cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 5 (2024)" : 20 Documents clear
Hubungan asupan lemak, karbohidrat, zat besi (Fe) dan Kurang Energi Kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Parigi Kabupaten Muna Rahim, Marlin; Sabilu, Yusuf; Yunawati, Irma
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1011

Abstract

Anemia is a nutritional problem that often occurs in developing countries, one of which is Indonesia, which is most often experienced by young women. The aim of this study was to determine the relationship between fat intake, carbohydrate intake and KEK with the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 1 Parigi. The type of research used is quantitative with a cross sectional approach. The population in this study were all young women at SMAN 1 Parigi in grades X and XI, totaling 113 female students. The sample size was determined based on the Slovin formula so that a sample of 88 female students was obtained. The sampling technique used was proportionate random sampling with inclusion and exclusion criteria. Data analysis used the chi square test. The results of the study showed that there was no relationship between fat and carbohydrates and the incidence of anemia with a p value = 0.109; 0.296 (p>0.05), and there is a relationship between the mineral Fe and KEK and the incidence of anemia in female students at SMAN 1 Parigi with a value of p=0.000; 0.000 (p<0.05). It is hoped that female students can pay attention to the intake they consume, especially foods high in fat, carbohydrates, Fe minerals, and also maintain their diet so as to avoid anemia and CED. Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terjadi di Negara-negara berkembang  salah satunya Indonesia yang paling banyak dialami oleh remaja putri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan lemak, asupan karohidrat dan KEK dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Parigi Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh remaja putri SMAN 1 Parigi dengan jenjang kelas X dan XI yang berjumlah 113 siswi. Besar sampel ditetapkan berdasarkan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 88 siswi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara lemak serta karbohidrat dengan kejadian anemia dengan nilai p=0,109; 0,296 (p>0,05), serta terdapat hubungan antara mineral Fe dan KEK dengan kejadian anemia pada siswi di SMAN 1 Parigi dengan nilai p=0,000; 0,000 (p<0,05). Diharapkan agar siswi dapat memperhatikan asupan yang mereka konsumsi terutama makanan tinggi zat lemak, karbohidrat, mineral Fe, dan  serta menjaga pola makan sehingga terhindar dari anemia dan KEK.
Uji kualitatif dan kuantitatif logam berat berbahaya merkuri pada sediaan krim pemutih dan hand body lotion yang diperoleh dari toko offline dan online menggunakan metode ICP-OES Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1014

Abstract

Background: Masyarakat Indonesia percaya bahwa wanita cantik adalah yang berkulit putih dan bersinar seperti orang Korea. Krim pemutih adalah jenis kosmetik yang digunakan untuk mencerahkan noda hitam atau coklat kulit. Sama halnya dengan hand body lotion adalah kosmetik pelembut yang mengandung lebih banyak air daripada minyak, sehingga lebih cepat diserap oleh kulit membuat kulit menjadi lebih cerah dan melembabkan. Saat ini krim pemutih dan hand body lotion yang dijual di toko kosmetik offline ataupun online ditemukan tidak memiliki label merek dan tidak terdaftar BPOM, kosmetik ilegal sering mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri. Tujuan: Untuk mengetahui terdapat ataupun tidaknya merkuri dan berapa kadar yang terkandung dalam sediaan kosmetik krim pemutih dan hand body lotion yang berasal dari toko offline dan online. Metode: Sampel yang digunakan berasal dari empat toko offline dan satu toko online yang paling banyak penjualannya dengan total sampel lima krim pemutih dan lima hand body lotion, sampel tersebut diujikan secara kualitatif dengan pereaksi KI dan NaOH. Sampel yang diduga positif merkuri dilanjutkan pengujian secara kuantitatif menggunakan metode ICP-OES. Hasil: Kelima sampel krim pemutih yang diperoleh dari toko offline dan online yaitu  tiga  positif terkandung merkuri dengan rincian dua yang berasal dari toko offline dan satu positif yang berasal dari toko online. Kelima sampel hand body lotion yang diperoleh dari toko offline dan online tidak terdapat kandungan merkuri. Kadar merkuri yang terkandung dalam sampel krim pemutih, krim pemutih A, B, C yaitu dengan kadar 3103,70 mg/kg, 1754,39 mg/kg dan 1057,60 mg/kg.
Evaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSU Tangerang Selatan dengan metode Gyssens Fauziah, Siva; Komarudin, Dede
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1015

