Jurnal Difusi
Jurnal Difusi (E-ISSN : 2774-4981, P-ISSN : 2615-2363) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel hasil Pengabdian Masyarakat setahun dua kali (Januari dan Juli). Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Jurnal ini terbit perdana pada Januari 2018 dengan fokus pengabdian masyarakat dan ruang lingkup Collaborative Governance, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Partisipatif, Ekonomi Kreatif, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pembangunan Inklusif, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Literasi Informasi Digital. Setiap artikel yang dikirimkan ke Jurnal Difusi akan melewati proses penilaian dengan menggunakan sistem double-blind review yaitu penulis tidak mengetahui reviewer dan reviewer tidak mengetahui penulisnya. Jurnal ini sudah memiliki nomor DOI dengan prefix : 10.35313
Articles
111 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK PURAGABAYA KOTA BANDUNG DALAM MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGHADAPI UJI KOMPETENSI KEAHLIAN BIDANG AKUNTANSI
Hastuti;
Ita Susanti;
Endah Dwi Kusumastuti
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (65.509 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2628
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi menyusun laporan keuangan bagi siswa SMK Puragabaya. Peserta program adalah 56 orang siswa SMK yang akan menghadapi UKK (Ujian Kompetensi Keahlian) bidang akuntansi. Peningkatan kompetensi dilakukan dengan mengadakan pelatihan, pendampingan dan simulasi uji kompetensi akuntansi. Materi pelatihan sesuai dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang merupakan acuan UKK pada kurikulum SMK. Materi terdiri dari prinsip profesionalisme dalam bekerja, praktik-praktik kesehatan dan keselamatan kerja, memproses entry jurnal, memproses buku besar, dan menyusun laporan keuangan. Evaluasi telah dilakukan untuk mengukur keberhasilan program ini. Evaluasi materi pelatihan diukur dengan menilai hasil simulasi uji kompetensi akuntansi. Sementara evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberi kuesioner kepada peserta untuk menilai penyelenggaraan kegiatan yang meliputi unsur narasumber, materi pelatihan, sarana dan logistik.
SISTEM ANTRIAN PELAYANAN DESA SARIWANGI SECARA ON LINE
Yana Sudarsa;
M. Farid Suanto;
Paula Rudati;
Sabar Pramono;
Feriyonika;
Tjan Swi Hong
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (390.691 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2629
Pelayanan masyarakat umum merupakan satu aspek sangat penting dalam melaksanakan fungsi dari pemerintahan tingkat desa. Pemerintah desa sebagai ujung tombak dari pemerintah pusat dan daerah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Proses pelayanan masyarakat yang bersifat administrasif tentang kependudukan tingkat desa pada dasarnya masih manual. Pemohon pelayanan terlebih dahulu harus datang ke kantor desa untuk mendapatkan antrian pelayanan. Saat ini, ketidakpastian untuk mendapat layanan tidak pasti. Seringkali, pemohon harus menunggu lama atau bahkan sudah datang ke desa tetapi tidak bisa dilayani hari tersebut karena sudah penuh. Permasalahan ini karena tidak ada mekanisme untuk memantau proses penyelesaian pelayanan. Petugas layanan juga tidak bisa memberikan jaminan kapan pelayanan selesai. Artikel ilmiah ini menyajikan sebuah model aplikasi sistem antrian pelayanan desa untuk mendapatkan informasi tentang kapan pemohon harus datang untuk mendapatkan pelayanan. Sistem berbasis on line dan bisa diakses dari manapun juga. Metode yang digunakan adalah metode mengimplementasikan tahapan pada model pengembangan “Perangkat Lunak System Development Life Cycle (SDLC)” dan dikembangkan dengan Visual Basic. Hasilnya memberikan indikasi bahwa penggunaan sistem yang telah dibangun dapat meningkatkan dan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang pasti dan manajemen pelayanan di kantor desa.
DISEMINASI ALAT PROSES PENGERING SURYA (SOLAR DRYER) UNTUK INDUSTRI PRODUK MAKANAN PADA UMKM BINAAN PEMERINTAH KOTA CIMAHI
Tina Mulya Gantina;
Annisa Syafitri Kurniasetiawati;
Yanti Suprianti;
Rusmana;
Sapto Prayogo;
Herawati Budiastuti
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.64 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2630
Tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Teknik Konversi Energi (JTKE) bersama dengan pihak Pemerintah Kota Cimahi - Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi berkoordinasi dalam upaya mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah yang berasal dari jenis kelompok usaha penyediaan makanan lainnya. Salah satu pengusaha yang termasuk dalam jenis kelompok usaha tersebut adalah produsen makanan olahan dari labu dengan nama usaha “Roemah Labu”. “Roemah Labu” telah memiliki pasar yang cukup luas serta produk yang konsisten yaitu pangsit labu dan dodol labu. Saat ini “Roemah Labu” sangat memerlukan alat pengering untuk mendukung proses produksi keripik labu (dalam tahap pengembangan) dan berbagai produk makanan olahan dari limbah bahan baku labu, yaitu kulit dan biji labu untuk menambah varian produknya. Adapun jenis pengering yang coba didiseminasikan merupakan sebuah alat pengering surya sederhana dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses produksi dari segi higienitas maupun kuantitas varian produk. Alat pengering surya (Solar Dryer) dirancang agar independen dari sumber energi selain panas matahari. Alat pengering ini terdiri atas dua bagian utama, yaitu ruang pengering dengan lima susun tray berukuran 60 x 60 cm dan solar collector berukuran 1.05 x 1.3 m. Banyaknya produk labu tambahan yang dapat dihasilkan dalam satu kali produksi dari setiap kg labu, yaitu 111 gram kulit labu kering (cuaca cerah), 29 gram kulit labu kering (cuaca hujan), dan 34 gram biji labu kering/ matang.
PERBERDAYAAN MASAYAKAT DALAM PELESTARIAN HEWAN PENYU BELUKU DI KABUPATEN PASER
Moh Muntaha
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (962.799 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2631
Penyu merupakan kelompok reptil yang hidup di laut. Ciri hidupnya berpindah dan berpencar dengan jarak jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Asia Tenggara. Kondisi saat ini seperti kerusakan habitat pantai dan ruaya pakan, kematian akibat interaksi dengan aktivitas perikanan, pengelolaan teknik-teknik konservasi yang tak memadai, perubahan iklim, penyakit serta pengambilan penyu dan telurnya yang tak terkendali merupakan faktor-faktor penyebab penurunan populasi penyu. Penyu Beluku merupakan hewan khas Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Dari data penyu Beluku dari tahun ke tahun mengalami penurunan jumlah populasinya. Hal ini disebabkan masyarakat sekitar daerah DAS Kandilo memanfaatkan telur Beluku untuk konsumsi ataupun dijual serta mengonsumsi daging penyu dewasa. Untuk itu diperlukan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar berhenti mengeksploitasi telur dan penyu Beluku dewasa. Bentuk yang dilakukan adalah sosialisasi secara langsung, diskusi dengan LSM, dan pembuatan peraturan daerah. Hasil sosialisasi dan survei terhadap perilaku masyarakat atas keberadaan penyu Beluku menunjukkan masyarakat masih sangat terbatas terkait keberadaan penyu Beluku yang merupakan hewan khas yang dimiliki Kabupaten Paser. Akan tetapi masyarakat memberikan dukungan yang luas untuk konservasi penyu Beluku. Hasil sosialisasi dan diskusi dengan LSM, adanya konsep konservasi berbasis masyarakat yang bisa dikembangkan yaitu pendidikan konservasi berbasis masyarakat melalui wisata edukasi penyu Beluku. Untuk pihak pemerintah siap mendukung dengan pembuatan peraturan daerah perlindungan Penyu Beluku.
