cover
Contact Name
Khaeruddin
Contact Email
erukhaeruddin@gmail.com
Phone
+6281356770857
Journal Mail Official
erukhaeruddin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Teuku Umar No.8 Kel. Biringere, Kec. Sinjai Utara, Kab. Sinjai, Prov. Sulawesi Selatan
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tarjih Tropical Livestock Journal
ISSN : -     EISSN : 27983080     DOI : https://doi.org/10.47030/trolija.v1i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Tarjih Tropical Livestock Journal menerima artikel dari hasil penelitian (original research article) maupun artikel telaah (review article) dari para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang Peternakan. Ruang Lingkup Jurnal terdiri dari: 1. Nutrisi ternak 2. Produksi ternak 3. Lingkungan ternak 4. Fisiologi ternak 5. Teknologi Hasil Ternak 6. Teknologi reproduksi ternak 7. Teknologi limbah ternak 8. Genetika dan pemuliaan ternak 9. Sosial ekonomi Peternakan
Articles 71 Documents
Struktur dan Dinamika Populasi Sapi Bali di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat Irwansyah, Irwansyah; Suparman, Suparman; Junaedi, Junaedi; Alimuddin, Andi Ariandi; Kurniawan, Muhammad Erik
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.995

Abstract

Struktur populasi dan dinamika populasi merupakan substansi utama dalam menentukan arah pengembangan populasi ternak sapi Bali. Jumlah populasi sapi Bali di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat mengalami penurunan yang signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai struktur dan dinamika populasi serta pertumbuhan alami sapi Bali di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik sampling yaitu purposive sampling yang berjumlah 3 desa dari 10 desa di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat dengan memilih wilayah desa yang memiliki populasi sapi Bali tinggi. Variabel yang diamati yaitu jumlah sapi dewasa, sapi muda, dan anak sapi berdasarkan jenis kelamin, angka kematian, angka pengeluaran ternak dan angka pemasukan ternak, dan natural increase (Ni). Data analisis dengan statistik deskriptif. Struktur populasi sapi Bali di Kecamatan Musambi Kabupaten Muna Barat didominasi oleh sapi betina dewasa sebesar 203 ekor atau 23,79% dan yang paling rendah adalah sapi jantan anak sebanyak 99 ekor atau 11,69%. Terjadi penurunan jumlah populasi sapi Bali di Kecamatan Musambi Kabupaten Muna Barat pada tahun 2021 hingga tahun 2023 sebanyak 121 ekor dengan rata-rata penurunan populasi setiap tahunnya sebanyak 61 ekor (6,25%), sedangkan penambahan populasi hanya sebanyak 4 ekor atau 0,41% dari total populasi. Nilai natural increase (pertumbuhan alami) sapi Bali di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat pada tahun 2021 hingga 2023 masing sebesar 24,48%, 9,80%, dan 11,10%.
Respon Hematologi Sel Darah Putih (Eosinofil) pada Sapi Bali yang Terinfestasi Cacing Aminurrahman, Aminurrahman; Putra, Ryan Aryadin; Septian, I Gede Nano; Amalyadi, Rezki; Anwar, Khairil; Sumadiasa , I Wayan Lanus
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah eosinofil pada sapi Bali yang terinfestasi cacing. Tiga puluh sapi Bali digunakan dalam penelitian ini diperiksa jumlah telur cacing dengan metode sedimentasi dan metode apung dan jumlah eosinofil dengan metode differensial leukosit dan data ini diuji menggunakan t-Test dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kondisi badan sapi Bali yang terinfestasi cacing trematoda (3,1±1,19) dengan terinfestasi cacing nematoda (2,9±1,66) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah eosinofil (103/μl) sapi bali yang terinfestasi cacing trematoda (14,5±7,93 ) dengan terinfestas cacing nematoda(14,2±5,57) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah telur cacing (egg/g feses) pada sapi yang terinfestasi cacing nematoda (19,4±14,34) sangat berbeda nyata terhadap jumlah telur cacing pada sapi yang terinfestasi cacing trematoda (4,4±4,47) (P<0,01). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi trematoda tidak mempengaruhi kondisi badan sapi Bali. Sedangkan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi nematoda mempengaruhi kondisi badan sapi Bali.
Karakteristik dan Kandungan Unsur Hara Nitrogen Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Urin Sapi Imran, Nur Azisyah; Hidayat, Muhammad Nur; Rusny, Rusny
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.997

Abstract

Pengolahan urin sapi menjadi pupuk organik salah satu upaya untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan menghasilkan pupuk organik cair sumber nitrogen yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan unsur hara nitrogen pada pupuk organik cair dibuat dari urin sapi dan dikombinasikan dengan limbah pertanian. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan pada peneltian ini meliputi P0 (2 L urin sapi+10 mL EM4+60 ml molases),  P1 (2 l urin sapi+10 ml EM4+60 ml molases+250 g sabut kelapa), P2 (2 l urin sapi+10 ml EM4+60 ml molases+250 g sabut kelapa+250 g limbah sayur kubis dan P3 (2 l urin sapi+10 ml EM4+60 ml molases+250 g sabut kelapa +250 g limbah sayur kubis+250 g batang pisang). Hasil sidik  ragam  menunjukkan perlakuan tidak signifikan (P>0,05) terhadap kandungan unsur hara nitrogen pupuk  organik  cair. Rataan kandungan nitrogen pupuk organik cair berada pada kisaran 0,65% sampai 0,71%. Pengolahan urin sapi sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair yang dikombinasikan limbah pertanian belum memberikan perbedaan yang siginifikan secara statistik dengan tanpa penambahan limbah pertanian.
Pemetaan Komoditas Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat Hermansyah, Hermansyah; Nugroho, Muh. Prasetyo; Fachry, Anwar; Taqiuddin, Moh.; Amalyadi, Rezki
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1014

Abstract

Sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Barat, sehingga pemetaan potensi peternakan di Kabupaten Sumbawa Barat menjadi langkah strategis untuk merumuskan arah pengembangan yang berbasis potensi lokal dan ketersediaan sumber daya pakan. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi peternakan Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tengara Barat. Penelitian yang memotret potensi peternakan 8 kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat ini dilakukan menggunakan perpaduan pendekatan survei, focus group discussion dan analisis data sekunder. Fokus kajian yang dilaksanakan selama enam bulan pada paruh pertama tahun 2025 ini adalah ternak besar (sapi, kuda, kerbau) dan ternak kecil (kambing dan domba). Potensi serta keberadaan ternak besar dan kecil tersebut peluang pengembangannya merujuk terutama pada ketersediaan pakan di masing-masing kecamatan. Analisis data menggunakan analisis Location Question (LQ), analisis shift share, analisis model rasio pertumbuhan dan pendekatan overlay. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Poto Tano dan Jereweh merupakan wilayah yang unggul secara spasial dan fungsional berdasarkan hasil analisis Location Question (LQ), Shift Share, dan rasio pertumbuhan. Hasil analisis overlay mengindikasikan pentingnya pengembangan klaster ternak lokal berbasis pakan di zona Zona A (Kecamatan Poto Tano dan Jereweh) dan Zona B (Seteluk dan Taliwang) yang potensial dikembangkan sebagai kawasan penguatan bagi infrastruktur dan SDM. Adapun Kecamatan Maluk dan Brang Ene membutuhkan intervensi strategis untuk bisa berkembang.
Analisis Tren Populasi Sapi dan Kerbau di Kabupaten Tanah Laut Purnama, Itang; Irma, Irma; Rohayati, Tati; Raisa, Daeva Mubarika
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1021

Abstract

Populasi ternak ruminansia, khususnya sapi dan kerbau, memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan daging serta menjaga ketahanan pangan daerah. Perubahan dinamika populasi kedua komoditas ini di Kabupaten Tanah Laut perlu dianalisis secara komprehensif guna memberikan gambaran tren jangka Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren populasi sapi dan kerbau di Kabupaten Tanah Laut dengan menggunakan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR). Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series periode 2020–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut, serta proyeksi populasi hingga tahun 2029. Variabel penelitian meliputi gross populasi dan net populasi sapi serta kerbau, yang dianalisis untuk mengetahui pola pertumbuhan jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi sapi mengalami penurunan dengan nilai CAGR sebesar -2,36% per tahun, sedangkan populasi kerbau menunjukkan penurunan yang lebih tajam dengan nilai CAGR sebesar -21,26% per tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan populasi sapi masih memiliki peluang untuk dipertahankan melalui pengelolaan yang tepat, sedangkan populasi kerbau berada pada kondisi kritis dan memerlukan intervensi segera. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi pengelolaan spesifik, antara lain pengendalian pemotongan, peningkatan produktivitas reproduksi, perbaikan manajemen pakan, serta program konservasi plasma nutfah khusus untuk kerbau. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.
Motility and Viability of Kampung Chicken Sperm Using Diluents Containing Glycine and Glucose Salam, La Ode Muhammad Aswad; Zulkarnain, La Ode Muhammad Iskandar; Ramadhani, Rani; Junaedi, Junaedi; Khaeruddin, Khaeruddin
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1067

