cover
Contact Name
Saidah Rauf
Contact Email
saidahrauf@poltekkes-maluku.ac.id
Phone
+62911-362949
Journal Mail Official
j.keperawatanindonesiatimur@poltekkes-maluku.ac.id
Editorial Address
Jalan Laksdya Leo Wattimena, Negeri Lama, Ambon 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (JKIT) adalah jurnal dengan ruang lingkup keperawatan dan ilmu kesehatan lain yang terkait dengan keperawatan. JKIT diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu keperawatan dan ilmu kesehatan lain yang berhubungan, khususnya pengembangan ilmu keperawatan komunitas, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan medical bedah, keperawatan kritis, keperawatan jiwa, keperawatan keluarga dan keperawatan gerontik serta ilmu kesehatan lain terkait lingkup tersebut melalui publikasi hasil-hasil penelitian dan review literatur ilmiah dari dosen, peneliti serta praktisi keperawatan dan kesehatan professional.
Articles 40 Documents
PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH: LITERATUR REVIEW Wa Nuliana
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i1.260

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan gangguan psikis yang paling sering dijumpai pada anak yang di hospitalisasi. Kecemasan yang tidak tertangani pada anak dapat memberikan dampak negative seperti anak ketakutan, ketidaknyamanan, tidak berpartisipasi dalam perawatan mengurangi perasaan kesejahteraan, perawatan lama yang berujung pada kondisi psikis dan fisiologis yang buruk. Salah satu intervensi yang direkomendasikan untuk mengatasi kecemasan pada anak adalah dengan terapi bermain. Tujuan: Mengkaji tentang pengaruh terapi bermain terhadap penurunan kecemasan pada anak yang di hospitalisasi berdasarkan penelusuran pustaka. Metode: Jenis penelitian ini adalah literatur review. Pemilihan artikel dilakukan dengan menggunakan tiga database yaitu Pubmed, Garuda dan Google Scholar. Artikel yang layak dijadikan pustaka di peroleh dengan menggunakan kata kunci kemudian dilakukan pengecekan adanya duplikasi antara kedua database tersebut. dan diseleksi melalui Alur. Kriteria inklusi literatur adalah artikel hasil penelitian dengan metode Quasi eksperimen dan Randomized Control Trial (RCT), tersedia dalam bentuk full text, serta dipublikasi pada periode 10 tahun terakhir. Artikel penelitian juga menggunakan subjek usia anak prasekolah (3-6 tahun) yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Hasil: Sebanyak 26 artikel lolos dalam seleksi. Artikel tersebut menggunakan berbagai jenis permainan dan metode pengukuran kecemasan yang berbeda-beda. Seluruh hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa terapi bermain secara signifikan efektif menurunkan kecemasan pada anak. Kesimpulan: terapi bermain yang dilakukan dengan berbagai metode seperti puzzle, clay, origami, story telling, mewarnai, boneka, ular tangga, biblioterapi, video, congklak dan permainan yang disukai anak lainnya terbukti efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA MOSSO MALUKU Usman Barus Ohorella; Irhamdi Achmad
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i1.261

Abstract

Backgroud: Hypertension defined as an increase in abnormal blood pressure and is measured at least on three different occasions, with a result of systolic pressure> 140 mmHg and diastolic> 90 mmHg. Stroke prevalence based on Basic Health Research (2018) of 10.9% (7 % in 2013) in population over 18 years, while for hypertension in population over 18 years at 34.1% (25.8% in 2013). The increasing prevalence of the number of sufferers of hypertension is due to the lack of public knowledge about the factors that trigger the disease and the lack of efforts in preventing this disease. prevention must be tried as much as possible by controlling risk factors for hypertension. This study aims to determine the effect of classical music therapy on reducing blood pressure in hypertensive patients in Mosso Village in 20120. Method: This study uses a Quasi experimental design with a pretest posttest control with group design approach. In this design there are two groups, namely the control group and the intervention group, with the approach of using Probability sampling with a total sample of 47 people with hypertension for each group. The results indicated a significant effect of classical music therapy on reducing blood pressure (systole / distole) in hypertensive patients between the intervention group (p <0.0001) when compared to the control group (systole) (p 0.045) diastole (p 0.002). Conclusion: Classical music therapy gives effect on blood pressure, so it can be recommended as a procedural standard in reducing blood pressure in hypertensive patients.
STUDI KASUS : PENERAPAN INTERVENSI EDUKASI DIET UNTUK MENGURANGI NYERI PADA KLIEN DISPEPSIA Payakun Kuniyo; La Syam Abidin
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i1.273

Abstract

Latar belakang: Dispepsia yang sering dikenal masyarakat sebagai sakit maag merupakan kumpulan gejala yang dirasakan terutama nyeri area epigastrium. Dispepsia jika tidak terawat dapat memicu komplikasi berupa peptic ulcer dan pendarahan pada lambung. Perawat dapat berperan dalam mengurangi keluhan nyeri melalui intervensi edukasi diet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengaruh intervensi edukasi diet untuk mengurangi nyeri pada klien dyspepsia. Metode: Desain penelitian adalah deskriktif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian menggunakan satu klien dalam keluarga. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Pustu Sepa pada bulan Juni sampai Juli 2020. Penelitian menggunakan instrument format pengkajian asuhan keperawatan keluarga dan instrument penilaian tingkat nyeri. Hasil: Tingkat nyeri sebelum intervensi adalah skala 8 (Nyeri berat) sedangkan setelah intervensi adalah skala 4 (skala sedang). Kesimpulan: Penerapan intervensi edukasi diet dapat mengurangi gejala nyeri yang dialami klien dispepsia.
PERAN TINGKAT PENDIDIKAN PADA PEMANFAATAN PUSKESMAS DI PULAU MADURA, JAWA TIMUR, INDONESIA Azizah Andzar Ridwanah; Estiningtyas Nugraheni; Agung Dwi Laksono
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i1.278

Abstract

Latar Belakang: Madura adalah wilayah yang seringkali tertinggal dalam bidang Kesehatan di Jawa Timur, termasuk pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian ditujukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan Puskesmas di Pulau Madura. Metode: Penelitian dengan desain potong lintang ini menganalisis data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Dengan metode stratifikasi dan multistage random sampling, penelitian ini menganalisis 7.239 responden di Pulau Madura, Jawa Timur, sebagai sampel. Selain pemanfaatan Puskesmas sebagai variabel outcome dan tingkat pendidikan sebagai variabel terpapar, penelitian ini juga menganalisis sembilan variabel kontrol: kabupaten, tempat tinggal, umur, jenis kelamin, perkawinan, pekerjaan, sosio-ekonomi, asuransi kesehatan, dan waktu tempuh ke Puskesmas. Pada tahap final, data dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa mereka yang berpendidikan SD-SLTP memiliki kemungkinan 1,213 kali dibanding yang tidak sekolah untuk memanfaatkan pelayanan Puskesmas (AOR 1,213; 95% CI 1,196-1,230). Mereka yang berpendidikan SLTA memiliki kemungkinan 0,976 kali dibanding yang tidak sekolah untuk memanfaatkan pelayanan Puskesmas (AOR 0,976; 95% CI 0,955-0,997). Lebih lanjut, mereka yang berpendidikan PT memiliki kemungkinan 0,222 kali dibanding yang tidak sekolah untuk memanfaatkan pelayanan Puskesmas (AOR 0,222; 95% CI 0,211-0,233). Selain tingkat pendidikan, sembilan variabel kontrol juga ditemukan berkaitan dengan pemanfaatan Puskesmas di Pulau Madura. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan berkaitan dengan pemanfaatan Puskesmas di Pulau Madura.
TINGKAT PENGETAHUAN MEMPENGARUHI KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA WAIMITAL KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Hikmawati Hikmawati; Nur Baharia Marasabessy; Aulia Debby Pelu
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i1.280

Abstract

High blood pressure or hypertension is still a global and local health problem. One of the causes of hypertension is poor diet because they do not follow a hypertension diet properly. This can happen because of the patient's lack of knowledge about the diet itself. This study aims to determine the relationship between knowledge and dietary adherence to hypertension in the elderly in Waimital Village, Kairatu District, West Seram Regency. The research method used is descriptive analytic method with a cross sectional approach with a total sample of 40 respondents with hypertension. Sampling was done by total sampling technique. The data collection instrument used a questionnaire. The results showed that most of the respondents had a high level of knowledge (67.5%), and followed a hypertensive diet (62.5%). Statistical test results obtained p-value of 0.006 and p-value <0.05, which means that there is a relationship between the level of knowledge and adherence to a hypertension diet in the elderly. The level of respondent's knowledge was significantly related to hypertension diet compliance in the elderly with hypertension in Waitital Village, Kairatu District.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN GIGI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGI DAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI ANAK DI TK KOTA MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH Rigoan Malawat; Norce Kainama; Abuzar Wakano
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i1.305

Abstract

Abstrak Gigi merupakan satu kesatuan dengan anggota tubuh kita yang lain. Kerusakan pada gigi dapat mempengaruhi kesehatan anggota tubuh lainnya sehingga akan menganggu aktivitas sehari-hari. Rendahnya pengetahanakan berpengaruh terhadap perilaku yang kurang. Faktor yang mempengaruhi rendahnya pengetahuan antara lain sumber informasi yang kurang. Tujuan Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan kebiasaan mengosok gigi anak TK di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2019. Metode yang digunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Hasil Perbedaan antara nilai pre-test dan post-test pengetahuan pada kelompok intervensi dan control berdasarkan hasil uji Wilcoxon dinyatakan tidak bermakna secara statistic yaitu pada kelompok intervensi p=0,488 dan pada kelompok control p= 0,697. Hasil analisis statistic Wilcoxon pada observasi orang tua terhadap kebiasaan menyikat gigi menunjukan adanya hubungan yang signifikan dengan nilai pada kelompok intervensi p = 0,001 dan pada kelompok control p= 0,012. Kata Kunci: Kebiasan menyikat gigi, pengetahuan ibu Abstract Teeth are an integral part of our body. Damage to teeth can affect the health of other body parts so that it will interfere with daily activities. Low knowledge will affect the behavior that is lacking. Factors that influence the lack of knowledge include lack of information sources. Objective To determine the effect of dental health counseling in increasing mother's knowledge about dental health and the habit of brushing the teeth of kindergarten children in Masohi City, Central Maluku Regency in 2019.The method used is a quasi-experimental design with a pre-test and post-test. Results The difference between the pre-test and post-test values ​​of knowledge in the intervention and control groups based on the results of the Wilcoxon test was not statistically significant, namely in the intervention group p = 0.488 and in the control group p = 0.697. Wilcoxon statistical analysis results on parents' observations of brushing habits showed a significant relationship with the score in the intervention group p = 0.001 and in the control group p = 0.012. Keywords: The habit of brushing teeth, mother's knowledge
APAKAH ASURANSI KESEHATAN BERKAITAN DENGAN PEMANFAATAN PUSKESMAS? STUDI POTONG LINTANG DI PROBOLINGGO - JAWA TIMUR TAHUN 2018 Nurul Jannatul Firdausi; Dwi Handayani; Agung Dwi Laksono
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i2.337

Abstract

Latar Belakang: Asuransi kesehatan diketahui dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, alasan tersebut mendorong pemerintah merilis kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan: Penelitian ditujukan untuk menganalisis hubungan asuransi kesehatan dengan pemanfaatan Puskesmas di Probolinggo - Jawa Timur. Metode: Penelitian mengekstraksi data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Riskesdas menggunakan stratifikasi dan multistage random sampling untuk memilih sampel, sehingga studi ini dapat menganalisis 3.393 responden (≥ 15 tahun) di Probolinggo - Jawa Timur. Selain pemanfaatan Puskesmas sebagai variabel outcome, penelitian menggunakan kepemilikas asuransi kesehatan sebagai variabel terpapar, dan sembilan variabel lain sebagai kontrol: area, tempat tinggal, umur, jenis kelamin, perkawinan, pendidikan, pekerjaan, sosio-ekonomi, dan waktu tempuh ke Puskesmas. Regresi logistik biner digunakan untuk penentuan pada tahap akhir. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa bahwa mereka yang memiliki asuransi kesehatan yang dikelola pemerintah memiliki peluang 2,371 kali dibanding yang tidak memiliki asuransi kesehatan untuk memanfaatkan Puskesmas (AOR 2,371; 95% CI 2,320-2,423). Lebih lanjut, mereka yang memiliki asuransi kesehatan yang dikelola pemerintah dan juga swasta memiliki peluang 1,924 kali dibanding yang tidak memiliki asuransi kesehatan untuk memanfaatkan Puskesmas (AOR 1,924; 95% CI 1,829-2,024). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa kepemilikan asuransi kesehatan memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan Puskesmas di Probolinggo. Mereka yang memiliki asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah memiliki peluang paling tinggi untuk memanfaatkan pelayanan Puskesmas.
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENANGANAN HIPERTERMI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEMASI KECAMATAN NEKAMESE Angel Yivani Maria Rihi; Florentianus Tat; Aben B. Y. H. Romana
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i2.387

Abstract

Pendahuluan: Hipertermi adalah peningkatan suhu tubuh di atas batas normal. Kasus hipertermi di Indonesia sebanyak 31% di alami oleh balita. Peran orang tua sangat dibutuhkan ketika balita mengalami hipertermi sehingga pengetahuan orang tua sangat penting untuk diperhatikan. Metode Penelitian: Penelitian bersifat deskriptif dan subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak balita di wilayah kerja Puskesmas Oemasi, Kecamatan Nekamese dengan sampel sebanyak 71 orang tua dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Hasil: Hasil yang didapatkan terkait pengetahuan orang tua tentang pengertian hipertermi sebanyak 81,70% dengan kategori baik, pengetahuan tentang penyebab hipertermi sebanyak 57,70% dengan kategori baik, pengetahuan tentang tanda dan gejala hipertermi sebanyak 49,30% dengan kategori cukup, pengetahuan tentang dampak hipertermi sebanyak 64,80% dengan kategori cukup. Pengetahuan terkait penanganan hipertermi didapatkan hasil 62,00% memiliki kategori pengetahuan cukup untuk penanganan non farmakologis dan 52,10% kategori cukup untuk penanganan secara farmakologis. Kesimpulan: Pengetahuan orang tua tentang penanganan hipertermi pada balita diwilayah kerja Puskesmas Oemasi, Kecamatan Nekamese didapatkan kategori pengetahuan baik untuk pengertian dan penyebab hipertermi dan kategori pengetahuan cukup untuk tanda dan gejala, dampak, penanganan secara non farmakologis maupun farmakologis pada hipertermi.
PENGARUH ORAL HYGIENE TERHADAP PENCEGAHAN KEJADIAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU Risalt Defyanto Kusaly; Usman Barus Ohorella; Irhamdi Achmad; Feby Adolf Metekohy; Miftahul Khair Imran
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i2.394

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Merupakan infeksi nosokomial pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pada pasien dengan pemasangan ventilator mekanik, baik melalui pipa endotrakeal maupun pipa trakeostomi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian oral hygiene terhadap pencegahan kejadian ventilator associated pneumonia (VAP) berdasarkan hasil penelusuran pustaka. Metode: Studi pustaka (Literature Review). Sumber data pencarian menggunakan Google Scholar dan PubMed, artikel dengan topik уang diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dari tahun 2017-2022. Hasil: Hasil kajian pustaka pada 10 artikel penelitian yang menуatakan bahwa oral hygiene berpengaruh pada pengurangan kejadian VAP. Oral Hygiene mampu mencegah kolonisasi faringeal dan mencegah perkembangan laju patogen VAP. Kesimpulan: oral hygiene berpengaruh pada pengurangan kejadian VAP. Sehingga di Rekomendasikan penggunaan larutan Chlorehexidine (CHX) menjadi larutan yang paling banyak digunakan dan paling efektif dalam perawatan mulut. Kata Kunci: Pneumonia, Oral Hygiene, VAP, ICU
STUDI KASUS INTERVENSI PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP, KETRAMPILAN DAN MENCEGAH KECACATAN PADA KELUARGA YANG MENDERITA KUSTA La Syam Abidin; Alberth Halapiry
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 2 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v2i2.415

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kusta (lepra) adalah penyakit menular kronis yang menyerang saraf tepi, kulit, hingga organ tubuh lainnya. Kusta dapat mengakibatkan cacat permanen bahkan kematian bagi penderitanya sehingga penting untuk dilakukan pencegahan kecacatan. Upaya pencegahan kecacatan penderita kusta dapat diberikan intervensi Pendidikan Kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, keterampilan dan tingkat kecacatan dalam pencegahan kecacatan pada anggota keluarga yang menderita kusta. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja puskesmas kairatu pada tanggal 8 - 15 agustus 2020 dengan sampel adalah satu klien dalam keluarga. Instrument yang digunakan adalah format asuhan keperawatan keluarga, penilaian tingkat cacat kusta dan kuesioner (pengetahuan, sikap dan keterampilan). Hasil: Tingkat pengetahuan saat pengkajian 40% (sesuai) dan saat evaluasi 100% (sesuai), sikap saat pengkajian 70% (kurang setuju) dan saat evaluasi 70% (sangat setuju), keterampilan saat pengkajian 40% (mengetahui cara mencegah cacat) dan saat evaluasi 70% (mengetahui cara mencegah cacat) serta tidak mengalami cacat (tingkat cacat 0) saat pengkajian dan evaluasi. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan dari hasil penilaian kuisioner dan klien tidak mengalami catat. Kata Kunci: Asuhan keperawatan; Keluarga; Pendidikan Kesehatan, Kusta Abstract Background: Leprosy (leprosy) is a chronic infectious disease that attacks the body's peripheral nerves, skin, and other organs. Leprosy can cause permanent disability and even death for sufferers, so it is important to prevent disability. Efforts to prevent the disability of leprosy sufferers can be given health education interventions. Objective: The purpose of this study was to describe the effect of health education on the level of knowledge, attitudes, skills, and level of disability in preventing disability in family members suffering from leprosy. Methods: The research design is descriptive with a case study method. The research was carried out in the Working Area of the Kairatu Health Center on 8 - 15 August 2020 with a sample of one client in the family. The instrument used is the format of family nursing care, assessment of the level of leprosy defects, and questionnaires (knowledge, attitudes, and skills). Results: Level of knowledge during assessment 40% (appropriate) and during evaluation 100% (appropriate), attitude during assessment 70% (disagree) and during evaluation 70% (strongly agree), skills during assessment 40% (know how to prevent defects) and when evaluation 70% (knowing how to prevent disability) and not having a disability (disability level 0) during assessment and evaluation. Conclusion: There is an increase in knowledge, attitudes, and skills from the results of the questionnaire assessment, and the client does not experience notes. Keywords: Nursing care; Family; Health Education, Leprosy disease

Page 2 of 4 | Total Record : 40