cover
Contact Name
Elida Soviana
Contact Email
jurnalidcom@gmail.com
Phone
+6285157550006
Journal Mail Official
jurnalidcom@gmail.com
Editorial Address
Jalan Serma Mukhlas, Karangtengah, RT 02 RW 03, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kode pos 53416
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Inovatif
Published by CV Firmos
ISSN : 2808148X     EISSN : 28081366     DOI : https://doi.org/10.54082/jupin.IDPaper
Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN) dipublikasikan 3 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Semua penerimaan naskah diproses secara double blind review oleh mitra bestari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 771 Documents
Penentuan Nilai Konstanta Daun Sirih Merah dan Hijau Menggunakan Metode Pengolahan Citra Digital untuk Estimasi Luas Daun dengan Metode Montgomery Aulia Hafizha Akhada; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Ubad Badrudin; Romaldo da Costa Ximenes
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1761

Abstract

Pengukuran luas daun merupakan parameter penting dalam studi fisiologi dan pertumbuhan tanaman, namun metode konvensional sering memerlukan alat khusus dan prosedur yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan nilai konstanta daun sirih merah dan sirih hijau berbasis pengolahan citra digital sebagai dasar estimasi luas daun menggunakan metode Montgomery. Sebanyak 30 sampel daun masing-masing jenis diambil citranya dengan latar putih dan objek tuntun sebagai skala pembanding, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ImageJ untuk memperoleh luas daun terukur. Dimensi panjang dan lebar daun diukur manual untuk perhitungan konstanta daun, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan divalidasi melalui analisis regresi dan statistik akurasi model. Hasil menunjukkan nilai konstanta rata-rata sebesar 0,925 pada sirih merah dan 0,890 pada sirih hijau, dengan distribusi data homogen tanpa outlier. Korelasi antara luas daun terukur dan prediksi menunjukkan hubungan linear yang kuat (R2 sebesar 0,7145 untuk sirih merah dan 0,7207 untuk sirih hijau). Evaluasi akurasi model menghasilkan RMSE sebesar 2,843 (sirih merah) dan 3,585 (sirih hijau), dengan indeks Willmott mendekati 1. Meskipun demikian, terdapat indikasi overestimasi pada sirih merah yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Pendekatan ini berpotensi diterapkan secara luas pada tanaman lain, terutama yang memiliki keterbatasan dalam pengukuran langsung, sehingga dapat menjadi alternatif praktis, efisien, dan murah dibandingkan metode lainnya.
Perbandingan Rancangan Prototype BIPV (Building Integrated Photovoltaic) Genting Solar Bergelombang dengan Genting Solar Datar Dean Anggara Putra; Rahmat Rahmat; Jefri Imron; Rifo Nurlakasana Restu; Mahendra Natawibawa; Hery Sumardiyanto
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 4 (2025): JUPIN November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1771

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi desain dua jenis prototipe genteng surya—datar dan melengkung—dalam mengubah energi surya menjadi energi listrik. Kedua jenis genteng surya diuji dalam kondisi lingkungan yang serupa, termasuk intensitas cahaya, suhu, dan sudut kemiringan atap. Parameter utama yang dianalisis meliputi daya keluaran, efisiensi konversi energi, dan stabilitas kinerja selama periode tertentu. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa genteng surya datar menunjukkan efisiensi konversi yang sedikit lebih tinggi dalam kondisi iradiasi optimal. Namun, genteng surya melengkung menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam menangkap cahaya dari berbagai sudut datang, terutama pada pagi dan sore hari, karena bentuknya yang melengkung memungkinkan penyerapan cahaya yang lebih merata sepanjang hari. Studi ini menyimpulkan bahwa pemilihan jenis genteng surya harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan spesifik pengguna, karena setiap desain menawarkan keunggulan tersendiri dalam hal efisiensi dan fleksibilitas pemasangan.
Efektivitas Model Contextual Teaching and Learning dalam Pembelajaran Desain Website pada Mahasiswa Andi Prayudi; Verdy Perdana; Adi Apriadin; Desty Anggri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan hasil belajar desain website pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi STKIP Yapis Dompu. Urgensi pada penelitian ini adalah kurangnya relevansi materi dengan pengalaman nyata, yang sering menyebabkan rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa sehingga pengetahuan secara teoritis. Model CTL diusulkan sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan ini. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental design (one-group pretest-posttest design) digunakan dengan sampel 15 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata nilai post-test (82,5) dibandingkan pretest (55,3), serta mengindikasikan bahwa model CTL efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan desain website mahasiswa.
Analisis Rekam Medis Elektronik pada Rawat Jalan di RSUD Kota Bogor Isna Bidari; Sali Setiatin; Bram Burmanajaya
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1777

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong rumah sakit untuk beralih dari sistem rekam medis manual ke sistem Rekam Medis Elektronik (RME). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan implementasi RME di instalasi rawat jalan RSUD Kota Bogor, dengan fokus pada dua dimensi utama: sumber daya manusia dan infrastruktur, menggunakan pendekatan Doctors’ Office Quality – Information Technology (DOQ-IT). Pendekatan mixed methods digunakan dengan kombinasi kuesioner terstruktur terhadap 30 tenaga kesehatan serta observasi dan wawancara informal. Hasil menunjukkan bahwa 100% responden memahami prosedur RME dan merasa didukung oleh pimpinan, namun 9,1% belum percaya diri dan membutuhkan pelatihan lanjutan. Dari sisi infrastruktur, 81,8% menyatakan fasilitas memadai, tetapi terdapat ketimpangan distribusi dan keterbatasan dukungan teknis. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan konvensional belum cukup menjawab aspek psikologis dan budaya organisasi dalam adopsi teknologi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kerangka evaluasi kesiapan sistem RME berbasis DOQ-IT di rumah sakit daerah, serta implikasi praktis untuk perumusan kebijakan IT governance dan penguatan pelatihan SDM secara berkelanjutan.
Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu tentang Pijat Bayi untuk Meningkatkan Nafsu Makan Bayi di Puskesmas Parit Haji Husin II Youlenta Ernesontha; Arisa Bibiana; Lina Astuty; Marchella Audina
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 4 (2025): JUPIN November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1781

Abstract

Kurangnya nafsu makan pada bayi dapat menghambat tumbuh kembang optimal. Pijat bayi merupakan terapi non farmakologis yang efektif untuk meningkatkan nafsu makan dan mendukung pertumbuhan bayi. Namun, pengetahuan ibu tentang pijat bayi masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan hasil wawancara pada bulan februari dengan 5 ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan di Puskesmas Parit Haji Husin II masih belum mengetahui bahwa pijat bayi dapat meningkatkan nafsu makan pada bayi. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan pada bayi di Puskesmas Parit Haji Husin II Pontianak tahun 2025. Jenis penelitiani yaitu kuantitatif dengan populasi sebanyak 225 bayi, sampel sebanyak 34 ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan diambil dengan teknik accidental sampling dan purposive sampling. Lokasi penelitian di Puskesmas Parit Haji Husin II Pontianak Tahun 2025. Instrumen penelitian kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu yaitu faktor umur, pendidikan, dan pekerjaan. Dimana faktor umur dan pekerjaan sangat mempengaruhi pengetahuan ibu tentang pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan. Hasil analisa menunjukan bahwa sebagian besar dari responden umur dewasa awal 26-35 tahun sebanyak 12 responden (60%) dan sebagian dari responden tidak bekerja sebanyak 12 responden (56,5%) berpengetahuan cukup. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan pada bayi dipengaruhi oleh faktor umur dan pekerjaan. Saran untuk ibu yang memiliki bayi dengan adanya informasi dari penelitian ini ibu – ibu dapat menerapkan pijat bayi ini secara rutin dengan mandiri agar merangsang motorik untuk meningkatkan nafsu makan pada bayi.
Analisis Eksperimental Pengaruh Geometri Peluap Ambang Lebar terhadap Koefisien Debit pada Saluran Terbuka Oggi Heicqal Ardian; Anggi Hermawan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1782

Abstract

Ketersediaan air irigasi yang terbatas sering kali disebabkan oleh pendistribusian air yang tidak efisien, salah satunya akibat pengukuran debit yang tidak akurat.. Bangunan peluap ambang lebar berperan penting dalam pengukuran debit aliran di saluran irigasi. Alat ukur debit jenis peluap ambang lebar merupakan salah satu bangunan pengukuran debit aliran yang banyak digunakan dalam saluran irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk peluap ambang lebar terhadap nilai koefisien debit, sehingga dapat memberikan desain bangunan ukur debit yang lebih optimal. Dalam penelitian ini, dilakukan eksperimen laboratorium dengan menggunakan model fisik peluap ambang lebar dengan beberapa variasi bentuk, meliputi variasi sudut mercu peluap dan variasi panjang jari-jari mercu peluap ambang lebar. Setiap model diuji dengan ketinggian aliran yang bervariasi untuk mengetahui hubungan antara variasi bentuk peluap dengan koefisien debit yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bentuk peluap ambang lebar berpengaruh nyata terhadap koefisien debit. Peluap ambang lebar dengan sudut 30° menghasilkan koefisien debit tertinggi dibandingkan dengan sudut 60° dan 90°. Selain itu, peluap ambang lebar dengan variasi jari-jari mercu 10 cm menghasilkan koefisien debit tertinggi jika dibandingkan dengan jari-jari 5 cm dan 7,5 cm. Berdasarkan temuan ini, Peluap ambang lebar dengan kemiringan di bagian hulu 300 merupakan variasi bentuk yang paling efektif untuk pengukuran debit di saluran terbuka, sehingga dapat mendukung pengelolaan air irigasi dan berdampak pada produktivitas pertanian yang lebih baik dengan memberikan kontribusi pada desain alat ukur debit yang lebih efisien dan akurat untuk sistem irigasi berkelanjutan.
Evaluasi Perencanaan Obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS X Kota Semarang Berdasarkan Metode ABC-VEN untuk Optimalisasi Manajemen Farmasi Lilyana Ginanto; Fransisca Gloria; Anisa Devi Kharisma Wibowo; Anak Agung Pradnya Paramitha Vidiani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 4 (2025): JUPIN November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1784

Abstract

Perencanaan obat yang efektif di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS X Kota Semarang sangat krusial untuk menjamin ketersediaan obat bagi pasien JKN dengan penyakit kronis. Kekosongan obat dapat berdampak negatif pada kondisi pasien dan meningkatkan biaya kesehatan karena pasien memerlukan obat secara teratur. Oleh karena itu, evaluasi perencanaan obat sangat diperlukan untuk mencegah masalah tersebut dan memastikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian retrospektif ini mengambil data periode bulan Agustus 2024 - Januari 2025 dan menggunakan metode ABC-VEN untuk menentukan prioritas perencanaan obat dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan medis serta mengetahui kesesuaian buffer stock pada masing-masing kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 319 item obat terdiri atas kategori A memiliki nilai investasi terbesar (69,62%) dengan jumlah item yang relatif sedikit (7,84%), kategori B memiliki nilai investasi sebesar 20,37% dengan jumlah item 15,67% dan kategori C memiliki jumlah item terbanyak (76,49%) namun nilai investasinya relatif kecil (10,01%). Berdasarkan analisis VEN terdapat obat kategori P (Prioritas) sebanyak 80 item, kategori U (Utama) sebanyak 223 item dan kategori T (Tambahan) sebanyak 16 item. Obat-obatan yang dikategorikan sebagai Prioritas (P) harus diprioritaskan dalam pengadaannya tanpa mempertimbangkan keterbatasan anggaran. Obat-obatan yang dikategorikan sebagai U (Utama) menjadi prioritas kedua dalam perencanaan. Pengadaan obat T (Tambahan) dilakukan setelah kebutuhan obat P (Prioritas) dan U (Utama) terpenuhi. Analisis kesesuaian buffer stock menunjukkan bahwa mayoritas item obat memiliki tingkat persediaan yang tidak sesuai dengan standar stok aman sehingga penyesuaian perlu dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan obat.
Dampak Lama Bekerja dan Pelatihan Pertolongan Pertama pada Vicarious Trauma Relawan Lalu Lintas di Kota Malang Indah Dwi Pratiwi; Edi Purwanto; Arnes Shela; Nur 'Aini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1791

Abstract

Vicarious trauma (VT) atau stres traumatis sekunder merupakan masalah psikologis yang kian mendesak untuk diteliti, terutama pada relawan lalu lintas jalan raya sebagai first responder dalam kecelakaan dan situasi darurat. Tingginya frekuensi paparan mereka terhadap peristiwa traumatis berpotensi memicu gangguan psikologis serius, namun minimnya literatur dan upaya pencegahan menjadikan riset ini penting dan mendesak. Tanpa intervensi berbasis bukti, dampak VT dapat mengganggu kesehatan mental relawan sekaligus mengurangi efektivitas layanan darurat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara vicarious trauma dengan lama bekerja dan pelatihan pertolongan pada kecelakaan pada relawan lalu lintas di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dengan fokus pada relawan dari Komunitas Relawan Lalu Lintas Kota Malang. Responden dalam penelitian ini adalah 62 relawan lalu lintas yang tergabung dalam dua komunitas relawan lalu lintas di Kota Malang. Instrumen penelitian ini menggunakan Vicarious Trauma Scale (VTS). Hasil analisis korelasi Spearman-Rho menunjukkan hubungan yang signifikan antara lama bekerja dan vicarious trauma (ρ = -0.291, p = 0.022). Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara pelatihan pertolongan pertama dan vicarious trauma (ρ = 0.213, p = 0.097). Beban kerja yang berat dan paparan berulang terhadap trauma meningkatkan risiko vicarious trauma, terutama ketika tidak ada dukungan organisasi yang memadai. Meskipun pelatihan pertolongan pertama sendiri tidak secara signifikan mempengaruhi vicarious trauma, paparan kerja yang lebih lama mungkin dapat mengurangi dampaknya. Penting untuk memperkuat sistem dukungan psikososial dan mengadopsi kebijakan organisasi yang berorientasi pada pemahaman trauma guna melindungi kesejahteraan para relawan.
Analisis Valuasi Ekonomi Pemanfataan Limbah Abon sebagai Pakan Alternatif Budidaya Lele Sangkuriang di Kabupaten Bandung dengan Pendekatan Total Economic Value Bryan Sebastian Basye Pesik; Iwang Gumilar; Ibnu Dwi Buwono; Atikah Nurhayati
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1792

Abstract

Pemanfaatan limbah produksi abon lele sebagai pakan alternatif muncul sebagai solusi yang inovatif untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dan mendukung keberlanjutan usaha budidaya ikan lele oleh pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi dari penerapan limbah abon lele sebagai pakan alternatif dan mengestimasi tingkat penerimaan harga pakan alternatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu purposive sampling dengan melakukan survei dan wawancara mendalam terhadap 30 responden pelaku usaha, analisis data yang digunakan adalah metode Willingness to Pay (WTP), Willingness to Accept (WTA), dan Total Economic Value (TEV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% responden bersedia menggunakan pakan alternatif, dengan harga rata-rata WTP yang lebih rendah sekitar 32% dibandingkan harga pakan komersial. Selain itu, mayoritas responden tidak memerlukan kompensasi tambahan (WTA rendah), menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap penggunaan pakan berbasis limbah. Berdasarkan perhitungan, nilai tambah ekonomi yang dihasilkan dari selisih antara WTP dan harga pokok produksi mencapai Rp1.819 per kilogram. Nilai TEV untuk penerapan pakan alternatif ini tercatat sebesar Rp3.082.800, mencerminkan kontribusi dari nilai langsung, tidak langsung, pilihan, keberadaan, dan warisan. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai potensi ekonomi dan keberlanjutan dari inovasi berbasis limbah dalam sektor akuakultur, serta memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan kebijakan ekonomi sirkular dalam sektor perikanan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada penguatan implementasi prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan dalam sektor budidaya ikan lele.
Eksplorasi Tantangan Psikologis Menggunakan LEQ (Learning Experience Questionnaire) pada Pengalaman Belajar Mahasiswa Kedokteran Jenjang Klinik Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua Izak Yesaya Samay; Trajanus L. Jembise; Elieser Elieser; Dais Iswanto
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1802

Abstract

Pendidikan kedokteran jenjang klinik merupakan periode penuh stres, tekanan akademik, psikologis sehingga memiliki potensi menghambat prestasi akademik. Tujuan penelitian ini untuk eksplorasi pengalaman mahasiswa selama menunggu ujian Nasional sebagai ujian final untuk memperoleh gelar dokter. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian sebanyak 106 orang turut mengisi LEQ (Learning Experience Questionare) memuat 22 item dengan Tiga Domain yang terdiri afektif,kognitif dan interaksi sosial. Kuesioner telah divalidasi dan diadaptasi dalam Bahasa Indonesia dengan validitas 0,557–0,878; α=0,957 dikumpulkan dengan google form. Hasil penelitian menunjukkan 67 mahasiswa (63.2%) telah ikut Ujian Nasional lebih dari lima kali, mahasiswa memiliki pengalaman belajar baiksebanyak 66 % dan sisanya 34 % dengan pengalaman kurang baik. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value 0.056 yang memberi indikasi tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengalaman belajar mahasiswa. Hasil penelitian menegaskan pengalaman belajar yang kurang baik semakin buruk dengan tekanan psikologis sehingga jumlah mahasiswa yang mengulang lebih lima kali dalam ujian Nasional semakin banyak. Kesimpulan penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa kedokteran memiliki pengalaman belajar positif atau baik, namun demikian jumlah mahasiswa retaker yang lenih banyak daripada firsttaker mengindikasikan mereka mengalami berbagai tantangan psikologi selama di tingkat klinik. Temuan penelitian dapat meningkatkan reformulasi anatomi kurikulum pendidikan jenjang klinik dan bahan evaluasi untuk intervensi psikososial yang pebih baik dalam rangka mendukung kinerja akademik tepat waktu.