cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Inovatif
Published by CV Firmos
ISSN : 2808148X     EISSN : 28081366     DOI : https://doi.org/10.54082/jupin.IDPaper
Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 590 Documents
Analisis Sentimen Publik terhadap Sinetron Asmara Gen Z di Platform X Menggunakan Metode Naive Bayes dan Support Vector Machine Hidayati, Ida; Nurwasih, Elis; Riyadi, Muhammad Ilham Mudya; Boro, Cindy Gabriel
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2475

Abstract

Perkembangan media sosial telah menghasilkan data opini publik dalam jumlah besar yang berpotensi dianalisis untuk memahami persepsi masyarakat terhadap konten hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap sinetron Asmara Gen Z di platform X menggunakan metode Naive Bayes dan membandingkan kinerjanya dengan Support Vector Machine (SVM). Data dikumpulkan melalui proses crawling menggunakan library snscrape dengan beberapa kata kunci terkait, menghasilkan 1.116 cuitan. Tahapan preprocessing yang diterapkan meliputi cleaning, normalisasi, case folding, tokenizing, stopword removal, dan stemming menggunakan library Sastrawi. Pelabelan sentimen dilakukan secara otomatis menggunakan pendekatan lexicon-based sentiment analysis dengan sistem custom scoring berbasis bobot polaritas kata (skor 2 untuk positif, 1 untuk negatif, 0 untuk netral) yang mengklasifikasikan data ke dalam tiga kategori: positif, negatif, dan netral. Representasi fitur teks dilakukan menggunakan metode TF-IDF. Dataset dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode SVM menghasilkan akurasi 85,27% dengan F1-score 84,93%, sedangkan Naive Bayes menghasilkan akurasi 79,37% dengan F1-score 78,53%. SVM terbukti lebih unggul dibandingkan Naive Bayes dalam klasifikasi sentimen pada data media sosial, khususnya pada kelas sentimen negatif, karena kemampuannya menangani variasi bahasa informal yang lebih tinggi.
Perbandingan Kadar Tanin Ekstrak Etanol 70% Dan Etanol 96% Eucheuma spinosum dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Reci Sevty Amielly. U; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Oky Hermansyah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2477

Abstract

Rumput laut merah (Eucheuma spinosum) merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif yang mengandung tanin dan berpotensi sebagai antioksidan serta bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin serta membandingkan kadar tanin ekstrak etanol 70% dan etanol 96% rumput laut merah (Eucheuma spinosum) hasil maserasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan pendekatan kuantitatif. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%, kemudian dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif tanin. Penetapan kadar tanin dilakukan replikasi sebanyak tiga kali pengulangan menggunakan pereaksi Folin–Ciocalteu pada panjang gelombang maksimum 775 nm, dengan operating time 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak positif mengandung tanin. Kadar tanin pada ekstrak etanol 70% diperoleh sebesar 4,0 ± 0,022 mg TAE/g, sedangkan pada ekstrak etanol 96% sebesar 2,6 ± 0,02 mg TAE/g. Analisis statistik menggunakan uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi 0,463 (>0,05) yang berarti data tersebut terdistribusi normal dan menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelarut etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa tanin dibandingkan etanol 96%.
Aktivitas Analgetik Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis osbeck) pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Riska Pebri Anggela; Oktoviani Oktoviani; Samwilson Slamet; Suci Rahmawati; Afifah Fauziyyah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2487

Abstract

Nyeri merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat dan pengobatannya umumnya menggunakan analgetik sintetis yang berpotensi menimbulkan efek samping. Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis osbeck) merupakan komoditas unggulan dari Bengkulu yang mengandung senyawa flavonoid dengan potensi sebagai analgetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgetik sediaan gel ekstrak kulit buah Jeruk Gerga Lebong pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode hot plate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 kelompok perlakuan: kelompok kontrol negatif (gel basis HPMC), kelompok kontrol positif (gel Voltaren), dan 3 kelompok uji dengan konsentrasi gel ekstrak 5%, 15%, dan 25%. Setiap kelompok terdiri dari 6 ekor mencit. Hasil penelitian menggunakan SPSS uji One way Anova dan Kruskal Wallis menunjukkan bahwa sediaan gel ekstrak kulit Jeruk Gerga Lebong memiliki efek analgetik yang signifikan (p < 0,05) dengan efek optimal dicapai pada konsentrasi 25% pada menit ke-60 dengan rata-rata waktu latensi respon nyeri yaitu 12,21 ± 1,48. Kesimpulannya, sediaan gel ekstrak kulit Jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas analgetik terhadap mencit dan konsentrasi 25% memberikan efek analgetik yang paling optimal.
Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat terhadap Dampak Lingkungan Operasional RSU Tipe B di Kawasan Permukiman Kota Bogor Endah Nadiya Stephanie; Tjahjo Tri Hartono; Bahagia Bahagia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan operasional RSU Tipe B di Kota Bogor. Peningkatan aktivitas rumah sakit berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan, seperti limbah medis, kebisingan, dan peningkatan lalu lintas yang dapat memengaruhi kualitas lingkungan permukiman masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik terhadap 55 responden yang tinggal di sekitar RSU Tipe B di Kota Bogor. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dengan teknik stratified random sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square melalui SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan rumah sakit dengan nilai signifikansi sebesar 0,017 (p < 0,05). Mayoritas responden berada pada kelompok usia dewasa akhir hingga pra-lansia, didominasi oleh laki-laki, serta memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam. Masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang lebih baik cenderung memiliki persepsi yang lebih objektif terhadap risiko lingkungan rumah sakit. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan komunikasi lingkungan kepada masyarakat menjadi penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan rumah sakit yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Digital Divide dalam Implementasi E-government di Indonesia: Systematic Literature Review tentang Dampaknya terhadap Ketimpangan Akses Pelayanan Publik Winda Fransiska; Rani Aulia Wulandari; Citra Zefanya Hesi; Asyfa Nurul Askia; Boni Saputra
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2498

Abstract

Transformasi digital melalui penerapan e-government menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Namun, implementasi layanan digital belum sepenuhnya mampu menghadirkan akses yang merata bagi seluruh masyarakat karena masih terdapat kesenjangan digital (digital divide) yang dipengaruhi oleh faktor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara digital divide dan implementasi e-government dalam pelayanan publik di Indonesia serta mengidentifikasi strategi yang dapat mendukung pelayanan publik yang lebih inklusif. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Literatur diperoleh melalui penelusuran pada Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Berdasarkan proses seleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 37 artikel ilmiah dinyatakan memenuhi syarat dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kesenjangan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital masyarakat, serta disparitas kapasitas pemerintah daerah merupakan faktor dominan yang menghambat pemerataan akses layanan publik berbasis elektronik. Selain itu, kelompok rentan seperti masyarakat berpenghasilan rendah, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah tertinggal masih menghadapi hambatan signifikan dalam mengakses layanan digital. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan pelayanan hybrid yang mengintegrasikan layanan digital dan tatap muka menjadi strategi yang paling efektif untuk menjaga inklusivitas pelayanan publik di tengah ketimpangan akses digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi e-government tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh pemerataan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, penguatan kapasitas kelembagaan, serta penerapan evaluasi berbasis indikator inklusivitas guna mewujudkan pelayanan publik yang adil dan berkelanjutan.
Pengaruh Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat, Inflasi, dan Harga Emas Global terhadap Harga Emas di Indonesia Anisa Luthfiah Aprilia Putri; Agustin Ekadjaja
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2503

Abstract

Emas merupakan instrumen investasi dan lindung nilai yang populer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD/IDR), inflasi, dan harga emas global terhadap harga emas di Indonesia secara triwulanan selama periode 2015–2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan data sekunder dari PT ANTAM Tbk, Bank Indonesia, dan LBMA, penelitian ini menerapkan analisis regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar USD/IDR dan harga emas global berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga emas domestik, sementara inflasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Koefisien determinasi (adjusted R²) sebesar 99,8% mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan hampir seluruh variasi harga emas di Indonesia. Temuan ini mengonfirmasi teori purchasing power parity dan law of one price, namun memberikan bukti terbatas mengenai fungsi emas sebagai inflation hedge dalam jangka pendek.
Pengembangan E-Leaflet Berbasis Identifikasi Pohon untuk Mendukung Konservasi dan Ekowisata di Hutan Kota Surabaya Nine Addin Aulia; Anggun Wulandari; Mucharommah Sartika Ami
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2508

Abstract

Pengembangan media digital diperlukan untuk menjembatani data ilmiah dengan pemahaman masyarakat, sehingga dikembangkan E-Leaflet berbasis identifikasi pohon di Hutan Kota Surabaya sebagai media informasi yang interaktif, aksesibel, dan berkelanjutan guna mendukung konservasi dan penguatan potensi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan E-Leaflet berbasis identifikasi pohon di Hutan Kota Surabaya berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media pembelajaran, serta menganalisis respons masyarakat umum terhadap penggunaan E-Leaflet. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi produk dilakukan oleh seorang dosen ahli botani sebagai validator materi dan seorang dosen ahli pengembangan media sebagai validator media, sedangkan uji respons melibatkan 10 responden masyarakat umum. E-Leaflet yang dikembangkan memuat informasi umum terkait keberadaan Hutan Kota Surabaya, pemanfaatan hutan, hasil identifikasi pohon serta dokumentasi visual yang dapat diakses secara digital. Hasil validasi menunjukkan bahwa E-Leaflet dinyatakan valid oleh ahli materi dengan skor 77,5 dan sangat valid oleh ahli media dengan skor 97. Respon masyarakat terhadap media yang dikembangkan berada pada kategori sangat baik dengan skor 85,1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa E-Leaflet memiliki kualitas materi yang sesuai, desain yang menarik, serta kemudahan akses dan penggunaan dalam menyampaikan informasi konservasi. Dengan demikian, E-Leaflet berbasis identifikasi pohon dinyatakan layak digunakan sebagai media informasi untuk mendukung konservasi dan pengembangan ekowisata di Hutan Kota Surabaya.
Tingkat Kepatuhan Pasien terhadap Pengobatan Hipertensi Berdasarkan Durasi Menderita Hipertensi di Puskesmas Tumbuan Kabupaten Seluma Carissa Chindy Putri Wulandari; Ikhsan Ikhsan; Tri Danang Kurniawan; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2509

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol serta mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien adalah lama menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi berdasarkan lama sakit di Puskesmas Tumbuan Kabupaten Seluma tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner MMAS-4 (Morisky Medication Adherence Scale). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien dengan lama sakit <5 tahun sebagian besar memiliki tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 25 responden (52,08%), kepatuhan sedang 17 responden (35,42%), dan kepatuhan rendah 6 responden (12,5%). Sedangkan pada pasien dengan lama sakit >5 tahun sebagian besar memiliki tingkat kepatuhan rendah sebanyak 22 responden (45,83%), kepatuhan sedang 16 responden (33,33%), dan kepatuhan tinggi 10 responden (20,83%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan durasi menderita hipertensi kurang dari 5 tahun lebih banyak berada pada kategori kepatuhan tinggi, sedangkan pasien dengan durasi menderita hipertensi lebih dari 5 tahun lebih banyak berada pada kategori kepatuhan rendah. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan gambaran tingkat kepatuhan berdasarkan durasi menderita hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan dukungan dari tenaga kesehatan serta keluarga untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi.
Budaya Populer melalui Algoritma TikTok: Studi Tren "Kicau Mania" dari Indonesia ke Ranah Global Pijar Syiffa Aditama; Muhammad Surya Santoso; Ihsan Fadillah Putra; Rahayu Lestari; Regiana Revilia; Roby Rakhmadi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2512

Abstract

Fenomena budaya populer digital di era kontemporer menunjukkan bagaimana TikTok berperan sebagai medium strategis dalam mempercepat difusi budaya lintas negara. Penelitian ini menganalisis tren Kicau Mania sebagai fenomena budaya lokal Indonesia yang memperoleh eksposur global melalui algoritma TikTok dan partisipasi aktif pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus terhadap tujuh video TikTok dari berbagai negara serta interaksi audiens berupa tayangan, komentar, dan tanda suka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kicau Mania, berakar dari lagu dangdut modern berbahasa Jawa menjadi tren budaya populer digital yang diadaptasi oleh pengguna di berbagai negara. Proses difusi berlangsung melalui reproduksi konten secara masif, kreativitas pengguna, dan dukungan algoritma For Your Page (FYP) yang memperluas jangkauan distribusi konten. Temuan menunjukkan bahwa algoritma TikTok berperan dalam mempercepat viralitas, sementara pengguna TikTok bertindak sebagai aktor non-negara yang mereproduksi dan menyebarluaskan budaya populer digital lintas batas. Dengan menggunakan perspektif difusi budaya yang merujuk pada pemikiran Everett M. Rogers, penelitian ini memperlihatkan bahwa penyebaran budaya berlangsung melalui saluran komunikasi digital yang intensif dan memungkinkan terjadinya adaptasi budaya dalam pelbagai konteks lokal. Media sosial, dalam hal ini TikTok, sekaligus berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya digital yang membuka peluang bagi budaya lokal Indonesia untuk memperoleh pengakuan internasional.
Pemaknaan Legalitas Usaha oleh Pelaku UMKM dalam Menghadapi Transformasi Digital di Kecamatan Jebres, Surakarta Oktovia Putri Ramadhani; Salwa Firda Fadhila; Wahyu Widiyanto; Wanda Anindya Hafshah; Yunita Maisyaroh; Zulfa Nur Ramadhani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan legalitas usaha oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Legalitas usaha menjadi aspek penting dalam pengembangan UMKM karena berkaitan dengan kepastian hukum, akses pembiayaan, serta peningkatan daya saing usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari pelaku UMKM di Kecamatan Jebres dengan status memiliki dan belum memiliki legalitas usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan pelaku UMKM terhadap legalitas usaha masih beragam. Sebagian besar pelaku usaha memaknai legalitas sebagai bentuk pengakuan resmi dari pemerintah, namun belum menjadikannya sebagai kebutuhan utama dalam menjalankan usaha. Keberlangsungan usaha lebih banyak dipandang ditentukan oleh kualitas produk, pelayanan, dan konsistensi usaha. Di sisi lain, pelaku UMKM yang telah memiliki legalitas cenderung memaknainya sebagai sarana peningkatan kepercayaan konsumen, perlindungan hukum, dan penguatan posisi usaha di pasar. Faktor keterbatasan informasi, persepsi kerumitan pengurusan, serta minimnya sosialisasi menjadi hambatan utama dalam kepemilikan legalitas usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa legalitas usaha merupakan hasil konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, dan lingkungan sosial pelaku UMKM. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan berupa peningkatan sosialisasi, pendampingan, dan penyederhanaan akses perizinan agar dapat mendorong peningkatan legalitas usaha UMKM di tingkat daerah.