cover
Contact Name
Fahmi Yahya
Contact Email
fyahyaadam@gmail.com
Phone
+6281703766888
Journal Mail Official
karyajpm.unsa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Semongkat, Sumbawa, NTB
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Samawa
ISSN : 27982076     EISSN : 27981827     DOI : -
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan wadah publikasi ilmiah di bidang pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun kelompok masyarakat lainnya. Jurnal ini menerima artikel hasil pengabdian kepada masyarakat pada multidisiplin penerapan iptek baik yang berbentuk pemberdayaan, pelatihan, pendampingan, bimbingan teknis, dan jenis kegiatan lain yang relevan. Jurnal ini merupakan Open Access Journal terbit perdana mulai Juni 2021. Dalam 1 (satu) tahun terbit 2 kali yaitu pada bulan Juni dan Desember. Seluruh artikel dapat diakses dan didownload secara bebas oleh pihak yang membutuhkan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 549 Documents
INOVASI ALAT PENABUR PUPUK BERBAHAN PIPA UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PERTANIAN DESA JABON Refalinda Hayu Seantemat Maurany; Nirina Oktafia Anggraini; Syahdan Raya Putra Handini; Irfa Izza Fadilla; Arjun Rosyidana; Moh. Arif
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Desa Jabon yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani menggantungkan kehidupan pada hasil pertanian. Kondisi tersebut mendorong perlunya proses budidaya yang efektif, khususnya dalam kegiatan pemupukan yang selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan tangan. Metode tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar serta menghasilkan distribusi pupuk yang kurang terukur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan inovasi alat penabur pupuk berbahan pipa PVC sebagai teknologi tepat guna untuk membantu meningkatkan efisiensi proses pemupukan di Desa Jabon. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan dan pembuatan alat, sosialisasi, demonstrasi, praktik penggunaan di lahan pertanian, serta monitoring dan evaluasi bersama kelompok tani. Alat yang dibuat memiliki kapasitas sekitar 1,5–2 kg pupuk dalam sekali pengisian dengan biaya pembuatan yang relatif terjangkau. Hasil uji coba pada lahan seluas 700 m² menunjukkan bahwa penggunaan alat mampu mengurangi waktu pemupukan dari 80 menit menjadi 40 menit atau terjadi penghematan waktu sebesar 50%. Selain itu, distribusi pupuk menjadi lebih terukur dibandingkan dengan metode manual. Alat juga dinilai mudah digunakan oleh petani, termasuk petani lanjut usia, dan memperoleh respons positif dari kelompok tani. Dengan bahan yang mudah diperoleh, desain sederhana, serta biaya pembuatan yang terjangkau, alat penabur pupuk berbahan pipa PVC berpotensi diterapkan sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung efisiensi kegiatan pertanian dan mengurangi beban kerja petani di Desa Jabon.
PEMBERDAYAAN UMKM DAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PAMERAN KUMANDANG FEST SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PROMOSI PRODUK LOKAL DI DESA DANGURAN Rafa Arwistya Ardana; Latifa Choirunisa Santoso; Wahyu Angga Alamsyah; Aulia Laily Zahrotun; Nadya Yulianawati; Faridah Aufa Luqyanah; Wegaluviawati Wegaluviawati; Selfi Puji Lestari; Vicko Setyawan Nazir; Septian Rama Saputra; Zacky Wildan Musyaraf; Dicka Wahyu Setiasari
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promosi produk lokal di Desa Danguran masih menghadapi keterbatasan jangkauan pemasaran sehingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta Kelompok Wanita Tani belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat di luar lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat promosi produk lokal melalui KUMANDANG Fest sebagai ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat secara langsung. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif melalui tahapan identifikasi potensi dan permasalahan, koordinasi dan persiapan, pelaksanaan pameran, serta evaluasi. Kegiatan melibatkan tim Kuliah Kerja Nyata 26077, Pemerintah Desa Danguran, Karang Taruna, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Kelompok Wanita Tani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa KUMANDANG Fest menjadi media promosi yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk menampilkan produk, berinteraksi dengan konsumen, dan memperluas pengenalan produk lokal. Dari sisi ekonomi, beberapa pelaku usaha memperoleh hasil penjualan selama pameran, sedangkan dari sisi sosial kegiatan membuka ruang pertukaran pengalaman dan jejaring antarpelaku usaha. Evaluasi menunjukkan bahwa pameran satu kali belum cukup untuk menjamin keberlanjutan pemasaran karena masih terdapat tantangan dalam konsistensi produksi, kualitas kemasan, variasi produk, pencatatan transaksi, pengelolaan media promosi, dan perluasan pasar. Dengan demikian, KUMANDANG Fest dapat menjadi sarana promosi produk lokal yang perlu ditindaklanjuti melalui penguatan promosi digital dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.
PENGEMBANGAN VISUAL BRANDING UNTUK MENINGKATKAN CITRA DAN PENGENALAN PETERNAKAN SAPI DI KAMPUNG BOJONG KAWUNG Chindy Salwa Wahyuni; Khisol Syarif Asrori; Joko Nugroho; Muslihan Habib; Pipin Yosepin; Antoni Ludfi Arifin
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan sapi Madun Farm di Kampung Bojong Kawung, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor merupakan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan edukatif, tetapi belum optimal dalam memperkenalkan karakter dan keunggulan usahanya karena belum memiliki identitas visual yang konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan visual branding sebagai strategi untuk memperkuat identitas, citra, dan pengenalan Madun Farm sebagai bagian dari potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Institut Agama Islam Al Aqidah Al Hasyimiyyah pada 11 Agustus 2026 pukul 09.00–12.00 WIB dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Metode kegiatan meliputi observasi kondisi peternakan, penyampaian materi mengenai visual branding dan identitas visual, diskusi, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan diskusi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses visual branding memberikan pemahaman kepada peternak mengenai pentingnya identitas visual yang meliputi logo, warna, tipografi, simbol, dan media komunikasi yang konsisten. Keterlibatan peternak dan mahasiswa dalam proses diskusi membantu mengidentifikasi unsur visual yang sesuai dengan karakter dan lingkungan Madun Farm. Kegiatan ini menghasilkan dasar pengembangan identitas visual yang dapat diterapkan pada media fisik dan digital. Namun, pengukuran kuantitatif terhadap perubahan citra belum dilakukan sehingga diperlukan evaluasi lanjutan untuk mengukur efektivitas branding secara lebih terukur.
MEMBANGUN MARITIME DIGITAL READINESS MELALUI PENGUATAN DIGITAL SKILLS DAN DIGITAL CULTURE Muhammad Hidayat Lammi; Muh. Syilfa Nooviar; Tri Cahyo Nugroho; Misbahuddin Misbahuddin; Basri Basri
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan mendasar terhadap cara masyarakat memperoleh, memproduksi, menyebarkan, dan mengonsumsi informasi. Perubahan tersebut turut memengaruhi sektor maritim dan menuntut sumber daya manusia memiliki kesiapan digital yang tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi, berkomunikasi secara profesional, serta menggunakan teknologi secara aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membangun Maritime Digital Readiness melalui penguatan digital skills dan digital culture. Kegiatan dilaksanakan di Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar pada 10 Agustus 2026 dengan melibatkan 20 peserta Diklat Pelaut. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi mengenai perkembangan teknologi, penyebaran informasi digital, keterampilan digital, serta budaya digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang sangat antusias terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola penyebaran informasi. Peserta juga menunjukkan perhatian yang kuat terhadap pentingnya kemampuan memverifikasi sumber, menggunakan teknologi secara produktif, memahami risiko penyebaran informasi, menjaga keamanan digital, dan mengembangkan perilaku digital yang bertanggung jawab. Penguatan digital skills yang disertai digital culture memberikan landasan bagi terbentuknya Maritime Digital Readiness sekaligus mendorong kontribusi sumber daya manusia maritim dalam menciptakan konsumsi informasi yang lebih sehat di tengah masyarakat.
PEMETAAN DAN PENYUSUNAN PAKET WISATA BERBASIS POTENSI LOKAL DAN BUDAYA DI DESA SENGGRENG Dewi Syarifah; Alvin Febriansyah; Farhatun Nisa'; Ghiswa Chandika Kirana; Vina Ni'matul Maula; Lela Rahmadilla; Syamsul Hidayat; Erna Resmiatini
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan desa wisata di Desa Senggreng belum optimal karena ragam potensi alam, budaya, dan ekonomi lokal dipromosikan secara terpisah serta belum teridentifikasi secara terstruktur. Fokus Pengabdian ini bertujuan untuk memetakan potensi lokal secara sistematis, merancang dan memvalidasi paket wisata tematik bersama mitra, serta menganalisis prospek keberlanjutannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) secara partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok terarah bersama Kelompok Sadar Wisata Amerta Lokantara. Hasil pemetaan mengidentifikasi 11 titik potensi yang terbagi menjadi kategori alam, budaya, dan ekonomi lokal berbasis usaha mikro. Melalui analisis daya tarik dari tiga kategori potensi pariwisata tersebut, sebanyak enam paket wisata tematik unggulan berhasil disusun dan divalidasi, yaitu Paket Wisata Perahu, Paket Explore Senggreng, Paket Wisata Pemancingan, Paket Edukasi Anak, Paket Homestay, dan Paket Camping Ground. Kesimpulannya, pengemasan potensi lokal yang terpadu melalui pendekatan berbasis aset mampu memperkuat kelembagaan komunitas, mempermudah strategi promosi pariwisata desa, serta menjadi pijakan strategis menuju penetapan Desa Senggreng sebagai desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan.
PSIKOEDUKASI MANAJEMEN STRES MELALUI RUANG BERCERITA PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA CUGUNG Avouza Farhani Syam; Azis Sevo Firdaus; Muhammad Rafli; Ratna Febianti; Suryatul Aini Asyahara
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu rumah tangga menjalankan berbagai tuntutan yang berkaitan dengan pengelolaan rumah tangga, pengasuhan anak, dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Tuntutan yang berlangsung secara berulang dapat menjadi sumber tekanan apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengenali dan mengelola stres serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan psikoedukasi mengenai emosi dan stres sekaligus menyediakan ruang refleksi dan ekspresi bagi ibu rumah tangga melalui kegiatan Ruang Bercerita. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif pada 20 ibu rumah tangga yang berasal dari kelompok PKK, Posyandu, dan kegiatan senam di Desa Cugung, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Rangkaian kegiatan meliputi pengantar dan pertanyaan pemantik, pengenalan emosi dan stres, Ruang Bercerita, edukasi strategi manajemen stres, serta latihan relaksasi. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan observasi, respons peserta, dan pengalaman yang disampaikan secara sukarela selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan peserta dalam proses refleksi. Peserta memperoleh kesempatan untuk mengenali kondisi diri, mengekspresikan pengalaman, dan menerima dukungan dalam suasana yang aman. Respons positif juga disampaikan setelah kegiatan, termasuk perasaan lebih lega dan penilaian bahwa kegiatan bermanfaat. Namun, kegiatan tidak menggunakan instrumen pengukuran stres sebelum dan sesudah pelaksanaan sehingga hasil tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan perubahan tingkat stres secara kuantitatif. Kegiatan serupa berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan dengan evaluasi yang lebih terukur untuk mengetahui perubahan pemahaman dan kondisi peserta.
TEKNOLOGI ROCKET STOVE SEBAGAI ALTERNATIF PENGURANGAN SAMPAH MELALUI PROGRAM KKN DI DESA CIBARUSAH JAYA Fikri Aryan Frizzy; Muhammad Alif Althaf Satria; Aziz Gitri Alfian; Frans Insavan Daeli; Elsi Agustina Lubis; Heri Hayanti; Fadhilah Anggrayni; Candra Tri Utami
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah sampah dan kebiasaan membakar sampah secara terbuka di Desa Cibarusah Jaya dapat menyebabkan asap yang mengganggu lingkungan sekitar dan mengurangi kenyamanan hidup warga. Program KKN ini bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan teknologi Rocket Stove sebagai alternatif pengolahan sampah yang lebih terarah dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif partisipatif dengan cara mengamati, berbicara langsung, mencatat dokumen, membuat dan menguji Rocket Stove bersama warga masyarakat. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan Rocket Stove mampu memberikan hasil pembakaran yang lebih terarah, lebih konsisten dan menghasilkan lebih sedikit asap setelah api mencapai kondisi yang stabil dibandingkan dengan pembakaran terbuka. Kegiatan ini juga membantu masyarakat memahami dan meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat, mengoperasikan serta merawat Rocket Stove. Dengan demikian, penggunaan Rocket Stove memberikan konstribusi nyata sebagai teknologi sederhana yang bisa membantu mengurangi sampah biomassa dan meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang cara mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
ANALISIS PENGEMBANGAN INOVASI BALADO KERING LABU SIAM PADA UMKM DESA BALEDONO MELALUI SALURAN PENJUALAN, PERSEPSI NILAI PRODUK, DAN BIAYA PRODUKSI Rezza Dwi Amalia; Ragil Irsyad Maulana
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baledono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan memiliki ketersediaan labu siam yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk bahan pangan segar sehingga peluang peningkatan nilai tambahnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan inovasi balado kering labu siam sebagai produk UMKM dengan memperhatikan aspek saluran penjualan, persepsi nilai produk, dan biaya produksi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan partisipatif melalui tahapan identifikasi potensi, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah tujuh orang yang terdiri atas perangkat desa dan anggota Kelompok Tani Wanita Lestari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa labu siam dapat diolah menjadi balado kering yang memiliki karakteristik berbeda dari produk segar, lebih praktis, dan berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan. Saluran penjualan dapat dikembangkan melalui penjualan langsung, penitipan produk, dan pemanfaatan media sosial. Nilai produk dapat diperkuat melalui peningkatan cita rasa, tekstur, kualitas, kepraktisan, dan tampilan kemasan. Perhitungan menunjukkan biaya produksi sebesar Rp50.100 untuk tujuh kemasan atau rata-rata Rp7.157 per kemasan. Dengan harga jual Rp10.000 per kemasan, diperoleh selisih Rp2.843 per kemasan. Dengan demikian, pengembangan balado kering labu siam berpotensi menjadi alternatif usaha berbasis komoditas lokal apabila didukung oleh strategi pemasaran, pengelolaan biaya, dan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.
EDUKASI SEJARAH CANDI JIWA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER DAN NILAI-NILAI PANCASILA M Januar Ibnu Adham; Suntoko Suntoko
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Jiwa merupakan salah satu warisan sejarah penting di Kawasan Percandian Batujaya, Kabupaten Karawang, yang memiliki potensi sebagai sumber edukasi sejarah lokal sekaligus media penguatan karakter dan nilai-nilai Pancasila. Kedekatan masyarakat dengan situs sejarah perlu diperkuat melalui kegiatan edukatif agar keberadaan Candi Jiwa tidak hanya dipahami sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari identitas lokal dan warisan budaya yang perlu dilestarikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sejarah dan nilai penting Candi Jiwa, memperkuat kesadaran terhadap pelestarian cagar budaya, serta mendorong pemaknaan nilai karakter dan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode edukatif-partisipatif yang dilaksanakan pada masyarakat sekitar Candi Jiwa. Pelaksanaan kegiatan meliputi pengenalan dan observasi situs, edukasi sejarah, diskusi partisipatif, serta refleksi nilai. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan wawasan masyarakat mengenai Candi Jiwa sebagai warisan sejarah lokal, kesadaran terhadap pentingnya pelestarian cagar budaya, serta pemaknaan terhadap nilai kepedulian, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan persatuan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sejarah lokal dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi masyarakat yang mengintegrasikan pengetahuan sejarah, kesadaran pelestarian budaya, pembentukan karakter, dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila.