cover
Contact Name
Ardian Infantono
Contact Email
ardian.infantono@aau.ac.id
Phone
+6287838880048
Journal Mail Official
senatindo@aau.ac.id
Editorial Address
Redaksi Prosiding Senastindo AAU Ksatrian Akademi Angkatan Udara Jl. Laksda Adisutjipto KM. 10, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55002 Telp. (0274) 486922 Ext. PPM Email: senastindo@aau.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Published by Akademi Angkatan Udara
ISSN : 26858991     EISSN : 28082540     DOI : https://doi.org/10.54706/senastindo
Semua inovasi yang berguna dan berkaitan secara langsung maupun tidak langsung terhadap inovasi nasional yang lebih bermutu dengan intisari tidak terbatas pada teknologi apapun, baik yang mengenai Databases System, Data Mining/Web Mining, Datawarehouse, Artificial Integelence, Business Integelence, Cloud & Grid Computing, Decision Support System, Human Computer & Interaction, Mobile Computing & Application, E-System, Machine Learning, Deep Learning, Information Retrievel (IR), Computer Network & Security, Multimedia System, Sistem Informasi, Sistem Informasi Geografis (GIS), Sistem Informasi Akuntansi, Database Security, Network Security, Fuzzy Logic, Expert System, Image Processing, Computer Graphic, Computer Vision, Semantic Web, e-Health, Animation dan lainnya yang serumpun dengan Inovasi Nasional lainnya. AERONAUTIKA antara lain: Aerodinamika, Material dan Komposit, Kelistrikan dan Instrumen Pesawat Terbang, Avionik, Flying Control, Teknologi Rekayasa Material, Termofluida, Fluida Mekanik, Material Komposit Maju, Teknologi Persenjataan, dsb. TEKNIK ELEKTRO antara lain: Sistem Mikroelektronik, Instrumentasi Industri, Optoelektronik, Perancangan Rangkaian Analog, Desain dan Teknologi ASIC, Desain dan Teknologi FPGA, Sensor dan Transducer, Sistem Pembangkit Energi Listrik, Sistem Transmisi dan Distribusi, Sistem Proteksi Listrik, Tegangan Tinggi, Mesin-mesin Listrik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Modulasi dan Pemrosesan Sinyal Digital, Teori Informasi dan Pengkodean, Saluran Transmisi, Antena dan Propagasi Gelombang, Komunikasi Bergerak dan Nirkabel, Sistem dan Jaringan Komunikasi, Teknologi Jaringan Telekomunikasi, Sistem Otomatisasi, dsb. TEKNIK INDUSTRI antara lain: Ilmu Ergonomi Industri, Industri Pertahanan, dsb. TEKNIK DIRGANTARA antara lain: Ilmu-ilmu Aeronautika dan Astronautika, Aerodinamika, Struktur Pesawat Terbang, Propulsi, Mekanika Terbang, Material Pesawat Terbang, Astrodinamika, Aeroelastisitas, Aeroakustik, Sistem Pesawat Terbang, Proses Desain dan Produksi Pesawat Terbang, dan Sistem Operasi Penerbangan, dsb. TEKNIK KIMIA antara lain: Kimia bahan eksplosif, Kimia logam, Kimia Industri TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI antara lain: Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Arsitektur Komputer, Jaringan Komputer, Security & Cryptography, Mobile & Cloud Computing, Quality of Service (QoS), Network Programming, Remote Sensing & GIS, Pemodelan dan Simulasi, Multimedia Processing, Teknologi Informasi dan Aplikasi, Big Data, dsb. DRONE & ROBOTIKA antara lain: Control theory and applications, embedded system, mechatronic and robotic, Unmanned Aerial System (UAS), mobile robotics, artificial intelligent, neural network, fuzzy logic, intelligent system, swarm intelligent, genetic algorithm, soft robotic, dsb. CYBER antara lain: Teknik Hacking, Cyber Defense, Cyber Security, Cyber Attack System, dsb.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 200 Documents
Perancangan Smart Fire Detection Berbasis IoT Menggunakan Kamera Thermal dan MQ-2 Istisyah, Muhammad Zaqy; Setiawan, Cahya Heru; Firmansyah
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran adalah musibah yang tidak dapat kita prediksi kapan terjadinya, dimana api tidak dapat kita kendalikan dan menimbulkan kerugian. Hal yang berpotensi terjadinya kebakaran di laboratorium stasiun luar angkasa adalah konsleting listrik dan percikan api yang dapat menyambar hal-hal yang mudah terbakar. Penanggulangan kebakaran secara konvensional menggunakan alat pemadam api hanya dapat dilakukan ketika terdapat personel yang melihat kebakaran tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dibuat alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini kebakaran menggunakan kamera Thermal dan sensor asap. Alat ini telah dilakukan pengujian hardware dan software. Rangkaian yang diuji menggunakan program rangkaian mikrokontroler ESP32, kamerathermal, sensor asap MQ-2 dan sensor flame. Sensor flame digunakan untuk mendeteksi titik api. Sensor api nantinya di kombinasi dengan sensor gas untuk dapat mendeteksi api dan gas/asap. Sensor api ini dapat membantu sensor thermal camera AMG8833 untuk memastikan jika objek yang dideteksi adalah api. Pengujian dilakukan pada pada tiga kondisi uji yaitu mendeteksi cahaya api, cahaya matahari, cahaya lampu flash handphone. Pengujian bertujuan untuk membedakan cahaya api, matahari, dan lampu flash handphone. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa setiap sensor pada alat dapat bekerja dengan baik. Hal ini ditunjukan oleh rangkaian sensor flame output ”active low” sinyal output yang dihasilkan sensor saat kondisi yang terdeteksi terpenuhi atau dalam keadaan aktif. Nilai output MQ-2 yang muncul saat mendeteksi kondisi normal dengangrafik warna biru sedangkan saat mendeteksi asap grafik berwarna orange berada diatas grafik warna biru. Sensor AMG8833 menunjukan saat dalam keadaan normal.
[6] Pemerintah Kota Banda Aceh.(2020). Pengertian kebakaran secara umum. Jurnal harian. [7] ARIF, A. S. (2021). Rancang bangun alat pendeteksi kebakaran dini dengan sensor api 5 channel dan sensor Mq-2 berbasis Mikrokontroler (Doctoral dissertation, Uni Al Baihaqi, Muhammad Wahyu; Ikhsan, Muhammad; Permana, Indra; Setiajit, Bayu; Pratama, Riza Arif
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit hybrid adalah komposit yang tersusun atas dua serat dengan jenis dan karakteristik yang berbeda agar diperoleh material dengan sifat mekanik yang lebih baik. Pada penelitian ini, komposit hybrid dibuat dari anyaman serabut kelapa dan fiberglass yang dicampur matriks dengan menggunakan metode vacuum infusion. Metode ini dilakukan dengan menggunakan pompa vakum untuk menghisap matriks hingga seluruh matriks membasahi/melapisi serat komposit. Komposit hybrid yang telah dibuat selanjutnya dipotong dan dilakukan uji tarik berdasarkan ASTM D638-01 untuk mendapatkan karakteristik mekanik komposit tersebut. Komposit hybrid dibuat menjadi 3 variasi yang berbeda berdasarkan jarak anyaman serabut kelapa, yaitu jarak anyaman 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Hasil uji tarik menunjukan bahwa nilai kekuatan tarik tertinggi ditemukan pada komposit hybrid dengan jarak anyaman 1,5 cm dengan nilai tegangan tarik maksimum 61,7 MPa dan regangan0,019. Sedangkan komposit hybrid dengan jarak anyaman 1 cm memiliki nilai tegangan tarik maksimum 23,8 MPa dan anyaman 2 cm memiliki nilai tegangan tarik maksimum 47,3 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi diperoleh bukan pada komposit dengan jarak anyaman terkecil (paling rapat). Jarak anyaman terkecil diduga memiliki tingkat keterbasahan serat oleh matriks yang kurang memadai sehingga komposit tidak dapat mencapai kekuatan tertinggi (optimum). Oleh karena itu, disimpulkan bahwa komposit yang dibuat dari serabut kelapa yangberbentuk anyaman dapat mencapai kekuatan tarik tertinggi pada jarak anyaman yang cukup kecil namun masih dapat memberikan tingkat keterbasahan serat yang baik.
Analisis Uji Tarik Sambungan Rivets Dan Sheet Pada Bahan Alternatif Untuk Aluminium Alloy 7075-T6. Maximillian, Filbert; Herman
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja uji tarik pada sambungan rivet dan sheet menggunakan bahan alternatif terhadap aluminium alloy sheet 7075-T6, yang digunakan sebagai skin pesawat C-130 Hercules. Metode uji tarik digunakan untuk memeriksa kekuatan tarik, deformasi, dan karakteristik kegagalan pada bahan aluminium, tembaga, kuningan, dan baja tahan karat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aluminium alloy 7075-T6 menonjol sebagai pilihan utama, menampilkan nilai modulus elastisitas tertinggi sebesar 24.465 N/mm2, yang menegaskan kekakuan lebih tinggi dibandingkan bahan alternatif lainnya. Selain itu, ditemukan bahwa sambungan rivet dengan pola zigzag menunjukkan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sambungan rivet secara inline, memberikan wawasan penting untuk pemilihan metode sambungan yang optimal dalam struktur pesawat. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam konteks pemilihan bahan dan metode sambungan dalam industri dirgantara. Dengan aluminium alloy 7075-T6 memimpin dalam kinerja mekanis dengan modulus elastisitas yang sangat tinggi, implikasinya mencakup potensi untuk meningkatkan kekuatan dan kinerja struktural pesawat. Penggunaan sambungan rivet secara zigzag juga dapat memberikan manfaat tambahan dalam meningkatkan keandalan struktural, yang dapatmengarah pada desain yang lebih ringan dan efisien dari segi berat pesawat. Penelitian ini memberikan landasan kuat untuk pengembangan lebih lanjut dalam pemilihan bahan dan teknik sambungan dalam desain pesawat. Dengan menyoroti keunggulan aluminium alloy 7075-T6 dalam hal modulus elastisitas dan kekuatan struktural, serta keunggulan sambungan rivet zigzag, penelitian ini mengarah padapemahaman yang lebih baik tentang opsi material dan teknik sambungan yang paling sesuai untuk aplikasi struktural pesawat C-130 Hercules, dengan potensi meningkatkan kinerja dan keamanan dalam industri dirgantara secara keseluruhan.
Pengaruh Variasi Arus Las 100 A, 110 A, Dan 120 A Terhadap Kekuatan Tarik Baja St 37 Setelah Quenching Hermawan, Dicky; Ridwan; Herlambang, Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu material yang tak tergantikan dalam berbagai aplikasi industri, konstruksi, dan manufaktur. Salah satu aspek penting dalam penggunaan baja adalah sifat mekaniknya, khususnya kekuatan tarik. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan tarik baja adalah dengan proses pendinginan cepat (quenching). Namun, selain quenching, pengelasan juga merupakan proses penting dalam pengolahan baja, dan kuat arus pengelasan dapat memengaruhi sifat mekanik baja secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh variasi kuat arus pengelasan (100 A, 110 A, dan 120 A) terhadap kekuatan tarik las pada baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching) dan memberikan rekomendasi mengenai penggunaan kuat arus pengelasan yang optimal dalam kombinasi proses pendinginan cepat (quenching) untuk mencapai kekuatan tarik yang diinginkan pada baja ST 37. Data hasil pengujian tarik menunjukkan variasi yang signifikan antara ketiga variasi kuat arus pengelasan 100 A, 110 A dan 120 A terhadap baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching). Variasi 110 A menunjukkan tegangan rata-rata tertinggi sebesar 199,485 N/mm2, diikuti oleh 100 A (172,734 N/mm2) dan 120 A (161,182 N/mm2). Modulus elastisitas terbesar terjadi pada variasi 100 A dengan nilai rata-rata mencapai 25788,033 N/mm2, sementara nilai terendah terjadi padavariasi 110 A (12563,533 N/mm2). Regangan rata-rata tertinggi terjadi pada variasi 120 A (0,022), diikutioleh 110 A (0,018) dan 100 A (0,008). Disimpulkan bahwa penggunaan kuat arus pengelasan 100 A merupakan pilihan yang paling optimal untuk mencapai kekuatan tarik yang diinginkan pada baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching).
Analisis Pengaruh Uji Tarik Dan Uji Struktur Mikro Pada Baja St 37 Setelah Mengalami Pengelasan Smaw Dengan Variasi Elektroda E7018, E8015, E6013 Prama Nandana, Anak Agung Ngurah; Herlambang, Purnomo Herlambang
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Proses pengelasan saat ini lebih efisien dalam segi tenaga, waktu, dan biaya. Oleh karena itu, pengelasan terbagi menjadi berbagai metode, salah satunya adalah Shield Metal Arc Welding (SMAW). Metode ini menggunakan las busur listrik arus bolak-balik dan elektroda. Teknik pengelasan SMAW kini telah umum digunakan dalam proses penyambungan bahan-bahan konstruksi bangunan. Selain itu, pengelasan juga sering diterapkan dalam perbaikan konstruksi bangunan yang mengalami keretakan. Dalam kehidupan sehari-hari, pengelasan memudahkan pengolahan bahan-bahan konstruksi yang terbuat dari logam sehingga dapat menjadi produk yanglebih bermanfaat di masa depan. Maksud dan tujuan dari pembuatan naskah penelitian ini adalah untuk membandingkan efek dan pengaruh dari variasi elektroda pada spesimen baja ST 37, serta membandingkan pengaruh variasi pengelasan menggunakan elektroda yang berbeda setelah melalui uji tarik. Metode yang dilakukan dalam naskah penelitian ini meliputi survei dan praktik lapangan berupa pengelasan dan pengujian. Langkah-langkah penelitian yang digunakan mencakuppemanfaatan benda uji sebagai objek pengujian. Diharapkan, dari benda uji tersebut, dapat diperoleh perbandingan yang relevan untuk uji yang dilaksanakan. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa masing-masing variasi elektroda memiliki nilai tegangan, regangan, dan modulus elastisitas yang berbeda. Dari hasil uji tarik, diketahui bahwa baja yang melalui proses pengelasan mengalami patah di luar daerah pengelasan. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemahaman tentang perbedaan jenis elektroda yang bervariasi, yang memengaruhi kekuatan uji tarik serta struktur mikro pada baja.
Analisis Ekstrak Semangka Sebagai Inhibitor Laju Korosi Baja ST37 Media Korosi H2SO4 Metode Weight Loss Ismail, Desta Pramudya; Damanik, Ferdinandus Sarjanadi; Herlambang, Purnomo
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja adalah logam paduan berbahan dasar besi. Besi murni (iron) mempunyai sifat yang kurang kuat dan mudah berkarat. Maka dari itu harus dipadukan dengan unsur karbon sehingga membentuk baja. Baja St-37 merupakan material baja yang kuat. Namun, baja ini memiliki kelemahan dalam ketahanan korosi terutama jika diaplikasikan pada lingkungan yang korosif. Pengunaan inhibitor merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah korosi. Namun penggunaan inhibitor terhambat karena adanya Chrom dan Arsenik. Kulit semangka memiliki kandungan L-citrulline yang memungkinkan terjadinya interaksi ionik dan sebagai inhibitor alami. Penelitian ini menganalisis pengaruh inhibitor ekstrak kulit semangka terhadap laju korosi pada baja St-37 dengan perendaman larutan H2SO4. Data hasil pengujian laju korosi menunjukkan variasi yang berbeda antara ketiga variasi konsentrasi inhibitor. Terdapat efisiensi terbesar terjadi pada konsentrasi 20% dengan perendaman 14 hari efisiensi inhibisi 61,76% kemudian efisiensi inhibisi terkecil pada konsentrasi inhibitor 15% dengan perendaman 21 hari menggunakan media korosif H2SO4 dengan nilai 34,99%. Disimpulkan bahwa penggunan inhibitor 20% paling optimal untuk menghambat laju korosi karena lapisan lebih tebal dibanding yang lain.
Analisis Uji Kekuatan Tarik Doubler Riveting Allumunium Sheet 7075-T6 Terhadap Ribs Setelah Annealing dan Tempering Arief Prayoga, Krisna; Herman; E.F., Hengky
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses doubler riveting pada saat ini sangat penting untuk memperbaiki crack atau retakan pada pesawat terbang. Proses ini dilakukan untuk mencegah crack melebar lebih luas yang tentunya akan menyebabkan lepasnya skin dari kerangka pesawat. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini dilakukan untuk membandingkan efek atau pengaruh pola rivet dan variasi heat treatment terhadap benda uji berupa Allumunium Alloy Sheet 7075-T6 Alclad. Metode yang diterapkan pada tugas akhir ini adalah melaksanakan survey dan praktik lapangan berupa heat treatment spesimen dan uji tarik. Langkah – Langkah penelitian yang kami gunakan seperti penelitian lainnya yaitu menggunakan benda uji sebagai objek pengaruh. Kemudian dari benda uji tersebut diharapkan dapat menjadi pembanding untuk uji yang kami laksanakan. Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat diketahui bahwa masing – masing variasi annealing, tempering, dan tanpa heat treatment memiliki nilai tegangan, regangan, dan modulus elastisitas yang berbeda. Sedangkan pada non heat treatment datar diperoleh data yaitu nilai modulus elastisitas (62760,61 N/mm2) terbesar dibanding nilai annealing datar (12182,60 N/mm2) dan nilai tempering datar (21212,76 N/mm2). Begitupun pada variasi pola zigzag diperoleh data yaitu nilai modulus elastisitas (60485,36 N/mm2) lebih besar daripada nilai annealing zigzag (35156,02 N/mm2) dan tempering zigzag (14618,78N/mm2). Dari hasil uji tarik diketahui bahwa spesimen dengan variasi akan mengalami patah pada bagian rivet. Manfaat yang kami dapat dari penelitian ini adalah perbedaan perlakuan terhadap spesimen baik pola rivet dan heat treatment mempengaruhi kekuatan uji tarik benda uji.
Perbandingan Doubler Alumunium Seri 2024-T3 Dan 7075-T6 Pada Center Fuselage Lower Structure Dengan Pengujian Bending. Damopoli, Jilbert Arien; Ariffin, Denden Mohamad; Hermawan, Sya’ban Tri
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan mendalam terhadap kekuatan material doubler pada aluminium paduan seri 2024-T3 dan 7075-T6 yang digunakan secara luas dalam industri penerbangan, khususnya dalam struktur center fuselage lower structure pesawat C-130 Hercules. Fokus utama penelitian adalah pada pengaruh perlakuan panas terhadap karakteristik keduapaduan tersebut. Metode pengujian yang digunakan adalah pengujian bending, yang merupakan salah satu metode standar dalam mengevaluasi kekuatan material untuk aplikasi struktural. Melalui pengujian ini, respons mekanis dari kedua paduan dapat dipahami dengan lebih baik, termasuk distribusi tegangan dan deformasi yang terjadi saat beban diberikan. Hasil dari pengujian ini akanmemberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perlakuan panas mempengaruhi kekuatan dan kekuatan material pada aplikasi sebenarnya terutama pada repairment pesawat guna mempertahankan kelancaran operasional penerbangan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi Teknisi dalam memilih material yang paling sesuai untukstruktur pesawat yang memenuhi persyaratan keamanan dan kinerja. Selain itu, harapanya pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik mekanis dari kedua paduan ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi material untuk industri penerbangan di masa depan.
Analisis Averrhoa Bilimbi Linn Sebagai Inhibitor Terhadap Laju Korosi Aluminium Alloy 2024-T3 Dalam Asam Klorida Putra, Alvind Rahmad; Widayatmo, Linggar; Ghofur, M. Abdul
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian korosi dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pemilihan material, pelapisan, penggunaan inhibitor, dan desain. Penelitian ini fokus pada penggunaan ekstrak belimbing wuluh sebagai inhibitor korosi pada aluminium alloy 2024-T3. Sebanyak 12 spesimen aluminium alloy 2024-T3 dengan ukuran sekitar 3 x 5 x 0,15 cm dilapisi dengan ekstrak belimbing wuluh dan diuji dengan tiga variasi waktu pengolesan: 2 hari, 4 hari, dan 6 hari. Setelah proses pengolesan, spesimen direndam dalam larutan asam klorida (HCl) dengan konsentrasi 0,4%, 0,6%, dan 0,8% selama 14 hari untuk mengamati efek inhibisi terhadap laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi menurun secara signifikan dengan meningkatnya durasi pengolesan ekstrak belimbing wuluh. Efisiensi inhibisi tertinggi dicapai pada spesimen yang diolesi selama 6 hari, dengan nilai rata-rata sebesar 75,54%. Sebaliknya, spesimen dengan pengolesan selama 2 hari menunjukkan efisiensi inhibisi terendah, yaitu sebesar 32,27%. Data ini mengindikasikan bahwa semakin lama waktu pengolesan, semakin efektif ekstrak belimbing wuluh dalam menurunkan laju korosi pada aluminium alloy 2024-T3. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai penggunaan bahan alami sebagai pelapis korosi dan menunjukkan potensi ekstrak belimbing wuluh sebagai alternatif ramah lingkungan untuk perlindungan logam. Temuan ini dapat diterapkan dalam pengembangan teknik perlindungan logam yang lebih berkelanjutan dan efektif.
Analisis Struktur Sayap Aspek Rasio Rendah Berbahan Komposit Kevlar, Karbon, Glass, Dan Epoxy Menggunakan Patran Nastran Abdurrofi; Ghofur, M. Abdul
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol. 6 (2024): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah dua macam atau lebih material yang digabungkan atau dikombinasikan dalam sekala makroskopis (dapat terlihat langsung oleh mata) sehingga menjadi material baru yang lebih berguna. Salah satu komponen penting pada pesawat terbang atau UAV yaitu bagian sayap. Konstruksi pada pesawat terbang awal mulanya menggunakan material logam sebagai rangka penyusunnya baik dari fuselage, empennage, maupun wing. Seiring dengan perkembangan teknologi, ditemukanlah komposit untuk menggantikan material logam dengan pertimbangan kekuatan struktur komposit yang kuat namun bobotnya dapat lebih ringan daripada logam-logam yang biasa digunakan untuk konstruksi pesawat terbang. Komposit juga dinilai lebih efisien karena kekuatan strukturnya dapat diatur dengan mengubah arah seratnya sehingga kekuatan strukturnya akan berbeda bila dikenai gaya atau tekanan dari arah yang berbeda tergantung kebutuhan (asimetris). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan struktur sayap berbahan komposit serat Kevlar, Karbon, dan Glass yang arah seratnya divariasikan menjadi 4, yaitu 0°, 45°, 90°, dan 0°/90°. Penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi MSC Patran 2018 dan MSC Nastran 2018 secara komputasional. Hasil dari pengujian pada penelitian ini, komposit serat Karbon dengan arah serat 0° menunjukkan performa terbaik dengan nilai Failure Indices sebesar 0,0374 dan nilai displacement sebesar 27,9 mm, serta komposit serat Kevlar dengan berat teringan senilai 1387000 mg atau 1,387 kg.