cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria) DENGAN BERBAGAI DOSIS MIKORIZA PADA MEDIA TANAH BEKAS TAMBANG INTAN Farisma Rohani Deli Srianjelina; Eny Dwi Pujawati; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10665

Abstract

This study aims to determine the growth of sengon seedlings in former diamond mining soil and to analyze the effect of mycorrhizal administration and the correct dosage on sengon growth. The data analysis used was using the RAL method with 5 treatments and 10 repetitions. Treatment A (without mycorrhiza), treatment B (5 grams), treatment C (10 grams), treatment D (15 grams) and treatment E (20 grams). Parameters measured were calculating the percentage of life, stem height of plant seeds, number of leaf blades and increase in diameter. The percentage of survival of sengon (Paraserianthes falcataria) seedlings on ex-diamond mining soil media was 94%. The results of the analysis of variance (ANOVA) had a very significant effect on all parameters measured, followed by using Duncan's test. Treatment E (20 grams) was very significantly different and was the best treatment from the other treatments. The increase looks very real due to the ability of mycorrhizae to accelerate the increase in height, number of leaves and stem diameterPenelitian ini bertujuan mengetahui bibit sengon dapat tumbuh pada media tanah bekas tambang intan dan menganalisis pengaruh pemberian mikoriza serta dosis yang tepat terhadap pertumbuhan sengon. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan metode RAL dengan 5 perlakuan dan 10 perulangan. Perlakuan A (tanpa mikoriza), perlakuan B (5 gram), perlakuan C (10 gram), perlakuan D (15 gram) dan perlakuan E (20 gram). Parameter yang diukur adalah menghitung persentase hidup, tinggi batang bibit tanaman, jumlah helaian daun dan pertambahan diameter. Persentase hidup bibit sengon (Paraserianthes falcataria) pada media tanah bekas tambang intan sebesar 94%. Hasil analisis keragaman (ANOVA) berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter diukur, dilanjut dengan menggunakan uji Duncan. Perlakuan E (20 gram) berbeda sangat nyata dan merupakan perlakuan terbaik dari perlakuan lainnya. Kenaikan terlihat sangat nyata dikarenakan kemampuan mikoriza yang dapat mempercepat bertambahnya tinggi, jumlah daun dan diameter batang
PERBANDINGAN BIAYA DAN PENDAPATAN POLA AGROFORESTRI DARI ANGGOTA DAN BUKAN ANGGOTA KUPS AGROFORESTRI DI DESA NALUI KECAMATAN JARO Hariyati Safitri; Daniel Itta; Asysyifa Asysyifa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10657

Abstract

This study aims to analyze income cost and benefit of agroforestry patterns from member and non-members Social Forestry Business Group (SFBG) in Nalui Village, Jaro Distric. This research was conducted in Nalui Village, Jaro District by taking a sensus sample of 13 SFBG members and 15 respondentswho ware not SFBG members using a quantitativemethode based on a structure list of  question (questuonnaires). The largest costcomparison is found inrespondents who are not SFBG member of Rp.4.715,361.00/year, the largest income and profit is found in agroforestry SFBG members, which are Rp. 17.731.795,00/year and Rp.22.447.157.00Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya pendpataan dan keuntungan pola agroforestri dari anggota dan bukan anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) agroforestri di Desa Nalui Kecamatan Jaro. Penelitian ini dilakasanakan di Desa Nalui Kecamatan Jaro dengan pengambilan sampel secara sensus 13 anggota KUPS dan secara sengaja 15 reponden bukan anggota KUPS menggunakan metode kuantitatif berdasarkan daftar pertanyaan terstruktur (kuesioner). Perbandingan biaya terbesar terdapat pada responden bukan  anggota KUPS sebesar Rp.4.715.361,00/tahun, perbandingan pendapatan dan keuntungan terbesar terdapat pada anggota KUPS agroforestri yaitu  sebesar Rp.17.731.795,00/tahun dan Rp.22.447.157,00
PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN KERAJINAN ANYAMAN PURUN DANAU (Lepironia articulata Domin) DI DESA PEMBELACANAN KECAMATAN KELUMPANG SELATAN KABUPATEN KOTABARU Sarwani Abdan; Zainal Abidin; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10662