Abstract

Latar Belakang: Bakteri Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid, penyakit menular yang sebagian besar menyerang saluran pencernaan, Demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi paling baik diobati dengan antibiotic. Tujuan: evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam thypoid engan metode gyssens di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum kota Tangerang Selatan.  Metode: Penelitian ini menggulnakan pendekatan penelitian observasional deskriptif non-eksperimental. Pengambilan data di lakukan secara retrospektif dengan analisis tingkat rasionalitas. Pengambilan data didapatkan dari data rekam medis dan resep pasien yang terdiagnosa demam thypoid. Hasil: Rasionalitas penggunaan antibiotik dianalisis dengan menggunakan metode Gyssens di mana Pemberian obat antibiotik yang sering di berikan yaitu cefixime dan ceftriaxone dengan golongan antibiotik cephalosporin generasi ketiga sebanyak 21 pasien dan mendapatkan persentase sebesar 25%, sedangkan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap di RSU kota Tangerang selatan dari 84 rekam medis pasien, terdapat 75% penggunaan antibiotik rasional di kategori 0 dan terdapat 25% yang tidak rasional termasuk pada kategori IVA (ada alternatif lebih efektif). Kesimpulan: Mayoritas pasien demam tifoid di RSU Kota Tangerang Selatan menerima antibiotik yang rasional. Namun, masih terdapat 25% pasien yang menerima antibiotik tidak rasional yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional, seperti edukasi kepada tenaga medis dan pasien.
Penatalaksanaan fisioterapi pada post-op rekonstruksi ACL dextra dengan patellar mobilization dan terapi latihan di Persija Jakarta Fuadi, Dela Fariha; Anggriany, Hafifah Yellow; Saputra, Andrew Wijaya; Lubis, Muhamad Yanizar
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1025

Abstract

Background: ACL rupture is one of the most common injuries in football, this injury can result from a specific movement that weighs on the ACL more than 2200 Newtons so it breaks and requires surgery. Objective : The modalities used are patellar mobilization and exercise therapy to reduce pain and swelling and increase knee ROM in post-op cases of ACL reconstruction phase 1 in Persija Jakarta. Method : This study was conducted using a case study method using 1 sampel and therapy was carried out for 12x meetings in 4 weeks. The sampel met the research requirements and had performed ACL reconstruction surgery and was in phase 1, this study used NRS-11 measuring instruments for pain, midline for oedema and goniometer for knee ROM. Results : There are changes in decreased pain, decreased swelling and increased ROM. From the first day (T1) to the last day (T12) the swelling decreases from (T1)37 cm to (T2)35.5 cm. From the first day (T1) to the last day (T12) the knee ROM increased from (T1) 100o to (T12) 130o. There was a decrease in tenderness from the NRS-11 scale of 4 (T1) to 0 (T12), a decrease in motion pain from 2 (T1) to 0 (T12). Conclusion : The administration of patellar mobilization and exercise therapy in post-op cases of phase 1 ACL reconstruction was able to reduce pain and swelling and improve knee joint ROM by conducting 12 appointments. Latar belakang : Ruptur ACL adalah salah satu cedera yang paling sering terjadi pada sepak bola, cedera ini dapat terjadi akibat adanya gerakan spesifik yang membebani ACL lebih dari 2200 Newton sehingga putus dan harus dioperasi. Tujuan : Modalitas yang digunakan adalah patellar mobilization dan terapi latihan untuk mengurangi nyeri dan bengkak serta meningkatkan ROM lutut pada kasus post-op rekonstruksi ACL fase 1 di Persija Jakarta. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus yang menggunakan 1 sampel dan dilakukan terapi selama 12x pertemuan dalam 4 minggu. Sampel memenuhi syarat penelitian dan yaitu telah melakukan tindakan operasi rekonstruksi ACL dan berada pada fase 1, penelitian ini menggunakan alat ukur NRS-11 untuk nyeri, midline untuk oedema dan goniometer untuk ROM lutut. Hasil : Terdapat perubahan terhadap penurunan nyeri, penurunan bengkak dan peningkatan ROM. Sejak hari pertama (T1) hingga hari terakhir (T12) bengkak berkurang dari (T1)37 cm menjadi (T2)35.5 cm. Sejak hari pertama (T1) hingga hari terakhir (T12) ROM lutut mengalami peningkatan dari (T1) 100o menjadi (T12) 130o. Terdapat penurunan nyeri tekan dari skala NRS-11 4 (T1) menjadi 0 (T12), penurunan nyeri gerak dari 2 (T1) menjadi 0 (T12). Kesimpulan :  Pemberian patellar mobilization dan terapi latihan pada kasus post-op rekonstruksi ACL fase 1 mampu mengurangi nyeri dan bengkak serta meningkatkan ROM sendi lutut dengan melakukan 12 pertemuan.
Hubungan kadar c-reaktif protein dengan laju endap darah sebagai penanda inflamasi pada pasien anak demam di Rumah Sakit Umum Hermina Kemayoran Shari, Amalia
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1031

