cover
Contact Name
Hamdiah Ahmar
Contact Email
ahmarjournal@gmail.com
Phone
+6281314119647
Journal Mail Official
ahmarjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tamansari Kel. Tatae Kec. Duampanua , Kab. Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, 91253
Location
Kab. pinrang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ)
ISSN : 27976483     EISSN : 27974952     DOI : https://doi.org/10.53770/amhj
Core Subject : Health,
Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ), with registered number ISSN 2797-6483 (Print), 2797-4952 (Online) managed by the AHMAR Foundation, published by Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah, which is a scientific forum for publishing articles on research activities in health (midwifery, pharmacy, nursing, public health and nutrition). The journal was first published in June 2021 and subsequently published four times a year, in June, September, December and March. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by the Editorial Board. Then, the articles will be sent to the peer reviewer and will go to the next selection by Double-Blind Preview Process. After that, the articles will be returned to the authors to revised. These processes take three a month for a maximum time. In each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The final decision of articles acceptance will be made by Editors according to Reviewers comments.
Articles 138 Documents
Managemen Fisioterapi dengan Terapi Latihan dan Modalitas Fisioterapi Untuk Penanganan Kasus Groin Injury: Case Report Rizki Dwi Nugroho; Taufik Eko Susilo; Abdurrasyid Abdurrasyid
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i2.189

Abstract

Groin injury merupakan cedera pada unit otot-tendon yang menghasilkan nyeri saat dipalpasi pada tendon adduktor atau insersinya pada tulang kemaluan, dan nyeri di daerah adduktor saat dilakukan Resistance test  pada otot adduktor, cedera pada otot pangkal paha atau Groin Injury adalah kelompok otot kedua yang paling sering mengalami cedera (23%) setelah paha belakang (37%), Penanganan pada kasus Groin injury dapat dilakukan dengan konservatif dan operasi, penanganan konservatif dapat berupa pemberian obat anti inflamasi dan tindakan Fisioterapi, tindakan Fisioterapi meliputi modalitas Fisioterapi seperti TENS, Ultrasound Therapy dan terapi latihan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek modalitas Fisioterapi dan terapi latihan terhadap penurunan rasa nyeri dan keterbatasan Lingkup Gerak Sendi pada pemain sepak bola dengan gangguan groin injury. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan single subject research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penanganan Fisioterapi sebanyak 3 pertemuan selama 10 hari dengan waktu 3 hari sekali didapatkan penurunan nyeri tekan yang signifikan pada area groin dengan T0: 7, T3: 2, serta peningkatan LGS dan kemampuan fungsional yang semula bernilai 70,25 % menjadi 97 %. Kesimpulannya adalah terapi latihan ditambah dengan modalitas Fisioterapi berupa Ultrasound therapy dan TENS dalam 3 sesi selama 10 hari mampu mengurangi nyeri dan meningkatkan Lingkup Gerak Sendi pada kasus groin strain, terapi latihan ini juga dapat dilakukan oleh pasien dengan keluhan yang sama serta dapat meningkatkan kekuatan otot agar tidak terjadi cidera berulang. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat membuat penelitian yang berjangka waktu lama dan jumlah sampel yang banyak untuk menilai efektifitas intervensi yang diberikan pada kasus groin injury.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Pembersihan Jalan Napas Terhadap Pasien dengan Pneumonia: A Case Report Maufuroh Niama Ummi Samkhah; Prayitno Prayitno; Isnaini Herawati
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i2.190

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit saluran pernapasan bawah akut yang mengenai paren-kim paru meliputi alveolus dan jaringan interstisial yang mengakibatkan peradangan. Se-bagian besar pneumonia disebabkan oleh virus atau bakteri. Keluhan utama yang sering terjadi pada pasien pneumonia adalah sesak napas, peningkatan suhu tubuh, dan batuk. Pada pasien dengan pneumonia, keluhan batuk biasanya timbul mendadak dan batuk tidak produktif, tapi selanjutnya akan berkembang menjadi batuk produktif dengan mucus purulen kekuning-kuningan, kehijau-hijauan, dan seringkali berbau busuk. Berdasarkan uraian masalah tersebut, peneliti akan membahas terkait intervensi terapi yang dapat dil-akukan oleh fisioterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui intervensi fisioterapi pada penderita pneumonia sehingga dapat mempertahankan kondisi pasien supaya tidak semakin mem-buruk. Metode yang digunakan adalah case report study dimana peneliti meli-batkan seorang pasien wanita berusia 62 tahun yang bekerja sebagai pedagang kelapa di RS Respira Paru Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan 4x intervensi fisioterapi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS pada otot upper trapezius dan sternocleidomastoideus menunjukkan penurunan, peningkatan ekspansi sangkar thorak, kapasitas paru dengan peakflow, dan skala sesak napas dengan brorg scale, serta terdapat penurunan kapasitas paru dengan voldyn, tidak terdapat peningkatan maupun penurunan aktivitas fungsional. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan  terdapat gangguan pada transport mukus sehingga pasien akan mengalami kesusahan dalam bernafas, batuk disertai dahak, penurunan ekspansi sangkar thorak yang nantinya akan berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Dari impairment yang didapatkan tersebut intervensi yang dapat diberikan ialah postural drainage, active cycle breeathing, segmental breathing, serta tho-racic expansion exercise yang dapat membantu dalam pembersihan jalan napas sehing-ga akan mengurangi dampak dari penumpukan mucus tersebut. Adapaun satu lain hal yang harus diperhatikan ialah riwayat penyakit terdahulu serta riwayat penyakit penyerta karena hal ini dapat berpengaruh pada posisi yang efektif dan nyaman pada saat diberi-kan treatment, selain itu instruksi dan pemberian contoh yang benar saat latihan nafas serta pengukuran kapasitas paru juga harus diperhatikan.
Penatalaksanaan Fisioterapi dengan Ultrasound dan Terapi Latihan Pada Pasien Tendinitis Achilles: Case Report Niken Primadhita Kuswanto; Kingkinarti Kingkinarti; Isnaini Herawati
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i2.191

Abstract

Tendinitis Achilles merupakan cidera yang terjadi pada tendon Achilles, yaitu jaringan yang melekatkan atau menghubungkan otot betis dengan tulang tumit kaki akibat overuse atau penggunaan secara terus menerus. Tendinitis Achilles juga merupakan sebuah kondisi umum yang menyebabkan rasa sakit pada sepanjang bagian belakang kaki di dekat tumit. Gejala klinis seperti nyeri, bengkak, dan penurunan kemampuan tendon Achilles sering terjadi pada olahraga dan kehidupan sehari-hari. Tujuan case report dari penatalaksanaan fisioterapi pada tendinitis achilles adalah untuk mengurangi nyeri, mengurangi bengkak, meningkatkan kekuatan otot dan lingkup gerak sendi, serta meningkatkan aktivitas fungsional sehari-hari pasien dengan tendinitis achilles. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case report study dimana peneliti melibatkan seorang pasien di RSUD dr Hardjono Ponorogo. Pasien merupakan seorang perempuan berusia 59 tahun bekerja sebagai pendeta, pasien mengeluhkan nyeri dan bengkak pada kedua pergelangan kaki belakangnya. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan ultrasound dan terapi latihan meliputi myofascial release, hold relax, heel raise, strengthening exercise memiliki pengaruh untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan ROM, Meningkatkan aktifitas fungsional, dan mengurangi bengkak pada pasien dengan tendinitis achilles.
Efektivitas Pemberian Neurosensorimotor Reflex Integration (NSMRI) dan Play Therapy Movement terhadap Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD): A Case Report Desi Rahmadhina Putri; Dwi Rosella Komalasari; Salma Muazarroh
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.205

Abstract

Autism spectrum disorder merupakan gangguan perkembangan neurologis yang biasa ditandai dengan gangguan sosial, komunikasi, perilaku serta aktivitas yang berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian Neurosensorimotor reflex integration (NSMRI) serta Play Therapy Movement pada peningkatan fungsi perilaku, kognitif dan fisik individu yang didiagnosis dengan Autism spectrum disorder (ASD). Pemberian modalitas terapi NSMRI dan Play Therapy berdasarkan pengetahuan tentang neurofisiologi refleks, pengamatan klinis, dan studi patologi refleks yang dapat menjadi kunci untuk meningkatkan perkembangan saraf pada anak dengan diagnose ASD. Program terapi NSMRI menggunakan strategi dan teknik khusus yang ditujukan untuk mendukung pematangan dalam pola neuro-sensorik-motorik. Gejala anak dengan ASD tercermin dalam kurangnya integrasi sensorik-motorik, interaksi sosial dan perkembangan Bahasa yang buruk, perilaku dan tindakan yang berulang, serta hiperaktif dan kecemasan. Metode penelitian yang digunakan berupa case report yang dilakukan pada anak dengan usia 7 tahun dengan diagnose Autism spectrum disorder (ASD). Hasil dari pemberian NSMRI dan Play Therapy sebanyak 3 kali selama 3 minggu yaitu adanya integrasi Refleks Graps Plantar pada T2 dan T3, serta peningkatan kemampuan fungsional anak ASD terlihat pada pertemuan T2 dan T3. Pemberian terapi dapat menghasilkan perubahan yang signifikan apabila intervensi fisioterapi dilakukan dengan intensitas dan frekuensi yang rutin.
Managemen Fisioterapi pada Kasus Bronkiektasis dengan Teknik Active Cycle of Breathing Technique (ACBT): Case Report Aisyah Nisaaul; Arin Supriyadi; Prayitno Prayitno
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i2.206

Abstract

Bronkiektasis merupakan kondisi kronis yang menyerang saluran pernafasan akibat infeksi atau peradangan yang terjadi secara terus menerus sehingga menghasilkan produksi sputum yang berlebih dan mengganggu proses pembersihan bronkus. Salah satu contoh pembersihan bronkus yakni dengan menggunakan teknik Active Cycle of Breathing Technique (ACBT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dari pemberian ACBT pada pasien bronkiektasis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah single subject research yang berada di salah satu rumah sakit di daerah Jawa Tengah dengan melibatkan seorang lansia perempuan berusia 63 tahun. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2023 selama 3 minggu dengan pemberian intervensi 1x dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi ACBT sebanyak 3x pertemuan dalam 3 minggu, didapati peningkatan alat ukur peakflow, pengurangan nyeri, dan pengukuran sangkar thorax yang bertambah namun masih belum signifikan.  Kesimpulannya adalah treatment yang diberikan kepada pasien dengan pemberian ACBT dan postural drainase dapat membantu pasien dalam pengeluaran sputum dan pembersihkan jalan napas..Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dalam jangka waktu yang lebih lama agar mengetahui efek yang signifikan dari pemberian ACBT pada pasien bronkiektasis.
Perubahan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan Obesitas Melalui Aplikasi Berbasis Android Hafizah Ramadhani; Neni Fitra Hayati; John Amos; Rapitos Sidiq; Evi Maria Lestari Lestari
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i2.216

Abstract

Pendahuluan: Meningkatnya prevalensi PTM (penyakit tidak menular) di Indonesia salah satunya disebabkan oleh meningkatnya kejadian obesitas. Hasil skrining kesehatan di SMKN 1 Sumatera Barat memiliki kejadian siswa gemuk dan obesitas tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Ambacang dengan siswa gemuk sebanyak 8.15 % dan obesitas sebanyak 4.44%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan obesitas melalui media edukasi aplikasi berbasis android di SMKN 1 Sumatera Barat Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method. Penelitian kualitatif menggunakan jenis studi kasus eksploratif dan penelitian kuantitatif dilakukan dengan quasi experiment design menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Informan dalam penelitian ini ialah siswa, tenaga kesehatan, programmer, dan guru. Sedangkan, responden penelitian ini berjumlah 81 responden yang ditentukan dengan teknik simple random sampling secara undian. Pengumpulan data dimulai 12-23 Mei 2023. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan dengan pedoman wawancara dan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan Microsoft Excel dan program komputer secara univariat untuk melihat rata-rata pengetahuan dan sikap remaja dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui aplikasi berbasis android adalah 12,5 dan 17,12. Selain itu, Rata-rata sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi adalah 60,59 dan 68. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui aplikasi berbasis android (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini ialah media edukasi aplikasi berbasis android mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan obesitas. Diharapkan remaja dapat memahami informasi kesehatan dalam aplikasi dan mampu mengimplementasikan informasi kesehatan tersebut.
Profil Daya Hambat Ekstrak Lidah Buaya dan Bawang Putih Terhadap Bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus Siska Jayanthi Putri; Ali Napiah Nasution; Sri Wahyuni Nasution
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.217

Abstract

Beberapa bakteri seperti Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi pada manusia akibat penurunan kekebalan tubuh. Pemanfaatan tanaman herbal seperti lidah buaya dan bawang putih dalam pengobatan telah lama dilakukan, namun perlu dilakukan uji secara laboratorium untuk mendapatkan bukti sahih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri ekstrak lidah buaya dan bawang putih terhadap bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Loboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Lampung pada bulan Februari 2023. Sampel pada studi ini berjumlah 20 sampel yang ditentukan dengan menggunakan rumus Federer. Sampel dibagi ke dalam 6 kelompok yang diuji yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembuatan ekstrak, pembuatan media Mueller Hinton Agar (MHA), pembuatan suspensi bakteri, pembuatan larutan kontrol positif dan kontrol negatif, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak lidah buaya dan bawang putih (allium sativum) mempunyai efektivitas daya hambat terhadap bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak lidah buaya dan bawang putih mulai menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20% dengan respon daya hambat sedang. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak lidah buaya dan bawang putih paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 100% dengan respon daya hambat kuat.
Potensi Antimikroba Ekstrak Daun Kemangi dan Daun Kelor Pada Bakteri Salmonella typhi Ali Napiah Nasution; Farida Meisari Harahap; Sri Wahyuni Nasution
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.219

Abstract

Terapi farmakologi pada penyakit demam tifoid menghadapi tantangan besar seperti resistensi mikroba pada obat-obatan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif pengobatan agar menghasilkan pengobatan yang lebih efektif, efisien dan aman dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Dengan banyaknya manfaat daun kelor dan daun kemangi, studi ini bertujuan membandingkan efektivitas daun kelor dan daun kemangi terhadap bakteri S. typhi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode difusi dengan kertas cakram. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, pada April-Mei 2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kemangi dan daun kelor. Uji efektivitas antibakteri ekstrak daun kelor terhadap S. typhi dilakukan dengan 5 konsentrasi, yaitu 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, dengan chloramphenicol sebagai kontrol positif dan aquabidest sebagai kontrol negatif, dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kemangi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi sedangkan ekstrak etanol daun kelor kurang efektif terhadap bakteri S. typhi. Berdasarkan klasifikasi zona hambat, ekstrak etanol daun kemangi memiliki respon daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan S. typhi, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 12,06 mm. Sedangkan pada ekstrak etanol daun kelor, konsentrasi terbaiknya adalah 15% dengan rata-rata diameter zona hambatnya 10,7 mm.
Pemberian Air Perasan Jeruk Nipis Madu dalam Mengatasi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Astri Yulia Sari Lubis; Ashar Abilowo
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.231

Abstract

Mual dan muntah selama kehamilan merupakan salah satu tanda awal yang paling umum dan sering kali menimbulkan stres pada ibu hamil. Hampir 90% wanita mengalami sejumlah tingkat mual dan muntah, mulai dari gejala ringan yang mungkin sembuh sendiri hingga kasus yang lebih serius disebut hiperemesis gravidarum. Sekitar 51,4% wanita mengalami mual, sementara 9,2% mengalami muntah. Situasi ini dapat menyebabkan kekurangan cairan pada ibu, yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan perkembangan janin. Setiap wanita hamil mengalami tingkat keparahan mual yang berbeda. Kondisi ibu hamil cenderung rentan terhadap penggunaan obat-obatan, sehingga terapi komplementer menjadi salah satu opsi alternatif. Mengonsumsi campuran 30 ml air jeruk nipis dan 1 sdm madu selama tiga hari berturut-turut dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian air perasan jeruk nipis dan madu. Desain menggunakan Quasi Experiment melalui One Group Pretest-Posttest Design. Responden diberikan air perasan jeruk nipis madu selama periode 3 hari, dan setelahnya dilakukan pengukuran frekuensi mual muntah pada hari pertama dan hari keempat. Sampel diambil secara consecutive sampling sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan sistem penilaian PUQE-24 jam. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney, dan hasilnya menunjukkan nilai p=0,000. Kesimpulannya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik, dengan tingkat kemaknaan α=0,05 atau p<0,05. Kesimpulan penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat melakukan food recall selama penelitian untuk mengatasi terjadinya bias penelitian.
Hubungan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care terhadap Kepatuhan Ibu Mengonsumsi Tablet FE Sitti Nurana; Suryanti S
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v3i3.234

Abstract

Menurut WHO Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan kepada seorang ibu hamil sejak awal kehamilan hingga proses persalinan. tujuan antenatal care adalah memantau keadaan kesehatan ibu dan janin. dengan pemeriksaan ANC  yang teratur ibu dapat menjalani kehamilan sampai persalinan lancar dan bayi lahir sehat dan selamat. Sehingga tujuan utama dari dilakukannya ANC  adalah menurunkan angka AKI dan AKB. dampak yang menyebabkan timbulnya anemia pada ibu hamil ialah mengalami pendarahan saat melahirkan, bayi berat lahir rendah (BBLR), IQ tidak optimal, bayi mudah terinfeksi dan mudah menderita gizi kurang Konsentrasi Hemoglobin dan hematokrit selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan antenatal care dengan kepatuhan ibu mengonsumsi tablet Fe, variabel  yang akan diteliti yaitu Frekuensi kunjungan Antenatal care  dan  kepatuhan Mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini dilakukan di RSIA Masyita Makassar, dengan teknik pengambilan sampling adalah nonprobabiliti sampling dengan accidental sampling hasil uji statistic ditemukan ada hubungan yg signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet FE dengan p-value 0,000. Untuk itu diharapkan kepada pihak terkait untuk memotivasi ibu melakukan kunjungan ANC karena kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet FE bermanfaat dalam menurunkan angka kejadian Anemia.

Page 8 of 14 | Total Record : 138