cover
Contact Name
MOHAMAD IRFAN FATHURROHMAN
Contact Email
wartakaret@gmail.com
Phone
+6281281822446
Journal Mail Official
wartakaret@puslitkaret.co.id
Editorial Address
Jl. Palembang - Pangkalan Balai Km. 29 Kec. Sembawa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan - 30953 Telp : +62711 7439493 Fax : +62711 7439282 E-mail : ppksembawa@puslitkaret.co.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Perkaretan
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 02166062     EISSN : 25035207     DOI : -
Focus and Scope Warta Perkaretan is medium for dissemination the latest rubber technology for rubber industry, estate practitioners, and other general users. Warta Perkaretan contains scientific articles in the form of natural rubber research, survey/study in of pre-harvest, post-harvest, and review /scientific review of the development of science and rubber technology, such as: Agronomy Plant Physiology Exploitation Soil Science and Agroclimatology Protection, Pest and Plant Disease Breeding and Plant Genetic Socio and Economy Raw Rubber Processing Technology Rubber Goods Manufacturing Technology Elastomer Rubber Technology Chemical and Additive Rubber Peer Review Process The manuscript submitted to Warta Perkaretan will be peer-reviewed by Editorial Board Member and Reviewer which are assigned by Editor in Chief based on the manuscript focus and scope also academic discipline. The peer-review process is aimed to ensure that only good scientific original research article will be published in Warta Perkaretan. Editor and Reviewer has a right to reject if the manuscript does not fill the journal standard quality and requirement as defined. While the accepted manuscript will be published online and can be access on the Warta Perkaretan official website as follows: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. Language used in this journal is Bahasa Indonesia based on Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Publication Frequency Warta Perkaretan (Rubber News, p-ISSN : 0216-6062 ; e-ISSN : 2503-5207) is published 2 issues per volume per year scheduled on June and December, respectively by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Every edition consists of 5 to 7 original research and review articles focusing on all aspects of the natural rubber research and development. Open Access Policy Warta Perkaretan (Rubber News) provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supporting a greater global exchange of knowledge. All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons License Warta Perkaretan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. • Creative Commons Attribution (CC-BY-SA)
Articles 169 Documents
PERBANDINGAN BIAYA DALAM PENDUGAAN KANDUNGAN HARA NITROGEN PERKEBUNAN KARET DENGAN MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS CITRA PENGINDERAAN JAUH Jamin Saputra; Muhammad Kamal; Pamaditya Wicaksono
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.808 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i2.698

Abstract

Nitrogen merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar oleh tanaman. Kekurangan nitrogen akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan penurunan produktivitas tanaman. Teknologi penginderaan jauh merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk areal yang luas dan dengan waktu yang cepat serta biaya yang relatif murah untuk mengestimasi kandungan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biaya estimasi kandungan hara nitrogen perkebunan karet dengan menggunakan teknlogi penginderaan jauh. Komponen yang digunakan dalam evaluasi efektivitas biaya antara lain; perolehan data lapangan, perolehan data citra, pengolahan citra dan uji akurasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi kandungan hara nitrogen perkebunan karet menggunakan citra Sentinel-2A lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan citra GeoEye-1 dan Landsat 8 OLI karena biaya yang dikeluarkan paling rendah dan akurasi yang dihasilkan paling tinggi. Biaya dan akurasi masing-masing citra antara lain Sentinel-2A biaya Rp.8.490.500 dengan akurasi 86,83%, GeoEye-1 biaya Rp.13.732.500 dengan akurasi 81,46% dan Landsat 8 OLI biaya Rp.8.490.500 dengan akurasi 83,53%. Biaya pendugaan kandungan hara nitrogen perkebunan karet menggunakan citra Sentinel-2A hanya 48,8% dari cara konvensional.
PENENTU EKSPOR KARET ALAM INDONESIA: STUDI PADA SEPULUH NEGARA TUJUAN UTAMA Ngr Kadek Ryan Sukrawan Asta; Putu Mahardika Adi Saputra
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.947 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i2.699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap peran dari faktor-faktor penentu ekspor karet alam Indonesia di sepuluh negara tujuan utama pada periode 2003 hingga 2017. Faktor-faktor penentu yang dimaksud adalah jarak relatif, nilai tukar, daya saing (RCA dan ISP), kebijakan perdagangan IRCo, Foreign Direct Investment (FDI), dan harga internasional. Dengan menggunakan metode analisis data panel, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jarak relatif Indonesia ke negara tujuan berpengaruh negatif ke perkembangan nilai ekspor karet alam Indonesia, sedangkan indeks RCA, indeks spesialisasi perdagangan (ISP), kebijakan perdagangan IRCo, Foreign Direct Investment (FDI), dan harga internasional terbukti berpengaruh positif pada nilai ekspor perdagangan karet alam Indonesia. Selanjutnya kehadiran efek J-curve terbukti dapat diverifikasi seiring dengan ditemukannya indikasi hubungan non-linear antara nilai tukar riil (RER) dengan nilaiekspor karet alam Indonesia.
PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT KARET DAN METODE PERAMALAN EPIDEMI Tri Rapani Febbiyanti
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4104.576 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i2.729

Abstract

Faktor iklim yang meliputi suhu, kelembaban, cahaya, curah hujan, dan angin sangat menentukan perkembangan penyakit. Secara umum, Indonesia memiliki kondisi iklim yang sangat sesuai bagi semua perkembangan penyakit karet. Namun, dari sekian banyak faktor iklim tersebut, suhu, kelembaban dan curah hujan merupakan faktor yang sangat penting dalam epidemiologi penyakit tanaman. Faktor tersebut banyak digunakan dalam peramalan timbulnya epidemi suatu penyakit tanaman. Sampai saat ini, peramalan epidemi penyakit karet masih terbatas hanya berdasarkan metode pengamatan langsung dan tidak langsung(dengan data iklim) dan dirasakan belum sempurna. Saat ini telah dikembangkan peramalan e pidemi penyakit dengan menggunakan model analisis matematik berdasarkan hubungan faktor iklim dan perkembangan penyakit karet pada berbagai penyakit lain. Hal ini sangat membantu dalam mengembangkan manajemen pengendalian penyakit tersebut dan upaya antisipasi akan timbulnya epidemi penyakit. Dalam tulisan ini diuraikan pengaruh faktor iklim terhadap perkembangan penyakit karet dan beberapa metode peramalan akan timbulnya epidemi penyakit tersebut sebagai landasan antisipasi untuk mencegah timbulnya epidemi atau kerusakan berat oleh penyakit tersebut. Peramalan untuk penyakit daun karet mengggunakan model pengamatan langsung dan analisis data iklim dengan menggunakanfungsi TE. Peramalan penyakit akar dengan menggunakan persamaan regresi berdasarkankematian tanaman pada tahun tertentu dan pola simple interest disease. Peramalan untuk penyakit cabang batang dengan menggunakan data curah hujan yang dihubungkan denganperkembangan patogen sehingga akan dihasilkan kurva sigmoid atau kurva-s dan pola compound interest disease.
PROSPEK TRANSAKSI KOMODITAS KARET INDONESIA SESUDAH PANDEMI COVID 19 : KAJIAN PUSTAKA Syafrida Hafni Sahir
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i1.725

Abstract

Karet merupakan komoditas ekspor yang selama ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Namun dampak pandemi Covid-19 telah membuat ekspor karet mengalami penurunan. Artikel ini membahas mengenai pasokan dan kebutuhan karet sebelum, saat, dan prediksi sesudah masa Pandemi Covid-19 dan perkembangannya dimasa yang akan datang. Tujuannya adalah untuk menganalisis prospek transaksi komoditas karet Indonesia setelah masa pandemi sehingga dapat memberikan gambaran kepada stakeholder dan menjadi masukan dalam mengambil kebijakan. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan dan menggunakan data sekunder. Data transaksi yang digunakan adalah tahun 2013–2019 masa sebelum pandemi, tahun 2020-2021 saat pandemi berlangsung, dan memprediksi transaksi empat tahun ke depan, dengan asumsi saat itu pandemi Covid-19 sudah berakhir. Masalah harga karet yang rendah diharapkan dapat di atasi dengan tumbuhnya industri hilir karet, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Temuanyang diperoleh dari kajian literatur ini adalah walaupun Indonesia memiliki lahan perkebunan karet tahun 2016 seluas 3.639.048 ha dan Indonesia mempunyai perkebunankaret terbesar di dunia namun negara pengekspor karet terbesar adalah Vietnam yang menyumbang 54,4% dari kebutuhan dunia. Fokus ekspor karet Indonesia adalah Amerika yaitu sebesar 22,57%, dan tidak melirik pasar lain. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 3,2% dibanding tahun 2019 . Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan ekonomi diberbagai negara akibat pandemi Covid-19 dan upaya untuk mengatasinya. Pertumbuhan pasar karet diperkirakan akan segera pulih dan tumbuh dengan CAGR 7% pada tahun 2021 dan diperkirakan akan mencapai US$ 433.000 juta pada tahun 2023.
PEMUPUKAN DISKRIMINATIF-SELEKTIF: SUATU USULAN MEMPERTAHANKAN PERFORMA TANAMAN MENGHASILKAN DI TENGAH RENDAHNYA HARGA KARET Priyo Adi Nugroho
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i1.703

Abstract

Pemupukan dan tenaga kerja (penyadapan dan pengolahan) adalah dua komponen utama yang membutuhkan biaya besar dalam usaha agribisnis karet. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemupukan secara nyata dapat meningkatkan produktifitas tanaman dan meningkatan ketahanan terhadap penyakit daun. Beberapa kajian juga menunjukkan bahwa outbreak penyakit daun pestalotiopsis sp pada tiga tahun terakhir berkorelasi erat dengan defisiensi hara akibat tidak adanya pemupukan. Di perkebunan besar pemupukan sudah dilakukan secara diskriminatif artinya telah mempertimbangkan faktor-faktor spesifik seperti kesehatan tanaman, capaian produktifitas, lingkungan (tanah dan iklim) serta hasil-hasil percobaan pemupukan. Hal ini sangat berbeda dengan perkebunan karet rakyat yang pemupukannya masih menggunakan dosis umum (generik). ketika tren harga karet alam menunjukkan fluktuasi yang sangat dinamis, pemupukan diskriminatif sesuai dengan rekomendasi untuk semua tahun tanam cukup berat untuk dilaksanakan. Pemilihan areal yang dipupuk menjadi penting pada kondisi ini. Pemilihan areal harus mempertimbangkan faktor-faktor eksternal lain seperti analisa ekonomi, proyeksi produksi dan tentunya dengan tidak mengabaikan kesehatan tanaman. Pemupukan yang mempertimbangkan faktor di atas disebut dengan diskriminatif-selektif. Terdapat tiga output yang akan dihasilkan dalam rekomendasi pemupukan diskriminatif-selektif yaitu (1) tanaman dipupuk sesuai dosis anjuran; (2) pengurangan dosis; dan (3) Penundaan pemupukan. Ketepatan dalam pengambilan kebijakan pada pemupukan diskriminatif-selektif sangat ditentukan oleh akurasi dalam perhitungan rekomendasi pemupukan, analisis ekonomi dan kecermatan dalam memproyeksikan kestabilan produksi berdasarkan kondisi tanaman.    
KERAGAAN DAN PENDUGAAN AKSI GEN KARAKTER KUANTITATIF POPULASI TANAMAN F1 HASIL PERSILANGAN KLON KARET RRIM 600 X IRR 42 Sayurandi Sayurandi, M.Si
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i1.746

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan tanaman dan pendugaan aksi gen pada karakter kuantitatif dari beberapa genotipe hasil persilangan klonRRIM 600 X IRR 42. Sebanyak 17 genotipe dan dua tetua persilangan ditanam pada tahun2004 di pengujian Seedling Evaluation Trial (SET), Balai Penelitian Sungei Putih yangterletak di Kabupaten Deli Serdang. Karakter kuantitatif yang diamati pada penelitian iniadalah lilit batang, tinggi tanaman, jumlah cabang primer, tinggi cabang primer, tebalkulit, jumlah pembuluh lateks, diameter pembuluh lateks, dan hasil lateks. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa delapan karakter yang diamati memiliki koefisienkeragaman fenotipe berkisar antara 20,25–85,59%. Berdasarkan nilai heterosismenunjukkan bahwa genotipe G26 memiliki heterosis bernilai positif pada karakter lilitbatang, tebal kulit, jumlah pembuluh lateks, diameter pembuluh lateks, dan hasil lateks.Genotipe tersebut potensial dikembangkan sebagai genotipe penghasil lateks-kayu. Berdasarkan pendugaan aksi gen menunjukkan bahwa lima karakter kuantitatifdipengaruhi oleh gen aditif dan epistatis komplementer yaitu karakter lilit batang,jumlah cabang primer, tebal kulit, jumlah pembuluh lateks, dan hasil lateks, sedangkantiga karakter dipengaruhi oleh gen aditif dan epistasis duplikat yaitu tinggi tanaman, tinggicabang primer, dan diameter pembuluh lateks. 
PENGARUH KLON KARET TERHADAP EPIDEMI PENYAKIT GUGUR DAUN PESTALOTIOPSIS Alchemi Putri Juliantika Kusdiana
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i1.747

Abstract

Penyakit gugur daun Pestalotiopsis di Indonesia dilaporkan terjadi pada hampir semua jenis klon karet dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda. Salah satu strategi pengendalian penyakit gugur daun adalah dengan penggunaan klon yang resisten. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis klon karet terhadap terjadinya epidemi penyakit gugur daun Pestalotiopsis. Klon yang digunakan pada penelitian adalah klon RRIC 100, IRR 39, PB 260, BPM 24, dan GT 1. Dampak klon terhadap terjadinya epidemi dikaji melalui pengamatan kondisi tajuk tanaman menggunakan drone dan persentase keparahan penyakit di lapangan. Selain itu, dilakukan analisis hara tanaman dan data iklim untuk mengetahui hubungannya dengan keparahan penyakit gugur daun Pestalotiopsis di lapangan. Berdasarkan hasil analisis keparahan penyakit, nilai AUDPC, dan laju infeksi diketahui bahwa kelima klon berpengaruh nyata pada epidemi penyakit. Klon RRIC 100, IRR 39, dan PB 260 merupakan klon yang moderat tahan terhadap penyakit gugur daun, sedangkan klon BPM 24 dan GT 1 termasuk klon yang rentan terhadap penyakit gugur daun Pestalotiopsis. Berdasarkan kajian korelasi unsur kimia tanaman, diketahui bahwa hara tanaman seperti nitrogen, fosfat, dan kalium memiliki hubungan korelasi nyata dengan persentase keparahan penyakit. Analisis cuaca terhadap perkembangan penyakit gugur daun pada 5 klon karet menunjukkan hasil bahwa faktor cuaca seperti kelembapan, curah hujan, kecepatan angin, dan lama penyinaran matahari mendukung perkembangan penyakit gugur daun di lapangan.
PENGUJIAN KADAR KARET KERING DENGAN METODE HIDROMETRI Sherly Hanifarianty
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i1.763

Abstract

 Kadar karet kering (KKK) merupakan persentase kandungan karet yang terdapat di dalam lateks. KKK lateks sangat penting untuk diketahui karena digunakan sebagai pedoman penentuan harga. Kadar karet kering lateks juga digunakan sebagai standar dalam pemberian bahan kimia untuk pengolahan RSS, krep, dan lateks pekat. Metode hidrometri merupakan salah satu metode yang cepat dan praktis yang digunakan untuk mengetahui kadar karet kering lateks kebun secara langsung di lapangan. Alat yang digunakan dalam metode hidrometri ini adalah metrolaks, gelas ukur atau potongan tabung paralon diameter 2,5 inci (vol. 1500 ml), dan ember, sedangkan bahan yang diperlukan adalah air bersih. Keakuratan metrolaks dapat diperoleh apabila prosedur dalam pengujian diikuti sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan.
KETAHANAN SELANG DAN MEMBRAN REGULATOR GAS LPG EKSISTING TERHADAP DME BERDASARKAN UJI KINERJA FUNGSIONAL DAN UJI LABORATORIUM Hani Handayani
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i1.784

Abstract

Impor LPG terus meningkat dari tahun ke tahun, hingga akhir 2020, impor LiquefiedPetroleum Gas (LPG) Indonesia bahkan berada di kisaran 76% atau sebesar 6,1 juta ton. Berbagai upaya untuk menekan impor LPG terus dilakukan salah satunya dengan mendorong pemanfaatan dimetil eter (DME). DME merupakan salah satu senyawa yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar baru yang terbarukan saat ini karena ketersediaan bahan baku untuk pembuatan DME di dalam negeri cukup melimpah diantaranya dapat dihasilkan dari pengolahan gas alam, batubara, hasil olahan dari hidrokarbon lainnya maupun energi terbarukan seperti biomassa. Pemanfaatan DME sebagai bahan bakar rumah tangga diharapkan dapat mengurangi impor LPG sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk memperoleh informasi teknis tentang ketahanan selang karet, selang termoplastik elastomer, dan membran karet regulator pada kompor gas terhadap paparan DME yang diamati selama 3 (tiga) bulan uji fungsional non stop. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh informasi teknis bahwa semua sampel selang kompor gas LPG eksisting yang digunakan dalam penelitian ini memiliki ketahanan terhadapat paparan DME, sedangkan 3 (tiga) dari 4 (empat) total sampel regulator yang diuji memiliki ketahanan terhadap paparan DME. Hasil ini menunjukkan bahwa sampel selang yang ada di pasaran secara fungsional telah siap, layak, dan aman untuk dapat digunakan pada aplikasi gas DME sebagai bahan bakar rumah tangga, sedangkan regulator yang ada di pasaran secara fungsional cukup siap, layak, dan aman untuk dapat digunakan pada aplikasi gas DME sebagai bahan bakar rumah tangga.
POTENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI KULTUR JARINGAN DALAM PENYIAPAN BAHAN TANAM KARET UNGGUL Fetrina Oktavia
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i2.803

Abstract

Berbagai upaya dan pendekatan untuk menghasilkan bahan tanam karet unggul baru dengan kualitas yang lebih baik perlu terus dilakukan baik secara konvensional maupun modern. Penyediaan bahan tanam unggul secara konvensional melalui teknik okulasi masih merupakan pilihan terbaik yang digunakan saat ini di masyarakat dengan pertimbangan efektifitas dan aspek ekonomi yang lebih baik dibanding metode perbanyakan vegetatif lainnya. Namun untuk skala massal, metode tersebut masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan batang atas sebagai sumber entres dan biji untuk batang bawah, keterbatasan tenaga okulasi yang terampil, adanya inkompatibilitas batang atas dan batang bawah serta rendahnya juvenilitas sumber mata entres yang digunakan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Perkembangan teknologi modernmelalui kemajuan dibidang bioteknologi kultur jaringan merupakan suatu peluang bagi penyedia bahan tanam karet untuk meningkatkan mutu bahan tanam yang dihasilkan. Permasalahan juvenilitas akibat menurunnya mutu fisiologis entres karet yang telah berumur dan pengaruh batang bawah terhadap pertumbuhan dapat diatasi melalui embriogenesis somatik. Teknologi microcuttingmembantu mengatasi keterbatasan ketersediaan biji sebagai sumber batang bawah. Penggunaan bahan tanam karet asal kultur jaringan mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman yang mencapai 30–36%. Melalui kultur jaringan penyediaan klonal bahan tanam karet dapat dilakukan secara massal dan seragam dalam waktu yang cepat serta kualitas bibit yang lebih terjamin.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 43 No. 2 (2024): Volume 43, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): Volume 43, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 42 No. 2 (2023): Volume 42, Nomor 2, Tahun 2023 Vol. 42 No. 1 (2023): Volume 42, Nomor 1, Tahun 2023 Vol. 41 No. 2 (2022): Volume 41, Nomor 2, Tahun 2022 Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022 Vol. 34 No. 2 (2015): volume 34, Nomor 2, Tahun 2015 Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021 Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020 Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020 Vol. 38 No. 2 (2019): Volume 38, Nomor 2, Tahun 2019 Vol. 38 No. 1 (2019): Volume 38, Nomor 1, Tahun 2019 Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018 Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018 Vol. 36 No. 2 (2017): Volume 36, Nomor 2, Tahun 2017 Vol. 36 No. 1 (2017): Volume 36, Nomor 1, Tahun 2017 Vol. 35 No. 2 (2016): Volume 35, Nomor 2, Tahun 2016 Vol. 35 No. 1 (2016): Volume 35, Nomor 1, Tahun 2016 Vol. 34 No. 1 (2015): volume 34, Nomor 1, Tahun 2015 Vol. 33 No. 2 (2014): volume 33, Nomor 2, Tahun 2014 Vol. 33 No. 1 (2014): volume 33, Nomor 1, Tahun 2014 Vol. 32 No. 2 (2013): Volume 32, Nomor 2, Tahun 2013 Vol. 32 No. 1 (2013): Volume 32, Nomor 1, Tahun 2013 Vol. 31 No. 2 (2012): Volume 31, Nomor 2, Tahun 2012 Vol. 31 No. 1 (2012): Volume 31, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue