cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Inovatif
Published by CV Firmos
ISSN : 2808148X     EISSN : 28081366     DOI : https://doi.org/10.54082/jupin.IDPaper
Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 771 Documents
Budaya Organisasi dan Otonomi Kerja sebagai Penentu Perilaku Inovatif Pegawai di Sektor Publik Maya Dewi Savitri; Dyah Wahyuning Tyas
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1729

Abstract

Sektor publik cenderung memiliki birokrasi yang bersifat hierarkis dan resisten terhadap perubahan; hal ini menjadi tantangan dalam mendorong inovasi. Inovasi dalam pelayanan publik dapat meningkatkan performa instansi publik dan lebih responsif dalam menanggapi perubahan kebutuhan masyarakat. Studi ini bertujuan mengkaji dampak budaya organisasi pada perilaku inovatif di tempat kerja, dengan otonomi kerja sebagai mediator. Budaya organisasi yang mendorong inovasi, dan lingkungan yang mendukung otonomi kerja, dapat berdampak pada perilaku kerja yang inovatif. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 99 pegawai pada sebuah organisasi sektor publik di Yogyakarta. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa otonomi kerja berfungsi sebagai mediator penuh dalam menjelaskan hubungan antara budaya organisasi dan perilaku kerja inovatif pegawai. Ini menyiratkan bahwa internalisasi budaya organisasi oleh pegawai dapat meningkatkan perilaku kerja inovatif, terutama ketika pegawai memiliki otonomi dalam pelaksanaan tugas. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan peningkatan perilaku kerja inovatif, yang selayaknya mempertimbangkan adanya otonomi kerja dalam pelaksanaan tugas pegawai.
Efektivitas Aromaterapi Lavender dan Musik Klasik terhadap Peningkatan Kualitas Tidur pada Lansia di Puskesmas Harjamukti, Depok Dina Handika; Putri Agus Febriyani; Uci Ciptiasrini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1731

Abstract

Gangguan tidur umum dialami oleh lansia dan berdampak pada kualitas hidup. Lansia akan mengalami perubahan karena proses penuaan dan faktor risiko tambahan seperti gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya gangguan pada kualitas tidur. Diperkirakan sekitar 6.701 lansia di Provinsi Jawa Barat mengalami insomnia. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas aromaterapi lavender dan musik klasik terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia di UPTD Puskesmas Harjamukti Kota Depok. Jenis penelitian yang digunakan ialah desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap 2 lansia berusia 60–65 tahun yang mengalami insomnia, diukur menggunakan kuesioner PSQI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbaikan kualitas tidur pada kedua responden penelitian yang dibuktikan dengan skoring pada kuesioner PSQI pretest dan posttest, dimana intervensi aromaterapi lavender menurunkan skor PSQI dari 18 menjadi 5, sedangkan musik klasik menurunkan dari 17 menjadi 7. Kontribusi penelitian ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender lebih efektif dan layak dikembangkan sebagai terapi non-farmakologis pada lansia.
Pengukuran Dosis Radiasi pada Organ Tiroid Saat Pemeriksaan Panoramik Menggunakan Optically Stimulated Luminescence (OSL) di RSUD Padang Pariaman Cicillia Artitin; Hego Putra Junior; Livia Ade Nansih
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1735

Abstract

Dosis radiasi mempunyai efek terhadap organ, salah satunya organ sensitive terhadap radiasi adalah organ tiroid, dimana jarak organ tiroid sangat dekat dengan  sumber sinar x  pada saat pemeriksaan panoramik yang dapat mempengaruhi hormon triodotironin  dan tiroksin. Tujuan penelitan untuk mengetahui berapa jumlah dosis yang diterima organ tiroid dan apakah melebihi nilai batas dosis yang ditetapkan. Jenis Penelitian studi kuantitatif metode Eksperimental dilakukan di instalasi radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Padang Pariaman pada tanggal 04 Juni 2024, menggunakan teknik Purposive sampel dengan rumus Cluster mendapatkan 7 sampel dengan menggunakan alat ukur dosimeter optically stimulated luminescence (OSL), faktor ekspose yang yang diberikan sama yaitu tegangan tabung 75 kV, kuat arus 12 mA, Waktu 12 s, FFD 49 cm, dengan OSL diletakan didepan tiroid pasien. Hasil dosis dibacakan di PT ALYPZ kemudian data diolah menggunakan rumus dosis efektif dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dosis efektif yang diterima organ tiroid pada pemeriksaan Panoramik berkisar antara 0,0044 mSv hingga 0,0112 mSv dengan rata rata 0,00657143 mSv. Dosis yang diterima organ tiroid pada pemeriksaan Panoramik masih dalam batas aman karena tidak melebihi nilai batas dosis yang telah ditetapkan dalam Perka BAPETEN yaitu 15 mSv dalam satu tahun. Maka untuk melebihi Nilai Batas Dosis dibutuhkan pemeriksaan sebanyak 2285 kali dalam setahun.
Strategi Penguatan Wirausaha Mahasiswa di Era Digital: Peran Literasi Keuangan dan Kretaivitas pada PTN di NTT Rita Bangngu Bire; Chantika Wulandari; Jesica Noviyanti Lami; Fernando Saragih
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1736

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa adalah rendahnya minat berwirausaha. Untuk mengatasi permasalahan ini, solusi yang ditawarkan yaitu pemanfaatan teknologi dan informasi yang baik dapat memberikan kemudahan bagi seseorang untuk berwirausaha. Penelitian ini berfokus pada rendahnya minat berwirausaha serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Tujuan riset ini yaitu untuk menentukan seberapa besar literasi keuangan, kreativitas, dan dampaknya terhadap keinginan untuk berbisnis. Peneliti menerapkan metode kuantitatif dengan jenis survei. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 43 pernyataan: 12 untuk literasi keuangan, 14 untuk kreativitas, dan 17 untuk minat berwirausaha, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Populasi yang digunakan mencakup seluruh mahasiswa perguruan tinggi negeri di NTT. Sampel diambil menggunakan metode insidental sampling, mencakup 80 mahasiswa. Untuk menganalisis data digunakan regresi linear berganda. Selain itu, uji parsial, uji simultan, serta analisis koefisien determinasi juga dilakukan, dan seluruh data dianalisis dengan SPSS Versi 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan memberikan pengaruh positif (0,371) dan signifikan (0,003) terhadap minat berwirausaha. Di sisi lain, kreativitas juga menunjukkan pengaruh positif (0,486) dan signifikan (0,000) terhadap minat berwirausaha. Secara bersamaan, kombinasi variabel literasi keuangan dan kreativitas berpengaruh simultan (49,567) dan signifikan (0,000) terhadap minat berwirausaha di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa baik literasi keuangan maupun kreativitas memiliki kontribusi terhadap peningkatan minat berwirausaha.
Analisis Regresi Linear Berganda pada Pengaruh Pemahaman Etika Profesional dan Penguasaan Konsep Keahlian terhadap Kesiapan Dunia Kerja Alimatun Najiha; Morina A Fathan; Allisa Alavi; Fikri Chaikal; Guslov Claudio Basompe
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1738

Abstract

Kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja merupakan isu penting dalam pendidikan tinggi, khususnya di era persaingan global yang semakin kompetitif. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus dibekali dengan nilai-nilai profesionalisme dan pemahaman mendalam atas bidang keahliannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman etika profesional dan penguasaan konsep keahlian terhadap kesiapan dunia kerja pada mahasiswa aktif Program Studi Statistika S1 angkatan 2021 Universitas Tadulako. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Data primer dikumpulkan dari 47 responden melalui pengisian kuisioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak R-Studio, disertai uji asumsi klasik meliputi normalitas, multikolinearitas, dan heterokedastisitas untuk memastikan ketepatan dan keandalan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman etika profesional berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan dunia kerja mahasiswa. Sebaliknya, penguasaan konsep keahlian tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa aspek-aspek non-teknis seperti nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan sikap profesional justru lebih menentukan kesiapan seseorang dalam memasuki dunia kerja dibandingkan sekadar penguasaan teori akademik. Temuan ini menjadi refleksi bagi institusi pendidikan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan penguatan karakter dan etika ke dalam kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas pemahaman tentang faktor-faktor non-akademik yang memengaruhi kesiapan kerja mahasiswa, serta membuka ruang diskusi lebih lanjut dalam pengembangan model pendidikan tinggi yang komprehensif. Selain itu, penelitian ini juga mendukung pengembangan kurikulum yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai etika sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Pengaruh Sudut Pengapian CDI Programmable terhadap Performa Daya dan Torsi Mesin Sepeda Motor 110 CC Mustakim Mustakim; Sigit Gunawan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1741

Abstract

Efisiensi pembakaran dan performa sepeda motor sangat dipengaruhi oleh sudut pengapian, terutama jika menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang berbeda dari rancangan standar. Sudut pengapian pada sepeda motor standar dirancang untuk bahan bakar RON 88. Perubahan bahan bakar memerlukan penyesuaian, salah satu alternatifnya adalah mengatur sudut pengapian dengan CDI programmable untuk mencapai performa yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut pengapian CDI programmable terhadap performa daya dan torsi mesin sepeda motor 110 cc. Variabel penelitian adalah sudut pengapian. Sudut pengapian sesuai dengan pemetaan CDI programmable  yang tersedia. Penyetelan sudut pengapian yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pembakaran, daya dan torsi mesin. Metode penelitian ini bersifat eksperimental melalui pengujian di laboratorium. Pengujian performa dilakukan dengan menggunakan dinamometer untuk mendapatkan data daya, torsi dan sudut pengapian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut pengapian dengan menggunakan CDI programmable dapat meningkatkan performa daya dan torsi mesin secara signifikan, terutama pada putaran mesin sedang dan tinggi. Daya tertinggi menggunakan CDI standar adalah 6,9 HP yang diperoleh pada sudut pengapian 32° sebelum titik mati atas dengan putaran mesin 7500 rpm dan torsi tertinggi adalah 7,74 Nm yang diperoleh pada sudut pengapian 32° sebelum titik mati atas dengan putaran mesin 4000 rpm. Sementara pada CDI programmable, daya tertinggi dicapai pada sudut pengapian 27° sebelum titik mati atas, putaran mesin 7500 rpm pada posisi map 4 yaitu 7,7 HP dan torsi tertinggi diperoleh pada sudut pengapian 27° sebelum titik mati atas, putaran mesin 5000 rpm pada posisi map 4 sebesar 8,29 Nm.
Analisis Yuridis Normatif terhadap Pertanggungjawaban Pidana Penderita Kleptomania dalam Tindak Pidana Pencurian Rila Kusumaningsih
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1751

Abstract

Kleptomania merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan dorongan kompulsif untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan secara ekonomi maupun pribadi. Kondisi ini memunculkan persoalan yuridis dalam hukum pidana, khususnya terkait pertanggungjawaban pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kleptomania dari perspektif medis dan hukum, serta menilai sejauh mana gangguan ini dapat mempengaruhi pertanggungjawaban pidana. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan studi kasus relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kleptomania telah diakui dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) sebagai gangguan jiwa, penerapannya sebagai dasar penghapusan pidana tetap memerlukan pembuktian medis yang kuat dan interpretasi hati-hati dari hakim berdasarkan KUHP. Menegaskan pentingnya kolaborasi antara tenaga medis dan aparat penegak hukum dalam memastikan keadilan substantif, serta mendorong adanya kerangka hukum yang lebih akomodatif terhadap pelaku tindak pidana dengan gangguan mental. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pertanggungjawaban pidana yang lebih humanis dan berbasis rehabilitasi.
Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah dalam Pemantauan dan Evaluasi Peraturan Daerah Desy Asneli; Meri Yarni; Arfa'i Arfa'i
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1752

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui, memahami dan menganalisis kedudukan Dewan Perwakilan Daerah sebagai lembaga legislatif di Indonesia; 2) Untuk mengetahui, memahami dan menganalisis kewenangan Dewan Perwakilan Daerah dalam melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap peraturan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konspetual (conseptual approach), pendekatan historis (historical approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kedudukan Dewan Perwakilan Daerah dalam sistem ketatanegaraan diatur dalam Pasal 22C Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Terkait kewenangannya Dewan Perwakilan Daerah diatur dalam Pasal 22D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penentuan lingkup tugas dan wewenang baru terhadap Dewan Perwakilan Daerah yang diatur dalam Pasal 249 ayat (1) huruf j Undang-Undang No. 2 Tahun 2018 tentang MD3 dapat di lihat berdasarkan Peraturan Dewan Perwakilan Daerah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah. 2) Peranan Dewan Perwakilan Daerah dalam evaluasi dan pemantauan sebagai wewenang baru yang diberikan kepada Dewan Perwakilan Daerah, dalam pelaksanaannya mengacu pada peraturan Dewan Perwakilan Daerah Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah, dalam hal memantau peraturan daerah, Dewan Perwakilan Daerah dapat memantau peraturan daerah yang sudah berlaku 1 (satu) tahun atau lebih yang dilakukan oleh BULD dan hasil evaluasi sidang paripurna harus memperhatikan tiga aspek kajian yaitu: aspek yuridis, aspek substansi dan aspek prinsip keberlakuan dan dampak hukum. Dan kemudian menjadi bahan rekomendasi yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden.
Identifikasi Nilai Konstanta Daun Kopi Arabika dan Robusta Menggunakan Pengolahan Citra Digital M. Raditya Panca Ardana; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Sajuri Sajuri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1756

Abstract

Kopi arabika dan robusta merupakan komoditas dengan kontribusi signifikan terhadap ekspor pertanian Indonesia, sehingga diperlukan metode pemantauan pertumbuhan tanaman yang efisien. Metode pengukuran luas daun langsung di lapangan umumnya tidak efisien, sehingga pendekatan matematis sederhana seperti metode Montgomery menjadi alternatif yang praktis. Namun, nilai konstanta daun (k) spesifik untuk kedua jenis kopi belum tersedia, khususnya dalam konteks pengolahan citra digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai konstanta daun kopi arabika dan robusta berbasis data morfometrik hasil pengolahan citra digital. Pengambilan data dilakukan melalui pengambilan citra daun dengan latar belakang kontras menggunakan smartphone, kemudian citra diproses dengan software ImageJ untuk memperoleh luas daun aktual. Pengukuran panjang dan lebar daun dilakukan secara manual untuk menghitung nilai k, yang selanjutnya divalidasi melalui analisis statistik evaluatif. Nilai konstanta daun yang diperoleh yaitu sebesar 0,747 untuk arabika dan 0,701 untuk robusta, dengan nilai R2 sebesar 0,9954 dan 0,9953. Evaluasi statistik menunjukkan RMSE dan NRMSE rendah serta nilai NSE dan indeks Willmott (d) mendekati 1. Hasil ini membuka peluang penerapan metode estimasi luas daun secara cepat dan presisi dalam praktik pertanian kopi skala lapangan dan riset agronomi.
Identification of Leaf Constant Values in Manalagi and Madu Mango Cultivars Based on Digital Image Processing Apriwijaya Apriwijaya; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Ubad Badrudin; Fariz Kustiawan Alfarisy
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1758

Abstract

Accurate leaf area measurement is crucial in plant physiology studies; however, conventional methods are often impractical and costly. This study aims to identify the leaf constant values of Manalagi and Madu mango cultivars using a digital image processing approach. A descriptive quantitative study was conducted at the Agrotechnology Laboratory of Pekalongan University using 40 healthy leaf samples from each cultivar. Leaf area was measured using ImageJ software, while leaf length and width were manually measured to calculate the leaf constant based on the Montgomery equation. The measurement data were analyzed using descriptive statistics, boxplots, linear regression analysis, and accuracy validation through RMSE, NRMSE, NSE, and Willmott’s index of agreement (d). The results showed that the average leaf constant value was 0.706 for Manalagi and 0.779 for Madu, with homogeneous data distribution and no outliers. The correlation between the measured leaf area and the predicted leaf area was very strong, with R² values of 0.9947 for Manalagi and 0.9992 for Madu, along with very low prediction errors (NRMSE of 0.015 for Manalagi and 0.009 for Madu). Moreover, the NSE and Willmott’s index values approached 1, indicating excellent model performance. These findings demonstrate that the derived leaf constants can be used as practical references for field leaf area estimation, contributing to more efficient agronomic research and horticultural crop management.