cover
Contact Name
Ahmad SIboy
Contact Email
siboysalman@unisma.ac.id
Phone
+628121736158
Journal Mail Official
annahdhoh@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
ISSN : 27766748     EISSN : 27770443     DOI : 10.33474
Core Subject : Religion,
AN-NAHDLOH Jurnal Kajian Islam Aswaja adalah jurnal yang menampung dan mempublikasikan tulisan hasil penelitian atau opini yang berkaitan dengan islam ahlussunnah wal jama’ah secara umum dan luas atau bersifat lintas disiplin keilmuan yang diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Islam Keaswajaan Universitas Islam Malang
Articles 59 Documents
Refleksivitas Ibadah Pada Integrasi Peradaban Sesuai Hahslm 472319 Dalam Ekonomi Covid R Mochamad A
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol 1, No 2 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.173 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan religiusitas Islam seperti shalat dan sistem numerik Quran dengan sains yang polanya tentang penciptaan dan integrasi antara sains dan agama pada saat Covid menimbulkan krisis ekonomi. Sains dianggap hal yang asing oleh sebagian muslim dalam Islam beberapa dekade terakhir ini. Ada yang berpendapat bahwa ilmu pengetahuan modern seperti teori evaluasi Charles Darwin bertentangan dengan ajaran Islam. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dari pemikiran Islam tentang numerologi dan studi pustaka dengan sumber media jurnal, buku, dan internet. Metodologi yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengaitkan kehidupan semesta dan tatanan Al-Qur’an yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Quran menafsirkan bahwa filosofi ekonomi dalam setiap pendekatan teori pasti harus menempatkan Tuhan di. Metode dalam penelitian ini, yaitu pendekatan Hahslm dan refleksivitas. Studi ini menghasilkan gambaran angka satu (1) sebagai Tuhan dan sembilan (9) sebagai ibadah, sehingga dapat diartikan bahwa Tuhan menciptakan berdasarkan ibadah. Numerik pada metode H ialah 472319. Pada ilmu digitalisasi terungkap bahwa sebelum adanya alam semesta adalah Tuhan kemudian menyembah atau ibadah. Numerik ada dalam Quran dan virus Covid-19. Pandemi ini menyebabkan adanya perubahan demografis yang parah dan meningkatnya pengangguran, serta kegiatan ekonomi ditutup untuk menyelamatkan nyawa manusia. Pandemi ini menyebabkan gejolak perekonomian global. Pandemi bukan hanya masalah krisis kesehatan saja, tetapi juga memiliki efek yang berdampak pada masyarakat, ekonomi, dan kelompok rentan. Gejolak ekonomi yang terjadi diprakirakan dengan pengetahuan formula memprediksi adanya penurunan dan pembalikan arah ekonomi.
Tradisi Tahlilan: Potret Akulturasi Agama, Budaya Khas Islam Nusantara dan Tradisi NU Humaidi Humaidi; Wahid Wahid; Devi Juni Wardani; Sofwatur Rohman; M. Husni; Qurrota A’Yunnisa; Rossa Meilynda; Salma Lailatussiam; Zurida Islaha; Ahmad Gautsul Anam
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol 1, No 1 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.795 KB)

Abstract

Tradisi tahlilan tersebut hingga saat ini masih kita jumpai di kalangan masyarakat Nusantara, sekalipun ada di antara masyarakat kita yang mulai meninggalkannya dengan berbagai alasan, baik alas an ekonomis maupun teologis. Karena ini dianggap tidak diajarkan oleh Rasulullah secara eksplisit, sebagian masyarakat yang menolak acara yasinan dan tahlilan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa tahlilan memiliki landasan normatif, baik dari al-Qur’an, hadis Nabi, maupun pendapat ulama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa upacara tahlilan merupakan salah satu di antara kasuistik terkait tentang budaya Islam Nusantara yang nota bene fenomena akulturasi agama dan kearifan lokal (local wisdom). Tahlilan yang merupakan tradisi Islam Nusantara yang bertujuan untuk menyatakan simpati dan empati kepada keluarga yang ditimpa musibah kematian. Tahlilan itu merupakan tradisi yang syar’i.  Atau  dengan  kata  lain,  tahlilan  merupakan  syariat  yang ditradisikan
Menghasilkan Keunggulan Berkelanjutan Melalui Manejemen Budaya Kerja “Aswaja” di Lembaga Pendidikan Ahmad Halid
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol 1, No 1 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.149 KB)

