motorik halus (τ = -0,358; p-value = 0,026). Interaksi antara ayah dan anak sejak dini dapat digunakan untuk mengetahui interaksi ayah dan anak pada masa depan. Konseling perlu diberikan kepada ayah untuk meningkatkan perannya dalam mengasuh anak terutama usia 3-6 bulan. Perawat keluarga diharapkan memberikan konseling kepada orang tua terutama ayah untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak serta untuk mecapai perkembangan anak yang optimal.
DETERMINAN PEMANFAATAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI KABUPATEEN TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR, INDONESIA Wulandari, Ratna Dwi; Laksono, Agung Dwi
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i1.520

Abstract

Latar Belakang: Pengambil kebijakan harus bisa menjamin akses yang adil bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk rawat inap RS bagi yang membutuhkan. Alasan tersebut menjadikan pemeritah harus dapat memahami apa saja yang berkaitan dengan pemanfaatan rawai inap RS, termasuk mengidentifikasi siapa saja yang masih kesulitan untuk melakukan akses rawat inap RS saat membutuhkan. Studi menganalisis faktor yang terkait dengan rawat inap rumah sakit (RS) di Tulungagung. Metode: Penelitian cross-sectional ini mengevaluasi 1.978 sampel. Studi menganalisis sembilan variabel independen. Analisis menggunakan regresi logistik biner. Hasil: Hasil studi menemukan rerata rawat inap RS di Tulungagung sekitar 4.0%. Umur, jenis kelamin, dan status perkawinan berkaitan dengan rawat inap RS. Semakin tinggi pendidikan, semakin rendah kemungkinan untuk mengalami rawat inap RS. Tidak bekerja kemungkinan 1.753 kali dibanding yang bekerja untuk mengalami rawat inap RS (95%CI 1.707-1.801). Mereka yang kaya lebih mungkin dibanding yang miskin untuk mengalami rawat inap RS. Memiliki asuransi kemungkinan 2.546 kali mengalami rawat inap dibanding yang tidak memiliki (95%CI 2.487-2.607). Waktu tempuh >1 jam kemungkinan 2.033 kali dibanding ≤1 jam untuk mengalami rawat inap RS (95%CI 1.959-2.109). Kesimpulan: Disimpulkan ada delapan variabel yang berkaitan dengan rawat inap di RS: umur, jenis kelamin, perkawinan, pendidikan, status bekerja, kekayaan, asuransi kesehatan, dan waktu tempuh.
LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RS BHAYANGKARA TK II MAKASSAR SALUDUNG, MILKA
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i1.531

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan hal yang penting bagi seorang perawat dalam pemberian asuhan keperawatan dan menjadi tanggung jawab dan tanggung gugat. Namun kadang dalam pelaksanaan di Rumah Sakit seringkali terkendala oleh belum mendukungnya lingkungan kerja. Dimana lingkungan kerja adalah keadaaan disekitar perawat baik itu fisik dan non fisik yang digunakan untuk mendukung pekerjaan yang diberikan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja dengan kinerja perawat dalam dokumentasi keperawatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Makassar. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatifini yang menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Diperoleh data hasil kuesioner didapatkan lingkungan kerja mendukung sebanyak 77 (92,8%) responden dengan kinerja perawat baik sedangkan lingkungan kerja tidak mendukung adalah 6 responden dengan kinerja yang tidak baik (7,2%). Setelah dilakukan uji statistic menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil kemaknaan α = 0,000 sehingga terdapat hubungan antara dua variabel. Kesimpulan dan saran: Semakin baik lingkungan kerja maka kinerja perawat juga semakin baik sehingga perlu dipertahankan lingkungan kerja yang dapat memberikan kepuasan perawat untuk bekerja.
INTERVENSI KEPERAWATAN SENAM KAKI DIABETIK UNTUK PENCEGAHAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MASOHI ACHMAD, IRHAMDI; Resiloy, Jesicha; Imran, Andi Miftahul Khair; Ohorella, Usman Barus; Metekohy, Feby Adolf
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i1.569

Abstract

Increasing prevalence of type II diabetes mellitus (DM) leads to various complications, including diabetic foot ulcers, which can risk amputation. Diabetic foot exercise nursing intervention is considered effective as a preventive measure. This study aims to describe the implementation of this intervention in the Masohi Community Health Center. Using a case study design, the subjects included two patients with type II DM for 5-10 years. Data collection involved interviews, vital sign measurements, and diabetic foot ulcer risk assessment using Inlow's 60-Second Diabetic Foot Screening Tool before and after the intervention. The results showed that the first subject experienced a reduction in diabetic foot ulcer risk scores from 8 to 6 on the left foot and from 5 to 3 on the right foot, alongside a decrease in random blood glucose levels (GDS) from 387 mg/dL to 255 mg/dL. For the second subject, the ulcer risk score decreased from 5 to 3 on the left foot and from 8 to 6 on the right foot, with GDS dropping from 339 mg/dL to 250 mg/dL. These findings indicate that diabetic foot exercise effectively reduces ulcer risk and aids in blood glucose control. This study is expected to provide a reference for community health centers and educational institutions in implementing diabetic foot exercise nursing interventions for the prevention of diabetic foot ulcers in type II DM patients.
Gambaran Perkembangan Anak Stunting Usia 24-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Oemasi Kecamatan Nekamese Pratama, Siti Ratna Putri
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i2.383

Abstract

Backround Stunting is an increasingly common problem, there are 195 million children living in poor and developing countries experiencing stunting. The incidence of stunting in Indonesia in children under five is 30.8% with very short criteria 11.5% and short 19.3%. The high rate of stunting in East Nusa Tenggara causes chronic malnutrition to occur in children. The risk of malnutrition that can occur is developmental disorders in children. Objective To get an overview of the development of stunting children aged 24-36 months in the work area of the Oemasi Health Center, Nekamese District. Methods The research used was descriptive analysis with a sample of 51 stunting children. Sampling was done by total sampling technique. The data collection instrument used a Developmental Pre-Screening Questionnaire. Results The study showed that most of the respondents had doubtful fine motor development (51.0%), doubtful gross motor skills (51.0%), poor language speech (51.0%) and doubtful self-reliance socialization (47.1%). Conclusion From the results of the study, it can be concluded that stunting children aged 24-36 months in the work area of the Oemasi Health Center, Nekamese District experienced more dubious developments. Keywords: Development, Stunting
Tinjauan Literatur: Hubungan antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua dengan Anak Terhadap Kenakalan Remaja Annisa, Mumtaz; Melina, Melina; Fadila, Fadila; Saryono, Saryono
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i2.512

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Komunikasi adalah hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan manusia melalui cara penyampaian dan penerimaan pesan ketika berkomunikasi dengan seseorang. Komunikasi dapat terjadi di lingkungan rumah, tempat bekerja, dan di mana saja. Pengaruh komunikasi yang kurang baik dapat mengakibatkan kesenjangan komunikasi interpersonal. Ketidakefektifan komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dapat mengakibatkan kenakalan remaja. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunikasi interpersonal antara orang tua dengan anak memiliki hubungan terhadap kenakalan remaja. Metode: Database yang digunakan dalam penelusuran literatur review ini adalah Google Scholar dan ScienceDirect. Hasil: Hasil literatur review komunikasi interpersonal antara orang tua dengan anak memiliki peran penting untuk mencegah kenakalan remaja yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pergaulan remaja. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis 10 jurnal, komunikasi interpersonal orang tua yang membangun hubungan positif dengan anak akan menjadi petunjuk arah dalam menentukan lingkungan sosialnya. Kata kunci: komunikasi interpersonal, orang tua, anak, kenakalan remaja
Penerapan Intervensi Keperawatan Pemberian Aromaterapy Esensial Oil Mawar Untuk menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Masohi patty Iha, Mawada; Achmad, Irhamdi; Metekohy, Feby Adolf; Khair, Andi Miftahul; Ohorella, Usman Barus
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i2.561

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Hipertensi Adalah Keadaan Tekanan Darah Dipembuluh Darah Meningkat. Seseorang Dikatakan Mengalami Tekanan Darah Apabila Hasil Pengukuran Tekanan Sistolik Lebih Dari 140 Mmhg Dan Tekanan Diastolik Lebih Dari 90 Mmhg.Ada Beberapa Tujuan: Penelitian Adalah Untuk Menggambarkan Pelaksanaan Penerapan Prosedur Dengan Menggunakan Aromaterapi Mawar Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Masohi Metode: Penelitian Ini Menggunakan Metode Deskriptif Kuantitatif Dengan Desain Studi Kasus, Subjek Penelitian Sebanyak 2 Subjek Dengan Kriteria Insklusi Didiagnosis Hipertensi Oleh Dokter (Grade1-2), Dan Kooperatif. Hasil: Setelah Dilakukan Penerapan Prosedur Aromaterapy Esensial Oil Mawar Selama 5 Hari Didapatkan Tekanan Darah Kedua Responden Sama Mengalami Penurunan Pada Responden Pertama Dari Tekanan Darah 160/100 Mmhg Menjadi 130/84 Mmhg, Dan Responden Kedua Dari Tekanan Darah 170/88 Mmhg Menjadi 130/76 Mmhg Kesimpulan: Berdasarkan Hasil Penelitian Tentang Penerapan Prosedur Pemberian Aromaterapi Esesnsial Oil Mawar Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Masohi, Dapat Disimpulkan Bahwa Penerapan Aromaterapi Esensial Oil Mawar Ini Dapat Memberikan Efek Relaksasi , Mengurangi Stress Dan Menurunkan Tekanan Kata Kunci: Aromaterapi Esensial Oil Mawar, Hipertensi Abstract Introduction: Hypertension Is A Condition Where Blood Pressure In The Blood Vessels Increases. A Person Is Said To Have Blood Pressure If The Systolic Pressure Measurement Results Are More Than 140 Mmhg And Diastolic Pressure Is More Than 90 Mmhg. Objective: The Research Describes Implementing Procedures Using Rose Aromatherapy To Lower Blood Pressure In Hypertension Sufferers In The Masohi Health Center Working Area. Method: This Research Uses A Quantitative Descriptive Method With A Case Study Design, 2 Research Subjects With The Inclusion Criteria Being Diagnosed With Hypertension By a doctor (grade 1-2), and cooperative. Results: After applying the rose essential oil aromatherapy procedure for 5 days, it was found that the blood pressure of both respondents had the same decrease in the first respondent from blood pressure of 160/100 MmHg to 130/84 MmHg, and the second respondent from blood pressure of 170/88 MmHg to 130/ 76 MmHg Conclusion: Based on the results of research regarding the application of rose oil essential aromatherapy procedures to reduce blood pressure in hypertension sufferers in the Masohi Community Health Center working area, it can be concluded that the application of rose oil essential aromatherapy can provide a relaxing effect, reduce stress and reduce pressure. Keywords: Rose essential oil aromatherapy, hypertension
Edukasi Perawatan Mulut Pada Anak Sekolah Dasar Dengan Karies Gigi Di Wilayah Kerja Puskesmas Masohi Riring, Jubaida; nuliana, wa
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i2.602

Abstract

Introduction: Dental caries is one of the dental disorders that often occurs in children due to the habit of consuming sweet foods/drinks and not maintaining dental hygiene. Dental caries can cause discomfort in daily life such as; activities, eating and drinking are disturbed, and reluctance to play. This condition, if not treated, will slow down the child's growth and development. One of the treatments that can be done is through dental and oral care education. Aims: To describe nursing care through dental and oral care education for elementary school children with dental caries in the Masohi Health Center Work Area. Method: This study is a descriptive study with a case study method, which was conducted for a week on 2 respondents with inclusion criteria of children aged 6-12 years with dental caries, willing to be respondents and cooperative during the study. Results: There was an increase in respondent knowledge after being given education on how to care for teeth and mouth, and both respondents were able to carry out dental and oral care by brushing their teeth properly and correctly. Suggestion: There needs to be supervision from parents to pay more attention to the time and how to brush children's teeth properly and correctly. Keywords: School children, Dental health, Oral care.
FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERKAIT RISIKO JATUH PADA LANSIA: LITERATUR REVIEW Anulus, Ayu; Putra, I Gede Ari Permana; Diarti, Maruni Wiwin; Jiwintarum, Yunan; Widianto, Aris; Atmojo, Joko Tri
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i2.615

Abstract

Abstrak Lanjut usia (lansia) diketahui sering mengalami masalah kesehatan terutama risiko jatuh. Masalah ini dapat memperparah kondisi pasien sehingga perlu diketahui apa saja faktor yang berpotensi dalam risiko jatuh pada lansia. Penelitian literatur review ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi risiko jatuh pada lansia melalui sintesis dari artikel penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan 3 database (Google scholar, ProQuest, dan PubMed. Sejumlah 18.366 artikel didapatkan dengan penggunaan kata kunci “elderly” AND “fall” AND “intrinsic factors” AND “extrinsic factors”. Hasil analisis dari sintesis 6 artikel menunjukkan bahwa risiko jatuh pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik mencakup kondisi fisik, psikologis, dan kognitif, seperti usia lanjut, gangguan keseimbangan, gangguan kognitif, serta penyakit kronis, gangguan penglihatan, kelemahan otot, riwayat jatuh sebelumnya, dan inkontinensia urin. Faktor ekstrinsik yang dominan meliputi lingkungan fisik yang tidak aman, penggunaan alat bantu jalan yang tidak tepat, polifarmasi, serta kurangnya fasilitas keamanan di rumah atau fasilitas kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan jatuh pada lansia memerlukan perhatian terhadap kondisi tubuh, lingkungan, serta dukungan sosial yang memadai untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi lansia. Kata Kunci: faktor, intrinsik, ekstrinsik, jatuh, lansia Abstract Elderly are known to often experience health problems, especially the risk of falling. This problem can worsen the patient's condition so it is necessary to know what factors have the potential to cause the risk of falling in the elderly. This literature review study aims to analyze the intrinsic and extrinsic factors that influence the risk of falling in the elderly through a synthesis of previous research articles. This study used 3 databases (Google scholar, ProQuest, and PubMed. A total of 18,366 articles were obtained using the keywords "elderly" AND "fall" AND "intrinsic factors" AND "extrinsic factors". The results of the analysis of the synthesis of 6 articles showed that the risk of falling in the elderly is influenced by a combination of intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factors include physical, psychological, and cognitive conditions, such as advanced age, balance disorders, cognitive disorders, and chronic diseases, visual impairment, muscle weakness, history of previous falls, and urinary incontinence. The dominant extrinsic factors include an unsafe physical environment, inappropriate use of walking aids, polypharmacy, and lack of security facilities at home or in health facilities. These findings confirm that preventing falls in the elderly requires attention to physical conditions, the environment, and adequate social support to create a safer environment for the elderly Keywords: factors, intrinsic, extrinsic, falls, elderly

Page 4 of 4 | Total Record : 40