cover
Contact Name
Asnawi
Contact Email
mjmst@unimal.ac.id
Phone
+6282162006677
Journal Mail Official
mjmst@unimal.ac.id
Editorial Address
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology (MJMST) Mechanical Engineering Laboratory, 2nd Floor, Kampus Bukit Indah, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia Jl. Kompleks Bukit Indah, Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Indonesia, 24352 Email: mjmst@unimal.ac.id | Homepage : https://ojs.unimal.ac.id/mjmst/index
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology
ISSN : 23376945     EISSN : 28282922     DOI : 10.29103
MJMST (Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology) is a national research journal and invites contributions of original research articles as well as review articles in several areas of mechanical and material science. Published by Department Mechanical engineering, Faculty of engineering, Malikussaleh University, MJMST has been register as journal publication with ISSN number for printed version 2337-6945. The journal aims to publish refereed, high-quality research papers with significant novelty and short communications in all branches of mechanical science. Manuscripts which describe the novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology is applying double-blind peer-review process for the publication. Both the reviewer and author are anonymous. Each article is at least reviewed by two reviewers, which has high competency in the field of Mechanical Engineering MJMST calls for papers that cover the following fields: Materials & Mechanics Materials & Processing Fluids Engineering Thermal Engineering Engine Systems Power & Energy Systems Dynamics, Measurement & Control Robotics & Mechatronics Micro-Nano Science & Technology Computational Mechanics Machine Design & Tribology Design & Systems Manufacturing & Machine Tool Manufacturing Systems Information, Intelligence & Precision Equipment Bioengineering and Biomechanics Sports Engineering and Human Dynamics Environmental Engineering Industrial & Safety Transportation & Logistics Space Engineering Technology & Society Law & Technology
Articles 111 Documents
Studi Desain Elemen Struktur Baja Berdasarkan SNI 1729 : 2015 dan SNI 1729 : 2020 Maizuar Maizuar; Sari Rama Indah; Teuku Mudi Hafli; Burhanuddin Burhanuddin
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology Vol 6, No 2 (2022): Special Issue in Material and Transportation - Malikussaleh Journal of Mechanica
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v6i2.7079

Abstract

Berdasarkan keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 232/KEP/BSN/7/2020 ditetapkan SNI 1729:2020 sebagai revisi dari SNI 1729:2015. Perbedaan mendasar kedua standar tersebut terdapat pada Pasal E7 tentang desain komponen struktur tekan dengan elemen langsing di mana pada SNI 1729:2015 digunakan luasan gross (Ag) dan pada SNI 1729:2020 digunakan luasan efektif (Ae) untuk menentukan nilai kekuatan nominal tekan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari perubahan perumusan terhadap kekuatan nominal rencana elemen struktur baja yang didesain berdasarkan SNI 1729:2015 dan SNI 1729:2020. Pada penelitian ini bangunan yang didesain berupa gedung 5 lantai yang berfungsi sebagai perkantoran dengan tipe struktur yang digunakan yaitu struktur rangka pemikul momen biasa (SRPMB) yang didesain sesuai metode load resistance factor design (LRFD) dengan menggunakan bantuan software ETABS 18.1.1. Profil baja yang digunakan yaitu profil IWF 450.200.9.14 sebagai struktur tekan dengan elemen langsing, H 350.350.12.19 sebagai struktur tekan tanpa elemen langsing dan IWF 350.175.7.11 sebagai struktur lentur dan geser. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kekuatan nominal tekan rencana profil IWF 450.200.9.14 sebagai struktur tekan dengan elemen langsing yang didesain berdasarkan SNI 1729:2015 dan SNI 1729:2020 mengalami penurunan dari 1828,7626 kN menjadi 1780,6193 kN dengan persentase penurunan yaitu sebesar 2,63%, nilai kekuatan tekan profil H 350.350.12.19 sebagai struktur tekan tanpa elemen langsing serta nilai kekuatan nominal lentur dan geser profil IWF 350.175.7.11 yang didesain berdasarkan SNI 1729:2015 dan SNI 1729:2020 memiliki nilai yang sama.
PEMANFAATAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI PENGGANTI BAHAN BAKAR MINYAK SOLAR INDUSTRI PADA SISTEM PEMANAS FLUIDA TERMIK DI PABRIK RESIN Sari Farah Dina; Justaman Arifin Karo karo; Siti Masriani Rambe; Edwin Harianto Sipahutar; Harry Parulian Limbong
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology Vol 6, No 1 (2022): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v6i1.7884

Abstract

Kebijakan Energi Nasional untuk memperluas penggunaan energi terbarukan, membuka peluang bagi industri untuk mengembangkan pemanfaatan biomassa. Telah dilakukan kajian pemanfaatan cangkang sawit sebagai pengganti solar industri pada sistem pemanas thermal oil pada pabrik resin dari karet alam yang berada di propinsi Sumatera Utara. Semua informasi dan data tentang pengoperasianTOH diperoleh melalui pengumpulan data sekunder dan diskusi langsung di lapangan. Data sekunder yang diperoleh berupa, tipe dan spesifikasi alat pemanas, karakteristik themal oil (jenis, laju alir, temperatur masuk dan keluar heater), konsumsi bahan bakar/jam serta karakteristik cangkang sawit. Dari kajian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan, bahwa selama proses pemanasan thermal oil  yang berlangsung secara bertahap pada sistem TOH menggunakan solar industri memiliki kapasitas panas 1.500.000 kkal/jam, namun panas maksimum yang berguna untuk memanaskan thermal oil adalah 694.396 kkal/jam dengan efisiensi termal maksimum adalah 80,69%. Perkiraan konsumsi cangkang sawit yang diperlukan untuk memanaskan thermal oil  pada asumsi efisiensi termal 70% sebagai pengganti energi yang disuplai solar industri adalah 237 kg/jam. Penghematan dari penggantian bahan bakar ini adalah sebesar Rp. 3.286.800.000,-/tahun.
Karakteristik Sifat Mekanik Hasil Pengelasan Gesek Aluminium dengan Tembaga Menggunakan Variasi Kecepatan Putar dan Kekasaran Permukaan Kontak Iman - Saefuloh; Ipick Setiawan; S Sunardi; Rina Lusiani; S Suryana
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 6, No 3 (2022): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v6i3.10301

Abstract

Friction welding is a type of welding that is used for a variety of materials. Friction welding is a method of joining two materials by swiping them together until they reach some of the melting points of the materials to be joined, then applying constant pressure. Aluminum and copper are the materials to be joined in this study. Using rotational speed and contact surface roughness variations. The purpose of this research is to determine the mechanical properties of friction welding results between aluminum and copper. The speed settings are 1230, 1500, and 2500 rpm. Use sandpaper grades #100, #800, and #1500 to achieve different levels of surface roughness. According to the results of this study, the rotational speed with the highest tensile strength and hardness values is 1230 rpm, namely 59.6 MPa and 54.6 HVN (Al), 112.1 HVN (Al) (Cu). In terms of surface roughness variations, the surface roughness using grade #1500 sandpaper has the highest value, namely 54.18 HVN (Al), 112.1 HVN (Cu). And #100 sandpaper with a value of 52.48 Mpa. The results of the microstructure test in the weld joint area at a magnification of 1000x indicated that the friction welding of aluminum and copper was successful, as evidenced by the diffusion of aluminum and copper in this area.
DESAIN ERGOMETER KAYAK BERDASARKAN ANTROPOMETRI DAN BIOMEKANIK ATLET Muhammad Nuzan Rizki; A Asnawi; Nurul Islami; Rizki Aulia Nanda; Dedi Afandi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 6, No 3 (2022): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v6i3.10405

Abstract

Kekuatan otot dan daya tahan kaki sangat penting dalam menghasilkan rotasi tubuh bagian atas yang baik. Namun, latihan kekuatan tubuh bagian atas lebih diutamakan dari pada latihan kekuatan bagian tubuh lainnya karena keterlibatannya yang lebih dominan dalam stroke saat mendayung. Oleh karena itu, Atlet kayak memerlukan sarana latihan yang dapat membantu dalam upaya peningkatan kekuatan tubuh bagian atas. Salah satu sarana yang terbukti mampu memenuhi kebutuhan latihan Atlet tersebut yaitu Ergometer Kayak. Ergometer kayak dapat mensimulasikan kegiatan dayung di air dan menjadi sarana pelatihan yang mudah karena dilakukan di daratan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat ergometer kayak berdasarkan antropometri dan biomekanik Atlet. Diawali dengan melakukan identifikasi kebutuhan, menyusun spesifikasi teknis, pengukuran antropometri & biomekanik Atlet, dan diakhiri dengan mendesain ergometer kayak menggunakan perangkat lunak CAD. Hasil dari penelitian ini yaitu desain ergometer kayak yang sesuai dengan antropometri dan biomekanik Atlet. Sehingga dapat membantu Atlet untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas pada saat pelatihan.
Analisa Pengaruh Putaran Pompa Centrifugal (Seri dan Paralel) Terhadap Aliran Fluida dan Efisiensi Pompa S Suryadi; Muhammad Habibi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 6, No 3 (2022): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v6i3.10385

Abstract

Dalam kehidupan modern semacam saat ini ini pompa memiliki pemakaian yang sangat luas di hamper seluruh bidang aktivitas. Bisa dipahami kalau buat menanganinya dibutuhkan pengetahuan yang mencukupi serta terperinci paling utama dalam metode–cara pemilihan, pemasangan, konsumsi, serta pemeliharaannya. Dalam pengoperasian pompa, laju aliran yang diperlukan tidak senantiasa senantiasa, sebab itu kapasitas aliran wajib bisa diatur cocok kebutuhan. Atas bawah pemikiran ini penulis berupaya mempelajari pengaruh alterasi kecepatan putaran pompa bila dipasang secara tunggal, seri serta parallel. Pada peneltian ini variasi yang digunakan adalah kecepatan putaran pompa 1000, 1500, 2000, 2400 dan 2800 Rpm yang masing-masing diuji coba pada tipe pemasangan pompa sentrifugal tunggal, seri dan parallel. Efisiensi pompa yang tinngi  terjadi pada tipe pompa  pemasangan parallel.  Untuk  pompa  tunggal  efisiensi  tertinggi  pada 2500  rpm,  untuk  pompa  seri  efisiensi  tertinggi  pada  2000  rpm yang kemudian terjadi   penurunan  pada  2500 dan  2800  rpm  namun  untuk  tipe pompa pemaasangan yang parallel  efisiensi  tertinggi  terjadi pada kecepatan putaran  2500  rpm  dan terjadi penurunan efisiensi pada putaran pompa 2800 rpm.
PENGARUH DEBIT INFLOW - OUTFLOW TERHADAP EFISIENSI SALURAN DAERAH IRIGASI GUNCI Teuku Mudi Hafli; Adzuha Desmi; Batari Putri; M. Fauzan; Fasdarsyah Fasdarsyah; Mukhlis Mukhlis; David Sarana; Syibral Malasyi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 6, No 3 (2022): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v6i3.10433

Abstract

Krueng Gunci yang menjadi sumber air untuk jaringan daerah irigasi Gunci yang memiliki luas areal layanan 105,97 ha. Permasalahan yang sering dihadapi adalah lahan pertanian tidak dapat terairi dengan baik terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi saluran primer. Kondisi saluran pada ruas RG 10 mengalami kerusakan lebih banyak.  diperoleh efesiensi penyaluran di saluran primer Gunci sebesar 61,31%. Dengan demikian kehilangan air sepanjang saluran primer Gunci sebesar 28,69% dari efisiensi pada kondisi normal untuk saluran primer yaitu 90%. Berdasarkan hasil analisis dan observasi ke lapangan, penyebab berkurangnya efisiensi saluran adalah panjangnya saluran primer yang masih lanning dari tanah, sehingga banyak rumput liar, sedimen didalam saluran, dan rusak bangunan irigasi. maka upaya- upaya yang dapat dilakukan yaitu memelihara prasarana dan sarana pengairan sehingga kehilangan air akibat rembesan dan bocoran dapat ditekan sekecil mungkin. Adapun upaya meningkatkan efisiensi jaringan yaitu pelaksanaan linning pada saluran, pelaksanaan plesteran pada saluran,pelaksanaan linning dan plesteran pada saluran. Melakukan pengkajian mengenai kondisi fisik dan alat ukur pada jaringan irigasi Gunci.
Kajian Eksperimental Unjuk Kerja Heat Exchanger Double Pipe T Taufiq
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 3, No 2 (2015): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v3i2.10899

Abstract

Alat penukar kalor pipa ganda memiliki konstruksi yang sederhana. Jumlah perpindahan panas yang sangat terperinci sampai setiap bagian terkecil, ini yang membuat penukar kalor pipa ganda perangkat perpindahan panas yang cocok dalam keseharian. Alat penukar kalor pipa rangkap terdiri dari dua pipa logam standar yang dikedua ujungnya dilas menjadi satu atau dihubungkan dengan kotak penyekat. Fluida yang satu mengalir di dalam pipa, sedangkan fluida kedua mengalir di dalam ruang anulus antara pipa luar dengan pipa dalam. Penelitian didasarkan atas tiga alat penukar kalor  pipa ganda yang berbeda variasi tube bagian dalam. Adapun varian tube yang diteliti adalah alat penukar kalor pipa ganda dengan tiga tube, alat penukar kalor pipa ganda dengan empat tube, dan alat penukar kalor pipa ganda dengan lima tube. Temperatur yang diteliti juga bervariasi yaitu: 50 °C, 55 °C, dan 60 °C. Dengan durasi waktu pengambilan data adalah selang 5 menit, selama 1 jam 40 menit. Untuk temperatur fluida panas 60, 55,50 (°C) dari HE 3 tube terjadi penyerapan panas oleh fluida dingin sebesar 10 °C. Dengan Qpanas untuk masing-masing temperatur sebesar 2346 KJ/s – 4483 KJ/s, 2346 KJ/s – 4168 KJ/s, 1681 KJ/s – 3327 KJ/s. Dan kehilangan panas pada masing-masing temperatur sebesar 717 – 683 KJ/s, 691 – 443 KJ/s, 214 – 201 KJ/s. Untuk temperatur fluida panas 60, 55, 50 (°C) dari HE 4 tube terjadi penyerapan panas oleh fluida dingin sebesar 110C. Dengan Qpanas untuk masing-masing temperatur sebesar 2416 KJ/s – 4903 KJ/s, 2416 – 4516 KJ/s, 2031 – 3502 KJ/s. Dan kehilangan panas pada masing-masing temperatur sebesar 799 – 765 KJ/s, 874 – 681 KJ/s, 413 – 117 KJ/s. Untuk temperatur fluida panas 60, 55, 50 (°C) dari HE 5 tube terjadi penyerapan panas oleh fluida dingin sebesar 12 °C. Dengan Qpanas untuk masing-masing temperatur sebesar 2592 – 5324 KJ/s, 2486 – 4938 KJ/s, 2171 – 3783 KJ/s. Dan kehilangan panas pada masing-masing temperatur sebesar 748 – 772 KJ/s, 681 – 1176 KJ/s, 290 – 321 KJ/s.
Kaji Eksperimental Permukaan Dalam Falling Film Evaporator dengan Humidifikasi Z Zulfikar; M Muhammad; T Hafli
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 4, No 2 (2016): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v4i2.10890

Abstract

Produktivitas dan kuantitas garam produksi masih sangat rendah. Produksi garam secara tradisi di provinsi Aceh dilakukan dengan dua tahapan, yaitu : tahap produksi ie kuloh atau ie iku (larutan garam) dan tahap perebusan sehingga terbentuk kristal garam. Produktivitas produksi larutan kosentrat garam masih sangat rendah, karena proses evaporasi yang terjadi lamban. Pengembangan dan penerapan teknologi distilasi dengan evapotar terpisah dapat meningkatkan laju penguapan. Pada penelitian tahap pertama akan dikembangkan falling film evaporator dengan efek humidifikasi. Falling film evaporator dengan efek humidifikasi telah dibuat dari pipa stainless steel dengan diamter ½ inchi dan panjang 1000 mm. Air laut sebagai bahan baku dikondisikan pada 60oC dan diumpankan ke  evaporator melalui bagian atas evaporator. Udara dihembuskan dari bagian bawah evaporator dengan bantuan blower. Permukaan bagian dalam pipa evaporator divariasikan, yaitu pipa tanpa hambatan (pipa polos) dan pipa dengan hambatan bagian dalam (pipa dengan meshing pada permukaan dalam). Pengujian mengukur kehilangan massa air untuk menghitung laju penguapan dan mengukur kadar garam di dalam larutan yang dihasilkan. Hasil pengujiam menunjukkan bahwa penggunaan meshin pada bagian dalam falling film evaporator dengan efek humidifikasi telah meningkatkan laju penguapan secara signifikan dibandingkan dengan tanpa menggunakan meshing. Laju penguapan meningkat seiring dengan semakin tinggi kadar garam dalam larutan. Laju penguapan untuk permukaan evaporator dengan hambatan rata-rata  4,216 L/h sedangkan evaporator tanpa hambatan rata-rata 2,792 L/h. 
Optimasi Penyerapan Panas Memanfaatkan Energi Matahari Pada Kolektor M Iqbal A.P; Ahmad Syuhada; H Hamdani
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 2, No 1 (2014): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v2i1.10923

Abstract

Energi matahari merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan manusia untuk berbagai keperluan seperti  listrik, pemanas, pengering dan lain sebagainya. Kolektor surya merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengumpulkan energi matahari  dan diubah menjadi energi thermal dan meneruskan energi tersebut ke fluida. Melalui 3 (tiga) variasi sudut hambatan yang disusun diharapkan dapat ditemukan sudut hambatan yang sesuai dalam upaya mengoptimalkan penyerapan energi matahari dengan memanfaatkan laluan multi belokan . Ukuran dari kolektor adalah 250 cm × 85 cm. Pada setiap sisi dari kotak absober dilapisi dengan  alumunium dengan tebal 10mm. Sebagai penyerapan radiasi surya pada pengujian ini digunakan pasir besi dengan tebal 6 cm dan posisi kotak pemanas udara dibuat miring 150 .Pengukuran temperatur dilakukan dengan beberapa variasi, yaitu : laluan multi belokan sudut 1800, laluan multi belokan 900 dan laluan multi belokan sudut 1300 . Pengujian dilakukan di alam terbuka di halaman Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh dan pengukuran dilakukan sebanyak 33 titik pada laluan aliran. Pengujian dilakukan dari jam 11.00 sampai dengan 15.00 WIB. Hasil penelitian diperoleh distribusi temperatur absober untuk ketiga tipe solar kolektor cenderung sama, distribusi temperatur tertinggi dapat dicapai oleh kolektor dengan sudut belokan 1300 yaitu 93,30C,  pada waktu 12.00-13.00 WIB. Tipe kolektor surya dengan sudut belokan 900 merupakan temperatur ke 2 tertinggi yang mampu dicapai 91,20C. Dan tipe kolektor surya dengan sudut belokan 1800  yang memperoleh temperatur terendah yaitu 90,20C.
Analisa Kekuatan Tarik Serat Tunggal Pelepah Lontar Dengan 10% NaOH Edy Yusuf; Z Zumiardi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 3, No 1 (2015): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v3i1.10906

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kadar air terhadap kekuatan tarik interfacial serat pelepah lontar yang diberi perlakuan alkali dengan 10%NaOH. Penelitian dilakukan dengan menggunakan satu jenis serat alam yaitu serat pelepah lontar. Pengujian kekuatan mekanik dari komposit yang dilakukan dengan menggunakan pengujian tarik (tensile test) yang dilakukan dengan mesin uji tarik pearson panke Equipment Ltd, bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran standar ASTM D 3379-75. Menganalisa dan membandingkan komposit serat pelepah lontar dengan NaOH, yaitu 10% kadar NaOH. Menurut analisa nilai yang terbaik dari kekuatan tarik pada serat pelepah lontar yaitu dengan perlakuan alkali 10% sebesar menunjukkan bahwa nilai Tegangan tarik yang tertinggi pada Serat pelepah lontar yaitu pada perlakuan alkali 10% NaOH dengan nilai 51.2 MPa dan nilai terendah yaitu dengan nilai 24.3 MPa, dan regangan tertinggi 6.4% dan nilai regangan terendah 0.2%, untuk modulus elastisitas tertinggi sebesar 127.93 dan nilai terendah sebesar 4.7 jadi pada penelitian perlakuan NaOH 10% bila diberikan larutan alkali yang semakin tinggi akan menyebabkan berkurangnya kandungan semiselulosa, lignin atau pektin pada serat

Page 4 of 12 | Total Record : 111