Abstract

The purpose of this study was to analyze the productivity and yield of purun danau woven crafts in the form of mats and tote bags of the community in Pembelacanan Village, South Kelumpang District, Kotabaru Regency. Data were collected through direct observation in the field and interviews with craftsmen. One mat with a size of 250 x 125 cm2 can be processed with a working time of 9:12.44 or equivalent to 0.10-0.12 parts per hour. The processing of one tote bag with a size 25x15x21 cm3 takes 1:17.12 or the equivalent of 0.67-0.86 parts per hour. The average yield of woven mats is 82.68%, and tote bag is 71.81%.Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis besarnya produktivitas dan rendemen kerajinan anyaman purun danau berupa tikar, dan tas binting dari masyarakat di Desa Pembelacanan Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan para pengrajin.  Satu buah purun dengan ukuran 250 x 125 cm2 dapat diolah dengan waktu pekerjaan selama 9:12.44 atau setara dengan 0,10-0,12 bagian per jam.  Pengolahan satu buah tas binting berukuran 25x15x21 cm3 memerlukan waktu 1:17.12 atau setara dengan 0,67-0,86 bagian per jam.  Rata-rata rendemen kerajinan anyaman tikar adalah 82,68%, dan tas binting sebesar 71,81%.
KARAKTERISTIK BRIKET ARANG DARI LIMBAH SERBUK PENGGERGAJIAN KAYU KARET DAN LIMBAH SERBUK PENGGERGAJIAN KAYU MERANTI MERAH Dian Taufani; Yuniarti Yuniarti; Budi Sutiya
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10653

Abstract

Charcoal briquettes made from a mixture of rubber wood sawing powder and red meranti sawdust is one of the efforts to utilize waste. The purpose of this study was to determine the characteristics of charcoal briquettes from a mixture of rubber sawdust waste and red meranti sawdust waste. The mixture of raw materials used 5 treatments, namely 1) 100% rubber wood charcoal briquettes; 2) 75% rubber wood charcoal briquettes and 25% red meranti wood charcoal; 3) 50% rubber wood charcoal briquettes and 50% red meranti wood charcoal; 4) 25% rubber wood charcoal briquettes and 75% red meranti wood charcoal; and 5) 100% red meranti wood charcoal briquettes. The resulting data were then analyzed by means of variance and compared with SNI. The quality of charcoal briquettes was not affected by the composition of the mixture of rubber wood charcoal briquettes and red meranti wood charcoal briquettes. Treatment with 100% rubber wood charcoal briquettes as raw material, without a mixture of red meranti wood charcoal briquettes, was charcoal briquettes with the quality closest to SNI standards, in the form of volatile substances, and calorific value. Other parameters such as moisture content, density, ash content and bound carbon still do not meet the SNI standardBriket arang yang terbuat dari campuran serbuk penggergajian kayu karet dan serbuk penggergajian kayu meranti merah merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik briket arang dari campuran limbah serbuk penggergajian kayu karet dan limbah serbuk penggergajian kayu meranti merah. Campuran bahan baku menggunakan 5 perlakuan yaitu 1) briket arang kayu karet 100%; 2) briket arang kayu karet 75% dan arang kayu meranti merah 25%; 3) briket arang kayu karet 50% dan arang kayu meranti merah 50%, 4) briket arang kayu karet 25% dan arang kayu meranti merah 75%; dan 5) briket arang kayu meranti merah 100%. Data yang dihasilkan selanjutnya dianalisis dengan sidik ragam dan dibandingkan dengan SNI. Kualitas briket arang tidak dipengaruhi oleh komposisi campuran briket arang kayu karet dan briket arang kayu meranti merah. Perlakuan dengan bahan baku briket arang kayu karet 100%, tanpa campuran briket arang kayu meranti merah, merupakan briket arang dengan kualitas yang paling mendekati standar SNI, berupa zat terbang, dan nilai kalor.  Parameter lainnya berupa kadar air, kerapatan, kadar abu dan karbon terikat masih belum memenuhi standar SNI.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DAYAK MERATUS PASCA BANJIR PADA DESA PATIKALAIN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Normaulida Normaulida; Hafizianor Hafizianor; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10666

Abstract

The purpose of this study is to 1) anaIyze the sociaI chages that occur in the socio-economic aspects of the forest viIIage community which incIude the economic condition of the community househoId and the contribution of forest resources to the community, 2) AnaIyze the sociaI change that occur in the socio-cuIturaI aspects of the forest viIIage comunity which incIude status sociaI and sociaI roIes, sociaI stratification and sociaI mobiIity. Thus study uses a quantitative anaIysis approach using a questionnaire that was anaIyzed on Wilcoxon Macth Pairs. This research was conducted in Patikalain ViIIage, Hantakan District, Hulu Sungai Tengah Regency, South Kalimantan. The resuIts of this study indicate that: 1) change that occur in the community due to fIooding, which causes sociaI changes in socio-economic aspects which incIude: a) circumstances the economy of forest viIIage communities; b) the roIe of forest resources for the community; 2) sociaI changes that occur in socio-cuIturaI aspects, nameIy changes in sociaI status and roIes, changes that occur in sociaI stratification, changes aIso occur in famiIy sociaI mobiIity, and changes aIso occur in peopIe's mindsets towards the enviromentTujuan dari peneIitian ini untuk 1) menganaIisis perubahan sosiaI yang terjadi pada aspek sosiaI ekonomi masyarakat desa hutan yang meIiputi keadaan perekonomian rumah tangga masyarakat dan kontribusi sumberdaya hutan bagi masyarakat, 2) MenganaIisis perubahan sosiaI yang terjadi pada aspek sosiaI budaya masyarakat desa hutan yang meIiputi status sosiaI dan peranan sosiaI, stratifikasi sosiaI dan mobiIitas sosiaI. PeneIitian ini menggunakan anaIisis kuantitatif pendekatan dengan menggunakan kuesioner yang dianaIisis pada Wilcoxon Match Pairs. PeneIitian ini diIakukan di Desa PatikaIain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HuIu Sungai Tengah, KaIimantan SeIatan. HasiI peneIitian ini menunjukan bahwa: 1) perubahan yang terjadi pada masyarakat akibat terjadinya banjir, yang menyebabkan terjadinya perubahan sosiaI pada aspek sosiaI ekonomi yang meIiputi: a) keadaan perekonomian masyarakat desa hutan; b) peran sumber daya hutan bagi masyarakat; 2) perubahan sosiaI yang terjadi pada aspek sosiaI budaya yaitu perubahan terjadi pada status dan peran sosiaI, perubahan juga terjadi pada stratifikasi sosiaI, perubahan juga terjadi pada mobiIitas sosiaI keIuarga, dan perubahan juga terjadi pada poIa pikir masyarakat terhadap Iingkungan.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN BIBIT KAPUK RANDU (Ceiba petandra) DI PERSEMAIAN CEMPAKA KALIMANTAN SELATAN Muhlisah Muhlisah; Susilawati Susilawati; Adistina Fitriani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11018

Abstract

Identification of damage to kapok (Ceiba petandra) seeds in Cempaka Nursey South Kalimantan, this research aims to identify damage to kapok seedlings and calculate the percentage of damage to kapok seedlings. The formula used to calculate the percentage of damage form Abadi (2003). The results of the research on the analysis of the causes of the most dominant cause of damage were found namely pests and diseases by 93.2%. The cause of damage to the seedlings is indicated by yellow spots on the leaves due to disease and holes in the leaves due to insect bites. Pests found during the observation were green grasshoppers, wood grasshoppers, ladybugs, red cotton bug, snails, bagworms and silk moth caterpillars. The number of pests found during field observations was caused by the large number of weeds around the beds and in the seed beds. Diseases found in observation were yellow spots or leaf discoloration as many as 679 seedlings; this leaf color change was caused by erratic weather, lack of nutrients obtained by seeds. Other types of damage namely cancer, gummosis and dead shoots in seedlings have symptoms of necrosis which can kill cells in the seeds the shoots and cut off the shoots of the seedlingsIdentifikasi kerusakan bibit kapuk randu (Ceiba petandra) di Persemaian Cempaka Kalimantan Selatan, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan pada bibit kapuk randu (Ceiba petandra) dan menghitung persentase kerusakan pada bibit kapuk randu. Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase kerusakan dari Abadi (2003). Hasil penelitian tentang analisis penyebab kerusakan yang paling dominan ditemukan yaitu serangan hama dan penyakit sebesar 93,2%. Penyebab kerusakan pada bibit ditandai adanya bercak kuning pada daun akibat penyakit dan daun berlubang akibat gigitan serangga. Hama yang ditemukan saat pengamatan yaitu belalang hijau, belalang kayu, kepik, bapak pucung, siput, ulat kantong dan ulat ngengat sutra. Banyaknya hama yang ditemukan saat pengamatan di lapangan diakibatkan oleh banyaknya tumbuhan gulma disekitar bedeng dan di dalam bedeng bibit. Penyakit yang ditemukan pada pengamatan yaitu terdapat bercak kuning atau perubahan warna daun sebanyak 679 bibit, perubahan warna daun ini diakibatkan oleh cuaca yang tidak menentu, kurangnya unsur hara yang didapatkan bibit. Tipe kerusakan lain yaitu kanker, gumosis dan pucuk mati pada bibit terdapat gejala nekrosis yang dapat mematikan sel pada bagian bibit yang menjalar kepucuk dan memetikan bagain pucuk bibit.
IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN PEWARNA ALAMI DI KEBUN RAYA BANUA KALIMANTAN SELATAN Normaila Normaila; Damaris Payung; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11986

