cover
Contact Name
Dewi Amalia
Contact Email
dewi.amalia@polban.ac.id
Phone
+6281807906204
Journal Mail Official
difusi@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Difusi
ISSN : 26152363     EISSN : 27744981     DOI : https://doi.org/10.35313/difusi.v3i2
Jurnal Difusi (E-ISSN : 2774-4981, P-ISSN : 2615-2363) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel hasil Pengabdian Masyarakat setahun dua kali (Januari dan Juli). Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Jurnal ini terbit perdana pada Januari 2018 dengan fokus pengabdian masyarakat dan ruang lingkup Collaborative Governance, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Partisipatif, Ekonomi Kreatif, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pembangunan Inklusif, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Literasi Informasi Digital. Setiap artikel yang dikirimkan ke Jurnal Difusi akan melewati proses penilaian dengan menggunakan sistem double-blind review yaitu penulis tidak mengetahui reviewer dan reviewer tidak mengetahui penulisnya. Jurnal ini sudah memiliki nomor DOI dengan prefix : 10.35313
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 111 Documents
PENGEMBANGAN UNIT PELATIHAN TEKNOLOGI INFORMASI DI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Ghifari Munawar; Bambang Wisnuadhi; Lukmanul Hakim Firdaus; Aprianti Nanda Sari; Cholid Fauzi; Siti Dwi Setiarini; Trisna Gelar
Jurnal Difusi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.486 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i2.1901

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran tahun 2019 untuk lulusan SMK merupakan angka paling tinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya. Hal ini terjadi karena keterampilan lulusan SMK belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu, perlu adanya unit pelatihan teknologi informasi di perguruan tinggi yang bidangnya bersesuaian sebagai wadah para lulusan SMK yang belum bekerja untuk meningkatkan kemampuan mereka agar dapat diterima di industri. Selain itu, unit pelatihan teknologi informasi di perguruan tinggi juga dapat menjadi sarana dosen untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadi instruktur pada pelatihan tersebut. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini antara lain studi literatur, pengumpulan data, analisa kebutuhan, perencanaan pembuatan unit pelatihan, dan pembuatan media promosi.Luaran lain dari program ini adalah terbentuknya dokumen kurikulum pelatihan dan bahan ajar yang sesuai dengan kompetensi SKKNI yang diharapkan dan sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga angkatan kerja lulusan SMK dapat terserap dengan baik. Kata kunci: Pengembangan Unit Pelatihan, SMK, Pelatihan, Lulusan SMK
PELATIHAN SAINS TEKNOLOGI KENDALI KENDALI JARAK JAUH MENGGUNAKAN SMARTPHONE DAN BLUETOOTH DI PONDOK PESANTREN AL FUSHA Wahyu Widiyanto; Candra Wahyu Sportyawan; Tutut Indah Setyani
Jurnal Difusi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.805 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i2.1903

Abstract

Jumlah pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2014 tercatat sebanyak 51 pondok pesantren. Salah satunya Pondok Pesantren Al Fusha terletak di Desa Rowocacing, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan yang merupakan Pondok Pesantren Terpadu. Santri Pondok Pesantren Al Fusha selain mempelajari ilmu agama, juga dibekali dengan beberapa kegiatan ekstrakulikuler. Tetapi belum ada pembelajaran ataupun kegiatan tentang penerapan sains dan teknologi kendali otomatis. Padahal sains dan teknologi kendali otomatis telah menjadi komponen penting dalam industri dan kehidupan manusia. Salah satunya adalah pembuatan sistem kendali jarak jauh menggunakan smartphone dan modul bluetooth berbasis kendali arduino. Sistem tersebut dipilih untuk mencegah meningkatnya tindak pencurian kendaraan bermotor secara tepat. Pada program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihandan melalui beberapa tahapan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 4 hari dan bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Al Fusha. Pelatihan ini menghasilkan modul pelatihan, trainer sistem kendali dan proses pelatihan. Modul pelatihan yang telah dibuat dan diterapkan pada pelatihan ini dapat dinilai baik, hal ini terbukti pada tingkat tercapainya pelatihan ini. Kegiatan pelatihan menunjukan adanya peningkatan hasil belajar peserta pelatihan sebesar 63,64% mencapai KKM dan nilai rata-rata kelas 76,93. Berdasarkan analaisa dengan metode T-Test menunjukan dengan dilakukannya pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan. Kata kunci: Pondok Pesantren, Sistem Kendali, Arduino, Smartphone, Modul Bluetooth
PENINGKATAN PENGETAHUAN MANAJEMEN KOPERASI SYARIAH PADA PENGURUS DAN ANGGOTA RINTISAN KOPERASI SYARIAH BERKAH KABUPATEN BANDUNG BARAT Bambang Wisnuadhi; Setiawan; Ghifari Munawar; Dimas Sumitra Danisworo; Hasbi Assidiki Mauluddi
Jurnal Difusi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.495 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i2.1904

Abstract

Koperasi di Indonesia memiliki tujuan untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khusunya anggota koperasi. Namun, masih banyak koperasi tidak bisa berkembang bahkan berhenti beroperasi karena banyaknya persoalan yang dihadapi. Rintisan Koperasi Syariah Berkah (KSB) merupakan salah satu rintisan koperasi di desa Tanimulya Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat yang sedang banyak menghadapi persoalan yaitu kurangnya pengetahuan para pengurus dan anggota mengenai konsep dasar dan manajemen koperasi syariah. Melihat kondisi ini, Tim PKM Polban memandang perlu untuk memberikan pelatihan dalam peningkatan pengetahuan mengenai manajemen koperasi syariah kepada KSB. Melalui pemberdayaan ini diharapkan Rintisan KSB dapat menjadi koperasi yang dapat mensejahterakan anggotanya. Pemberdayaan KSB dilakukan melalui pemberian pelatihan konsep dasar koperasi dan manajemen koperasi syariah, serta perbaikan administrasi koperasi syariah. Metode yang digunakan yaitu penyampaian materi manajemen koperasi syariah kemudian dilakukan pendampingan untuk memastikan materi yang disampaikan dapat diaplikasikan. Dari kegiatan PKM, peserta mendapat banyak pengetahuan baru mengenai manajemen koperasi syariah. Sedangkan hasil kuesioner yang disebarkan pada peserta diperoleh tingkat kepuasan yangtinggi terhadap kegiatan PKM yang telah dilangsungkan. Selain itu, peserta juga berharap ada kegiatan lanjutan pada tahun depan yaitu manajemen usaha dan strategi bisnis untuk koperasi syariah, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, serta perancangan aplikasi untuk koperasi syariah. Kata kunci: Koperasi Syariah, Peningkatan Pengetahuan, Konsep Dasar Koperasi Syariah, Manajemen Koperasi Syariah
PERANCANGAN SIMA ASET TETAP KANTOR DESA DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG BARAT Putri Dewi Purnama; Husna Candranurani Oktavia; Mariah Rabiatul Qibtiyah; Muhammad Raharso; Gilang Ramadhan
Jurnal Difusi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.123 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i2.1905

Abstract

Teknologi informasi memudahkan dalam penanganan pekerjaan termasuk untuk mengelola aset. Sistem informasi manajemen aset (SIMA) terus berkembang seiring dengan pertumbuhan aplikasi dari teknologi informasi terkini. Berbagai perangkat lunak dan perangkat keras sangat berperan dalam pengelolaan data dan informasi aset diberbagaiorganisasi, baik pemerintahan maupun swasta. Namun, untuk tingkat organisasi publik yang lebih rendah, dalam hal ini adalah pemerintahan desa belum menerapkan sistem manajemen aset terkini untuk mencatat, mendata, dan melaporkan hasil inventarisasi aset. Permasalahan yang ada di Kantor Desa di wilayah Kabupaten Bandung Baratadalah belum adanya sistem informasi manajemen aset untuk mendukung proses inventarisasi aset tetap dikantor tersebut sehingga menyebabkan sulitnya mengidentifikasi aset (lokasi, jumlah, kualitas, pengguna, dll). Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pencatatan aset yang dimiliki oleh kantor desa jauh lebih mudah untuk dicatat, direncanakan kebutuhannya dan sekaligus dapat dilaporkan jumlah, kualitas dan kinerja aset yang dimiliki. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Program Kemitraan Masyarakat antara pihak kampus Politeknik Negeri Bandung dengan Kantor Desa di Kabupaten Bandung Barat adalah merancang sebuah aplikasi SIMA Aset TetapKantor Desa untuk memudahkan perangkat-perangkat desa dalam melakukan pengelolaan aset berupa identifikasi, pencatatan, dan pelaporan aset. Sistem ini lebih fokus pada kegiatan inventarisasi aset yaitu untuk pendataan, pencatatan, dan pelaporan aset. Selain itu, Tim PKM juga melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut kepadaperangkat desa. Tahap selanjutnya adalah melakukan follow up ke kantor desa sebagai salah satu upaya monitoring dan evaluasi penggunaan aplikasi tersebut. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu berupa database/SIMA aset tetap kantor desa, video tutorial, dan modul pelatihan penggunaan aplikasi SIMA. Kata kunci: Sistem informasi manajemen aset, inventarisasi aset, Kabupaten BandungBarat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NON PRODUKTIF MELALUI KETERAMPILAN PEMBUATAN BALSEM STICK JAHE DI PESANTREN YAPISA LEUWILIANG BOGOR Muhammad Fathurrahman; Usep Suhendar
Jurnal Difusi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.607 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i2.1906

Abstract

Mitra yang terlibat dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah Pondok Pesantren YAPISA. Pondok Pesantren YAPISA merupakan suatu lembaga non-profit yang bergerak di bidang pendidikan. Lembaga ini masih memiliki permasalahan dalam hal bidang teknologi dan ekonomi. Masyarakat kelompok ini kami jadikan sebagaimitra untuk diberikan keterampilan membuat balsem stick jahe dengan harapan keterampilan ini mampu mengangkat masyarakat untuk berkarya dan menjadi masyarakat yang produktif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Mitra yang melakukan program ini adalah para santri dan guru di lingkungan Pondok PesantrenYAPISA. Pelaksanaan program ini dilakukan melalui pelatihan keterampilan pembuatan balsem jahe stick untuk skala industri rumah tangga secara detail, kontinyu dan tuntas sampai dihasilkan produk balsem dengan kualitas yang baik. Selain itu, dilakukan pelatihan pengemasan dan pelabelan produk balsem dalam kemasan. Pelatihan dilanjutkan dengan pembinaan serta pendampingan mitra dalam memulai membuat toko online. Hasil program pemberdayaan masyarakat non produktif melalui keterampilan membuat balsem stick jahe ini adalah model pemberdayaan masyarakat, mencakup terbukanya wawasan masyarakat non-produktif mengenai peluang usaha pembuatan bal-sem, menghasilkan tenaga-tenaga terampil, menghasilkan produk balsem yang berkualitas baik dan siap untuk dipasarkan dan membuka peluang untuk direkomendasikan menjadi usaha kecil mandiri yang lebih potensial sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan. Kata kunci: Balsem Stick Jahe, Pondok Pesantren YAPISA, Program KemitraanMasyarakat Stimulus
ANALISIS TERHADAP SERING RUSAKNYA LOUDSPEAKER DI MASJID LUQMANUL HAKIM POLBAN Tata Supriyadi; Ashari; Ridwan Solihin; Slameta R; Budi Setiadi
Jurnal Difusi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.636 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i2.1907

Abstract

Masjid merupakan salah satu tempat untuk menyampaian pesan moral dari para penceramah, khotib, ustad, guru ngaji kepada para jamaahnya. Kualitas audio yang baik dan jelas dalam masid menjadi suatu keharusan. Ketika sistem tata suara di mesjid terganggu seperti suara tidak jelas, muncul feedback bahkan hal terburuk sampai speakernyamengalami kerusakan akan menjadi masalah bagi para jamaah untuk menerima informasi dari para penceramah. Hal ini terjadi di Masjid Luqmanul Hakim POLBAN. Delapan buah speaker dinding 60W 8Ω yang terpasang sering sekali mengalami kerusakan. Speaker tersebut dicatu oleh 2 buah Amplifier Stereo dengan total daya keluaran 480Wtiap kanal. Tidak dipasang alat Sound Compressor atau limiter mengakibatkan speaker menjadi rentan terhadap kerusakan ketika ada kenaikan daya akibat feecback atau setting volume terlalu besar. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melakukan observasi dan analisis spesifikasi dan istalasi pada peralatan soundsystem yang sudah terpasang. Ada dua opsi untuk mengatasi masalah salah instalasi sound system tersebut. Pertama speaker dipertahankan maka Amplifier diganti dengan yang memiliki daya keluaran per kanal maksimum 120W di impedansi 8Ω. Atau diganti speaker dengan yang memiliki daya total per kanal 480W. Dari ujicoba lapangan dipilih opsi 2 oleh pengelola masjid dan hanya satu Amplifier saja yang digunakan. Hasil setelah tiap kanal dipasang masing-masing 2 buah speaker 240W/8Ω secara paralel diperoleh suara yang cukup jelas tanpa distorsi dengan besar SPL rata-rata 72,9dB dan setelah dilakukan ujicoba selama 3 bulan tidak ada masalah. Kata kunci: Analisis kerusakan, sound system, speaker, amplifier.
PENDAMPINGAN WIRAUSAHA: SOLUSI KEGAGALAN WIRAUSAHA PEMULA Ira Siti Sarah; Ivon Sandya Sari Putri; Sholihati Amalia; Li Halilah; Sri Surjani Tjahjawati
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.394 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1944

Abstract

Lulusan perguruan tinggi memiliki potensi yang besar untuk dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul, yang tidak hanya akan memandirikan dirinya secara ekonomi kelak, tetapi juga turut mengembangkan potensi ekonomi daerah yang pada gilirannya menjadi akan berdampak positif bagi perekonomian negara. Untuk mampu membentuk lulusan perguruan tinggi yang memiliki jiwa dan keterampilan kewirausahaan, perguruan tinggi telah memfasilitasi pengembangan keterampilan kewirausahaan dengan berbagai program seperti Program Mahasiswa Wirausaha dan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia. Pentingnya pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi, melatarbelakangi program pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kewirausahaan ini yang dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengidentifikasi masalah penyelenggara program kewirausahaan, dan (2) mengidentidikasi masalah yang diha-dapi tenan kewirausahaan. Penghimpunan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui obeservasi dan analisis kata-kata lisan dari obyek yang diamati. Hasil dari penelitian ini dapat membantu penyelenggara program kewirausahaan di perguruan tinggi dalam emnentukan strategi untuk mencapai keberhasilan tujuan programnya. Kata kunci: Kewirausahaan, mahasiswa wirausaha, program kewirausahaan
PENINGKATAN KOMPETENSI OPERATOR PLTMH RIMBA LESTARI DI DUSUN TANGSI JAYA KECAMATAN GUNUNG HALU BANDUNG BARAT Achmad Mudawari; Djafar Sodiq; I Made Wiwit; Ahmad Deni; Ali Mashar; Aceng Daud; Hermagasantos Zein; Siti Saodah; Erwin Yusuf
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.953 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1945

Abstract

PLTMH Rimba Lestari kapasitas 18 KW terletak di Dusun Tangsi Jaya, Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat perlu dijaga untuk dapat tetap beroperasi dengan sehat guna memasok keperluan daya listrik warga masyarakat sekitar. Untuk itu diperlukan para operator mandiri yang memiliki pengetahuan dan keterampilan secara memadai. Oleh karena itu, pelatihan bagi operatornya merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan. Paper ini dimaksudkan untuk melakukan kajian terhadap program pelatihan bagi para operator PLTMH yang dimulai dari survey penjajagan, penyusunan silabus dan metode pelaksanaannya hingga pengukuran efektivitas pelatihan yang dilaksanakan. Materi pelatihan meliputi teori dan praktek dengan instruktur yang berpengalaman sesuai dengan substansi yang dilatihkan. Dengan materi dan metode yang diterapkan Pelatihan dapat berjalan denganlancar dan berhasil dengan baik. Dengan melihat latar belakang masalah peserta didik yang beragam dari tingkat pendidikan maupun pola pikir, perlu adanya pendekatan metoda dan materi yang tepat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan ini. Keberhasilan ini ditunjukkan oleh partisipasi aktif dan semangat tinggi para peserta selama mengikuti pelatihan serta tingginya tingkat serapan terhadap materi/substansi pelatihan, yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan pembangkit dengan baik yang ditunjukkan dengan tingginya nilai hasil uji akhir (posttest). Selain itu, paper ini juga bisa digunakan sebagai rujukan bagi para pihak yang akan melakukan kegiatan serupa atau lainnya yang terkait dengan PLTMH. Kata kunci: Operator, materi, metode dan sistem pendekatan.
PENINGKATAN KAPASITAS LEMBAGA MELALUI PENGEMBANGAN KOMUNIKASI PEMASARAN GUNA MENDORONG MINAT DONATUR DALAM BERDONASI PADA ISTANA YATIM DHU’AFA Moh Farid Najib; Dedi Saefuloh; Iwan Mulyawan; Eddy Syah Yahya; Tjetjep Djatnika
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2444.312 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1946

Abstract

Istana Yatim Dhu’afa (Pesantren Alam Gratis Berbasis Agrobisnis) yang berlokasi di Jalan Sariwangi, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, menghadapi permasalahan berupa belum memiliki donator tetap dan banyak calon donator yang kurang berminat untuk berdonasi karena Yayasan belum berbadan hukum, maka guna memenuhi kebutuhan pengelolaan para pengurus berjualan dan bercocok tanam demi menghidupi anak-anak asuhnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan model komunikasi pemasaran yang dapat meningkatkan minat para donator untuk mendonasikan baik berupa infaq, shodaqoh maupun zakatnya. Kedua permasalahan tersebut adalah Istana Yatim Dhu’afa (Pesantren Alam Gratis Berbasis Agrobisnis) Hasil dari kegitan menunjukkan bahwa model komunikasi pemasaran yang dikembangkan berupa Instagram dan Facebook, disamping mengembangan logo baru yang dijadikanmerek/barand bagi Yayasan sehingga mampu meningkatkan minat untuk berdonasi. Kata kunci: Legalitas, kominikasi pemasaran, minat untuk berdonasi
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN ABU GOSOK DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI MEDIA PENGHILANG MALAM BATIK PADA TANGAN PEMBATIK DI DESA BUGANGAN Futya Millatina; Ika Yuliawati; Ratna Sukmawati
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.56 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1947

Abstract

Para pembatik di Desa Bugangan menggunakan solar atau premium untuk menghilangkan lilin/malam yang menempel pada tangan. Solar atau premium mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan apabila digunakan sebagai media cuci tangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai pemberdayaan masyarakat dalam bentuk memberikan penyuluhan dan pelatihan bagi pengrajin batik tulis di Desa Bugangan tentang pembuatan sabun abu gosok dari limbah minyak jelantah sehingga diharapkan dalam kegiatan ini masyarakat mengetahui dampak negatif dari pembuangan minyak jelantah ke lingkungan dan penggunaan solar atau premium sebagai media penghilang malam serta dapat meningkatkan keahlian masyarakat dalam pembuatansabun abu gosok berbahan dasar limbah minyak jelantah. Metode kegiatan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan serta monitoring dan evaluasi. Metode penyuluhan digunakan pada kegiatan pemaparan materi mengenai dampak negatif penggunaan solar atau premium yang biasa digunakan oleh para pembatik dan pemanfaatan minyak jelantah yang dapat digunakan untuk bahan dasar pembuatan sabun abu gosok. Metode pelatihan dan pendampingan digunakan pada kegiatan pembuatan sabun abu gosok dari minyak jelantah. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memonitoring dan mengevaluasi produk sabun abu gosok yang telah dibuat oleh peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat dinyatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari 85 % dari total peserta dapat menjawab post test dengan benar dan 82,5 % dari total peserta dapat melakukan dan mengikuti cara kerja sesuai pada modul pelatihan. Kata kunci: penyuluhan, pelatihan, sabun, penghilang malam

Page 4 of 12 | Total Record : 111