cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Inovatif
Published by CV Firmos
ISSN : 2808148X     EISSN : 28081366     DOI : https://doi.org/10.54082/jupin.IDPaper
Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 590 Documents
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Toba Dalam Penyelesaian Konflik Antara Perusahaan Toba Pulp Lestari Dengan Masyarakat Adat Natumingka Panjaitan, Olivia; Manalu, Dimpos; Tobing, Artha Lumban
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Toba Nomor 1 Tahun 2020 tentang pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat dalam penyelesaian konflik antara PT Toba Pulp Lestari dengan Masyarakat Adat Natumingka. Konflik tersebut berkaitan dengan klaim kepemilikan wilayah adat yang oleh masyarakat Natumingka dianggap sebagai tanah warisan leluhur yang telah dikelola secara turun-temurun, sementara wilayah tersebut termasuk dalam area konsesi perusahaan yang memperoleh izin dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemerintah daerah, masyarakat adat Natumingka, serta organisasi masyarakat adat. Analisis penelitian ini menggunakan teori Implementasi Kebijakan dari George C. Edward III yang menekankan empat faktor utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Nomor 1 Tahun 2020 belum terlaksana secara maksimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh masih kurangnya komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan proses pengakuan terhadap masyarakat hukum adat sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Daerah tersebut. Selain itu, implementasi kebijakan juga terhambat oleh beberapa faktor lain, seperti minimnya sosialisasi kebijakan kepada masyarakat, keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah daerah, serta prosedur birokrasi yang cukup panjang dalam proses pengakuan masyarakat hukum adat.
Cultural Insight dan Wordplay sebagai Strategi Creative Brand Publicity: Studi Semiotik terhadap Iklan Head & Shoulders Syarifa, Nabila; Wijaya, Bambang Sukma
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2398

Abstract

Perkembangan industri periklanan mendorong perusahaan untuk menciptakan pesan komunikasi yang kreatif guna menarik perhatian khalayak dan memperkuat ingatan terhadap merek (brand recall). Salah satu strategi yang digunakan adalah publisitas merek kreatif, yang menekankan penggunaan ide-ide kreatif dalam menyampaikan pesan iklan. Fenomena ini terlihat dalam iklan Head & Shoulders yang menampilkan frasa “Hed En Sower,” sebuah bentuk permainan kata (wordplay) yang menyerupai pelafalan nama merek tersebut, namun ditulis secara berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana publisitas merek kreatif dalam iklan tersebut dikonstruksi melalui wawasan budaya (cultural insight) dan permainan kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal dalam iklan serta menginterpretasikan maknanya melalui tiga tingkatan signifikasi: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui dokumentasi video iklan Head & Shoulders yang dipublikasikan di kanal YouTube resmi Head & Shoulders Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa “Hed En Sower” merepresentasikan fenomena budaya di mana masyarakat mengadaptasi pelafalan nama merek asing ke dalam bahasa sehari-hari. Selain itu, strategi ini berfungsi sebagai bentuk de-elitisasi merek, yang mengubah merek global menjadi identitas lokal yang lebih dekat dengan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa “kesalahan” linguistik yang disengaja dalam periklanan, jika diselaraskan dengan wawasan budaya, berfungsi sebagai perangkat mnemonik (pengingat) yang efektif untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) dan keterikatan emosional.
Pengaruh Tepung Daun Asam Terfermentasi (Tamarindus indica L.) terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar pada Babi Grower Leo, Mandanil Arisma; Suryani, Ni Nengah; Nguru, David A.; Nalley, W. Marlene
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2416

Abstract

Tingginya biaya pakan mendorong perlunya bahan baku lokal alternatif, salah satunya tepung daun asam terfermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaannya terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar pada babi fase grower. Penelitian menggunakan 12 ekor babi grower (peranakan Landrace × Duroc) dengan bobot awal 30–47 kg. Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan diterapkan. Perlakuan terdiri atas P0 (100% ransum basal), P1 (95% basal + 5% tepung daun asam terfermentasi), P2 (90% basal + 10%), dan P3 (85% basal + 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan (1,23–1,27 kg/ekor/hari), kecernaan serat kasar (46–49%), maupun kecernaan lemak kasar (62–65%). Dengan demikian, penggunaan tepung daun asam terfermentasi hingga level 15% dalam ransum menghasilkan kecernaan yang setara dengan ransum basal. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tepung daun asam terfermentasi berpotensi sebagai bahan pakan lokal alternatif untuk mendukung formulasi ransum babi yang lebih berkelanjutan.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Logo Dan Golongan Obat Di Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu Agilianto, Sowan; Rahmawati, Suci; Asteria, Marisadonna; Ikhsan, Ikhsan; Slamet, Samwilson
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2455

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang logo dan golongan obat penting dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional, terutama dalam praktik swamedikasi. Kurangnya pemahaman dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang logo dan golongan obat di Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan skala Guttman. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.Hasil menunjukkan bahwa 51% responden memiliki tingkat pengetahuan rendah dan 49% memiliki pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan bervariasi berdasarkan karakteristik responden, dimana laki-laki cenderung lebih baik, usia 21–30 tahun mendominasi, serta pendidikan SMA/SMK memiliki pengetahuan baik terbanyak.Kesimpulannya, tingkat pengetahuan masyarakat masih tergolong rendah sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.
Formulasi dan Evaluasi Sifat Fisik Gel Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Berbasis HPMC Triany, Nesa; Sari, Rose Intan Perma; Rahmawati, Suci; Mulia, Putri; Putri, Dwi Kurnia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2460

Abstract

Daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan bagian dari tanaman cengkeh famili Myrtaceae yang mengandung senyawa bioaktif flavonoid dan eugenol dengan aktivitas antioksidan, namun pemanfaatannya masih terbatas dan sering menjadi limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula gel ekstrak etanol 96% daun cengkeh dengan karakteristik fisik paling optimal berdasarkan evaluasi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan uji hedonik. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan gel diformulasikan dalam empat variasi konsentrasi ekstrak, yaitu  F0 (0%), F1 (4%), F2 (8%), F3 (12%) menggunakan basis HPMC. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan hedonik dengan tiga kali replikasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk semi padat, homogen, dan memenuhi standar mutu sediaan gel. Nilai pH berada pada rentang 5,53-6,50, viskositas 29.628-43.534 cPs, serta daya sebar 5,18-5,73 cm. Peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan viskositas menurun dan daya sebar meningkat. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji hedonik, F1 (4%) merupakan formula paling optimal karena memiliki konsistensi yang baik, warna lebih diterima panelis, serta tingkat kesukaan tertinggi.
Formulasi dan Evaluasi Karakteristik Fisik Gel Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Berbasis HPMC Cantika, Tiara; Sari, Rose Intan Perma; Putri, Dwi Kurnia; Putri, Yona Harianti; Kurniawan, Tri Danang
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2461

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung senyawa flavonoid, fenolik, dan minyak atsiri yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif sediaan topikal karena memiliki aktivitas antioksidan dan mampu melindungi kulit dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun kemangi dalam bentuk sediaan gel serta mengevaluasikan karakteristik fisik untuk menentukan formula terbaik. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi empat formula yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (4%), dan F3 (7%) dengan menggunakan basis HPMC. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semi padat, homogen, serta warna dan aroma khas daun kemangi. Nilai pH seluruh formula berada pada rentang 5,60-6,50 sehingga sesuai dengan pH kulit. Nilai viskositas seluruh formula memenuhi standar sediaan gel yaitu 3.000-50.000 cPs. Hasil daya sebar pada F1, F2, dan F3 memenuhi standar 5-7 cm, sedangkan seluruh formula memenuhi persyaratan daya lekat yang baik. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji hedonik, Formula 1 merupakan formula paling optimal karena memiliki karakteristik fisik yang stabil dan tingkat penerimaan panelis yang baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai sediaan gel topikal berbahan alam.
Formulasi dan Evaluasi Karakteristik Fisik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) Nabila, Adristi Zada; Sari, Rose Intan Perma; Hermansyah, Oky; Nanda, Yogie Andika Tri; Rahmawati, Suci
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2462

Abstract

Daun angsana (Pterocarpus indicus Willd) merupakan tanaman yang mengandung senyawaa aktif seperti flavonoid, fenol, terpenoid, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan, sehingga berpotensi melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, ketersediaannya yang melimpah dan relatif aman menjadikan tanaman ini sebagai alternatif bahan alami dalam pengembangan sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol 96% daun angsana dalam diformulasikan menjadi sediaan gel serta menentukan formula terbaik berdasarkan evaluasi sifat fisik sediaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, diawali dengan pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi empat formula gel dengan menggunakan basis HPMC dan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 0%, 1%, 5% dan 10%. Evaluasi sediaan dilakukan  melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan berbentuk semi padat, homogen, serta memenuhi persyaratan pH, viskositas, dan daya sebar. Peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi kestabilan fisik gel. Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan, formula F1 dengan konsentrasi ekstrak 1% menunjukkan karakteristik fisik yang paling seimbang serta tingkat penerimaan panelis yang lebih baik dibandingkan dengan formula yang lainnya. Dengan demikian, ekstrak etanol 96% daun angsana dapat diformulasikan dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan evaluasi dan formula F1 merupakan formula yang paling optimal. Pengembangan sediaan topikal berbahan alam lokal diharapkan menjadi alternatif sediaan farmasi yang lebih aman dan mudah diperoleh.
Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Sensori Pada Pasien Skizofrenia Dengan Halusinasi Pendengaran di RS Radjiman Wediodiningrat Lawang Faizah, Hanim Nur; Nurhadi, Mokhammad; Purnaningsih, Fitri; Mawarda, Jenni Izza; Nabila, Salva Aswa; Adawiyah, Iffah Rabiatul
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2463

Abstract

Gangguan persepsi sensori atau halusinasi dapat menurunkan fungsi sosial dan meningkatkan risiko perilaku maladaptif, sehingga diperlukan intervensi yang tepat. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi sensori menjadi salah satu intervensi non-farmakologis untuk membantu pasien mengenali dan mengontrol halusinasi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest menggunakan instrumen lembar observasi pre-post test. Populasi penelitian berjumlah empat pasien halusinasi pendengaran melalui teknik total sampling. Intervensi dilakukan dalam dua sesi, yaitu mengenal halusinasi dan mengontrol halusinasi dengan teknik menghardik, melalui tahapan persiapan, orientasi, kerja, dan terminasi. Hasil penelitian sebelum dilakukan terapi pada sesi pertama, kemampuan pasien mengenali halusinasi masih terbatas, 2(50%) pasien belum mampu menyebutkan perasaan halusinasi muncul, 3(75%) pasien  belum mampu menyebutkan waktu dan lamanya, serta 1(25%) pasien belum mampu mengidentifikasi isi halusinasi. Pada sesi kedua, hanya 1(25%) pasien mampu memperagakan teknik menghardik, seluruh peserta tidak mampu menjelaskan efektivitasnya. Setelah dilakukan terapi di sesi pertama, 3(75%) pasien mampu menyebutkan perasaan saat halusinasi muncul, 4(100%) pasien mampu mengidentifikasi waktu, lama, isi halusinasi. Pada sesi kedua, 3(75%) pasien mampu menjelaskan efektivitas cara yang digunakan, 4(100%) pasien mampu menyebutkan serta memperagakan teknik menghardik. Secara keseluruhan, terapi ini efektif meningkatkan kemampuan kontrol halusinasi dan berpotensi menjadi intervensi pendamping dalam pelayanan keperawatan jiwa di ruang rawat inap.
Pengaruh Aktivitas Menenun Terhadap Pola Tata Ruang Permukiman Ilmi, Iva Nur; Handayani, Teti; Wardi, Liza Hani Saroya
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2465

Abstract

Budaya memiliki peran besar dalam pembentukan ruang permukiman, termasuk aktivitas menenun yang merupakan budaya Masyarakat Sasak. Sebagai salah satu bentuk kearifan lokal, aktivitas ini tidak hanya mendukung cara hidup masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap penggunaan ruang dalam praktik tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji aktivitas fisik, seperti menenun, dapat memengaruhi pola ruang seseorang, baik dalam konteks fisik maupun sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif yang mencakup studi literatur, wawancara mendalam, dan teknik observasi lapangan. Berdasarkan seluruh hasil penelitian, aktivitas ini umumnya berpengaruh terhadap pemeliharaan dan fungsi rumah, serta terhadap realitas konstruksi dalam satu lingkungan tertentu. Ruang menenun biasanya terletak di luar rumah atau di teras untuk memfasilitasi interaksi sosial. Selain itu, pola permukiman menunjukkan adanya kecenderungan terbentuknya klaster berdasarkan kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan menenun, yang kemudian membentuk struktur sosial yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas lokal seperti menenun memiliki peran penting dalam membentuk identitas ruang dan permukiman.
Framing Media atas Kebijakan Makan Bergizi Gratis dalam Pernyataan Prabowo pada Hari Buruh 2026 Akhmad, Harits Tryan; Kasmara, Irandi; Hutapea, Edison Bonartua
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2466

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi framing empat media daring nasional Detik.com, Kompas.com, Fajar.co.id, dan Netralnews.com dalam meliput pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis, penelitian ini menerapkan model analisis framing Robert N. Entman yang mencakup empat dimensi: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Analisis difokuskan pada judul berita sebagai elemen pembentuk persepsi paling dominan dalam ekosistem jurnalisme digital, mengingat kecepatan konsumsi informasi mendorong pembaca untuk membentuk opini berdasarkan judul semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat media mengonstruksi realitas berbeda atas peristiwa yang sama: Netralnews.com menampilkan framing konfrontatif-dramatik yang paling menonjol dengan diksi emosional; Fajar.co.id menggunakan framing konfrontatif-populis yang menekankan solidaritas kolektif buruh; Detik.com menerapkan framing faktual-kontekstual yang relatif netral; sementara Kompas.com menggunakan framing dialogis-institusional yang memosisikan Prabowo sebagai figur otoritatif. Perbedaan ini mencerminkan ideologi dan kebijakan redaksional masing-masing media. Penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi realitas dalam jurnalisme digital berperan signifikan membentuk persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah, sekaligus menggarisbawahi urgensi peningkatan literasi media agar masyarakat mampu membaca dan mengevaluasi framing secara kritis.