cover
Contact Name
Khaeruddin
Contact Email
erukhaeruddin@gmail.com
Phone
+6281356770857
Journal Mail Official
erukhaeruddin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Teuku Umar No.8 Kel. Biringere, Kec. Sinjai Utara, Kab. Sinjai, Prov. Sulawesi Selatan
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tarjih Tropical Livestock Journal
ISSN : -     EISSN : 27983080     DOI : https://doi.org/10.47030/trolija.v1i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Tarjih Tropical Livestock Journal menerima artikel dari hasil penelitian (original research article) maupun artikel telaah (review article) dari para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang Peternakan. Ruang Lingkup Jurnal terdiri dari: 1. Nutrisi ternak 2. Produksi ternak 3. Lingkungan ternak 4. Fisiologi ternak 5. Teknologi Hasil Ternak 6. Teknologi reproduksi ternak 7. Teknologi limbah ternak 8. Genetika dan pemuliaan ternak 9. Sosial ekonomi Peternakan
Articles 67 Documents
Perbandingan Waktu Pubertas Ayam KUB dan Ayam Kampung Lokal yang Dipelihara Secara Tradisional Muhammad Arsan Jamili
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i1.350

Abstract

Ayam lokal umumnya dipelihara oleh masyarakat di pedesaan dengan sistem pemeliharaan secara ekstensif tradisional. Produktivitas ayam kampung yang dipelihara secara tradisional masin rendah.termasuk waktu pubertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pubertas ayam kampung local dan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang dipelihara secara Tradisional. Penelitian ini menggunakan masing-masing 15 ekor jenis ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan Ayam Kampung lokal yang dipelihara masih berusia 2 bulan. Ayam Penelitian dipelihara di kandang yang sama dengan ruangan yang berbeda. Pakan yang diberikan pada pagi hari sebelum ayam dikeluarkan/ diumbar hanya berupa dedak padi. Selanjutnya ayam dilepas mencari makanan sendiri sepanjang hari. Parameter yang diukur pada penelitian ini yaitu waktu pubertas atau dewasa kelamin yang ditandai dengan produksi telur pertama kali oleh ternak ayam betina. Penelitian ini menggunakan uji Independent Sample T-Test dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masa pubertas atau waktu pertama kali ayam bertelur yang dipelihara secara tradisional ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) lebih cepat dari ayam kampung Lokal. Secara system pemeliharaan, waktu pubertas ayam baik KUB maupun ayam kampung lokal yang dipelihara secara tradisional lebih lama daripada yang dipelihara secara intensif. Local chickens are generally kept by people in rural areas with extensive or traditional rearing systems. In general, the productivity of native chickens kept traditionally is still low. The intensive selection carried out by Balitbangtan produces superior native chickens in terms of productivity and adaptation, namely the Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) chickens. The superiority of KUB chickens is thought to also have superior reproductive performance, one of which is the timing of puberty.  This study used each of 15 types of KUB chickens and local native chickens that were kept 2 months old. Research chickens were kept in the same cage in a different room. The feed given in the morning before the chickens were released was only in the form of rice bran. Then the chickens are released to find their own food throughout the day. The parameters measured in this study were the time of puberty or sexual maturity which was marked by the first egg production by female chickens. This study used the Independent Sample T-Test and analyzed using the SPSS application. The conclusion of this study is that the period of puberty or the first time the chickens laid eggs traditionally reared KUB chickens are faster than local native chickens. In the maintenance system, the puberty time for both KUB and local native chickens that are kept traditionally is longer than those that are kept intensively.
Efek Penambahan Tepung Limbah Tauge dalam Ransum Terhadap Fertilitas dan Daya Tetas Telur Puyuh (Cortunix-cortunix japonica)
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i1.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan limbah tauge dengan level yang berbeda dalam ransum terhadap fertilitas dan daya tetas telur puyuh Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan, setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor puyuh dengan total 120 ekor puyuh. Masing-masing perlakuan terdiri atas P0: ransum tanpa limbah tauge (kontrol), P1: Ransum dengan limbah tauge 3%, P2: Ransum dengan limbah tauge 6%, P3: Ransum dengan limbah tauge 8%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung limbah tauge pada pakan puyuh dengan level yang berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap fertilitas dan daya tetas telur puyuh. Rata rata fertilitas berkisar antara 86,67% - 100%. Sedangkan rata-rata daya tetas teur puyuh berkisar antara 65,28% - 86,67%.. Disimpulkan bahwa penambahan tepung limbah tauge dalam pakan puyuh berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap fertilitas dan daya tetas telur puyuh . Perlakuan dengan konsentrasi 3% memberikan pengaruh terbaik terhadap fertilitas dan daya tetas telur puyuh.   This study aims to determine the effect of adding bean sprouts with different levels in the ration on fertility and hatchability of quail eggs. Using a completely raqndomized design (CRD) with 4 treatment levels and 3 replications so that are 12 experimental units, each experimental unit consists of 10 quail with a total of 120 quail. Each treatment consisted of P0: ration without bean sprouts waste (control), P1: ration with 3 % bean sprouts waste, P2: ration with 6 % bean sprouts waste, P3; ration with 8 % bean sprouts waste. The results of the analysis of variance showed that the addition of bean sprouts waste flour to quail feed with different levels had a significant effect (P<0.05) on the fertility and hatchability of quail eggs. The average fertility ranged from 86.67 % - 100%. While the average hatcahibility of quail eggs ranged from 65.28% - 86.67%. it was concluded that the addition of bean flour in quail feed had a significant effect (P<0.05) on fertility and hatchability of quail eggs. Treatments with a concentration of 3% gave the besat effect on fertility and hatchability of quail eggs.
Uji Kualitas Fisik dan Nilai pH Silase Pakan Komplit Berbahan Dasar Jerami Jagung (Zea Mays) dengan Penambahan Azolla (Azolla pinnata) sebagai PakanTernak Ruminansia
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i1.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan nilai pH silase pakan komplit berbahan dasar jerami jagung (Zea mays) dengan penambahan Azolla (Azolla pinnata) sebagai pakan ternak ruminansia. Menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. S1 (jerami jagung 50% + azolla 30% + pakan tambahan 20%), S2 (jerami jagung 50% + azolla 25% + pakan tambahan 25%), S3 (jerami jagung 50% + azolla 20% + pakan tambahan 30%) dan S4 (jerami jagung 50% + azolla 15% + pakan tambahan 35%). Hasil Sidik ragam menunjukkan bahwa silase pakan komplit berbahan dasar jerami jagung dengan penambahan azolla sebagai pakan ternak ruminansia tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap warna, jamur, aroma dan tekstur (kualitas fisik) dan pH. Disimpulkan bahwa penambahan azolla (Azolla pinnata) pada level yang berbeda terhadap silase pakan komplit berbahan berbahan dasar jerami jagung (Zea mays) tidak berpengaruh terhadap pH dan kualitas fisik silase. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan S1 dengan penambahan azolla sebanyak 25%. This study aims to determine the physical quality and pH value of complete feed silage made from corn straw (Zea mays) with the addition of azolla (Azolla pinnata) as ruminant feed. Using a completely randomized design (CRD) method with four treatments and three replications. S1 (corn straw 50% + azolla 30% + additional feed 20%), S2 (corn straw 50% + azolla 25% + supplementary feed 25%), S3 (corn straw 50% + azolla 20% + supplementary feed 30%), and S4 (Corn Straw 50% + Azolla 15% + Additional Feed 35%). The results of the variance test showed that complete feed silage made from corn straw with the addition of azolla as ruminant feed had no significant effect (P>0.05) on color, mold, scent and texture (physical quality) and pH. It was concluded that the addition of azolla (Azolla pinnata) at different levels to complete feed silage made from corn straw (Zea mays) did not affect the pH and physical quality of silage. The best treatment in S1 with the addition of azolla as much as 25%
Analisis Profit Sistem Gaduh Usaha Ternak Sapi Bali di Desa Lakito Kecamatan Toari Kabupaten Kolaka
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i1.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keuntungan peternak penggaduh sapi di Desa Lakito, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu suatu jenis penelitian yang menjelaskan dan menggambarkan secara umum tentang analisis sistem gaduh usaha ternak sapi Bali di Desa Lakito, Kecamatan Toari Kabupaten Kolaka. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: manajemen pemeliharaan (pengadaan ternak, sistem pemeliharaan, sistem perjanjian pada sistem gaduh ternak sapi Bali), Biaya produksi sistem gaduh (Biaya tetap meliputi penyusutan kandang dan peralatan, Biaya variabel meliputi modal sapi awal tahun, pakan, tenaga kerja dan vaksin/obat- obatan, dan lain-lain), penerimaan dan hasil produksi sistem gaduhan ternak sapi, keuntungan usaha sistem gaduhan. Penerimaan peternak usaha sistem gaduhan ternak sapi bali berkisar sebelas sampai tiga puluh juta/ekor/tahun, keuntungan yang diperoleh peternak bervariasi berkisar tiga juta sampai lima belas juta/ekor/tahun. This study aims to analyze the profits of rowdy cattle farmers in Lakito Village, Toari District, Kolaka Regency and what factors influence it. The type of research used in this research is descriptive quantitative which is a type of research that explains and describes in general the analysis of the rowdy system of Balinese cattle business in Lakito Village, Toari District, Kolaka Regency. The variables used in this study are: maintenance management (livestock procurement, maintenance system, agreement system on the Bali cattle row system), production costs for the rowdy system (fixed costs include depreciation of cages and equipment, variable costs include cattle capital at the beginning of the year, feed, labor and vaccines/medicines, etc.), receipts and production results of the cattle row system, profits from the row system business. The income of breeders for the rowdy system of Bali cattle ranges from eleven to thirty million/head/year, the profits obtained by farmers vary from three million to fifteen million/head/year.
Efektifitas Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Ransum terhadap Tingkat Konsumsi dan Pertambahan Berat Badan Itik Mojosari
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i1.358

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap tingkat konsumsi dan berat badan itik Mojosari. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor itik dengan demikian diperlukan itik berjumlah 60 ekor. Adapun perlakuan yang diterapkan adalah : P0 = Tanpa perlakuan (kontrol), P1 = Perlakuan tepung daun kelor 5%, P2 = Perlakuan tepung daun kelor 10%, dan P3 = Perlakuan tepung daun kelor 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung daun kelor berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap rata-rata konsumsi dan pertambahan berat badan ransum itik Mojosari. Adapun nilai rata-rata konsumsi setiap perlakuan yaitu P3 (33.99 gr), P2 (34.5 gr), P1 (36.55 gr) dan P0 (39.92 gr). Nilai rata-rata pertambahan berat badan itik mojosari setiap perlakuan yaitu P3 (11.07 gr), P2 (10.14 gr), P1 (8.75 gr) dan P0 (8.17 gr). Disimpulkan bahwa pemberian tepung daun kelor dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap tingkat konsumsi ransum dan pertambahan berat badan itik Mojosari. Nilai terbaik yang diperoleh yaitu pada perlakuan P2 dengan penambahan tepung daun kelor sebanyak 10%. The purpose of this study was to determine the effectiveness of adding Moringa leaf flour (Moringa oleifera) in the ration to the level of consumption and body weight of Mojosari ducks. The research method used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments with 3 replications. Each replication consisted of 5 ducks, so 60 ducks were needed. The treatments applied were: P0 = No treatment (control), P1 = Moringa leaf flour treatment 5%, P2 = Moringa leaf flour treatment 10%, and P3 = Moringa leaf flour treatment 15%. The results showed that the addition of Moringa leaf flour had a very significant effect (P<0.01) on the average consumption and weight gain of Mojosari duck rations. The average value of consumption for each treatment is P3 (33.99 gr), P2 (34.5 gr), P1 (36.55 gr) and P0 (39.92 gr). The average weight gain of Mojosari ducks for each treatment was P3 (11.07 gr), P2 (10.14 gr), P1 (8.75 gr) and P0 (8.17 gr). It was concluded that the provision of Moringa leaf flour in the ration had a very significant effect (P<0.01) on the level of ration consumption and weight gain of Mojosari ducks. The best value obtained was in the P2 treatment with the addition of 10% Moringa leaf flour.
Analisis Nilai pH dan Kadar Protein Telur Itik Asin pada Penambahan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dengan Konsentrasi yang Berbeda Cahyono, Edy; Dwi Novieta, Intan; Fitriani, Fitriani
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i2.407

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus ammarillyfolius Roxb) dengan konsentrasi yang berbeda terhadap nilai pH dan kadar protein telur itik asin. Penelitian menggunakan 60 butir telur itik dengan umur maksimal 48 jam atau umur dua hari, abu gosok, garam, air dan ekstrak daun pandan wangi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan empat taraf perlakuan yaitu T0=kontrol, T1=10% ekstrak daun pandan wangi, T2=20% ekstrak daun pandan wangi dan T3=30% ekstrak daun pandan wangi. Perlakuan penambahan ekstrak daun  pandan wangi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap nilai pH dan kadar protein telur itik asin. Dari hasil penelitian diperoleh nilai pH telur asin berada pada kisaran 6.3-6.5 dengan kadar protein 22-23.39%.
Konsumsi Pakan dan Pertambahan Berat Badan Itik Mojosari (Anas platyrhynchos domesticus) dengan Penambahan Tepung Tanaman Suruhan Peperomia pellucida L. Kunt) pada Pakan Rustan, Dwi Ekawati; Semaun, Rahmawati; Fitriani, Fitriani
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i2.431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi pakan dan pertambahan berat badan (PBB) itik Mojosari dengan penambahan tepung tanaman suruhan (Peperomia pellucida  L. Kunt)  pada pakan dengan level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan level tepung tanaman suruhan yaitu P0 (0%), P1 (1%), P2 (3%) dan P3 (5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 12 unit pengamatan dimana pada masing-masing unit terdiri dari 5 ekor itik Mojosari, jadi total pengamatan 60 ekor. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan dan pertambahan berat badan itik. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan P2 (3%) mendapat hasil nilai rata-rata konsumsi pakan yang rendah dan pertambahan berat badan yang tinggi dibandingkan dengan perlakuan P0 (0%), P1 (1%) dan P3 (5%).
Pengaruh Penambahan Limbah Isi Rumen Sapi dan Tanaman Indigofera (Indigofera zollingeriana), terhadap Konversi dan Efisiensi Pakan Itik Lokal (Anas platyrhynchos domesticus) Amir, Muhammad; Nurhaedah, Nurhaedah; Rasbawati, Rasbawati
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i2.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah rumen sapi dan tanaman indigofera terhadap konversi dan efisiensi ransum pada itik lokal. Menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, tiap perlakuan terdiri dari 15 ekor itik untuk perlakuan. Formulasi pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: P0 : 100% dedak padi tanpa ada penambahan isi rumen sapi dan daun Indigofera zollingeriana, P1 : 70% dedak padi + 20% isi rumen sapi + 10% daun indigofera, P2 : 70% dedak padi + 15% isi rumen sapi + 15%, daun indigofera P3 : 70% dedak padi + 10% isi rumen sapi + 20% daun indigofera. Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa dengan penambahan limbah rumen sapi dan tanaman indigofera pada pakan itik lokal, memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap konversi dan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap efisiensi pakan itik lokal. Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa setelah pemberian limbah rumen sapi dan tanaman indigofera pada ransum terdapat pengaruh terhadap efisiensi pakan dan konversi pakan pada ternak itik. Adapun perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P3 dengan pemberian limbah rumen sebanyak 10% dan daun indigofera sebanyak 20%.
Perilaku Voluntary Feed Intake Kambing yang Dilepas di Perkebunan Lada pada Sistem Integrasi Lada-Kambing Syahrir, Syahrir; Amin, Muhtar; Junaedi, Junaedi; Fattah, Abdul Hakim
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku voluntary feed intake kambing yang dilepas di perkebunan lada. Model perilaku makan kambing dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pemeliharaan ternak kambing pada model interaksi antara lada dan kambing. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan lada, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penelitian berlangsung selama tiga bulan, ternak yang digunakan sebanyak 17 ekor. Lahan perkebunan lada yang digunakan sebagai habitat penggembalaan seluas 3 hektar dengan jumlah pohon lada 3200 pohon. Manajemen pemeliharaan pada integrasi perkebunan lada dengan peternakan kambing pada penelitian ini yaitu ternak dilepas di area perkebunan lada pada pagi hari pukul 09.00 dan dimasukkan ke kandang pada pukul 17.00 di sore hari. Struktur pekerjaan penelitian ini adalah penelitian deskriptif, cara mendeskripsikan objek penelitian dan keadaan subjek penelitian saat ini berdasarkan fakta-fakta yang telah muncul atau apa adanya. Perilaku voluntary feed intake kambing yang dilepas di perkebunan lada pada sistem integrasi kambing lada yaitu ternak akan memilih sendiri makanan yang disukainya, yaitu jenis tanaman yang dikonsumsi oleh ternak kambing di area perkebunan lada adalah rumput, daun-daunan, gamal, kulit kayu, dan rumput kering. Frekuensi aktivitas voluntary feed intake di area perkebunan lada yaitu 4-8 kali sehari dan ternak kambing melaksanakan aktivitas voluntary feed intake yaitu pagi hari antara pukul 09.00-12.00 dan pukul 14.00-17.00 dan lama aktivitas voluntary feed intake 1-3 jam.
Prevalensi Sakit dan Kematian Ayam Petelur (Studi Kasus di Peternakan Ayam Ras Petelur) Wahyuni, Wahyuni; Lestari, Ayu
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v2i2.440

Abstract

Produksi ayam petelur yang optimal dapat tercapai apabila ayam dalam kondisi yang sehat atau tidak terserang oleh penyakit. Namun peternakan ayam petelur cukup rentan diserang penyakit hingga menyebabkan kematian ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prevalensi sakit dan kematian ayam petelur di Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba. Penelitian ini dilakukan dengan observasi dan dianalisis dengan analisis statistik secara deskriptif. Selain observasi, sumber data juga diperoleh melalui wawancara pada pihak pekerja dan pemilik peternakan. Hasil penelitian menunjukkan populasi awal ayam yang diamati adalah berjumlah 2459 ekor dan pada populasi akhir berjumlah 2450 ekor. Total ayam yang mati ialah 9 ekor (0.36%) sedangkan jumlah ayam sakit sebesar 2450 ekor (100%). Prevalensi sakit dan mati disebabkan beberapa faktor yaitu stress dan terserang penyakit. Penyakit yang menyerang ayam petelur di penelitian ini adalah kolera, dan kelumpuhan. Kesehatan ayam perlu diperhatikan guna menjaga produksi pada ayam petelur dapat optimal. Di antaranya adalah menjaga kebersihan kandang dengan menerapkan tindakan biosekuriti dan sanitasi yang ketat serta menjaga berat badan ayam petelur dalam kondisi ideal. Pemberian vaksin dan obat pada ayam petelur di Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba sudah dilakukan dengan optimal namun faktor eksternal seperti faktor kebersihan perlu ditingkatkan.