cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Pengaruh Ablasi Mata terhadap Pertumbuhan Lobster Batik (Panulirus longipes) Rivai, Hasbin; Yusnaini, .; Nur, Indriyani
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.474 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i2.4451

Abstract

Lobster batik (Panulirus longipes) merupakan salah satu organisme ekonomis penting yang dibudidayakan untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Pada budidaya lobster, ablasi mata dilakukan untuk merangsang reproduksi.  Perubahan hormon akibat ablasi mata diduga juga akan mempengaruhi pertumbuhan somatik. Olehnya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ablasi mata terhadap laju pertumbuhan lobster batik yang dipelihara pada jaring kantung apung. Penelitian ini dilaksanakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Sebanyak 12 ekor lobster batik betina (berat awal rata-rata lobster yang ablasi adalah 193 ± 29.2 g sedangkan lobster yang tidak ablasi adalah 253 ± 41.2 g). Organisme tersebut ditempatkan dalam 12 jaring katung apung bersama lobster jantan (2 ekor/wadah). Pakan yang diberikan selama masa penelitian ini adalah pakan ikan rucah yang diperoleh dari hasil tangkap masyarakat setempat. Parameter yang diamati adalah Pertumbuhan Mutlak (PM), Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan kualitas air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ablasi mata pada lobster tidak memberikan pengaruh terhadap keseluruhan parameter yang diamati. Pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada lobster yang diablasi sebesar (23.3 ± 16.2 g) dan LPS (0.14 ± 0.104 %/hari).  Penelitian ini menyimpulkan bahwa ablasi mata pada lobster tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan lobster batik (P. longipes). Kata Kunci: Lobster Batik, Ablasi Mata, Pertumbuhan.
Deteksi Megalocytivirus Pada Ikan Capungan (Pterapogon kauderni) Di Perairan Teluk Kota Kendari Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction Berdasarkan Gen Major Capsid Protein ., Yusliansyah; Nur, Indriyani; Abidin, La Ode Baytul; ., Megawati
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.947 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i3.9751

Abstract

Megalocytivirus adalah salah satu kelompok dalam Iridoviridae yang dapat menyebabkan infeksi sistemik pada berbagai spesies ikan air tawar dan laut baik dari hasil budidaya maupun hasil tangkapan alam. Salah satu metode terkini yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus tersebut pada ikan adalah metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan infeksi Megalocytivirus pada ikan capungan (P. kauderni) hasil tangkapan alam, salah satu ikan hias air laut yang sangat diperdagangkan, berasal dari perairan Teluk Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sampel ikan dikumpulkan dari tiga lokasi berbeda yaitu Desa Bungkotoko (B), Tapulaga (T) dan Tanjung Tiram (R). Deteksi virus dilakukan dengan pengambilan organ target pada sampel ikan yaitu ginjal, hati, dan insang selanjutnya dilakukan amplifikasi sekuen target gen MCP sepanjang 1360 base pair (bp). Pada gel elektroforesis menunjukkan hasil negatif pada keseluruhan sampel uji yang ditandai dengan tidak munculnya pita DNA sepanjang 1360 bp, kecuali pada kontrol positif. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ikan capungan (P. kauderni) hasil tangkapan alam dalam penelitian ini terbebas dari infeksi Megalocytivirus.Kata kunci : Ikan capungan, Deteksi Megalocytivirus, PCR, gen MCP
Strategi Pemberian Pakan Buatan dan Pakan Segar terhadap Pertumbuhan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) Fase Juvenil Mahmudin, Yuyun; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.388 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i1.4271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pemberian pakan buatan dan pakan segar terhadap pertumbuhan lobster mutiara (Panulirus ornatus).Pemeliharaan dilakukan selama 48 hari dan selama penelitian, lobster diberikan pakan yang berbeda-beda pada setiap perlakuan, (perlakuan A), pakan buatan selama penelitian, (perlakuan B) pemberian pakan buatan dan pakan segar secara bergantian setiap satu hari sekali, (perlakuan C) pemberian pakan buatan dan pakan segar bergantian setiap tiga kali sehari, (perlakuan D) pemberian pakan segar selama penelitian.  Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tertinggi pertumbuhan mutlak didapatkan pada juvenil lobster yang diberikan perlakuan D (10,51 g), perlakuanA (8,46 g), kemudiandiikuti perlakuan C (8,9 g), sedangkan pertumbuhan terendah didapatkan pada perlakuan B yaitu (7,57 g). Nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik tertinggi didapatkan pada juvenil lobster  yang diberikan perlakaun D yaitu (0,24g), kemudian diikuti perlakuan A dan perlakuan C (0,22 g), sedangkan laju pertumbuhan spesifik terendah didapatkan pada perlakuan B (0,21 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  strategi pemberian pakan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Sehingga semua pakan dapat dijadikan sebagai pakan dalam usaha budidaya lobster mutiara.Kata Kunci :Strategi Pemberian Pakan Yang Berbeda, Pakan Buatan, Pakan Segar Juvenil Lobster mutiara (Panulirus ornatus)
Pertumbuhan Eucheuma denticulatum Berdasarkan Kedalaman Yang Dipelihara Dengan Metode Vertinet Mursalim, Ode; Ruslaini, Ruslaini; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.452 KB) | DOI: 10.33772/jma.v7i1.17479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan E. denticulatum terhadap kedalaman berbeda yang dibudidayakan dengan metode vertinet dan pengaruh parameter kualitas air terhadap pertumbuhan E. denticulatum yang dipelihara dengan kedalaman yang berbeda. Penelitin ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019 yang bertempat di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) di mana terdiri dari 3 perlakuan dan 27 ulangan individu yakni perlakuan A (kedalaman 30 cm), perlakuan B (kedalaman 40 cm) dan perlakuan C (kedalaman 50 cm) dengan berat awal rumput laut 20 gram.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik perlakuan A 3,74% perhari, perlakuan B 3,71% perhari dan perlakuan C 3,94% perhari. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukkan bahwa kualitas air di lokasi penelitian masih dalam kisaran toleransi untuk pertumbuhan rumput laut E. denticulatum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E. denticulatum yang dipelihara dengan metode vertinet memiliki laju pertumbuhan spesifik yang baik yaitu lebih dari 3% perhari. Semakin dalam bibit E. denticulatum diletakkan dalam perairan maka pertumbuhan E. denticulatum semakin rendah. Kualitas air dapat mempengaruhi pertumbuhan E. denticulatum terutama pada parameter fosfat, nitrat dan salinitas. Kata Kunci : Kedalaman air laut, Vertinet, pertumbuhan rumput laut Eucheuma denticulatum
Pengaruh Pemberian Pakan Jenis Mikroalga yang Berbeda terhadap Tingkat Konsumsi Pakan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Protozoea Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Rukmana, Sitti; Hamzah, Muhaimin; Balubi, Abdul M.; Iba, Wa; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.964 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4327

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemberian pakan jenis mikroalga yang berbeda terhadap tingkat konsumsi pakan dan tingkat kelangsung hidup protozoea udang vaname (L. vannamei) telah dilakukan di Laboratorium Pengujian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo Kendari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan jenis mikroalga yang berbeda terhadap tingkat konsumsi pakan dan tingkat kelangsungan hidup protozoea udang vaname  (L. vannamei). Hewan uji yang digunakan adalah udang vaname (L. vannamei) stadia protozoea, sebanyak 150 ekor. Wadah yang digunakan adalah 6 erlenmeyer berukuran 500 ml yang diisi air laut bersalinitas 30 ppt sebanyak 250 ml. Pemeliharaan larva udang dilakukan selama 8 hari. Penelitian didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah A (Kb1-5) dan B (Tisochrysis lutea). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pakan protozoea udang vaname yang diberi pakan uji Kb1-5 tidak berbeda dengan yang diberi T. lutea, sedangkan tingkat kelangsungan hidup protozoea udang vaname yang diberi T. lutea lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi Kb1-5. Tingkat konsumsi pakan pada penelitian ini berkisar antara 597.586 sel/ml  – 604.475 sel/ml. Kata  Kunci : Mikroalga, Konsumsi Pakan, Kelangsungan Hidup, Protozoea, Udang Vaname, Litopenaeus vannamei, Kb1-5, Tisochrysis Lutea.
Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra) Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Suriati, .; Muhaimin, Hamzah; Wellem, Muskita H.
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.942 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung ampas minyak biji kapuk terhadap pertumbuhan benih ikan bandeng (C. chanos). Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari yaitu pada bulan Agustus sampai September 2018, bertempat di Laboratorium Unit Pembenihan dan Produksi Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 20x25x20 cm. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan bandeng (C. chanos) berukuran 2–3 g sebanyak 90 ekor. Ikan dipelihara di dalam akuarium system resirkulasi dengan kepadatan 10 ekor/akuarium. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Pemberian pakan pada perlakuan A, B, dan C dengan penambahan tepung ampas minyak biji kapuk sebesar 5%, 10% dan 15% pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung ampas minyak biji kapuk memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, konsumsi pakan dan tingka tkelangsungan hidup, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan retensi protein benih ikan bandeng. Secara umum terlihat bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada pemberian 5% tepung ampas minyak biji kapuk.Kata Kunci: ampas minyak biji kapuk, pakan buatan, benih ikan bandeng (C. chanos), pertumbuhan
Substitusi Minyak Ikan dengan Minyak Sawit dalam Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Muhammad Arif; Muhaimin Hamzah; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.912 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i4.14949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak sawit (MS) dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan rajungan (P. pelagicus). Sebanyak 36 ekor rajungan dengan berat awal rata-rata 12,56 ± 0,18 g, ditebar secara acak ke dalam 12 wadah (3 ekor/wadah) diberi perlakuan pakan buatan berbeda yaitu 6% MI + 0% MS (pakan A), 4% MI + 2% MS (pakan B), dan 2% MI + 4% MS (pakan C). Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Pertumbuhan mutlak rata-rata tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini adalah 30,67 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,66-1,50%, frekuensi molting berkisar antara 0,00-66,67%, pertumbuhan panjang karapas berkisar antara 0,78-1,49 cm, pertumbuhan lebar karapas berkisar antara 1,62-3,26 cm, dan tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 33,33-100%. Secara statitistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak sawit dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak rata-rata, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, frekuensi molting, pertumbuhan panjang karapas, pertumbuhan lebar karapas, dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi 30% minyak ikan dengan minyak sawit dalam pakan buatan menghasilkan pertumbuhan optimal rajungan (P. pelagicus).Kata Kunci : Rajungan (Portunus pelagicus), Minyak Ikan, Minyak Sawit, Pertumbuhan.
Pengaruh Penambahan Minyak Ikan Salmon dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Post Larva Udang Windu (Penaeus monodon) Ahmad Saltin; Muhammad Idris; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.447 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan salmon dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya yaitu kontrol (0% minyak ikan salmon), 0,5% minyak ikan salmon, 1% minyak ikan salmon, dan 1,5% minyak ikan salmon. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, sintasan, konsumsi pakan, rasio konversi pakan, dan kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level minyak ikan dalam pakan memberikan perbedaan secara signifikan dalam pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan konsumsi pakan, tetapi tidak berbeda secara signifikan dalam sintasan dan rasio konversi pakan post larva udang windu. Secara umum, penambahan minyak ikan salmon dalam pakan, menunjukkan peningkatan pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu. Kesimpulan menunjukkan bahwa 1% minyak ikan salmon dalam pakan memberikan pertumbuhan dan sintasan terbaik pada post larva udang windu. Kata Kunci : Minyak Ikan Salmon, Pertumbuhan, Sintasan, Post Larva Udang Windu, Penaeus monodon
Komposisi Jenis dan Kepadatan Bentik Diatom pada Kolektor dan Kaki/otot Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara di Kawasan Sistem IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) Out Door Israwati, .; Effendy, Irwan J.; Patadjai, Andi B.
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.256 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i1.4377

Abstract

pada otot kaki abalon (Haliotis asinina) dan kolektor bentik diatom yang dipelihara pada sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture) Out Door. Penelitian ini dilakukan di Hatchery Abalon, Desa Tapulaga selama 35 hari, dari Oktober sampai November 2016. Kolektor pelekatan bentik dan otot kaki abalon digunakan sebagai sumber bentik diatom. Tiga waring (1m x 1m x 1,5m) berisi 6 abalon (5,0 – 5,5 cm), 10 kolektor pelekatan bentik (15 cm x 16 cm), sponge dan rumput laut  untuk setiap waring pada kolam IMTA out door. Tiga jenis sponge berbeda untuk setiap waring  yaitu Callispongia sp., Spongila sp., dan Stylotella auratium yang ditempatkan pada waring berbeda. Pengambilan data dilakukan 3 kali setiap 2 minggu dimulai dari minggu pertama sampai minggu kelima. Bentik diatom yang didapatkan dikarakteristik dengan analisis deskriptif. Hasil yang didapatkan dikelompokkan berdasarkan klasifikasi kelas. Jumlah tertinggi dari bentik diatom yang ditemukan pada kolektor dan otot kaki abalon yaitu kelas Bacillariophyceae (98%). Kepadatan bentik diatom tertinggi didapatkan pada kolektor (44.808.400 cells/cm2). Jumlah kepadatan terendah ditemukan pada otot kaki abalon (23.760 cells/cm2).Kata Kunci : Abalon, Bentik Diatom, IMTA, Kepadatan, Kolektor, Komposisi Jenis
Pengaruh Ukuran Awal Tinggi Cangkang Terhadap Pertumbuhan dan Ketebalan Lapisan Mutiara Pasca Implantasi pada Kerang Mutiara Mabe (Pteria penguin) Musair, Irdayanti; Yusnaini, .; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.686 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran awal tinggi cangkang terhadap pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pasca implantasi pada kerang Pteria penguin. Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan dan bertempat di perairan Palabusa Selat Buton Kota Bau-bau Sulawesi Tenggara. Terdapat 15 individu kerang yang diimplantasi pada ukuran yang berbeda yaitu ukuran tinggi cangkang 60-80 mm, 81-100 mm, dan 101-120 mm, masing-masing perlakuan terdiri dari 5 kali ulangan. Kerang ditempatkan secara acak pada rakit budidaya dengan metode tali gantung pada kedalaman 1 m. Parameter yang diukur meliputi tinggi, lebar, tebal cangkang, bobot basah kerang dan pengukuran ketebalan lapisan mutiara meliputi top dan base yang dilakukan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak tinggi dan lebar cangkang tertinggi berurut-turut sebesar 17,15 mm dan 18,39 mm pada ukuran cangkang 60-80 mm, sedangkan tebal cangkang tertinggi sebesar 3,37 mm pada ukuran cangkang 81-100 mm, dan bobot basah kerang tertinggi sebesar 52,60 g pada ukuran cangkang 101-120 mm. Rata-rata ketebelan lapisan mutiara yang terbentuk berkisar 0,15-0,22 mm dan 0,230,33 mm, masing-masing pada bagian top dan base. Ukuran cangkang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak tinggi dan lebar cangkang, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan mutlak tebal cangkang bobot basah kerang dan ketebalan lapisan mutiara, Penelitian ini menyimpulkan bahwa ukuran cangkang 60-120 mm dapat digunakan sebagai benih implantasi untuk menghasilkan mutiara pada kerang mutiara mabe (Pteria penguin).Kata kunci : Pteria penguin, ukuran cangkang, pertumbuhan, ketebalan lapisan mutiara.