cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT SUKU DAYAK MAANYAN DI DESA LALAP KECAMATAN PATANGKEP TUTUI KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Hadi Saputra; Adi Rahmadi; Gusti Abdul Rahmat Thamrin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.10008

Abstract

Research on the use of medicinal plants by the Maanyan Dayak people in Lalap village, Patangkep Tutui sub-district, East Barito district, Central Kalimantan province was observed with the aim of plants that are often used as medicine, parts of the plants used and how to use traditional medicinal plants. The research uses qualitative methods which include types and sources of research data, determining respondents, data collection (with snowball sampling technique) and data analysis. Based on the results of this study, it shows that there are 36 types of plants found in Lalap Village. The twenty types of plants are Chinese Ketapeng, Cocor Bebek, Noni, Gandaria, Brotowali, Cat's Whiskers, Weeds, Lemongrass, Lemongrass, Keramunting, Sirih, Red Betel, Sembung, Insulin, Dayak Onions, Sungkai, Ginger, Turmeric, Kencur, Bajakah. The parts used as medicine are the leaves, roots, stems, fruit, rhizomes and tubers. Of the 36 types of plants, the part most widely used is the leaves, amounting to 33.33%. Meanwhile, the part that was least utilized was the tuber portion of 3.33%. Its use in the community is also soaked, boiled, squeezed, mashed or poundedPenelitian pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat suku dayak maanyan di desa Lalap kecamatan Patangkep Tutui kabupaten Barito Timur provinsi Kalimantan Tengah diamati dengan tujuan untuk tanaman yang sering digunakan sebagai obat, bagian – bagian tanaman yang digunakan dan cara penggunaan tanaman obat tradisional. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang meliputi jenis dan sumber data penelitian, penentuan responden, pengumpulan data (dengan teknik snowball sampling) dan analisis data. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 36 jenis tumbuhan yang terdapat di Desa Lalap. Dua puluh jenis tumbuhan tersebut yaitu Ketapeng Cina, Cocor Bebek, Mengkudu, Gandaria, Brotowali, Kumis Kucing, Ilalang, Sereh Wangi, Sereh, Keramunting, Sirih, Sirih Merah, Sembung, Insulin, Bawang Dayak, Sungkai, Jahe, Kunyit, Kencur, Bajakah. Bagian yang digunakan sebagai obat yaitu pada daun, akar, batang, buah, rimpang dan umbi. Dari 36 jenis tumbuhan, bagian yang paling banyak dimanfaatkan yaitu daun, sebesar 33,33%. Sedangkan bagian yang paling sedikit dimanfaatkan yaitu bagian umbi sebesar 3,33%. Penggunaannya pada masyarakat juga dengan cara direndam, direbus, diperas, dihaluskan atau ditumbuk.
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BUAH KARET DAN GERGAJIAN KAYU MAHONI MENJADI BRIKET ARANG Ogi Elian Aziz Arrifqi; Yuniarti Yuniarti; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9985

Abstract

The waste of rubber fruit shells and sawn mahogany is a biomass waste. This waste is rarely used, but it can be used as an alternative fuel, namely by making charcoal briquettes with a mixture of tapioca flour. This study aims to analyze the value of moisture content, density, ash content, volatile subtance content, bound carbon content and calorific value, and to obtain the composition of charcoal briquettes produced from a mixture of rubber fruit shells and mahogany sawn waste with good quality charcoal briquettes according to standards. . The statistical design used was a completely randomized design (CRD) with 3 replications and 5 treatments. The research procedures carried out include making charcoal, making powder, filtering, making adhesives and mixing gluing with raw materials, molding and drying charcoal briquettes. Parameters tested for charcoal briquettes include moisture content, density, ash content, volatile matter content, bound carbon content and calorific value using the American Standard Testing and Materials (ASTM D 5142 – 02) procedure. The results obtained from charcoal briquettes in this study obtained an average water content of 6.3100 - 6.9633%, density 0.3534 - 0.5800g/cm3, ash content 0.6000 - 1.1733%, volatile matter 60 .0833 – 70.0033%, bonded carbon 22.4667 - 32.7400% and for calorific value 6,171.91 – 7,397.54 cal/g. The best results were found in treatment B with a mixture of 75% rubber fruit shell waste + 25% mahogany sawn waste with a calorific value of 6,557.51 cal/g.Limbah cangkang buah karet dan gergajian kayu mahoni ini merupakan limbah biomasssa. Limbah ini jarang dimanfaatkan, namun limbah tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu bahan bakar alternatif, yaitu dengan cara dibuat menjadi briket arang dengan campuran tepung tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kadar air, kerapatan,  kadar abu, kandungan zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor, serta mendapatkan komposisi briket arang yang dihasilkan dari campurang cangkang buah karet dan limbah gergajian kayu mahoni dengan kualitas briket arang yang baik sesuai standar. Rancangan statistik yang dilakukan yaitu menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 ulangan 5 perlakuan. Prosedur penelitian yang dilakukan diantaranya pembuatan arang, pembuatan serbuk, penyaringan, pembuatan perekat serta pencampuran perekatan dengan bahan baku, pencetakan dan pengeringan briket arang. Parameter yang diuji dari briket arang meliputi, kadar air, kerapatan, kadar abu, kandungan zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor dengan prosedur (ASTM D 5142 – 02) American Standard Testing and Material. Hasil yang diperoleh dari briket arang dalam penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kadar air 6,3100 - 6,9633%, kerapatan 0,3534 – 0,5800g/cm3, kadar abu 0,6000 – 1,1733%, zat terbang 60,0833 – 70,0033%, karbon terikat 22,4667 - 32,7400% dan untuk nilai kalor 6.171,91 – 7.397,54 kal/g. Hasil yang terbaik yaitu terdapat pada perlakuan B yaitu dengan campuran limbah cangkang buah karet 75% + limbah gergajian kayu mahoni 25% dengan nilai kalor 6.557,51 kal/g.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN BIBIT MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) DI BALAI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN (BPTH) DINAS KEHUTANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Siska Deviana; Susilawati Susilawati; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.10015

Abstract

This study aims to determine the damage to mahogany (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) seedlings through the causes of damage, location of damage, type of damage, and severity and to calculate the intensity of damage to mahogany (S. mahagoni (L.) Jacq) seedlings using the Environmental method. Monitoring and Assessment Program (EMAP). This study uses two types of data, namely primary data and secondary data. Primary data was obtained when conducting field observations by observing directly the physical condition of mahogany seedlings by analyzing according to the criteria and requirements of the EMAP guidelines, secondary data collection was carried out by collecting and measuring data from the agency responsible for the environmental conditions of the research location such as nursery locations, weather and rainfall. identification of damage to mahogany seedlings was most dominantly caused by two causes of attack at once, namely insects/pests and disease by 26.28%, with the dominant location being attacked, namely on the leaves by 70.42% and the type of damage that mostly consisted of damaged leaves and leaf discoloration. namely 367 types, while the most dominant severity level is 30%-39% at 30.42%, then the intensity of insect/pest and disease attacks is 69.85%, the intensity of insect/pest attack is 13.85%, the intensity of attack is disease by 19%, the percentage of healthy seedlings by 9.14% and the percentage of dead seedlings by 21%. Seedling damage due to insect/pest attack, disease, plant competition, and human activities is categorized as seriously damaged. Integrated insect or pest control (IPM) is needed by combining compatible control controls, namely plant quarantine, physical, mechanical, forestry, chemical and biologicalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan bibit mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) melalui penyebab kerusakan, lokasi kerusakan, tipe kerusakan, dan tingkat keparahan serta menghitung intensitas kerusakan pada bibit mahoni (S. mahagoni (L.) Jacq) melalui metode Enviromental Monitoring and Assesment Program (EMAP). Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan saat melakukan observasi di lapangan dengan mengamati secara langsung kondisi fisik bibit mahoni dengan cara dianalisis sesuai dengan kriteria dan persyaratan panduan EMAP, pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan dan mengukur data dari instansi yang bertanggung jawab atas kondisi lingkungan lokasi penelitian seperti lokasi pembibitan, cuaca dan curah hujan.  identifikasi kerusakan bibit mahoni paling dominan disebabkan oleh dua penyebab serangan sekaligus yaitu serangga/hama dan penyakit sebesar 26,28%, dengan lokasi yang dominan terserang yaitu pada daun sebesar 70,42% dan tipe kerusakan yang paling banyak berupa daun rusak dan perubahan warna daun yaitu sebesar 367 tipe, sedangkan tingkat keparahan paling dominan yaitu 30%-39% sebesar 30,42%, kemudian intensitas serangan serangga/hama dan penyakit keseluruhan sebesar 69,85%, intensitas serangan serangga/hama sebesar 13,85%, intensitas serangan penyakit sebesar 19%, persentase bibit sehat sebesar 9,14% dan persentase bibit mati sebesar 21%. Kerusakan bibit akibat serangan serangga/hama, penyakit, persaingan tumbuhan, dan kegiatan manusia masuk dalam kategori rusak parah. Diperlukan pengendalian serangga atau hama terpadu (PHT) dengan menggabungkan seputar kontrol pengendalian yang kompatibel yaitu karantina pada tanaman, fisik, mekanik, kehutanan, kimia dan biologi.
PENGUKURAN LAJU DAN VOLUME INFILTRASI PADA BERBAGAI KELAS PENUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TABUNIO PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Afryanda Eka Bagaskara; Syam'ani Syam'ani; Khairun Nisa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9990

Abstract

Infiltration is the process by which water penetrates the soil, most often through the surface. The Tabunio Watershed is one of the watersheds that plays an essential role in agriculture, plantations, industry, and the domestic interests of Tanah Laut Regency. Infiltration measurements were carried out on several land covers in the Tabunio watershed. This study aimed to calculate the infiltration rate on several different land covers in the Tabunio Watershed and calculate the infiltration volume in the Tabunio Watershed, South Kalimantan Province. Land cover interpreted visually using Sentinel-2 MSI Imagery. Each class of land cover resulting from visual interpretation was measured by infiltration rate and volume in the field using an infiltrometer. Horton's method is used in calculating the infiltration rate and volume. The highest infiltration rate was found in forest land cover with a value of 18.902 mm/hour, including a bit slower infiltration classification, while the lowest infiltration rate was in paddy fields with a value of 1.853 mm/hour. The highest infiltration volume founded in forest land cover with a value of 8.225 mm3 and the lowest infiltration volume was found in paddy fields with a value of 1.149 mm3Infiltrasi adalah proses dimana air menembus tanah sebagian besar melalui permukaan. Daerah Aliran Sungai Tabunio merupakan salah satu DAS yang berperan sangat penting bagi pertanian, perkebunan, industri dan kepentingan domestik di Kabupaten Tanah Laut. Pengukuran infiltrasi dilakukan pada beberapa tutupan lahan yang terdapat pada DAS Tabunio. Tujuan: penelitian ini yaitu: menghitung laju infiltrasi pada beberapa tutupan lahan yang berbeda pada DAS Tabunio dan menghitung besarnya volume infiltrasi DAS Tabunio Provinsi Kalimantan Selatan. Penutupan lahan diinterpretasi secara visual menggunakan Citra Sentinel-2 MSI. Setiap kelas penutupan lahan yang dihasilkan dari interpretasi visual selanjutnya dilakukan pengukuran laju dan volume infiltrasi di lapangan menggunakan infiltrometer.  Metode Horton digunakan dalam perhitungan laju dan volume infiltrasi. Laju infiltrasi tertinggi terdapat pada tutupan lahan hutan dengan nilai 18,902 mm/jam termasuk kriteria infiltrasi agak lambat sedangkan laju infiltrasi terendah pada tutupan lahan sawah dengan nilai 1,853 mm/jam. Volume infiltrasi tertinggi terdapat pada tutupan lahan hutan dengan nilai 8,225 mm3 dan volume infiltrasi terendah terdapat pada tutupan lahan sawah dengan nilai 1,149 mm3
POTENSI BAHAN BAKAR SERASAH SEBAGAI INDIKATOR KERAWANAN KEBAKARAN DI KAWASAN HUTAN LINDUNG LIANG ANGGANG, KALIMANTAN SELATAN Mayang Triana; Yudi Firmanul Arifin; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10659

Abstract

This study aims to analyze the types of vegetation that dominate in the Liang Anggang Protected Forest area, South Kalimantan and study the potential of litter fuel that causes fire insecurity from the tree species that dominate in the Liang Anggang Protection Forest area, South Kalimantan. Data collection is carried out by making plots and then in each plot a litter trap is installed to determine the potential or load of the fuel, temperature and humidity measurements and calculation of the length of combustion time. Based on the results of the study, there are 4 types found that dominate in the Liang Anggang Protected Forest Area, namely Acacia, Galam, Alang-Alang and. The stand structure for the pole level shows Acacia with the highest INP value of 244.45% then Galam with INP of 55.55% and for the Acacia tree tier has an INP of 228.20% and Galam of 71.80%. Acacia has a litter that is prone to fire due to several limiting factors, namely the Load or Quantity of Fuel, the Shape and Arrangement of Fuel, and the Length of Combustion Time, the type of Galam, namely the Charge or Quantity of Fuel and the Form and Arrangement of Fuel, the type of Reeds and Ferns the limiting factor is the Water Content and Duration of Combustion Time.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis vegetasi yang mendominasi di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan serta mempelajari potensi bahan bakar serasah yang menyebabkan kerawanan kebakaran dari  jenis-jenis pohon yang mendominasi di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan pembuatan plot lalu disetiap plot dipasang litter trap untuk mengetahui potensi atau muatan dari bahan bakar, pengukuran suhu dan kelembaban serta penghitungan lama waktu pembakaran. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 jenis ditemukan yang mendominasi di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang yaitu Akasia, Galam, Alang-Alang dan Pakis. Struktur tegakan untuk tingkatan tiang menunjukkan Akasia dengan nilai INP tertinggi yaitu 244,45% lalu Galam dengan INP 55,55% dan untuk tingkatan pohon Akasia memiliki INP 228,20% dan Galam 71,80%.Akasia memiliki serasah yang rawan terhadap kebakaran dikarenakan beberapa faktor pembatas yaitu Muatan atau Kuantitas Bahan Bakar, Bentuk dan Susunan Bahan Bakar, dan Lamanya Waktu Pembakaran, jenis Galam yaitu Muatan atau Kuantitas Bahan Bakar dan Bentuk dan Susunan Bahan Bakar, jenis Alang-alang dan Pakis faktor pembatasnya Kadar Air dan Lamanya Waktu Pembakaran
Pertumbuhan dan Perkembangan Tegakan Samama (Anthocephallus macrophylla) Sebagai Kebun Benih pada Tanah Ultisol di Desa Uraur Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat Johan M. Matinahoru
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10632

Abstract

This study aims to determine the growth and development of samama stands as seed gardens on ultisols. The benefits of research is as input material for managers or owners of seed orchards to make improvements to several factors that affect the growth and development of stands. Besides that, it is also useful for researchers to become as supporting data in related studies. This research uses descriptive method and direct observation in the field. The results showed that (1) The type of soil in the location of the samama (Anthocephalus macrophylla) seed garden was ultisol with acidic soil conditions and not enough organic matter. (2) The microclimate of the seed garden location is an average annual temperature of 260C and an average annual relative humidity of 76%. (3) The growth and development of samama stands in seed gardens was considered very slow, because the average diameter and branch-free height during 7 years of planting only reached 15.3 cm and 6.6 m, respectively. (4) The average annual diameter increment was 2.96 cm and the average annual branch-free height increment was 2.8 m. (5) Lack of attention from the manager, especially from the aspect of maintenance so the stands were grown to compete with weeds in the form of shrubs and reeds (Imperata cylindrica).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tegakan samama sebagai kebun benih pada tanah ultisol. Manfaat penelitian sebagai bahan masukan bagi pengelola atau pemilik kebun benih  untuk melakukan perbaikan – perbaikan terhadap beberapa faktor yang berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan tegakan. Disamping itu juga bermanfaat bagi para peneliti untuk menjadi data dukung dalam penelitian-penelitian yang terkait. Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Jenis tanah lokasi kebun benih tegakan samama (Anthocephallus macrophylla)  adalah ultisol dengan kondisi tanah asam dan tidak memiliki cukup bahan organik. (2) Iklim mikro lokasi kebun benih adalah rata – rata suhu tahunan 260C dan rata – rata kelembaban relatif tahunan  76%. (3) Pertumbuhan dan perkembangan tegakan samama pada kebun benih di nilai sangat lambat, karena rata-rata diameter dan tinggi bebas cabang selama 7 tahun penanaman hanya mencapai masing-masing 15.3 cm dan 6.6 m. (4)  Riap tumbuh diameter rata-rata tiap tahun adalah 2.96 cm dan riap tumbuh tinggi bebas cabang  rata-rata tiap tahun adalah 2.8 m. (5) Kurang adanya perhatian dari pengelola terutama dari aspek pemeliharaan sehingga tegakan tumbuh bersaing dengan gulma berupa semak belukar dan alang – alang (Imperata cylindrica)
PENGARUH KOMPOSISI BRIKET CAMPURAN ARANG DARI LIMBAH BATUBARA DAN SERBUK ARANG KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri) TERHADAP KUALITAS DAN LAJU PEMBAKARAN Sumiati Sumiati; Noor Mirad Sari; Lusyiani Lusyiani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10663

Abstract

Many natural resource potentials in Kalimantan can be used for energy sources such as natural gas, oil, and coal. Utilization of the resulting waste as an alternative fuel, for example, briquettes, can help fuel availability and provide input for the community. The study aimed to analyze the characteristics of the composition of charcoal briquettes from coal waste and ironwood charcoal powder (Eusideroxylon zwageri), namely density, moisture content, volatile matter content, ash content, bound carbon, calorific value, and to test ignition properties (ignition time). The study used a completely randomized design (CRD) method with 6 treatments and 3 replications for the composition of the mixture of coal waste and ironwood charcoal powder. The results showed that the highest density in the P1 treatment was 0.8747 gr/cm3 and the lowest in P5 was 0.7662 gr/cm3, the highest water content was in the P1 treatment with a value of 21.4625% and the lowest in P6 was 5.8743%, the highest volatile matter was treatment P1 was worth 44.6467% and the lowest P4 was worth 38.6933%, the highest ash content was treatment P6 worth 12.5133% and the lowest P1 was worth 5.6400%, the highest bound carbon was treatment P5 worth 39.8998% and the lowest was P1 is worth 28.2508%, the highest calorific value is treatment P1 is worth 6371.76 cal/gr and the lowest is P2 is worth 5306.25 cal/g and the highest combustion rate is treatment P1 is worth 0.9074 g/minute and the lowest is P6 is worth 0.2445 g/minute where the treatment on density does not include ASTM, P6 treatment on water content enters ASTM, treatment on flying substances does not enter ASTM, P1 and P2 treatments on ash content enter ASTM, treatment on bound carbon does not include ASTM, and treatment P1 calorific value enters ASTMPotensi sumber daya alam di Kalimantan sangat banyak yang bisa digunakan untuk sumber energi seperti gas bumi, minyak bumi, dan batubara. Pemanfaatan limbah yang dihasilkan sebagai bahan bakar alternatif contohnya briket bisa membantu ketersediaan bahan bakar serta memberikan masukan untuk masyarakat. Tujuan penelitian yaitu menganalisis karakteritis komposisi briket arang dari limbah batu bara dan serbuk arang kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) yaitu kerapatan, kadar air, kadar zat terbang, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, serta menguji sifat penyalaan (lama penyalaan). Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan terhadap komposisis campuran limbah batubara dan serbuk arang kayu ulin. Hasil penelitian yaitu kerapatan tertinggi pada perlakuan P1 bernilai 0,8747 gr/cm3 dan terendah P5 bernilai 0,7662 gr/cm3, kadar air tertinggi yaitu perlakuan P1 bernilai 21,4625% dan terendah P6 bernilai 5,8743 %, zat terbang tertinggi yaitu perlakuan P1 bernilai 44,6467% dan terendah P4 bernilai 38,6933%, kadar abu tertinggi yaitu perlakuan P6 bernilai 12,5133% dan terendah P1 bernilai 5,6400%, karbon terikat tertinggi yaitu perlakuan P5 bernilai 39,8998% dan terendah P1 bernilai 28,2508%, nilai kalor tertinggi yaitu perlakuan P1 bernilai 6371,76 kal/gr dan terendah P2 bernilai 5306,25 kal/ gr serta laju pembakaran tertinggi yaitu perlakuan P1 bernilai 0,9074 g/menit dan terendah P6 bernilai 0,2445 g/menit dimana perlakuan pada kerapatan tidak termasuk ASTM, perlakuan P6 kadar air masuk ASTM, perlakuan pada zat terbang tidak masuk ASTM, perlakuan P1 dan P2 pada kadar abu masuk ASTM, perlakuan pada karbon terikat tidak termasuk ASTM, dan perlakuan P1 nilai kalor masuk ASTM
DAYA DUKUNG KAWASAN DAN PERSEPSI WISATAWAN EKOWISATA MANGROVE DESA PAGATAN BESAR KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Dicky Renaldy; Arfa Agustina Rezekiah; Asysyifa Asysyifa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10654

Abstract

The carrying capacity of the area is the maximum number of visitors who can physically be accommodated in the area provided at a certain time without causing natural and human disturrances. The abundant number of tourist visits in an ecotourism area will affect the ability of the carrying capacity of the area in the ecotourism and can have an impact on tourists. One of the tourist attractions in South Kalimantan that is a destination is Pagatan Besar Mangrove Ecotourism which is located in Pagatan Besar Village, Takisung District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province which has an area of approximately 10 Ha. Pagatan Besar Mangrove Ecotourism is one of th einteresting ecotourism locations to know the amount of carrying capacity of the area in one day. This study aims to analyze carrying capacity of Pagatan Besar Mangrove Ecotourism area and analyze tourist perceptions of Pagatan Besar Mangrove Ecotourism. Methods used in this study are qualitative and quantitative data. The number of tourists as respondents in this study was 98 people obtained using the accidental sampling method. Analysis of the carrying capacity of the mangrove ecotourism area in Pagatan Besar Village as many as 305 people/day with operational working hours starting from 10.00 am to 22.00 pm/ traveler perception analysis gave score of 2.11 with sufficient categories. From this data, it shows that the ecotourism area is still ecologically protected from damage caused by visitor who come, and there is still a lot of space for tourists to cary out tourist activities comfortably.Daya dukung kawasan atau DDK merupakan jumlah pengunjung paling banyak (maksimum) yang dapat ditampung di kawasan secara fisik yang telah disediakan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan gangguan alam dan manusia. Jumlah kunjungan wisatawan yang berlimpah pada suatu kawasan ekowisata akan berpengaruh terhadap kemampuan daya dukung kawasan di ekowisata tersebut dan dapat berdampak bagi wisatawan. Objek wisata yang ada di Kalimantan salah satunya yang menjadi tujuan yaitu Ekowisata Mangrove Pagatan Besar yang terletak di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki luasan kurang lebih 10 Ha.ekowisata Mangrove Pagatan Besar Merupakan salah satu ekowisata yang menarik untuk diketahui jumlah daya dukung kawasannya dalam satu hari. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis daya dukung kawasan Ekowisata Mangrove Pagatan Besar dan menganalisis persepsi wisatawan terhadap Ekowisata Mangrove Pagatan Besar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Jumlah wisatawan sebagai responden dalam penelitian ini sebanyak 98 orang yang didapat menggunakan metode accidental sampling. Analisis daya dukung kawasan ekowisata mangrove di Desa Pagatan Besar sebanyak 305 orang/hari dengan jam kerja operasional dari pukul 10.00 am sampai pukul 22.00 pm. Analisis persepsi wisatawan memberikan nilai sebesar 2.11 dengan kategori cukup. Dari data tersebut menunjukkan bahwa kawasan ekowisata tersebut masih terjaga ekologisnya dari kerusakan yang disebabkan oleh pengunjung yang datang, dan masih banyak ruang untuk wisatawan melakukan kegiatan dengan nyaman.
KEANEKARAGAMAN JENIS SATWA BURUNG DI KAWASAN PERKEBUNAN PULAU AY KECAMATAN PULAU BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Richard Porkily; Lesly Latupapua; Andri Tuhumury
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.9476

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis satwa burung yang ditemukan pada kawasan perkebunan   Pulau Ay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu metode  Transek Jalur. Jenis satwa burung yang di temukan pada Kawasan Perkebunan Pulau Ay berjumlah 17 jenis yaitu : Pergam Tarut, Cekakak Rimba, Cupit (Ay), Walet Sapi, Kipasan Dada Hitam, Pergam Laut,  Sikatan Burik, Kacamata Laut, Cikrak Pulau, Kuntul Perak, Pecuk Padi Belang, Cikalang Besar, Myzomela Merah Tua, Kepudang Sungu Besar, Trinil Pantai, Kuntul Karang dan Kuntul Kecil. Keanekaragaman jenis satwa burung di kawasan Perkebunan Pulau Ay tergolong sedang. Hal ini ditandai dengan H’ = 1,83.
SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN PARTIKEL DARI CAMPURAN SERBUK KAYU AKASIA (Acacia auriculiformis) DAN SERBUK KULIT BATANG SAGU (Metroxylon sagu) Muhammad Hidayatullah Misin; Kurdiansyah Kurdiansyah; Violet Violet
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10660

Abstract

Boards made from lignocellulosic materials or wood particles are particle boards by mixing adhesives and then pressing them by heating. Particle board is wildely used for raw material for decoration, construction, and furniture, so it needs good quality to ensure its strength. The purpose of the study was to analyze particle board for physical and mechanical properties from a mixture of acacia (Acacia auriculiformis) sawdust and pieces of sago (Metroxylon sagus) bark swadust using SNI 03-2105-2006 standards. The study used a CDR or completely randomized design using 5 tretments and 3 replications with has total of tests 15 samples. The research results for physical properties include water content with a value of 9.35 - 10.21%, density with a value of 0.63 - 0.86 gr/cm3, and thickness swelling with a value of 11.37 - 16.83%, from all treatments fulfilled the standartds. The results from research on mechanical properties of testing at the Forest Product Technology Lab showed that the MoE with the highest value was in treatment C with a value obtained of 429,713 kgf/cm2 and the MoR obtained with the highest value in treatment C of 6.524 kgf/cm2 where all treatments in the MoE and MoR tests were still not met the standards, while the results from the Banjarbaru Research Institute for Standardization and Industrial Services (BARISTAN) Lab obtained the MoE with the highest value in treatment C, namely 5,478.605 kgf/cm2 where none met the standard and the MoR was only treatment C and treatment D which met the standard.Papan yang terbuat dari bahan berlignoselulosa atau partikel kayu merupakan papan partikel dengan mencampurkan bahan perekat yang ditekan menggunakan pemanas. Kegunaan papan partikel untuk bahan baku dekorasi, kontruksi, dan furniture sehingga perlu kualitas yang bagus sehingga menjamin kekuatannya. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis sifat fisika dan mekanika papan partikel campuran serbuk Akasia (Acacia auriculiformis) dan potongan limbah Kayu Sagu (Metroxylon sagus) dengan menggunakan standar SNI 03-2105-2006. Analisis data yaitu rancangan acak lengkap atau RAL menggunakan 5 perlakuan serta 3 ulangan dengan jumlah uji seluruhnya 15 sampel. Hasil penelitian untuk sifat fisika meliputi kadar air dengan nilai 9,35 – 10,21 %, kerapatan dengan nilai 0,63 – 0,86 gr/cm3 dan pengembangan tebal dengan nilai 11,37 – 16,83 %, dari semua perlakuan memenuhi standar. Hasil penelitian sifat mekanika dari pengujian di Lab Teknologi Hasil Hutan bahwa nilai MoE tertinggi pada perlakuan C yaitu 429.713 kgf/cm2 dan nilai MoR tertinggi diperoleh di perlakuan C yaitu 6,524 kgf/cm2 dimana semua perlakuan pada uji MoE dan MoR masih belum memenuhi standar, sedangkan hasil dari Lab Balai riset Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru (BARISTAN) mendapatkan MoE dengan nilai tertinggi pada perlakuan C yaitu 5.478,605 kgf/cm2 dimana tidak ada yang memenuhi standar dan MoR hanya perlakuan C dan perlakuan D yang memenuhi standar.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue