cover
Contact Name
Enggar Patriono
Contact Email
epatriono@unsri.ac.id
Phone
+62711580306
Journal Mail Official
biovalentia@unsri.ac.id
Editorial Address
JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Indonesia
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Bioscientia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 27220680     DOI : https://doi.org/10.24233/sribios
Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Genetika. Biologi terapan termasuk Bioteknologi dan ilmu-ilmu turunan Biologi murni. Karya ilmiah yang dipublikasi dapat berupa hasil penelitian, studi kasus, review.
Articles 70 Documents
Keanekaragaman spesies ikan rawa lebak di Desa Kuro Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Endri Junaidi; Dwi Puspa Indriani; Mira Yusma
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.2.3.2021.361

Abstract

Sumatera selatan merupakan kawasan yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang kaya akan keanekaragaman spesies ikannya salah satunya ikan air tawar. Potensi tersebut didukung oleh luasnya wilayah perairan umum daratan Sumatera Selatan yang diantaranya adalah kawasan rawa sebesar 46%. Salah satu rawa lebak terbesar dan berpotensi sebagai perikanan tangkap terdapat di kecamatan Pampangan kabupaten OKI. Karakteristik khas ekosistem rawa lebak yang secara periodik mengalami perubahan kedalaman air secara musiman dapat mengindikasikan adanya perbedaan komposisi spesies ikan pada saat musim hujan dan musim kemarau. Selain berperan sebagai habitat ikan, rawa lebak berperan secara ekologi dan ekonomi bagi masyarakat. Namun adanya kegiatan alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit berpotensi merusak ekosistem rawa lebak sebagai habitat ikan. Hasil dari penelitian yaitu ditemukan 15 spesies yang tergolong dalam 3 ordo, 8 famili, dan 12 genus dari 159 ekor ikan yang tertangkap di kawasan rawa lebak di Desa Kuro kecamatan Pampangan kabupaten Ogan Komering Ilir pada bulan Oktober 2019 (Musim kemarau). Keanekaragaman jenis ikan termasuk dalam kategori rendah-sedang yaitu berkisar antara 0,590-1,840. Kesamaan komunitas tinggi antara stasiun 2 dan stasiun 3 (73%). Kesamaan komunitas rendah antara stasiun 1 dengan stasiun 3 (37,50%), dan antara stasiun 1 dengan stasiun 2 (42,10%).
Aktivitas enzim antioksidan pada akar Sonneratia caseolaris (L.) Engl. dalam fitoremediasi logam berat di Pulau Payung Sumatera Selatan Afifah Thohiroh; Singgih Tri Wardana; Syafrina Lamin; Sarno Sarno; Juswardi Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.2.3.2021.362

Abstract

Pencemaran logam berat di sungai salah satunya berasal dari limbah industri dan akan terakumulasi pada biota perairan. Upaya untuk mengatasinya melalui proses fitoremediasi menggunakan tumbuhan mangrove S. caseolaris. Proses fitoremediasi logam berat dapat menyebabkan cekaman bagi S. caseolaris dan meningkatkan radikal bebas. Respons adaptasi S. caseolaris berupa perubahan aktivitas enzim antioksidan meliputi peroksidase (PO), polifenol oksidase (PPO), dan katalase (CAT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas enzim antioksidan berupa PO, PPO, dan CAT sebagai respons adaptasi S. caseolaris dalam fitoremediasi logam berat di Pulau Payung Sumatera Selatan. Proses pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling. Pengukuran kadar logam berat Pb dan Cu menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Penentuan aktivitas dari PO dengan substrat hidrogen peroksida dan pirogalol; PPO dengan substrat pirogalol; dan CAT dengan substrat hidrogen peroksida menggunakan metode spektrofotometri uv-vis dengan panjang gelombang pada masing-masing enzim berturut-turut 420 nm; 420 nm; dan 240 nm. Analisis data yang digunakan berupa data kuantitatif yang disajikan dengan analisis pemusatan data rata-rata dan standar deviasi. penelitian yang telah dilakukan, aktivitas enzim antioksidan diperoleh masing-masing dengan aktivitas PO 45,78 U/mg protein/menit; aktivitas PPO 109,05 U/mg protein/menit; dan aktivitas CAT 32,02 U/mg protein/menit. Aktivitas enzim antioksidan PO, PPO, dan CAT merupakan respons adaptasi S. caseolaris yang disebabkan oleh pengaruh akumulasi (fitoremediasi) logam berat Pb dan Cu pada sedimen dan berfungsi menangkal Reactive Oxygen Species (ROS) yang terbentuk.
Pengaruh kombinasi limbah ampas Kelapa, Nanas, dan Pepaya terhadap konsumsi pakan, efisiensi konversi, dan pertumbuhan maggot Hermetia illucens L. Syafrina Lamin; Erwin Nofyan; Astrid Mayasari
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.1.2022.363

Abstract

Salah satu jenis sampah yang ada ditimbun di TPA adalah sampah organik. Sampah organik ini dapat dikurangi dengan cara pengomposan. Namun proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 3-4 bulan hingga sampah benarbenar terurai. Sampah organik yang tidak dengan cepat diolah akan menimbulkan bau yang menyengat atau bau tidak sedap. Maggot dari lalat Hermetia illucens dapat dijadikan sebagai pengurai sampah organik menjadi partikel yang lebih kecil, selain itu juga maggot dapat dibiakkan dan dijadikan pakan unggas/ikan. Untuk mengetahui keefektifan hidup maggot H. illucens, perlu dilakukan pengujian dalam aspek biologi seperti, konsumsi pakan, efisiensi konversi, dan laju pertumbuhan maggot. Tujuannya untuk menentukan konsumsi pakan, efisiensi konversi, dan laju pertumbuhan maggot H. illucens pada masing-masing variasi komposisi sampah buah dan dedak padi. Rancangan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan masingmasing perlakuan dilakukan 5 kali pengulangan. Hasil dari penelitian ini didapatkan Komposisi limbah organik yang paling tinggi untuk konsumsi pakan maggot H. illucens, yaitu pada komposisi dedak fermentasi 50% dan pepaya 50% dengan rata-rata konsumsi pakan 77,80%. Komposisi limbah organik yang paling tinggi untuk efisiensi konversi maggot H. illucens, yaitu komposisi dedak fermentasi 50% dan pepaya 50% dengan rata-rata efisiensi konversi 0,31%. Komposisi limbah organik yang paling tinggi untuk pertumbuhan maggot H. illucens, yaitu komposisi dedak fermentasi 50% dan pepaya 50% dengan rata-rata bobot 0,26 g dan rata-rata panjang maggot 1,88 cm. Kesimpulannya dari penelitian ini yaitu pertumbuhan maggot H. illucens yang paling tinggi dengan menggunakan komposisi media pepaya 50% dan dedak fermentasi 50% dan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan maggot H. illucens adalah kuantitas dan kualitas media pakan.
Toksisitas insektisida organofosfat terhadap mortalitas Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Nesa Seftiani; Agus Purwoko; Endri Junaidi; Arwinsyah Arwinsyah; Zazili Hanfiah; Syafrina Lamin
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.1.2022.364

Abstract

Organofosfat merupakan zat kimia sintetis yang terkandung dalam pestisida untuk membasmi hama. Organofosfat terdiri dari ester asam fosfat atau tiofosfat yang toksik secara akut terhadap hewan bertulang belakang seperti ikan, burung, cicak, dan mamalia. Salah satu contoh insektisida organofosfat dengan merek dagang yaitu Dursban 200EC dengan bahan aktif berupa klorpirifos. Ikan mas (Cyprino carpio L.) merupakan salah satu jenis organisme yang hidup di air tawar. Ikan mas memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi dan rentan terhadap perubahan lingkungan, sehingga adanya pencemaran dari limbah insektisida berpotensi membunuh ikan mas tersebut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan januari 2021 sampai dengan februari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok dan diberi perlakuan menggunakan uji statik (non renewal). Kelompok eksperimen diberi beberapa perlakuan dalam jangka waktu tertentu, setelah itu dilakukan pengamatan dan analisis variabel terikat terhadap variabel bebas dan kontrol. Penelitian menggunakan insektisida organofosfat dengan masing-masing konsentrasi 0 ml/L (kontrol) ; 0,25 ml/L ; 0,75 ml/L ; 1,25 ml/L dan 1,75 ml/L dan diamati setiap 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam. Analisa data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis varian dan uji lanjut Post Hoc Test (LSD).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada waktu paparan 24 jam didapatkan nilai LC50 sebesar 0944 ml/L, nilai LC50 48 jam sebesar 0,681 ml/L, nilai LC50 72 jam  sebesar 0,095 ml/L,  dan  LC50 96 jam sebesar 1,529 ml/L. Nilai TUa yang didapat dari  pemaparan selama 24, 48, 72 dan 96 jam berturut-turut yaitu sebesar 1,059 ; 1,468 ; 10,52 ; 0,654. Hasil analisis statistik dengan ANOVA diketahui bahwa konsentrasi 0,25 ml/L, 0,75 ml/L, 1,25 ml/L, 1,75 ml/L menyebabkan kematian ikan mas secara signifikan. Kesimpulan penelitian adalah ikan mengalami stres dan kehilangan keseimbangan, gerakan melemah, sisik berlendir, operculum terbuka, insang menjadi pucat sehingga ikan kekurangan oksigen, hingga mengalami kematian. Lethal Consentration (LC50) dari insektisida organofosfat selama 24 jam  sebesar   0,944 ml/L, 48 jam sebesar 0,681 ml/L, 72 jam sebesar 0,095 ml/L, dan 96 jam sebesar 1,529 ml/L. Konsentrasi pertama yang memiliki dampak nyata terhadap ikan mas (Cyprinus carpio L.) yaitu 0,25 ml/L. Konsentrasi yang mulai berpengaruh terhadap mortalitas ikan mas (Cyprinus carpio L.) yaitu 0, 25 ml/L, Semakin tinggi konsentrasi yang   diberikan maka semakin tinggi mortalitas ikan mas. Artinya penggunaan insektisida organofosfat dengan konsentrasi 2 ml/L bersifat sangat toksik terhadap hewan non target.
Keragaman tumbuhan obat masyarakat Suku Kayuagung di Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir Tika Maidela Venia; Harmida Harmida; Singgih Tri Wardana
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.2.2022.365

Abstract

Masyarakat suku Kayuagung di Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir masih memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat yang diwariskan secara turun-temurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat, mengetahui habitus, organ tumbuhan, dan sumber perolehan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat, mengetahui cara pengolahan dan cara penggunaan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat suku Kayuagung di Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2020. Pengambilan sampel dan data tumbuhan telah dilakukan di Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dan observasi lapangan yang dilakukan dengan mewawancarai pengobat tradisional (Battra) yang berjumlah 4 orang dan 1 orang masyarakat umum. Hasil penelitian didapatkan 94 jenis tumbuhan dari 48 famili. Famili yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah Euphorbiaceae sebanyak 8 jenis tumbuhan (8,7%). Habitus tumbuhan obat yang banyak digunakan berupa herba (38,3%), organ tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah daun (61,8%), dengan sumber perolehan paling banyak berupa budidaya atau ditanam (61,7%). Pengolahan tumbuhan obat paling banyak dengan cara direbus (54,2%), dan cara penggunaan tumbuhan obat paling banyak digunakan adalah diminum (65%).
Aktivitas senyawa antioksidan daun Godobos (Enhydra fluctuans Lour.) Dian Febriani; Salni Salni; Hanifa Marisa
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.2.2022.366

Abstract

Penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes mellitus, aterosklerosis, penyakit jantung dan lainnya, biasanya diakibatkan oleh radikal bebas. Senyawa yang mampu menghambat pembentukan radikal bebas adalah senyawa antioksidan. Godobos (Enhydra fluctuans Lour.) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antioksidan karena memiliki senyawa polifenol, flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fraksi aktif, golongan senyawa murni, dan nilai IC50 (Inhibition Consentration) senyawa murni daun godobos. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Maret 2021 dengan lokasi pengambilan sampel bertempat dikabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian yang dilaksanakan yaitu penghalusan simplisia daun godobos, ekstraksi, fraksinasi, uji aktivitas antioksidan dengan plat KLT, Pemurnian, Penentuan golongan senyawa, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian yaitu didapatkan rendemen sebesar 36,47% dari proses ekstraksi 300g simplisia kering daun Godobos. Hasil proses fraksinasi didapatkan persen rendemen fraksi n-heksan yaitu 29,36%, fraksi etil asetat 33,40% dan fraksi metanol-air didapatkan 21,83%. Fraksi aktif daun godobos adalah fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan, kromatografi kolom pada fraksi aktif didapatkan enam eluat murni yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu N1, E1,E2,E4,E6, dan E7. Golongan senyawa N1, E1 dan E2 adalah terpenoid, golongan senyawa eluat E4 dan E6 adalah flavanoid, sedangkan eluat E7 termasuk senyawa golongan tannin. Uji aktivitas antioksidan eluat murni dengan metode DPPH didapatkan nilai IC50 N1 adalah 47,97 , E1 sebesar 112,44 , E2 sebesar 75,85 ppm, E4 sebesar 48, E6 sebesar 59,48 ppm, dan E7 sebesar 131,20 ppm.
Inventarisasi awal jamur makroskopis di Kawasan Sumur Tinggi Suaka Margasatwa Isau-Isau Sumatera Selatan Doni Setiawan; Rininta Mutiara Dela; Matrialis Puspito Khirty Maharsi; Wahid Nurrudin; Agus Purwoko; Dwi Puspa Indriani; Enggar Patriono
Sriwijaya Bioscientia Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.3.2.2022.367

Abstract

Kawasan Sumur Tinggi merupakan kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Isau-isau yang berdekatan dengan lokasi  Desa Lawang Agung dan Desa Pagar Agung yang sudah mulai dipengaruhi adanya berbagai kegiatan aktivitas masyarakat sekitar khususnya perladangan kopi. Mengingat luasnya Kawasan SM Isau-isau dan tingginya aktivitas masyarakat berladang di sekitar pinggir kawasan serta belum pernah dilakukan kajian penelitian  tentang jamur makroskopis maka perlu dilakukan survei inventarisasi awal untuk mengetahui apa saja jenis jamur makroskopis di Kawasan Sumur Tinggi SM Isau-isau. Survei inventarisasi awal ini telah dilakukan  pada bulan  September 2021 dan bulan Juni 2022 di sekitar Kawasan Sumur Tinggi Hutan SM Isau-isau. Pengambilan sampel dilakukan survei langsung dilapangan  dengan metode  jelajah.  Setiap jamur makroskopis yang  didapat di lapangan baik yang terdapat pada substrat kayu, tanah dan serasah diambil kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label untuk diidentifikasi. Dari hasil penelitian inventarisasi awal didapatkan hasil bahwa Jamur makroskopis yang ditemukan dari Filum Ascomycota yang terdiri dari 1 kelas, 1 ordo, 1 famili, 1 genus, dan 1 spesies dan Filum Basidiomycota terdiri dari 1 kelas, 5 ordo 14 famili, dan 29 spesies. Data yang didapatkan menunjukkan bahwa famili jamur Polyporaceae mendominasi di Hutan SM-Isau-Isau sekitar Kawsan Sumur Tinggi yang ditemukan sebanyak 9 jenis. Jamur dari Famili Polyporaceae merupakan jamur dekomposer yang banyak tumbuh pada pohon yang telah mati dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan hingga dapat mengembangkan diri secara cepat pada habitatnya yang mempunyai tingkat kelembaban yang tinggi. Dari hasil survei awal ini menunjukan tingginya keberagaman jenis jamur yang berada didalam hutan SM Isau-isau sekitar Kawasan Sumur Tinggi sehingga mempunyai potensi untuk dieksplorasi lebih lanjut.
Kualitas air kolam budidaya dan kolam terpal untuk pertumbuhan ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada kelompok pembudidaya ikan Lele di Kabupaten PALI Sumatera Selatan Enggar Patriono; Resti Amalia; Merry Sitia
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.2.3.2021.378

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kualitas air kolam budidaya dan kolam terpal untuk pertumbuhan ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada kelompok pembudidaya ikan Lele di Kabupaten PALI Sumatera Selatan. Penelitian bertujuan  mengetahui perubahan kualitas air terhadap pertumbuhan ikan Lele Sangkuriang yang dipelihara di kolam terpal, dan kualitas air yang sesuai untuk pemeliharaan ikan Lele. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengukuran parameter kualitas air kolam budidaya ikan Lele dan kolam terpal ikan Lele Sangkuriang, serta pengamatan pertumbuhan ikan Lele Sangkuriang yang dipelihara oleh kelompok pembudidaya ikan Lele di Kabupaten PALI Sumatera Selatan. Kualitas air diamati dengan parameter suhu, DO, pH air. Pertumbuhan ikan Lele Sangkuriang menggunakan variabel pertumbuhan mutlak dengan pengukuran parameter pertambahan bobot biomassa. Hasil penelitian dapat disimpulkan, nilai suhu dan pH pada kolam pembudidayaan ikan Lele dikategorikan masih dalam keadaan layak untuk kegiatan pembudidayaan. Nilai DO yang berkisar di bawah 3 ppm pada kolam pembudidaya ikan dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ikan Lele. Suhu pada kolam terpal yang berkisar antara 26,6 hingga 28,8 oC dikategorikan dalam keadaan suhu yang optimal bagi kegiatan pembudidayaan ikan Lele. Kisaran pH dan DO pada kegiatan kolam terpal, layak bagi keberhasilan hidup ikan Lele. Pengukuran pH, suhu, dan DO layak bagi pemeliharaan dan pembesaran ikan Lele.
Telaah: Pengaruh Boswellic Acid pada performa Hippocampus di otak Alawiyah, Kamila; Alfarisi, Hamzah; Insani Shullia, Nurul; Kurniawan Sariyanto Putera, Alexander
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.1.2023.387

Abstract

Getah kemenyan dengan genus Boswellia telah lama digunakan secara tradisional pada beberapa penyakit. Kandungan Boswellia salah satunya adalah asam boswellic. Asam boswellic memiliki aktivitas neuroprotektif dan antiinflamasi. Beberapa jenis asam boswellic yang paling banyak diteliti mengenai efek farmakologi adalah asam 11-keto-β-boswelik (KBA), asam asetil-11-keto-β-boswellik (AKBA), dan β-boswelik (βBA). βBA diteliti memiliki efektivitas permeabel terhadap Blood Brain Barrier (BBB) dibandingkan jenis asam boswellic lainnya. Oleh karena itu, βBA memiliki potensi yang lebih besar dalam pengaruhnya pada otak terutama hippocampus. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi lengkap dan membahas mengenai pengaruh boswellic acid pada performa hippocampus di otak terutama efek pada fungsi kognitif, efek farmakologis pada studi in vivo dan invitro, serta mekanisme molekuler sehingga diharapkan dapat menjadi pengetahuan sebagai acuan dalam melakukan penelitian lanjutan. Pemberian asam boswellic memberikan efek neuroprotektif dan antiinflamasi pada hippocampus sehingga dapat bekerja menghambat apoptosis sel di hippocampus, meningkatkan viabilitas sel saraf, dan meningkatkan kemampuan learning dan memori serta kognitif melalui anti-infalamasi. Beberapa mekanisme molekuler asam boswellic yang dapat mempengaruhi performa hippocampus adalah 5-Lipoxygenase (5-LOX), peningkatan Nuclear factor erythroid 2–related factor 2 (Nrf2), penekanan aktifitas acetylcholinesterase (AChE), dan pengaturan Ca (2+/-) dan protein kinase teraktivasi mitogen (MAPK). Akan tetapi, penelitian mengenai pengaruh boswellic acid pada performa hippocampus masih sangat terbatas dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama pada manusia.
Efektivitas kombinasi Pistia stratiotes L. dan Salvinia molesta Mitchell dalam fitoremediasi air asam tambang batubara Putri, Deviana; Juswardi, Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/sribios.4.1.2023.388

Abstract

Open pit mining is a mining system that is commonly applied to coal extraction activities. Environmental problems in coal mining activities are generally related to acid mine drainage (AMD). Efforts to overcome the impact of AMD can be done by phytoremediation in constructed wetlands (CW). Plants that have the potential for AMD phytoremediation include Pistia stratiotes L (water lettuce) and Salvinia molesta Mitchell (giant Salvinia) , so it is necessary to conduct research on the effectiveness of the combination of P. stratiotes and S. molesta to be developed on CW vegetation. The experimental design used was a completely randomized design (CRD), with 3 treatments using P. Stratiotes, S. Molesta, Combination of P. stratiotes and S. molesta each 9 replications. The results showed the effectiveness of phytoremediation using plant vegetation of P. stratiotes and S. molesta in increasing pH by 40.04% and reducing sulfate levels by 41.72%. The effectiveness of the combination of P. stratiotes and S. molesta in reducing levels of Mn and Fe were 101.36% and 93.49%, respectively. The decrease in TSS levels is better done by the combination of P. stratiotes and S. Molesta vegetation compared to P. stratiotes or S. Molesta vegetation alone, but the better growth rate occurred in S. molesta vegetation only.