PEMBUATAN VIDEO PRESENTASI DENGAN SOFTWARE CAMTASIA GUNA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU-GURU SMP GUGUS 04 KABUPATEN BANDUNG
Hedi
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (657.019 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.3433
Dalam kegiatan pengajaran pada awal semester para guru diwajibkan untuk menyusun target penyampaian materi pelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan. Akan tetapi, kegiatan di sekolah maupun kegiatan di lingkungan pemerintah setempat sering mengharuskan siswa dan guru untuk mengikutinya sehingga menggagu target materi pelajaran. Solusinya adalah memberikan kemampuan membuat video presentasi. Video ini dapat digunakan sebagai pengganti kehadirannya di kelas sehingga guru-guru dapat menugasi siswa untuk menonton video tersebut yang diunggah melalui fasilitas youtube atau di-share melalui HP. Pembuatan video presentasi dalam kegiatan pengajaran bagi guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Gugus IV Kabupaten Bandung, bertujuan untuk menyelesaikan masalah pencapaian target materi pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas bahan pembelajaran, meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar, dan meningkatkan kemampuan membuat bahan pengajaran yang lebih baik. Perangkat yang digunakan dalam pembuatan video presentasi adalah sangat sederhana yaitu laptop dan software CAMTASIA. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September dengan jumlah waktu selama 40 jam dalam durasi enam minggu. Adapun jumlah peserta 29 orang yang terdiri atas guru SMP MGMP Gugus 04 Kabupaten Bandung. Materi yang diberikan dalam kegiatan ini adalah: metode presentasi, membuat presentasi dalam bentuk powerpoint, dan pembuatan video presentasi dengan software Camtasia. Untuk mengukur kemampuan membuat presentasi dalam bentuk powerpoint, dan pembuatan video presentasi dengan software Camtasia dilakukan postest terhadap 29 peserta. Dari pelatihan ini, diperoleh 55% peserta sangat menguasai, 12% peserta menguasai, 11% peserta kurang menguasai dan 22% peserta tidak menguasai. Selain itu, keberhasilan dalam kegiatan ini ditandai dengan dihasilkannya 23 buah powepoint dan 16 buah video presentasi yang dibuat oleh seluruh peserta.
PEMBERDAYAAN WARGA KAMPUNG GANDOK MELALUI USAHA TANI BERBASIS KOMUNITAS DAN TEKNOLOGI
Rida Hudaya
Jurnal Difusi Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v5i1.2260
Program ini diselenggarakan pada mitra yang mengarah pada bidang ekonomi produktif usaha tani, bertujuan untuk pemberdayaan warga Kampung Gandok yang terhimpun dalam komunitas ecoFarm Kampung Tani yang berlokasi di Kampung Gandok Ds. Suntenjaya Kec. Lembang Kab. Bandung Barat. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah (1) efisiensi dan efektifitas budidaya; (2) pengolahan pasca panen; (3) pengelolaan usaha berbasis komunitas; dan (4) pengelolaan pasar.Berdasarkan hasil analisa situasi, maka solusi yang dilaksanakan adalah program kegiatan (1) pelatihan dan pendampingan pengelolaan koperasi usaha tani serta bantuan pembentukan koperasi dalam rangka mengelola sumber daya; (2) pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi pangan; (3) pelatihan dan pendampingan penerapan proses produksi berbasis teknologi elektronika dan bantuan beberapa model teknologi. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah adanya (1) peningkatan pengetahuan, keterampilan penerapan proses produksi berbasis teknologi elektronika melalui beberapa model teknologi eFarming. (2) peningkatan pengetahuan teknologi pangan beserta perencanaan produksinya; (3) peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan koperasi serta terbentuknya koperasi sebagai lembaga usaha tani berbasis komunitas yang mengelola kegiatan usaha, produksi, pemasaran dan asset; (4) peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan pasar. Dampak lainnya adalah tersedianya (1) model budidaya berbasis teknologi elektronika; (2) materi pelatihan teknologi pertanian berbasis teknologi elektronika; (3) materi pelatihan teknologi pengolahan produk tani; (4) dokumen perencanaan produksi pasca panen; (5) materi pelatihan perkoperasian; (6) dokumen pendirian kelembagaan koperasi; (7) canvas model business. Adanya dampak ini menyebabkan terjadinya perubahan dari mitra non-produktif menjadi mitra produktif akibat dari berdayanya mitra karena adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, pendapatan, dan pelayanan.
- Implementasi Energi Terbarukan (EBT) bagi Siswa/Santri Ponpes Suryalaya
siti saodah
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.2279
Pondok Pesantren (Ponpes) adalah suatu lembaga yang menghasilkan insan-insan yang dapat berkontribusi terhadap bangsa, negara dan agama.. Berkaitan dengan bidang keenergian, Ponpres dapat dijadikan basis mengubah pola fikir penggunaan energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus tempat pengembangan EBT. Para santri memiliki posisi sangat strategis di mata masyarakat, karena pemahaman agama mereka sangat menunjang dan kata-kata mereka diikuti oleh warga. Oleh karena itu, mereka dapat dijadikan agen perubahan (agent of change) yang berpotensi merevolusi kondisi penggunaan EBT. Tantangan ini juga harus dijawab Ponpes Suryalaya. Media pembelajaran terkait energi baru terbarukan belum tersedia di Ponpes Suryalaya sehingga menjadi satu permasalahan tersendiri bagi pondok tersebut. Untuk menjembatani hal ini, dapat didukung dengan memberikan pengenalan wawasan, peningkatan skill dan penumbuhan pengetahuan serta pemahaman yang sesuai terkait dengan energi baru terbarukan (renewable energy). Kegiatan pengenalan dan pemahaman mengenai renewable energy ini bukan saja akan meningkatkan skill dan pengetahuan, tetapi juga sekaligus menjadi aktivitas strategis untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pemanfaatan sumber energi baru terbarukan. Melalui program pengabdian pada masyarakat (P2M) yang diselenggarakan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Negeri Bandung, tim P2M gabungan Jurusan Teknik Konversi Energi mengusulkan kegiatan pengenalan, sosialisasi dan implementasi renewable energy, dikhususkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kegiatan yang diusulkan ditujukan untuk meningkatkan skill, membuka wawasan yang diharapkan akan menjadi bekal dan dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi diri lulusan. Manfaat lain kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian pada energi terbarukan serta men-trigger kreativitas untuk pemanfaatannya dalam aplikasi kehidupan sehari-hari Melalui metode sosialisasi secara teori di kelas dan praktek langsung pemberdayaan siswa SMK untuk memahami pengetahuan tentang teknologi surya dan teknik instalasi system PLTS berhasil di pahami. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman pada para siswa rata-rata sebesar 20%.
Pengembangan Modul Kontrol Motor AC Berbasis PlLC untuk Pembelajaran Bidang Keahlian Pada SMK Negeri 1 Cipatat Kabupaten Bandung Barat
EDI RAKHMAN
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.2284
SMK Negeri 1 Cipatat Bandung Barat adalah SMK negeri yang telah berdiri sejak tahun 2013. SMK Negeri 1 Cipatat mempunyai empat program keahlian yaitu Administrasi, Teknik Otomasi, Teknik Komputer dan Informatika, dan Teknik Ketenagalistrikan. Pada program keahlian Teknik Ketenagalistrikan terdapat mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Persoalan yang muncul sebagai sebuah kebutuhan urgen adalah belum memadainya modul praktikum untuk mata pelajaran tersebut, yakni modul pengendali motor AC 1 dan 3 fasa yang dapat dikendalikan secara lokal maupun jarak jauh. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut maka perlu diberikan solusi yang dapat mengatasi permasalahan yang mereka hadapi: (1). Modul yang dibuat harus dapat dikendalikan secara lokal maupun jarak jauh;(2) Metode yang digunakan pada saat pelaksanaan praktikum adalah metode problem based learning (PBL). Untuk mengimplementasikan persoalan di atas diperlukan kontroller yang mampu dikendalikan secara jarak jauh dan termasuk kategori komponen tingkat industri, maka dipilih PLC dengan fitur yang mendukung sistem SCADA. Untuk memperkenalkan SCADA kepada para siswa, maka diajarkan cara membuat HMI sederhana menggunakan software SCADA umum. Luaran hasil kegiatan ini adalah rancangan dan implementasi modul kontrol motor AC 1 dan 3 fasa berbasis SCADA dan HMI untuk praktikum Instalasi Motor Listrik, panduan praktikum motor AC 1 dan 3 fasa dan panduan praktikum pembuatan HMI berbasis Problem Based Learning (PBL). Hasil pretest dan post test menunjukkan bahwa modul dan panduan praktikum yang dirancang dapat meningkatkan pengetahuan pengendalian motor AC 1 dan 3 fasa sebesar 36%.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DEMAM BERDARAH DI SDN 3 JEUNGJINGRIGIL KABUPATEN BANDUNG BARAT
Fiorida Mathilda
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.2307
Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes agypti. Salah satu daerah di Indonesia dengan jumlah kasus demam berdarah yang tinggi adalah Kabupaten Bandung Barat. Anak sekolah merupakan kelompok yang paling banyak terjangkit karena lemahnya sistem pertahanan tubuh dan kurangnya pengetahuan tentang demam berdarah. Anak sekolah di Kabupaten Bandung Barat yang berpotensi terjangkit penyakit tersebut adalah siswa-siswi SDN 3 Jeungjingrigil. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa-siswi di SDN 3 Jeungjingrigil tentang demam berdarah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu pada bulan Agustus 2018 di SDN 3 Jeungjingrigil dan melibatkan 120 orang peserta yang berusia 7 sampai 12 tahun. Materi disampaikan dengan metode ceramah dan media berupa power point. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan dari pihak pengelola sekolah dan berjalan dengan lancar. Nilai rata-rata tes siswa-siswi mengalami kenaikan sebesar 43 poin. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SDN 3 Jeungjingrigil tentang demam berdarah.
MODERENISASI PENGOPTIMALAN PELAYANAN PUBLIK SEBAGAI PRASARANA MEMUDAHKAN AKSES KEPADA MASYARAKAT
Akbar Sugih;
Yuli Wahyuni
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.3304
Pelayanan administrasi publik pada kantor desa Ciomas Rahayu dan kantor desa Ciomas terutama dalam pembuatan surat-menyurat sudah dalam bentuk publikasi Website. Website ini memudahkan masyarakat dalam pengurusan administrasi dikarenakan sifatnya yang hanya mendownload surat-surat tersebut di Website kantor desa Ciomas Rahayu dan kantor desa Ciomas. Aplikasi Website telah dibuat di kantor desa Ciomas Rahayu dan kantor desa Ciomas sehingga efesiensi waktu pelayanan Website telah tercapai. Aplikasi website ini dibuat oleh tim Universitas Pakuan sehingga pelayanan publik dapat dilakukan dengan mudah dan cepat namun ada beberapa kendala yang muncul pada pelayanan tersebut yang masih belum optimal contohnya dalam mempublikasikan Website masih belum adanya hosting jaringan kantor desa. Hal ini dikarenakan minimnya pendanaan yang didapat oleh pemerintah dan beberapa menu yang ada di aplikasi Website kantor desa masih belum ada fasilitas untuk kepegawaian. Performa pelayanan dapat ditingkatkan dengan menyewa hosting untuk webiste yang sudah ada dan dapat membantu pelayanan publik untuk masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabidan ini mulai dari kunjungan ke kantor desa, pengumpulan data, pengembangan aplikasi dan hosting, pendampingan pelatihan, evaluasi dan keberlanjutan program. Tingkat akses website setelah hosting mencapai 3.000 pengunjung unik dalam waktu satu bulan dari pertengahan bulan maret 2019 sampai akhir bulan april 2019.