cover
Contact Name
Marwahyudi
Contact Email
jpttg@usahidsolo.ac.id
Phone
+6287825641616
Journal Mail Official
jpttg@usahidsolo.ac.id
Editorial Address
Jl. Adisucipto 154 Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Teknologi Tepat Guna
ISSN : 27461300     EISSN : 27461319     DOI : -
Focus and Scope The Journal of Appropriate Technology Services (JPTTG) has a vision and mission of community development with technology. In line with this vision and mission, JPTTG receives and publishes relevant service results with the application, training and understanding of technology to the community. The writing can be written in Indonesian or English. Research topics include: Technology Training for the Community Application of Technology in Society Understanding Technology in Society USER Username
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 243 Documents
Strategi Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan Bumdes yang Berkelanjutan di Desa Naiola ismi andari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2159

Abstract

Pembangunan desa merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah telah memberikan kewenangan kepada desa untuk mengelola sumber daya dan potensi ekonomi secara mandiri melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendesa PDTT Nomor 4 Tahun 2015. BUMDes diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian desa dengan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta kesejahteraan masyarakat melalui usaha berbasis komunitas. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola BUMDes Fajar Timur agar mampu menerapkan tata kelola yang baik (Good Governance) serta mengadopsi digitalisasi dalam manajemen usaha. Pendekatan yang digunakan meliputi: (1) observasi awal dan identifikasi masalah, (2) penyusunan rencana strategis dan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), (3) pelatihan dan peningkatan kapasitas pengelola dalam aspek manajemen keuangan, tata kelola usaha, serta pemasaran berbasis digital, dan (4) pendampingan implementasi serta monitoring berkelanjutan guna memastikan efektivitas program.
Penyuluhan Cerdas Mandiri Gunakan Obat Untuk Meningkatkan Kesadaran Swamedikasi Aman dila wahyu utami; Khotimatul Khusna; Risma Sakti Pambudi; Rosliana Patandung; Abyasa Fajari Subiyanto
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2267

Abstract

Swamedikasi merupakan praktik penggunaan obat secara mandiri untuk mengatasi keluhan ringan, namun seringkali tidak disertai pemahaman yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai swamedikasi yang rasional melalui intervensi edukatif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan diskusi interaktif pada 42 peserta dengan desain pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dengan uji Paired Samples T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 63,75 menjadi 79,58. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait swamedikasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung praktik penggunaan obat yang aman dan rasional di masyarakat.
Edukasi Tepat Buang Obat Di Desa Kalisoro, Tawangmangu Hanif
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2275

Abstract

Pengelolaan obat di tingkat rumah tangga, khususnya terkait penyimpanan dan pembuangan obat rusak atau kadaluwarsa, masih menjadi permasalahan akibat rendahnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada edukasi “Tepat Buang Obat” di Desa Kalisoro, Tawangmangu. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menyimpan serta membuang obat secara benar dan aman. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemberian materi edukasi, serta evaluasi melalui kuesioner pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan kenaikan nilai pada hampir seluruh item pertanyaan setelah pemaparan materi. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan obat di rumah tangga sehingga dapat meminimalkan risiko kesehatan dan dampak lingkungan.
Hilirisasi Komponen Bioaktif Dan Antimikroba Kulit Bawang Putih Menjadi Bumbu Pasta Dan Powder Dewi Sartika; Dikpride Despa; Neti Yuliana; Gusri Akhyar Ibrahim; Sela Julita; Ahmad Yuliyan
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2306

Abstract

Abstrak: Pasar Tamin, Bandar Lampung, merupakan sentra pengepul bawang putih. Permasalahan utamanya limbah kulit bawang dibuang begitu saja. Kulit bawang putih mengandung komponen bioaktif dan anti mikroba yang berpotensi menjadi produk derivatif pangan yaitu sebagai bahan baku bumbu pasta dan powder sachets. Pengabdian ini bertujuan: 1) meminimalisir limbah menjadi produk bernilai jual; 2) meningkatkan pendapatan mitra dan 3) meningkatkan kualitas lingkungan. Sasaran pengabdian ini adalah Kelompok pengumpul kulit bawang putih di Pasar Tamin, Bandar Lampung. Metode yang diterapkan adalah ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan: 1) pengolahan kulit bawang putih menjadi bumbu pasta dan powder sachets dapat menjadi produk bernilai jual; 2) peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengepul berkisar rata-rata 80% serta meningkatkan pendapatan pengepul dari produk inovasi pangan bernilai jual; 3) Terciptanya produk bumbu pasta dan powder sachets sebagai bumbu dan penyedap masakan siap pakai yang bernilai jual dan sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Optimalisasi Penguatan Pengelolaan Makanan Tambahan (Pmt) Berbahan Lokal Melalui Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Menurunkan Insidence Rate Stunting DEWI SARI
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2362

Abstract

Hasil analisis situasi dari data Potensi Dinamis Bulan Januari Tahun 2025Kecamatan Manyaran menunjukkan jumlah balita rentan usia 0-4 tahun sebanyak 430balita, dan 10,2% dintaranya kelompok balita berisiko. Keberadaan ladang KelompokWanita Tani (KWT) yang dimanfaatkan sebagai mata pencahariaan warga desa belumoptimal dan umumnya masih bersifat tradisional. Keberadaan lahan milik KWT merupakanpotensi penurunan stunting dengan pendekatan sektor pertanian dan kesehatan.Penguatan kapasitas KWT melalui pemanfaatan lahan untuk kebun gizi, serta integrasidengan program kesehatan untuk meningkatkan status gizi keluarga dan menurunkanangka stunting. Keberhasilan penurunan stunting juga perlu melibatkan karang tarunadengan peran strategis melalui edukasi dan kampanye gizi, pendampingan keluargaberisiko stunting, inovasi program berbasis lokal yang kolaborasi dengan KWT denganmembuat konsep Nutri Garden yaitu konsep kebun yang berfokus pada pemenuhan gizi(nutrisi) melalui penanaman berbagai tanaman pangan sehat, terutama sayur, buah, dantanaman herbal, selain itu hasil olahan dari nutri garden disiapkan sebagai PemberianMakanan Tambahan (PMT) berupa mie sehat yaitu mie yang dibuat dengan memanfaatkanbahan-bahan alami yang ditanam di ladang KWT. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan.Berdasarkan beberapa kendala tersebut, tim pengusul berupaya membantu denganbeberapa solusi yang menjadi dasar menjalani kegiatan pengabdian masyarakat dengantujuan memanfaatkan lahan pekarangan untuk penyediaan pangan bergizi berbasis lokalmelalui konsep Nutri Garden, mengintegrasikan hasil pertanian dalam menghasilkanproduk olahan dari Nutri Garden berkualitas melalui teknologi modern untuk menurunkanangka stunting, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Karang Taruna dalampembuatan produk usaha hasil pertanian berbasis pangan lokal berupa mie sehat,mengoptimalkan produk hasil olahan menjadi sumber KWT Lemah Ireng hingga ke luarwilayah, dan membantu Karang Taruna dalam meningkatkan kemandirian ekonomi. solusiyang ditawarkan adalah Penerapan teknologi dan Inovasi, sosialisasi, Pelatihan danpendampingan pelatihan pemilihan komoditas pangan bergizi pencegah stunting, pelatihanpengolahan hasil ladang menjadi PMT/MPASI dan bahan baku mie sehat, pelatihanmanajemen produksi dan pencatatan sederhana, dan pelatihan pengemasan danhigienitas pangan. pelatihan pengelolaan Nutri Garden dan pupuk organik, pelatihanpengolahan mie sehat, pelatihan kewirausahaan dan perhitungan biaya usaha, dan pelatihan pemasaran digital, Penerapan teknologi dan pendampingan mesin penggilingmie sehat berbahan stainless steel food grade dan vacuum sealer untuk meningkatkannilai tambah produk hasil ladang KWT dan Pembahasan keberlanjutan program. Hasilpengabdian kepada mitra bahwa ada perubahan sebelum dan setelah diberikanpenyuluhan dengan persentase perubahan nilai sebesar 14,57%, sementara padakarang taruna setelah diberikan penyuluhan dengan persentase perubahan nilaisebesar 19,6%. Kesimpulan Mitra sangat antusias meengikuti program pengabdiandengan antusias hal ini diwujudukan memalui peningkatan pengetahuan mitra untukmemahami pentingnya pengendalian stunting di Punduhsari Manyaran.
Pemberdayaan Petani Desa Ciptasari Melalui Program Pengelolaan Sampah Pertanian dengan Metode Biocomposting Patnia Nur Saputri; Yunita Nugrahaini Safrudin; Murman Dwi Prasetio; Raden Muhammad Fadhlan Kautsar; Muhamad Faiz Shakil Hakeem; Athifah Ansarullah
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2375

Abstract

Desa Ciptasari yang terletak di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang memiliki 11 ha lahan pertanian untuk budidaya hortikultura. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok tani ialah pengelolaan limbah pertanian yang belum optimal. Saat ini, limbah pertanian seperti sayur kubis, tomat, cabai, maupun sisa tanaman pascapanen hanya dibiarkan membusuk atau dibakar di area lahan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman para petani terkait pengolahan limbah pertanian tersebut. Peluang ini diambil oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Teknik Industri, Telkom University Bandung untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat dengan Kelompok Tani Desa Ciptasari. Program pemberdayaan ini dijalankan melalui beberapa tahap yaitu observasi awal, perumusan solusi dan implementasi gagasan. Hasil pengamatan awal mengungkap jenis limbah dan bagaimana para petani saat ini mengelola, serta dampak nyata yang mereka hadapi. Proses perumusan solusi dilakukan antara tim pengusul dengan mitra yang menghasilkan rencana pembuatan pupuk kompos dari limbah pertanian melalui metode biocomposting. Tahap terakhir adalah proses implementasi gagasan yang dilakukan melalui sosialisasi dan pembuatan beserta serah terima alat biocomposting kepada mitra. Tahap sosialisasi mengangkat topik tentang pengelolaan sampah dan manfaat pupuk kompos terhadap tanaman yang dihadiri 30 anggota kelompok tani. Pada tahap ini juga dilakukan pengenalan serta tata cara penggunaan alat biocomposting. Serah terima 7 alat biocomposter dilakukan diakhir sesi sosialisasi.
Utilization Of Household Organic Waste Into Eco-Enzyme For Sustainable Waste Management Nadya Ambarwati; Fajar Jamaluddin Sandhori, S.Farm., M.Farm.; Reviany Vibrianita Nidom; Rismawati; hanif Rifqi Prasetyawan; intan ayu kusumapramushinta; asri wido mukti; asti Rahayu; ira Purbosari; novamei Indriani; fikria marfuatin nur; annisa Rosita Hafiizh
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2384

Abstract

This community service program aimed to improve community knowledge and skills in managing household organic waste through the production of eco-enzyme. The activity was conducted in RT 4, Wage Village, Taman District, Sidoarjo Regency, using counseling, hands-on training, and questionnaire-based evaluation methods. A total of 30 participants attended the training, with 16 participants involved in the evaluation. The results showed that participants understood the material well, were interested in producing eco-enzyme independently, and recognized its benefits for waste management and household use. The program successfully increased community awareness of environmentally friendly organic waste management and demonstrated the potential economic value of eco-enzyme products. Therefore, eco-enzyme production can serve as a simple and sustainable alternative for reducing household organic waste.
Implementasi Strategi Waste-to-Value melalui Peningkatan Kualitas Produk Eco-Desain, dan Introduksi Budidaya Maggot pada Bank Sampah Sapu Jagad Magetan : Strategi Waste-to-Value pada Bank Sampah Sapu Jagad Magetan Okid Parama Astirin; Tetri Widiyani; Shanti Listyawati; Elisa Herawati; Agung Budiharjo; Widya Mega Rahmawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2464

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan permasalahan umum yang terjadi di perkotaan. Pengolahan sampah di Bank Sampah Sapu Jagad Magetan masih berfokus pada sampah anorganik seperti sampah botol dan palstik dengan pendekatan ecobrick membentuk produk dengan nilai ekonomi. Di sisi lain, sampah organik yang diperoleh dari nasabah belum dikelola dengan optimal serta sebagian besar sampah tersebut masih dibuang secara langsung ke Tempat Pembuangan Akhir sehingga menimbulkan sumber pencemaran baik tanah, air maupun udara. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kualitas produk eko-desain ecobrick dan juga menanamkan pemahaman terkait pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot. Kegiatan ini dilakukan dengan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah hingga pemasaran produk. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pendapatan melalui diversifikasi produk eko-desain berupa sofa botik bludru. Selain itu, pemahaman akan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot. Upaya ini mendukung SDGs 4, 8, 12, dan 17 untuk menyediakan pengetahuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengelola limbah menjadi produk bermanfaat melalui kerja sama antar bank sampah atau bank sampah dengan perguruan tinggi.
Penguatan Kapasitas UMKM melalui Pengembangan Sistem Produksi dan Branding Produk Lokal Berkelanjutan sebagai Pilar Hilirisasi Desa Eko-Eduwisata Kemuning Okid Parama Astirin; Dimas Rahardian Aji Muhammad; Ari Prasetyo; Agreianti Puspitasari; Ryza Dian Pratiwi; Widya Mega Rahmawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2466

Abstract

Desa Eko-Eduwisata Kemuning memiliki potensi produk lokal yang beragam sebagai penunjang sektor pariwisata. Salah satunya adalah UMKM Lumbung Rasa yang menghasilkan produk kripik, roti, dan herbal instan. Namun, usaha ini masih menghadapi kendala pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing produk sekaligus mendukung hilirisasi produk lokal yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM melalui pengembangan sistem produksi dan branding produk lokal sebagai pilar hilirisasi Desa Eko-Eduwisata Kemuning. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Program dilaksanakan melalui penerapan teknologi tepat guna produksi, edukasi manajemen mutu industri pangan yang mencakup penerapan keamanan pangan, pelabelan, dan penentuan tanggal kedaluwarsa, pelatihan manajemen digital, serta pendampingan branding dan pemasaran digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip manajemen mutu pangan, melakukan pencatatan keuangan secara digital, serta menyusun strategi branding yang lebih efektif untuk meningkatkan identitas dan daya saing produk lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM juga memperkuat keberlanjutan program dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan UMKM yang berdaya saing.
Zero Waste Livestock: Implementasi Ekonomi Sirkular melalui Mekanisasi Pengelolaan Limbah Kandang Kambing Novedi Risanti Langgi; Eko Prasetya Budiana; Agung Irawan
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2468

Abstract

MK Farm menghasilkan sekitar 300 kg limbah kotoran kambing per hari (9 ton/bulan). Pembersihan yang masih manual menyebabkan 60–90 kg limbah tertinggal setiap hari, memicu penumpukan, bau amonia, penurunan sanitasi, serta risiko kontaminasi bau pada susu. Program ini menawarkan solusi berupa mesin konveyor berkapasitas 300 kg/hari untuk mengangkut limbah secara otomatis, didukung SOP sanitasi, pelatihan, dan pendampingan operasional. Target yang dicapai meliputi 100% limbah terangkut tanpa residu, penurunan bau dan kadar amonia ≥80%, peningkatan kebersihan kandang ≥90%, serta efisiensi waktu pembersihan ≥60%. Seluruh limbah kemudian diolah menjadi pupuk organik bernilai jual Rp1.000–Rp1.500/kg, sehingga berpotensi menambah pendapatan Rp9–13,5 juta per bulan. Program ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus mendukung SDGs 3, 8, 12, dan 13 melalui pengelolaan limbah yang higienis, produktif, dan berkelanjutan.