Abstract

The success of an artificial insemination program in native chickens is largely determined by the quality of liquid semen used during storage. This study aimed to evaluate the effect of diluents containing 30 mM glucose, 30 mM glycine, and a combination of both on the motility and viability of native chicken liquid semen stored at 3-5°C. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: control, 30 mM glucose, 30 mM glycine, and a combination of 30 mM glucose-glycine, each with five replications. Fresh semen from three native roosters aged 10-14 months was collected using the massage method, then diluted with a Ringer's lactate-egg yolk-based diluent at a ratio of 1:5. Evaluation of spermatozoa motility and viability was carried out daily for three days of storage. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan's Multiple Range Test at a significance level of 5%. The results showed that on the first day, all treatments had motility 75.76-75.85% and viability 87.03-88.32% which were not significantly different (P>0.05). On the second and third days, the 30 mM glycine treatment and combination showed significantly higher motility 42.02-42.20% and 33.19-33.22% respectively, and viability 67.87-67.92% and 57.89-57.90% respectively compared to the control and single glucose. The 30 mM glucose treatment did not show any superiority over the control. It was concluded that 30 mM glycine supplementation, either alone or in combination with glucose, effectively maintained the quality of native chicken liquid semen for up to three days of storage through osmoprotection and antioxidative mechanisms.
Analisis Hubungan Respon Fisiologis terhadap Kualitas Semen Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) Hermawansyah, Hermawansyah; Khaeruddin, Khaeruddin; Riska, Zaidatul; Syamsuryadi, Bahri; Nurfiana, Rika; Budianto, Rachmat
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh respon fisiologis terhadap kualitas semen ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Ayam kampung jantan 15 ekor yang dipelihara dalam kendang individu digunakan dalam penelitian ini. Variabel respon fisiologis yang diamati meliputi denyut jantung, frekuensi pernapasan, dan suhu rektal. Segera setelah pengamatan respon fisiologis dilakukan koleksi semen dengan metode pemijatan dan dilakukan evaluasi semen. Parameter kualitas semen meliputi motilitas spermatozoa, volume semen, pH semen, dan konsentrasi spermatozoa. Data respon fisiologis dan kualitas semen disajikan secara deskriptif kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana. Rata-rata denyut jantung ayam kampung 259,6 kali/menit, frekuensi pernapasan 33 kali/menit dan suhu rektal 41,41 °C. Rata-rata volume semen 0,26 ml, pH semen 7,32, konsentrasi 3,08 milyar/ml, dan motilitas spermatozoa 86% . Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan signifikan antara denyut jantung, frekuensi pernapasan, dan suhu rektal terhadap seluruh parameter kualitas semen. Hasil ini mengindikasikan tidak adanya hubungan antara kualitas semen dengan respon fisiologis yang diukur sesaat sebelum proses koleksi semen.
Optimalisasi Produktivitas Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) melalui Pemanfaatan Sekam Padi Bekas Broiler dan Pupuk Kandang Ayam Petelur Indriani Indriani; Reski Amaliah; Arindah Arindah; Nursani Nursani
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v6i1.1058

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana pengaruh antara sekam padi bekas ayam broiler dan pupuk kandang ayam petelur terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini. Penelitian ini menggunakan analisis statistik uji t yaitu sekam padi bekas ayam broiler sebanyak 3 kg dan pupuk kandang ayam petelur sebanyak 3 kg, terdiri dari 2  perlakuan. Setiap  perlakuan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan feses ayam petelur menghasilkan jumlah anakan sebesar 9,60 ± 2,40, jumlah daun sebanyak 52,20 ± 9,47 helai, tinggi tanaman sebesar 100,48 ± 4,53 cm, dan berat segar sebesar 385 ± 78,42 gram. Sementara itu, pada perlakuan menggunakan sekam padi bekas ayam broiler diperoleh jumlah anakan sebesar 7,40 ± 0,89, jumlah daun sebanyak 38,80 ± 6,22 helai, tinggi tanaman sebesar 95,52 ± 4,70 cm, dan berat segar sebesar 246 ± 65,32 gram. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian feses ayam petelur memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan rumput gajah mini dibandingkan sekam padi bekas ayam broiler. Hasil ini menegaskan potensi feses ayam petelur sebagai pupuk organik yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas hijauan pakan.
Kualitas Fisik Daging Ayam Kampung Super dengan Pemberian Pakan yang Mengandung Tepung Kulit Pisang Goroho Fermentasi Ramdan Ismail; Srisukmawati Zainudin; Sri Suryaningsih Djunu
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v6i1.1088

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengkaji kualitas fisik daging ayam kampung ketika diberikan pakan tambahan fermentasi kulit pisang Goroho. Desain eksperimental yang diterapkan dalam studi ini adalah rancangan acak lengkap. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan yang dibedakan berdasarkan proporsi penambahan fermentasi kulit pisang Goroho, yaitu: P0 (0%), P1 95%), P2 (10%), P3 (15%), dan P4 (20%). Setiap perlakuan direplikasi sebanyak lima kali. Variabel yang ukur mencakup pH, susut masak, kapasitas pengikatan air, dan profil warna daging (L*, a*, b*). Temuan studi ini menunjukkan bahwa penggunaan fermentasi kulit pisang Goroho yang telah melalui proses fermentasi memberikan dampak yang signifikan terhadap nilai pH daging ayam. Terjadi peningkatan nilai pH dari 5,61 pada (P0) menjadi 6,29 pada perlakuan dengan konsentrasi tertinggi (P4). Parameter daya ikat air (kapasitas menahan air) dan susut masak tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Secara keseluruhan, kedua parameter tersebut relatif stabil dengan nilai berkisar antara 5 % hingga 20 %. Warna daging mengalami perubahan pada komponen kecerahan (L*), kemerahan (a*), dan kegelapan (b*); pada konsentrasi tinggi (15–20 %) terjadi penurunan kecerahan dan kegelapan, namun nilai‑nilai tersebut masih berada dalam rentang normal untuk daging ayam. Penggunaan tepung kulit pisang Goroho yang difermentasi pada tingkat 20 % mampu memperbaiki dan mempertahankan kualitas daging secara efektif.
Morphometric Performance of Yearling Dorper × Local Sheep Crossbred Females Under Smallholder Farming Systems in Indonesia Andri Andri; Graciano Lucky Scovier; Ali Mahmud; Aprilianna Putri Zahara Nafsina Luvita Sari; Yuli Arif Tribudi
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v6i1.1092

Abstract

Morphometric measurements of crossbred sheep at one year of age play a crucial role in animal husbandry, particularly in evaluating performance, genetic selection, and enhancing livestock quality. Yearling age is a phase of active growth in sheep. This study aimed to describe the morphometric characteristics of yearling female crossbred sheep, a product of crossing Dorper rams with Thin-Tailed (DET) ewes. The research was conducted at Mitrarama88 Farm in Pandesari Village, Pujon Sub-district, Malang Regency. A total of 42 yearling crossbred female sheep were included in this study, selected through purposive sampling based on animal availability, confirmed health status, and reliable age identification. Animals were maintained under a smallholder management system and fed a combination of field grass and concentrate. The data obtained were analyzed using descriptive statistics, including mean, standard deviation, and coefficient of variation. The results showed that the mean ± standard deviation of body weight, body length, body height, chest girth, hip width, head length, and head width of the yearling crossbred female sheep were 28.89±4.10 kg, 60.67±5.37 cm, 53.93±4.87 cm, 69.34±5.94 cm, 17.82±3.17 cm, 14.70±1.44 cm, and 14.22±1.88 cm, respectively. The observed morphometric improvements are likely attributable to heterosis effects, although parental performance data were not available for direct comparison. These findings suggest that Dorper × DET crossbreeding programs hold significant potential for improving the growth performance of local sheep breeds and could serve as a foundation for more targeted genetic improvement programs.