cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning bagi Mahasiswa Kesehatan Heru Santoso Wahito Nugroho; Fajriansyah Fajriansyah; Wiwin Martiningsih; Sri Wayanti; Suparji Suparji; Ketut Sudiantara; Budi Joko Santosa; Sutio Rahardjo; Koekoeh Hardjito; M. Fadly Kaliky; Handoyo Handoyo; Hery Koesmantoro; Vincentius Supriyono; Tuhu Pinardi; Sunarto Sunarto; Bahtiar Bahtiar; Abd Rijali Lapodi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7402

Abstract

Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning disusun sebagai inovasi pendekatan secara paripurna untuk pembelajaran penelitian, yakni tidak hanya berakhir sampai dengan laporan penelitian, namun dilanjutkan sampai terwujudnya luaran penelitian berupa publikasi ilmiah, seperti artikel jurnal, prosiding atau buku monograf. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian mahasiswa, maka inovasi-inovasi yang ditemukan bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat, baik untuk diterapkan maupun diteliti lebih lanjut. Pembelajaran tuntas hingga output seperti ini diharapkan juga memiliki dampak positif yang besar bagi perkembangan perguruan tinggi, baik dari segi kinerja mahasiswa maupun dosen. Kata kunci: Output Based Learning (OutBaL); pembelajaran penelitian; mahasiswa kesehatan
Peran Penting Sekolah Dalam Memperbaiki Praktik Gizi Seimbang Pada Anak (Studi Literatur) Khartini Kaluku; Junieni Junieni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7407

Abstract

Masyarakat dunia saat ini menghadapi banyak masalah gizi termasuk Negara Indonesia. Prevalensi masalah gizi di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan termasuk masalah gizi pada anak usia sekolah. Masalah gizi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah terkait praktik gizi seimbang. Praktik gizi seimbang pada anak usia sekolah tidak hanya tergantung pada peran keluarga. Akan tetapi, peran penting dari sekolah juga sangat berpengaruh. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan sekolah. Mengingat pentingnya hal tersebut maka dari itu sudah semestinya kita sadar dan peduli. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran sekolah dalam memperbaiki praktik gizi seimbang pada anak. Kajian secara naratif dilakukan terhadap beberapa artikel penelitian maupun skripsi yang terbit dalam 10 tahun terakhir pada jurnal nasional maupun internasional dan dapat diakses secara terbuka (open access). Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik gizi seimbang khususnya pada anak sekolah sangatlah penting. Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan aset pembangunan. Peran penting sekolah dalam hal ini adalah memberikan pendidikan gizi yang dimana sangat diperlukan oleh anak usia sekolah terutama untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik gizi seimbang yang pada gilirannya akan meningkatkan status gizinya. Kebijakan sekolah terkait dengan praktik gizi seimbang dapat berupa kantin sehat dengan harapan bahwa pola konsumsi anak bisa dikontrol dengan baik. Kantin sekolah berfungsi untuk menyediakan makanan yang sehat yakni yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi anak serta mendorong anak untuk memilih makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Kata kunci: praktik gizi seimbang; pendidikan gizi; kantin sehat
SOCIAL CULTURAL DESCRIPTION OF EARLY MARRIAGE IN SELAYAR ISLANDS DISTRICT Sarti Nofrianti Elbetan; Virda Sintia Lao
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7403

Abstract

Manusia terlahir sebagai makhluk sosial, kenyataan tersebut menyebabkan manusia tidak akan dapat hidup normal tanpa kehadiran manusia yang lain. Hubungan tersebut dapat dikategorikan sebagai interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sosial budaya pernikahan dini di Kabupaten Kepulauan Selayar. Desain penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yaitu pengumpulan data dengan melalukan wawancara secara mendalam pada 16 informan yang berusia di 15-18 tahun yang telah mengalami pernikahan dini. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar tepatnya di Kecamatan Benteng, sebanyak 30 orang yang terkait pernikahan dini. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan ahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama terjadinya pernikahan dini di Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu: perjodohan, lingkungan sosial, dan pergaulan bebas. Gambaran persepsi tentang anak yang menikah di usia dini, sebagian responden mengatakan alasan menikah di usia dini karna unsur perjodohan, unsur suka sama suka dan unsur keharusan akibat pergaulan bebas. Gambaran persepsi tentang anak yang melakukan pernikan di usia dini, sebagian responden mengatkan bawah orang tuanya tidak setuju dengan pernikahanya. Kata kunci: pernikahan dini; sosial; budaya
Pendidikan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah Joula Timisela; Masrikat Maya Diana Claartje; Fransina Tubalawony; Yona Sahalessy; J. I. L. Ratulangi; Alfonsina E. Hetaria
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7408

Abstract

Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi stunting. Pendidikan kesehatan sangat penting bagi ibu hamil sebagai salah satu kelompok 1000 hari pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan Pre experiment design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan teknik non probality sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 24 orang. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukan nilai Post test - Pre tes pada Negatif Rank sebesar 0,00 sedangkan Positif Rank sebesar 12,50, ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah responden mendapat pendidikan kesehatan. Selain itu, nilai Z sebesar -4.319 dengan p value 0,0001*, nilai ini kurang dari α= 0,05. Berdasarkan hasil tesebut maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting. Direkomendasikan bagi petugas kesehatan yang melakukan pelayanan kepada ibu hamil agar terus meningkatkan pendidikan kesehatan untuk mencegah stunting. Kata kunci: pendidikan kesehatan; pengetahuan; stunting; ibu hamil
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus) dengan Variasi Basis Salep Epi Dusra; Aulia Debby Pelu; Jayanti Djarami; Sitti Windarni Muhis
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7404

Abstract

Pemakaian bahan alami sebagai upaya penanggulangan masalah kesehatan telah banyak diterapkan masyarakat. Suatu tanaman dapat digunakan sebagai sumber obat karena memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, contonya tanaman serai wangi. Masyarakat di Indonesia biasanya memanfaatkan Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) sebagai obat kumur, sakit gigi dan gusi yang bengkak, peluruh keringat dan nyeri. Berdasarkan dari hasil penelitian sebelumnya menyatakan ekstrak serai wangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder tanaman serai wangi Cymbopogon nardus), membuat formulasi salep ekstrak etanol tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) dengan menggunakan variasi basis salep dan melalukan evaluasi sediaan salep ekstrak etanol tanaman serai wangi (cymbopogon nardus). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental laboratorium. Hasil penelitian ini yaitu ekstrak etanol tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) Pada hasil uji kandungan metabolit sekunder mengandung senyawa tanin, flavonoid, saponin, dan fenol. Di buat tiga formulasi basis salep yaitu FI (hidrokarbon), FII (absorpsi) dan FIII (larut air). Berdasarkan hasil uji evaluasi ketiga basis salep yaitu FI (hidrokarbon), FII (absorpsi) dan FIII (larut air), menunjukan hasil yang stabil pada uji organoleptic, uji homogenitas dan uji pH. Kata kunci: ekstrak salep; tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus); basis salep
Pemberian Slow Deep Breathing Exercise pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah kerja Puskesmas Suli Kota Ambon Ida Djafar; Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7409

Abstract

Diabetes adalah salah satu penyakit dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia. Komplikasi makrovaskular yang menghancurkan dan komplikasi mikrovaskular menyebabkan peningkatan kematian, kebutaan, gagal ginjal dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan pada orang dengan diabetes. Pengelolaan diabetes mellitus dengan Slow deep breathing adalah teknik relaksasi dalam menurunkan kadar glukosa darah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan penerapan prosedur slow deep breathing exercise pada pasien diabetes mellitus untuk menurunkan glukosa darah. Jenis penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan proses tindakan keperawatan. Hasil penelitian pada Tn. O.I didapatkan data cemas dengan kondisi penyakitnya, telunjuk kaki kiri terasa sakit karena luka, selalu merasa lapar, sulit untuk buang air besar, riwayat anggota keluarga menderita penyakit diabetes mellitus, keadaan umum lemas, konjungtifa anemis, tampak adanya luka dengan ukuran 1cm pada telunjuk kaki kiri pasien, glukosa darah sewaktu 130 mg/dl. Diagnosa keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, diberikan tindakan slow deep breathing, hasilnya penurunan kadar glukosa darah. Kata kunci: slow deep breathing; diabetes mellitus; glukosa darah
Hubungan Fungsi Orang Tua dengan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja pada Sikap Pencegahan Kehamilan Dini di Desa Passo Lintje Sintje Corputty
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7405

Abstract

Jumlah remaja perempuan yang melahirkan didunia setiap tahun sekitar 16.000.000 orang. Dari jumlah tersebut diperkirakan 90% sudah menikah dan terdapat kasus meninggal dunia sekitar 50.000 orang. Pada remaja yang usia ≤20 tahun diperkirakan kasus kematian pada ibu dan bayi baru lahir 50% dibandingkan pada remaja usia ≥20 tahun. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara fungsi orang tua, dengan pendidikan kesehatan reproduksi remaja pada perilaku sikap pencegahan kehamilan dini pada remaja. Jenis penelitian survey analitik, pendekatan cross-sectional. Besar sampel 50 orang remaja putri, dengan tingkat pendidikan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan fungsi orang tua dengan pendidikan kesehatan reproduksi remaja pada sikap pencegahan kehamilan dini di Desa Passo (p=0.000). Pelayanan kesehatan remaja menjadi program pelayanan yang dapat meluas bukan saja pada remaja yang masih bersekolah, tetapi dapat menyentuh remaja yang putus sekolah. Kata kunci : fungsi orang tua; pendidikan kesehatan reproduksi; kehamilan dini
Pengaruh Stres Hospitalisasi pada Anak Usia 3-6 Tahun Dengan Permainan Peralatan Medis dan Puzzle di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Kaliwates Rafika Nurul Aini; Lantin Sulistyorini; Peni Perdani Juliningrum
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8101

Abstract

Stres rawat inap anak prasekolah dapat menyebabkan tingkat stres hospitalisasi. Faktor yang berkontribusi adalah perpisahan dengan lingkungan dan teman bermain, perawatan dan prosedur, keterbatasan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antara kombinasi kedua terapi bermain dalam mengurangi stres hospitalisasi pada anak usia 3-6 tahun di Rumah Sakit Umum Kaliwates. Metode penelitian adalah pra-eksperimen satu kelompok desain pre-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah 20 responden, menggunakan simple random sampling. Tingkat stres hospitalisasi diukur menggunakan Kuesioner Behavioral Checklist sebelum dan sesudah intervensi untuk mengenali tingkat stres hospitalisasi. Data dianalisis dengan menggunakan Shapiro wilk dan Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α
Trend Determinan Penyebab Kematian Bayi di Kabupaten Magetan tahun 2020-2022 Wahyu Fitri Yuliasih; Nani Surtinah; Tutiek Herlina; Tinuk Esti Handayani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8203

Abstract

Angka kematian bayi adalah masalah yang krusial, faktual, dan esensial. Kematian Bayi yang tidak teratasi akan menjadi ancaman bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Angka Kematian Bayi di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui trend determinan penyebab kematian bayi di Kabupaten Magetan tahun 2020-2022. Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah data seluruh kematian bayi tahun 2020-2022 di Kabupaten Magetan. Sample berjumlah 193. Variabel penelitian adalah umur ibu, umur kehamilan ibu, paritas, umur bayi, berat badan lahir bayi, jenis kelamin, dan jenis persalinan. Instrumen. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder yaitu aplikasi Maternal Neonatal Death Notification. Analisa menggunakan statistik sederhana distribusi frekuensi. Penyajian data dalam bentuk grafik. Trend faktor penyebab kematian bayi terbanyak adalah umur ibu tidak beresiko, umur kehamilan ibu prematur, ibu multipara, neonatus dini, berat badan lahir rendah, jenis kelamin laki-laki, dan jenis persalinan normal. Trend kenaikan dari tahun 2021 ke tahun 2022 meliputi faktor umur ibu tidak berisiko, umur kehamilan normal, umur kehamilan postterm, ibu multipara, neonatus dini, neonatus lanjutan, berat badan lahir rendah, berat badan lahir normal, bayi dengan jenis kelamin perempuan, persalinan induksi, persalinan Seksio Secaria. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa determinan penyebab trend kenaikan kematian bayi meliputi faktor umur ibu tidak berisiko, umur kehamilan normal, umur kehamilan postterm, ibu multipara, neonatus dini, neonatus lanjutan, berat badan lahir rendah, berat badan lahir normal, bayi dengan jenis kelamin perempuan, persalinan induksi, persalinan Seksio Secaria. Oleh karena itu dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan bidan diharapkan bekerjasama dalam pelayanan ibu hamil, ibu bersalin dan bayi baru lahir dengan peningkatan kualitas pelayanan sesuai regulasi dan memperbaiki sistem rujukan terintegrasi sehingga trend penyebab kematian bayi bisa diturunkan. Kata kunci: kematian bayi; determinan; kecenderungan
Studi Kasus: Penerapan Terapi Musik Terhadap Tingkat Kecemasan pada Anak dengan Tindakan Invasif Masa Hospitalisasi Emy Rianti; Anna Sukmawati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8201

Abstract

Anemia hemolitik auto imun (AHAI) merupakan salah satu penyakit imunologi didapat yang mana eritrosit pasien diserang oleh autoantibodi yang diproduksi sistem imun tubuh pasien sendiri, sehingga mengalami hemolysis. Terapi yang dapat diberikan untuk anemia adalah tranfusi darah. Tranfusi darah telah digunakan dalam penanganan anemia, yaitu dengan tujuan membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Pemberian tranfusi dilakukan dengan cara pemasangan infus terlebih dahulu, namun pada anak usia prasekolah dapat mengalami kecemasan saat pemasangan infus. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan terapi musik untuk mengurangi kecemasan pada anak yang menjalani tindakan invasif. Hasil asuhan keperawatan pada anak yang menjalani terapi musik selama 3 hari menunjukkan penurunan kecemasan yang dialami dibuktikan dengan penurunan skala kecemasan yang dinilai dengan menggunakan Face Image Scale (FIS). Pada hari pertama didapatkan nilai 4, hari kedua 3, hari ketiga 2. Hal tersebut menunjukkan adanya keefektifan terapi akupresur pada anak yang menjalani kemoterapi dengan osteosarkoma. Kata kunci: cemas; musik; terapi