Abstract

The Banua Botanical Garden area in South Kalimantan reaches an area of 100 ha, has a collection of plants such as a natural dye plant zone with an area of 4.2 ha. The role of natural coloring plant zones for preservation, research, education and tourism. The widespread use of chemical dyes has resulted in natural dyes being less attractive to be used and used today. Identification needs to be done in the natural dye plant zone to find natural dye plants. This study aims to determine the types of natural dye plants, plant parts that can be used as a source of natural dyes and determine the type of color produced by natural dye plants. Using the census method to record all natural coloring plants followed by grinding and boiling methods on plant parts to reveal the resulting color. Field observations revealed 8 types of natural dye plants, namely, Syzygium cumini, Bixa orellana, Terminalia catappa, Phaleria macrocarpa, Swietenia mahagoni, Areca catechu, Dracaena angustifolia and Gluta renghas. The parts of the plant used with each amount are 4 stems, 3 fruits and 3 leaves. The colors produced by natural dye plants through the boiling process with each amount are 2 yellow, 2 red, 2 orange, 1 green and 3 brown.Kawasan Kebun Raya Banua di Kalimantan Selatan mencapai luasan 100 ha, memiliki koleksi tanaman seperti zona tanaman pewarna alami dengan luas 4,2 ha. Peran zona tanaman pewarna alami untuk pelestarian, penelitian, pendidikan dan wisata. Maraknya penggunaan zat pewarna kimia mengakibatkan pewarna alami kurang diminati untuk dimanfaatkan pada masa sekarang. Identifikasi perlu dilakukan di zona tanaman pewarna alami untuk mengetahui tanaman pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman pewarna alami, bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pewarna alami dan menentukan jenis warna yang dihasilkan tanaman pewarna alami. Menggunakan metode sensus untuk mendata seluruh tanaman pewarna alami dilanjutkan dengan metode penggerusan dan perebusan pada bagian tanaman agar memunculkan warna yang dihasilkan. Hasil pengamatan dilapangan didapatkan 8 jenis tanaman pewarna alami yaitu, Syzygium cumini, Bixa orellana, Terminalia catappa, Phaleria macrocarpa, Swietenia mahagoni, Areca catechu, Dracaena angustifolia dan Gluta renghas. Bagian tanaman yang digunakan dengan masing-masing jumlah yaitu, batang 4, buah 3 dan daun 3. Warna yang dihasilkan tanaman pewarna alami melalui proses perebusan dengan masing-masing jumlah yaitu, kuning 2, merah 2, oranye 2, hijau 1 dan coklat 3.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN POHON DI RUANG TERBUKA HIJAU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG Naila Putri Dwi Prana; Rahmat Safe'i; Machya Kartika Tsani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11975

Abstract

Faculty of Agriculture, University of Lampung is one of the GOS in urban. Currently, the conditions of tree damage at the GOS in Faculty of Agriculture are increasingly seen from old trees that are vulnerable to pest infestation. This amount of damage has a negative impact on the GOS to extent that it threatens safety of visitors inside. The purpose this research is to find conditions of damage trees at GOS of Faculty Agriculture, Lampung University. Data collection using the FHM method with  census technique to see the low height of damage trees at five locations that represent of Faculty Agriculture, University of Lampung. The result of this research is  the damage found at GOS of Faculty Agriculture mostly in the leaves, and least damage occurred in part of title rod. Types of damage include: cancer, resinosis/gumosis, open wounds, clay nests, broken stems, broke stems/roots, lianas, fractured/dead branches, disappearance of cracks/deads, leaves, damaged shoots, rust and leaves change colour. The highest tree damage index (TLI) is at Point 4 with value of 6,850 and the lowest TLI at Point 5 with value of 2,830. The average TLI value at GOS of Faculty of Agriculture is 4,514 (moderate category).
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN LAMINASI KOMBINASI KAYU SENGON BAMBU PETUNG DAN KEMIRI BAMBU PETUNG Febriana Tri Wulandari; Radjali Amin; Dini Lestari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11109

Abstract

Bamboo has various advantages such as relatively cheap price, fast growing, physical and mechanical properties comparable to wood, and suitable for application with existing processing technologies. A combination of wood and bamboo laminated boards is an attractive choice in wood and bamboo processing. Previous studies have shown that testing of physical and mechanical properties has been carried out on laminated boards made from wood or bamboo only. Information regarding laminated boards with a combination of wood and non-timber is still very limited. Laminate boards are made from a combination of sengon-petung bamboo and kemiri-petung wood. The selection of sengon and candlenut wood as raw materials because they have a light specific gravity of 0.4 and 0.33-0. Wood with a light to medium density is very suitable for use as a raw material for laminated boards due to easier penetration of the adhesive onto the wood surface. The aim of this study was to investigate the effect of a combination of petung bamboo sengon wood and petung bamboo candlenut wood on the physical and mechanical properties of laminated boards. The method used was an experimental method with a non-factorial design with 2 treatments and 3 replications. The combined type treatment had no significant effect on the density, thickness expansion, thickness shrinkage and MoR tests, while the MoE and moisture content tests had a significant effect. Testing the physical and mechanical properties, the laminated board combination of candlenut wood and petung bamboo (J2) has a higher value than the combination of sengon wood and petung bamboo (J1). Based on the test results, the combination of the combination of kemiri wood, bamboo petung and sengon wood, bamboo petung is included in the strength class III which can be used for protected heavy construction purposesBambu memiliki berbagai kelebihan seperti harga yang relative murah, cepat tumbuh, memiliki sifat fisika dan mekanika sebanding dengan kayu, dan cocok diaplikasikan dengan teknologi pengolahan yang telah ada. Papan laminasi kombinasi dari kayu dan bambu menjadi pilihan yang menarik dalam pengolahan kayu dan bambu. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengujian sifat fisika dan mekanika telah dilakukan pada papan laminasi berbahan baku kayu atau atau bambu saja.  Informasi mengenai papan laminasi dengan kombinasi kayu dan non kayu masih sangat terbatas. Papan laminasi dibuat dari kombinasi kayu sengon-bambu petung dan kayu kemiri-bambu petung. Pemilihan kayu sengon dan kemiri sebagai bahan baku karena memiliki berat jenis ringan yaitu 0,4 dan 0,33-0. Kayu dengan berat jenis ringan sampai sedang sangat cocok digunakan sebagai bahan baku papan laminasi terkait penetrasi perekat lebih mudah ke permukaan kayu.  Penelitian bertujuan untuk pengaruh kombinasi kayu sengon bambu petung dan kayu kemiri bambu petung  terhadap sifat fisika dan mekanika papan laminasi.  Metode yang digunakan metode eksperimen dengan rancangan non faktorial dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan jenis kombinasi berpengaruh tidak nyata pada pengujian kerapatan, pengembangan tebal, penyusutan tebal dan MoR sedangkan pada pengujian MoE dan kadar air berpengaruh nyata. Pengujian sifat fisika dan mekanika maka papan laminasi kombinasi kayu kemiri dan bambu petung (J2) memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan papan laminasi kombinasi kayu sengon dan bambu petung (J1). Berdasarkan hasil pengujian papan laminasi kombinasi kayu kemiri bambu petung dan kayu sengon bambu petung masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan konstruksi berat yang terlindungi.
ANALISIS JENIS GULMA BERPOTENSI OBAT PADA KAWASAN PERKEBUNAN KARET DESA MABURAI KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG Ruben Taurio Krisnadi; Gusti Syeransyah Rudy; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11023

Abstract

Weeds in the rubber plantation area of Maburai Village have potential benefits as medicines. This study aims to analyze the diversity of weed species and weeds with medicinal potential in rubber plantations in Maburai Village. The study used a combination method in the form of purposive sampling and random methods in identifying weed species and calculating the diversity index and evenness index of weed species. The results showed that the diversity index of medicinal weeds H' was 2.43, with the dominance of weed species 54% and individual dominance of weed 60%.Gulma yang berada di kawasan perkebunan karet Desa Maburai memiliki potensi manfaat sebagai obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis gulma dan gulma berpotensi obat di perkebunan karet Desa Maburai. Penelitian menggunakan metode kombinasi berupa metode purposive sampling dan random dalam melakukan identifikasi terhadap jenis gulma serta melakukan perhitungan indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan jenis gulma. Hasil penelitian terdapat indeks keanekaragaman jenis gulma obat H’ 2,43, dengan dominansi jenis obat 54% dan dominansi individu obat 60%.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue