cover
Contact Name
Ardian Infantono
Contact Email
ardian.infantono@aau.ac.id
Phone
+6287838880048
Journal Mail Official
senatindo@aau.ac.id
Editorial Address
Redaksi Prosiding Senastindo AAU Ksatrian Akademi Angkatan Udara Jl. Laksda Adisutjipto KM. 10, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55002 Telp. (0274) 486922 Ext. PPM Email: senastindo@aau.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Published by Akademi Angkatan Udara
ISSN : 26858991     EISSN : 28082540     DOI : https://doi.org/10.54706/senastindo
Semua inovasi yang berguna dan berkaitan secara langsung maupun tidak langsung terhadap inovasi nasional yang lebih bermutu dengan intisari tidak terbatas pada teknologi apapun, baik yang mengenai Databases System, Data Mining/Web Mining, Datawarehouse, Artificial Integelence, Business Integelence, Cloud & Grid Computing, Decision Support System, Human Computer & Interaction, Mobile Computing & Application, E-System, Machine Learning, Deep Learning, Information Retrievel (IR), Computer Network & Security, Multimedia System, Sistem Informasi, Sistem Informasi Geografis (GIS), Sistem Informasi Akuntansi, Database Security, Network Security, Fuzzy Logic, Expert System, Image Processing, Computer Graphic, Computer Vision, Semantic Web, e-Health, Animation dan lainnya yang serumpun dengan Inovasi Nasional lainnya. AERONAUTIKA antara lain: Aerodinamika, Material dan Komposit, Kelistrikan dan Instrumen Pesawat Terbang, Avionik, Flying Control, Teknologi Rekayasa Material, Termofluida, Fluida Mekanik, Material Komposit Maju, Teknologi Persenjataan, dsb. TEKNIK ELEKTRO antara lain: Sistem Mikroelektronik, Instrumentasi Industri, Optoelektronik, Perancangan Rangkaian Analog, Desain dan Teknologi ASIC, Desain dan Teknologi FPGA, Sensor dan Transducer, Sistem Pembangkit Energi Listrik, Sistem Transmisi dan Distribusi, Sistem Proteksi Listrik, Tegangan Tinggi, Mesin-mesin Listrik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Modulasi dan Pemrosesan Sinyal Digital, Teori Informasi dan Pengkodean, Saluran Transmisi, Antena dan Propagasi Gelombang, Komunikasi Bergerak dan Nirkabel, Sistem dan Jaringan Komunikasi, Teknologi Jaringan Telekomunikasi, Sistem Otomatisasi, dsb. TEKNIK INDUSTRI antara lain: Ilmu Ergonomi Industri, Industri Pertahanan, dsb. TEKNIK DIRGANTARA antara lain: Ilmu-ilmu Aeronautika dan Astronautika, Aerodinamika, Struktur Pesawat Terbang, Propulsi, Mekanika Terbang, Material Pesawat Terbang, Astrodinamika, Aeroelastisitas, Aeroakustik, Sistem Pesawat Terbang, Proses Desain dan Produksi Pesawat Terbang, dan Sistem Operasi Penerbangan, dsb. TEKNIK KIMIA antara lain: Kimia bahan eksplosif, Kimia logam, Kimia Industri TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI antara lain: Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Arsitektur Komputer, Jaringan Komputer, Security & Cryptography, Mobile & Cloud Computing, Quality of Service (QoS), Network Programming, Remote Sensing & GIS, Pemodelan dan Simulasi, Multimedia Processing, Teknologi Informasi dan Aplikasi, Big Data, dsb. DRONE & ROBOTIKA antara lain: Control theory and applications, embedded system, mechatronic and robotic, Unmanned Aerial System (UAS), mobile robotics, artificial intelligent, neural network, fuzzy logic, intelligent system, swarm intelligent, genetic algorithm, soft robotic, dsb. CYBER antara lain: Teknik Hacking, Cyber Defense, Cyber Security, Cyber Attack System, dsb.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 200 Documents
Analisis Program Taruna Gemilang Aspek Trengginas Dengan Menggunakan Metode Soft System Methodology di Akademi Angkatan Udara Royan, Yusuf Fillardhy; Riano, Gagat
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.276

Abstract

Progam Taruna Gemilang merupakan suatu sistem yang berbasis riset yang bertujuan untuk merubah tradisi-tradisi buruk Taruna dengan meningkatkan berbagai aspek pada Trisakti Viratama, salah satunya adalah aspek Trengginas. Trengginas berarti ketangkasan dalam bertindak dan berolah pikir yang ditunjukkan dengan kesamaptaan jasmani dan daya tahan fisik yang tinggi dalam menghadapi tugas. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menganalisa situasi masalah yang terjadi dengan menggunakan metode Soft System Methodologi (SSM). SSM merupakan suatu metode yang sering digunakan untuk mengungkapkan suatu situasi masalah dalam bentuk terstruktur agar mudah dipahami dan dicarikan solusi pemecahannya.Dari hasil penelitian didapatkan beberapa saran solusi pemecahan masalah yaitu dengan pemanfaatan Character Development Center (CDC) yang saat ini menggunakan sistem ALO (Airmanship, Leadership, dan Owner).
Perancangan Rak Sepatu Yang Ergonomis Dengan Pendekatan Antropometri Guna Meningkatkan Kerapian Dan Kenyamanan Di Mushola Viratama II Akademi Angkatan Udara Dwiyanti, Ni Made Sri Utami; Pudjianto, Agus
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.277

Abstract

Perkembangan zaman semakin menuntut manusia untuk terus berusaha dan bekerja keras dalam melakukan aktivitas atau kegiatan. Kebersihan dan kerapian dari Mushola dapat menciptakan suasana yang nyaman serta kerapian dari Mushola akan memudahkan dalam mencari sepatu. Berdasarkan masalah tersebut, maka diperlukan adanya perancangan produk rak sepatu untuk dapat memenuhi kepuasan Taruna dengan menggunakan metode Antropometri. Metode Antropometri merupakan studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Pada garis besarnya Antropometri dapat membantu agar proses pengembangan produk menjadi lebih terstruktur dengan fokus pada design yang sesuai dengan fungsi produk.
Perancangan Alat Pengambil Selongsong Peluru yang Ergonomis Dengan Pendekatan Antropometri di Akademi Angkatan Udara Usman, Muhammad Wahyudi; Santoso, Budi
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54706/senastindo.v5.2023.278

Abstract

Alat pengumpul selongsong peluru merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk mengumpulkan selongsong peluru ketika latihan menembak telah dilaksanakan, secara efisien dengan waktu yang singkat. Melihat proses pengumpulan selongsong peluru yang masih menggunakan cara manual tanpa bantuan alat sehingga dapat menimbulkan kelelahan karena pengambilan selongsong peluru dilakukan dengan posisi bungkuk secara berulang kali. Maka dari itu dilakukan perancangan alat pengumpul selongsong peluru guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada proses pengumpulan selongsong peluru. Pada proses perancangan alat pengumpul selongsong peluru perancang menggunakan metode antropometri dalam penyelesaian ataupun pembuatan dari alat tersebut yang dimana antropometri merupakan studi yang melakukan pengukuran terhadap tubuh manusia, dengan maksud agar pembuatan alat tersebut dapat sesuai dengan ukuran dan kondisi tubuh manusia yang akan menggunakan alat tersebut. Adapun hasil dari perancangan yang telah dibuat oleh dapat disimpulkan bahwa alat tersebut dapat membuat proses pengumpulan selongsong peluru lebih cepat serta efektif dan efisien dalam pengoprasiannya. Dengan menggunakan desain yang ergonomis para Taruna tidak lagi mengeluarkan tenaga yang besar dalam pengoprasiannya. Perancang juga menggunakan bahan yang ringan dan kuat agar alat tersebut tidak mengalami kendala keberatan pada saat pengoprasiannya dan dapat bertahan cukup lama dengan kondisi yang selalu berubah.
Analisis Penempatan Pesawat Tempur Multi Peran Dassaul Rafale TR3 Dan Boeing F15 EX Eagle II Guna Mengoptimalkan Sishanudnas Indonesia Dengan Menggunakan Metode AHP. Ma’ruf, Marshal Bhakti; Riano, Gagat
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia membutuhkan sistem pertahanan udara nasional yang kuat, salah satunya adalah sistem pertahanan udara nasional (Sishanudnas). Untuk itu, saat ini direncanakan pengadaan pesawat tempur multi-role Dassault Rafale TR3 dan Boeing F-15 EX Eagle II yang dilengkapi dengan berbagai macam persenjataan yang dapat dibawa. Penempatan tersebut menggunakan beberapa kriteria yang telah dipertimbangkan dan hasil kuesioner yang telah dijawab oleh para pejabat TNI AU yang ahli di bidangnya. Lanud yang terpilih akan menjadi lanud penempatan pesawat tempur Rafale, F15, F16, dan Sukhoi yang akan dibagi menjadi beberapa skenario dengan menggunakan metode AHP. Penelitian ini menghasilkan pangkalan udara yang telah diurutkan berdasarkan urutan prioritas penempatan pesawat tempur. Landasan udara tersebut adalah HND (16,47%), RSN (14,38%), SPO (13,31%), ELI(12,93%), IWJ (12,59%), dan Halim (7,48%). Landasan udara yang dipilih akan menjadi landasan udara penempatan pesawat tempur Rafale, F15, F16, dan Sukhoi yang akan dibagi menjadi beberapa skenario.
Hubungan Penggunaan Smart Table Terhadap Manfaat Taruna Dengan Metode Korelasi Di Akademi Angkatan Udara Tua Simalango, Jupan Manaek; Harwanti, Ika
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart Table merupakan sebuah media elektronik yang ada di Akademi Angkatan Udara. Smart Table adalah media yang berisikan segala informasi yang terjadi di Akademi Angkatan Udara. Dengan adanya Smart Table Taruna dapat mengetahui pengetahuan mengenai bangunan-bangunan bersejarah, struktur organisasi di Akademi Angkatan Udara, juga adanya informasi yang menjabarkan apa saja penghargaan yang dimiliki oleh Akademi Angkatan Udara, dan nilai-nilai dari apa saja penghargaan yang dimiliki oleh Akademi Angkatan Udara itu sendiri. Smart Table sendiri menginspirasi penulis untuk menganalisis apakah penggunaan dari Smart Table memberikan manfaatkepada Taruna dalam pengetahuan disekitar Akademi Angkatan Udara. Analisis yang dilaksanakan ini dirancang oleh penulis dengan berbasis metode korlasi yang biasa digunakan untuk meneliti bagaimana kuat lemahnya hubungan antara dua variabel bebas. Penelitian ini memiliki beberapa tahap yang menggambarkan proses dalam mengolah data yang didapat melalui mengisi angket kuesioner yang dibagikan kepada responden. Dengan menggunakan metode ini, penulis mendapati hasil yang menyatakan bahwa hubungan korelasi antara penggunaan dan manfaat dari Smart Table memiliki hubungan yang lemah, yaitu -0,232. Jadi hubungan dari variabel tersebut saling bertolak belakang atau setiap variabel tersebut dapat berdiri satu sama lain tanpa saling mempengaruhi.
Evaluasi Kejadian dan Indikator Fisis Skala Cuaca Antariksa berdasarkan Variasi Angin Matahari tahun 1963 – 2023 (Evaluation Occurance and Physical Indicators of Space Weather Scale based on Solar Wind Variations in 1963 to 2023) Herdiwijaya, Dhani
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Space weather refers to changes in environmental conditions in near-Earth space as a consequence of the behaviour of the Sun, the nature of the magnetic field of interplanetary space, and the Earth's atmosphere, in particular the magnetosphere and ionosphere layers. The components of space weather are plasma particles, electromagnetic energy and magnetic fields. Solar activity always emits plasma particles into space and creates a plasma stream known as the solar wind. The energetic phenomenon of solar activity comes from solar explosions and corona mass ejections that can cause extreme space weather, namely geomagnetic storms. The intense energy of these storms can damage satellites, disable satellite communications and navigation, disrupt power grids on Earth's surface, and be dangerous to spacecraft. The NOAA (National Oceanographic and Atmospheric Agency) Space Weather Scale, USA was introduced as a way to communicate to the general public about current and future space weather conditions and their possible impacts on humans and space technology systems. The scale is useful for space technology users and those interested in the effects of space weather on spacecraft. The scale describes space environment disturbances for three types of events: geomagnetic storms, solar radiation storms, and radio blackouts. The scale has levels from low to high that are numbered 1 to 5, indicating severity. Each level also lists the likelihood of the impact occurring, the frequency with which the event occurs, and provides a measure of the intensity of the physical cause. The NOAA space weather scale evaluation was conducted for 60 years of solar wind data. Geomagnetic storms with Kp index indicator (N=525960) extreme scale (scale 5) with Kp index of 9 is only 0.11% (N=597). Solar radiation storms with an indicator of proton flux energy> 10 MeV (N = 365015) there are no extreme scale achievements, namely 100 000 particles. The highest flux was 67749 particles (scale 4). Most of the flux (99.85%) was below 1000 proton particles. The extreme radio storm (scale 5), with a solar flare strength of more than X20, has only occurred five times (from 1976 to 2023).
Perancangan Aplikasi Optimasi Penjadwalan Shift Kerja Antap Subsiwattar Sibindenma Dapur dengan Metode Algoritma Genetika dan System Usability Scale (SUS) di Akademi Angkatan Udara Yananda, Hanif Ossha; Limawati Handayani, S.T., M.T.
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan adalah pengalokasian aktivitas ke dalam slot waktu yang ditentukan. Proses pembuatan waktu kerja berkaitan dengan beberapa komponen berikut yaitu jumlah personel, tugas personel, hari kerja dan jam kerja. Permasalahan penjadwalan waktu kerja dialami oleh anggota tetap (antap) dapur perawatan taruna Akademi Angkatan Udara. Pada umumnya jadwal kerja yang dilaksanakan oleh antap subsiwattar sibindenma dapur AAU dilaksanakan dalam satu hari kerja. Pelaksanaan tugas antap subsiwattar sibindenma dapur AAU dalam satu hari hanya dilakukan oleh satu antap yang bekerja dalam satu tugas. Contohnya dalam pelaksanaan memasak nasi hanya terdapat satu orang yang ditugaskan memenuhi kebutuhan nasi bagi kurang lebih 500 orang untuk tiga kaliwaktu makan. Hal ini menyebabkan terjadinya kekurangan dan kelelahan personel sehingga proses memasak juga dilaksanakan tidak sesuai dengan waktu konsumsi seperti nasi dan lauk yang dikonsumsi pada malam hari dimasak bersamaan dengan siang hari. Terjadinya masalah tersebut menjadi dasar untuk merancang sebuah aplikasi penjadwalan waktu kerja yang diharapkan dapat mengoptimalkan waktu kerja antap subsiwattar sibindenma dapur AAU. Aplikasi penjadwalan waktu kerja sendiri dirancang untuk mengubah jadwal kerja per hari menjadi tiga shift. Aplikasi ini berbasis internet dimana dapat mempermudah pengguna dalam mengelola data antap yang ingin disimpan dan dapat diakses melalui internet dimanapun dan kapanpun. Aplikasi penjadwalan shift kerja ini dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman javascript. Yang mana javascript berfungsi untuk membuat atau mengembangkan situs web statis atau situs web dinamis yaitu aplikasi web. Javascript sendiri dapat digunakan untuk menyimpan data ke dalam database yang mana disini kami menggunakan database SQlite, membuat halaman yang dapat berubah-ubah sesuai dengan input user, memproses form, dan masih banyak lainnya. Dengan menggunakan metode algoritma genetika dan aplikasi yang telah dirancang didapati hasil penjadwalan shift kerja yang baru dan lebih optimal. Terjadi perubahan shift kerja yang awalnya dilaksanakan satu hari kerja menjadi tiga shift dalam satu hari kerja sehingga dapat dikatakan tidak akan terjadi kelelahan dan kekurangan personil. Hal ini dikarenakan algoritma genetika sendiri berisikan banyak coding terperinci yang tepat menjadikan variabel pada data lebih akurat diukur dari jumlah fitness dari kumpulan variabel tersebut..
Perspektif Global Teknologi 5G, Keamanan Jaringan dan Ancaman pada Militer ( A Global Perspectives on 5G Technology, Network Security and Threats to the Military ) Pambudi, Wisnu Setyo; Takumi, Tanaka
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi pertama komunikasi seluler (1G) sebenarnya baru dimulai kurang lebih 40 tahun yang lalu. Pada fase awal ini, panggilan telepon seluler (nirkabel) sudah dapat dilakukan antar perangkat komunikasi, meskipun masih ditemukan beberapa keterbatasan teknologi, termasuk masalah keamanan jaringan dan sistem. Generasi berikutnya membawa kemajuan signifikan dan peningkatan dalam diversifikasi layanan. Saat ini, dunia sudah dihadapkan pada era generasi kelima teknologi komunikasi seluler (5G), meskipun mayoritas infrastruktur yang digunakan masih bertumpu pada pendahulunya (4G). Kekhawatiran tentang keamanan jaringan 5G menjadi topik utama di seluruh penjuru dunia, khususnya setelah pemerintah Amerika Serikat memboikot salah satu raksasa industri 5G, yaitu Huawei, terkait masalah keamanan informasi yang berhubungan erat dengan kebijakan pemerintah Cina. Ditambahkan, teknologi 5G memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam dunia militer, yang memungkinkan komunikasi yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien dalam penggunaan pada operasi militer. Artikel ini membahas fitur-fitur utama teknologi 5G dan kompleksitas serta pentingnya keamanan jaringan 5G dan potensi ancaman dalam penerapannya di dunia militer.
Meramalkan Teknologi Satelit Nano Pada Jaringan Komando Kendali Guna Menyiapkan Satuan Ruang Angkasa TNI AU Firmansyah
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan teknologi masa depan yang relevan dalam menyiapkan satuan ruang angkasa TNI Angkatan Udara (TNI AU), dengan fokus pada penggunaan teknologi satelit nano pada jaringan komando dan kendali (kodal). Satelit nano menawarkan solusi akan teknologi komunikasi yang handal di tengah-tengah meningkatnya kompleksitas dan dinamika penyelenggaran operasi militer yang mencakup area antariksa, berupa keunggulan dalam fleksibilitas, efisiensi biaya, integrasi data dan cakupan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif dengan tujuan menganalisa trend teknologi, mengevaluasi kebutuhan operasional dan mengembangkan kerangka strategis untuk dapat diadopsi dan dikembangkan teknologinya. Dalam proses mengembangkan teknologi melalui peramalan trend masa depan, tentunya akan menimbulkan tantangan dan peluang. Oleh karenanya, penelitian ini membahas peluang yang dapat dimanfaatkan dengan melihat tantangan yang ada melalui beberapa teori dengan disertai analisa SWOT dan strategi yang ditetapkan, dalam rangka menyiapkan satuan ruang angkasa TNI AU. Pada akhirnya, penelitian ini akan memberikan rekomendasi strategis bagi TNI AU akan pentingnya mengembangkan teknologi ini dalammenyiapkan satuan ruang angkasa, dihadapkan pada tugas-tugas dalam menyelenggarakan kegiatan misi operasi melalui kesiapan dan kemampuan kodal yang handal.
Analisis Penilaian dan Pengendalian Risiko Keselamatan Kerja (K3) di Peralatan Manufaktur dan Sistem Pesawat Terbang (Studi Kasus Laboratorium Departemen Aeronautika Akademi Angkatan Udara) Anang Setiawan; Limawati Handayani
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Departemen Aeronautika Akademi Angkatan Udara (Dep Aero AAU) adalah staf Gubernur AAU yang bertugas merumuskan, merencanakan dan menyelenggarakan materi pengajaran/praktik dalam bidang aeronautika yang menjadi materi ajaran untuk Taruna (Karbol) AAU Prodi Teknik Aeronautika Pertahanan. Pada kegiatan praktik tidak luput dari ancaman terjadinya resiko kerja yang timbul dari penggunaan peralatan praktik, bahan kimia/peledak, listrik/elektronik secara tidak aman dan mengabaikan prosedur-prosedur dalam pengoperasionalannya. Sehubungan hal tersebut maka perlu adanya analisis penilaian resiko keselamatan kerja pada operasional laboratorium Departemen Aeronautika dengan tujuan untuk memetakan dan mengetahui potensi nilai bahaya/risiko kecelakaan.   Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengamatan/ peninjauan langsung pada obyek serta wawancara/diskusi dengan para personel yang terkait. Analisis yang digunakan adalah pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dengan tahapan identifikasi risiko pada sumber bahaya kemudian dilakukan penilaian risiko-risiko berdasarkan klasifikasinya.     Dari hasil penelitian terdapat 22 potensi bahaya kecelakaan kerja di Laboratorium Dep Aero AAU,  yang terdiri dari 11 potensi bahaya kecelakaan kerja tingkat rendah (low), 9 potensi bahaya kecelakaan kerja tingkat sedang (medium) dan 2 resiko kecelakaan kerja tingkat tinggi  (high).  Pengendalian risiko (Risk Control) yang disarankan untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja meliputi peningkatan kepatuhan teknisi terhadap petunjuk operasional, penggunakan APD yang sesuai, penggantian peralatan listrik yang sudah tidak layak dan melengkapi rambu-rambu K3 yang terlihat jelas.