cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 428 Documents
TAMAN SATWA KALIMANTAN BARAT Maulana, Yasir
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 2, No 1 (2014): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1557.17 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v2i1.6473

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, budaya serta keanekaragaman hayati. Akan tetapi sifat manusia yang merusak alam semakin lama semakin merugikan dan merusak keseimbangan ekosistem yang ada. Keberadaan taman satwa di Kalimantan Barat sangat diperlukan karena kondisi satwa yang ada sangat sulit dilihat langsung oleh masyarakat dan terdapatnya jenis satwa yang tergolong langka. Kalimantan Barat sangat memerlukan tempat konservasi satwa yang juga dapat menjadi tempat wisata yang rekreatif dan edukatif sehingga cocok untuk perencanaan kawasan wisata taman satwa. Perancangan kawasan meliputi fasilitas pengunjung taman satwa dan melalui analisis dan pertimbangan terhadap lokasi perancangan. Perencanaan kawasan wisata taman satwa juga berpengaruh dalam ilmu pengetahuan masyarakat, serta membantu mempertahankan habitat satwa yang ada sehingga tidak punah. Sehingga perlu dirancang dengan baik untuk menghidupkan kembali kebun binatang yang telah ada sebelumnya dengan menyesuaikan lingkungan dengan menerapkan konsep alami dan tradisional yang menggunakan bentukan rumah betang dan sirkulasi dalam kawasan menggunakan jembatan kayu khas daerah kalimantan barat serta vegetasi yang rimbun agar menunjang kesan alami untuk kenyamanan satwa dan pengunjung. Perancangan kawasan taman satwa merupakan suatu langkah wisata edukatif dalam memenuhi kebutuhan wisata masa sekarang dan masa mendatang, memberikan suatu inovasi dalam mengatasi perkembangan pariwisata dengan menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan.   Kata kunci: taman satwa, konservasi, edukatif
HOTEL BISNIS DI KOTA PONTIANAK DENGAN TEMA COFFEE STREET Laksana, Tri Bawa
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.09 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i2.28996

Abstract

Pebisnis pada masa kini dalam menyelesaikan urusan bisnisnya memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi. Pebisnis dari luar kota yang menginap di Kota Pontianak akan lebih banyak menghabiskan waktu antara dua tempat, yaitu hotel dan warung kopi. Integrasi antara hotel dan warung kopi dirancang untuk mewadahi kebutuhan para pebisnis tersebut. Coffee Street  menjadi tema yang diaplikasikan dalam perancangan bangunan hotel yang dalam konteks lokasinya yang berdekatan dengan area Coffee Street  Jalan Gajahmada. Hotel Bisnis dengan Tema Coffee Street  bertujuan mengaplikasikan fungsi warung kopi pinggiran Jalan Gajahmada Kota Pontianak dengan fungsi sebuah bangunan hotel bisnis yang akan diintegrasikan dalam satu kesatuan massa bangunan. Hotel Bisnis ini mengambil lokasi di Jalan Hijas, Pontianak. Metode perancangan yang digunakan meliputi gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis dan tahap pengembangan rancangan. Pada tahap pengembangan rancangan, desain yang dihasilkan akan menjadi tahap final dari pemecahan masalah desain yang nantinya menjadi dasar bagi rancangan detail selanjutnya. Dalam konsep Coffee Street  ini, pada lantai dasar dan lantai 1 hotel akan dijadikan area khusus Coffee Street  yang terdiri dari ruang-ruang coffee shop serta teras-teras yang digunakan untuk pengunjung duduk menikmati minuman. Pada bagian diantara ruang-ruang Coffee Shop dirancang ruas untuk pejalan kaki yang menjadi konsep Street yang diterapkan dari tema Coffee Street . Kata Kunci: Hotel Bisnis, Coffee Street , Kopi Pontianak
Mixed-Use Building di Kota Pontianak Suryajaya, Albert
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.744 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.11973

Abstract

Manusia memiliki berbagai kebutuhan hidup, contohnya tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat berbelanja. Keanekaragaman kebutuhan tersebut berpengaruh pada kebutuhan ruang untuk beraktivitas. Demi meningkatkan efisiensi kebutuhan-kebutuhan tersebut, dibutuhkan ruang yang mampu mewadahi beberapa fungsi sekaligus. Perancangan mixed-use building menjadi upaya dalam menyatukan beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Tema perancangan mixed-use building ini adalah TOWN (Tower of Woods and Necessity). Perancangan mixed-use building mempertimbangkan kebutuhan ruang yang dirancang, lingkungan sekitar, serta pengguna bangunan. Perancangan mixed-use building bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pengguna. Mixed-use building dirancang dalam bentuk bangunan vertikal yang menyatukan bangunan, kebutuhan manusia, serta ruang hijau sebagai upaya mendukung perkembangan suatu kota. Perancangan mixed-use building ini menggunakan bentuk bangunan berbentuk podium dengan fungsi pusat perbelanjaan dan dua tower dengan fungsi hunian vertikal dan kantor sewa. Fasade podium bangunan memanfaatkan secondary skin untuk meningkatkan luas permukaan bidang dinding, sedangkan pada tower menggunakan kantilever-kantilever yang berfungsi sebagai ruang hijau sekaligus pelindung radiasi panas. Fungsi hunian dan komersial pada bangunan menjadi alasan perancangan bangunan dengan luas bersih yang dirancang secara maksimal, demi meningkatkan prospek ekonomi bangunan. Bangunan dirancang dengan ketersediaan infrastruktur utilitas sebagai pendukung kebutuhan manusia dengan desain yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.   Kata kunci: Mixed-Use Building, Penyatuan Fungsi, Bangunan Vertikal
GEDUNG SMK NEGERI DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Imran, Imran
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 4, No 1 (2016): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.421 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v4i1.15508

Abstract

Kabupaten Kubu Raya adalah pemekaran dari Kabupaten Pontianak. Berbagai usaha dilakukan pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan seluruh SDM dan SDA  yang dimiliki. Salah satu upaya yang dilakukan melalui jalur pendidikan diantaranya adalah dengan mendirikan SMK. SMK tidak hanya mengajarkan pengetahuan layaknya SLTA, namun SMK juga mengajarkan siswa ketrampilan dan kemandirian. Ketrampilan dan keahlian kerja dibutuhkan didunia kerja saat ini. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menghasilkan rancangan SMK di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Metode perancangan ditempuh dengan cara mengumpulkan data untuk mengetahui dan memahami definisi SMK Negeri, mengidentifikasi fungsi dari SMK Negeri, menganalisa dan membahas contoh kasus dengan melihat karakteristik pada ruang disetiap SMK Swasta dan SMK Negeri di Kabupaten Kubu Raya, mengidentifikasi sarana dan prasarana pada SMK Negeri di Kabupaten Kubu Raya, mengidentifikasi program internal seperti pelaku kegiatan, kebutuhan ruang, persyaratan ruang, besaran ruang, hubungan ruang, dan organisasi ruang, mengidentifikasi program eksternal yang merupakan analisis (site) dari lokasi terbangun. Konsep rancangan yang di hasilkan adalah sirkulasi menuju lokasi kawasan SMK Negeri Ambawang ini dibagi menjadi tiga jalur. Konsep dari bangunan berbentuk persegi diambil dari fungsi pendidikan formal.   Kata kunci: Sekolah Menengah Kejuruan, Sumber Daya Manusia, Kabupaten Kubu Raya
COFFEE SHOP DAN ROASTERY KOTA PONTIANAK Anwar, Syaiful
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2167.302 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v7i1.32559

Abstract

Aktivitas ngopi di warung kopi biasanya diselingi topik pembicaraan seperti berbagai hal yang tengah terjadi di sekitar bahkan hingga isu politik di tanah air pun tak lepas sebagai bahan obrolan hangat adapun urusan bisnis. Namun kurangnya informasi dan sosialisasi mengenai kopi lokal khas Kalimantan ini masih kurang, jadi belum menjadi konsumsi masyarakat di Kota Pontianak. Maka Coffee shop juga dapat dikembangkan menjadi sarana edukasi guna mengetahui seluk beluk mengenai kopi, baik bagi pecinta kopi, turis, hingga masyarakat umum. Lokasi yang dipilih adalah lokaisi yang menjadi salah satu lokasi kuliner yang terdapat di Kota Pontianak. Lokasi tersebut berada di Jl. Tengku Umar yang banyak terdapat kuliner menjadi ikon di Pontianak. Site memiliki luas ± 1.122 m2. Metode peneliatian menggambil dari coffee shop atau waarung kopi tradisional yang sudah dikenal di Kota Pontianak dan menjadi ikon Kota Pontianak. Data yang diambil dari asumsi rotasi pengunjung yang berada di warung kopi tersebut. Untuk bangunan tersebut mengunakan konsep terpusat didalamnya sebagai area publik dan servis untuk pengunjung memiliki dua fungsi yang berbeda dengan menggunakan 2 massa dan grid yang berbeda. Seluruh konsumen yang datang dapat melihat pembuatan dan roasting kopi dengan nyaman sambil menikmati pesananya. Dengan begitu edukasi dapat sampai  ke pengunjung atau konsumen. Kata kunci: kopi, warung kopi, kota Pontianak
PUSAT KURSUS DAN PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA KOTA PONTIANAK Nicko Maindra Saputro
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.364 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.24266

Abstract

Kursus merupakan sarana pendidikan non formal yang dikelola oleh pihak swasta. Kursus semakin marak hadir karena kebutuhan masyarakat akan pembekalan keterampilan kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya di kota-kota besar Indonesia, bahkan di beberapa kota kecil juga tersedia. Kursus dapat mengembangkan sendiri sistem pendidikan untuk memperbaiki kualitas lulusan dan akreditasi kursus. Sehingga banyak inovasi yang dihadirkan oleh tempat kursus dari segi pelayanan pendidikan maupun dari segi fasilitas kursus. Penerapan inovasi dalam pengembangan fasilitas kursus khususnya di Kota Pontianak adalah menggabungkan beberapa jenis jurusan pendidikan keterampilan kerja yang populer di Kota Pontianak yaitu komputer, bahasa asing, tata boga, tata busana, tata kecantikan, otomotif, dan elektronika dalam satu wadah. Pengembangan dari segi pendidikan kursus juga dapat dicapai dengan pembaruan sistem pendidikan yang update dan pelatihan tenaga ajar. Penerapan dan penambahan fungsi dapat digali dengan menggunakan konsep Commercial Course yaitu penerapan nilai atau fungsi komersial sebagai media promosi pendidikan kursus. Konsep ini akan menunjukan sisi komersial dari setiap jurusan yang berhubungan dengan tujuan pendidikan kursus, serta dapat memberikan kontribusi pada masyarakat. Kata Kunci : Kursus, Keterampilan Kerja, Komersil
SCIENCE PARK DI PONTIANAK Rizki Destriana Putri
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 1, No 2 (2013): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.925 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v1i2.3775

Abstract

Sejak dini anak-anak sudah dituntut untuk dapat belajar, baik itu di sekolah maupun diluar sekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan belajar (les private), les keterampilan serta bakat dan lain sebagainya. Semakin padat kegiatan anak-anak tersebut maka semakin perlu juga mereka mendapatkan waktu untuk beristirahat maupun bermain yang cukup. Permainan yang baik untuk anak-anak tentunya tidak hanya semata-mata memberikan hiburan yang menyenangkan akan tetapi dapat memberikan nilai edukasi bagi anak-anak. Unsur-unsur edukasi tersebut dapat diwujudkan baik dalam bentuk alat permainan yang digunakan, cara bermain hingga sumber lingkungan/ tempat mereka bermain. Science park merupakan salah satu jenis fasilitas hiburan yang mengarah pada jenis hiburan yang mendidik bagi anak-anak. Keberadaan Science Park di Kota Pontianak diharapkan dapat memberikan alternatif hiburan perkotaan yang pada saat ini nilai kualitas dan kuantitasnya sangat kurang di Kota Pontianak. Selain itu, Science Park ini juga diharapkan nantinya akanmenjadi potensi pariwisata bagi Kota Pontianak dimasa yang akan datang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan di dunia. Dalam proses perancangan Science Park di Kota Pontianak ini, ada beberapa langkah-langkah yang digunakan yakni dimulakan dari suatu gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis rancangan awal hingga pengembangan rancangan. Bentuk massa bangunan yang dirancang ini menggunakan pendekatan fungsi dari Science Park, harus rekreatif dan edukatif.
GEDUNG SENI TEATER PONTIANAK Maudy Indah Cahyani
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.555 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i2.27787

Abstract

Pontianak merupakan salah satu kota di Indonesia yang masyarakatnya memiliki minat cukup tinggi terhadap kesenian teater, dapat dilihat dari antusias masyarakat dalam menyaksikan setiap pertunjukan, penambahan anggota pada setiap komunitas teater, dan acara-acara rutin yang di jalankan di Taman Budaya. Selain itu, Pontianak memiliki cukup banyak sanggar-sanggar seni teater maupun yang bukan, namun fasilitas yang disediakan di Taman Budaya tidak cukup mewadahi seluruh sanggar. Hal ini membuktikan bahwa seni teater di Pontianak memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan fasilitas gedung seni teater yang dapat mewadahi dengan baik seluruh kegiatan teater. Perancangan gedung seni teater inipun memanfaatkan lokasi Gedung Kartini sebagai lokasi yang tepat. Hasil perancangan dari gedung seni teater ini, menunjukan bahwa gedung seni teater memiliki 3 zona besar, yaitu zona semi publik yang terdiri dari ruang pertunjukan yang berada di kanan site bagian depan, zona publik yang terdiri dari ruang-ruang publik yang berada di kiri site bagian depan, dan zona privat yang terdiri dari ruang komunitas serta ruang pengelola yang berada di bagian belakang site, dan ruang pengelola berada di atas zona publik, dan dengan perlakuan khusus di setiap zonanya, seperti adanya void pada area komunitas, skylight pada area publik, dan akustika ruang pada ruang pertunjukan indoor, dan lainnya. Kata kunci: Seni Teater, Komunitas Teater, Fasilitas Teater, Gedung Seni Teater Pontianak
Gelanggang Olahraga Renang Di Pontianak Tatang Berli Panji Asmoro
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3589.056 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i1.10012

Abstract

Gelanggang Olahraga Renang merupakan sebuah ruang atau fasilitas yang diciptakan untuk mewadahi kegiatan renang yaitu suatu kegiatan yang melakukan gerakan (mengapung, menyelam) di air menggunakan kaki dan tangan dan seringkali tidak memerlukan perlengkapan buatan. Gelanggang Olahraga Renang ini bertujuan untuk mengatasi minimnya fasilitas olahraga renang berstandar nasional maupun internasional sebagai wadah pengembangan olahraga renang secara maksimal sehingga para atlet dapat mengembangkan kemampuan fisik dan mentalnya serta sebagai sebuah wadah yang dapat menampung pertandingan olahraga renang bertaraf internasional. Perancangan fasilitas ini dapat menjadi magnet dan pusat pengembangan olahraga renang, selain itu juga mempengaruhi percepatan pembangunan daerah dengan diwujudkannya sebuah fasilitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi kota Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Gelanggang olahraga renang ini dirancang untuk dapat menampung ketiga fungsi utama tersebut yaitu fungsi pendidikan dan pelatihan, fungsi kompetisi dan fungsi hiburan dan rekreasi, karena saat ini sebuah fasilitas olahraga tidak hanya dirancang sebagai sarana untuk menyalurkan hobi dan bakat tetapi juga dapat digunakan untuk fasilitas hiburan dan rekreasi bagi masyarakat umum sehingga dapat menyehatkan pikiran. Jenis renang yang difasilitasi adalah semua jenis kegiatan renang yang bersifat indoor seperti renang, renang indah, loncat indah, polo air dan renang hiburan dan rekreasi.   Kata kunci: Gelanggang, Olahraga Renang, Pontianak
TEMPAT PENITIPAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PONTIANAK Mas Lokita Purnamasari
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.922 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i2.31490

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan tuntunan hidup yang semakin meningkat, banyak orang tua yang bekerja baik ayah maupun ibu. Ibu yang bekerja dapat mempengaruhi kondisi psikologis suatu keluarga, terutama terhadap anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dari orang tua terlebih bagi seorang ibu. Ibu berperan sangat penting untuk merawat dan mendidik anak serta bekerja demi membantu suami untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Kondisi seperti ini membingungkan ibu yang memiliki anak usia pra sekolah tanpa adanya keluarga dekat atau pengasuh yang dapat menjaga anak tersebut.  Hal seperti ini tidak memungkinkan membawa anak ke lingkungan kerja. Kebutuhan akan tempat penitipan anak yang dapat mengasuh, menjaga, merawat, serta dapat memberikan pendidikan dasar untuk anak usia pra sekolah atau Tempat Penitipan Anak (TPA). Tempat Penitipan Anak (TPA) menerapkan dasar filsafah pendidikan yaitu tempa, asah, asih dan asuh. Disamping sebagai pengganti dan pelengkap orang tua, tempat pendidikan anak memberi program pendidikan dasar dan aktifitas yang sesuai dengan usia anak-anak. Kegiatan diperlukan sebagai pendidikan dasar sebelum memasuki usia sekolah dan pelengkap pendidikan formal. Kata kunci: Anak usia pra sekolah, tempat penitipan anak

Page 6 of 43 | Total Record : 428