cover
Contact Name
Bambang Hero Saharjo
Contact Email
saharjobambangh@gmail.com
Phone
+622518626806
Journal Mail Official
jstdsvk@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Bogor Jl. Ulin Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 INDONESIA Telp./Fax.: +62-251-8626806 /+62-251-8626886
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Silvikultur Tropika (JST)
ISSN : 20868227     EISSN : 28073282     DOI : -
JURNAL SILVIKULTUR TROPIKA (JST) atau Journal of Tropical Silviculture adalah jurnal yang terbit tiga kali dalam setahun. JST menerbitkan artikel tentang sains dan teknologi silvikultur yang berhubungan dengan hutan tropika seperti botani, fisiologi, ekologi, tanah, genetika, proteksi, patologi, entomologi, kebakaran, daerah aliran sungai, biodiversitas, bioteknologi, agroforestri, reklamasi dan restorasi. Tulisan-tulisan ilmiah diterbitkan dalam bentuk artikel hasil-hasil penelitian (article), ulas balik (reviews), catatan penelitian (notes), hipotesa (hypothesis), maupun komunikasi (communication) di bidang silvikultur hutan tropika.
Articles 492 Documents
Opportunities for the Use of Gel in Forest and Land Fires Control Saharjo, Bambang Hero; Gibran, Muhammad Kahlil
Journal of Tropical Silviculture Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.14.03.258-267

Abstract

Permasalahan kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau, merupakan tantangan yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Upaya pengendalian konvensional dengan menggunakan air sebagai bahan utama belum sepenuhnya efektif dalam mencegah dan mengurangi luasnya lahan yang terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan gel sebagai alternatif dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Metode penelitian melibatkan persiapan, pengovenan, pembakaran, serta pengamatan dan evaluasi. Berbagai jenis bahan bakar, termasuk serasah daun jarum, serasah daun lebar, dan serasah tumbuhan bawah, diteliti bersama dengan Gel Pack Extinguishing Agent (GPEA) dengan dosis variasi (0g/100ml air, 1g/100ml air, 2g/100ml air, dan 3g/100ml air). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dengan efisiensi tertinggi pada dosis 1g/100ml air untuk serasah daun jarum, 2g/100ml air untuk serasah daun lebar, dan 1g/100ml air untuk serasah tumbuhan bawah. Kata kunci: kebakaran hutan dan lahan, Gel Pack Extinguishing Agent, pemadaman
13. Pendugaan Kerapatan Vegetasi untuk Menentukan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kabupaten Bogor Putra, Erianto Indra; Waldi, Robi D; Rifaldo, Ahmad; Khairunisa, Yovielachicha; Akmalia, Deya; Siburian, Siti Labora; Huda, Rian Dwirizqi Miftahul; Susanti, Pratiwi D; Putri, Citra S; Matangaran, Juang R.; Nurhayati, Ati Dwi; Rusniarsyah, Lufthi
Journal of Tropical Silviculture Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.14.03.268-272

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan bagian dari ruang-ruang terbuka (open space) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi untuk mendukung manfaat ekologis, sosial budaya, dan arsitektur. Salah satu pendekatam yang dapat dilakukan untuk menentukan RTH adalah dengan menganalisis kerapatan vegetasi. Persebaran minimal vegetasi pada suatu wilayah kota adalah 30% dari total luas wilayah tersebut. Sebaran vegetasi ini dapat dihitung dengan pemanfaatan Citra Landsat 8. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan Ruang Terbuka Hijau di Kabupeten Bogor dengan menggunakan Citra Landsat 8. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak wilayah yang masih kekurangan vegetasi sehingga sangat diperlukan untuk membangun Ruang Terbuka Hijau di wilayah-wilayah ini. Kata kunci: Citra Landsat 8, Kabupaten Bogor, Ruang Terbuka Hijau, Vegetasi
Jenis Fungi yang Berperan dalam Dekomposisi Serasah Daun Rhizophora apiculata di Pulau Sembilan Yunasfi, Yunasfi; Lestari , Sri; Utomo, Budi; Dalimunthe, Afifudin; Fadhilah, Amanatul; Noer, Zulheri; Sihite, Yunita; Samosir, Putri Anatasia; Auri, Mahla Rose Alba; Ramadhan, Yudha Ilham
Journal of Tropical Silviculture Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.14.03.273-280

Abstract

Rhizophora apiculata merupakan satu diantara jenis mangrove yang tumbuh di daerah pesisir yang dipengaruhi oleh air laut. Serasahdaun R. apiculata yang membusuk merupakan bahan organik yang dibutuhkan oleh mikroorganisme danorganisme untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan tempat tinggalnya. Mikroorganisme yang berperan penting dalam mempercepat proses dekomposisi adalah fungi. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan dari bulan Juni sampai Desember 2022. Metode penelitian ini menggunakan Litter-bag untuk menyimpan serasah daun yang akan diisolasi dan dihitung laju dekomposisinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 Genus fungi yaitu Aspergillus sp, Trichoderma sp, dan Penicillium sp. Laju dekomposisi serasah daun R. apiculata adalah 0,13/hari. Rata-rata kadar karbohidrat yaitu 8,78% dan rata-rata kadar protein yaitu 5,45%. Kata kunci: Dekomposisi, Fungi, Rhizophora apiculata, Serasah
Keberlanjutan Mata Pencaharian di Lahan Gambut Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia: Analisis Opsi Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Gambut di Desa Buntoi, Desa Basarang Jaya, Desa Sabangau Permai, dan Desa Karang Sari Nasir, Darmae
Journal of Tropical Silviculture Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.14.03.281-288

Abstract

Peatland resources in Central Kalimantan have long been utilized by the local communities for various activities such as agriculture, gathering, hunting, and timber extraction. The successful exploitation of peatland prompted the Indonesian Government to develop the region through a transmigration program, providing new settlements for people from Java, Madura, and Bali islands who were initially have no experience cultivating peatland. Land suitability issues have resulted in surprises, stress, and a decline in livelihoods among transmigrant populations, particularly concerning the failures in agriculture, especially in cultivating rice, the primary staple food for Indonesians. This research aims to examine the sustainability of livelihoods, determine the conservation aspirations and perceptions of stakeholders, and present alternative land use scenarios. Four villages were selected as samples, including a local village (Buntoi), two migrant villages in peatlands (Basarang Jaya and Sabangau Permai), and one migrant village outside the peatland area (Karang Sari). Data were obtained through interviews and group discussions involving farmers, entrepreneurs, and government officials. The research findings indicate that agriculture on peatlands can be developed through three stages of evolution: the early period, transition and recovery period, and stability or failure period. The stability period may take a long time, up to 20 years, as experienced by farmers in Basarang Jaya. This study provides insights into the sustainability of livelihoods and land use aspirations in Central Kalimantan. Keywords: Livelihood, peatlands, sustainable, utiliztion
Study of Arbuscular Mycorrhizal and Bacterial Populations on Mycorrhizosphere of Mahagony (Swietenia macrophylla King.) Seedlings in Organic Pots Budi, Sri Wilarso; Febrina, Ayudia
Journal of Tropical Silviculture Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.14.03.289-296

Abstract

Mikorhizosfer merupakan zona tanah di sekitar perakaran tumbuhan yang bermikoriza dan umumnya terdapat banyak mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis populasi mikoriza dan bakteri pada daerah mikorhizosfer semai mahoni (Swietenia macrophylla King.) yang tumbuh di media pascatambang pasir silika menggunakan wadah media pot organik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua perlakuan, yaitu komposisi dan ukuran bahan pot organik. Hasil penelitian menunjukkan komposisi pot organik mampu mempengaruhi keberadaan spora FMA. Komposisi pot organik 50% koran, 35% kompos, dan 15% cocopeat menunjukkan hasil terbaik untuk perkembangan spora FMA dan koloni bakteri, perkembangan spora FMA dan populasi koloni bakteri dalam media tanam lebih baik dibandingkan dengan perkembangan spora FMA dan koloni bakteri dalam pot organik. Terdapat tujuh karakter morfologi koloni bakteri berbeda yang didominasi oleh bundar, berbenang, rata, dan berwarna putih. Kata kunci: bakteri, fungi mikoriza arbuskula (FMA), korelasi, mahoni, mikorizosfer
Respon Pertumbuhan Bibit Rhizophora apiculata Terhadap Penerapan Beberapa Jenis Pupuk di Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Yunasfi; Ramadhan, Yudha Ilham; Utomo, Budi; Susetya, Ipanna Enggar; Dalimunthe, Afifuddin
Journal of Tropical Silviculture Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.15.01.57-64

Abstract

Pengaruh terhadap pertumbuhan bibit Rhizopora apiculata yang diberi pupuk Beauveria, Mikoriza, Trichoderma maupun tidak diberi pupuk. Hutan bakau merupakan ekosistem utama penunjang aktivitas kehidupan di wilayah pesisir dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan siklus biologis pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk beauveria, pupuk thrichoderma, pupuk mikoriza dan tidak diberikan pupuk terhadap pertumbuhan bibit Rhizophora apiculata. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 10 kali pengulangan. Perlakuan dilakukan dengan P0 = kontrol, P1 = Beauveria, P2 = Trichoderma, P3 = Mikoriza. Dari data hasil pengamatan tinggi bibit, diameter bibit dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pupuk tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan dapat dinyatakan tidak signifikan. Kata kunci: Desain acak lengkap, Hutan mangrove, Rhizophora apiculata, Penilaian pertumbuhan, Pupuk
Review Study: A Comparison of Carbon Reserves in Peat Soil and Mangrove Soil Zahro, Lailatuz
Journal of Tropical Silviculture Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.15.01.27-30

Abstract

Pemanasan global (global warming) merupakan salah satu bahasan penting yang menjadi perhatian banyak pihak di seluruh dunia. Salah satu upaya penurunan emisi karbon dapat dilakukan dengan pengurangan emisi karbon. Tanah merupakan salah satu penyimpan karbon terbesar dalam ekosistem daratan. Dari berbagai macam jenis tanah, terdapat beberapa tanah yang mampu menyerap dan menyimpan karbon dengan baik, salah satunya seperti Tanah Gambut dan Tanah Mangrove. Tujuan dari penelitian ini dibuat adalah untuk mengetahui seberapa banyak dan besar perbedaan cadangan karbon dari kedua jenis tanah tersebut, Metode yang digunakan berupa literatur review dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, artikel ilmiah, dokumentasi, internet, maupun kepustakaan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon pada tanah Gambut berkisar antara 1.172- 9.055,922 ton/ha-1. Sedangkan cadangan karbon pada tanah mangrove berkisar antara 163,08 - 2.561,90 ton/ha. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanah gambut lebih mampu menyimpan cadangan karbon dengan kapasitas lebih tinggi dibandingkan dengan tanah mangrove. Namun hal ini dapat juga ditentukan oleh beberapa faktor lain. Kata kunci: Tanah, Tanah Gambut, Tanah Mangrove, Cadangan Karbon
Business Feasibility and Agroforestry Management Strategy (Case Study KTH Margo Rukun II Lampung Province) Resta, Muhammad Resta Destyana; Purwawangsa, Handian; Pramulya, Rahmat
Journal of Tropical Silviculture Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.15.01.9-17

Abstract

Tanggamus Regency has the potential to be planted with MPTS which can provide economic and ecological value to the community. The purpose of this research is to identify the management of NTFPs on agroforestry land, to analyze the feasibility of agroforestry businesses, and to design KTH-level agroforestry business management strategies. Data collection was carried out using interviews and FGD methods. Based on financial analysis calculations carried out using the cost-benefit analysis method, a business with an agroforestry pattern of robusta coffee, cayenne pepper, avocado, banana, pepper, red bean, and jackfruit is a profitable business. KTH Margo Rukun II agroforestry business is more sensitive to decreased income than to increased costs. Based on the results of the evaluation of internal and external factor analysis using SWOT analysis, KTH Margo Rukun II is in quadrant I (S-O strategy) where this position shows that the organization has good conditions to continue the business. Keywords: Agroforestry, cost-benefit analysis, non-timber forest product, SWOT analysis, forest farmer group
Utilization of Annona muricata Leaf Extract as a Botanical Pesticide for Controlling Paracoccus marginatus of Acacia crassicarpa Nursery Darlis, Viny Volcherina; Bakara, Jhon Pontas; Mardhiansyah, M.; Pebriandi
Journal of Tropical Silviculture Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.15.01.31-35

Abstract

Acacia crassicarpa is one of the Fabaceae family which has been widely recommended for planting in the context of rehabilitation of critical lands as well as HTI development, due to its fast growth, wide adaptation, and resistance to unfavorable conditions. Acacia crassicarpa in the nursery is often attacked by various pests, one of which is the Paracoccus marginatus. Efforts to the use of Annona muricata leaf control Paracoccus marginatus currently carried out generally use chemical methods. extract is an alternative that can be used as an environmentally friendly pesticide. This study aims to determine the utilization of Annona muricata leaf extract to control Paracoccus marginatus in Acacia crassicarpa nursery and to determine the best concentration of Annona muricata leaf extract for the mortality rate of Paracoccus marginatus. This study used a completely randomized design method (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications with concentrations of vegetable pesticide solutions. P0 = control (without Annona muricata leaf extract), P1 = 10 g/l of water, P2 = 20 g/l of water, P3 = 30 g/l of water. The results showed that the botanical pesticide from Annon muricata leaf extract concentration of 30 g/l of water is the best concentration in controlling Paracoccus marginatus with the fastest initial time of insect death is 2.5 hours (2 hours 30 minutes), 50% fastest time of death (LT50) is 8.5 hours (8 hours 30 minutes) and total mortality amounted to 90 %. Keywords: Annona muricata, Paracoccus marginatus, Acacia crassicarpa, Botanical Pesticide
Physiological Analysis of Eucalyptus pellita F. Muell Shoot Cuttings in Propagation Without the Application of Hormones Fadhlurrahman, Muhammad Miftah; Wulandari, Arum Sekar; Budi, Sri Wilarso
Journal of Tropical Silviculture Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.15.01.36-43

Abstract

The plant species commonly used in Industrial Plantation Forests as raw material for pulp and paper is Eucalyptus pellita. One of the quality seeds of E. pellita is produced from superior clones by vegetative propagation, namely shoot cuttings. There are research results that show the propagation of certain clones has the highest Survival Rate when treated without using additional hormones. Therefore, it is necessary to conduct research on the propagation of E. pellita seed cuttings without using hormones. The results of the physiological analysis of E. pellita shoot cuttings showed that each parameter observed, namely IAA hormone content, C-organic, and N value, showed non-linear results with shoot age treatment. The results of measuring shoot length, number of nodes, and distance between nodes showed linear values with shoot age treatment. The results of observations of total Survival Rate, total roots and shoots showed that the 18 day shoot age treatment had the lowest value compared to other treatments. At the age of 2 weeks, it showed that the 21 day shoot age treatment had the fastest root growth ability compared to other treatments. Based on the results of height and diameter measurements at 12 weeks, it shows that 21 day old shoots have the best growth and Survival Rate so that they can be used as a basis for determining the age of shoots in the production of clone 148 seedlings on an operational scale. Keywords: E. pellita, physiological, propagation, hormone

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 14 No 02 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 14 No 01 (2023): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 13 No 03 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 13 No 02 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 13 No 01 (2022): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 12 No 3 (2021): Journal of Tropical Silviculture Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Silvikutur Tropika Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Silvikutur Tropika Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika (Suplemen Desember) Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Silvikultur Tropika Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Silvikultur Tropika More Issue