Abstract

ASWAJA's work culture produces work success through building people (personality) fundamentally, namely changing the mindset about workforce and working relationship attitudes well. These two things mean achieving work success by cooperating with others accompanied by faith and good deeds, not by functioning or trying to limit the scope of their activities, close supervision and their approach. The formulation of the problem is how does the work culture of ASWAJA produce sustainable competitive advantages in educational organizations? The main purpose of this article is to demonstrate the efficacy of the "ASWAJA" work culture both in theory and practice has been proven to produce sustainable competitive advantages resulting in sustainable competitive advantages in educational organizations. Therefore, this research is descriptive qualitative. A work culture that produces sustainable competitive advantage is management that uses the "ASWAJA" work culture
Internalisasi Nilai-Nilai Ahlusunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah dalam Pembelajaran Aswaja Kelas VIII MTs Ungguln Al-Mu’ayyad Gumirih-Singojuruh Tahun Pelajaran 2020/2021 Ahmad Izza Muttaqin; Irfan Afandi; Nike Putri Wulandari
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol 1, No 2 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.923 KB)

Abstract

The internalization of the values of Ahlusunnah wal jama'ah an-Nahdliyah used in the VIII grade Aswaja learning at MTs Unggulan Al-Mu'ayyad Gumirih-Singojuruh is the value of tawasuth, I'tidal, tawasuth, tawazun. This study uses descriptive qualitative and in the process of collecting data using non-participant observation methods, semi-structured interviews, and documentation. The research subjects in this study were Aswaja class VIII teachers and class VIII students. The validity of the data is done by triangulation of sources, and for data analysis includes data collection, data reduction, data display, conclusion drawing/verification. The results of this study explain that the VIII grade Aswaja teacher at MTs Unggulan Al-Mu'ayyad Gumirih-Singojuruh in internalizing the values of Ahlusunnah wal jama'ah an-Nahdliyah in Aswaja learning uses planting, habituation and exemplary and the supporting factors are Madrasas are in the environment. Islamic boarding schools, many educators come from Islamic boarding schools and understand the teachings of Aswaja an-Nahdliyah. Meanwhile, the inhibiting factor is that in the worksheets students still use intellectual languages, causing students at this MTs age to be confused in understanding the language, students at this age are still said to be of the age to like fairy tales and play in general and focus on paying attention to educators explaining only ten minutes and it's been said well by educators
Aktualisasi Paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) bagi Kehidupan Generasi Milenial Siti Muawanatul Hasan
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol 1, No 2 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.315 KB)

Abstract

Aswaja merupakan identitas ajaran dan paham keagamaan yang dipegang teguh oleh kaum Nahdliyyin yang diupayakan dengan semaksimal kemampuan untuk dapat diwariskan dari generasi tua kepada generasi muda dan seterusnya hingga kepada generasi yang akan lahir sepanjang masa. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dengan ciri khas mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia, seperti berdzikir berjama’ah setelah sholat, jamaah rutin yasin dan tahlil, ziarah kubur, istighotsah/mujahadah, tawasul, berzanjen, diba’an, manaqiban dan sebagainya. Inilah yang membedakan ahlussunnah wal jama’ah dengan organisasi paham keagamaan lainnya. Aktivitas dzikir, ziarah, tahlil, sholawatan, manaqiban dan istighosah sangat kental dan melekat dalam ubudiyah ahlussunnah wal jama’ah. Sehingga bisa terlihat jelas dari ubudiyah yang dilaksanakannya. Dalam rangka merealisasikan budaya ahlussunnah wal jama’ah dibutuhkan pemahaman yang kuat sehingga diharapkan dapat diaktualisasikan dalam kehidupan khususnya dalam kehidupan di era milenial seperti saat ini. Penelitian ini memaparkan secara jelas pertama tentang makna dari paham ahlussunnah wal jama’ah, kedua tentang karakteristik paham ahlussunnah wal jama’ah, dan selanjutnya aktualisasi paham aswaja dalam kehidupan generasi milenial. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan jenis penelitian literatur. Teknik pengumpulan data peniliti terdiri atas observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aktualisasi paham Aswaja pada generasi milenial melalui ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
Kiai Muchtar Syafa’at Dalam Pendidikan Islam Indonesia Muhamad Fatih Rusydi Syadzili
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol 1, No 1 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.937 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: 1) Bagaimana karakter pendidikan islam di indonesia? 2) Bagaimana pendidikan islam yang diharapkan di indonesia? 3) Bagaimana kiai Mukhtar Syafa’at terhadap pendidikan islam indonesia? Metode pengumpulan daata berupa studi pustaka (library reseach) yang proses kepenulisannya dengan menggunakan pengumpulan buku-buku, jurnal serta hasil dari beberapa penelitian terdahulu yang mendukung tema dari kepenulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Dalam karakter pendidikan islam di Indonesia, terdapat karakter dalam diri seseorang yang sangat menentukan bagi seseorang dalam pengembangan diri, baik dalam hal aspek mental dan moral 2) Pendidikan islam yang diharapkan di indonesia mampu memberikan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang didalamnya menitikberatkan pada pertumbuhan dan perkembangan baik koordinasi motorik (halus dan kasar), kecerdasan emosi, kecerdasan jamak (Multiple Intelegensi) dan kecerdasan spiritual. 3) kiai Mukhtar Syafa’at terhadap pendidikan islam Indonesia berupaya memberikan suatu gambaran berkaitan dengan perkembangan mental peserta didik terhadap kehidupan ukhrawi dan duniawi.
Model Mutiliterasi Dalam Pembelajaran Aswaja di Perguruan Tinggi Rahmat, Rahmat; Khoiriyah , Maulidatul
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 3 No. 1 (2023): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v3i1.19376

Abstract

Ahlu Sunnah Wa Al-Jama'ah (ASWAJA) learning has become mandatory material to be conveyed to students both starting from the Madrasah Ibtidahiyah (MI) level to Islamic Higher Education (PTI). A logical reason behind the massive delivery of Aswaja material is to equip students so that students have qualified Aswaja insights and to create students and students who think, behave and behave in the corridors of Aqidah, Shari'a and Aswaja Morals. Attempts to internalize Aswaja for the nation's sons and daughters at every level of education are not unlikely to encounter problems if educators in the Aswaja field pay less attention to their teaching competencies because, today, 21st century society prefers learning that utilizes various sources to teach their students. Given the fact that modern-day learning is dynamic, the Multiliteracy learning model is considered very suitable to be used as an alternative and solution, because Multiliteracy will present a learning model that optimizes students' skills in reading, writing, speaking and the use of communication and information tools. This article is presented with a descriptive qualitative type research method and uses a literature study approach, practically examines, compares relevant theories from scientific books, journal articles, and final project work. The results of this study are that the Multiliteracy Model in Aswaja Learning is able to make students, especially students, become skilled in, 1) Reading the main Arabic-language literature related to Aswaja, 2) Writing down Aswaja's main ideas, 3) Conveying Aswaja's thoughts confidently, and 4) Able to utilize technology as a medium for Aswaja da'wah.
Teori Maqashid Al-Syari’ah Perspektif Hukum Islam Rifqi Junaidi, Mohammad; Sohih, Abid
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 2 No. 1 (2022): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talking about maqasid al-shari'ah or the purpose of Islamic law is an important matter in a discussion of Islamic law which does not escape the views of scholars and experts in Islamic law. Some scholars place maqashid syari'ah in the discussion of ushul fiqh, and other scholars explain it as separate material and expand it in the philosophy of Islamic law. If we analyze all the commandments and prohibitions of Allah in the Qur'an, as well as the commands and prohibitions of the Prophet Muhammad in the Sunnah formulated in fiqh, it will be seen that all of them have a specific purpose and nothing is wasted. All of them have a deep wisdom, namely as a mercy for mankind, as emphasized in several verses of the Qur'an, among them in Surah Al-Anbiya': 107, regarding the purpose of the Prophet Muhammad being sent. Mercy for all nature in this verse is interpreted as the benefit of the people. Meanwhile, in simple terms maslahat can be interpreted as something good and can be accepted by common sense. Accepted reason implies that reason can know and understand the motives behind the establishment of a law, namely because it contains benefits for humans, either explained by Allah himself or by means of reason.
Pengaruh Tingkat Religiusitas dan Gaya Hidup Santri Terhadap Pola Perilaku Konsumen Islam Dwi Ismi Azizah
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 2 No. 1 (2022): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find out how the influence of lifestyle variables and the level of religiosity of the students of the Ainul Yaqin Islamic University Islamic University of Malang on Islamic consumer behavior patterns. This research is a causal associative research. The data collection method uses questionnaires distributed to respondents and interviews. The number of samples (respondents) in this study were 50 students selected by simple random sampling technique. Data analysis using multiple regression statistical models. Data is processed using reliability test, validity test, and regression test. The results of the study in the t test found that both variables had an effect on the consumption behavior of students, known by the simultaneous F test value of 0.002, and the partial T test of religiosity level of 0.005 and lifestyle of 0.013.
Pernikahan Sedarah dalam Perspektif Islam dan Genetika Rahayu Dwi Lestari
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 2 No. 1 (2022): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inbreeding marriage or also called same-sex marriage is a marriage carried out between a woman and a man who still has a very close blood relationship. Allah SWT. forbids marrying women who are related, mahram, whether by lineage, breast milk or semenda. This prohibition is permanent, at any time and in any situation. From a legal perspective, incestuous marriage is a legal marriage, but once it is known, the marriage is null and void by law. Incest marriage, regardless of the circumstances, if it is done intentionally, the law is unlawful. Inbreeding can cause a decrease in the quality of the offspring produced. Inbreeding greatly affects the gene composition of the offspring produced. The possibility of the appearance of a homozygous fraction will increase. In humans, having a homozygous recessive gene causes many genetic disorders, sometimes even fatal (death). The wisdom behind the prohibition of inbreeding is to maintain the honor of oneself and one's family, and that is to prevent damage and negative effects that can appear on generations of offspring.