cover
Contact Name
Ahmad SIboy
Contact Email
siboysalman@unisma.ac.id
Phone
+628121736158
Journal Mail Official
annahdhoh@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
ISSN : 27766748     EISSN : 27770443     DOI : 10.33474
Core Subject : Religion,
AN-NAHDLOH Jurnal Kajian Islam Aswaja adalah jurnal yang menampung dan mempublikasikan tulisan hasil penelitian atau opini yang berkaitan dengan islam ahlussunnah wal jama’ah secara umum dan luas atau bersifat lintas disiplin keilmuan yang diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Islam Keaswajaan Universitas Islam Malang
Articles 59 Documents
Pembelajaran Aswaja Sebagai Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Plus Hidayatul Mubtadi’in Nidhomuddin, M.; Ni’am, M. Syukron; Sukron, M. Imam
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 1 No. 1 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aswaja learning in an educational environment affiliated with Nahdlatul Ulama, both structurally and culturally, should be teaching. Because, Aswaja is a method of thinking (Minhaj al-Fikr) in seeing all the problems of public life. This point of view will direct Nahdliyin citizens in social and religious action and behavior. One of the important points internalized against the younger generation of Nahdlatul Ulama, is an inclusive perspective in seeing the problems that arise from paradigmatic friction on Islam. Aswaja's paradigm of thought rests on the source of Islamic teachings; al-Qur'an, al-Sunnah, al-Ijma ', and Qiyas. While at the practical level, following the ideas of al-Asy'ari and al-Maturidi in the field of theology, following one of the four imams of the mazhab (Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hanbali) in the field of Fiqh, and following Imam Junaid al-Baghdadi and Imam al-Ghazali in the field of Sufism. Along with the times, ideas and movements to find solutions to educational problems in Indonesia continue to grow. A number of researchers, experts and education practitioners work hand in hand to find the distinctive features of education in Indonesia. Various methods and strategies are used in order to find an educational formulation with distinctive Indonesian characteristics. There are various kinds of character education that are taken from the values of both groups, teachings or certain customs. This new discovery is a form of the responsibility of observers, practitioners and education experts for the face of education in Indonesia. One of them is the idea of ASWAJA Value-Based Character Education
Tradisi Tahlilan: Potret Akulturasi Agama, Budaya Khas Islam Nusantara dan Tradisi NU Humaidi, Humaidi; Wahid, Wahid; Wardani, Devi Juni; Rohman, Sofwatur; Husni, M.; A’Yunnisa, Qurrota; Meilynda, Rossa; Lailatussiam, Salma; Islaha, Zurida; Anam, Ahmad Gautsul
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 1 No. 1 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi tahlilan tersebut hingga saat ini masih kita jumpai di kalangan masyarakat Nusantara, sekalipun ada di antara masyarakat kita yang mulai meninggalkannya dengan berbagai alasan, baik alas an ekonomis maupun teologis. Karena ini dianggap tidak diajarkan oleh Rasulullah secara eksplisit, sebagian masyarakat yang menolak acara yasinan dan tahlilan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa tahlilan memiliki landasan normatif, baik dari al-Qur’an, hadis Nabi, maupun pendapat ulama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa upacara tahlilan merupakan salah satu di antara kasuistik terkait tentang budaya Islam Nusantara yang nota bene fenomena akulturasi agama dan kearifan lokal (local wisdom). Tahlilan yang merupakan tradisi Islam Nusantara yang bertujuan untuk menyatakan simpati dan empati kepada keluarga yang ditimpa musibah kematian. Tahlilan itu merupakan tradisi yang syar’i.  Atau  dengan  kata  lain,  tahlilan  merupakan  syariat  yang ditradisikan
Paradigma Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Dengan Pendekatan Kultural: Strategi Membangun Sikap Keberagamaan Musadat, Irfan
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 1 No. 1 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah melalui pendekatan kultural dengan harapan mampu membentuk sikap keberagamaan yang lebih mengedepankan nilai – nilai rahmatan lil alamiin dengan sikap moderat, toleran, tengah-tengah, adil dan tidak ekstrim serta radikal. Madzhab Ahlussunnah wal Jam’ah merupakan madzhab yang telah lama, yang merupakan manhajul fikri bagi organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama dalam menentukan arah gerakan ataupun pemikiran keagamaan yang meliputi aspek Aqidah, Syari’ah dan Akhlak atau Iman, Islam dan Ihsan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library research) yaitu suatu pendekatan yang dilaksanakan dengan menggunakan literature ( kepustakaan ), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitan dari penelitian terdahulu. Dalam tulisan ini penulis mencoba untuk memaparkan secara komprehensif tentang upaya memahami paham Ahlussunnah wal Jama’ah dengan pendekatan kultural dengan harapan mampu membangun sikap keberagamaan masyarakat yang toleran, moderat dan berupaya untuk menghindari pemahaman yang lebih mengarah kepada sikap keberagamaan yang intoleran atau lebih dikenal dengan radikalisme melalui pendekatan kepustakaan Librery Reseach dengan pengumpulan data melalui berbagai macam literature dan dokumen baik berupa catatan pribadi, buku, jurnal dan lainnya yang berkaitan dengan pembahasan tentang memahami Ahlussunnah wal Jama’ah dengan pendekatan kultural.
Pembelajaran Aswaja Bagi Kaum Rebahan Berbasis Multidisipliner Rahmat, Rahmat
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 1 No. 1 (2021): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aswaja sebutan singkat dari Ahlus Al-Sunnah wal Al-Jama’ah, yang berartikan golongan atau kelompok yang mengamalkan sunnah Nabi Muhammad SAW serta mencintai kebersamaan merupakan sebuah paham tandingan untuk paham-paham yang meragukan seperti paham Mu’tazilah. Akan tetapi paham Aswaja kini sangat meperihatinkan, hal ini disebabkan banyaknya aliran-aliran baru dalam Islam yang juga mengatasnamakan berpaham Aswaja. Sehingga dari problem ini perlu dirumuskan pendidikan Aswaja khususnya bagi kaum rebahan. Adapun kaum rebahan yang dimaksudkan adalah masyarakat 4.0 dan atau 5.0 yang hidup berdampingan dengan teknologi. Begitu termanjakannya masyarakat era 4.0 sehingga dengan ‘rebahan’ masyarakat termudahkan dan atau termanjakan dengan adanya layanan berbasis digital di sekitarnya, sekilas pemandangan yang demikian baik-baik saja namun pada kenyataannya perlu diantisipasi terlebih khusus dalam hal pemahaman aqidahnya. Kemudahan akses terhadap informasi apapun tidak terkecuali pemahaman aqidah yang direkomendasikan maupun yang terlarang akan sangat cepat didapatkan. Ini artinya harus diupayakan desain pendidikan dan atau pembelajaran yang sistemik terkait Aswaja bagi kaum rebahan tersebut agar paham Aswaja yang merupakan aqidah yang direkomendasikan dapat diakses dengan mudah oleh mereka. Oleh karenanya tulisan ini memilih metode penelitian yang tepat guna yakni jenis  kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literasi yang pada praktiknya melakukan telaah terhadap teks-teks karya ilmiah semisal jurnal ilmiah, tugas akhir, serta buku-buku dan analisis mendalam berdasarkan beberapa disiplin ilmu diantaranya psikologi, ekonomi dan ilmu teknologi informasi dan komunikasi. Adapun penelitian ini menghasilkan sistem pembelajaran berbasis diktat/bahan ajar dengan telaah multidisipliner sangat bermanfaat dalam praktik pembelajaran Aswaja bagi kaum rebahan (masyarakat 4.0/5.0).
PENDEKATAN KAJIAN ISLAM PRESPEKTIF SARJANA MUSLIM DAN RICHARD C. MARTIN Luthfi Hidayah Nur'aini; Muzammil, Shofiyullah
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 1 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i1.21240

Abstract

Abstrak Pendekatan Studi islam merupakan suatu ilmu atau pengetahuan bagaimana cara kita mendekati atau mengenal lebih dalam tentang islam baik dari segi tauhid dan fiqih,sehingga dapat membentuk karakter manusian menjadi lebih baik dan beradap.Pendekata Studi islam merupakan suatu cara kerja ataupun cara berfikir seseorang untuk mengetahui dan mendalami islam secara luas dan menyeluruh agar tidak muncul pola fikir yang dangkal.Pendekatan studi islam adalah sebuah pendekatan atau proses pembelajaran yang memudahkan kita dalam memahami serta mendalami hakikat dari agama islam,dengan melakukan pendekatan studi islam kita lebih mengenal lebih dalam lagi tentang islam dan bagaimana berjalannya agama tersebut. Kajian akademik terhadap Islam dalam diskursus Kontemporer mengadaptasi metodologi dan epistemologi yang telah lama berkembang di Barat. Adaptasi terhadap metodologi keilmuan Barat (diyakini) menjadi sebuah keniscayaan sebagai perspektif dalam memandang Islam, dengan menggunakan paradigma seseorang, pendekatan dan metode yang terakumulasi dinamis dalam perkembangan ilmu pengetahuan tentang Islam. Hanya saja, perkembangan studi Islam bagi para ilmuan studi kajian agama masih terpecah belah berdasarkan perspektif yang dibangun. Sehingga pengajaran Islamic Studies terkesan menjadi dangkal, rentan terhadap konflik, tidak mendalam dan tidak komprehensif.
UPAYA MENJAGA SANAD KEILMUAN DENGAN ULAMA’ ASWAJA MELALUI KEGIATAN “MBALAH ASWAJA” DI UNIVERSITAS ISLAM MALANG Mohammad Hakim, Dian; Ainun Nadziroh, Alvin; Nisa’ul Hamidah, Farhatun; Urfi Nazilla , Zumrotul
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 1 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i1.21673

Abstract

The phenomenon of lack of care in choosing ustaz or clerics to study religion is a serious concern in Muslim society today. This article highlights the tendency of society to be more careful in world affairs than in choosing religious teachers. In the midst of the rise of fake ustaz who spread liberal ideas without in-depth research, the importance of choosing a ustaz with the right criteria becomes very relevant. With the historical example of Imam Bukhari who had many teachers, this article underlines the importance of guidance and authority in understanding religious teachings. For ordinary people who do not have the ability to research religious teachings, having a teacher who can guide them is the key to avoiding error and confusion in understanding religion.
INSERSI PENDIDIKAN ASWAJA DALAM MENGUATKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DI MADRASAH ALIYAH DARUN NAJAH MALANG Nisful Maulidiyah, Fadhilah; Iqbalul Hasanah, Safirah; Rifqi Junaidi, Mohammad
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 1 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i1.21681

Abstract

Salah satu dampak krisis negatif dari globalisasi yaitu kurangnya rasa cinta tanah air oleh pemuda bangsa. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah insersi pendidikan aswaja dapat menguatkan karakter cinta tanah air pada siswa Madrasah Aliyah Darun Najah Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang mengarah pada studi naratif dan pengumpulan datanya dilakukan dengan studi wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian ini adalah insersi pendidikan aswaja dapat menguatkan karakter cinta tanah air pada siswa Madrasah Aliyah Darun Najah Malang melalui kegiatan pembiasaan, kegiatan ekstrakurikuler dan juga kegiatan intrakurikuler. Adapun karakter cinta tanah air yang didapatkan dari insersi pendidikan aswaja antara lain; (1) menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, (2) Menjaga dan melindungi negara, (2) Sikap rela berkorban/ patriotisme, (3) Indonesia bersatu, (4) Melestarikan budaya Indonesia, (5) Cinta tanah air, (6) Bangga berbangsa Indonesia, (7) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, (8) menghargai jasa para pahlawan, (9) semangat persatuan dan kesatuan, (10) kecintaan dan penghormatan terhadap pemimpin.
PENGUATAN AQIDAH ASWAJA AN-NAHDHIYAH MELALUI TRADISI SEKATEN DI MASYARAKAT JAWA Ma'arif, A. Samsul; Azizah, Ma’rufatul; Laillatul Fitri, Izzah; Amalia, Kharisma
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 1 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i1.21683

Abstract

This article describes the richness of Indonesian culture as reflected in the diversity of natural resources, people, tribes, languages ​​and traditions. The focus is on the importance of traditional ceremonies as an integral part of people's lives, even though they are threatened with extinction if they lose their relevance. This research highlights the role of hereditary rules in preserving traditional ceremonies as well as the cultural mix between Islam and local traditions, as seen in the Sekaten ceremony. By examining the origins and purpose of the Sekaten ceremony, this article illustrates how Indonesia's cultural diversity creates a unique cultural heritage, combining elements of local culture with Islamic teachings.
MODERNISASI PENDIDIKAN PESANTREN ASWAJA; PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS IDENTITAS DAN KONTINUITAS Ramdlani, Afif; Ulya, Sa’diyatul; Hikam, Ainul
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 1 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i1.21684

Abstract

As a traditional Islamic educational institution, Islamic boarding schools are often identified as conservative, static and underdeveloped educational institutions. This kind of stereotype cannot be fully justified, because in reality, Islamic boarding schools continue to transform both institutionally, systems, curriculum, etc. Regarding the development of Islamic boarding school curricula, not many researchers and academics are concerned with this field of study. This research is a literature review based on several previous studies. The results of this research show several conclusions. First, as a traditional Islamic educational institution in Indonesia, Islamic boarding schools have demonstrated success in maintaining their existence amidst globalization. Second, the Islamic boarding school curriculum has several superior aspects, including; aspects of identity, continuity, independence and flexibility. However, the Islamic boarding school curriculum also has shortcomings, namely Kiai-centric and Alineasi (alienation). Third, the components that an Islamic boarding school education curriculum must have consist of; objectives, knowledge content and learning experiences, strategies and evaluation
Internalisasi dan Aktualisasi Nilai Pendidikan Karakter Ahlussunnah Wal Jama’ah pada Mahasiswa di Era 4.0 Ula, Muhammad Bahrul
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 2 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i2.22741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan tentang internalisasi dan aktualisasi nilai pendidikan karakter ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) mahasiswa di era 4.0. Pendidikan merupakan alat penggerak politik sekaligus penyejahteraan umat. Dari pendidikan akan melahirkan pemimpin-pemimpin anak bangsa yang akan memimpin masyarakat dan mengajak mereka untuk memperoleh pendidikan yang merata. Pendidikan karakter merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang mana beberapa tindakannya dapat mencerdaskan generasi penerus bangsa. Ada empat ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau yang biasa kita sebut Aswaja yang senantiasa diajarkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya yaitu at-tawassuth, at-tawazun, al-i’tidal, tasamuh. gagasan untuk memadukan sistem pendidikan dan agama. Kemajuan teknologi yang ada dapat dijadikan media untuk mengarahkan dan mendampingi pendidikan agama Islam sehingga mendukung proses kemunculan dan pencapaian pendidikan Ahlusunnah Wal Jama'ah di Era Revolusi Industri 4.0.