Abstract

Pemeriksaan C- reaktif protein dan Laju Endap Darah merupakan dua pemeriksaan yang sering digunakan untuk menilai proses inflamasi sistemik dan memonitoring tubuh pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan parameter c- reaktif protein dan laju endap darah pasien anak demam. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 30 sampel. Data yang dikumpulkan dari rekam medis dan diolah menggunakan software statistika dengan uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini dengan kategori C- reaktif protein dan Laju Endap Darah pada pasien anak demam dengan kategori C- reaktif protein normal dan Laju Endap Darah normal sebanyak 10%, C- reaktif protein normal dan Laju Endap Darah meningkat sebanyak 10%, C- reaktif protein meningkat dan Laju Endap darah normal sebanyak 37%, C- reaktif protein meningkat dan Laju Endap Darah meningkat sebanyak 57%. Hal ini menunjukkan bahwa pada pasien anak demam terjadi inflamasi yang memicu tingginya C- reaktif protein dan memicu juga adanya kenaikan Laju Endap Darah, namun belum ditemukan adanya korelasi antara c- reaktif protein dan laju endap darah dengan nilai p = 0,984 yang mengartikan tidak adanya korelasi dan nilai r= 0,004 dimana nilai r mempunyai makna korelasi sangat lemah, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan positif dan searah pada pemeriksaan kadar c- reaktif protein dan nilai laju endap darah pada pasien anak demam di Rumah Sakit Hermina Kemayoran.
Penatalaksanaan fisioterapi pada hemiparase dextra et causa stroke non hemoragic dengan new bobath concept di RS Hermina Jatinegara Febriani, Cicilia; Wijaya, Andrew; Nurachma, Adhina; Wiyono, Agus
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1060

Abstract

Stroke non hemoragic mengakibatkan kerusakan otak di mana pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan otak kekurangan aliran darah, oksigen, dan nutrisi. Komplikasi umum setelah serangan Stroke adalah hemiparesis yang disebabkan akibat lesi pada sisi kontralateral otak. Intervensi fisioterapi yang dapat diberikan untuk mengurangi kecacatan dan memperbaiki fungsi motorik akibat Stroke yaitu dengan menggunakan New Bobath Concept merupakan terapi dengan pendekatan yang bersifat langsung dan individual, bertujuan untuk memaksimalkan pemulihan gerak untuk penyakit gangguan neurologis. Pada konsep bobath, informasi sensorik, postural kontrol, gerakan selektif, dan proses kognitif mempengaruhi gerakan fungsional. Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada Hemiparese Dextra et causa Stroke Non Hemoragic dengan New Bobath Concept dalam memperbaiki postural kontrol, meningkatkan keseimbangan, dan memperbaiki pola jalan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk mengetahui pengaruh suatu intervensi terhadap subjek peneliti, dengan intervensi dan evaluasi sebanyak 5 kali. Setelah dilakukan terapi selama 5 kali pertemuan didapatkan hasil adanya perubahan postur tubuh dengan berkurangnya associated reaction, pronasi forearm, dan wide BOS, peningkatan keseimbangan, dan berkurangnya gangguan berjalan. Penatalaksanaan Fisioterapi dengan New Bobath Concept dapat memperbaiki postur, meningkatkan keseimbangan, dan memperbaiki pola jalan pada pasien hemiparese dextra et causa Stroke non hemoragic.
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi di bangsal rawat inap interne RSUD Pariaman Tahun 2022 Dharma, Meta Emilia Surya; Yudista, Lathifa; Suhatri, Suhatri
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1070

Abstract

Hipertensi merupakankondisidimana tekanandarahsistolik lebihdari140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90, nilai tersebut dianggap berada di atas batas normal. Angka kejadian hipertensidengan atau tanpa komplikasi meningkat tiap tahunnya, yang mengakibatkan banyaknya penggunaan obat antihipertensi sehingga potensi adanya ketidaktepatan penggunaan obat semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat antihipertensi pada pasien hipertensi di bangsal rawat inat interne RSUD Pariaman tahun 2022. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien hipertensi. Sampel penelitian sebanyak 59 rekam medis pasien hipertensi yang diambil secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2023 – Januari 2024 di bagian rekam medis RSUD Pariaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB sebanyak 91,53%. Pola penggunaan obat antihipertensi pada 59 pasien hipertensi yang menggumakan monoterapi sebanyak 6 pasien (10,18%), kombinasi 2 antihipertensi 18 pasien (30,52%), kombinasi 3antihipertensi 34 pasien (57,63%) dan kombinasi 4 antihipertensi 1 pasien (1,70%). Kemudian ketepatan indikasi pemberian obat antihipertensi yaitu (100%), ketepatan obat (93,22%), ketepatan pasien (96,61%), dan efektivitas pengobatan (35,60%).
Analisa kesesuaian peresepan obat kronis pasien BPJS rawat jalan poliklinik syaraf dengan formularium nasional di rumah sakit X Tangerang Selatan Islam, Rachmawati Nur; Pranoto, Muhammad Eko; Suswanti, Ika
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1085

Abstract

The National Formulary is a list of selected drugs compiled by the National Committee which is used as a reference for writing prescriptions, so that it can improve the quality of health services, through increasing the effectiveness and efficiency of treatment so that rational use of drugs is achieved. This study aims to determine the percentage of conformity of drug prescribing in outpatients with neurological disease poly JKN participants with the National Formulary at Hospital X Tangerang Selatan in 2023. Quantitative research with descriptive with an observational data collection method based on prescription documents in July - December 2023. Sampling was done using stratified random sampling. The sample used was 298 prescription sheets with 1120 drug items written by neurological disease specialists who were processed and calculated referring to the percentage of suitability of drug types based on the National Formulary. The results of this study showed that the suitability of writing prescriptions based on the National Formulary was 72.0%, the drug that was often prescribed and in accordance with the National Formulary was Gabapentin 100mg by 12.2%. Meanwhile, drugs that are prescribed in accordance with the National Formulary but do not meet the restriction of 0.9% include Clopidogrel and Atorvastatin 20mg. The results of this study also show that there are 10 types of drugs with a total of 302 items (26.5%) that are still prescribed outside the National Formulary. Formularium Nasional adalah daftar obat terpilih yang disusun oleh Komite Nasional yang digunakan sebagai acuan penulisan resep, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi pengobatan sehingga terscapai penggunaan obat rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian peresepan obat pada pasien rawat jalan peserta JKN poli penyakit syaraf dengan Formularium Nasional di Rumah Sakit X Tangerang Selatan pada tahun 2023. Penelitian kuantitatif dengan deskriptif dengan metode pengumpulan data secara observasional berdasarkan dokumen resep pada bulan Juli - Desember 2023. Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 298 lembar resep dengan 1120 item obat yang ditulis oleh dokter spesialis penyakit syaraf yang diolah dan dihitung mengacu pada persentase kesesuaian jenis obat berdasarkan Formularium Nasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesesuaian penulisan resep berdasarkan Formularium Nasional sebesar 72,0%, Obat yang sering diresepkan dan sesuai dengan Formularium Nasional adalah Gabapentin 100mg sebesar 12,2%. Sementara itu, masih di temukan obat yang diresepkan sesuai dengan Formularium Nasional namun tidak memenuhi restriksi sebesar 0,9% meliputi obat Clopidogrel dan Atorvastatin 20mg. Hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat 10 jenis obat dengan jumlah item 302 (26,5%) yang masih diresepkan diluar Formularium Nasional.
Respons imun seluler terhadap antigen E2, E6, dan E7 HPV16: Pemanfaatannya pencegahan dan terapi kanker serviks Utami, Mardhah Sastri; Bela, Budiman
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1088

Abstract

HPV merupakan kelompok virus penyebab kanker serviks. HPV16 menyebabkan 46-63% karsinoma sel skuamosa serviks. HPV16 terdiri dari 3 region siklus sel, yaitu early region (E), long control region (LCR), dan late region (L). Early region yang berasal dari protein E1, E2, E4, E5, E6, dan E7 berperan dalam ekspresi gen virus, replikasi virus, dan siklus hidup virus. Virus akan mengekspresikan protein E1 dan E2 kemudian terjadi delesi, dan sel yang terinfeksi akan berdiferensiasi dan mengekspresikan E6 dan E7. Ekspresi E6 dan E7 akan menurunkan ekspresi TLR9, IFN-1, dan supresi sitokin proinflamasi. Respons imun yang menurun menyebabkan sel yang terinfeksi berdiferensiasi menjadi sel kanker. Vaksinasi profilaksis digunakan sebagai pencegahan dan pengendalian infeksi virus HPV16, tetapi tidak dapat melindungi individu yang sudah terinfeksi dari perkembangan infeksi virus dan sel abnormal. Oleh karena itu, vaksinasi terapeutik diperlukan untuk imunoterapi kanker. Antigen HPV16 yang terdiri dari E2, E6, dan E7 diharapkan menjadi target yang baik. Antigen E2, E6, dan E7 bertujuan untuk mengaktifkan respons imun spesifik yang diperantarai sel untuk memfagositosis sel yang terinfeksi. Antigen diproses oleh sel dendritik dan kemudian disajikan kepada molekul MHC. MHC II akan merangsang respons sel T CD4+ terhadap protein yang akan membantu sel T CD8+ sitotoksik. Antigen disajikan oleh MHC I untuk dipresentasikan ke sel T CD8+ sitotoksik untuk mengeliminasi sel yang terinfeksi. Antigen E2, E6, dan E7 untuk imunoterapi guna mencegah perkembangan sel abnormal sehingga tidak berkembang menjadi kanker.
Drug Related Problems (DRPs) penggunaan obat antidiabetik pada pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2 Latief, Mutawalli Sjahid
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i5.1089

Abstract

rates continue to rise annually. Indonesia ranks fifth globally in the number of diabetes cases. Drug-related problems (DRPs) are common in clinical practice and can occur at all stages of the treatment process. Objective: This study aims to identify DRPs in hospitalized patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: This descriptive study employed a cross-sectional approach. Data were collected retrospectively from medical records of 61 hospitalized patients with Type 2 Diabetes Mellitus at a hospital in Jakarta. Results: The analysis of DRPs in hospitalized patients with Type 2 Diabetes Mellitus revealed that 5 cases (14%) involved inappropriate drug selection, 6 cases (17%) involved suboptimal dosing, 10 cases (29%) involved adverse drug reactions (ADRs), and 14 cases (40%) involved drug interactions. Conclusion: Polypharmacy requires careful attention as it has the potential to cause drug interactions and adverse drug reactions.

Page 2 of 2 | Total Record : 20