cover
Contact Name
Sofie Yunida Putri
Contact Email
sofie.yunida.ak@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baj@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, 60294, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Behavioral Accounting Journal
ISSN : -     EISSN : 26157004     DOI : https://doi.org/10.33005/baj.v4i2
An objective of Behavioral Accounting Journal (BAJ) is to publish the high quality articles of behavioral accounting research from various paradigm, both mainstream or non mainstream. Specifically, BAJ accepts the articles of behavioral research in the areas: - Financial Accounting - Taxation - Accounting Information System - Accounting for Public Sector or Non-Profit Organizations - Auditing - Managerial Accounting - Capital Market The audiences of BAJ is not only the academicians, but also the graduate students, practitioners, and others interested in business research. This journal accepts the articles in English and Bahasa Indonesia, and published twice in a year, June and December. The primary criterion for publication in BAJ is the significance of the article’s contribution to the literature in behavioral accounting area. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 168 Documents
Asset Growth and Firm Performance: The Moderating Role of Asset Utilization Rizka, Nor Rahma; Ulfida, Deafatunnizwa
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i2.352

Abstract

The issue of how asset growth influences firm performance remains a critical topic in corporate finance, particularly concerning the role of asset utilization in maximizing the impact of asset investments. This study aims to examine the direct effect of asset growth on firm performance and assess the moderating role of asset utilization in this relationship. Employing a Moderated Regression Analysis (MRA) on empirical data, the study reveals that asset growth positively and significantly affects firm performance, indicating that increased investment in assets enhances operational efficiency and financial outcomes. Moreover, asset utilization is found to significantly moderate this relationship, suggesting that firms with higher efficiency in utilizing their assets can further amplify the positive effects of asset growth on performance. These findings provide both theoretical and practical contributions. Theoretically, the study emphasizes the importance of asset utilization as a critical factor that strengthens the asset growth–performance linkage, addressing a gap in the existing literature. Practically, the results highlight the need for managers to not only pursue asset growth but also optimize asset utilization to achieve better financial outcomes. Policymakers can use these insights to design regulations that incentivize efficient asset management practices, contributing to sustainable corporate economic growth.   Masalah mengenai bagaimana pertumbuhan aset memengaruhi kinerja perusahaan tetap menjadi salah satu topik penting dalam keuangan perusahaan. Secara khusus, peran efisiensi pemanfaatan aset dalam memaksimalkan dampak investasi menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung pertumbuhan aset terhadap kinerja perusahaan serta mengevaluasi peran moderasi dari pemanfaatan aset dalam hubungan tersebut. Dengan menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA) pada data empiris, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan investasi pada aset dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pemanfaatan aset secara signifikan memoderasi hubungan tersebut, di mana perusahaan yang lebih efisien dalam menggunakan asetnya mampu memperkuat pengaruh positif pertumbuhan aset terhadap kinerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, studi ini memperkaya literatur dengan menyoroti pentingnya efisiensi pemanfaatan aset sebagai faktor yang memperkuat hubungan antara pertumbuhan aset dan kinerja perusahaan, sekaligus mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya. Secara praktis, temuan ini menjadi acuan bagi manajer untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga memastikan bahwa aset yang dimiliki digunakan secara optimal untuk menghasilkan kinerja keuangan yang maksimal. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan untuk merancang regulasi yang mendorong efisiensi pengelolaan aset, sehingga mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Peran Penggunaan Financial Technology, Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan terhadap Tingkat Anak Putus Sekolah Mulyadi, Wahyu; Husen, Achmad; Suparno; Fadhilah, Nur Hidayah K; Bahri, Nur Alim
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i2.354

Abstract

This study aims to analyse the role of Financial Technology (FinTech), digital financial literacy, and financial inclusion in reducing school dropout rates in Indonesia. FinTech provides innovative financial solutions, such as microloans and digital payments, that can enhance educational access for low-income families. However, the low level of digital financial literacy, particularly in rural areas, poses a challenge to fully leveraging FinTech's potential. Additionally, financial inclusion, such as access to savings and educational loans, plays a critical role in sustaining children's education. This research employs a quantitative approach with a correlational design, utilising data from BPS, Kemendikbudristek, AFTECH, and OJK. The findings indicate that FinTech, supported by adequate financial literacy and broader financial inclusion, has a significant impact on reducing dropout rates. These results offer strategic implications for public policy to promote digital financial literacy and expand access to formal financial services as part of efforts to support inclusive education.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Financial Technology (FinTech), literasi keuangan digital, dan inklusi keuangan dalam mengurangi tingkat anak putus sekolah di Indonesia. FinTech memberikan solusi keuangan inovatif seperti pinjaman mikro dan pembayaran digital yang dapat meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Namun, rendahnya literasi keuangan digital di masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, menjadi tantangan dalam memanfaatkan potensi FinTech secara optimal. Selain itu, inklusi keuangan seperti akses ke tabungan dan pinjaman pendidikan memainkan peran penting dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, memanfaatkan data dari BPS, Kemendikbudristek, AFTECH, dan OJK. Hasilnya menunjukkan bahwa FinTech, jika didukung dengan literasi keuangan yang memadai dan inklusi keuangan yang lebih luas, memiliki dampak signifikan dalam mengurangi angka putus sekolah. Temuan ini memberikan implikasi strategis untuk kebijakan publik dalam mendorong literasi keuangan digital dan memperluas akses layanan keuangan formal sebagai upaya mendukung pendidikan yang inklusif.
FRAUD DIAMOND THEORY DAN KUALITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DENGAN MODERASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL Susanti, Evi Yuli; Budiwitjaksono, Gideon Setyo
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 2 No. 2 (2019): July-December 2019
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen keuangan daerah adalah elemen kunci dalam pemerintahan yang baik. Penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi pemerintah adalah bentuk manajemen laporan keuangan yang berkualitas. Hal ini dapat menunjukkan kinerja pemerintah yang selalu mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fraud diamond theory pada kualitas manajemen keuangan dengan sistem kontrol internal sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data sampel dari 90 karyawan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang, Jawa Timur, dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria. Analisis data menggunakan teknik path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan, peluang, rasionalisasi dan kemampuan mempengaruhi kualitas manajemen keuangan. Sedangkan sistem pengendalian internal tidak mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh tekanan, peluang, rasionalisasi dan kemampuan terhadap kualitas manajemen keuangan.
Dimensi Etika Akuntan Publik dalam Era Digital Oehoedoe, Muhammad Sabrian; Mahardika, Fidyah
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i1.364

Abstract

Artikel ini menguraikan tantangan dan tanggung jawab etika akuntan, khususnya akuntan publik, beserta pemanfaatan teknologi digital dengan metode telaah pustaka. Teori utilitarianisme digunakan untuk menjawab bagaimana akuntan publik seharusnya memanfaatkan teknologi digital seperti AI dan big data untuk menghasilkan penilaian yang berkualitas dan etis. Artikel ini juga menguraikan bagaimana akuntan mempertahankan penilaian etis di tengah dilema etika terkait pemanfaatan teknologi. Artikel ini berkontribusi dalam membangun perspektif moral-etika dalam memanfaatkan teknologi dalam pekerjaan akuntan dan mencegah terjadinya penyimpangan etika yang dapat berdampak pada bisnis dan masyarakat. Penelitian ini memberikan masukan terkait etika yang harus dimiliki akuntan publik di era digital.   This article describes the ethical challenges and responsibilities of accountants, especially public accountants, along with the use of digital technology with the literature review method. The theory of utilitarianism is used to answer how public accountants should use digital technology such as AI and big data to produce high-quality and ethical judgments. This article also describes how accountants maintain ethical judgment in the midst of ethical dilemmas related to the use of technology. This article contributes to building a moral-ethical perspective in utilizing technology in accountant work and preventing ethical deviations that can impact business and society. This research provides input regarding ethics that must be owned by public accountants in the digital era.
Pengaruh Fraud Heptagon terhadap Tingkat Fraud dalam Pengelolaan Keuangan Daerah: Peran Whistleblowing System di DPPKAD Jawa Timur Prayogi, Gusti Dian
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v6i2.368

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh komponen Fraud heptagon terhadap tingkat kecurangan dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mempertimbangkan pengaruh moderasi whistleblowing system. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Provinsi Jawa Timur yang memiliki 38 unit kerja menjadi lokasi penelitian. Sebanyak 150 pegawai dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan faktor jabatan, pengalaman kerja, dan keterlibatan dalam pengelolaan keuangan daerah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan hasil analisis menggunakan SPSS 26. Analisis regresi linier berganda, uji interaksi moderasi, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik digunakan untuk mengevaluasi pengaruh whistleblowing system terhadap hubungan variabel Fraud heptagon dengan tingkat kecurangan. Tekanan finansial, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, kesombongan, egoisme, dan keadaan eksternal merupakan tujuh komponen dari Fraud heptagon, dan hasilnya menunjukkan bahwa faktor-faktor ini berdampak signifikan terhadap tingkat penipuan dalam pengelolaan keuangan daerah. Lebih jauh, hubungan antara penipuan dalam pengelolaan keuangan daerah dan penipuan di Heptagon telah terbukti dimoderasi oleh sistem pengungkapan pelanggaran, yang melemahkannya. Menurut kesimpulan penelitian, meningkatkan keterbukaan, memperkuat sistem pengendalian internal, dan memperbaiki sistem pengungkapan pelanggaran semuanya dapat menjadi taktik yang berguna untuk menghentikan penipuan sektor publik. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pengelolaan dan akuntabilitas keuangan.   The purpose of this study was to examine the effect of Fraud heptagon components on the level of fraud in regional financial management by considering the moderating effect of the whistleblowing system. The East Java Province Revenue, Financial Management, and Regional Asset Service (DPPKAD) which has 38 work units was the location of the study. A total of 150 employees were selected using a purposive sampling method based on factors of position, work experience, and involvement in regional financial management. Data were collected using a questionnaire and the results were analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 26. Multiple linear regression analysis, moderation interaction test, validity and reliability test, and classical assumption test were used to evaluate the effect of the whistleblowing system on the relationship between the Fraud heptagon variables and the level of fraud. Financial pressure, opportunity, rationalization, ability, arrogance, egoism, and external circumstances are the seven components of the Fraud heptagon, and the results show that these factors have a significant impact on the level of fraud in regional financial management. Furthermore, the relationship between fraud in regional financial management and fraud in Heptagon has been shown to be moderated by the violation disclosure system, which weakens it. According to the study's conclusion, increasing transparency, strengthening internal control systems, and improving disclosure systems can all be useful tactics to stop public sector fraud. It is hoped that this study will provide useful information for local governments to improve financial management and accountability.
Pemetaan Penelitian Corporate Tax: Studi Bibliometrik Vosviewer dan Literature Review Wijayanti, Fatimah; Andriani, Sri
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i1.327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan mengenai penelitian dan perkembangan mengenai Corporate Tax dengan menggunakan studi bibliometrik VOSviewer dan kajian literature review. Penelitian dilakukan dengan cara menelusuri website Publish or Perish dengan kata kunci Corporate Tax selama 10 tahun, dari tahun 2014 hingga 2024. Penelitian tersebut didapatkan 286 artikel penelitian. Artikel hasil penelusuran tersebut kemudian dilakukan analisis secara deskriptif, lalu dilakukan penginputan, serta dilakukan analisis menggunakan VOSViewer dan kajian literature review agar dapat mengetahui visualisasi pemetaan perkembangan topik atau subjek penelitian seputar Corporate Tax. Literature review menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam metodologi dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian corporate tax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil visualisasi pemetaan memakai VOSviewer, penelitian mengenai Corporate Tax diklasifikasikan menjadi 5 kluster. Sedangkan berdasarkan hasil kajian literature review, terdapat 6 tema utama penelitian seputar Corporate Tax. Topik penelitian yang paling banyak dikaji adalah tentang pengaruh corporate tax terhadap Government, Investment, Income, Economy, Reform, dan Change. Hasil penelitian ini bisa digunakan untuk bahan referensi bagi para peneliti dalam melakukan penelitian selanjutnya tentang corporate tax.   This study aims to describe research and developments on Corporate Tax using the VOSviewer bibliometric study and literature review study. The study was conducted by searching the Publish or Perish website with the keyword Corporate Tax for 10 years, from 2014 to 2024. The study obtained 286 research articles. The searched articles were then analyzed descriptively, then inputted, and analyzed using VOSViewer and literature review studies in order to find out the visualization of the mapping of the development of research topics or subjects around Corporate Tax. The literature review shows that there are various methodologies and approaches used in corporate tax research. The results of the study show that based on the results of the mapping visualization using VOSviewer, research on Corporate Tax is classified into 5 clusters. Meanwhile, based on the results of the literature review study, there are 6 main themes of research around Corporate Tax. The most widely studied research topics are about the influence of corporate tax on Government, Investment, Income, Economy, Reform, and Change. The results of this study can be used as reference material for researchers in conducting further research on corporate tax.
Dampak Sistem Pembayaran QRIS terhadap Peningkatan Akuntabilitas Dimediasi Pencatatan Laporan Keuangan Hidayati, Laelly Wahyu; Nafidah, Lina Nasehatun
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 6 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v6i2.367

Abstract

Pencatatan laporan keuangan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji sistem pembayaran QRIS berpengaruh langsung pada akuntabilitas serta pengaruh tidak langsungnya pada akuntabilitas dimediasi pencatatan laporan keuangan. Pendekatan kuantitatif dengan Partial Last Square Model (Smart PLS) diterapkan dalam penelitian ini, data diperoleh melalui kuesioner dari populasi 537 UMKM dan ukuran sampel 85 responden. Hasil penelitian menjelaskan terkait sistem pembayaran QRIS berpengaruh langsung terhadap akuntabilitas. Tinngginya akuntabilitas diakibatkan oleh penggunaan sistem pembayaran QRIS yang tinnggi pula oleh pelaku UMKM. Karena ketersediaan QRIS, yang dapat dipantau dan dicatat berdasarkan jumlah transaksi dalam sistem secara otomatis menghasilkan data terkait transaksi dengan tingkat akuntabilitas yang tinggi. Pencatatan laporan keuangan berpengaruh terhadap sistem pembayaran QRIS secara tidak langsung pada akuntabilitas, hal mana semakin tinggi penerapan sistem pembayaran QRIS dengan dimediasi oleh pencatatan laporan keuangan menghasilkan akuntabilitas pelaku UMKM semakin tinggi, karena semua transaksi bisa dijabarkan secara rinci dan dijadikan komponen informasi pengelolaan dan dukungan bagi pemangku kepentingan.   Recording financial statements provides many benefits for business operators. The aim of this research is to examine how the QRIS payment system has a direct effect on accountability and its indirect effect on accountability mediated by the recording of financial statements. A quantitative approach using the Partial Least Squares Model (Smart PLS) was applied in this study, with data obtained through a questionnaire from a population of 537 SMEs and a sample size of 85 respondents. The results of the study indicated that the QRIS payment system has a direct effect on accountability. The high level of accountability is due to the extensive use of the QRIS payment system by MSME actors. Because of the availability of QRIS, which can be monitored and recorded based on the number of transactions in the system, it automatically generates transaction-related data with a high level of accountability. The recording of financial statements indirectly influences the QRIS payment system regarding accountability, wherein a higher implementation of the QRIS payment system, mediated by the recording of financial statements, leads to greater accountability among MSME actors, because all transactions can be detailed and serve as a component of management information and support for stakeholders. 
Kepatuhan Pajak Pengguna Electric Vehicles: Persepsi Ekonomi, Lingkungan, dan Inovasi Wilasittha, Acynthia Ayu; Sofie Yunida Putri; Tituk Diah Widajantie
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.389

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana faktor lingkungan memediasi hubungan aspek ekonomi dan inovasi terhadap kepatuhan atas perpajakan pengguna kendaraan listrik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksploratif dengan menyebarkan kuesioner kepada pemilik kendaraan listrik sebagai sumber data primer penelitian. Dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria pengguna kendaraan listrik dan rutin lapor pajak, maka diperoleh sebanyak 126 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB), Environmental Value-Belief-Norm, dan Technology Acceptance Model (TAM) dalam menganalisis faktor ekonomi, inovasi dan lingkungan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Monetary Budget dan Perceived Environmental berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan perceived fee, personal innovativeness, dan love of money tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Persepsi ekonomi juga terbukti berpengaruh terhadap persepsi lingkungan, sedangkan persepsi inovasi tidak berpengaruh terhadap persepsi lingkungan. Persepsi lingkungan juga terbukti mampu memediasi Love of Money terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan listrik, namun persepsi lingkungan tidak terbukti mampu memediasi Perceived Monetary Budget, perceived fee, dan personal innovativeness terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan listrik.   This study aims to examine the influence of economic and innovation factors on the tax compliance of electric vehicle (EV) users, mediated by environmental perception. This research adopts an exploratory quantitative approach using primary data collected through questionnaires distributed to electric vehicle owners. By applying purposive sampling with criteria of regular tax-reporting EV users, a total of 126 respondents from various regions across Indonesia were obtained. This study integrates the Theory of Planned Behavior (TPB), the Technology Acceptance Model (TAM), and the Environmental Value-Belief-Norm theory to analyze the effects of economic, innovation, and environmental factors on EV users’ tax compliance. The findings reveal that Perceived Monetary Budget and Perceived Environmental have a significant effect on tax compliance, while Perceived Fee, Personal innovativeness, and Love of Money do not. Economic perceptions are also proven to significantly influence environmental perceptions, whereas innovation perception does not. Furthermore, environmental perception significantly mediates the relationship between Love of Money and tax compliance, but it does not mediate the effects of Perceived Monetary Budget, Perceived Fee, or Personal innovativeness on EV tax compliance.
Analisis Hubungan antara Corporate Social Responsibility (CSR), Tax Avoidance, dan Tax Aggressiveness: Sebuah Literatur Review Srika Anggiria, Kristanti; Yuhertiana, Indrawati
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.340

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan kompleks antara Corporate Social Responsibility (CSR), penghindaran pajak, dan agresivitas pajak pada perusahaan di Indonesia. Penghindaran pajak merujuk pada strategi legal yang digunakan perusahaan untuk meminimalkan kewajiban pajak, sementara agresivitas pajak melibatkan taktik yang lebih berisiko dan sering kali berada di batas legalitas, yang dapat memicu kritik dari publik dan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana inisiatif CSR mempengaruhi perilaku pajak perusahaan, khususnya dalam konteks tantangan kepatuhan pajak di Indonesia. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur, studi ini mensintesis temuan dari berbagai sumber akademis, bersumber dari rtikel ilmiah yang terindeks di Scopus, Sinta 1-3, dan jurnal internasional yang berfokus pada periode 2018 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan pengungkapan CSR yang lebih tinggi cenderung kurang terlibat dalam praktik pajak yang agresif, menunjukkan bahwa CSR dapat berfungsi sebagai mekanisme kontrol etis. Namun, studi ini juga menyoroti kontradiksi di mana beberapa perusahaan menggunakan CSR untuk meningkatkan citra publik dengan tetap melanjutkan strategi pajak yang agresif. Temuan ini berkontribusi pada diskusi berkelanjutan tentang etika perusahaan dan kepatuhan pajak, menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan pemimpin bisnis yang bertujuan untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih bertanggung jawab.   This study explores the complex relationship between Corporate Social Responsibility (CSR), tax avoidance, and tax aggressiveness among companies in Indonesia. Tax avoidance refers to legal strategies employed by firms to minimize tax liabilities, while tax aggressiveness involves riskier tactics that often border on legality, potentially provoking criticism from the public and stakeholders. The research aims to understand how CSR initiatives influence corporate tax behavior, particularly in the context of the challenges of tax compliance in Indonesia. Utilizing a literature review methodology, this study synthesizes findings from various academic sources, drawing from scientific articles indexed in Scopus, Sinta 1-3, and international journals focusing on the period from 2018 to 2024. The results indicate that companies with higher CSR disclosures tend to engage less in aggressive tax practices, suggesting that CSR can serve as an ethical control mechanism. However, the study also highlights contradictions where some companies use CSR to enhance their public image while continuing aggressive tax strategies. These findings contribute to the ongoing discourse on corporate ethics and tax compliance, offering practical insights for policymakers and business leaders aiming to build a more responsible business ecosystem.
Studi Akuntabilitas Laporan Dana Kampanye Dalam Perspektif Hermeneutik Gadamerian Andi Muh Syukur Hidayatullah; Anisatun Humayrah Rais; Fina Ruzika Zaimar; Fradionesius Kristianto; Putri Safira, Selma
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i1.357

Abstract

Praktik ekonomi setiap partai politik pada kontenstasi pemilu tergambar melalui besaran dana kampanye yang dikelola sehubungan dengan keikutsertaannya pada pemilihan umum 2024. Setiap Partai Politik kemudian memiliki kewajiban untuk dilakukan proses audit oleh Kantor Akuntan Publik dan diterbitkannya Laporan Dana Kampanye untuk memastikan setiap Partai Politik mengelola dana kampanyenya secara transaparan dan bertanggungjawab. Penilitian ini bertujuan untuk menginterpretasi akuntabilitas dari Partai Politik melalui Laporan Pendaan Kampanye pada pelaksanaan Pemilihan Umum 2024. Penilitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis hermeneutika Gadamerian dan jenis data menggunakan data sekunder yang bersumber dari Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) serta Laporan Asurans Independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas pendanaan kampanye oleh partai politik masih bersumber  dari sumbangan calon anggota legislatif, sementara dari aspek pengeluaran terbesar dilakukan untuk membiayai jasa kampanye. Hasil Audit menunjukkan bahwa masih ditemukan ketidakterbukaan informasi oleh partai politik dan mengelola dana kampanyenya. Berdasarkan hasil penelitian, perlu untuk setiap stakeholder melakukan peningkatan kualitas pelaksanaan dan pengawasan dalam keterbukaan pada pengelolaan dana kampanye sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas Partai Politik kepada masyarakat pada setiap pelaksanaan Pemilihan Umum.   The economic practices of each political party in election contention are reflected in the amount of campaign funds managed in relation to their participation in the 2024 general election. Each political party then has an obligation to carry out an audit process by a public accounting firm and issue a campaign finance report to ensure that each political party manages its campaign funds. transparently and responsibly. This research aims to interpret the accountability of Political Parties through Campaign Funding Reports in the 2024 General Election. The research was carried out using a qualitative approach using Gadamerian hermeneutic analysis and the type of data using secondary data sourced from the Campaign Fund Receipt and Expenditure Report (LPPDK) and the Independent Assurance Report from the Public Accounting Firm (KAP). The results show that the majority of campaign funding by political parties still comes from donations from legislative candidates, while the largest expenditure is made to finance campaign services. Audit results show that there is still a lack of disclosure of information by political parties and managing their campaign funds. Based on the research results, it is necessary for each stakeholder to improve the quality of implementation and supervision in openness in the management of campaign funds as a form of transparency and accountability of Political Parties to the public at every General Election.