Jurnal Difusi
Jurnal Difusi (E-ISSN : 2774-4981, P-ISSN : 2615-2363) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel hasil Pengabdian Masyarakat setahun dua kali (Januari dan Juli). Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Jurnal ini terbit perdana pada Januari 2018 dengan fokus pengabdian masyarakat dan ruang lingkup Collaborative Governance, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Partisipatif, Ekonomi Kreatif, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pembangunan Inklusif, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Literasi Informasi Digital. Setiap artikel yang dikirimkan ke Jurnal Difusi akan melewati proses penilaian dengan menggunakan sistem double-blind review yaitu penulis tidak mengetahui reviewer dan reviewer tidak mengetahui penulisnya. Jurnal ini sudah memiliki nomor DOI dengan prefix : 10.35313
Articles
111 Documents
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI RENEWABLE ENERGY DI SMKN 1 CIMAHI
Hartono Budi Santoso;
Siti Saodah;
Sri Utami;
Baisrum
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1786.647 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1948
Pemerintah menargetkan hingga 2030 akan terpasang 6GWp instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Semakin meningkatnya penggunaan teknologi panel surya harusnya diimbangi dengan penyiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi memahami karaktristik dan teknik instalasi panel surya. Karena jika tidak maka akan banyak lagi proyek-proyek energi terbarukan yang mangkrak, nantinya hanya akan menjadi proyek mercusuar saja tanpa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Guna menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dibidang tenaga surya maka diperlukan banyak pelatihan dan sosialisasi terkait pemanfaatan teknologi tenaga surya. Beberapa kegiatan terkait penerapan teknologi tenaga surya kepada masyarakat lebih ditujukan pada masyarakat sebagai pengguna suatu peralatan yang menggunakan teknologi tenaga surya. Kegiatan tidak ditujukan untuk menyiapkan masyarakat yang memiliki kemampuan untuk melakukan instalasi system yang menggunakan teknologi tenaga surya. Sehingga pada kegiatan ini akan ditujukan untuk meningkatkankompetensi masyarakat tentang Teknik instalasi teknologi tenaga surya. Kegiatan pemberdayaan ditujukan pada siswa SMK dengan pertimbangan untuk menambah bekal keahlian, khususnya di bidang tenaga surya, ketika mereka lulus nanti. Hal yang menjadi perhatian dalam melaksanakan kegiatan ini adalah para siswa SMK hanya memiliki bekal pengetahuan tentang kelistrikan akan tetapi tidak memiliki pengetahuan tentang teknologi tenaga surya. Untuk itu metode sosialisasi yang tepat sangat dibutuhkan agar tujuan pemberdayaan para siswa SMK untuk memiliki kompetensi dibidang teknologi tenaga surya dapat tercapai. Melalui metode sosialisasi secara teori di kelas dan praktek langsung pemberdayaan siswa SMK untuk memahami pengetahuan tentang teknologi surya dan teknik instalasi system PLTS berhasil di pahami. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman pada para siswa terjadi kenaikan tingkat pemahaman dari 40% menjadi 80% Kata kunci: Sosialisasi, tenaga surya, PLTS, SMK
PELATIHAN DAN PEMBEKALAN INSTALASI AC SPLIT SISWA SMKN-1 CIPATAT KABUPATEN BANDUNG BARAT
Triaji Pangripto;
Sumeru;
Tandi Sutandi;
Apip Badarudin;
Adrianto S;
Markus;
Edi Sukamto
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.165 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1949
SMKN1 Cipatat berlokasi di Wilayah Kabupaten Bandung Barat yang berdekatan dengan dengan Tempat pembuangan akhir sampah Kerta Mukti, sehingga para siswa banyak yang berasal dari keluarga ekonomi kurang mampu karena mata pencaharian orang tua mereka adalah mengandalkan dari sampah. Para lulusan SMK Jurusan otomotif pada umumnya hanya mampu atau terampil mengerjakan persoalan yang berkaitan dengan bidang mesin otomotifnya saja, itupun tergantung pada sarana praktikumnya yang masih belum memadai jumlahnya untuk melayani semua siswa. Ada keinginan dari mitra untuk menambah wawasan bagi para siswa sebagai bekal keahlian tambahan setelah lulus dan salah satu pilihanya adalah tentang keahlian di bidang A/C Split.Sampai saat ini SMKN 1 Cipatat belum memiliki sarana praktikum berupa sebuah training unit A/C Split yang representatif untuk dapat digunakan sebagai sarana praktikum. Hal tersebut dapat menyebabkan para lulusan SMK menjadi kurang terampil dan kurang kompetitif untuk menghadapi peluang kesempatan kerja yang tersedia di lapangan. Dengan adanya peningkatan kompetensi di bidang A/C Split maka pengetahuan dan ketrampilan para siswa SMKN 1 jurusan otomotif tersebut menjadi bertambah dan diharapkan dapat menguasai dalam hal memasang, memvakum dan mengisi refrigeran/freon serta memperbaiki mesin A/C split dengan benar Metode yang dilakukan adalah dengan menyediakan satu buah training unit A/C Split berikut peralatan servicenya, selanjutnya para siswa akan mengikuti pembekalan dan pelatihan sesuai dengan modul-modul yang disediakan dan dirancang secara sederhana sehingga mudah dipraktikkan oleh para siswa. Program peningkatan kompetensi ini diharapkan pula diikuti oleh guru pengampu pelajaran otomotif sehingga program pembekalan dan pelatihan di bidang A/C split ini dapat dilanjutkan untuk dapat diberikan kepada para siswa angkatan berikutnya Dengan adanya kegiatan peningkatan kompetensi di bidang teknik A/C split bagi para siswa SMKN1 Cipatat maka para lulusannya diharapkan memiliki ilmu pengetahuan tambahan di bidang A/C split sebagai nilai tambah untuk dapat bersaing dalam mendapatkan pekerjaan atau dapat pula digunakan sebagai bekal untuk berwirausaha di bidang service A/C split. Kata kunci: Pelatihan, pemasangan A/C, A/C split, SMKN 1 Cipatat
PEMANFAATAN YOUTUBE UNTUK MEMPEROLEH PASSIVE INCOME BAGI PENGAJAR DI AKN KAJEN
Imam Prayogo Pujiono
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.074 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1950
Pengajar merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tugas penting dan berat yaitu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Beratnya tugas pengajar tak lepas dari beragam tantangan yang dihadapi, salah satunya adalah rendahnya penghasilan para pengajar sehingga mereka tidak fokus dalam mengajar / menyiapkan bahan ajar karena seringkali harus mencari penghasilan tambahan di bidang lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. AKN Kajen adalah pendidikan vokasi jangka pendek yang berorientasi terhadap perluasan lapangan kerja. Dalam hal ini, pengajar AKN Kajen memiliki tugas dan tantangan yang berat seperti yang telah disebutkan, sayangnya beratnya tugas dan tantangan tersebut tidak diimbangi dengan penghasilan yang didapat. Youtube adalah sebuah situs website berbagi video terbesar di dunia. Selain sebagai media berbagi video youtube juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, salah satu kelebihan media pembelajaran melalui youtube jika dibanding menggunakan media konvensional seperti buku adalah: lebih memvisualisasikan materiyang diajarkan. Selain itu video yang di upload di youtube juga berpotensi menghasilkan uang / passive income. Pada program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada pengajar AKN Kajen untuk memanfaatkan Youtube dalam mencari penghasilan tambahan / passive income.Kegiatan pelatihan ini dilaksanankan selama 2 hari, sedangkan kegiatan pendampingan dilaksanakan selama 2 bulan, selain itu peserta kegiatan (mitra) jugamendapat modul pelatihan dalam bentuk video. Modul pelatihan yang diberikan pada pelatihan ini dinilai baik, hal ini terbukti sebanyak 76% peserta pelatihan dapat mempraktekkan sendiri materi yang ada dalam modul tersebut. Kegiatan pelatihan ini juga dinilai bermanfaat, karena 85% peserta menganggap pelatihan ini membantu mereka mencari penghasilan tambahan melalui youtube. Dengan adanya pelatihan ini diharap Pengajar dapat memanfaatkan youtube sebagai media pembelajaran dan juga untuk mencari passive income. Kata kunci: Youtube, passive income, pengajar, AKN Kajen
PEMBUATAN PERANGKAT PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERPOLA 360 DERAJAT PADA KOPERASI WARGA POLBAN BANDUNG
Hennidah Karnawati;
Koernia Purwihartuti;
Marwansyah;
Tiafahmi Angestiwi;
Kristianingsih
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.085 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v3i1.2205
Perkembangan dan perluasan unit bisnis koperasi menuntut pengelolaan yang lebih serius karena pelayanan prima menjadi unsur yang dituntut oleh pelanggan. Pada penyedia jasa seperti koperasi, karyawan merupakan unsur terpenting dalam pelayanan. Karyawan akan termotivasi untuk bekerja seandainya merasa dihargai oleh koperasi. Salah satu faktor penghargaan adalah dengan pemberian nilai yang sesuai dengan kinerjanya. Permasalahan yang ada di KWP POLBAN adalah penilaian kinerja karyawan masih dinilai per unit layanan belum per individu karena belum ada perangkat penilaiannya. Ini kurang memotivasi karyawan untuk bekerja maksimal. Tujuan program kemitraan ini adalah untuk membuat perangkat penilaian kinerja berpola 3600. Pola penilaian 3600 merupakan penilaian yang dilakukan oleh semua unsur yang berhubungan dengan karyawan, misalnya atasan langsung, rekan kerja, dan pelanggan. Program ini merekomendasikan penggunaan instrumen penilaian kinerja karyawan KWP dengan indikator secara keseluruhan berjumlah 30. Jumlah indikator pada ke-empat instrumen disesuaikan dengan penilai yang berbeda, yakni atasan, rekan setingkat, bawahan, dan pelanggan. Kata kunci: Penilaian kinerja, penilaian 360 derajat, koperasi
Is PENGEMBANGAN JASA KONSULTASI KEUANGAN DAN AKUNTANSI DI JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Dr. Iwan Setiawan, SE.,Me Iwan
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.165 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.2213
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah sektor usaha yang memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan perekonomian di Indonesia. UMKM memiliki kendala pengembangkan diri terkait kondisi kualitas SDM dan akses pendanaan yang bisa diperoleh. Tujuan makalah ini adalah untuk mengakaji permasalahan, kendala internal dan solusi pengembangan UMKM khususnya di wilayah Bandung Raya. Hasil kajian mengungkapkan bahwa UMKM menghadapi kendala terkait dengan upaya pengembangan dan akses dana dana yang dapat diperoleh. UMKM membutuhkan bantuan untuk mengatasi kendala kualitas SDM dan akses pendanaan. Dibutuhkan jasa konsultasi yang membantu pengelolaan laporan keuangan dan akuntansi. Dari hasil kajian disimpulkan bahwa dibutuhkan unit jasa konsultasi keuangan dan akuntansi. Melalui Unit Jasa Konsultasi Keuangan dan Akuntasi (UJKKA) Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung berpotensi untuk membantu permasalahan UMKM. UJKKA membantu pencatatan keuangan dan menghasilkan laporan keuangan bagi UMKM yang dapat diterima oleh pemberi pembiayaan serta perpajakan. Fokus konsultasi UJKKA adalah pembukuan perusahaan, laporan keuangan, perpajakan serta perencanaan dan anggaran perusahaan.
PEMBEKALAN KOMPETENSI SISWA PADA BIDANG TEKNIK REFRIGERASI DISERTAI DENGAN PEMBERIAN UNIT TRAINER DI SMK MANANGGA PRATAMA KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2020
Rizki Muliawan
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (782.133 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.2216
Abstrak SMK Manangga Pratama terdiri dari beberapa jurusan diantaranya JBSM, TKRO dan Rekayasa Perangkat Lunak. Menurut kurikulum dan informasi dari beberapa staf pengajar di sana jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) terdapat mata pelajaran yang membahas sistem Air Conditioning (A/C otomotif dan A/C split). Permasalahannya adalah tidak memiliki unit A/C split untuk digunakan dan diberdayakan sebagai sumber pembelajaran. Penyebab utamanya adalah mahalnya training unit (trainer) yang dapat mencapai kisaran ± Rp 25 Juta / unit. Hal ini tentunya akan menjadi (gap) masalah ketika para siswa sudah lulus dan perlu penerapan langsung terhadap sistem A/C split. Lulusan Jurusan Teknik otomotif ringan setiap angkatannya sekitar 110 orang siswa, dengan jumlah yang demikian banyak akan lebih baik apabila diberikan pembekalan tambahan mengenai keahlian tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pengetahuan (knowledge) dan keahlian (skill) kepada para siswa, sehingga luarannya para siswa akan memiliki pengetahuan dan pemahaman serta praktik tentang A/C split. Program PkM ini juga diberikan satu buah training unit A/C split berikut peralatan servisnya untuk dapat digunakan oleh para siswa sebagai trainer untuk training dalam meningkatkan keterampilannya. Pembuatan alat berupa trainer unit A/C Split dilakukan di dalam Kampus Polban sendiri. Yang menjadi instruktur dalam program pelatihan PkM ini adalah beberapa staf pengajar di Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara sedangkan trainer unitnya adalah satu buah A/C split dan kelengkapan servisnya. Langkah selanjutnya adalah dengan pemberian modul (jobsheet) praktikum, untuk memudahkan pada saat proses praktek siswa dan guru pada nantinya. Pengetahuan siswa diuji terlebih dahulu dengan melakukan pre-test diakhiri dengan post-test, hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa. Peningkatan (gain) hasil praktikum diharapkan setelah diadakan kegiatan PkM ini. Kata Kunci : SMK Manangga Pratama, PkM, Pembekalan, kompetensi, A/C Split
PENINGKATAN PEMASARAN DIGITAL PADA UKM SERBA SINGKONG CIREUNDEU
Fatya Alty Amalia;
Lina Setiawati;
Arie Indra Gunawan;
Widi Senalasari;
Nugroho Hardiyanto;
Adila Sosianika;
Nono Wibisono;
Dwi Suhartanto
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4146.319 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2230
UKM Serba Singkong Cirendeu (UKM SSC) yang terletak di Kampung Adat Cirendeu (KAC) secara aktif memproduksi dan menjual produk olahan singkong kepada para wisatawan yang berkunjung ke KAC. Saat ini, UKM SSC masih sangat mengandalkan penjualan offline dan promosi word of mouth untuk memasarkan produknya. Namun, cara ini dianggap kurang sesuai dengan tipe konsumen yang sekarang lebih banyak hadir di dunia “online”. Terlebih lagi, di masa pandemic COVID-19 penjualan UKM SSC menurun drastis akibat tidak adanya lagi wisatawan yang berkunjung ke KAC. Maka, untuk mengatasi permasalahan penjualan yang belum optimal ini, tim PKM menggagas suatu solusi berupa peningkatan adopsi UKM SSC dalam pemasaran digital. Gagasan ini dilakukan ke dalam lima tahap kegiatan, yaitu (1) Analisis program pemasaran UKM SSC saat ini, (2) Pemilihan media pemasaran digital yang tepat, (3) Penyiapan materi pelatihan pemasaran digital, (4) Pelatihan pemasaran digital, (5) Evaluasi. Tim PKM memilih platform Instagram sebagai media pemasaran digital yang tepat untuk memasarkan produk singkon UKM SSC dengan nama akun @serba_singkong_cireundeu. Selain itu, UKM SSC juga diberikan pelatihan mengenai pengelolaan Instagram. Dari pelatihan tersebut, kelima peserta pelatihan menilai bahwa penyampaian materi telah dilakukan dengan jelas oleh tim PKM dan materi yang disampaikan juga bermanfaat bagi pengembangan bisnis mereka.
Peningkatan Kemampuan Penyusunan Laporan Keuangan, Pencatatan Akuntansi, dan Pengelolaan Keuangan pada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kuliner di Kota Bandung
Etti Ernita Sembiring
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.142 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.2254
Abstrak Jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia sangat besar. Demikian juga di Provinsi Jawa Barat dan di Kota Bandung. Walaupun secara individual usaha ini memiliki modal dan skala usaha yang kelihatannya tidak signifikan dibandingkan usaha besar, namun jumlahnya yang sangat banyak menyebabkan kontribusinya menjadi signifikan terhadap perekonomian negara. Namun masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh UMKM tersebut. Masalah umum yang dihadapi oleh pelaku UMKM kuliner Kota Bandung yang terhimpun dalam Koperasi WJS (Wirausaha Baru Jawa Barat Sejahtera) adalah masalah yang terkait dengan modal, baik dalam hal aksesnya maupun dalam hal pengelolaannya. Ini menyebabkan UMKM sulit untuk berkembang dan naik kelas. Oleh sebab itu tim PKM Polban berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metoda yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan bagi peserta PKM untuk menyusun laporan keuangan yang bankable. Dari kegiatan PKM, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP, dasar pembiayaan oleh pihak bank, serta pengelolaan keuangan yang efektif. Kata kunci: Laporan keuangan,pencatatan akuntansi, pengelolaan keuangan
Peningkatan Kemandirian Komunitas Lokal Pengerajin dan UMKM di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Melalui Pengembangan Lembaga Keuangan Koperasi
Moh Farid Najib
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1491.14 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2257
Potensi yang dimiliki oleh komunitas harus digali dan dijadikan dasar dalam pemberdayaan masyarkat. Salah satu upaya dalam pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui meningkatan kemandirian komunitas lokal. Dari hasil indepth interview terhadap 10 pengerajin dan UMKM di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinagor, Kabupaten Sumedang menunjukkan adanya permasalahan. Diantaranya; keuangan, pemasaran, perizinan, sumber daya manusia, dan produksi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membantu meningkatkan kemandirian komunitas lokal melalui pembentukan lembaga pendanaan dan pengembangan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan produktivitas. Desain metode pelaksanaan solusi permasalahan berupa bantuan pendirian Koperasi Syariah dan Pengembangan Model Pengukuran Kualitas Layanan Koperasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa dokumen kelengkapan pendirian koperasi Syariah yang terdiri dari anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan business plan. Disamping itu, model pengukuran kualitas layanan koperasi Syariah dikembangkan guna menjamin kualitas layanan untuk meningkatkan daya saing.
APLIKASI POMPA AIR TENAGA SURYA PADA SMKN 1 CIMAHI
Sri Paryanto Mursid
Jurnal Difusi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.536 KB)
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i2.2278
The use of abundant solar energy in Indonesia concerns the government, especially for regions that are still not electrified by the PLN cable network. The conversion of solar energy into electrical energy carries out using PV solar panels to form a solar power plant (PLTS). The existence of PLTS is increasing in number so that competent human resources are needed to manage and operate it. With this awareness, the Community Service Activities Program of the Bandung State Polytechnic, Energy Conversion Engineering Department invites partnerships at SMKN1 Cimahi to jointly equip students to get provision for PLTS competencies. The competency developed is more specifically in the use of solar-powered water pumps. This activity was held when the very dangerous Covid19 virus pandemic forced us to work from home (WFH). However, instead of being an obstacle, it gives a result that should be appreciated, namely gaining experience in developing practical learning modules that can be delivered online. Analysis of the PKM implementation results proves that implementing the practice with the tool module can be held online.