cover
Contact Name
Azridjal Aziz
Contact Email
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6285263006442
Journal Mail Official
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Jl. Soebrantas km 12,5 Kampus Bina Widya, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293, RIAU
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
Published by Universitas Riau
ISSN : 14126257     EISSN : 25499742     DOI : https://dx.doi.org/10.31258/jst
Jurnal Sains dan Teknologi (JST), is a peer-reviewed scientific journal published regularly every six months, namely in March and September. The reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted articles. Articles are submitted for review with the understanding that they have not been published elsewhere. Each author is advised to submit the articles using article template of JST. Authors need to pay the publication fee. The author(s) will be responsible for proof-reading the article. There are two issues a year for this Journal and reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted manuscripts. Details of electronic submission are shown on the JST homepage.
Articles 112 Documents
ANALISIS TOTAL COLIFORM PADA SUSU KEDELAI USAHA KECIL MENENGAH DI KOTA PADANG Shinta - Silvia
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v20.n1.p1-5

Abstract

Beverage production can be contaminated with pathogenic bacteria due to unhygienic processing. Bacteriological conditions can be determined from the presence of Total Coliform. This study aims to examine the Total Coliform contained in soy milk drinks produced by Small and Medium Enterprises (SMEs) in the City of Padang. Tests were carried out on five soy milk processing places in Padang City with three times the frequency of sampling. Total Coliform is calculated using the Most Probable Number (MPN) Method. Total Coliform based on SNI 01-3830-1995 regarding Soybean Milk Quality Requirements is 20 MPN / ml. Analysis of the presence of Total Coliform in the five Small and Medium Enterprises in Padang City is as follows: 1.54 MPN / ml; 3.60 MPN / ml; 2.74 MPN / ml; 41.11 MPN / ml and 4.2 MPN / ml. The results showed that four out of five soybean milk businesses met the quality requirements. Keywords: Soybean Milk, Total Coliform, Small and Medium Enterprises, Padang City
ANALISIS KEMAMPUAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK MENYERAP EMISI KARBON DIOKSIDA DARI KEGIATAN TRANSPORTASI DI KOTA PEKANBARU Aryo Sasmita
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v20.n1.p33-42

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan salah satu upaya penanganan terhadap meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) karena memiliki kemampuan dalam menyerap emisi karbondioksida (CO2).  Kegiatan transportasi di Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau berpotensi menghasilkan emisi seiring meningkatnya pertumbahan penduduk dan perekenomian kota. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kecukupan kemampuan daya serap RTH terhadap emisi CO2 yang dihasilkan kendaraan bermotor dari kegiatan transportasi di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan yaitu melakukan traffic counting untuk menghitung jumlah kendaraan, emisi CO2 dan menghitung seluruh RTH publik dengan jenis tutupan vegetasi berupa padang rumput dan pohon yang memiliki diameter lebih dari 20 cm, serta menghitung persentasi daya serap RTH. Hasil penelitian menunjukkan jumlah nilai emisi CO2 terbesar pada hari minggu, yaitu sebesar 177,104 ton CO2/hari. Estimasi emisi CO2  total dari sektor transportasi darat di Kota Pekanbaru adalah sebesar 57.595,23 ton CO2 /tahun. Total kemampuan daya serap CO2 oleh RTH diperoleh sebesar 29.013,30 ton/tahun dengan persentase penyerapan sebesar 50,56%. Hal ini menunjukkan bahwa RTH eksisting yang terdapat di Kota Pekanbaru belum memenuhi dalam menyerap emisi CO2 dari kegiatan transportasi.
PENGARUH SHOT PEENING TERHADAP KARAKTERISTIK PERMUKAAN SS 301 SETELAH PROSES ANIL Ratna Kartikasari; Wartono Wartono; Muhammad Oky Sadewa
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n2.p32-37

Abstract

SS 301 merupakan baja tahan karat austenitik yang memiliki sifat ulet, ketahanan korosi yang sangat tinggi dan non-hardenable. Pengembangan aplikasi SS 301 menuntut kombinasi sifat yang baik antara ketahanan korosi dan kekerasan permukaan. Perlu upaya untuk meningkatkan kekerasan permukaan SS 301 dengan pengerjaan dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh shot peening terhadap karakteristik permukaan SS 301 setelah proses anil. Proses anil dilakukan pada temperatur 800°C, 900°C dan 1000°C. Proses shot peening dilakukan menggunakan partikel alumina dengan ukuran 0,8-1 mm selama 20 menit dengan tekanan 6-8 bar. Pegujian yang dilakukan adalah uji komposisi kimia, struktur mikro, kekerasan dan ketahanan korosi. Hasil uji komposisi kimia menunjukkan bahwa SS 301 mengandung Cr 18,32% dan Ni 7,84%, Mn 1,5% dan C 0,31%. Struktur mikro SS 301 terdiri atas struktur austenit dengan pola semi dendritik. Proses anil dan hardening mengubah struktur austenit menjadi equiaxed, setelah shot peening terlihat butiran austenit yang halus di permukaan. Secara umum proses shot peening meningkatkan kekerasan tetapi menurunkan ketahanan korosi SS 301.
Efek Kedalaman Pelat Tembaga Pada Perkerasan Aspal Terhadap Temperatur Lempeng Dan Daya Listrik Yang Diperoleh Oleh Generator Termoelektrik satria satria lanuri
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n1.p8-12

Abstract

Radiasi matahari dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik menggunakan termoelektrik generator. Termoelektrik generator merupakan sebuah semikonduktor tipe-p dan tipe-n akan mengubah panas pada radiasi matahari menjadi energi listrik. Pada penelitian ini untuk mengumpulkan panas matahari digunakanlah aspal jalan sebagai penyerap panas. Panas aspal akan dihantarkan menuju sisi termoelektrik generator dengan menggunakan pelat tembaga. Pada penelitian ini pelat tembaga ditanamkan didalam aspal dengan variasi ketinggian berbeda, yaitu 2 cm, 4 cm dan 6 cm dari permukaan aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur hot side pada tembaga dengan kedalaman 2 cm lebih cepat menyerap panas karena lebih dekat dengan permukaan aspal. Pada saat nilai radiasi matahari paling tinggi yaitu 987 W/m saat jam 12.00 , temperatur hot side juga mengalami suhu paling puncak yaitu 38.1 ˚C. Sedangkan temperatur puncak yang terdapat pada pelat dengan kedalaman 4 cm yaitu pada jam 14.30 sebesar 37.6 ˚C dan untuk pelat kedalaman 6 cm suhu puncaknya yaitu 37.9 ˚C pada saat jam 15.00. Pelat dengan kedalaman 2 cm dapat menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan pada pelat kedalaman 4 cm dan 6 cm. Hal ini terjadi karena panas yang diterima pelat kedalaman 4 cm dan 6 cm lebih lambat dibandingkan dengan pelat dengan kedalaman 2 cm. Sehingga pelat dengan kedalaman 2 cm menghasilkan daya listrik yang lebih besar pada temperatur lempeng yang lebih tinggi.Kata kunci : Termoelektrik Generator, Radiasi Matahari, alternatif.
UNJUK KERJA BLOOD CARRIER BOX DENGAN THERMOELECTRIC COOLER PADA VARIASI TEMPAT PENGUJIAN ridho fharozi
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n2.p38-43

Abstract

Proses pendistribusian darah dari penyimpanan yang tepat sebelum transfusi membutuhkan unit pendingin yang mampu menjaga suhu agar darah dapat tetap terjaga dan tidak rusak sebelum ditransfusikan. Untuk menjaga komposisi kimia dan struktur darah dilakukan dengan menyimpannya pada suhu 2-6 °C dan pendistribusian dilakukan pada suhu 2-10 °C dengan waktu transit maksimal 24 jam khusus untuk seluruh darah. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka penelitian ini akan menguji kemampuan box yang digunakan sebagai wadah untuk proses distribusi darah dengan menggunakan sistem pendingin termoelektrik. Dipilihnya termoelektrik untuk digunakan sebagai pendingin pada kotak pembawa darah karena bentuknya yang kecil sehingga dapat dioperasikan pada ruang yang terbatas dan beroperasi pada tegangan DC 12 Volt. Termoelektrik menggunakan elemen peltier dengan tipe TEC1-12706 dengan nilai koefisien kinerja (COP) berdasarkan hasil perhitungan tertinggi yaitu 0,176. Dalam pengujian, dilakukan variasi tempat, variasi suhu darah dan kondisi sistem pendingin. dimana dalam pengujian sesuai SOP pendistribusian darah kotak pembawa darah mampu menjaga suhu darah 2-4 °C. Sehingga penelitian awal ini dapat menyimpulkan bahwa kotak pembawa darah ini dapat digunakan untuk mendistribusikan whole blood (WB).
MODEL KEBIJAKAN DALAM PENGENDALIAN BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Alan Dwi Wibowo
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n1.p13-18

Abstract

Bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai menjadi topik pembahasan hangat dalam dekade terakhir. Tidak hanya menarik perhatian domestik, dunia internasional juga memberikan perhatian yang cukup besar terhadap kejadian bencana kebakaran ini. Bencana kebakaran yang semakin meluas dianggap ancaman serius oleh Indonesia dan dunia internasional yang memberikan dampak negatif pada aspek penting kehidupan manusia seperti aspek ekonomi, kesehatan, ekosistem dan lingkungan, sosial, serta budaya. Tidak jarang Indonesia mendapat kecaman dari dunia internasional akibat dari tidak terkontrolnya kejadian bencana kebakaran ini. Indonesi dituntut untuk menyajikan formulasi kebijakan yang tepat dalam upaya mengendalikan kejadian kebakaran ini. Studi ini bertujuan untuk memberikan alternatif kebijakan yang implementatif dan efektif dalam mengendalikan bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Pendekatan model sistem dinamis digunakan dalam studi ini dengan tingkat kesalahan model (mean absolute percentage error) 8.65%. Diprediksi akan Kembali terjadi lonjakan luasan kebakaran dan titik panas pada tahun 2023. Alternatif strategi supresif dan preventif telah digunakan sebagai variabel pengungkit dalam mengendalikan bencana kebakaran. Kombinasi kedua strategi tersebut dengan dominasi strategi preventif ternyata cukup efektif dalam mengendalikan peluang terjadinya bancana kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa tahun mendatang.
PENGARUH PENGGUNAAN REFLEKTOR DAN PENDINGIN PASIF UNTUK MENGOPTIMALKAN DAYA KELUARAN PADA MODUL SURYA Widodo Putra Halomoan Siregar; Moh. Fawaid; Haris Abizar
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n2.p52-58

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh penggunaan reflektor dan pendingin pasif terhadap daya keluaran yang dihasilkan modul surya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan model true eksperimental design yaitu dalam design ini terdapat 2 sistem, sistem pertama diberi perlakuan, sistem kedua tidak diberi perlakuan. Adapun variasi perlakuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; (1) Modul surya tanpa menggunakan reflektor dan pendingin pasif (2) Modul surya menggunakan reflektor dan pendingin pasif. Pengambilan data dilakukan selama 4 hari dari pukul (08.00-14.00 ) dengan sampel modul surya kapasitas 50 Wp. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, unjuk kerja dan dokumentasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil daya pengujian modul surya dengan 2 variasi perlakuan yaitu; (1) Modul surya tanpa menggunakan reflektor dan pendingin pasif menghasilkan daya rata-rata sebesar 47,68 watt (2) Modul surya menggunakan reflektor dan pendingin pasif 59,63 watt. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul surya menggunakan reflektor dan pendingin meningkatkan daya sebesar 25,07% dari modul surya tanpa menggunakan reflektor dan pendingin pasif. 
ANALISIS SINYAL GANGGUAN PADA DATA ELEKTROMAGNETIK Miftakhul Maulidina
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n1.p19-24

Abstract

Penelitian menggunakan metode elektromagnetik banyak digunakan dalam eksplorasi di lapangan, salah satunya dalam penerapan metode berfrekuensi rendah yang dipancarkan oleh transmitter dari Australia yaitu Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM). Data elektromagnetik yang direkam berupa inphase, quadrature, t-field, dan tilt. Data inphase merupakan angka real yang diperoleh dari perekaman data VLF-EM di lapangan. Sedangkan quadrature merupakan angka imajiner. Kedua data ini saling berhubungan untuk menampilkan anomali yang ada. Keduanya bermanfaat untuk menentukan letak daerah yang memiliki nilai resistivitas lebih tinggi maupun lebih rendah dari daerah di sekelilingnya. Akan tetapi, hasil perekaman data di lapangan sering kali bercampur dengan sinyal gangguan berupa noise dari sumber lain yang ada di sekitar obyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar sinyal gangguan pada data elektromagnetik hasil perekaman di lapangan terhadap tampilan anomali yang diperoleh. Adapun metode yang digunakan adalah dengan menguraikan sinyal-sinyal hasil perekaman data di lapangan. Setelah melakukan pengolahan terhadap tiga titik obyek di lapangan, diperoleh bahwa sinyal gangguan dapat diminimalisir dengan cara mengambil beberapa hasil grafik sinusoidal yang mencerminkan kestabilan bentuk gelombang dan membuang sinyal berupa tampilan grafik yang tidak beraturan.
PENGARUH KATUP EKSPANSI TERMOSTATIK DAN PIPA KAPILER TERHADAP PERFOMANSI MESIN PENDINGIN SIKLUS KOMPRESI UAP MENGGUNAKAN REFRIGERAN HIDRKARBON Izzuddin ALi Raja Siregar
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n2.p44-51

Abstract

Alat ekspansi merupakan suatu bagian penting dari mesin pendingin siklus kompresi uap yang berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran cair yang keluar dari kondensor dan mengatur aliran refrigeran tersebut masuk ke evaporator. Selain alat ekspansi, hal yang penting lainnya adalah penggunaan refrigeran. Refrigeran yang baik adalah refrigeran yang mempunyai kalor laten tinggi, hemat energi, dan juga ramah lingkungan. Maka penting untuk mengetahui performansi dari mesin pendingin dengan refrigeran hidrokarbon tersebut. Dari pengujian tersebut, didapat hasil COP pipa kapiler 1,25 m menggunakan HCR-134a sebesar 5,6, pipa kapiler 1,5 m sebesar 5,8, pipa kapiler 2,7 m sebesar 5,3, dan COP untuk KET sebesar 5,4. COP pipa kapiler 1,5 m bernilai paling besar dikarenakan tekanan evaporator dan kondensornya yang paling rendah. Penggunaan HCR-134a meningkatkan COP dari pipa kapiler 1,25 m dan 1,5 dibandingkan penggunaan R-134a, dengan penggunaan daya listrikyang lebih hemat. Namun pada pipa kapiler 2,7 m dan KET menyebabkan COP lebih rendah dan daya listrik yang lebih tinggi
INOVASI DESAIN DAN SIMULASI MODEL PROSTESIS BAWAH LUTUT DENGAN ADJUSTABLE SHANK BERBASIS ULIR Donny Suryawan; Muhammad Nurrizka Ramadhan; Santo Adjie Dhewanto
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n1.p25-31

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahun dari total penduduk Indonesia. Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014 menunjukan bahwa lebih dari 2,4 juta orang mengalami sedikit kesulitan dan lebih dari 600 Ribu orang mengalami kesulitan dalam berjalan dan/atau menaiki tangga. Penggunaan prosthesis adalah salah satu solusi mengatasi hal tersebut. Hanya saja, pengembangan prostesis di Indonesia masih sangat sedikit, khususnya prostesis bawah lutut. Banyaknya variasi ukuran dan tinggi penyandang disabilitas menyebabkan prostesis bawah lutut tidak bisa di produksi masal. Untuk itu diperlukan pengembangan prostesis yang mampu mengakomodasi rentang antropometri tubuh orang Indonesia. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah pengembangan prostesis bawah lutut dengan adjustable shank berbasis ulir. Sistem tersebut memungkinkan perubahan tinggi prostesis dengan kelipatan 1,5 mm. Hasil simulasi desain menunjukan bahwa shank berbasis ulir mampu menahan beban 2000N. Selain itu, sistem tersebut mimiliki sifat mampu manufaktur yang ditunjukan dengan pembuatan model yang telah dilakukan

Page 11 of 12 | Total Record : 112