cover
Contact Name
Asnawi
Contact Email
mjmst@unimal.ac.id
Phone
+6282162006677
Journal Mail Official
mjmst@unimal.ac.id
Editorial Address
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology (MJMST) Mechanical Engineering Laboratory, 2nd Floor, Kampus Bukit Indah, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia Jl. Kompleks Bukit Indah, Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Indonesia, 24352 Email: mjmst@unimal.ac.id | Homepage : https://ojs.unimal.ac.id/mjmst/index
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology
ISSN : 23376945     EISSN : 28282922     DOI : 10.29103
MJMST (Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology) is a national research journal and invites contributions of original research articles as well as review articles in several areas of mechanical and material science. Published by Department Mechanical engineering, Faculty of engineering, Malikussaleh University, MJMST has been register as journal publication with ISSN number for printed version 2337-6945. The journal aims to publish refereed, high-quality research papers with significant novelty and short communications in all branches of mechanical science. Manuscripts which describe the novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology is applying double-blind peer-review process for the publication. Both the reviewer and author are anonymous. Each article is at least reviewed by two reviewers, which has high competency in the field of Mechanical Engineering MJMST calls for papers that cover the following fields: Materials & Mechanics Materials & Processing Fluids Engineering Thermal Engineering Engine Systems Power & Energy Systems Dynamics, Measurement & Control Robotics & Mechatronics Micro-Nano Science & Technology Computational Mechanics Machine Design & Tribology Design & Systems Manufacturing & Machine Tool Manufacturing Systems Information, Intelligence & Precision Equipment Bioengineering and Biomechanics Sports Engineering and Human Dynamics Environmental Engineering Industrial & Safety Transportation & Logistics Space Engineering Technology & Society Law & Technology
Articles 108 Documents
ANALISA KARAKTERISTIK PASIR SUNGAI SEBAGAI BAHAN CETAKAN PADA PENGECORAN LOGAM Nasution, irfan maulana; Yusuf, Muhammad
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2023): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v7i2.12507

Abstract

Casting is a process to make a component by pouring liquid metal into a sand mold. In the casting process, sand is the basic material used for making molds. Commonly used molding sands are mountain sand, beach sand, river sand and silica sand. Molding sand must have requirements such as formability, suitable permeability, good sand grain size distribution, resistance to high temperatures, suitable binder composition, and sand must be cheap. This study aims to determine the quality of krueng sawang river sand for molding materials in metal casting, for which several tests will be carried out including water content test, clay content test, sand grain size distribution test, grain shape examination and sand strength test. In this study, the method used is the experimental method and is a quantitative study that clearly describes the results of experiments in the laboratory on a number of test objects, then analyzes the data using numbers. The average water content is 12.50%. The average clay content is 3.36%. From the results of sand distribution testing, the results of sand distribution obtained a total percentage of 98.575%. Mountain sand grain fineness number data has a GFN value of 33.78. From the sand shape test, it can be seen that most of the sawang river sand grains are partially angular (Sub angular grain). The compressive strength test results show that the dry specimen value is higher than the wet specimen. Based on anova analysis with a percentage error of 0.05 on dry sand obtained f-count> f-table with an f-count value of 21.71138, f-table 4,066180557, p-value 0.000337 so it can be concluded that H1 is accepted and H0 is rejected. In the anova analysis on wet sand, f-count> f-table is obtained with an f-count value of 14.51971, f-table 4, 066180557, p-value 0.001335, so it can be concluded that H1 is accepted and H0 is rejected. While the anova analysis on the distribution of printed sand grain distribution values is obtained by f-count> f-table with the value of f-count 164.8742, f-table 2.620654148, p-value 9.16E-18 so it can be concluded that H1 is accepted and H0 is rejected.
Rancang Bangun dan Analisa Struktur Balance Bike Rotan dengan Beban Maksimal 15 kg Irfan, Said; Abubakar, A; Yusuf, Edy; Nayan, Ahmad
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i1.14964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan Balance Bike (BB) terhadap proses belajar mandiri bersepeda. Permasalahan penelitian terfokus pada perancangan dan pembuatan sepeda keseimbangan rotan yang nyaman dan aman untuk anak usia 3-5 tahun. Kajian dibatasi pada desain spesifik rangka utama dan aksesoris pendukungnya. Metodologi penelitian meliputi tinjauan pustaka, analisis produk, perancangan komponen, analisis kekuatan material, serta pembuatan dan perakitan sepeda keseimbangan. Kajian tersebut diambil dari bidang desain rangka sepeda, fungsi keseimbangan sepeda, serta sifat dan pemanfaatan rotan. Temuan penelitian ini bertujuan untuk menawarkan rangka sepeda anak baru yang ramah lingkungan dan menampilkan keunikan rotan sebagai bahan rangka sepeda. Signifikansi studi ini terletak pada memberikan wawasan mengenai proses pembuatan sepeda keseimbangan dan penghematan biaya melalui penggunaan rotan. Hasil penelitian juga memberikan kontribusi terhadap pemanfaatan rotan sebagai material dan analisis struktur Rotan Balance Bike. Dari Analisa manual diberi beban 15 kg pada seat stay dan tranmisi gaya pada seat stay 61.29 N, pada chain stay 119.093 N, pada down tube 125.10 N, pada head tube 178.44 N, dan pada fork 13.38 N. Untuk menghitung tegangan pada setiap bagian tube adalah dengan cara membagikan tekanan dengan luas penampang pada masing-masing tube maka didapatkan hasil tegangan chain stay 0.04 , seat stay 0.48 , down tube 0.09 , head tube 0.07 , fork 0.03 . Untuk memperjelas analisis balance bike diuji Kembali dengan menggunakan Autodesk Inventor, hasil simulasinya adalah pada beban 15 kg, von mises stress 1.164 Mpa, displacement 0.0308 mm, dan safety factor 15.
ANALISIS PENGARUH VARIASI WAKTU TERHADAP KARAKTERISTIK PROSES PEMANGGANGAN BIJI KOPI LIBERIKA Nur, Faisal Muhammad; Suryadi, Suryadi; Syahputra, Iryan
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2023): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v7i2.15405

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perdagangan paling diminati di dunia dan banyak dihasilkan di Indonesia, salah satunya adalah jenis kopi Liberika. Salah satu proses dalam pengolahan kopi adalah pemanggangan dan waktu merupakan parameter penting yang harus diperhatikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu terhadap karakteristik proses pemanggangan biji kopi liberika. Pengujian dilakukan meggunakan pemanggang listrik yang berpengaduk. Bahan baku yang digunakan adalah liberika green bean sebanyak 200 g. Tiap sampel dipanggang pada temperatur 220 —¦C dengan variasi waktu 8 dan 10 menit, dengan 5 kali pengulangan untuk tiap variasi waktu. Dua buah termokopel dihubungkan dengan alat dan perangkat lunak Artisan visual roaster scope pada komputer untuk mengukur dan merekam perubahan data temperatur drum dan biji kopi terhadap waktu. Alat pengeras dan perekam suara dengan aplikasi sound effect spesifikasi note 10 diunakan untuk mendeteksi suara crack selama proses pemanggangan. Timbangan digital digunakan untuk mendeteksi perubahan masa terhadap waktu pemanggangan. Setelah proses selesai kopi segera didinginkan. Analisis dilakukan terhadap data rata-rata perubahan temperatur drum dan bean terhadap waktu, cracking time, data rata-rata perubahan massa terhadap waktu, nilai rendemen, volume dan massa jenis biji kopi hasil pemanggangan. Hasil pengujian menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat antara waktu pemanggangan dengan temperatur dan korelasi negatif yang sangat kuat dengan perubahan massa. First crack terditeksi mulai terjadi setelah menit ke 6. Pemanggangan biji kopi liberika selama 8 dan 10 menit masing-masing menghasilkan rendemen 92,29 dan 89,46 %, volume jenis 1,75 dan 1,90 cm3/g. Namun waktu tidak berpengaruh signifikan terhadap rata-rata rendemen, volume jenis dan massa jenis kopi Liberika.
Pengaruh Fraksi Volume Serat Terhadap Peningkatan Kekuatan Impak dan Kekuatan Tarik Komposit Berpenguat Serat Daun Nanas (Ananas Cosmosus) Zahrani, Amilia; Sayuti, Muhammad; Zulnazri, Zulnazri; Putra, Reza; Islami, Nurul
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i1.14659

Abstract

A composite is a technical material that is made by combining two or more materials that have different properties to become a new material with different properties. Natural fibers used as composite reinforcement are more environmentally friendly and biodegradable. The use of natural fibers as composite reinforcement in recent years has experienced very rapid development. One of them is pineapple leaf fiber. The aim of this research is to determine the effect of fiber volume fraction and NaOH immersion on the mechanical properties (Tensile Strength and Impact Strength) of composites reinforced with pineapple leaf fibers with an epoxy matrix. In this research, woven composites were made with variations in volume fraction and NaOH immersion time for the fibers, then tensile tests according to ASTM D-3039 standards and impact tests according to ASTM D256 standards. Based on test results with varying fiber volume fractions of 15%, 20%, and 25%, the strength results increase and decrease. The tensile strength of the composite tends to increase with increasing fiber volume fraction and NaOH immersion. However, the longer the soaking time, namely 4 hours, the tensile strength of the composite tends to decrease. The most optimal average value of tensile strength is at a fiber volume fraction of 25% with fiber soaking for 2 hours with a value of 23.07 MPa and the lowest average value of tensile strength is at a fiber volume fraction of 15% with fiber soaking for 4 hours with value 11.31 MPa. Meanwhile, the highest average impact value was owned by a composite with a fiber volume fraction of 20% without soaking, namely 0.0589 j/mm2 and the lowest impact value was with a fiber volume fraction of 20% with fiber soaking for 4 hours, namely 0.0124 j/mm2.
Evaluasi Unjuk Kerja Generator HHO Type Dry Cell dengan Variasi Penambahan Karbon Aktif pada Katalis Natrium Hidroksida (NaOH) Simanjuntak, Ochitria Cintia Br; Asnawi, Asnawi; Putra, Reza; Setiawan, Adi; Alchalil, Alchalil
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i2.17844

Abstract

Gas HHO dapat menjadi energi alternatif dalam transisi energi menuju sistem energi yang lebih efisien, rendah karbon dan berkelanjutan. Gas HHO dihasilkan melalui elektrolisis air menggunakan listrik untuk mengurai air menjadi ion hidrogen. Elektrolisis air membutuhkan energi listrik yang besar sehingga digunakan karbon aktif untuk menghematnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja generator HHO type dry cell dengan penambahan karbon aktif untuk meningkatkan efisiensi dan laju produksi gas HHO. Dalam penelitian ini, data yang dihasilkan berupa daya yang dibutuhkan, laju produksi gas HHO dan efisiensi generator HHO. Metode eksperimen dilakukan dengan memvariasikan karbon aktif 0-10% pada katalis NaOH dengan interval 2.5% tiap variasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi NaOH dengan penambahan karbon aktif 7.5% mendapatkan laju produksi gas HHO tertinggi dan efisiensi tertinggi sebesar 458.72 ml/min dan 63.04%. Sedangkan variasi yang membutuhkan daya lebih sedikit pada variasi NaOH dengan penambahan karbon aktif 2.5% sebesar 103.01 Watt.  Kata kunci: Transisi energi, elektrolisis air, gas HHO, katalis, karbon aktif
Analisis Kekuatan Tarik Komposit Serat Daun Nanas Dengan Variasi Fraksi Volume Menggunakan Resin Polyester Bening Zahra, Fatimah; Safriwardy, Ferri; Habibi, Muhammad; Zulmiardi, Zulmiardi; Rizki, Muhammad Nuzan
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i2.19658

Abstract

Pemanfaatan serat daun nanas masih tergolong sedikit hanya dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai jenis produk furniture, kain untuk produk fasion, kerajinan dan komposit sebagai material pembentuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan Tarik komposit serat daun nanas dengan variasi fraksi volume menggunakan resin poliyester bening. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan menggunakan tiga fraksi volume yang berbeda yaitu 60% serat : 40% resin, 70% serat : 30% resin, dan 85% serat : 15% resin. Setelah proses pembuatan spesimen pengujian, kemudian spesimen dilakukan pengujian uji tarik pada setiap fraksi volume. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya variasi kekuatan tarik pada setiap fraksi volume yang digunakan, yang mana dengan menggunakan fraksi volume 85% serat : 15% resin menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi volume 60% serat : 40% resin dan 70% serat : 30% resin. Komposit yang diperkuat serat daun nanas dengan variasi fraksi volume serat daun nanas 60% : resin 40%, serat daun nanas 70% : resin 30%, dan serat daun nanas 85% : resin 15%. Dari variasi persentase tersebut yang memiliki kekuatan tarik tertinggi pada serat daun nanas 85% : resin 15% dengan nilai rata-rata sebesar 105,694 MPa, kekuatan modulus elastisitas 1576 MPa, dan elongation yaitu 6,74%. Sedangkan nilai kekuatan tarik terendah terdapat pada serat daun nanas 60% : resin 40% , dengan nilai rata-rata sebesar 74,30 MPa,kekuatan modulus elastisitas 1231 MPa, dan elongationi 6,04%, maka dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat maka semakin tinggi nilai kekuatan tarik. Variasi fraksi volume serat daun nanas dapat mempengaruhi sifat mekanik komposit resin polyester bening. Nilai kekuatan komposit naik sering bertambahnya fraksi volume serat. Namun fraksi volume serat yang tinggi tidak selalu memberikan pengaruh yang baik terhadap kekuatan komposit. Kekuatan komposit tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah serat tetapi juga dipengaruhi oleh faktor pengikat yaitu matrik.
Pengaruh Arah Serat Pada Lamina Komposit Berpenguat Serat Bambu Terhadap Kekuatan Tarik mumfazir, mumfazir; Nayan, Ahmad; Muhammad, Muhammad; Suryadi, Suryadi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i2.17923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan core PE foam terhadap kekuatan bending komposit sandwich serat bambu apus menggunakan resin epoxy. Pembuatan komposit sandwich dilakukan dengan metode Hand Lay Up. Pengujian uji bending dilakukan berdasarkan standar         (ASTM C 393). Hasil penelitian ini dari 3 variasi ketebalan core PE foam 20, 30 dan 40 mm tersebut yang memiliki kekuatan bending tertinggi pada ketebalan core PE foam 20 mm dengan nilai rata-rata sebesar 1,78 MPa, sedangkan nilai kekuatan bending terendah terdapat pada ketebalan core PE foam 40 mm dengan nilai rata-rata sebesar 0,89 MPa. Dapat disimpulkan bahwa dengan bertambahnya core PE foam maka kekuatan bendingnnya akan menurun, sedangkan core yang tidak tebal akan berbanding terbalik. Skin bagian atas akan rusak terlebih dahulu oleh beban tekan, sedangkan skin bagian bawah akan rusak oleh beban tarik komposit sandwich. Untuk Jenis patahan dari komposit sandwich serat bambu apus  dengan variasi ketebalan core PE foam 20, 30 dan 40 mm menggunakan resin epoxy mengalami jenis patahan pada spesimen ialah patahan face yield dan debonding.
Analisis Uji Tarik dan Bending Komposit Hybrid Serat Nanas dan Glasswool Dengan Matriks Polyester Hidayat, Rizki; Muhammad, Muhammad; Islami, Nurul; Putra, Reza; Rahman, Abdul
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i2.17436

Abstract

Salah satu serat yang dapat dimaanfaatkan sebagai bahan pengisi pada produk komposit yaitu serat nanas dan glasswool yang sangat mudah didapatkan serta ramah lingkugan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan tarik dan bending yang teringgi pada setiap variasinya. Spesimen uji dibuat menggunakan metode hand lay up dengan pengujian tarik menggunakan ASTM D638-02 dan bending ASTM D90. Hasil pengujian kekuatan tarik yang paling optimal terdapat pada fraksi volume (SN 40% : GW 20% ) dengan nilai rata-rata sebesar  = 37,11 MPa untuk kekuatan luluh sebesar 29,87 MPa dan regangan tarik sebesar  6,49 % pada variasi (SN 30% : 30% GW) nilai rata-rata sebesar  = 24,48 MPa untuk kekuatan luluh sebesar 18,38 MPa dan regangan sebesar  6,74%, variasi (SN 10% : GW 50%) rata-rata kekuatan tarik sebesar  =17,05 MPa dengan kekuatan luluh sebesar 13,89 MPa dan regangan meningkat sebesar  829%. Hasil pengujian bending tertinggi terdapat pada variasi (SN 40% : GW 20%) dengan rata-rata kekuatan bending sebesar 115,79 MPa untuk kekuatan luluh didapatkan sebesar 5,23 MPa untuk variasi (SN 30% :GW 30%) didapatkan kekuatan bending sebesar 90,19 MPa dengan kekuatan luluh 5,23 MPa dan variasi (SN 10% : 50% GW ) didapatkan kekuatan bending sebesar 68,13 MPa dengan kekuatan luluh 3,11 MPa. Pencampuran yang terbaik terjadi pada spesimen dengan komposisi 40% serat nanas dan 20% glasswool. Jenis patahan yang terjadi berupa getas.
Analisis Uji Impact dan Uji Bending Balok Laminasi Batang Kelapa (Cocos Nucifera) dan Bambu Duri (Bambusa Blumeana) Sebagai Material Konstruksi Lunas Kapal Kayu Ikramullah, Firza; Safriwardy, Ferri; Suryadi, Suryadi; Putra, Reza; Faisal, Faisal
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i2.17178

Abstract

Penggunaan material utama konstruksi kapal dibangun dari material kayu yang mengakibatkan biaya operasional dalam pembuatannya menjadi mahal dan tidak ramah untuk lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan beban kejut dan kekuatan bending dari balok laminasi batang kelapa dan bambu duri. Metode yang dilakukan adalah pengujian eksperimental dengan pengujian impact dan pengujian bending. Penelitian ini memiliki 3 model variasi lapisan, yaitu 3, 5, dan 7 dengan bentuk susunan lapisan batu bata (carvel).  Pengujian balok laminasi mengacu pada ASTM D6110-10 untuk uji impact dan ASTM D143 untuk uji bending. Balok laminasi yang akan di uji memiliki kadar air di bawah 18% sesuai dengan ketentuan BKI. Balok laminasi dengan pengujian impact variasi 3 lapisan mempunyai energi yang diserap sebesar 23,408 J dan harga impact sebesar  Laminasi variasi 5 lapisan memiliki nilai energi yang diserap sebesar 35,511 J dan harga impact sebesar   Variasi 7 lapisan memiliki energi yang diserap sebesar 40,166 J dan harga impact sebesar . Hasil pengujian bending pada balok laminasi dengan variasi 3 lapisan mempunyai kekuatan bending pada sebesar 14,37 MPa. Laminasi variasi 5 lapisan memilik nilai kekuatan sebesar 28,56 MPa dan variasi 7 lapisan memiliki nilai kekuatan yang sebesar 38,32 MPa. Hasil pengujian impact dan bending untuk balok laminasi batang kelapa dan bambu duri tergolong dalam Kelas Kuat IV-V menurut Badan Klasifikasi Indonesia, sehingga menyebabkan balok laminasi tersebut tidak direkomendasikan sebagai alternatif pengganti kayu solid untuk lunas kapal.
Karakteristik Produk Biopelet Berbahan Baku Limbah Kelapa Muda Hasil Torefaksi Menggunakan Retort Kiln Untuk Bahan Bakar Tungku Pengrajin Pandai Besi Sinaga, Willy Musa Pernando; Suryadi, Suryadi; Setiawan, Adi; Faisal, Faisal; Sayuthi, Muhammad
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 2 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v8i2.17907

Abstract

Limbah biomassa dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, munculnya penyakit dan menurunkan nilai estetika (keindahan) kota serta masalah-masalah lainnya. Hal ini terus mendorong manusia untuk melakukan inovasi untuk mendapatkan sumber energi baru terbarukan dengan memanfaatkan limbah-limbah dari alam yang kurang dimanfaatkan seperti limbah kelapa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biopelet yang diproduksi dari limbah kelapa muda dengan metode torefaksi pada suhu 300ËšC. Produk hasil torefaksi berupa bio-arang torefaksi selanjutnya dihaluskan dan diayak hingga ukuran partikel 20 mesh dan 40 mesh sesuai variasi nya, kemudian dicampurkan dengan perekat yang divariaskan  sebesar 5%, 10% dan 15%  dan diaduk secara manual hingga homogen selanjutnya dicetak menjadi biopelet. Dari pengujian yang telah dilakukan, diperoleh persentase moisture terendah sebesar 7,28% pada biopelet dengan sampel M40P5%, dan fixed carbon tertinggi sebesar 49,82% pada biopelet dengan sampel M40P5%. Laju pembakaran paling optimal dan nilai kalor tertinggi diperoleh sebesar 0,421 g/min dan 6586,58 kcal/kg pada biopelet dengan sampel M40P5%.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi perekat semakin banyak  memberikan pengaruh penurunan terhadap nilai kalor, moisture dan  fixed carbon  dan laju pembakaran tetapi sebaliknya pada ukuran mesh semakin tinggi memberikan kenaikan. Keywords: Biomassa, nilai kalor, kadar air, perekat, mesh 

Page 9 of 11 | Total Record : 108