cover
Contact Name
MOHAMAD IRFAN FATHURROHMAN
Contact Email
wartakaret@gmail.com
Phone
+6281281822446
Journal Mail Official
wartakaret@puslitkaret.co.id
Editorial Address
Jl. Palembang - Pangkalan Balai Km. 29 Kec. Sembawa, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan - 30953 Telp : +62711 7439493 Fax : +62711 7439282 E-mail : ppksembawa@puslitkaret.co.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Perkaretan
Published by Pusat Penelitian Karet
ISSN : 02166062     EISSN : 25035207     DOI : -
Focus and Scope Warta Perkaretan is medium for dissemination the latest rubber technology for rubber industry, estate practitioners, and other general users. Warta Perkaretan contains scientific articles in the form of natural rubber research, survey/study in of pre-harvest, post-harvest, and review /scientific review of the development of science and rubber technology, such as: Agronomy Plant Physiology Exploitation Soil Science and Agroclimatology Protection, Pest and Plant Disease Breeding and Plant Genetic Socio and Economy Raw Rubber Processing Technology Rubber Goods Manufacturing Technology Elastomer Rubber Technology Chemical and Additive Rubber Peer Review Process The manuscript submitted to Warta Perkaretan will be peer-reviewed by Editorial Board Member and Reviewer which are assigned by Editor in Chief based on the manuscript focus and scope also academic discipline. The peer-review process is aimed to ensure that only good scientific original research article will be published in Warta Perkaretan. Editor and Reviewer has a right to reject if the manuscript does not fill the journal standard quality and requirement as defined. While the accepted manuscript will be published online and can be access on the Warta Perkaretan official website as follows: http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. Language used in this journal is Bahasa Indonesia based on Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Publication Frequency Warta Perkaretan (Rubber News, p-ISSN : 0216-6062 ; e-ISSN : 2503-5207) is published 2 issues per volume per year scheduled on June and December, respectively by Pusat Penelitian Karet (Indonesian Rubber Research Institute) – PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Every edition consists of 5 to 7 original research and review articles focusing on all aspects of the natural rubber research and development. Open Access Policy Warta Perkaretan (Rubber News) provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supporting a greater global exchange of knowledge. All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows: Creative Commons License Warta Perkaretan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Based on a work at http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan. • Creative Commons Attribution (CC-BY-SA)
Articles 169 Documents
POTENSI MODEL USAHA PEREMAJAAN KARET RAKYAT DI SUMATERA SELATAN Lina Fatayati Syarifa; Dwi Shinta Agustina; Iman Satra Nugraha; Aprizal Alamsyah
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i2.806

Abstract

Strategi peremajaan karet rakyat ini dipandang perlu mengingat luasnya areal karet rakyat yang sudah tua/rusak, serta banyaknya areal tanaman menghasilkan (TM) yang kondisinya juga sudah tidak layak sadap. Kondisi ini menyebabkan upaya-upaya peremajaan karet rakyat harus segera dipercepat. Kajian ini dibuat untuk menganalisis strategi peremajaan karet rakyat yang arahnya lebih dititikberatkan pada upaya pemberdayaan masyarakat perkebunan secara optimal, sehingga nantinya dapat dibuat model-model usaha peremajaan yang dapat diterapkan dalam upaya mempercepat peremajaan karet rakyat. Dengan melihat potensi luasnya areal karet-karet tua dan rendahnya tingkat adopsi bahan tanam klonal, maka wilayah-wilayah yang dapat dijadikan sasaran prioritas untuk dilaksanakan program peremajaan karet di Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara (5.571 ha), Kabupaten Musi Rawas (4.014 ha), Kabupaten Musi Banyuasin (4.014), Ogan Komering Ilir (2.603 ha), OKU Timur (2.265 ha), Ogan Komering Ulu (1.588 ha), Banyuasin (1.893 ha), dan Muara Enim (2.308 ha). Upaya peremajaan karet dengan menerapkan teknologi maju secara swadaya sebenarnya telah dilakukan oleh sebagian petani. Namun pada pelaksanaannya masih berjalan lambat karena petani memiliki keterbatasan, antara lain: kekurangan modal, ketidaktersediaan sarana produksi seperti bibit unggul dan pupuk, serta kurangnya pengetahuan teknis. Dapat diidentifikasi potensi sumber dana internal dari petani dan dana eksternal dari pihak luar yang dapat membiayai peremajaan, antara lain: penjualan hasil tanaman intercropping, bantuan CSR migas/perusahaan swasta, kemitraan dengan perusahaan kayu karet, serta bantuan pemerintah. Dari analisis kelayakan finansial, semua pilihan skenario model usaha peremajaan karet rakyat dapat dikategorikan layak untuk diusahakan. Apabila di suatu wilayah tidak tersedia pabrik kayu karet, tanaman hasil intercropping tidak bisa dijual, dan apabila tidak terdapat perusahaan-perusahaan yang potensial mengeluarkan dana CSR untuk membiayai peremajaan karet rakyat, maka diperlukan peran pemerintah daerah yang tinggi di wilayah tersebut untuk menyediakan bantuan peremajaan bagi karet rakyat.
PEMANFAATAN PARAMETER CHLOROPHYLL-A FLUORESCENCEUNTUK SELEKSI KLON KARET TAHAN KEKERINGAN Andi Nur Cahyo
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i2.811

Abstract

Chlorophyll-afluorescenceadalahperpendaran cahaya yang dilepaskan oleh klorofil untuk membuang kelebihan energi foton yang diterima dari sinar matahari pada prosesfotosintesa.Salahsatuparameterturunan dari chlorophyll-a fluorescence adalah Performance Index(PI). PI menggambarkan informasikualitatifmengenaikebugarantanaman. Pengamatan PI pada saat kondisi normal, tercekam kekeringan moderat, dan tercekam kekeringan parah memungkinkan untuk penghitungan nilai Drought Factor Index (DFI). Nilai DFI menggambarkan tingkat ketahanantanamanterhadapcekamanlingkungan, termasuk cekaman kekeringan. Semakin tinggi nilai DFI, semakin tahan tanamantersebutterhadapcekamanlingkungan dan sebaliknya. Parameter DFI telah berhasil dimanfaatkan untuk menyeleksi genotiptahancekamankekeringanpadatanaman wijen, kacang arab, barley, sawit, dan karet. Penentuan nilai DFI sangat berguna untuk kegiatan seleksi awal klon karet yang tahan terhadap cekaman kekeringan dan dapat menghemat waktu dan biaya yang harus dikeluarkanpadaprogrampemuliaantanaman karet
TINJAUAN BIBLIOMETRIK PENELITIAN MENGENAIKERING ALUR SADAP PADA TANAMAN KARET Junaidi Junaidi
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i2.812

Abstract

TINJAUAN BIBLIOMETRIK PENELITIAN MENGENAIKERING ALUR SADAP PADA TANAMAN KARETBibliometric Review of Research on Tapping Panel Dryness in Rubber PlantJunaidiUnit Penelitian Karet Sungei Putih, Pusat Penelitian KaretGalang, Deli Serdang, Po. Box 1415 Medan 20001E-mail: junaidi.puslitkaret@gmail.comDiterima 26 Juli 2021 / Direvisi 29 Agustus 2021 / Disetujui 3 Oktober 2021AbstrakKering Alur Sadap (KAS) menyebabkan penurunanhasillateksyangsignifikan.Penelitian mengenai KAS terus dilakukan di banyaklembagapenelitianmaupundiperguruan tinggi. Artikel ini menyajikan hasil analisisbibliometrikterhadappenelitian-penelitian mengenai KAS yang diterbitkan di jurnal-jurnalterindeks Scopus. Total251 artikel tentang KAS diterbitkan sejak tahun 1991 sampai 2022 (bulan Juli). Kata kunci spesifik yang paling banyak digunakan adalah geneexpression,transcriptome,ethylene,danethephon. Multiple Component Analysis(MCA) menunjukkan tema yang sedang berkembang saatinimeliputigenes,genomics,danEuphorbiaceae(studi pada spesies penghasil karetalamselainH.brasiliensis).Relungpenelitian yang masih dapat dieksplor meliputi proteomics,proteinanalysis,danmassspectrometry.Namundemikian,penelitianmengenaipenanggulanganKASmasihterbatas dan sangat potensial untuk diteliti. Analisis molekuler merupakan strategi utama untuk mempelajari KAS saat ini sehingga perludipertimbangkanbagilembagapenelitian dalam pengembangan laboratorium dan sumber daya manusia yang relevan. Tantangan bagi peneliti adalah membangun jaringandankolaborasidenganberbagaiinstitusipenelitiandanperguruantinggidengan beragam latar belakang keahlian.
POLA PRODUKSI DAN INDEKS LUAS DAUN PADA TANAMAN KARET YANG TERSERANG Pestalotiopsis Martini Aji; Alchemi Putri Juliantika Kusdiana
Warta Perkaretan Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v40i2.842

Abstract

Secaraalami,tanamankaretmenggugurkandaunsebagairesponskekeringan untuk mengantisipasi defisit air tanah pada proses transpirasi. Pengurangan jumlah daun pada tanaman karet tidak hanya terjadi akibat periode gugur daun saja, namun adanyakejadianpenyakitdaunsepertipenyakit gugur daun Pestalotiopsis juga dapat mengakibatkan tanaman melakukan gugur daun. Gugur daun dan pembentukan daun baru akan berpengaruh terhadap nilai indeks luas daun dan produksi lateks. Penelitian dilakukandiKebunPercobaanPusatPenelitian Karet Sembawa, Sumatra Selatan, pada klon PB 260 tahun tanam 2005 dan BPM 24 tahun tanam 2004 untuk mengetahui pola produksi dan nilai indeks luas daun yang terserang penyakit gugur daun Pestalotiopsis. Pengamatan yang dilakukan meliputi produksi lateks selama satu tahun, serta pengukuran indeks luas daun dan keparahan penyakit setiapbulanselamasatutahun.Hasilpenelitianmenunjukkanpenurunannilaiindeks luas daun tidak berpengaruh secara langsung terhadap penurunan produksi lateks, namunpadasaattanamanmelakukanpembentukandaunbaru(nilaiLAImeningkat),produksilateksmengalamipenurunanyangsignifikan.Selainitu,peningkatan keparahan penyakit gugur daun Pestalotiopsis memiliki hubungan yang cukup kuat dengan penurunan indeks luas daun tanaman. Pada saat keparahan penyakit tinggi dan terjadi gugur daun, indeks luas daun menurun hingga mencapai 0,5.
PENGARUH FILLER BENTONIT TERMODIFIKASI TERHADAP PERILAKU SIFAT MEKANIK EBONIT KARET ALAM Asron Ferdian Falaah; Mochamad Chalid; Mohamad Irfan Fathurrohman
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i1.815

Abstract

Karet ebonit mempunyai keunggulan karena sifat mekanik yang tinggi, kaku, dan keras namun cenderung mudah getas. Penambahan filler clay yang mengandung bentonit dinilai dapat mengurangi sifat getas karet ebonit. Studi ini mencoba membuat karet ebonit berbasis karet alam dengan variasi bentonit sebagai filler 0, 2, 4, 6, 8, 10 phr yang dicampur sebagai masterbatch karet alam yang menggunakan surfaktan kationik, dengan karet alam jenis RSS 1, belerang 30 phr dan bahan aditif lain dengan waktu 90 menit dan suhu vulkanisasi 1600C. Uji sifat rheologi menunjukkan semakin bertambahnya masterbatch yang mengandung bentonit dan dan surfaktan kationik ditambahkan akan memberikan pelunakan pada komposit. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan kenaikan dengan bertambahnya bentonit yang digunakan. Pengujian kuat tarik komposit b4 (4 phr bentonit) menghasilkan nilai tertinggi 41,3 N/mm2 dan modulus young 362,77 N/mm2. Hasil uji SEM menunjukkan permukaan lebih halus pada b4 dengan terbentuk agregat yang sangat kecil dibanding dengan b10 yang cenderung lebih besar ukuran agregat. komposit b4 mengindikasikan filler terdistribusi baik karena ukuran agregat kecil sehingga memberikan pengaruh terhadap kekuatan mekanik lebih tinggi dibanding dengan komposit b10 dengan agregat besar yang cenderung terjadi aglomerasi sehingga filler tidak terdistribusi dengan baik.
APLIKASI PUPUK ANORGANIK CAIR MELALUI DAUN UNTUK MEMPERCEPAT MASA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN KARET Imam Susetyo; Riko Cahya Putra; Ari Santosa Pamungkas; Umi Hidayati
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i1.840

Abstract

Masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) karet merupakan masa yang sangat penting dan berpengaruh terhadap potensi produksi tanaman ketika disadap. Masa TBM yang umumnya berlangsung selama 5 tahun dapat dipercepat dengan kegiatan pemeliharaan yang optimal seperti pemupukan. Selain melalui tanah, pemupukan juga dapat diberikan secara langsung ke tanaman melalui daun menggunakan pupuk anorganik cair. Tulisan ini membahas tentang pengaruh pemberian pupuk anorganik cair melalui daun terhadap pertumbuhan tanaman karet belum menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Sukamangli dan Warnasari PT Perkebunan Nusantara IX, Jawa Tengah pada tanaman karet belum menghasilkan umur 2 tahun (TBM II). Penelitian pada bulan Januari - April (bulan basah) dan Agustus - September (bulan kering) tahun 2022. Jumlah tanaman yang diamati pertumbuhan lilit batangnya adalah 20-30 pada setiap perlakuan. Pupuk anorganik cair memiliki kandungan N, P, dan K masing-masing 3,5% yang diaplikasikan pada konsentrasi 6 ml/liter setiap 2 minggu. Aplikasi pupuk anorganik cair melalui daun sebagai pemupukan ekstra pada TBM I dan II diproyeksikan dapat mempercepat masa buka sadap pada akhir TBM IV. Hasil tersebut didasarkan pada peningkatan laju pertumbuhan lilit batang pada bulan kering sebesar 0,76 cm/bulan dan 1,27 cm/bulan pada bulan basah atau 13,2 cm/tahun yang sudah lebih tinggi 3,2 cm/tahun dibandingkan laju pertambahan lilit batang standar. Biaya pemupukan selama masa TBM menjadi lebih rendah Rp 6.117.180/ha dikarenakan tanaman karet dapat dibuka sadap lebih cepat sehingga tidak ada biaya pemupukan di TBM V. Pemupukan ekstra melalui daun selain mempercepat masa buka sadap dan mengurangi biaya pemupukan selama masa TBM tetapi juga dapat mempercepat pengembalian modal investasi.
TRANSMISI HARGA KARET INTERNASIONAL TERHADAP PETANI DAN KONTRIBUSI SETIAP PROVINSI PADA PERUBAHAN HARGA KARET INDONESIA Mirza Antoni; Siti Ramadani Andelia
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i1.850

Abstract

Harga karet alam yang berfluktuasi sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani karet. Produk berupa SIR 20 Indonesia mengacu pada harga Singapura Commodity (SICOM) yakni pasar berjangka internasional. Dalam 10 tahun terakhir harga karet berfluktuasi tinggi sehingga perlu kajian. Belum ada yang mengkaji apakah harga karet alam di tingkat internasional tertransmisi dengan baik ke tingkat petani, mengingat ada beberapa lembaga pemasaran dan pelaku usaha yang terlibat dalam industri karet di Indonesia, sehingga menarik juga untuk dikaji prediksi kontribusi setiap provinsi utama penghasil karet alam di Indonesia terhadap perubahan-perubahan harga karet. Manfaat penelitian untuk mengetahui ketersampaian harga di suatu pasar akan menyebabkan terjadinya perubahan pada pasar pengikutnya. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling yakni data harga di tingkat SICOM dan petani di 8 provinsi produsen karet alam utama Indonesia. Data harga yang digunakan yakni sejak Januari 2016 hingga Desember 2021. Transmisi harga karet alam diukur dari harga internasional ke harga di tingkat petani digunakan analisis regresi linier sederhana, sedangkan untuk menganalisis integrasi pasar karet alam antar provinsi utama menggunakan metode analisa Vector Autoregressive (VAR) dan Vektor Error Correction Model (VECM) dengan menggunakan software Rstudio. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga karet pada tingkat pasar internasional telah tertransmisi dengan baik dengan harga di tingkat petani, artinya petani dengan mudah mengakses informasi harga internasional yaitu harga di SICOM. Hasil prediksi kontribusi perubahan harga/FEVD (Forcest Error Varians Decomposition) yang menunjukkan bahwa beberapa provinsi di Indonesia saling mempengaruhi terhadap perubahan harga di setiap provinsi produsen karet di Indonesia.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN HIATEN PADA TANAMAN KARET MENGHASILKAN DENGAN TANAMAN JAGUNG Ernita Bukit
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i1.865

Abstract

Tanaman karet merupakan tanaman tahunan (± 25 tahun) dengan populasi 500-600 pohon per ha. Fase pertumbuhan tanaman karet dibagi dua yaitu tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Populasi tanaman karet mengalami pengurangan setiap tahun akibat serangan penyakit jamur akar putih dan tumbang akibat angin. Areal terbuka akibat tanaman mati di areal TM karet disebut hiaten dan dijumpai pada areal TM umur ≥ 15 tahun. Areal hiaten dapat ditanami jagung sekitar 35-50% per hektar. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi areal hiaten di lahan TM karet tahun tanam 2007 di kebun Percobaan Unit Riset Sungei Putih. Jarak tanam jagung 60 x 20 x 20 cm. Menggunakan varietas Pioneer P32, umur panen ±100 hari setelah tanam (HST). Rata-rata biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani jagung di areal hiaten TM karet dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya budidaya jagung di areal hiaten adalah Rp. 14.640.000,- per hektar. Biaya tenaga kerja pengolahan lahan sampai panen sebesar Rp. 6.570.000,-. Biaya pembelian bibit, herbisida, pupuk dan perangsang buah sebesar Rp. 8.070.000,-. Jagung dipanen dalam bentuk tongkol basah dan dijual di lapangan. Biaya panen menjadi beban biaya pedagang pengumpul. Produksi jagung di hiaten 7.500 kg, harga jual Rp. 2.800,-/kg. Keuntungan yang diperoleh dari usahatani jagung di areal hiaten TM karet sebesar Rp. 6.360.000,- per hektar dengan nilai R/C 1,43. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani jagung di areal hiaten sangat menguntungkan dan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani sebagai tanaman tumpang sari.
MINI REVIEW HIDROGENASI KARET ALAM dody andi winarto; Mochamad Chalid; Chandra Liza; Mochamad Irfan Fathurrohman
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i1.868

Abstract

Karet alam merupakan komoditas penting yang berperan sebagai bahan baku untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan kekuatan tarik yang tinggi, fleksibilitas, daya rekat, ketahanan terhadap suhu rendah, ketahanan kikis, dan ketahanan terhadap air. Namun karet alam murni mempunyai kelemahan karena mengandung ikatan rangkap dua (C=C) yang menjadikan karet alam mempunyai ketahanan yang kurang baik terhadap oksidasi, panas, ozon dan lingkungan. Modifikasi karet alam berpotensi untuk menanggulangi masalah tersebut. Hidrogenasi merupakan modifikasi kimia untuk mengurangi ikatan rangkap dua tersebut yang dapat dilakukan dengan penambahan hidrogen. Proses hidrogenasi dilakukan dengan menggunakan katalis dan dapat dilakukan dengan donor hidrogen yaitu senyawa diimida pada kondisi yang relatif ramah. Keberhasilan hidrogenasi diukur dengan derajat hidrogenasi melalui beberapa metode. Dari penelusuran yang dilakukan, karet alam terhidrogenasi mempunyai prospek yang baik untuk diterapkan, namun hingga saat ini belum ada industrialisasi yang masif dalam memproduksinya.
RESPON HASIL PANEN LATEKS TANAMAN KARET KLON BPM 24 TERHADAP PERBEDAAN WAKTU APLIKASI STIMULAN PADA FREKUENSI SADAP D4 Mudita Oktorina Nugrahani; Akhmad Rouf
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 2 (2022): Volume 41, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i2.823

Abstract

Pemberian stimulan yang dilaksanakan pada TM karet bertujuan untuk mendapatkan kenaikan hasil lateks dan pengurangan tenaga sadap sehingga diperoleh tambahan keuntungan bagi perkebunan karet. Proses aplikasi stimulan memerlukan tiga hal pertimbangan, yaitu dosis, konsentrasi dan frekuensi pemberian. Selain itu, agar pemberian stimulan memberikan hasil optimal juga perlu diperhatikan terkait waktu aplikasi yang tepat dan kondisi kesehatan tanaman. Sistem penyadapan d4 dimungkinkan waktu aplikasi stimulan lebih singkat dibandingkan penyadapan d3 atau justru sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu aplikasi stimulan yang tepat dan interaksinya terhadap produksi tanaman karet klon BPM 24 khususnya pada penyadapan d4. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, 1 faktor, yaitu waktu aplikasi stimulan meliputi 4 perlakuan, yaitu kontrol, T1 (15 jam sebelum disadap), T2 (20 jam sebelum disadap), T3 (40 jam sebelum disadap) dan T4 (45 jam sebelum disadap). Klon yang digunakan penelitian ini adalah BPM 24 TT 2000 dengan posisi panel sadap B0-2 (TBM terlambat dibuka sadap TBM 8) dengan Sistem sadap S/2 d4 ET2,5%.Ga.1.0 (2w) selama 6 bulan. Metode aplikasi stimulan yang digunakan adalah groove application (Ga) frekuensi 2 minggu sekali, konsentrasi 2,5% dan dosis sebanyak 1 gr/pohon/aplikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu optimal untuk mengaplikasikan stimulan pada penyadapan d4 adalah 45 jam sebelum disadap atau sama dengan panduan umum frekuensi penyadapan d3. Secara fisiologis aplikasi stimulan tersebut juga masih relatif aman terhadap kesehatan tanaman dan proses metabolisme tanaman.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 2 (2025): Volume 44, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): Volume 44, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 43 No. 2 (2024): Volume 43, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): Volume 43, Nomor 1, Tahun 2024 Vol. 42 No. 2 (2023): Volume 42, Nomor 2, Tahun 2023 Vol. 42 No. 1 (2023): Volume 42, Nomor 1, Tahun 2023 Vol. 41 No. 2 (2022): Volume 41, Nomor 2, Tahun 2022 Vol. 41 No. 1 (2022): Volume 41, Nomor 1, Tahun 2022 Vol. 34 No. 2 (2015): volume 34, Nomor 2, Tahun 2015 Vol. 40 No. 2 (2021): Volume 40, Nomor 2, Tahun 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): Volume 40, Nomor 1, Tahun 2021 Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020 Vol. 39 No. 1 (2020): Volume 39, Nomor 1, Tahun 2020 Vol. 38 No. 2 (2019): Volume 38, Nomor 2, Tahun 2019 Vol. 38 No. 1 (2019): Volume 38, Nomor 1, Tahun 2019 Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018 Vol. 37 No. 1 (2018): Volume 37, Nomor 1, Tahun 2018 Vol. 36 No. 2 (2017): Volume 36, Nomor 2, Tahun 2017 Vol. 36 No. 1 (2017): Volume 36, Nomor 1, Tahun 2017 Vol. 35 No. 2 (2016): Volume 35, Nomor 2, Tahun 2016 Vol. 35 No. 1 (2016): Volume 35, Nomor 1, Tahun 2016 Vol. 34 No. 1 (2015): volume 34, Nomor 1, Tahun 2015 Vol. 33 No. 2 (2014): volume 33, Nomor 2, Tahun 2014 Vol. 33 No. 1 (2014): volume 33, Nomor 1, Tahun 2014 Vol. 32 No. 2 (2013): Volume 32, Nomor 2, Tahun 2013 Vol. 32 No. 1 (2013): Volume 32, Nomor 1, Tahun 2013 Vol. 31 No. 2 (2012): Volume 31, Nomor 2, Tahun 2012 Vol. 31 No. 1 (2012): Volume 31, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue