cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
Pijat Oksitosin Berpengaruh Terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Nifas di Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah Joula Timisela; Femi S. Tuhumena; Yolanda Maressy
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7305

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, sehingga kelancaran ASI perlu menjadi pertimbangan penting dalam meningkatkan pemberian ASI ekslusif. Pijat oksitosin merupakan salah satu tindakan untuk melaancarkan ASI pada ibu post partum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan Pre experiment design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 24 orang. Intrumen penelitian menggunakan lembar observasi untuk menilai kelancaran ASI pada saat pre tes dan post tes. Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini menunjukan nilai Post test - Pre tes pada hari I dan hari II masa nifas yaitu nilai Negatif Rank sebesar 0,00, sedangkan Positif Rank sebesar 6,00. Ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan responden setelah mendapat pendidikan kesehatan. Selain itu, nilai Z sebesar -3.317 dengan p value 0,001, nilai ini kurang dari α=0,05. Berdasarkan hasil tesebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas. Direkomendasikan bagi puskesmas untuk membuat SOP pijat oksitosin sebagai panduan, dan bagi perawat untuk melakukan pijat oksitosin sebagai salah satu intervensi wajib dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu nifas. Kata kunci: pijat oksitosin; kelancaran ASI; post partum
Uji Kandungan Rhodamin B Pada Jajanan Es Yang Dijual di Sekitar Sekolah Dasar Wilayah Desa Passo Octovina Soumokil; Michran Marsaoly
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7301

Abstract

Penggunaan zat pewarna yang tidak diizinkan masih marak dilakukan oleh produsen makanan. Masih banyak produsen makanan menggunakan bahan pewarna tekstil sebagai bahan pewarnanya. Penggunaan Rhodamin B pada makanan dalam waktu yang lama akan dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati maupun kanker, dan bila terpapar Rhodamin B dalam jumlah besar maka dalam waktu singkat akan terjadi gejala akut keracunan Rhodamin B. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya bahan tambahan pewarna Rhodamin B di dalam jajanan es yang dijual di sekitar SD wilayah Desa Passo. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan melakukan observasi pada minuman berwarna yang dicurigai mengandung rhodamin B dan dilanjutkan dengan melakukan analisis sampel dengan metode khromatografi Lapis Tipis di Laboratorium Kimia Dasar Universitas Pattimura. Sampel penelitian berasal dari jajanan es yang dijual di sekitar SD wilayah Desa Passo yang memenuhi kriteria inklusi: jajanan berwarna merah muda sampai keunguan, jajanan berupa es yang diberi pewarna.serta jajanan dibuat sendiri serta tidak memiliki lisensi dari BPOM. Sampel penelitian ini berupa es sirup merah dan ungu, es potong, es lilin ungu dan merah, es kelapa muda serta es pisang ijo. Hasil penelitian ditentukan berdasarkan perbandingan nilai Rf sampel dengan nilai Rf standar baku rhodamin B. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat kandungan rhodamin B pada semua sampel, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kandungan rhodamin B pada es sirup merah dan ungu, es potong, es lilin ungu dan merah, es kelapa muda serta es pisang ijo yang berasal dari penjual es di sekitar SD wilayah Desa Passo. Kata kunci: kandungan rhodamin B; jajanan es
Uji Kompetensi dan Mutu Pendidikan Kesehatan (Sebuah Opini) Endah Fitriasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7306

Abstract

Ujian kompetensi Nasional kesehatan atau yang biasanya dikenal dengan UKOMNAS merupakan salah satu cara untuk menguji kemampuan peserta didik calon lulusan pada pendidikan kesehatan. Peranan peguruan tinggi dalam mengelola dan menjaga kualitas lulusan dengan meningkatkan pelaksanaan pembahasan soal, tryout membeikan dampak yang signifikan untuk kelulusan mahssiwa kesehatan, ditunjang dengan IT dan pemanfaatan teknologi yang mumpuni sehingga kualitas lulusan terukur, hal ini bedampak pada mutu peguruan tinggi yang mengedepankan kualitas, kualitas mutu sebuah peguruan tinggi dapat dilihat dari lulusan bidang kesehatan, salah satunya adalah penyelenggaraan uji kompetensi secara Nasional. Kata kunci: uji kompetensi; pendidikan kesehatan; mutu
Gambaran Angka Kuman pada Peralatan Makan Pedagang Makanan Kaki Lima Jalan Sam Ratulangi Kecamatan Sirimu Kota Ambon Farha Assagaff
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7302

Abstract

Tempat pengolahan makanan (TPM) memiliki potensi yang cukup besar untuk menimbulkan gangguan kesehatan. Kontaminasi pada makanan yang salah satunya disebabkan dari keberadaan peralatan makan yang tidak bersih. Peralatan makan merupakan salah satu persyaratan hygiene sanitasi rumah makan. Kebersihan dan cara penyimpanan peralatan pengelolah makanan harus memenuhi persyaratan sanitasi. Kondisi penjual makanan sering kali tidak memperhatikan proses pencucian peralatan makan yang hygiene yang akan memberikan peluang besar terjadinya kontaminasi pada makanan dan minuman yang disajikan kepada konsumen yang berkunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi angka kuman pada alat makan piring pedagang makanan kaki lima di Jalan Sam Ratulangi Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Penelitian ini bersifat Deskriptif yang dilaksanakan untuk memperoleh gambaran secar objektif terhadap keberadaan angka kuman pada peralatan makan yang digunakan sesuai hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel yang diambil sebanyak 13 sampel. Hasil penelitian pada peralatan makan piring terdapat 8 sampel peralatan makan piring yang tidak memenuhi syarat atau jumlah angka kuman lebih dari 0 CFU/cm3, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel peralatan makan piring yang digunakan oleh pedagang makanan kaki lima di Jalan Sam Ratulangi Kecamatan Sirimau Kota Ambon sebagian besar tidak memenuhi syarat. Kata kunci: angka kuman; alat makan; pedagang makanan kaki lima
Efektifitas Pendidikan Kesehatan dengan metode Small Group Discussion untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku siswi Titin Wulandari; Nuryani Nuryani; Heru Santoso Wahito Nugroho; Suparji Suparji
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7307

Abstract

Sebagian besar remaja memiliki kompleksitas permasalahan mengenai kesehatan reproduksi salah satunya adalah kanker payudara. 30% penderita kanker payudara masih berusia muda. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode Small Group Discussion untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku SADARI. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Jumlah populasi 24 siswa diambil secara total sampling. Variabel independen adalah pendidikan kesehatan kesehatan dengan metode Small Group Discussion. Variabel dependen adalah keterampilan dan perilaku SADARI. Analisis data keterampilan dan perilaku menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kenaikan jumlah siswi yang melakukan keterampilan dan perilaku SADARI dengan nilai rata-rata pretest 44,5 dan posttest menjadi 98,3. Serta pendidikan kesehatan dengan metode Small Group Discussion efektif untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku SADARI. Dapat disimpulkan pendidikan kesehatan dengan metode Small Group Discussion efektif untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku SADARI. Dengan adanya penelitian ini siswi diharapkan tetap melakukan keterampilan dan perilaku SADARI dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: small group discussion; keterampilan; perilaku; SADARI
Pendidikan Kesehatan Menggunakan Leaflet dan Phantom untuk Meningkatkan Keterampilan Ibu Merawat Bayi Ismiyanti Achmad
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan phantom terhadap keterampilan ibu merawat bayi. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan pretest-postest control group design. Penelitian dilakukan di ruang nifas RSUD dr. M. Haulussy dengan sampel ibu primipara yang terdiri dari 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan daftar tilik dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon, man whitney dan chi square. Hasil penelitian menunjukan perubahan peningkatan keterampilan ibu setelah pendidikan kesehatan sebanyak 80% ibu pada kelompok intervensi, sedang pada kelompok kontrol sebesar 50%. Pendidikan kesehatan pada periode taking hold dengan menggunakan media/alat bantu leaflet dan phantom terbukti berpengaruh terhadap keterampilan ibu merawat bayi. Kata kunci: pendidikan kesehatan; keterampilan; perawatan bayi
Peningkatan Underweight dan Resiko Gizi Lebih pada Balita di Kabupaten Magetan Wella Nur Hidayah; Nuryani Nuryani; Heru Santoso Wahito Nugroho; N. Surtinah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7309

Abstract

Masalah kekurangan gizi pada balita di dunia sampai saat ini masih menjadi Trend. Masalah gizi pada balita dapat membawa dampak buruk terhadap pertumbuhan fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran trend prevalensi status gizi pada balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Magetan tahun 2019 sampai 2021.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan studi prediksi. Sampel pada penelitian ini adalah total populasi balita usia 0-59 bulan sebanyak 916.246 balita. Variabel dalam penelitian ini adalah status gizi balita. Instrumen menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku laporan status gizi balita di Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan tahun 2019 sampai 2020. Analisis data menggunakan fitur trend line pada chart dalam program Ms. Office. Hasil penelitian menunjukkan ada trend dan prediksi prevalensi akhir tahun 2022 status gizi pada tingkat Kabupaten kategori berat badan sangat kurang, berat badan kurang, dan resiko berat badan lebih yang cenderung akan mengalami kenaikan, sedangkan kategori berat badan normal cenderung akan mengalami penurunan. Kondisi ini perlu diwaspadai dan diperhatikan secara khusus seperti pembinaan gizi masyarakat, melakukan intervensi secara komperehensif dengan kerjasama lintas sektor yang melibatkan seluruh kota/kecamatan melalui posyandu seperti penimbangan dan pencatatan sebagai bentuk kewaspadaan, pemberian makanan tambahan (PMT) pada anak yang mengalami gizi kurang, penyuluhan pada masyarakat untuk melaksanakan program keluarga sadar gizi (KADARZI). Kata kunci: status gizi balita; trend; prediksi
Asuhan Keperawatan pada Pasien Kista Ovarium dalam Mengatasi Masalah Kecemasan di Ruangan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy Ambon Martini Tidore; Greeny Z. Rahakbauw
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7410

Abstract

Kanker adalah istilah untuk segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel abnormal dan agresif menyerang jaringan lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut karena rusaknya DNA. Kecemasan adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas sebabnya. Kecemasan merupakan kekuatan yang besar untuk menggerakan tingkah laku baik tingkah laku normal maupuan tingkah laku yang menyimpang, yang terganggu dan kedua-duanya merupakan pernyataan, penampilan, penjelmaan, dari pertahankan terhadap kecemasan, Kecemasan memiliki karakteristik berupa munculnya perasaan takut dan kehati-hatian atau kewaspadaan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan emosi yang berfungsi sebagai tanda akan adanya bahaya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada “Ny. M” dengan kista ovarium di ruangan Ginekologi RSUD dr. M Haulussy Ambon, maka dapat disimpulkan klien dengan kista ovarium secara umum, masalah utamanya nyeri, disamping kecemasan dan diagnosa yang ditemukan adalah diagnosis berdasarkan teori adalah: Nyeri berhubungan dengan tekanan syaraf sel tumor, ansietas berhubungan dengan tindakan operasi yang dilakukan. Perencanaan keperawatan dilaksanakan berdasarkan prioritas masalah keperawatan, implementasi yang dilakukan menarik nafas dalam, evaluasi dilakukan klien merasa tenang dan rileks. sumber yang ada pada klien dan keluarga serta sarana dan fasilitas perawatan. Kata kunci: asuhan keperawatan; kista ovarium; kecemasan
Faktor Intrinsik dan Extrinsik yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Eny Pemilu Kusparlina; Eddy Wasito
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7401

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus pneumonia balita di Puskesmas Banjarejo Kota Madiun pada tahun 2018 sebanyak 7 kasus. Sedangkan pada tahun 2019 kasusnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu menjadi 81 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah kasus sebesar 33 sampel dan kontrol sebesar 33 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan teknik pengambilan data wawancara. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa status gizi (OR=5,342), riwayat pemberian ASI eksklusif (OR=4,241), status pekerjaan ibu (OR=4,235), kepadatan hunian rumah (OR=5,041), sosial ekonomi (OR=4,025), penggunaan obat nyamuk bakar (OR=3,500), kebiasaan merokok anggota keluarga (OR=3,619), kebiasaan membuka jendela (OR=3,538), kebiasaan membersihkan rumah (OR= 5,950), dan kebiasaan mencuci tangan (OR=4,457) berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Simpulan: Saran penelitian ini adalah untuk memberikan nutrisi yang tepat dan bergizi, memberikan ASI secara eksklusif, tidak merokok didalam rumah atau lingkungan sekitar balita, menggunakan kelambu, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: balita; faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik; pneumonia
Gambaran Pola Makan Balita Stunting Di Desa Kamal Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Inamah Inamah; Wahyuni Sammeng; Mahmud Mahmud; Khartini Kaluku; Tasya Renata Nikwelebu
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7406

Abstract

Prevalensi Stunting di Maluku secara umum pada Usia 0-59 bulan sangat pendek 12,5%, pendek 21,5%, normal 66,0%. Sedangkan Prevalensi stunting kabupaten seram bagian barat tahun 2017 sebesar (30%), tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi (31,4%), dan tahun 2019 mengalami penurunan sebesar (28%). Jumlah anak balita keseluruhan didesa kamal yaitu 400 orang, sendangkan jumlah balita stunting di desa kamal yaitu 51 orang (12,75%), dan berdasarkan jenis kelamin, laki-laki 28 orang (54,9%), dan perempuan 23 orang (4,5%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pola makan Balita Stunting di Desa Kamal, Kec Kairatu Barat, Kab Seram Bagian Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk memberikan Gambaran Pola Makan pada Balita Stunting di Desa Kamal. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah zat gizi yang balita stunting berkategori baik, karbohidrat sebanyak 32 orang (100%), protein sebanyak 8 orang (25%), lemak sebanyak 31 orang (96,9%). Jenis makanan balita stunting kebanyakan masuk kategori tidak beragam. Frekuensi makan balita stunting kategori sering, nasi putih sebanyak 32 orang (100%), ikan kembung sebanyak 32 orang (100%), sedangkan bahan makanan lain sumber protein nabati, sayuran dan buah masuk ketegori jarang dikonsumsi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa 32 sampel balita stunting asupan zat gizi kebanyakan kategori baik dan kurang, dan untuk jenis makanan kebanyakan balita stunting makan nasi putih, dan untuk frekuensi makan balita stunting sering makan ikan kembung. Kata kunci: pola makan; balita; stunting