cover
Contact Name
Ahmad SIboy
Contact Email
siboysalman@unisma.ac.id
Phone
+628121736158
Journal Mail Official
annahdhoh@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
ISSN : 27766748     EISSN : 27770443     DOI : 10.33474
Core Subject : Religion,
AN-NAHDLOH Jurnal Kajian Islam Aswaja adalah jurnal yang menampung dan mempublikasikan tulisan hasil penelitian atau opini yang berkaitan dengan islam ahlussunnah wal jama’ah secara umum dan luas atau bersifat lintas disiplin keilmuan yang diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Islam Keaswajaan Universitas Islam Malang
Articles 59 Documents
PENGUATAN ASWAJA AN-NAHDLIYAH MELALUI PENGAJIAN KITAB “AL AJWIBAH AL GHALIYAH” DI PONDOK PESANTREN MASJID AGUNG JAMI’ MALANG Ahmad Nurcholis
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 5 No. 1 (2025): An Nahdoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v5i1.23805

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) Nahdliyah melalui pendalaman kitab Al Ajwibah Al Ghaliyah di Pondok Pesantren Masjid Agung Jami’ Malang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Al Ajwibah Al Ghaliyah berperan penting dalam memperkuat pemahaman ke-Aswaja-an santri, khususnya dalam aspek akidah, fiqih, dan tasawuf. Kitab ini tidak hanya diajarkan secara tekstual, tetapi juga dikontekstualisasikan dengan isu-isu keagamaan kontemporer seperti radikalisme, intoleransi, dan disrupsi informasi digital. Metode pengajaran tradisional seperti bandongan dan sorogan digunakan secara adaptif sehingga memungkinkan terjadinya dialog kritis antara ustadz dan santri. Proses pendalaman kitab ini berkontribusi nyata dalam membentuk karakter santri yang moderat, toleran, dan memiliki kesadaran ideologis ke-NU-an yang kuat. Dengan demikian, pendalaman kitab kuning dapat dijadikan sebagai strategi efektif dalam mempertahankan dan merevitalisasi nilai-nilai Aswaja di tengah tantangan ideologis zaman modern.
INTEGRASI NILAI-NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI ERA DIGITAL: Strategi Membangun Moderasi Beragama Dan Literasi Digital di Indonesia Jumari; Djazilan, M. Sukron
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 5 No. 1 (2025): An Nahdoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v5i1.23884

Abstract

Era digital membawa perubahan besar dalam pendidikan, interaksi sosial, dan pemahaman keagamaan, termasuk dalam pendidikan Islam. Nilai Aswaja an-Nahdliyah seperti tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai Aswaja dalam memperkuat pendidikan Islam multikultural di era digital serta mengidentifikasi strategi moderasi beragama melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap literatur akademik, dokumen keislaman Aswaja, dan praktik pendidikan multikultural di lingkungan Nahdlatul Ulama. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, jika digunakan secara etis dan kontekstual, dapat menjadi media strategis dalam menyebarkan nilai-nilai moderat Aswaja. Media sosial, e-learning, dan video pembelajaran dapat digunakan untuk membina karakter Islami yang terbuka terhadap keberagaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Aswaja dalam pendidikan Islam multikultural sangat penting untuk menghadapi tantangan era digital, terutama dalam menangkal radikalisme dan memperkuat identitas Islam Nusantara yang damai dan rahmatan lil alamin.
ASWAJA DAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI: DIALEKTIKA SPIRITUALITAS DAN MORALITAS DALAM MENCEGAH DEKADENSI BANGSA Tri Utomo, Sigit; Ratna Sari, Indah; Sofiyatul Azizah, Ana
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 5 No. 1 (2025): An Nahdoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v5i1.23885

Abstract

Fenomena korupsi di Indonesia bukan semata persoalan hukum, tetapi krisis moral dan spiritual yang mengakar dalam konstruksi sosial. Dalam konteks ini, Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) hadir bukan hanya sebagai mazhab keagamaan, tetapi juga sebagai fondasi etika sosial yang menekankan keseimbangan antara spiritualitas dan moralitas. Artikel ini mengeksplorasi dialektika antara nilai-nilai Aswaja dan urgensi pendidikan antikorupsi dalam menanggulangi dekadensi bangsa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka kritis, tulisan ini menyoroti bagaimana prinsip tawasuth, tawazun, tasamuh, dan ta’adul mampu diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan sebagai benteng karakter. Pendidikan antikorupsi yang bersumber dari nilai-nilai Aswaja tidak hanya menanamkan pengetahuan tentang bahaya korupsi, tetapi juga membentuk kesadaran batiniah yang menjunjung amanah, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, integrasi antara spiritualitas dan moralitas dalam pendidikan menjadi langkah strategis untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas. Artikel ini merekomendasikan penguatan paradigma Aswaja dalam lembaga pendidikan Islam sebagai ikhtiar preventif dan transformatif dalam menanggulangi budaya koruptif yang mengancam masa depan bangsa.
STRATEGI IMPLEMENTASI DAURAH ASWAJA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN MAHASISWA IAIFA: STRATEGI IMPLEMENTASI DAURAH ASWAJA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN MAHASISWA IAIFA M Zunaidul Muhaimin; Asyhari; Zukhriyah, Nunik
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 5 No. 1 (2025): An Nahdoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v5i1.23922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi Daurah Aswaja dalam membentuk dan memperkuat karakter keagamaan mahasiswa di Institut Agama Islam Faqih Asy’ari (IAIFA). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai fondasi ideologis dan moral dalam menghadapi tantangan radikalisme, degradasi akhlak, dan krisis identitas keagamaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan dosen, panitia pelaksana daurah, dan mahasiswa peserta, serta dokumentasi terhadap materi dan kurikulum daurah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi implementasi Daurah Aswaja di IAIFA dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama: (1) perencanaan kurikulum daurah berbasis nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah yang kontekstual; (2) pelaksanaan daurah secara intensif dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik ibadah amaliyah Aswaja; dan (3) evaluasi serta tindak lanjut melalui kegiatan mentoring dan pembinaan lanjutan di lingkungan kampus. Implementasi ini terbukti mampu memperkuat karakter keagamaan mahasiswa dalam aspek aqidah, ibadah, tasawuf, serta sikap toleran dan moderat dalam beragama.
FORMULASI NILAI TASAWUF DALAM RELASI HUMAN DEVELOPMENT INDEKS (HDI) DI INDONESIA Amirul Haq, Denmas; Syafii, Imam
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 5 No. 1 (2025): An Nahdoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v5i1.24006

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meskipun berbagai rumusan pendidikan nasional telah dikembangkan dari segi konsep, metode, hingga implementasi, persoalan nilai moral dan etika dalam pendidikan masih sering diabaikan. Dalam konteks ini, pendekatan sufistik dalam studi Islam klasik dan kontemporer menawarkan solusi konseptual yang relevan namun belum banyak diterapkan secara menyeluruh dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Sufisme kontemporer dalam membentuk nilai-nilai pendidikan yang berkarakter melalui integrasi nilai-nilai sufistik seperti raja' (optimisme), istiqamah (konsistensi), dan shidq (kebenaran). Nilai-nilai ini diharapkan menjadi kerangka nilai pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada penguatan moral dan etika mulia dalam visi pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Sumber data primer meliputi buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan, sedangkan sumber data sekunder mencakup literatur pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, yaitu dengan membaca, mencatat, mengklasifikasi, menganalisis, dan menafsirkan berbagai referensi yang diperoleh.
Penanaman Nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah pada Siswa MTs Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Lowokwaru Malang A'yun, Qurroti; Ma'arif, A. Samsul; Anwar, Moh.
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 2 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i2.24029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah pada siswa MTs Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Lowokwaru Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan pengurus madrasah, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran dan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dilakukan melalui pembiasaan dalam kegiatan keagamaan seperti tahlilan, istighotsah, pembelajaran kitab kuning, dan praktik amaliah NU yang terintegrasi dalam mata pelajaran Akidah Akhlak serta Fikih. Selain itu, keteladanan guru dalam sikap moderat, toleran, dan tawassuth turut memperkuat internalisasi nilai Aswaja pada diri siswa. Faktor pendukung penanaman nilai Aswaja meliputi peran aktif guru, dukungan lingkungan pesantren sekitar madrasah, dan program sekolah yang konsisten. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah latar belakang keluarga siswa yang beragam dalam pemahaman keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai Aswaja An-Nahdliyah di MTs Hidayatul Mubtadiin berjalan efektif melalui integrasi kurikulum, keteladanan, dan pembiasaan, sehingga membentuk karakter religius yang moderat pada siswa.
Urgensi Kitab Risalah Aswaja Pada Umat Masa Kini Ma'arif, A. Samsul; A'yun, Qurroti; Shomad, Abdus
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 2 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i2.24031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi Kitab Risalah Aswaja bagi umat Islam pada masa kini. Kitab Risalah Aswaja merupakan salah satu karya penting yang menjelaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah secara komprehensif dan sistematis, serta menjadi rujukan utama dalam memahami prinsip moderasi, toleransi, dan keseimbangan dalam beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap isi Kitab Risalah Aswaja serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Risalah Aswaja memiliki peran strategis dalam meneguhkan akidah umat Islam sesuai manhaj Aswaja, membentengi dari pemahaman ekstrem, serta menumbuhkan sikap moderat dan toleran di tengah masyarakat multikultural. Selain itu, kitab ini juga menjadi pedoman bagi lembaga pendidikan Islam khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kajian Kitab Risalah Aswaja secara berkelanjutan sangat penting dilakukan untuk menjaga keutuhan aqidah, persatuan umat, serta mengantisipasi tantangan ideologi transnasional di era globalisasi
Integrasi Nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah Dalam Pembelajaran PAI Berwawasan Konservasi di Perguruan Tinggi Ismunadi, Ali
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 2 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i2.24035

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai moderasi Islam seperti tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan ukhuwah diintegrasikan dalam pembelajaran PAI yang berwawasan konservasi. Krisis lingkungan hidup yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan pendidikan berbasis nilai yang menyeluruh. Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran ekologis mahasiswa melalui integrasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi dokumen terhadap buku ajar mahasiswa dan silabus mata kuliah di lingkungan perguruan tinggi. Analisis dilakukan melalui interpretasi teks, pemetaan nilai, dan refleksi teologis terhadap prinsip Aswaja. Hasil yang diharapkan dalam integrasi tersebut yang secara eksplisit hadir dalam materi ajar, metode pembelajaran, serta capaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa pada pembelajaran PAI yang memadukan Aswaja dan konservasi dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan karakter ekologis, spiritual, dan sosial mahasiswa secara seimbang. Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum dan pelatihan dosen agar nilai-nilai Aswaja dapat dihadirkan lebih sistemik dalam membangun generasi muslim yang peduli lingkungan.  
Reinterpretasi Nilai-nilai Aswaja Sebagai Basis Penguatan Pluralisme di Masyarakat Multikultural Haq, Denmas Amirul; Amirudin, Yoyok; Syafi'i, Imam
An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja Vol. 4 No. 2 (2024): An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/annahdhoh.v4i2.24036

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mereinterpretasi nilai-nilai aswaja sebagai basis penguatan pluralisme di masyarakat multicultural. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural, nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) sering dipersepsi sebagai eksklusif dan hanya relevan dalam lingkup internal organisasi keagamaan tertentu. Sementara itu, pluralisme masih dihadapkan pada resistensi sosial yang menganggapnya bertentangan dengan doktrin keagamaan. Penelitian sebelumnya lebih menekankan pada moderasi beragama, namun belum banyak yang mengkaji reinterpretasi Aswaja sebagai kerangka inklusif untuk memperkuat pluralisme sosial. Riset ini ingin membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi Islam Nusantara dapat menjadi basis integratif bagi keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika kritis terhadap teks-teks Aswaja klasik, ditambah studi lapangan pada komunitas NU di Jawa dan Madura. Data diperoleh melalui analisis dokumen, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan model triangulasi sumber dan interpretasi tematik untuk menemukan relevansi nilai-nilai Aswaja dengan konteks pluralisme kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja bersifat kontekstual dan fleksibel, sehingga dapat ditafsirkan ulang sebagai landasan etis untuk membangun kohesi sosial di masyarakat multikultural. Reinterpretasi nilai tasamuh menghasilkan paradigma toleransi aktif, sementara tawassuth meneguhkan sikap moderat yang menjembatani perbedaan identitas keagamaan. Dengan demikian, Aswaja tidak hanya berfungsi sebagai doktrin internal NU, tetapi juga sebagai instrumen penguatan pluralisme dan harmoni sosial.