cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 514 Documents
Optimalisasi Sistem Pembukuan Digital Serta Perannya dalam Memperkuat Kemandirian Keuangan UMKM Pangan Bergizi di Kota Tomohon Butarbutar, Tarida Elisa; Wurangian, Mecky; Tombeng, Elny Claudia
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6859

Abstract

UMKM pangan bergizi memiliki peran penting dalam perekonomian lokal, tetapi pemanfaatan pembukuan digital untuk mendukung pengelolaan keuangan belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik penggunaan pembukuan digital dan potensi kontribusinya terhadap kemandirian keuangan UMKM pangan bergizi di Kota Tomohon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus eksploratif pada dua UMKM penjualan sayuran, Tunas Berlian dan Lokon Garden, yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi SiapIK BI membantu pelaku usaha mendokumentasikan transaksi serta memantau pemasukan dan pengeluaran. Akan tetapi, pencatatan belum konsisten, sedangkan informasi yang tersedia belum dimanfaatkan secara sistematis untuk pengelolaan arus kas, pengendalian biaya, perencanaan modal, evaluasi usaha, dan pengambilan keputusan. Hambatan utama meliputi keterbatasan literasi digital dan akuntansi, keterbatasan waktu, kebiasaan pencatatan manual, serta belum konsistennya pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Pembukuan digital berpotensi memperkuat kapasitas pengelolaan keuangan apabila didukung disiplin pencatatan, kemampuan memahami informasi, dan pendampingan berkelanjutan. Temuan ini bersifat kontekstual serta tidak membuktikan hubungan sebab-akibat atau peningkatan kemandirian keuangan secara langsung. Kontribusi penelitian terletak pada penjelasan kesenjangan antara penggunaan aplikasi dan pemanfaatan informasi keuangan dalam praktik pengambilan keputusan pada kedua kasus tersebut. Optimizing Digital Bookkeeping Systems as an Innovation to Strengthen the Financial Independence of Nutritious-Food MSMEs in Tomohon City Abstract Nutritious-food micro, small, and medium enterprises (MSMEs) contribute to local economies, yet digital bookkeeping remains underutilized in financial management. This study examines digital bookkeeping practices and their potential contribution to financial independence among nutritious-food MSMEs in Tomohon City, Indonesia. A descriptive qualitative approach with an exploratory case study design was applied to two purposively selected vegetable-selling enterprises, Tunas Berlian and Lokon Garden. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings indicate that the SiapIK BI application helps owners document transactions and monitor income and expenditure. However, recording practices remain inconsistent, while financial information is not systematically used for cash flow management, cost control, capital planning, business evaluation, or decision-making. Key barriers include limited digital and accounting literacy, time constraints, habitual manual recordkeeping, and insufficient separation of personal and business finances. Digital bookkeeping may strengthen financial management capacity when supported by consistent transaction recording, the ability to interpret financial information, and sustained practical mentoring. These findings are context-specific and do not establish causal effects or demonstrate a direct increase in financial independence. The study highlights the distinction between adopting a digital application and using its information for financial decisions.
Evaluasi Program Sumatif Semester pada Jenjang SMA Menggunakan Model CIPP: Studi Kasus di SMAN 1 Praya Tengah Anggraini, Nopita; Jihan, Jihan; Salim, Muh; Paslan, Roni; Candra, Candra
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.7027

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program asesmen sumatif semester di SMAN 1 Praya Tengah menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Meskipun model CIPP telah banyak digunakan, kajian pada jenjang SMA khususnya yang menyoroti pemanfaatan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran masih terbatas. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menganalisis keterkaitan antarkomponen CIPP dan perbedaan perspektif kepala sekolah, guru, dan siswa dalam konteks sekolah penggerak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposif, terdiri atas satu kepala sekolah, empat guru, dan empat siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dengan lembar observasi berisi 29 indikator (skala 1–4), dan telaah 27 jenis dokumen. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dalam bentuk deskripsi tematik, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa komponen Context, Input, dan Process berjalan baik: tujuan dan kebijakan program jelas, kepanitiaan, jadwal, dan administrasi tersedia, serta pelaksanaan tertib dan tepat waktu. Skor observasi total mencapai 110 dari 116 (94,8%). Kelemahan utama ditemukan pada pengawasan ruang ujian yang kurang tegas, asesmen yang masih berbasis kertas sehingga pengolahan nilai memakan waktu, serta pemanfaatan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran yang belum merata dan belum sistematis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengawasan, digitalisasi asesmen secara bertahap, dan sistem tindak lanjut hasil asesmen yang terstruktur.    Summative Semester Program Evaluation at the High School Level Using the CIPP Model: A Case Study at SMAN 1 Praya Tengah Abstract This study evaluates the semester summative assessment program at SMAN 1 Praya Tengah using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model. Although the CIPP model has been widely used, studies at the senior high school level particularly those highlighting the use of assessment results for instructional improvement remain limited. This study offers novelty by analyzing the interconnections among CIPP components and the differing perspectives of the principal, teachers, and students in a school penggerak context. A qualitative case study design was employed. Nine informants were selected purposively: one principal, four teachers, and four students. Data were collected through in-depth interviews, observation using a 29-indicator checklist (scale 1–4), and a review of 27 document types. They were analyzed through data reduction, thematic description, and conclusion drawing, and trustworthiness was examined through source and technique triangulation. The Context, Input, and Process components were found to be well implemented, with a total observation score of 110 out of 116 (94.8%). The main weaknesses were insufficiently firm exam supervision, paper-based assessment that slows score processing, and uneven, non-systematic use of assessment results to improve teaching. The study recommends stronger supervision, phased digitalization, and a structured follow-up system for assessment results.
Efektivitas Konseling Realita Dengan Teknik WDEP Untuk Menurunkan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Dzikri, Ziyad Nailu; Rahmawati, Weni kurnia; Noviyanti, Ade Irma
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.7035

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir berada pada masa transisi menuju dunia kerja sehingga rentan mengalami Quarter Life Crisis (QLC), yaitu kebingungan, kecemasan, dan keraguan dalam menentukan masa depan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling realita dengan teknik WDEP (Wants, Doing and Direction, Evaluation, Planning) untuk menurunkan QLC pada mahasiswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian konseling realita pada masa emerging adulthood; secara praktis, hasilnya dapat menjadi rujukan layanan konseling karier dan akademik di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental berbentuk pretest-posttest control group design di Universitas PGRI Argopuro Jember. Populasi adalah 25 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Bimbingan dan Konseling. Dengan teknik purposive sampling, 16 mahasiswa dipilih, lalu ditempatkan secara acak ke kelompok eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil pretest, lima mahasiswa berkategori QLC sangat tinggi pada tiap kelompok dijadikan subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan angket skala Likert QLC yang diujicobakan kepada 22 responden; 46 dari 60 butir dinyatakan valid (r hitung > 0,4227) dan instrumen sangat reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,968). Data dianalisis dengan uji homogenitas, uji Mann-Whitney untuk membandingkan antar kelompok, dan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil menunjukkan rata-rata skor kelompok eksperimen turun dari 203,6 (sangat tinggi) menjadi 139,4 (sedang), sedangkan kelompok kontrol tetap berada pada kategori sangat tinggi (206,4 menjadi 210,4). Uji Wilcoxon menghasilkan Asymp. Sig. 0,043 < 0,05. Dengan demikian, konseling realita teknik WDEP efektif menurunkan QLC pada mahasiswa tingkat akhir.    Effectiveness of Reality Counseling with WDEP Technique in Reducing Quarter Life Crisis among Students Abstract Final-year students are in a transition toward the workforce, which makes them vulnerable to Quarter Life Crisis (QLC), namely confusion, anxiety, and doubt about their future. This study aimed to determine the effectiveness of reality counseling with the WDEP technique (Wants, Doing and Direction, Evaluation, Planning) in reducing QLC among university students. Theoretically, this study enriches the literature on reality counseling in emerging adulthood; practically, the findings can inform career and academic counseling services in higher education. A quantitative approach with a true experimental pretest-posttest control group design was conducted at Universitas PGRI Argopuro Jember. The population comprised 25 final-year students of the Guidance and Counseling Study Program. Using purposive sampling, 16 students were selected and randomly assigned to experimental and control groups. Based on the pretest, five students with a very high level of QLC in each group were chosen as research subjects. Data were collected using a Likert-scale QLC questionnaire tried out on 22 respondents; of 60 items, 46 were valid (r count > 0.4227) and the instrument was highly reliable (Cronbach’s Alpha = 0.968). Data were analyzed using a homogeneity test, the Mann-Whitney test for between-group comparison, and the Wilcoxon Signed Ranks test. The experimental group’s mean score fell from 203.6 (very high) to 139.4 (moderate), while the control group remained in the very high category (206.4 to 210.4). The Wilcoxon test yielded Asymp. Sig. 0.043 < 0.05. Therefore, reality counseling with the WDEP technique is effective in reducing QLC among final-year students. 
Evaluasi Penggunaan Platform Merdeka Mengajar Menggunakan Model Goal-Free Evaluation Wardani, B. Nina Rahayu; Putri, Imelda Artila; Arrisandy, Ni Putu Devi; Hariyanti, Hariyanti; Candra, Candra
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.7143

Abstract

Platform Merdeka Mengajar (PMM) dikembangkan untuk mendukung kompetensi guru dan implementasi Kurikulum Merdeka. Meskipun bermanfaat, penggunaannya juga menimbulkan kendala serta dampak tidak direncanakan. Penelitian sebelumnya jamak mengkaji PMM lewat model TAM, CIPP, dan UEQ, namun belum banyak menelaah dampak aktual serta sampingan sebagai fokus utama. Celah penelitian ini diisi menggunakan model Goal-Free Evaluation (GFE). Model ini memungkinkan evaluator melihat hasil program secara lebih luas dan menangkap dampak tidak terduga tanpa terikat tujuan awal. Penelitian bertujuan mengevaluasi penggunaan PMM di SDN 8 Sokong, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada dampak positif, negatif, serta sampingan penggunaan platform tersebut. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif PMM meliputi peningkatan kompetensi guru, kemudahan akses perangkat ajar, pengembangan variasi metode pembelajaran, penguatan budaya refleksi, pemetaan kemampuan awal murid melalui asesmen diagnostik, serta peningkatan kolaborasi antarguru. Di sisi lain, ditemukan dampak negatif berupa bertambahnya beban kerja, kesenjangan kemampuan digital guru, serta keterbatasan jaringan internet dan kuota. Adapun dampak sampingan yang muncul meliputi tumbuhnya budaya belajar antarguru melalui pendampingan sebaya, peningkatan rasa percaya diri dan identitas profesional guru, serta berkembangnya literasi digital. Penerapan GFE memberikan perspektif evaluasi yang lebih luas karena berhasil menangkap dampak aktual serta dampak yang tidak direncanakan sebelumnya.   Evaluation of the Use of the 'Merdeka Mengajar' Platform Using the Goal-Free Evaluation Model Abstract The Platform Merdeka Mengajar (PMM)—or the "Independent Teaching Platform"—was developed to support teacher competency and the implementation of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum). While beneficial, its use has also presented challenges and led to unintended consequences. Previous research has frequently examined PMM using models such as TAM, CIPP, and UEQ; however, few studies have focused primarily on its actual and collateral impacts. This research gap is addressed here through the use of the Goal-Free Evaluation (GFE) model. This model allows evaluators to examine program outcomes more broadly and capture unexpected impacts, independent of the program's original objectives. This study aims to evaluate the use of PMM at SDN 8 Sokong, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. A qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The analysis focuses on the positive, negative, and collateral impacts resulting from the use of the platform. The findings indicate that the positive impacts of PMM include enhanced teacher competency, easier access to teaching materials, a greater variety of instructional methods, a strengthened culture of reflection, the assessment of students' initial abilities through diagnostic tools, and improved collaboration among teachers. Conversely, negative impacts include an increased workload, disparities in teachers' digital proficiency, and limitations related to internet connectivity and data quotas. Collateral impacts include the emergence of a peer-learning culture, increased teacher self-confidence and professional identity, and the development of digital literacy. The application of the GFE model provides a broader evaluative perspective by successfully capturing both the actual outcomes and the previously unplanned consequences.