cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU JELUTUNG (DYERA COSTULATA) DARI HUTAN TANAMAN RAKYAT KALIMANTAN TENGAH Rio Ilhamsyah; Wiwin Tyas Istikowati; Rosidah Radam
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i1.8196

Abstract

The physical and mechanical of jelutung wood come from the community plantation forest, village of Kelampangan, Sebangau district, Palangka Raya city, Central Kalimantan, It was observed in this study with the aim of deciding to match the use of jelutung wood according to the properties of physics and mechanics. The wood cut was taken at 50  5  5 centimeters for MOE's test and at 50  3  3 centimeters for testing the mor taken from three jelutung wood. Test samples using universal testing devices mechine (utm) Manuals and digital calipers to test shrink on jelutung wood. The coinage of jelutous wood range from 0.38, 0.37 and 0.34 and based on an average of 0.36 wood that is included in the strong IV class. the rate of depreciation in tangential and radial directions ina sequence is 0.28 and 0.11. MOE's two-time repeat sequence has 27.6 and 23.6. MOR tests with double repetition also have a value of 46.35 and 216.2.Pengujian sifat fisika dan mekanika kayu jelutung berasal dari kawasan Hutan Tanaman Rakyat desa Kelampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah diamati pada penelitian ini dengan tujuan untuk menentukan kesesuaian penggunaan kayu jelutung berdasarkan sifat fisika dan mekanika. Potongan kayu diambil sebesar sebesar 50 5  5 cm untuk pengujian MOE dan sebesar 50  3  3 cm untuk pengujian MOR yang diambil dari 3 bagian kayu jelutung. Sampel diuji menggunakan alat Universal Testing Mechine (UTM) manual dan kaliper digital untuk menguji penyusutan pada kayu jelutung. Berat jenis kayu jelutung berkisar dari 0,38, 0,37 dan 0,34 serta berdasarkan rata-rata yang bernilai 0,36 kayu ini termasuk dalam kelas kuat IV. Nilai penyusutan pada arah tangensial dan radial secara berurutan adalah 0,28 dan 0,11. Pengujian MOE sebanyak 2 kali pengulangan secara berurutan memiliki nilai 27,6 dan 23,6. Pengujian MOR dengan 2 kali pengulangan secara berurutan juga memiliki nilai 46,35 dan 216,2.
RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus) BERDASARKAN KESEGARAN BAHAN Parman Parman; Trisnu Satriadi; Siti Hamidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8543

Abstract

Citronella oil is one of the essential oils that has the potential as an export commodity in the agribusiness sector. This essential oil has a good market and strong competitiveness in foreign markets. This study aims to analyze the yield and quality of citronella oil (Cymbopogon nardus L) based on the freshness of the materials in Langkaras Mountain, Tebing Siring Village, Bajuin District, Tanah Laut Regency. This research was conducted at the NTFP Quality Testing Laboratory. Citronella plant samples taken from the Tebing Siring area, Pelaihari, were 3 years old. Citronella leaves are steamed for 6 hours. Essential oil testing used organoleptic test parameters, refractive index values, and essential oil yields, and analyzed using simple RAL analysis. The results of this study indicate that the freshness of different ingredients also produces different yields, the longer the air drying time of the ingredients, the higher the yield of citronella oil. Testing the quality of citronella oil in this study with four (4) conditions of freshness of different materials capable of producing an odor in accordance with the characteristic of citronella oil and the color of the oil from the distillation is yellow, and has an average refractive index value of 1.46 . Citronella (Cymbopogon nardus L) oil produced from each treatment in accordance with SNI 06-3953-1995.Salah satu minyak atsiri yang berpotensi sebagai komoditi ekspor di sektor agribisnis ialah minyak sereh wangi. Di pasaran luar negri minyak sereh memiliki daya saing kuat dipasaran internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis rendemen dan kualitas minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L) berdasarkan kesegaran bahan di Gunung Langkaras Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengujian Mutu HHBK. Sampel tanaman sereh wangi yang diambil dikawasan Tebing Siring, Pelaihari berumur 3 tahun. Daun sereh wangi dilakukan distalasi uap atau kukus selama 6 jam. Pengujian minyak atsiri menggunakan parameter uji organoleptik, nilai indeks bias, dan rendemen minyak atsiri, serta dianalisis menggunakan analisis RAL sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari kesegaran bahan yang berbeda juga menghasilkan rendemen yang berbeda, semakin lama waktu pengeringan udara terhadap bahan maka rendemen yang dihasilkan dari minyak sereh wangi juga semakin tinggi. Pengujian kualitas minyak sereh wangi dalam penelitian ini dengan empat (4) kondisi kesegaran bahan yang berbeda mampu menghasilkan bau sesuai dengan khas minyak sereh wangi dan warna minyak dari hasil destilasi tersebut berwarna kuning, serta memiliki nilai rata-rata indeks bias yaitu sebesar 1,46. Hasil dari setiap perlakuan minyak sereh wangi menyesuaikan dengan SNI 06-3953-1995
KUALITAS HIDUP DAN KEMAMPUAN MENYERAP LOGAM BERAT TANAMAN BANGKAL (Nauclea subdita. Merr) YANG DITANAM PADA AREAL PASCATAMBANG DI PT. JORONG BARUTAMA GRESTON KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Abdul Hadi; Yudi Firmanul Arifin; Adistina Fitriani; Ihsan Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8505

Abstract

Acid mine drainage (AMD) is the result of mining, especially coal mining, generally open-pit mining. Any open pit mining will produce voids filled with acid mine drainage (AMD) which is water formed due to the oxidation of sulfide minerals that are exposed or exposed to the water in the presence of water. One of the highly reactive sulfide minerals in the AMD formation process is pyrite. This is a challenge for the environment how to absorb heavy metals contained in water. Here the researchers tried to use the method of Phytoremediation. Phytoremediation is a technology that uses plants, here the researcher uses bangkal plants (Nauclea Subdita Merr.) which are planted in different locations, namely unflooded land, temporarily inundated, and flooded. The purpose of this study was to test the ability of the pods to adapt and grow on post-mining land. Analyzing the quality of life of Bangkal on post-mining land with non-flooded, temporarily inundated and permanently inundated land conditions. Knowing the effect of soil fertility and inundation factors on the growth of bangkal. Analyzing the content of heavy metals Fe and Mn that accumulate in plant parts (roots, stems and leaves). The results of this study indicate that Bangkal plants are able to survive in temporarily flooded land and are able to absorb heavy metals contained in acid mine drainageAir asam tambang (AMT) merupakan dampak hasil dari penambangan khususnya pertambangan batubara, umumnya pertambangan terbuka. Setiap pertambangan terbuka akan menghasilkan void yang diisi oleh air asam tambang (AAT) merupakan air yang terbentuk akibat oksidasi mineral sulfida yang terpajan atau terdedah di udara dengan kehadiran air. Salah satu mineral sulfida yang sangat reaktif dalam proses pembentukan AAT adalah pirit. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi lingkungan bagaimana menyerap logam berat yang terkandung dalam air. Disini peneliti mencoba mengunakan metode Fitoremediasi.  Fitoremediasi adalah suatu teknologi yang menggunaka tanaman, disini peneliti mengunakan tanaman bangkal (Nauclea Subdita Merr.) yang ditanam pada lokasi berbeda, yaitu lahan tidak tergenang, tergenang sementara, dan tergenang. Tujuan penelitian ini bertujuan menguji kemampuan bangkal beradaptasi dan tumbuh pada lahan pasca tambang. Menganalisis kualitas hidup bangkal pada lahan pasca tambang dengan kondisi lahan tidak tergenang, tergenang sementara dan tergenang permanen. Mengetahui pengaruh tingkat kesuburan tanah dan faktor genangan pada pertumbuhan bangkal. Menganalisis kandungan logam berat Fe dan Mn yang terakumulasi pada bagian tanaman (akar, batang dan daun). Hasil penelitian ini menujukan tanaman bangkal mampu bertahan hidup pada lahan tergenang sementara dan mampu menyerap logam berat yang terkandung pada air asam tambang. Hasil pengujian AAT di areal swampy forest dengan tanaman bangkal yang tumbuh hasil analisis laboraturium pH 4.02, fe sebesar 1,38 mg/L yang berarti < 4 mg/ L sesuai Pergub Kalsel No. 36 tahun 2008. Hasil pertumbuhan tanaman tanamn bangkal pada areal yang tergenang sementara standar deviasi 19.63, tidak tergenang 2.69 dan tergenang 22.21. Hasil analisis keragaman menunjukkan hasil bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman gempol karena nilai F hitung = 0,97 lebih rendah  dari F tabel taraf 5% = 3,22 dan  F Tabel taraf 1% = 5,15. Hasil analisis keragaman menunjukkan hasil bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman gempol karena nilai F hitung = 1,06 lebih rendah  dari F tabel taraf 5% = 3,22 dan  F tabel taraf 1% = 5,15
KAJIAN EKOWISATA BERBASIS KESESUAIAN KAWASAN DI PANTAI PULAU POMBO KABUPATEN MALUKU TENGAH Maya M. S Puttileihalat; Henderina Lelloltery; Andry Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8548

Abstract

The purpose of this study was to known the suitability of the coastal area for beach ecotourism activities on Pombo Island. The research method used is a survey method with a qualitative descriptive approach. The sampling technique in this study was purposive sampling, which was divided into two observation stations by observing and interviewing the community. Observations were made on the characteristic conditions of the beach using several parameters related to the suitability of beach tourism. The analytical method used is the analysis of the tourism suitability index (IKW). The results showed that the indeks of suitability of beach tourism on Pombo Island, at two observation stations, station 1 and station 2, that is "Very suitable" category for beach tourism, because it has a tourism suitability index (IKW) of more than 80%. with the following details, is the IKW at station 1 is 88.10% and the IKW at station 2 is 95.24%. Thus it can be concluded that the beaches of Pombo Island can be very suitable for beach tourism activities.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian kawasan pantai untuk kegiatan ekowisata pantai di Pulau Pombo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, yang terbagi menjadi dua stasiun pengamatan, dengan melakukan observasi dan wawancara dengan masyarakat. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi karakteristik pantai menggunakan beberapa parameter yang berhubungan dengan kesesuaian wisata pantai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis indeks kesesuaian wisata (IKW). Hasil penelitian menunjukkan indeks kesesuaian wisata pantai di pulau pombo, pada dua stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 dan stasiun 2 termasuk dalam kategori “Sangat sesuai” untuk wisata pantai karena memiliki indeks kesesuaian wisata (IKW) lebih dari 80 % dengan rincian sebagai berikut yaitu IKW pada stasiun 1 adalah 88,10 % dan IKW pada stasiun 2 adalah 95,24 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pantai pulau Pombo dapat sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai
STRUKTUR DAN DOMINANSI TEGAKAN DI ARBORETUM FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Melitania Puspitasari; Udiansyah Udiansyah; Suyanto Suyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8539

Abstract

Research on Structure and Dominance of Forest in Arboretum Faculty of Forestry aims to analyze the forest structure and dominance in arboretum area Faculty of Forestry, University of Lambung Mangkurat. The method used in this study is sampling method with a model of continuous line plots. Forest structure analysis is tabulation method and dominance analysis using significant value index. Based on the results of the analysis at the arboretum Faculty of Forestry, University of Lambung Mangkurat it was found that 32 species were found, 17 species at seedling level, 15 species at sapling level, 18 species at pole level and 5 species at tree level. The seedling rate was dominated by Bridelia tomentosa 32,31%, the sapling level was dominated by Aporasa spp. 69,19%, the pole level was dominated by Aquilaria malaccensis 66,62% and the tree level was dominated by Acacia mangium 208,15%. Analysis of the stand structure in the arboretum area Faculty of Forestry both inside and outside the sampling found 46 species with a total of 92 individuals, the pole level of 70 individuals and the tree level of 84 individuals. Stand structure according to growth rate shows that the arboretum of the Faculty of Forestry is a type of secondary natural forest with a distribution like the concept of an inverted “J”. It is suggested that in arboretum area Faculty of Forestry it is necessary to regulate the species composition, spacing and number of each species to maximize the function of the arboretum as a collection of treesPenelitian tentang Struktur Dan Dominansi Tegakan di Arboretum Fakultas Kehutanan bertujuan untuk menganalisis struktur tegakan dan dominansi yang berada di area arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampling dengan model plot berbentuk jalur berpetak. Analisis struktur tegakan adalah metode tabulasi dan analisis dominansi menggunakan indeks nilai penting. Berdasarkan hasil analisis di arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat yaitu ditemukan secara samping ditemukan 32 jenis, 17 jenis tingkat semai, 15 jenis tingkat pancang, 18 jenis tingkat tiang dan 5 jenis tingkat pohon. Tingkat semai didominansi oleh jenis Bridelia tomentosa 32,31%, tingkat pancang didominansi oleh Aporasa spp. 69,19%, tingkat tiang didominansi oleh Aquilaria malaccensis 66,62% dan tingkat pohon didominansi oleh pohon Acacia mangium 208,15%. Analisis struktur tegakan di area arboretum Fakultas Kehutanan baik yang di dalam dan di luar sampling ditemukan 46 jenis dengan jumlah 460 individu dari tingkat semai 214 individu, tingkat pancang 92 individu, tingkat tiang 70 individu dan tingkat pohon 84 individ. Struktur tegakan menurut tingkat pertumbuhan menunukkan arboretum Fakultas Kehutanan merupakan tipe hutan alam sekunder dengan sebaran seperti konsep “J” terbalik. Disarankan bahwa di area arboretum Fakultas Kehutanan perlu dilakukan pengaturan komposisi jenis, jarak tanam dan jumlahnya masing-masing jenis untuk memaksimalkan fungsi arboretum sebagai koleksi pohon-pohon
KEBERDAYAAN PETANI SAGU DALAM MENANGGULANGI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KECAMATAN TEBING TINGGI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU Putri Endang Lestari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8076

Abstract

Lahan gambut di Kecamatan Tebing Tinggi Timur mengalami kritis akibat bencana kebakaran hutan dan lahan. Akibat kebakaran hebat yang terjadi secara sporadis pada awal hingga pertengahan tahun 2014, Kecamatan Tebing Tinggi Timur memiliki arti tersendiri bagi terbentuknya Badan Restorasi Gambut. Kasus kebakaran lahan mendorong adanya keberdayaan petani dalam upaya penanggulangan kebakaran lahan gambut. Keberdayaan petani dalam menanggulangi kebakaran lahan gambut ditentukan oleh peran individu anggota masyarakat dalam memanfaatkan potensi sosial lokal untuk mengatasi permasalahan yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis keberdayaan petani sagu dalam menanggulangi kebakaran lahan gambut, dan (2) menganalisis hubungan antara karakteristik petani sagu terhadap keberdayaan petani. Metode penelitian ini adalah metode survey dengan pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling dan analisis data secara deskriptif kualitatif dengan skala likert dan analisis kuantitatif menggunakan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) keberdayaan petani sagu dalam menanggulangi kebakaran lahan gambut pada indikator sumber daya manusia berkategori berdaya, ekonomi produktif berkategori berdaya, dan kelembagaan berkategori kurang berdaya. (2) Hasil analisis rank spearman menunjukkan bahwa karakteristik petani yang memiliki hubungan dengan keberdayaan petani dalam penanggulangan kebakaran lahan adalah pendidikan, luas lahan, kosmopolitan, interaksi dengan instruktur pelatih atau penyuluh, dukungan tokoh masyarakat, media informasi dan komunikasi dan dukungan pemerintah.
ANALISIS ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DAN SUMBER DAYA INTERNAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN FURNITURE DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Rahmadi Noor; Muhammad Helmi; Arfa Agustina Rezekiah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8544

Abstract

Small and Medium Enterprises (SMEs) are one of the most important parts of the economy in Indonesia. Has various types, from culinary, fashion, education, even creative products. One of these creative products is SME furniture that uses wood and rattan. This study have a purpose to analyze the effect of entrepreneurial orientation on company performance and the influence of company internal resources on company performance. This study uses a survey method by distributing questionnaires with a Likert scale. Entrepreneurship orientation has no significant effect on company performance, especially SME furniture with a T-value (0.113) and P-value (0.910). Internal Resources have a significant effect on company performance, especially SME furniture with a T-value (2.174) and P-value (0.030)Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah sebuah bagian penting dari kedaan ekonomi yang ada di Indonesia. Memiliki berbagai jenis, dari kuliner, fashion, pendidikan, bahkan produk kreatif. Produk kreatif ini salah satunya adalah UKM furniture yang menggunakan kayu maupun rotan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja perusahaan serta pengaruh sumber daya internal perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode survey melalui questionnaire dengan skala likert. Orientasi Kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja perusahaan khususnya UKM furniture dengan nilai T-value (0,113) dan P-value (0,910). Sumber Daya Internal berpengaruh signifikan terhadap Kinerja perusahaan khususnya UKM furniture dengan nilai T-value (2,174) dan P-value (0,030)
ESTIMASI KARBON TERSIMPAN TUMBUHAN SAGU (Metroxylon sagu Rottb) DI KECAMATAN SUNGAI TABUK Fitria Azizah; Kissinger Kissinger; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8506

Abstract

The issue of the importance of forests in absorbing carbon is currently developing, so it is necessary to conduct research that can encourage further development of carbon sequestration and biomass. This study aims to estimate the carbon stored in tree-level sago palms. The method used is the destructive method. This research was conducted in Sungai Tabuk District, Banjar Regency. The calculation of biomass requires the value of the specific gravity of the sago plant. The results of this study indicate that the sago palm has a specific gravity of 0.37 g/cm3. In order to estimate the biomass, it is necessary to have the volume of each tree. The estimated biomass stored in tree-level sago plants in Sungai Tabuk District is 28.670,06 tons, while the estimated carbon stock for tree-level sago plants in Sungai Tabuk District is 13.474,93 tonsIsu pentingnya hutan dalam menyerap karbon saat ini terus mengalami perkembangan, sehingga perlu dilakukan penelitian yang bisa mendorong pengembangan lebih lanjut dari penyerapan karbon dan biomasa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan karbon tersimpan pada tumbuhan sagu tingkat pohon. Metode yang digunakan ialah metode destruktif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Perhitungan biomasa memerlukan nilai berat jenis dari tumbuhan sagu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan sagu memiliki berat jenis 0,37 g/cm3. Untuk melakukan pendugaan biomasa, maka diperlukan volume dari masing-masing pohon. Estimasi biomasa yang tersimpan pada tumbuhan sagu tingkat pohon di Kecamatan Sungai Tabuk ialah 28.670,06 Ton, sedangkan estimasi stok karbon pada tumbuhan sagu tingkat pohon di Kecamatan Sungai Tabuk ialah 13.474,93 Ton
ESTIMASI POTENSI TEGAKAN HUTAN HASIL INVENTARISASI DI PULAU BUANO KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Yulianus Dominggus Komul
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8549

Abstract

Estimation of Forest Stand Potential from Inventory in Buano Island, West Seram District. This research was carried out with the aim of knowing the potential and types of wood based on the quality class of timber forest products in the Protection Forest of Buano Island which had been established in 2014 through SK No.854/Menhut-II/2014. This study used data from a timber forest inventory in collaboration with the Department of Forestry and the Maluku Development Participation Institute for 2020. From observations on an area of 60,000 m2 or 6 ha, 64 types of tree stands were found divided into 26 families with a total of 996 individual species. The species with the highest number of individuals found were Red Wood or Arawala (Eugenia sp) from the Myrtaceae family, Nutmeg Small leaf Forest (Myristica brassi) from the Myristicaceae family, Makila (Litsea angulata) from the Lauraceae family, Crocodile skin or Asali (Eugenia sp) from family Myrtaceae and Gofasa or Pasane (Vitex cofasus) from the family Verbenaceae. Potential stands consist of 2421.7 m3 with an average tree volume for the entire population in the study area of 220.08 m3. The species Linggua (Pterocarpus indicus), Kayu Besi (Instia bijuga), and Pulaka (Octomeles sumatrana) are commercial species 1, have small populations in each observation plot, but have stem diameters >50 cm Up so that they affect the volume of trees obtained individually as well as the average in the study areaEstimasi Potensi Tegakan Hutan Hasil Inventarisasi di Pulau Buano Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui potensi serta jenis kayu berdasarkan kelas kualitas dari hasil hutan kayu pada Hutan Lindung Pulau Buano yang telah ditetapkan pada tahun 2014 melalui SK No.854/Menhut-II/2014. Penelitian ini menggunkan data hasill inventarisasi hutan kayu kerjasama Jurusan Kehutanan dan Lembaga Partisipasi Pembangunan Maluku Tahun 2020.  Hasil pengamatan pada luasan 60.000 m2 atau 6 ha, ditemukan 64 jenis tegakan pohon yang terbagi kedalam 26 family dengan jumlah spesies sebanyak 996 individu. Jenis dengan jumlah individu terbanyak yang  dijumpai adalah Kayu Merah atau Arawala (Eugenia sp) dari family Myrtaceae, Pala Hutan daun Kecil (Myristica brassi) dari family Myristicaceae, Makila (Litsea angulata) dari family Lauraceae, Kulit buaya atau Asali (Eugenia sp) dari family Myrtaceae dan Gofasa atau Pasane (Vitex cofasus) dari famili Verbenaceae. Potensi tegakan terdiri atas 2421,7 m3 dengan rata rata volume pohon untuk keseluruhan populasi pada wilayah penelitian  adalah 220,08 m3. Jenis Linggua (Pterocarpus indicus), Kayu Besi (Instia bijuga), dan Pulaka (Octomeles sumatrana) merupakan jenis komersil 1, memiliki populasi yang sedikit pada setiap plot pengamatan, namun memiliki diameter batang >50 cm Up sehingga mempengaruhi volume pohon yang diperoleh secara individu maupun rata rata dalam kawasan penelitian
PEMANFAATAN LIMBAH DARI CAMPURAN KULIT KAYU GALAM, TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT, SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK MENJADI POT ORGANIK Muhammad Juriyan Noor; Violet Violet; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8540

Abstract

This study to analyze the physical properties (moisture content and density) and mechanical properties (Modulus of Elasticity and Modulus of Rupture) of organic pots from a mixture of Galam bark waste, empty bunches of oil palm, rice husks and organic fertilizers with and without adhesives. This study used a completely randomized factorial design with the standard SNI 03-2105-2006. The quality of organic pots, the physical properties of water content, only treatment A1B1 met the standard with a water content of 13.36%, while for treatment A1B2 (18.58%), A2B1 (14.16%), A2B2 (18.71%), A3B1 (15.89%) and A3B2 (21.96%) did not meet the standard with a maximum score of 14%. The density values obtained were for A1B1 (0.36 g/cm3), A1B2 (0.39 g/cm3), A2B1 (0.35 g/cm3), A2B2 (0.37 g/cm3), A3B1 (0.33 g/cm3), and A3B2 (0.36 g/cm3) did not meet the standard with a value of 0.4 to 0.9 g/cm3. The mechanical properties of fracture toughness (MoR) values obtained in the treatments A1B1 (0.14 kgf/cm2), A1B2 (5.96 kgf/cm2), A2B1 (0.31 kgf/cm2), A2B2 (8.30 kgf/cm2), A3B1 (0.62 kgf/cm2), and A3B2 (11.90 kgf/cm2) did not meet the standard of 82 kgf/cm2. The value of flexural strength (MoE) obtained in the treatments A1B1 (24.10 kgf/cm2), A1B2 (194.94 kgf/cm2), A2B1 (35.07 kgf/cm2), A2B2 (231.70 kgf/cm2), A3B1 (54.59 kgf/cm2), and A3B2 (273.03 kgf/cm2) do not meet the standard of 20,400 kgf/cm2.Tujuan Penelitian ini yaitu menganalisis sifat fisika (kadar air dan kerapatan) dan sifat mekanika (Modulus of Elasticity dan Modulus of Rupture) pot organik dari campuran limbah kulit kayu Galam, tandan kosong Kelapa Sawit, sekam padi dan pupuk organik dengan pemberian perekat dan tanpa perekat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan standar SNI 03-2105-2006. Kualitas pot organik sifat fisika kadar air hanya perlakuan A1B1 yang memenuhi standar dengan kadar air sebesar 13,36%, Sedangkan untuk perlakuan A1B2 (18,58%), A2B1 (14,16%), A2B2 (18,71%), A3B1 (15,89%) dan A3B2 (21,96%) tidak memenuhi standar dengan nilai maksimal sebesar 14%. Nilai kerapatan yang didapatkan untuk A1B1 (0,36 g/cm3), A1B2 (0,39 g/cm3), A2B1 (0,35 g/cm3), A2B2 (0,37 g/cm3), A3B1 (0,33 g/cm3), dan A3B2 (0,36 g/cm3) tidak memenuhi standar dengan nilai 0,4 sampai 0,9 g/cm3. Sifat mekanika keteguhan patah (MoR) nilai yang didapatkan pada perlakuan A1B1 (0,14 kgf/cm2), A1B2 (5,96 kgf/cm2), A2B1 (0,31 kgf/cm2), A2B2 (8,30 kgf/cm2), A3B1 (0,62 kgf/cm2), dan A3B2 (11,90 kgf/cm2) tidak memenuhi standar sebesar 82 kgf/cm2. Nilai keteguhan lentur (MoE) yang didapatkan pada perlakuan A1B1 (24,10 kgf/cm2), A1B2 (194,94 kgf/cm2), A2B1 (35,07 kgf/cm2), A2B2 (231,70 kgf/cm2), A3B1 (54,59 kgf/cm2), dan A3B2 (273,03 kgf/cm2) tidak memenuhi standar sebesar 20.400 kgf/cm2.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue