cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2: December 2023" : 43 Documents clear
Tradisi Mamaq dalam Konteks Filsafat Pendidikan IPA Masa Depan Listantia, Nora; Sarjan, Muhammad; Hardianti, Baiq Dina; Safitri, Temi Ainul
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1243

Abstract

Tradisi mamaq oleh nenek moyang masyarakat suku Sasak merupakan suatu kegiatan mengunyah buah pinang,  kapur, daun  sirih, tembakau,  serta diakhiri dengan  nyusut. Tujuan dari penulisan ini secara filsafat pendidikan IPA, penulis ingin mengkaji tradisi mamaq ke arah globalisasi dengan berbagai nilai ekonomis dari bahan-bahan mamaq. Juga berbagai manfaat lain dari bahan-bahan mamaq seperti daun sirih yang dapat digunakan sebagai bahan obat kumur hingga pasta gigi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu masyarakat local jika dikelola dengan baik. Bahan-bahan mamaq juga berfungs sebagai antiseptic. Penelitian ini adalah studi literature (library research) dengan mengumpulkan publikasi terkait tentang tradisi mamaq dan kearifan local lainnya melalui google scholar dan proquest. Hal ini memungkinkan untuk diteliti lebih lanjut keberlangsungan tradisi kearifan lokal untuk berwirausaha dalam menyongsong masa depan dengan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan industri rumah tangga atau ekonomi kreatif dalam mendukung program pemerintah. Tradisi mamaq secara etnosains juga dapat dikembangkan sebagai bahan bacaan sains atau dapat merekontruksi nilai asli yang berasal dari norma dan kepercayaan masyarakat lokal yang mempengaruh interpretasi dan pemahaman terhadap alam, juga sebagai modul pembelajaran berbasis etnosains yang dapat meningkatkan literasi kimia siswa pada materi larutan penyangga. The Mamaq Tradition in the Context of the Philosophy of Future Science Education Abstract The tradition of mamaq by the ancestors of the Sasak tribe is an activity of chewing betel nuts, lime, betel leaves, tobacco, and ending with nyusut. The aim of this writing is in the philosophy of science education, the author wants to examine the mamaq tradition towards globalization with the various economic values ??of mamaq ingredients. There are also various other benefits of mamaq ingredients such as betel leaves which can be used as mouthwash and toothpaste which can increase the economic value of a local community if managed well. Mamaq ingredients also function as an antiseptic. This research is a literature study (library research) by collecting related publications about the Mamaq tradition and other local wisdom via Google Scholar and Proquest. This makes it possible to investigate further the sustainability of local wisdom traditions for entrepreneurship in facing the future by creating jobs and home industries or creative economy in support of government programs. The ethnoscience mamaq tradition can also be developed as science reading material or can reconstruct original values ??originating from local community norms and beliefs that influence the interpretation and understanding of nature, as well as an ethnoscience-based learning module that can increase students' chemical literacy in buffer solution material.
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Prasarana Lingkungan Permukiman Kekalik Timur Kota Mataram Rahayu, Erna Wijayanti; Febrianti, Baiq Susdiana
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1260

Abstract

Lingkungan permukiman Kekalik Timur mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan, hal ini dapat mempengaruhi ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan yang ada di permukiman Kekalik Timur. Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, dan tempat kerja yang memberikan pelayanan dan kesempatan kerja terbatas.Tujuan penelitian ini adalah mengkaji ketersediaan ruang terbuka hijau dan ketersediaan prasarana lingkungan permukiman Kekalik Timur yang meliputi jaringan jalan,  jaringan drainase, jaringan air limbah,  jaringan air bersih dan persampahan. Metode penelitian yang digunakan adalah berbasis spasial dimana untuk mengetahui kondisi eksisting dan perkembangan ruang terbuka hijau, sedangkan deskriptif kualitatif penilaian untuk mengetahui ketersediaan dan prasarana lingkungan permukiman berdasarkan standar nasiaonal Indonesia. Hasil penelitian menunjukan ketersedian ruang terbuka hijau permukiman Kekalik Timur termasuk permukiman tidak padat sesuai ketetapan rencana tata ruang wilayah Kota Mataram, untuk ketersediaan prasarana jaringan jalan lingkungan modern sebesar 66.4% dan permukiman tradisional sebesar 33.4%, ketersediaan prasarana jaringan drainase lingkunngan permukiman modern 84.1% dan permukiman tradisional 59.5%, ketersediaan prasarana jaringan air limbah lingkungan permukiman modern 73.3% dan permukiman tradisional 60.0%, ketersediaan prasarana jaringan air bersih lingkungan permukiman modern 75.8% dan permukiman tradisional 68.6%, ketersediaan prasarana persampahan lingkungan permukiman modern 78.2% dan permukiman tradisional 56.4%. Dengan demikian perlunya peningkatan kualitas prasarana di lingkungan permukiman tradisional sebagai upaya terwujudnya kehidupoan yang sehat, aman dan nyaman yang sesuaii dengan standar nasional Indonesia. Availability of Green Open Space and Infrastructure for the East Kekalik Residential Area of ??Mataram City Abstract The east Kekalik settlement environment is experiencing population growth and regional development, this can affect the green open space and  the availability of environmental infrastructure  in the East Kekalik settlement. Settlements are part of the environment outside the protected area, both in the form of urban and rural areas that function as residential or residential neighborhoods and places of activities that support livelihoods and livelihoods equipped with environmental infrastructure and facilities, and workplaces that provide limited services and employment opportunities. The purpose of this research is to examine the availability of green open space, availability and of infrastructure for the East Kekalik settlement environment which includes the road network, drainage network, waste water network, clean water and sewage networks. The research method used is spatial based where to find out the existing conditions and the development of green open spaces,while the descriptive qualitative assessment is to determine the availability and infrastructure for settlements based on Indonesian national standards. The results of the study show the availability of green open space for East Kekalik settlements including low-density settlements according to the provisions of the Mataram City spatial plan, for the availability of modern environmental road network infrastructur by 66.4% and traditional settlements by 33.4%, availability of infrastructure  drainage network for modern settlements 84.1% and traditional settlements 59.5%, availability of wastewater network infrastructure for modern settlements 73.3% and traditional settlements 60.0%,the availability of infrastructure for clean water networks in modern settlements is 75.8% and traditional settlements is 68.6%, the availability of waste infrastructure for modern settlements is 78.2% and traditional settlements is 56.4% according. Thus, it is necessary to improve the quality of infrastructure in traditional residential environments as an effort to create a healthy, safe and comfortable life that complies with Indonesian national standards.
Pengaruh Tekanan Kempa Papan Laminasi Kayu Sengon dan Bambu Petung Wulandari, Febriana Tri; Sari, Diah Permata; Ningsih, Rima Vera; Raehnayati, Raehnayati
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1292

Abstract

Dalam mengatasi keterbatasan jenis kayu berkualitas rendah, papan laminasi menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas kayu. selain ukuran kayu yang dapat disesuaikan, tampilan dari papan laminasi ini dapat memberikan nilai dekoratif yang indah. Penelitian ini mengkombinasikan kayu solid dengan bambu untuk membuat papan laminasi. Jenis kayu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu sengon dan bambu yang digunakan adalah bambu petung. Salah satu faktor yang mempengaruhi papan laminasi adalah tekanan kempa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menguji bagaimana pengaruh tekanan kempa terhadap sifat fisis papan laminasi kayu sengon bambu petung dimana sifat fisis merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas papan laminasi yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan dua perlakuan tekanan pengempaan (20 Nm dan 30 Nm). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan dari tekanan kempa berpengaruh nyata terhadap sifat fisik papan laminasi kayu sengon bambu petung. Sehingga sifat fisik papan laminasi kayu sengon bambu petung termasuk dalam standar SNI 01-6240-2000 dan JAS 234-2007. Berdasarkan nilai uji sifat fisik tersebut, papan laminasi kayu sengon bambu petung termasuk dalam kelas kuat III yang dapat digunakan untuk keperluan konstruksi berat yang terlindung. Effect of Felt Pressure on Laminated Boards of Sengon Wood and Petung Bamboo Abstract In overcoming the limitations of low-quality wood species, laminated boards are a solution in improving wood quality. In addition to customizable wood sizes, the appearance of these laminated boards can provide beautiful decorative value. This research will try to combine solid wood with bamboo to make laminated boards. The types of wood used in the study were sengon wood and bamboo used by petung bamboo. One of the factors that affect the laminate board is the pressure of the felt. Based on this, this research wants to test how the effect of pressure on the physical properties of the bamboo petung sengon wood laminated boards where the physical properties are one way to determine the quality of the resulting laminated boards. The method used in this study used an experimental method with an experimental design using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with two pressure pressure treatments (20 Nm and 30 Nm). Based on the results of the study, the treatment of felt pressure has a significant effect on the physical properties of sengon bamboo petung wood laminated board.. So that the physical properties of petung bamboo sengon wood laminated boards are included in the SNI 01-6240-2000 and JAS 234-2007 standards. Based on the physical properties test value, the petung bamboo sengon wood laminated boards are included in the strength class III which can be used for protected heavy construction purposes.
Analysis of Students’ Physics Critical Thinking Ability in Problem-Based Learning Models Assisted With Video Oktiana, Rohmiati; 'Ardhuha, Jannatin; Makhrus, Muh.
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1304

Abstract

Critical thinking skills are one of the abilities that students must have in order to facilitate processing and analyzing the information obtained, as well as selecting or making the right decision about a problem in physics learning. This study aims to measure students' critical thinking skills using a video-assisted problem-based learning model. Syllabus, lesson plans, teaching materials, worksheet, learning videos, and test instruments are learning tools on elasticity and Hooke's law that support this research. The research method uses a quasi experiment with a One-Group-Pretest-Posttest design. A total of 30 students in class XI MS 2 in the odd semester of the 2022/2023 school year at SMAN 1 Kediri became research participants. Data collection techniques using worksheet and critical thinking ability test instruments. worksheet is used in order to facilitate critical thinking skills during learning activities, and the assessment scores are converted into percentages and then classified into the criteria for critical thinking skills. Test instruments are also used as pretests and posttests to measure critical thinking skills before and after learning activities, and the results are analyzed using the N-Gain test and interpreted into effectiveness interpretations. The results of the worksheet assessment showed that students' critical thinking skills were 82.22% with very critical criteria, and the N-Gain test instrument was 0.57 in the moderate improvement category and included in the criteria for being quite effective. So it can be concluded that there is an increase in students' critical thinking skills by using a video-assisted problem-based learning model and effective use in learning.
Pengembangan Video Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Analisis Siswa Nuari, Alan; Gummah, Syifaul; Habibi, Habibi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1306

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan video pembelajaran kontekstual yang layak untuk meningkatan kemampuan analisis siswa. Video pembelajaran kontekstual ini dihasilkan melalui tahapan pengembangan ADDIE yakni: analyze, design, development, implementation dan evaluation. Uji coba empirik video pembelajaran ini dilakukan pada kelas sebelas IPA SMA Negeri 1 Masbagik dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang. Hasil uji kelayakan produk video pembelajaran kontekstual berdasarkan tiga validator memiliki nilai rata-rata persentase kelayakan sebesar 79% dengan kriteria “layak” sehingga dapat digunakan sebagai bahan atau media pembelajaran. Hasil analisis data angket motivasi belajar terhadap peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan video pembelajaran kontekstual ini juga memiliki persentase sebesar 82% dengan kualifikasi “baik”. Berdasarkan hasil uji empirik menggunakan soal uraian menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest dan postest mengalami peningkatan yang signifikan berturut dari 0,79 menjadi 0,86, sehingga  nilai rata-rata dari skor N-gain diperoleh sebesar 0,45 dengan kriteria interprestasi (sedang). Hasil pengembangan ini dapat di simpulkan bahwa video pembelajaran kontekstual memenuhi kategori layak dan secara empirik mampu meningkatkan kemampuan analisis siswa. Development of Contextual Learning Videos to Improve Students' Motivation and Analysis Ability Abstract This research aims to produce contextual learning videos that are suitable for improving students' analytical skills. This learning video was produced through ADDIE development, namely: analyze, design, development, implementation and evaluation. The empirical test of the learning video was carried out in class 11 science at SMA Negeri 1 Masbagik as many as 34 students. The feasibility test results from the three validators have an average percentage value of 79% with "feasible criteria" so that it can be used as a learning media. The results of the analysis of 'learning motivation' on increasing student learning motivation using contextual learning videos also have a percentage of 82% with the "Good Category". Based on the results of empirical tests using descriptive questions, it shows that the average pretest and posttest scores have increased significantly from 0.79 to 0.86, so the average value of the N-gain score is 0.45 with "Medium Criteria". The results can be concluded that contextual learning videos meet the appropriate category and are empirically able to improve students' analytical skills.
Pengembangan Video Pembelajaran 2D untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa Hendra, Muh.; Habibi, Habibi; Sukroyanti, Baiq Azmi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1313

Abstract

Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk video pembelajaran 2D untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu tahap analysis, design, development, implementation dan evaluation. Hasil dalam penelitian ini berupa produk video pembelajaran berbasis 2D yang mengacu pada kurikulum merdeka belajar. Hasil validasi ahli terhadap materi dan desain pada video pembelajaran berbasis 2D dengan nilai rata-rata persentase dari keseluruhan validator yaitu 84% dengan kriteria (Sangat layak) dan dapat digunakan sebagai bahan atau media pembelajaran. Selain itu berdasarkan hasil analisis data skala pemahaman konsep belajar akademik terhadap peningkatan pemahaman konsep belajar siswa menggunakan video pembelajaran ini juga memiliki persentase kelayakan yaitu 82% dengan kriteria (sangat Termotivasi) dan hasil analisis dari tes soal uraian bedasrkan perhitungan skor N-Gain dari hasil Pretest-postest yang telah di berikan memiliki persentase interprestasi sebesar 0,39 dengan kriteria (sedang) artinya efektivitas video pembelajaran 2D dalam meningkatkan pemahamn konsep fisika siswa dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran 2D mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. 2D Learning Video Development for Improve Student's Understanding of Physics Concepts Abstract The purpose of this development is to produce 2D learning video products to improve students' understanding of physics concepts. The development model used in this development research is ADDIE, where the ADDIE model consists of 5 development stages, namely the analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The results of this study are a 2D-based learning video product that refers to the independent learning curriculum. The results of expert validation of material and design in 2D-based learning videos with an average percentage value of all validators, namely 84% with the criteria (Very feasible) and can be used as learning materials or media. In addition, based on the results of data analysis on the scale of understanding academic learning concepts towards increasing students' understanding of learning concepts using this learning video, it also has an eligibility percentage of 82% with the criteria (highly motivated) and the results of the analysis of the essay test are based on the calculation of the N-Gain score from the Pretest results -The posttest that has been given has an interpretation percentage of 0.39 with the criterion (moderate) meaning that the effectiveness of 2D learning videos in increasing students' understanding of physics concepts can be concluded that 2D learning videos are able to improve students' understanding of concepts.
Analisis Kesulitan Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Fisika di SMAN 1 Kediri Amalissholeh, Nindy; Sutrio, Sutrio; Rokhmat, Joni; Gunada, I Wayan
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran fisika dan upaya guru fisika untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran fisika di SMAN 1 Kediri. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Kediri. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan atau memberikan wawancara dan dokumentasi. Wawancaranya dilakukan dengan 10 peserta didik yang dipilih menggunakan metode purposive random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kesulitan belajar peserta didik pada pembelajaran fisika kelas XI IPA di SMAN 1 Kediri yaitu bakat peserta didik dalam pembelajaran fisika masih rendah, faktor intelegensi yang masih kurang, minat belajar pada pembelajaran fisika masih rendah, dan motivasi belajar pada pembelajaran fisika juga masih kurang. Dan upaya yang dilakukan oleh guru fisika dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik dalam pembelajaran fisika yaitu dengan menumbuhkan rasa kecintaan kepada guru, memberikan motivasi belajar untuk membangkitkan semangat belajar peserta didik tersebut, mengadakan cerdas cermat untuk melatih daya ingat peserta didik pada pembelajaran fisika, dan mengulang materi yang belum dipahami oleh peserta didik tersebut. Analysis of Students’ Learning Difficulties in Learning Physics  at SMAN 1 Kediri Abstract This research aims to determine the factors of students' learning difficulties in physics learning and physics teachers' efforts to overcome students' learning difficulties in physics learning at SMAN 1 Kediri. The subjects in this research were students of class XI Science at SMAN 1 Kediri. The data collection method is carried out by conducting or providing interviews and documentation. Interviews were conducted with 10 students selected using the purposive random sampling method. The results of this research indicate that the learning difficulties of students in class XI IPA physics learning at SMAN 1 Kediri are that students' talent in learning physics is still low, intelligence factors are still lacking, interest in learning in physics learning is still low, and motivation to learn in learning physics also still lacking. And the efforts made by physics teachers to overcome learning difficulties experienced by students in physics learning are by fostering a sense of love for the teacher, providing learning motivation to arouse students' enthusiasm for learning, holding quizzes to train students' memory in physics learning, and repeating material that the student has not yet understood.
Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Peserta Didik Walihah, Zahratul; Gunada, I Wayan; Sutrio, Sutrio; Ayub, Syahrial
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning Terhadap Kemapuan Higer Order Thinking peserta didik pada materi alat-alat optik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Jonggat tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI MIPA SMAN 1 Jonggat . Adapun pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling dan diperoleh peserta didik kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian dalam mengukur kemampuan higher order thinking berupa tes esai sebanyak 6 item soal yang telah diuji validasi, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda. Data akhir (post-test) yang didapatkan dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas terlebih dahulu kemudian dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji t-test polled varians. Hasil uji hipotesis dikonsultasikan pada tabel t-tes dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data yang didapatkan menunjukkan nilai t hitung yang diperoleh sebesar  2,64 lebih besar dari nilai t tabel yaitu 2,00. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model project based learning terhadap kemampuan higher order thinking peserta didik kelas XI MIPA SMAN 1 Jonggat. The Effect of Project Based Learning Model on Students' Higher Order Thinking Skills Abstract This research aims to determine the effect of the Project Based Learning model on students’ Higer Order Thinking skills in the topic of optical material of XI MIPA SMA Negeri 1 Jonggat students for the 2022/2023 academic year. The type of this research is a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The population of this research was all students of XI MIPA SMAN 1 Jonggat. The sampling used purpossive sampling techniques and obtained by XI MIPA 1 students as an experimental class and XI MIPA 2 students as a control class. The research instrument in measuring the Skills of Higher Order Thinking is an essay test many as 6 items of questions that have been tested validation, reliability, different levels of difficulty  and power. The final data (post-test) were analyzed by test normality and homogeneity first and then hypothesis tests. The hypothesis test used t-test polled variance. The results of the hypothesis test are consulted in the t-test table with a significance level of 5%. The results of the data analysis showed that the value of t count obtained by 2.64 is greater than the value of t table which was 2.00. So it was concluded that there is an influence between the Project Based Learning model on the Higher Order Thinking Skills of XI class science students at SMAN 1 Jonggat.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Simulasi PhET Terhadap Pengusaan Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Fitrianingsi, Ayu; Rokhmat, Joni; Taufik, Muhammad; Verawati, Ni Nyoman Sri Putu
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan simulasi PhET terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design, dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA yang terbagi menjadi empat kelas yaitu kelas XI MIPA 1, kelas XI MIPA 2, kelas XI MIPA 3, dan kelas XI MIPA 4. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga 30 peserta didik kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan 29 peserta didik kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes yaitu tes pilihan ganda yang terdiri dari 16 soal untuk mengukur penguasaan konsep dan tes uraian yang terdiri dari 5 soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Nilai rata-rata pretest penguasaan konsep dan pretest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen sebesar 36,00 dan 40,60. Nilai rata-rata pretest penguasaan konsep dan pretest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas kontrol sebesar 33,81 dan 36,36. Hasil posttest penguasaan konsep dan posttest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 69,75 dan 60,20. Sedangkan Hasil posttest penguasaan konsep dan posttest kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas kontrol menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 50,28 dan 48,18. Hasil uji hipotesis manova menunjukkan nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05, sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan simulasi PhET terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. The Effect of the Guided Inquiry Learning Model Assisted with PHET Simulation on Students' Concept Mastering and Critical Thinking Ability Abstract This research aims to determine the effect of the guided inquiry learning model assisted by PhET simulations on students' mastery of concepts and critical thinking abilities. This type of research is a quasi experimental design, with a non-equivalent control group design. The research population was all students of class XI MIPA which were divided into four classes, namely class XI MIPA 1, class XI MIPA 2, class XI MIPA 3, and class XI MIPA 4. The sample was selected using purposive sampling technique, so that 30 students of class XI MIPA 2 as the experimental class and 29 students from class XI MIPA 4 as the control class. The data collection technique uses test instruments, namely a multiple choice test consisting of 16 questions to measure mastery of concepts and a description test consisting of 5 questions to measure critical thinking abilities. The average pretest scores for mastery of concepts and pretest critical thinking skills for experimental class students were 36.00 and 40.60. The average pretest scores for mastery of concepts and pretest critical thinking abilities for control class students were 33.81 and 36.36. The results of the concept mastery posttest and critical thinking ability posttest of experimental class students showed the average scores obtained were 69.75 and 60.20. Meanwhile, the results of the concept mastery posttest and critical thinking ability posttest of control class students showed the average scores obtained were 50.28 and 48.18. The results of the MANOVA hypothesis test showed that the significance value obtained is smaller than 0.05, so it was concluded that there was an influence of the guided inquiry learning model assisted by PhET simulations on students' mastery of concepts and critical thinking abilities.
Estimasi Pengunjung Pontianak Interactive Center dengan Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Satyahadewi, Neva; Aprizkiyandari, Siti; Rivaldo, Rendi
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1517

Abstract

Pontianak Interactive Center (Pontive Center) adalah salah satu layanan publik yang disediakan pemerintah melalu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak. Pontive Center menyediakan layanan publik seperti pusat kendali CCTV dan berbagai sensor pengamatan, pengelolaan informasi, sistem TIK, dan sebagainya. Jumlah kunjungan setiap bulannya di Pontive Center cukup beragam sehingga diperlukan estimasi jumlah kunjungan agar Pontive Center dapat mempersiapkan segala alternatif yang dapat digunakan jika terjadi lonjakan jumlah kunjungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Double Exponential Smoothing (DES) dalam mengestimasikan jumlah kunjungan di Pontive Center. Data yang digunakan yaitu data jumlah kunjungan di Pontive Center dalam bulanan dari tahun 2019-2022. Data ini merupakan jumlah kunjungan di Pontive Center seperti kunjungan instansi, rapat kerja, seminar, sosialisasi dan sebagainya. Penelitian ini mengestimasikan jumlah kunjungan selama 12 bulan ke depan dan didapat rata-rata jumlah kunjungannya yaitu 11-12 kunjungan perbulannya. Perhitungan nilai Mean Absolut Percentage Error (MAPE) yang didapat yaitu sebesar 42%, sehingga model estimasi dengan Double Exponential Smoothing pada penelitian ini cukup layak digunakan. Estimated Visitors to the Pontianak Interactive Center Using the Double Exponential Smoothing Method Abstract Pontianak Interactive Center (Pontive Center) is one of the public services provided by the government through the Pontianak City Communication and Information Service. Pontive Center provides public services such as CCTV control centers and various observation sensors, information management, ICT systems, and so on. The number of visits each month at the Pontive Center is quite varied, so an estimate of the number of visits is needed so that the Pontive Center can prepare all alternatives that can be used if there is a spike in the number of visits. The method used in this research is the Double Exponential Smoothing (DES) method in estimating the number of visits to the Pontive Center. The data used is data on the number of visits to the Pontive Center monthly from 2019-2022. This data represents the number of visits to the Pontive Center such as agency visits, work meetings, seminars, socialization and so on. This study estimated the number of visits over the next 12 months and found that the average number of visits was 11-12 visits per month. The calculation of the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) value obtained is 42%, so the estimation model with Double Exponential Smoothing in this research is quite suitable for use.